Anda di halaman 1dari 14

Model Model Pembelajaran Kooperatif

Konsep Dasar Pembelajaran Kooperatif


Pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran dengan cara
siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif
yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur
kelompok yang bersifat heterogen. Strategi pembelajaran kooperatif
merupakan serangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa di
dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Terdapat lima unsur dasar model pembelajaran kooperatif, yaitu: (1)
ketergantungan yang positif, (2) pertanggungjawaban individual, (3)
kemampuan bersosialisasi, (4) tatap muka, dan (5) evaluasi proses kelompok.

Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif


Karakteristik atau ciri-ciri pembelajaran kooperatif dapat dapat
dijelaskan sebagai berikut.
1. Pembelajaran secara tim
2. Didasarkan pada manajemen kooperatif
3. Kemauan untuk bekerjasama
4. Keterampilan bekerjasama
Unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut:
a. Siswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka
sehidup sepenanggungan bersama.
b. Siswa bertanggungjawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya.
c. Siswa harus beranggapan bahwa semua anggota dalam kelompok
mempunyai tujuan yang sama.
d. Siswa harus berbagi tugas dan tanggungjawab yang sama di antara
anggota kelompok.
e. Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan hadiah atau
penghargaan yang juga akan dikenakan kepada semua anggota
kelompok.
f. Siswa berbagi kepemimpinan
g. Siswa diminta pertanggungjawaban secara individual materi yang
ditangani dalam kelompok kooperatif.
1

Model Model Pembelajaran Kooperatif

Ada tiga bentuk keterampilan kooperatif yang dikembangkan dalam pembelajaran


kooperatif, yaitu:
a. Keterampilan kooperatif tingkat awal
Meliputi: (a) menggunakan kesepakatan; (b) menghargai kontribusi; (c)
mengambil giliran dan berbagi tugas; (d) berada dalam kelompok; (e)
berada dalam tugas; (f) mendorong partisipasi; (g) mengundang orang lain
untuk berbicara; (h) menyelesaikan tugas pada waktunya; dan (i)
menghormati perbedaan individu.
b. Keterampilan kooperatif tingkat menengah
Meliputi: (a) menunjukkan penghargaan dan simpati; (b) mengungkapkan
ketidaksetujuan dengan cara yang diterima; (c) mendengarkan dengan
aktiv; (d) bertanya; (e) membuat ringkasan; (f) menafsirkan; (g) mengatur
dan mengorganisir; (h) menerima tanggungjawab; (i) mengurangi
ketegangan.
c. Keterampilan kooperatif tingkat mahir
Meliputi: (a) mengelaborasi; (b) memeriksa dengan cermat; (c)
menanyakan kebenaran; (d) menetapkan tujuan; (e) berkompromi.

Terdapat enam langkah utama atau tahapan di dalam pembelajaran kooperatif.


Langkah-langkah atau tahapan dalam model pembelajaran kooperatif tersebut
seperti tampak pada Tabel 1 di bawah ini.
Tabel 1 Langkah langkah Model Pembelajaran Kooperatif
TAHAP
Tahap 1

SINTAKS GURU
Guru menyampaikan tujuan pelajaran yang akan dicapai pada

Menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran dan menekankan pentingnya topik


memotivasi siswa
2

yang akan dipelajari dan memotivasi siswa belajar

Model Model Pembelajaran Kooperatif

Tahap 2

Guru menyajikan informasi atau materi kepada siswa dengan

Menyajikan informasi
Tahap 3

jalan demonstrasi atau melalui bahan bacaan


Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana

caranya

Mengorganisasikan siswa ke membentuk kelompok belajar dan membimbing setiap


dalam

kelompok-kelompok kelompok agar melakukan transisi secara efektif dan efesien.

belajar
Tahap 4

Guru membimbing kelompok-kelompok

belajar pada saat

Membimbing kelompok kerja mereka mengerjakan tugas yang diberikan.


dan belajar
Tahap 5

Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah

Evaluasi

dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan

Tahap 6

hasil kerjanya
Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun

Memberikan penghargaan

hasil belajar individu dan atau kelompok

Prinsip Prinsip Pembelajaran Kooperatif dalam Pembelajaran


Ada lima unsur dasar dalam pembelajaran kooperatif menurut Roger dan
David Johnson, yaitu sebagai berikut.
1. Prinsip ketergantungan positif
2. Tanggung jawab perorangan
3. Interaksi tatap muka
4. Partisipasi dan komunikasi
5. Evaluasi proses kelompok
Untuk memilih model yang tepat, maka perlu diperhatikanrelevansinya
dengan pencapaia tujuan pengajaran. Dalam prakteknya semua model
pembelajaran bisa dikatakan baik jika memenuhi prinsip-prinsip sebagai berikut:
pertama, semakin kecil upaya yang dilakukan oleh guru dan semakin besar
aktivitas belajar siswa maka hal itu semakin baik. Kedua, semakin sedikit waktu
yang diperlukan guru untuk mengaktifkan siswa belajar juga semakin baik.
Ketiga, sesuai dengan cara belajar siswa yang dilakukan. Keempat, dapat
3

Model Model Pembelajaran Kooperatif

dilaksanakan degan baik oleh guru. Kelima, tidak ada satupun metode yang
paling sesuai u model pembelajaran yang diterpkan untuk segala tujuan, jenis
materi dan proses belajar yang ada.
2.1 Model Model Pembelajaran Kooperatif
Terdapat beberapa variasi jenis model pembelajaran kooperatif namun
prinsip dasarnya tidak berubah. Jenis jenis model pembelajaran kooperatif
tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Model Student Teams Achievement Division (STAD)
Dalam STAD, siswa dibagi menjadi kelompok beranggotakan empat
orang yang bervariasi kemampuannya, jenis kelamin, dan sukunya. Guru
memberikan suatu pelajaran dan memastikan semua siswa di dalam kelompok
telah menguasai pelajaran tersebut. pada akhirnya semua siswa akan
memperoleh kuis secara perorangan tentang materi tersebut. Kemudian nilai
hasil kuis siswa akan dibandingkan dengan nilai rata-ratanya. Secara umum,
langkah-langkah pada mode pembelajaran STAD adalah seperti tampak pada
Tabel 2 di bawah ini.
Tabel 2 Langkah-langkah Model Pembelajaran STAD
LANGKAH
Langkah 1
Penyampaian
Tujuan

SINTAKS GURU
Guru menyampaikan tujuan pelajaran yang ingin

dan -

dicapai pada pembelajaran


Memberikan motivasi kepada siswa berkaitan

dengan materi yang dipelajari


Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok

Motivasi
Langkah 2
Pembagian

yang beranggotakan 4-5 orang/kelompok dengan

kelompok

cara yang menyenangkan. Anggota kelompok


memiliki perbedaan kemampuan akademik, jenis

Langkah 3
Presentasi
guru

kelamin, ras atau etnik.


Guru menyampaikan pokok pokok materi yang

dipelajari kepada siswa secara singkat dan padat.


Dalam
penyampaian
materi
guru
dapat

dari

menggunakan media, demonstrasi, pertanyaan atau


4

Model Model Pembelajaran Kooperatif

masalah nyata yang terjadi dalam kehidupan


Langkah 4
Kegiatan belajar -

sehari-hari
Guru menyiapkan lembar kerja kelompok.
Guru
mengamati,
memberikan
dorongan,

dalam Tim

bimbingan dan bantuan bila diperukan kepada

Langkah 5
Pemberian Quis

kelompok.
Guru memberikan soal quis kepada setiap siswa

untuk dikerjakan secara individu


Meengamati dan mengawasi

siswa

dalam

mengerjakan quis agar tidak ada yang bekerjasama


atau menyontek

Langkah 6
Penghargaan

Guru memeriksa jawaban quis siswa, dan memberi

Prestasi Tim

skor individu
Guru menghitung

kelompok
Pemberian pengakuan / penghargaan atas prestasi

skor

rata-rata

perolehan

kelompok atau memberikan hadiah kepada masingmasing kelompok sesuai dengan prestasinya.
2. Model Pembelajaran Jigsaw
Pada dasarnya, dalam model kooperatif ini guru membagi satuan
informasi yang besar menjadi komponen-komponen yang lebih kecil.
Selanjutnya guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok belajar
kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota
bertanggungjawab terhadap pengusaan setiap komponen / subtopik yang
ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok
yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok
lagi.
Siswa-siswa dalam model pembelajaran kooperatif jigsaw ini bekerja
sama untuk menyelesaikan tugas kooperatif dalam: (a) belajar dan menjadi
ahli dalam subtopik bagiannya; (b) merencanakan bagaimana mengajarkan

Model Model Pembelajaran Kooperatif

subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Dengan demikian


setiap anggota kelompok dapat menguasai seluruh materi pelajaran.
Secara umum, langkah-langkah atau tahapan model pembelajaran
jigsaw adalah sebagai berikut.
Tabel 3 Langkah-langkah atau tahapan model pembelajaran jigsaw
TAHAP
Tahap 1
Penyampaian
tujuan

SINTAKS GURU
Guru menyampaikan tujuan pelajaran yang ingin

pelajaran -

dicapai pada pembelajaran


Memberikan motivasi kepada siswa berkaitan

dan motivasi
Tahap 2
Pembagian

dengan materi yang dipelajari


Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok
yang beranggotakan 4-5 orang/kelompok dengan

kelompok dan

cara yang menyenangkan. Anggota kelompok

materi

memiliki perbedaan kemampuan akademik, jenis


kelamin, ras atau etnik. Kelompok ini disebut
-

sebagai kelompok asal.


Guru memberikan subtopik yang berbeda kepada
setiap anggota kelompok. Materi yang diberikan

Tahap 3
Diskusi kelompok

kepada setiap kelompok sama.


Guru
mengarahkan
kepada

siswa

yang

memperoleh

sama

untuk

subtopik

yang

membentuk kelompok baru, dan mendiskusikan


topik materi mereka. Kelompok ini disebut sebagai
-

kelompok ahli.
Guru mengarahkan siswa untuk kembali ke
kelompok asalnya dan menjelaskan bahwa setiap
siswa bertanggungjawab untuk menyampaikan
topik materi yang dikuasainya kepada seluruh

anggota kelompoknya secara bergantian.


Guru
mengamati,
memberikan
dorongan,
bimbingan dan bantuan bila diperlukan kepada

Tahap 4
Presentasi
6

kelompok.
Guru mengarahkan

hasil

Model Model Pembelajaran Kooperatif

dan

memfasilitasi

setiap

diskusi kelompok

Tahap 5
Evaluasi

Tahap 6
Penutup

kelompok

untuk

mempresentasikan

hasil

diskusinya di depan kelas


Guru mengamati dan mengatur jalannya sesi

presentasi kelompok
Guru memberikan penjelasan dan penguatan materi
Guru memberikan evaluasi proses misalnya quis
Guru menghitung skor kelompok
Memberikan penghargaan kepada upaya dan hasil

prestasi kelompok
Guru membimbing

kesimpulan pembelajaran
Menyampaikan materi yang akan dipelajari pada

siswa

untuk

membuat

pertemuan berikutnya

3. Model Investigasi Kelompok (Group Investigation)


Pembelajaran dengan menggunakan model GI sangat cocok untuk
bidang kajian yang memerlukan kegiatan studi proyek terintegrasi yang
mengarah pada kegiatan perolehan, analisis, dan sintesis informasi dalam
upaya untuk memecahkan suatu masalah. Oleh karena itu, kesuksesan
implementasi model pembelajaran kooperatif GI

sangat tergantung dari

pelatihan awal dalam penguasaan keterampilan komunikasi dan sosial. Tugastugas akademik harus diarahkan kepada pemberian kesempatan bagi anggota
kelompok untuk memberikan berbagai macam kontribusinya, bukan hanya
sekedar didesain untuk mendapat jawaban dari suatu pertanyaan yang bersifat
faktual (apa, siapa, di mana, atau sejenisnya).
Secara umum, langkah-langkah atau tahapan model pembelajaran GI
adalah seperti pada tabel 4 di bawah ini.
Tabel 4 Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif GI
TAHAP
Tahap 1
Mengidentifika

SINTAKS
Menyiapkan topik-topik, sumber informasi yang

si topik

akan diberikan kepada siswa


Membagi siswa dalam kelompok-kelompok

kooperatif
Mengarahkan siswa untuk memilik topik tertentu

Model Model Pembelajaran Kooperatif

Tahap 2
Merencanakan

Membantu

dan

memfasilitasi

memperoleh informasi
Mengarahkan
kelompok

siswa

untuk

dalam

melakukan

perencanaan tugas belajar apa untuk menyelesaikan

tugas-tugas

topik yang dipilih, yang meliputi: apa yang akan

belajar

diselidiki; bagaimana topik tersebut diinvestigasi;


untuk apa tujuan topiktersebut diinvestigasi; dan

Tahap 3
Melaksanakan

pembagian kerja.
Guru mengarahkan, memantau siswa melakukan
investigasi yang meliputi mencari informasi,

investigasi
-

menganalisis data, dan membuat kesimpulan.


Guru memberi dorongan kepada setiap siswa untuk
berkontribusi
pikiran,

Tahap 4
Menyiapkan

kepada

berdiskusi,

kelompoknya,

bertukar

mengklarifikasi,

maupun

kelompok

untuk

mensintesis ide-ide.
Guru
membimbing

mempersiapkan laporannya, bagaimana bentuk

laporan akhir

laporannya, apa yang akan dilaporkan, dan

Tahap 5
Presentasi

bagaimana buat presentasinya.


Guru
memfasilitasi
kelompok

laporan akhir

mempresentasikan laporan akhirnya


Mendesain model presentasi agar menjadi menarik

untuk

dan memancing siswa yang lain untuk aktiv


Tahap 6
Evaluasi

mendengar dan memberi umpan balik


Guru membimbing setiap siswa untuk saling
berbagi mengenai topik yang dikerjakan, kerja
yang dilakukan, serta pengalaman-pengalaman

afektifnya.
Guru dan siswa berkolaborasi dalam mengevaluasi
pembelajaran.

4. Model Make a Match (Membuat Pasangan)

Model Model Pembelajaran Kooperatif

Salah satu keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil
belajar mengenai konsep atau topik tertentu dalam suasana yang
menyenangkan. Penerapan model ini dimulai dengan teknik yaitu siswa
disuruh mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban atau soal sebelum
batas waktu yang diberikan. Siswa yang dapat mencocokkan kartunya
diberikan poin.
Secara umum,

langkah-langkah

atau

tahapan

dalam

model

pembelajaran ini adalah seperti pada tabel 5 di bawah ini.


Tabel 5 Langkah langkah model make a macth
TAHAP
Tahap 1
Menyampaikan
tujuan

SINTAKS GURU
Guru menyampaikan tujuan pelajaran yang ingin

dan -

dicapai pada pembelajaran


Memberikan motivasi kepada siswa berkaitan

motivasi
Tahap 2
Menyiapkan kartu

berisi

beberapa

konsep/topik (satu sisi kartu berisi soal dan sisi

Tahap 3
Membagikan kartu
Tahap 4
Belajar mencari
pasangan

Tahap 5
Kesimpulan

dengan materi yang dipelajari


Menyiapkan kartu yang

sebaliknya berisi jawaban


Guru membagikan kartu kepada setiap siswa,
masing-masing dapat satu kartu
Menjelaskan cara penggunaan

kartu

dalam

pembelajaran tersebut
Guru memberikan waktu kepada siswa untuk
mencari

pasangan

berdasarkan

kartu

yang

dipeganngnya.
Mengamati, memberi motivasi dan dorongan

kepada siswa untuk mendapatkan pasangannya.


Memberikan poin kepada siswa yang berhasil

mendapatkan pasangannya.
Mengumpulkan
kartu,
mengocoknya

membagikan kembali kepada siswa.


Guru menghitung poin yang diperoleh siswa
Guru memberikan penghargaan kepada upaya

dan

siswa dalam pembelajaran dan yang memperoleh


9

poin.
Guru

membimbing

Model Model Pembelajaran Kooperatif

siswa

untuk

membuat

kesimpulan pembelajaran
5. Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI)
Problem Based Instruction (PBI) atau pembelajaran berdasarkan masalah
pada dasarnya dikembangkan dengan memusatkan pada masalah dalam kehidupan
yang bermakna bagi siswa. Dalam hal ini guru berperan menyajikan masalah,
mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog untuk
tercapainya proses pembelajaran yang efektif. Langkah-langkah pembelajaran
(sintaks) PBI adalah seperti pada tabel 6 di bawah ini.
Tabel 6 Langkah langkah model PBI
TAHAP
Tahap 1
Menyampaikan
tujuan

SINTAKS GURU
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
dan

motivasi

2. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan.


3. Memotivasi

siswa

terlibat

dalam

aktivitas

pemecahan masalah yang dipilih.


Tahap 2
Menetapkan topik, 1.Guru memberikan topik-topik masalah yang akan
tugas dan jadwal

dibahas
2.Guru membantu

siswa

mendefinisikan

dan

mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan


dengan masalah yang dipilih siswa
3.Guru membantu siswa dalam menyusun langkahlangkah penyelesaian masalah
4.Guru membantu siswa membuat jadwal dalam
penyelesaian masalah yang dipilih siswa
5.Memberikan batas waktu penyelesaian tugas
Tahap 3
Pemecahan
masalah

10

1.Guru mendorong siswa mengumpulkan informasi


yang sesuai dengan masalah.
2.Membimbing siswa membuat hipotesis, melaksanakan

Model Model Pembelajaran Kooperatif

eksperimen untuk mendapatkan penjelasan


3.Membimbing siswa mengumpulkan data,

dan

memecahkan masalah.
4.Guru memberi motivasi kepada siswa untuk dapat
segera menyelesaikan tugasnya
Tahap 4
Menyiapkan

1.Guru mengarahkan siswa untuk membuat laporan


2.Guru menyampaikan hal-hal yang harus dimuat dalam

laporan

laporan
3.Guru membantu siswa dalam merencanakan dan
menyiapkan laporan karya
4.Guru mengarahkan siswa untuk berbagi tugas dengan
temannya
Tahap 5
Presentasi karya

1.Guru mengatur proses presentasi karya kelompok


2.Guru mempersilahkan anggota kelompok untuk
mempresentasikan hasil karyanya, dan siswa lain
atau kelompok lain untuk menanggapi
3.Guru memberikan penguatan tentang karya siswa
4.Guru memberikan penghargaan tentang proses dan
hasil karya siswa

Tahap 6
Refleksi

Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau


evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan prosesproses yang mereka gunakan.

Kelebihan pembelajaran PBI antara lain: (1) siswa dilibatkan pada


kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik,
(2) siswa dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain, (3) siswa dapat
memperoleh

informasi

mengembangkan

dan

kemampuan

pengetahuan
berpikir

siswa

pemecahan-masalahproblem-solving.
6. Snow Balling (Bola Salju)

11

dari

Model Model Pembelajaran Kooperatif

berbagai

sumber,

(4)

(http://muhfida.com/metode-

Dinamakan metode snow balling dikarenakan dalam pembelajaran siswa


melakukan tugas individu kemudian berpasangan. Dari pasangan tersebut
kemudian mencari pasangan yang lain sehingga semakin lama anggota kelompok
semakin besar bagai bola salju yang menggelinding.
Metode ini digunakan untuk mendapatkan jawaban yang dihasilkan dari
diskusi siswa secara bertingkat. Dimulai dari kelompok yang lebih kecil
berangsur-angsur kepada kelompok yang lebih besar sehingga pada akhirnya akan
memunculkan dua atau tiga jawaban yang telah disepakati oleh siswa secara
kelompok. Langkah-langkah (sintaks) pembelajaran snow balling adalah seperti
tampak pada tabel 7 di bawah ini.
Tabel 6 Langkah langkah model Snow Balling
TAHAP
SINTAKS GURU
Tahap 1
Menyampaikan topik 1.Guru menyampaikan topik yang akan dibelajarkan
2.Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
dan tujuan
pembelajaran
Tahap 2
Membentuk kelompok 1.Guru membentuk pasangan-pasangan kelompok
berpasangan

yang terdiri dari dua orang.


2.Guru memberikan penjelasan apa yang akan
dilakukan

Tahap 3
Menjawab pertanyaan

1. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa.


2. Guru meminta siswa menjawab pertanyaan
dalam kelompok yang terdiri dari 2 orang
tersebut.
3. Setelah pasangan mendapat jawaban, guru
menggabung dua pasangan menjadi kelompok
baru yang berjumlah 4 orang.
4. Guru mengarahkan kelompok yang baru untuk
menjawab pertanyaan yang sama dengan yang
dikerjakan oleh pasangan kelompok awal.

12

Model Model Pembelajaran Kooperatif

5. Setelah kelompok yang beranggotakan 4 orang


menyelesaikan tugas, guru menggabungkan 2
kelompok sehingga membentuk kelompok baru
yang beranggotakan 8 orang.
6. Guru mengarahkan kelompok ini menjawab
pertanyaan yang sama
Tahap 4
Presentasi hasil diskusi

1. Guru

mengorganisasikan

siswa

untuk

mempresentasikan hasil diskusi kelompok


2. Guru meminta anggota kelompok untuk
mempresentasikan hasil diskusi dan anggota
yang lain menanggapi
Tahap 5
Memberikan ulasan

1. Guru membandingkan hasil dari masing-masing

dan penguatan

kelompok kemudian memberikan ulasan-ulasan


yang dianggap perlu.
2. Guru memberikan penguatan terhadap proses dan
hasil diskusi siswa

Tahap 6
Evaluasi

Guru memberikan evaluasi kepada siswa

7. Picture and Picture


Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan
gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Langkah-langkah
dalam pembelajaran ini adalah:
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
2. Menyajikan materi sebagai pengantar.
3. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan
dengan materi.
4. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang /
mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.
5. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut.

13

Model Model Pembelajaran Kooperatif

6. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep /


materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
7. Kesimpulan / rangkuman.
Kelebihan model pembelajaran ini adalah (1) guru lebih mengetahui kemampuan
masing-masing siswa, (2) melatih berpikir logis dan sistematis, (3) melatih
bekerja sama dan saling menghargai pendapat orang lain.

Daftar Pustaka
http://muhfida.com/metode-pemecahan-masalahproblem-solving
Rusman.(2011). Model-Model Pembelajaran.Jakarta:Rajawali Press
Sumiati, Asra.(2008). Metode Pembelajaran.Bandung:CV. Wacana Prima
Uno, Hamzah B.(2009). Model Pembelajaran.Jakarta:Bumi Aksara

14

Model Model Pembelajaran Kooperatif