Anda di halaman 1dari 2

PERCOBAAN 7

PENENTUAN KADAR ASAM ASKORBAT DENGAN METODE TITRASI


IODIMETRI
A. Tujuan Percobaan
Menentukan kadar vitamin C yang terkandung dalam tablet dan minuman kemasan
B. Dasar Teori
Vitamin adalah kelompok senyawa organik yang sangat dibutuhkan tubuh dan
memiliki peranan penting dalam mengatur proses metabolisme tubuh. Tiap-tiap vitamin
mempunyai fungsi dan tugas-tugas yang spesifik termasuk dalam pengatur pertumbuhan
dan pemeliharaan kesehatan.
Vitamin C atau asam askorbat dengan rumus (C6H8O6) adalah vitamin yang dapat
larut dalam air dan sangat penting untuk biosintesis kolagen, antioksidan, karnitin, dan
berbagai neurotransmitter dalam tubuh, akan tetapi tubuh manusia tidak dapat
mensintesa asam askorbat sehingga harus di dapat dengan jalan mengkonsumsi makanan
terutama buah, sayuran, atau tablet suplemen vitamin C.
Vitamin C dalam bahan makanan atau minuman dapat ditentukan dengan
menggunakan metode iodimetri. Titrasi iodimetri merupakan salah satu metode titrasi
yang didasarkan pada prinsip oksidasi reduksi. Penentuan kadar Vitamin C secara
metode iodimetri berdasarkan reaksi oksidasi reduksi antara sampel sebagai reduktor
dengan larutan baku I2 sebagai oksidator dalam suasana asam dengan menggunakan
indikator larutan kanji dengan titik akhir ditandai dengan perubahan warna larutan dari
bening menjadi biru.
Pada proses titrasi, setelah semua Vitamin C bereaksi dengan Iodin, maka kelebihan
iodin akan dideteksi oleh kanji yang menjadikan larutan berwarna biru gelap. Reaksi
Vitamin C dengan iodin adalah sebagai berikut :
C6H8O6 + I2 C6H6O6 + 2 I- + 2 H+
C. Alat-Alat & Bahan
1. Alat-alat :
Gelas ukur, Neraca analitik, Batang pengaduk, Pipet tetes, Labu erlenmeyer, Statif dan
klem, Buret, Corong gelas, Gelas kimia, Mortar dan Alu, Kaca arloji
2. Bahan-bahan

Tablet vitamin C 0,5 gram, Minuman vitamin C kemasan, Aquades, Indikator


amilum 5%, Larutan iodin 0,1 M
D. Cara Kerja
1. Pembuatan larutan iodin 0,1 M
Ditimbang 3 gram kalium iodida dan 2,54 gram Iod, kemudianmasukkan dalam
gelas kimia 100 ml. Tambahkan aquades sedikit dan aduk selama beberapa menit
sampai larut sempurna. Larutan ini kemudian dimasukkan ke dalam labu takar 1 liter
dan tambahkan aquades hingga tanda tera.
2. Pembuatan Indikator amilum 5%
Ditimbang 1,25 gram kanji/starch. Larutkan dengan menggunakan aquades panas
hingga 25 ml. Aduk larut dan dinginkan sebelum digunakan.
3. Titrasi Iodimetri
a. Vitamin C tablet
- Haluskan tablet Vitamin C
- Timbang bubuk halus vitamin C sebanyak 0,5 gram
- Masukkan 0,5 gram vitamin C tersebut kedalam gelas kimia, dan larutkan dengan
-

100 ml aquades (ini untuk semua kelompok)


Tiap kelompok mengambil larutan vitamin C tadi sebanyak 10 ml dan masukkan

ke dalam labu erlenmeyer


- Tambahkan dengan indikator amilum sebanyak 3 tetes ke dalam labu erlenmeyer
- Selanjutnya dititrasi dengan larutan iodin (lakukan titrasi duplo).
- Hitunglah kadar vitamin C
b. Vitamin C minuman kemasan
- 10 ml minuman kemasan diencerkan dengan dalam labu takar 100 ml.
Tambahkan aquades hingga tanda tera. Catat kadar vitamin C dalam wadah pada
-

catatan Anda.
Ambil 25 ml sampel pada larutan diatas ke dalam Erlenmeyer, dan tambahkan 2

tetes indikator amilum.


Titrasi sampel dengan 0,1 M larutan iodin hingga mencapai titik akhir (warna

biru).
Catat volume larutan iodin yang digunakan. Lakukan duplo
Hitung kadar vitamin C