Anda di halaman 1dari 16

BIOKIMIA II

METABOLISME ASAM LEMAK TAK JENUH,


BIOSINTESIS TRIGLISERIDA DAN BADAN KETON

DISUSUN OLEH
KELOMPOK III
1.
2.
3.
4.
5.
6.

NI NENGAH DIAN ISWARI


ASTUTI DEWI
KADEK SUKMA DARMA PUTRA
LALE AGUSTIA WAHYUNI
NURDIAWATI
NURMIJA

(E1M012044)
(E1M012004)
(E1M012030)
(E1M012033)
(E1M012048)
(E1M012053)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2015
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Asam lemak merupakan senyawa potensil dari sejumlah besar kelas lipid di alam.
Sementara dalam sistem biologi umumnya asam lemak kebanyakan terdapat menyatu dalam
kompleks lipid. Asam lemak yang menyatu terdapat berupa ester, gliserol, sterol dan berbagai
senyawa lainnya. Asam lemak tersusun dari komponen hidrofobik berupa rantai hidrokarbon
dan komponen hidrofilik berupa gugus karboksil. Jenis lipid ini terdiri atas asam lemak jenuh
dan asam lemak tak jenuh. Umunya asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh dengan
satu ikatan rangkap seperti asam oleat dapat disintesis oleh organisme tingkat tinggi dari
karbohidrat. Golongan asam lemak ini disebut asam lemak nonesensial. Sedangkan asam
lemak tak jenuh (unsaturated fatty acids) yang mempunyai lebih dari dua ikatan rangkap
seperti linoleat tidak dapat disintesis oleh organisme tingkat tinggi. Golongan asam lemak ini
disebut lemak esensial. Organisme tingkat tinggi seperti mamalia tidak dapat hidup tanpa
asam lemak tak jenuh. Sumber asam lemak esensial banyak terdapat pada lemak mentega,
minyak kelapa, biji sayuran, dan minyak hewan. Asam lemak memiliki empat peranan
utama. Pertama, asam lemak merupakan unit penyusun fosfolipid dan glikolipid. Molekulmolekul amfipatik ini merupakan komponen penting bagi membran biologi.Kedua, banyak
protein dimodifikasi oleh ikatan kovalen asam lemak, yang menempatkan protein-protein
tersebut ke lokasi-lokasinya pada membran . Ketiga, asam lemak merupakan molekul bahan
bakar. Asam lemak disimpan dalam bentuk triasilgliserol, yang merupakan ester gliserol yang
tidak bermuatan. Triasilgliserol disebut juga lemak netral atau trigliserida. Keempat, derivat
asam lemak berperan sebagai hormon dan cakra intrasel.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah proses metabolisme yang terjadi pada asam lemak tak jenuh?
2. Bagaimanakah proses biosintesis trigliserida?
3. Bagaimanakah proses pembentukan badan keton?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui metabolisme yang terjadi pada asam lemak tak jenuh.
2. Untuk mengetahui proses biosintesis trigliserida.
3. Untuk mengetahui proses pembentukan badan keton.

BAB II
PEMBAHASAN
(Nurmija)Asam lemak adalah suatu senyawa golongan asam karboksilat yang mempunyai rantai
alifatik panjang, baik jenuh maupun tidak jenuh. Asam lemak alami mempunyai rantai dengan
jumlah atom karbon genap dari 4 hingga 28. Asam lemak merupakan turunan dari trigliserida

atau fosfolipid. Asam lemak bebas adalah asam lemak yang tidak terikat pada molekul lain.
Asam lemak merupakan sumber bahan bakar makhluk hidup yang sangat penting, karena ketika
termetabolisme , asam lemak menghasilkan ATP dengan jumlah yang besar. Asam lemak tak
jenuh merupakan asam lemak yang mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap antara atom
karbon. Dua atom karbon yang terikat pada atom atom karbon yang berikatan rangkap satu
sama lain mempunyai konfigurasi cis atau trans.

Asam lemak tak jenuh, dibagi menjadi 2 yaitu asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak tak
jenuh jamak.
a. Asam Lemak Tak Jenuh Tunggal
Asam Lemak tak jenuh tunggal (Mono Unsaturated Fatty Acid/ MUFA) merupakan jenis
asam lemak yang mempunyai 1 (satu) ikatan rangkap pada rantai atom karbon. Asam lemak
ini tergolong dalam asam lemak rantai panjang (LCFA), yang kebanyakan ditemukan dalam

minyak zaitun, minyak kedelai, minyak kacang tanah, minyak biji kapas, dan kanola. Minyak
zaitun adalah salah satu contoh yang mengandung MUFA 77%.

b. Asam Lemak Tak Jenuh Jamak


Asam Lemak tak jenuh jamak (Poly Unsaturated Fatty Acid/PUFA) adalah asam lemak yang
mengandung dua atau lebih ikatan rangkap, bersifat cair pada suhu kamar bahkan tetap cair
pada suhu dingin, karena titik lelehnya lebih rendah dibandingkan dengan MUFA atau SFA.
Asam lemak ini banyak ditemukan pada minyak ikan dan nabati seperti saflower, jagung dan
biji matahari. Sumber alami PUFA yang penting bagi kesehatan adalah kacang-kacangan dan
biji-bijian.13 Contoh PUFA adalah asam linoleat (omega-6), dan omega-3, tergolong dalam
asam lemak rantai panjang (LCFA) yang banyak ditemukan pada minyak nabati/sayur dan
minyak ikan. (Lihat Gambar 3) PUFA (asam lemak arakhidonat, linoleat dan linolenat) antara
lain berperan penting dalam transpor dan metabolisme lemak, fungsi imun, mempertahanka
fungsi dan integritas membran sel.

1. Metabolisme Asam Lemak Tak Jenuh (Kadek)


Pada tahun 1904, Franz Knoop menerangkan bahwa asam lemak itu dipecah melalui oksidasi
pada karbon . Kemudian padatahun 1949 Eugene Kennedy dan Lehninger menerangkan
bahwa terjadinya oksidasi asam lemak di mitokondria. Di mana asam lemak sebelum
memasuki mitokondria mengalami aktivasi. Adenosin trifosfat (ATP) memacu pembentukan
ikatan tioester antara gugus karboksil asam lemak dengan gugus sulfhidril pada KoA. Reaksi
pengaktifan ini berlangsung di luar mitokondria dan dikatalisis oleh enzim asil KoA sintetase
(tiokinase asam lemak).

Paul Berg membuktikan bahwa aktivasi asam lemak terjadi dalam dua tahap.Pertama, asam
lemak bereaksi dengan ATP membentuk asil adenilat. Dalam bentuk anhidrat campuran ini,
gugus karboksilat asam lemak diikatkan dengan gugus fosforil AMP. Dua gugus fosforil
lainnya dari ATP dibebaskan sebagai pirofosfat. Gugus sulfhidril dari KoA kemudian
bereaksi dengan asil adenilat membentuk asil KoA dan AMP.

Reaksi Pengaktifan Asam Lemak Tak Jenuh (Dian)


Pengaktifan Asam Linoleat (sis-sis-9, 12 Oktadekadienoat )

Asam lemak diaktifkan di luar membran mitokondria, proses oksidasi terjadi di dalam
matriks mitokondria. Molekul asil KoA rantai panjang tidak dapat melintasi membran

mitokondria, sehingga diperlukan suatu mekanisme transport khusus.Asam lemak rantai


panjang aktif melintasi membran dalam mitokondria dengan cara mengkonjugasinya
dengan karnitin, suatu senyawa yang terbentuk dari lisin. Gugus asil dipindahkan dari
atom sulfur pada KoA ke gugus hidroksil pada karnitin dan membentuk asil karnitin.
Reaksi ini dikatalisis oleh karnitin transferase I, yang terikat pada membran di luar
mitokondria.

Selanjutnya, asil karnitin melintasi membran dalam mitokondria oleh suatu translokase.
Gugus asil dipindahkan lagi ke KoA pada sisi matriks dari membran yang dikatalisis oleh
karnitin asil transferase II. Akhirnya karnitin dikembalikan ke sisi sitosol oleh translokase
menggantikan asil karnitin yang masuk. Molekul asil KoA dari sedang dan rantai pendek
dapat menembus mitokondria tanpa adanya karnitin. Kelainan pada transferase atau
translokase atau defisiensi karnitin dapat menyebabkan gangguan oksidasi asam lemak
rantai panjang, Kelainan tersebut diatas ditemukan pada kembar identik yang menderita
kejang otot disertai rasa nyeri yang dialami sejak masa kanak-kanak.

Reaksi Oksidasi
Setelah diaktivasi, asam lemak tak jenuh juga akan mengalami reaksi oksidasi. Oksidasi
asam lemak tak jenuh reaksinya sama seperti reaksi oksidasi asam lemak jenuh. Hanya
diperlukan tambahan dua enzim lagi yaitu isomerase dan reduktase untuk memecah
asam-asam lemak tak jenuh. Asam lemak tak jenuh di alam, mempunyai ikatan rangkap

pada konfigurasi cis. Karena pada -oksidasi enzimnya spesifik untuk enoyl-CoA
dengan konfigurasi trans, maka diperlukan enzim enoyl-CoA isomerase untuk mengubah
konfigurasi cis menjadi trans. Adapun mekanisme oksidasi asam lemak tak jenuh
berlangsung sama seperti -oksidasi untuk asam lemak jenuh. Karena terdapat satu
ikatan tak jenuh, maka dalam proses degradasinya, asam lemak tak jenuh mengalami
satu mekanisme reaksi tambahan yaitu reaksi isomerisasi bentuk cis ke trans yang
dikatalisis oleh enzim enoyl-CoA isomerase. Pada asam lemak tak jenuh, ada siklus oksidasi yang tidak melalui reaksi dehidrogenasi I yang menghasilkan FADH 2, yaitu
pada pemotongan 2 C yang mengandung ikatan rangkap.

Contoh:
Reaksi -oksidasi pada Asam Linoleat (sis-sis-9, 12 Oktadekadienoat )

Astil Co.A yang dihasilkan pada reaksi beta oksidasi akan masuk ke siklus Krebs dan
diubah menjadi ATP, CO2, dan H2O.

Perhitungan Energi Hasil Metabolisme Asam Lemak Tak Jenuh


Pada molekul yang kita oksidasi tadi yaitu oksidasi asam linoleat dengan 18 karbon,
terjadi 8 kali proses oksidasi (18 dibagi 2 dikurangi 1). Karena asam linoleat memiliki
18 atom C, maka asetil-KoA yang terbentuk adalah 9 buah. Setiap asetil-KoA akan
masuk ke dalam siklus Krebs yang masing-masing akan menghasilkan 12 ATP, sehingga
totalnya adalah 9 X 12 ATP = 108 ATP. Energy yang di hasilkan berupa ATP adalah
sebagai berikut:
eta
oksidasi
1
2
3
4
5
6
7
8

Hasil

ATP

FADH + NADH
FADH + NADH
FADH + NADH
NADH
NADH
FADH + NADH
FADH + NADH
FADH + NADH

5
5
5
3
3
5
5
5

Total

36

Energy total yang di hasilkan dari oksidasi asam linoleat adalah :


= energi aktifasi + energy oksidasi+ energy siklus Krebs
= -2 ATP + 36 ATP + 108 ATP
= 142 ATP
Jadi proses oksidasi asam lemak tak jenuh (asam linoleat) menghasilkan energy sebesar
142 ATP.
Keterangan:
1 NADH = 3 ATP
1 FADH = 2 ATP
1 GTP = 1 ATP

Oksidasi Asam Lemak dengan atom C ganjil (Nurdiawati)


Pada asam lemak dengan jumlah atom C ganjil, setelah pengambilan acetyl-CoA (2C)
sisanya adalah residu propionyl-CoA (3C).
Propionyl-CoA ini masuk ke siklus Krebs
lewat Succinyl-CoA (gambar 3.8). Dalam hal
ini propionyl-CoA dikarboksilasi menjadi Dmetylmalonyl-

CoA,

kemudian

diubah

menjadi Succinyl- CoA melalui intermediet


L- metylmalonyl- CoA. Jumlah energi yang
dihasilkan dalam 1 siklus krebs jika masuk
lewat Succinyl- CoA hanya sebesar 6 ATP
Karena masuk siklus krebs lewat SuccinylCoA maka degradasi asam lemak dengan
atom C ganjil lebih cepat dibandingkan
dengan degradasi asam lemak dengan atom C
genap. Hal ini penting untuk memberikan
konsumsi pada orang atau makhluk hidup
yang membutuhkan energi dengan cepat,
misal orang Eskimo.

alfaoksidasi (Kadek)
Alfaoksidasi adalah degradasi senyawa asam karboksilat dengan melepaskan 1 atom
karbon pada ujung karboksilnya. Asam lemak yang bagian ujungnya mempunyai cabang

metil tidak bisa langsung didegradasi melalui mekanisme -oksidasi, melainkan harus
dioksidasi terlebih dahulu melalui mekanisme alfaoksidasi. Dalam mekanisme alfa
oksidasi, gugus karboksilatdilepaskan sebagai CO2 dan atom karbon-alfa dioksidasi oleh
hidrogen peroksida menjadi gugus aldehida. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim
peroksidase asam lemak, tidak membutuhkan CoA-SH dan tidak menghasilkan ATP.
Gugus aldehid yang terbentuk selanjutnya dioksidasi dengan menggunakan NAD +
menjadi asam karboksilat. Dengan demikian asam lemak yang dihasilkan dalam satu kali
reaksi alfaoksidasi telah berkurang dengan 1 atom C. Selain itu gugus aldehid tersebut
dapat dioksidasi menjadi gugus alkohol membentuk senyawa alkohol asam lemak.
Senyawa ini banyak terdapat dalam lilin tumbuhan. Berikut adalah contoh reaksi alfaoksidasi yang terjadi dalam biji kecambah beberapa tumbuhan.

2. Biosintesis Trigliserida (Triacylglycerol) (Lale)


Triacylgliserol (trigliserida) merupakan lipid cadangan yang disimpan dalam jaringan
adiposa dalam hati. Dalam tumbuhan dan hewan biosintesis triacylglyserol menggunakan
precursor L-glyserol-3-phosphate (disingkat dengan G-3-P) dan acyl-CoA. G-3-P pada
umumya berasal dari senyawa intermediet dalam proses glikolisis atau dibentuk dari gliserol
bebas hasil degradasi triacylgliserol oleh aktivitas glycerol kinase (Gambar 3.20 adalah
Urutan reaksi dalam biosintesis triacylglyserol).
Trigliserida adalah saru jenis lemak yang terdapat dalam darah dan berbagai organ dalam
tubuh. Dari sudut ilmu kimia trigliserida merupakan substansi yang terdiri dari gliserol yang
mengikat gugus asam lemak. Trigliserida dalam tubuh digunakan untuk menyediakan energy
berbagai proses metabolisme. Trigliserida merupakan lemak didalam tubuh yang terdiri dari
3 jenis lemak yaitu lemak jenuh, lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda.

a. Sintesis trigliserida
Sebagian besar sintesis trigliserida terjadi dalam hati tetapi ada juga yang disentesa dalam
jaringan adipose. Trigliserida yang ada dalam hati kemudian ditransport oleh lipoprotein
ke jaringan adipose, dimana trigliserida juga disimpan untuk energy.
b. Transport trigliserida
Kebanyakan lemak makanan dalam bentuk triasilgliserol. Pencernaaan lemak terjadi di
usus kecil dan isi lemak direaksikan dengan lipase karena larut dalam air. Materi lipid
diubah menjadi globula-globula kecil yang teremulsi oleh garam empedu. Lipid yang
sudah tercerna terutama dalam bentuk larut dalam air, membentuk asam lemak
mongliserida dan asam empedu kemudian diserap ke dalm sel mukosa intestinum. Setelah
masuk dalam mukosa instesstinum, trigliserida disentesa kembali dan dilapisi protein.
Selanjutnya asam lemak akan masuk ke sel lemak dan disintesa menjadi trigliserida.

Keterangan :
DHAP : Dihydroxyacetone phosphate

Gambar 3.22. Biosintesis triacylglycerol. Dua gugus acyl asam lemak yang sudah diaktifkan dalam
bentuk asam lemak-CoA ditransfer ke L-glycerol 3-phosphate membentuk asam fosfatidat yang
selanjutnya didefosforilasi menjadi diacylglycerol. Triacylglecerol dihasilkan setelah proses asilasi
diacylglycerol dengan molekul asam lemak-CoA yang ketiga . Asam fosfatidat juga merupakan precursor
glycerophospholipid.

3. Biosintesis Badan Keton (Ketogenesis) (Astuti Dewi)


Tujuan pembentukan keton bodies adalah: (1) untuk mengalihkan sebagian acetyl- CoA yang
terbentuk dari asam lemak di dalam hati dari oksidasi selanjutnya, dan (2) untuk mengangkut
acetyl-CoA menuju jaringan lain untuk dioksidasi menjadi CO 2 dan H2O (salah satu cara
distribusi bahan bakar ke bagian lain dalam tubuh). Dalam keadaan pasca absorpsi,
khususnya selama puasa atau kondisi lapar, atau menderita dibetes melitus (DM), ada
pergeseran dalam metabolisme lipid. Pada penderita DM jaringan tidak dapat memanfaatkan
glukosa dari darah, akibatnya hati lebih banyak menguraikan asam lemak yang diperolehnya
dari jaringan adiposa sebagai bahan bakar. Asetyl-CoA hasil degradasi asam lemak jika
konsentrasinya dalam mitokondria hati tinggi, maka dua molekul asetyl-CoA akan
berkondensasi membentuk acetoacetyl-CoA (Gambar 3.11 reaksi 1), penambahan satu gugus
acetyl selanjutnya menghasilkan 3- hydroxy--methylglutyryl-CoA (HMG-CoA) (Gambar
3.11 reaksi 2), dan pelepasan satu acetyl-CoA dari senyawa tersebut dihasilkan acetoacetate
(Gambar 3.11 reaksi 3). Senyawa acetoacetate dapat direduksi menjadi D- -hydroxybutirate
atau diurai menjadi acetone (Gambar 3.11 reaksi 4). Keton bodies selanjutnya dilepaskan hati
ke darah. Dalam kondisi lapar, keton bodies dalam darah naik. Acetoacetate, D-
hydroxybutirate dan aseton

disebut sebagai keton bodies. Acetoacetate dan

-hydroxybutirate bersama asam lemak digunakan sebagai sumber energy untuk hati, otot,
ginjal dan otak. Sedangkan aceton yang tidak diperlukan dikeluarkan melalui paru-paru. Jika
produksi keton bodies melebihi penggunaannya di luar sel hati, maka keton bodies ini akan
terakumulasi dalam plasma darah (ketonemia), dan diekskresikan bersama urin (ketonuria).

BAB III

KESIMPULAN
1. Asam lemak tak jenuh mrupakan asam lemak yang mempunyai satu atau lebih ikatan
rangkap antara atom karbon.
2. Oksidasi asam lemak tidak jenuh sama dengan oksidasi asam lemak jenuh yaitu melalui
tahap aktivasi dan beta oksidasi, akan tetapi memerlukan 2 enzim tambahan: enoyl-CoA
isomerase dan 2,4-dienoyl-CoA reductase.
3. Asetil CoA yang dihasilkan pada beta oksidasi akan diproses lagi dalam silkus Krebs
sehingga menghasilkan H2O, CO2 dan ATP.
4. Oksidasi asam lemak dengan atom C ganjil akan menghasilkan Succinyl CoA.
5. Alfaoksidasi adalah degradasi senyawa asam karboksilat dengan melepaskan 1 atom karbon
pada ujung karboksilnya. Hasil oksidasinya adalah asam lemak yang satu atom C nya
berkurang dan alkohol.
6. Trigliserida dibuat dari Dihydroxyacetone phosphate yang dibah menjadi Phosphatidic acid
dan melalui beberapa tahapan reaksi akan menghasilkan triacylgliserol (trigliserida).
7. Tujuan pembentukan keton bodies adalah: (1) untuk mengalihkan sebagian acetyl- CoA yang
terbentuk dari asam lemak di dalam hati dari oksidasi selanjutnya, dan (2) untuk mengangkut
acetyl-CoA menuju jaringan lain untuk dioksidasi menjadi CO 2 dan H2O (salah satu cara
distribusi bahan bakar ke bagian lain dalam tubuh).
8. Acetoacetate, D- hydroxybutiratedan aseton disebut sebagai keton bodies (badan keton).

DAFTAR PUSTAKA
Horton. 2002. Principles of Biochemistry Third Edition. USA: Pearson Education.
Mulyani, Sri. 2012. Modul 4: Metabolisme Lipid
Stryer, L. 1996. Biokimia Edisi 4. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran (EGC).
Wirahadikusumah, Muhammad. 1985. Biokimia: Metabolisme Energi, Karbohidrat, dan
Lipid. Bandung: ITB.