Anda di halaman 1dari 13

ISU ETIKA DALAM AKUNTANSI MANAJEMEN

Decha Kusumaning Tyas


(125020307111032)
Galuh Ayu Maharani
(125020307111046)
Elok Hendiono
(125020307111050)
Dina Andri Tri R.

AKUNTANSI MANAJEMEN
Akuntansi Manajemen merupakan akuntansi yang
bertujuan menghasilkan informasi keuangan yang
diperlukan oleh manajemen untuk bahan
pertimbangan pengambilan keputusan manajemen
serta melihat/menilai hasil-hasil yang sudah
diperolah suatu perusahaan dalam usaha
mencapai tujuan perusahaan.
Akuntan manajemen mempunyai peran penting
dalam menunjang tercapainya tujuan perusahaan,
dimana tujuan tersebut harus dicapai melalui cara
yang legal dan etis, maka para akuntan
manajemen dituntut untuk bertindak jujur,
terpercaya, dan etis.

Tujuan umum akuntansi manajemen


adalah :
Menyediakan informasi yang diperlukan
dalam penghitungan harga pokok jasa,
produk, dan tujuan lain yang diinginkan
manajer.
Menyediakan informasi yang digunakan
dalam perencanaan, pengendalian,
pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
Menyediakan informasi untuk pengambilan
keputusan.

Karakteristik akuntansi manajemen


Manajemen akuntansi menghasilkan informasi untuk
pengguna internal
Tidak ada aturan yang mengikat
Akuntansi manajemen memberikan informasi keuangan
dan non keuangan : lebih subjektif
Akuntansi manajemen lebih menekankan pada
penyediaan informasi kegiatan-kegiatan dimasa
mendatang.
Akuntansi manajemen menyediakan ukuran dan laporan
internal yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja
berbagai entitas, lini produk, departemen, dan manajer
Akuntansi manajemen jauh lebih luas daripada
akuntansi keuangan, meliputi aspek-aspek ekonomi
manajerial, rekayasa industri, dan ilmu manajemen.

Tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang akuntan


manajemen lebih luas dibandingkan tanggung jawab
seorang akuntan keuangan, yaitu:
a) Perencanaan,
b) Pengevaluasian,
c) Pengendalian,
d) Menjamin pertanggungjawaban sumber,
e) Pelaporan eksternal,

Ada empat standar etika untuk akuntan


manajemen :
1.
2.
3.
4.

Kompetensi
Kerahasiaan (Confidentiality)
Integritas (Integrity)
Objektivitas (Objectifity)

1. Kompetensi

Menjaga tingkat kompetensi profesional


sesuai dengan pembangunan berkelanjutan,
pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.
Melakukan tugas sesuai dengan hukum,
peraturan dan standar teknis yang berlaku.
Mampu menyiapkan laporan yang lengkap,
jelas, dengan informasi yang relevan serta
dapat diandalkan.

2. Kerahasiaan (Confidentiality)

Mampu menahan diri dari mengungkapkan informasi


rahasia yang diperoleh dalam pekerjaan, kecuali ada
izin dari atasan atau atas dasar kewajiban hukum.
Menginformasikan kepada bawahan mengenai
kerahasiaan informasi yang diperoleh, agar dapat
menghindari bocornya rahasia perusahaan. Hal ini
dilakukan juga untuk menjaga pemeliharaan
kerahasiaan.
Menghindari diri dari mengungkapkan informasi yang
diperoleh untuk kepentingan pribadi maupun
kelompok secara ilegal melalui pihak ketiga.

3. Integritas (Integrity)

Menghindari adanya konflik akrual


Menahan diri dari agar tidak terlibat dalam kegiatan
apapun yang akan mengurangi kemampuan mereka
dalam menjalankan tugas secara etis.
Menolak berbagai hadiah, bantuan, atau bentuk
sogokan lain yang dapat mempengaruhi tindakan
mereka.
Menahan diri dari aktivitas negatif yang dapat
menghalangi dalam pencapaian tujuan organisasi.
Mengkomunikasikan informasi yang tidak
menguntungkan serta yang menguntungkan dalam
penilaian profesional.

Contoh untuk melindungi dari


ancaman terhadap integritas, yaitu
:
1. Memberikan akses dalam
kerangka need-to-know basis
2. Pemisahan tugas (separation of
duties)
3. Rotasi tugas.

4. Objektivitas (Objectifity)

Mengharuskan para akuntan untuk


mengkomunikasikan informasi secara wajar dan
objektif, mengungkapan secara penuh (fully
disclose) semua informasi relevan yang diharapkan
dapat mempengaruhi pemahaman user terhadap
pelaporan, komentar dan rekomendasi yang
ditampilkan.
Mengkomunikasikan atau menyebarkan informasi
yang cukup dan objektif.
Mengungkapkan semua informasi relevan yang
diharapkan dapat memberikan pemahaman akan
laporan atau rekomendasi yang disampaikan.

WHISTLE BLOWING

Merupakan tindakan yang dilakukan oleh


seseorang atau beberapa orang karyawan untuk
membocorkan kekurangan yang dilakukan oleh
perusahaan atau atasannya kepada pihak lain,
berkaitan dengan kecurangan yang merugikan
perusahaan sendiri maupun pihak lain.
Whistle bowing dibedakan menjadi 2 yaitu :
1. Whistle Blowing internal
2. Whistle Blowing eksternal

CREATIVE ACCOUNTING

Semua proses dimana beberapa pihak


menggunakan kemampuan pemahaman
pengetahuan akuntansi (termasuk di dalamnya
standar, teknik, dll) dan menggunakannya untuk
memanipulasi pelaporan keuangan
Di dalam creative accounting ada pendapat yang
mengatakan creative accounting di bagi dua
jenis, yaitu yang legal dan illegal.
Maksud dari legal di sini adalah yang sesuai
dengan perundang-undangan atau sesuai
peraturan yang berlaku, sedangkan yang illegal
adalah yang menyalahi peraturan atau
perundang-undangan yang berlaku.