Anda di halaman 1dari 2

ANTROPOMETRI

Pengukuran antropometri merupakan salah satu cara pengukuran yang paling


sering digunakan, karena:
1. alatnya mudah didapat dan digunakan, seperti dacin, pita lengan atas, alat
pengukur panjang bayi yang dapat dibuat sendiri di rumah.
2. pengukuran dapat dilakukan berulang dengan mudah dan objektif
3. pengukuran dapat dilakukan oleh petugas yang telah terlatih tidak perlu tenaga
khusus profesional
4. biaya relatif murah
5. hasil dapat disimpulkan, karena mempunyai ambang batas dan buku rujukan yang
sudah pasti
6. prosedur sederhana, aman dan dapat dilakukan dalam jumlah sampel yang besar
7. dapat mendeteksi keadaan status gizi masa lampau
8. dapat mengidentifikasi status gizi sedang, kurang dan gizi buruk
9. parameter yang digunakan antar lain: berat badan, tinggi badan, lingkar lengan
atas, lingkar kepala, lingkar dada dan jaringan lemak
Alat yang biasa digunakan untuk mengukur berat badan adalah dacin dengan
kemampuan
20 25 kg. Ada 9 tahap penimbangan yang dikenal sebagai petunjuk penimbangan balita
yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

1.
2.
3.
4.

Gantungkan dacin pada dahan pohon, palang pintu atau penyangga kaki tiga
Periksalah apakah dacin sudah tergantung kuat. Tarik batang dacin ke bawah
kuat-kuat
Sebelum dipakai letakkan bandul geser pada angka 0 (nol). Batang dacin
dikaitkan pada tali pengaman
Pasanglah celana timbang, kotak timbang atau sarung timbang yang kosong pada
dacin
Seimbangkan dacin yang sudah dibebani selana timbang, kotak timbang atau
sarung timbangan dengan cara memasukkan pasir ke dalam kantong plastik
Anak ditimbang dan seimbangkan dacin
Tentukan berat badan anak dengan membaca angka di ujung bandul geser
Catat hasil penimbangan di atas dengan secarik kertas
Geserlah bandul ke angka nol, letakkan batang dacin dalam tali pengaman,
setelah itu bayi atau anak dapat diturunkan.
Dalam menimbang bayi perlu diperhatikan antara lain:
pakaian dibuat seminim mungkin, sepatu, baju/pakaian yang cukup tebal harus
dilepas
balita di masukkan ke dalam kantung timbang dan bayi bila tidak ada alat
timbangan yang sudah ada, dapat ditidurkan dalam kain sarung
geserlah anak timbangan sampai tercapai keadaan seimbang, kedua ujung jaum
terdapat pada satu titik
lihatlah angka pada skala batang dacin yang menunjukkan berat badan bayi.

5. Catat berat badan dengan teliti sampai satu angka desimal

Gambar 10. Penimbangan Anak


Status gizi anak balita secara sederhana dapat diketahui dengan membandingkan
antara berat badan menurut umur maupun menurut panjang badannya dengan rujukan
(standart) yang telah ditetapkan. Apabila berat badan menurut umur sesuai dengan
standar, anak tersebut dikatakan memiliki gizi baik. Kalau sedikit dibawah standar
disebut gizi kurang. Apabila jauh dibawah standar dikatakan gizi buruk. Namun
perhitungan berat badan menurut panjang badan lebih memberi arti klinis.
Diagnosis kurang gizi selain ditegakkan melalui pemeriksaan antropometri
(penghitungan berat badan menurut umur/panjang badan) dapat pula melalui temuan
klinis. Keadaan klinis gizi buruk dapat dibagi menjadi kondisi marasmus, kwasiorkhor
dan bentuk campuran (marasmus kwasiorkhor).