Anda di halaman 1dari 39

*HYPERTENSI

Dr. Edy Hermanto

Materi ggn system vascular


( 4 x tatap muka )
Hipertensi
Angina
Syok kardiogenik
Tromboangitis obliterans

- Pengertian
- Etiologi
- Pathofisiologi
-Manifestasi
klinis
- Komplikasi
- Penatalaksanaan
medis

Rokok

Hypertensi

Stress

Diabetes
Mellitus

Stroke

Exercise

Obecitas

Dyslipi
demia

Atheros
clerosis

Peny. Jantung Koroner

PENYAKIT GAYA HIDUP

Atria, Ventrikel & Interventrikular septum

BUNYI JANTUNG

Siklus jantung menghasilkan bunyi jantung akibat penutupan katup


Suara jantung, ada 4 suara, Suara 1 & 2 mudah didengar
S1 ( suara pertama ) :penutupan katup AV
S2 ( suara kedua ) : penutupan katup Semilunar
Jika ada tambahan suara akibat katup yg tdk menutup secara
sempurna, akan terdengar bunyi tambahan yg dsb bising jtg (S3)
S3 terjadi pada fase diastolik akibat rapid ventricular filling .
Normal dijumpai pada anak dan dewasa muda, kegagalan faal
jantung, peningkatan COP, serta insuf. mitral dan aorta
S4 terjadi akibat kontraksi atrium kiri ke ventrikel yang kaku,
misal hipertrofi ventrikel
dr. Edy

KONTRAKSI JANTUNG
Siklus jantung td periode relaksasi yg disb : DIASTOLIK
& periode kontraksi yg disb : SISTOLIK
Darah dr V. cava mengalir ke dalam atrium, 70 % langsung mengalir
dr atrium ke ventrikel (tanpa kontraksi atrium)
Kontraksi atrium berakibat pengisian ventrikel tambah 30 %
Selama sistolik, sejumlah besar drh tertimbun di atrium, krn katup AV tertutup
VOLUME VENTRIKEL
- Selama diastolik : pengisian tiap ventrikel adl 120 130 ml,
disb : End Diastolik Volume
- Selama sistolik, vol. ventrikel menjadi berkurang smp 70 ml, disebut
Stroke volume
- Volume sisa dari tiap ventrikel pada akhir sistolik # 50-60 ml,
disb : Volume akhir sistolik
dr. Edy
7

CURAH SEKUNCUP / STROKE VOLUME (SV)


Vol. Drh yang dikeluarkan ventrikel dlm satu kali pompa
Rata-rata vol. sekuncup = 60-80 ml / denyut
Heart rate (HR) :
- frekw. Denyut jantung 1 menit
- Normal : dws = 60-80 x/mnt ; anak = 100 x/mnt
bayi = 120 x/mnt

CURAH JANTUNG/ CARDIAC OUT PUT


COP = HR X SV
* Vol. Drh yg dipompa tiap ventrikel per menit
* Berubah-ubah sesuai kebutuhan jar. Perifer thd
oksigen & nutrisi
HR & SV meningkat selama aktivitas fisik, mengikuti Hk Frank Starling
Semakin banyak serabut otot jantung
dr. Edy teregang berlebihan,
9
kontraksi serabut otot yg teregang semakin kuat pula

TEK. DARAH
COP
SV
End
Diastolic
Vol.
Intra VenTricular
Filling
Pressure
Venous
Return
Venous
Capacity

TPR
HR

Systolic
Volume
Ventrikular
Ejection
Myocardial
Contractility
Sirkulasi
Coroner
Vol. drh

General Vaso
Motor Control

Cardiac
Pace
Maker

Vaso
Dilator

Cholinergic
Discharge

Vaso
Constrictor

Blood
Viscocity
Hematokrit

Plasma
Epinephrin
Cardiac
Sympatetic
Discharge

Local Vaso
Motor Control

Neuro
Humoral
Control

Bahan Lokal :
O2, CO2,
Injury agent
Metabolit dll

a. Hipertensi adalah (WHO,1995):


- Sistolik >140 mm Hg
Diastolik > 90 mm Hg
- Diukur dua kali saat istirahat
- Penderita tidak merokok / minum kafein
- Penderita tidak minum obat yang menaikkan
tekanan darah, ex : Steroid,PPA,NSAID
- Hipertensi perlu lakukan Pencegahan ,
tidakan ,pengobatan

Category
Optimal

Systolic
( mmHg )
< 120

Diastolic
( mmHg )
< 80

Normal

< 130

< 85

High Normal

130 - 139

85 89

Hypertension
Grade 1

140 159

90 99

Borderline

140 - 149

85 - 89

Grade 2
Grade 3

160 179
180

100 109
110

140

< 90

Isolated systolic
Borderline

140-149

< 90

b. Prevalensi Hypertensi (1993) :


-Jakarta 16,9 %
-Lembah Balliem 0,6 %
-Silungkang Sum-Bar 19,4 %
-Nasional 8,6 - 10 %
-WHO 15-25 %
c. Faktor resiko :
-Usia >35 th
-Wanita pengguna pil KB
-Penyakit : DM,Gout,Ginjal,obecitas
-Perokok, Miras

d. Gx :

Hipertensi tidak selalu memberikan keluhan / dapat dirasakan


Tujuan evaluasi pasien hipertensi :
- Identifikasi penyebab
- Komplikasi , respon obat
- Identifikasi faktor resiko
Gejala klinis :
- Sebagian besar tanpa gejala
- Penelitian Paris : dari 1771 pasien hipertensi muncul
gejala :
- Sakit kepala---- 40,5 % ; Pusing ------ 20,8 %
- Palpitasi -------- 28,5 % ; Tinitus ------ 13,8 %
- Nokturia -------- 20,4 %

Hasil penelitian (1993):


- 50 % pasien tak sadar bahwa tekanan darahnya tinggi
- 25 % pasien mendapatkan pengobatan
- 12,5 % pasien diobati secara baik
- Khusus pedesaan yang mendapat pengobatan secara
baik hampir 0 %

Akibat :
Stroke
: 7 x > besar
Gagal jantung :6 x > besar
IMA : 3 x > besar
Th 1980 Urutan kedelapan penyebab kematian

MACAM HIPERTENSI

a. Hipertensi primer (95%)


Pendekatam epidemologi :
1. Yang dapat dikendalikan :
- Makanan : Garam , Lemak , Cholesterol
- Obesitas
- Kurang gerak badan
- Stress
- Merokok
- Kurang Kalium, Magnesium , Calcium
- Pil Kontrasepsi
- Obat : PPA , anti depresi , Steroid , NSAID
2. Yang tidak dapat dikendalikan :
- Ras / Keturunan
- Umur

b. Hipertensi Sekunder ( 5%)


- Ginjal
- Gangguan kelenjar supra renal
- Kelainan struktur aorta
- Penyempitan arteri
Faktor yang mempengaruhi prognosa hipertensi :
1. Penyebab hipertensi
2. Umur
3. Jenis kelamin
4. Suku / ras
5. Sifat hipertensi
6. Komplikasi
7. Penyakit penyerta lainnya

Pathogenesis hipertensi
INTAKE
SALT

HEREDITAS
RETENSI
AIR&GARAM

MINERALOC
ORTICOID >>

STRESS

RAA

RANGSANG
AN SIMPATIS

VOL.DARAH
OBESITAS
AUTOREGULA
SI ( SVR)

KATEKOL
AMIN

HIPERTENSI

VASOKON
STRIKSI

Renal blood Flow


Glomerulus
Menghasilkan
renin
Angiotensinogen

Angiotensin I
Angiotensin II

Cortex Adrenal
Aldosteron
Retensi
Air + Na
Tek. Darah

Converting
Enzym

VMC
Intake air
Vol. drh

COP
TPR

Otot polos
Arteriole
Vaso
Constriksi

Jantung
EDV,SV,
Myocar cont.

HR

Prehipertensi

Hipertensi
dini

Tanpa
Komplikasi

Dengan
Komplikasi

Hipertensi
Maligna

Jantung :
-Hipertrofi
-Gagal jantung
-Infark

Pembuluh
Darah /
Aneurysma

KOMPLIKASI

Ginjal :
Nefrosclerosis
Gagal ginjal

Pimary hypertension:Natural history & Evaluation

BLOOD PRESSURE

ENDOTHELIAL CHANGES

INTIMAL THICKENING ATHEROSCLEROTIC


? FIBROUS PLAQUE
PLAQUE

Akibat Hypertensi di jantung


Penambahan masa otot ventrikel # 300-400 gr
Imbalance sirk coroner
Ischemia
Atheroscleroses memperlemah ddg P.D. dg
menimbulkan gumpalan drh
thrombosis /
pecahnya P.D.

PENYAKIT
PENYAKIT JANTUNG
JANTUNG KORONER
KORONER

dr. Edy

PENATALAKSANAAN
1.

NON FARMAKOLOGIK /
PENCEGAHAN SEKUNDER

2.

FARMAKOLOGIK

PENATALAKSANAAN
NON FARMAKOLOGIK/PENCEGAHAN SEKUNDER

Berhenti merokok
Turunkan berat badan
Kontrol gula darah

Penurunan diet garam


Prbh diit yg Kompleks:
lemak, sayur
buah (>>K , Mg)

Kolesterol normal / lebih rendah dari normal

Hindari stres yang berlebihan

Olah raga yang teratur sesuai anjuran dokter

PENATALAKSANAAN
FARMAKOLOGI/ PENCEGAHAN PRIMER
1. DIURETIK:
VOL. PLASMAPENGELUARAN AIR DAN NATRIUM
E.S.: HYPOKALEMIA, ACIDUM URICUM GOUT
2. VASODILATOR
a. BLOCKER:
E.S:BRADIKARDI,ASTHMA, ALUSINASI, DEPRESI,
b. Ca ANTAGONIST
E.S.: INOTOPIK & KRONOTROPIK (-), SKT KPL,
BERDEBAR, Edema
c. ACE Inhibit
E.S.:BATUK, SAKIT KEPALA, HIPOTENSI, SKIN RASH.
d. BLOCKER
E.S.:HIPOTENSI POSTURAL, PALPITASI, SKT KEPALA

DIURETICS
UNTUK MENGURANGI
CAIRAN TUBUH :
FUROSEMIDE (LASIX)
MENINGKATKAN

URIN OUT PUT DAN


BERAT BADAN
EFEK

SAMPING:
TEKANAN DARAH

HYPOKALEMIA
KREATININ & BUN

Ace Inhibitors

MEMBLOK PEMBENTUKAN ENZIM ANGIOTENSIN II


( TEK. DARAH, VASOKONSTRIKSI, RETENSI
GARAM)
MENGURANGI TANDA & GEJALA CHF.
CONTOH: Captopril (Capoten), enalopril (Vasotec),
lisinopril (Prinivil, Zestril), ramipril (Altace).
EFEK SAMPING: BATUK KERING, TEK. DARAH.
GAGAL GINJAL, HYPERKALEMIA

Renin merubah angiotensin I mjd angitensin II :


- Vasoconstriksi (VC) perifer, VC arteri ginjal
- Merangsang gld adrenal utk sekresi aldosteron yg berakibat
meningkatnya reabsorbsi & ekskresi
- Inotroik
- Meningkatkan sekresi norepinefrin
- Memperberat hipertrofi

Beta Blockers
MENCEGAH ADRENALIN BERIKATAN
DENGAN SEL JANTUNG. ADRENALIN
DENYUT JANTUNG.
CONTOH:PROPANOLOL, METAPROLOL.
KOMBINASI DAPAT FUNGSI JANTUNG
DAN UKURAN,&TINGKAT KEMATIAN
PASIEN.
. EFEK SAMPING: HEART RATE, TEK.
DARAH, KEKAMBUHAN ASTHMA.

Inotropik
MENINGKATKAN KEKUATAN
KONTRAKSI OTOT JANTUNG,
MENGURANGI ARITMIA TERTENTU.
CONTOH OBAT ORAL: DIGOXIN
EFEK SAMPING: MUAL, MUNTAH,
NADI IREGULER, NYERI LAMBUNG,
PENGLIHATAN KUNING-KEHIJAUAN,
TAMPAK HALO. DIGOXIN LEVEL
DAPAT DIUKUR DI DALAM DARAH.

Other medications such as


angiotensin II recptor antagonists,
vasodilators, clacium channel
blockers, and amiodarone