Anda di halaman 1dari 19

PERCOBAAN III

SISTEM ENDOKRIN
( CD PROGRAM )
1.TUJUAN PERCOBAAN
1. Menghayati peran sistem endokrin dalam homeostatis tubuh
2. Mengenal istilah-istilah yang digunakan dalam sistem endokrin dan peran masingmasingnya
3. Mengenal organ yang terlibat dalam sistem endokrin dan peran masing-masingnya
4. Mengenal mekanisme kerja sistem endokrin
5. Mahasiswa mampu mempersentasikan video dari sistem endokrin dan menjelaskan
masing-masing hormon yang dihasilkan.

II.TINJAUAN PUSTAKA
Kelenjar endokrin merupakan sekelompok susunan sel yang mempunyai
susunan mikroskopis sangat sederhana. Kelompok ini terdiri dari deretan sel-sel, lempengan
atau gumpalan sel disokong oleh jaringan ikat halus yang banyak mengandung pembuluh
kapiler.
Sistem endokrin adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi dan
mengatur hormon dalam aliran darah untuk mengontrol banyak fungsi tubuh. dalam
kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini
bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama
lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya,
medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural) Jika
keduanya dihancurkan atau diangkat, maka fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil
alih oleh sistem saraf.
Kelenjar endokrin tidak memiliki saluran, hasil sekresi dihantarkan tidak
melaui saluran, tapi dari sel-sel endokrin langsung masuk ke pmbuluh darah. Selanjutnya
hormon tersebut dibawa ke sel-sel target (responsive cells) tempat terjadinya efek hormon.
Sedangkan ekresi kelenjar eksokrin keluar dari tubuh kita melalui saluran khusus, seperti
uretra dan saluran kelenjar ludah.
Tubuh kita memiliki beberapa kelenjar endokrin. Diantara kelenjar-kelenjar tersebut,
ada yang berfungsi sebagai organ endokrin murni artinya hormon tersebut hanya
menghasilkan hormon misalnya kelenjar pineal, kelenjar hipofisis / pituitary, kelenjar tiroid,
1

kelenjar paratiroid, kelenjar adrenal suprarenalis, dan kelenjar timus. Selain itu ada beberapa
organ endokrin yang menghasilkan zat lain selain hormon yakni: Kelenjar Hormon Zat lain
yang dihasilkan Pankreas Insulin, glukagon Enzim pencernaan Testis Testosteron Sel sperma
Ovarium Estrogen, progesteron Sel telur / ovum.
A.
1.

Fungsi Kelenjar Endokrin :

Menghasilkan hormon yang dialirkan kedalam darah yang yang diperlukan oleh jaringan
tubuh tertentu.

2. Mengontrol aktivitas kelenjar tubuh


3. Merangsang aktivitas kelenjar tubuh
4. Merangsang pertumbuhan jaringan
5. Mengatur metabolisme, oksidasi, meningkatkan absorbsi glukosa pada usus halus
6. Memengaruhi metabolisme lemak, protein, hidrat arang, vitamin, mineral, dan air.
B.

Kelenjar Endokrin dan Hormon Yang Dihasilkan

1. Kelenjar hipofisis ( lobus anterior ) :


a. Hormon pertumbuhan ( somatotropin )
b. Thyroid-Stimulatin Hormon ( TSH )
c. adrenokortikotropin ( ACTH )
d. Follicle-Stimulating Hormon ( FSH )
e. Luteinizing Hormon ( LH )
f. prolaktin
2. Kelenjar hipofisis ( lobus posterior ):
a. Antidiuretik ( vasopresin )
b. Oksitosin
2

3. Kelenjar tiroid

a. Tiroksin
b. Kalsitonin
4. Kelenjar paratiroid

:parathormon

5. Kelenjar Adrenal
a. korteks

: mineralokortikoid, glukokortikoid, dan hormon seks

b. medula

: epinefrin, dan norepinefrin

6. Kelenjar pankreas

a. insulin
b. glukagon
c. somatostatin
7. Ovarium

a. Estrogen
b. Pogesteron
8. Testis
C.

: Testoteron

Kelenjar Hipofisis
Hipofise merupakan sebuah kelenjar sebesar kacang polong, yang terletak di dalam

struktur bertulang (sela tursika) di dasar otak. Hipofisis mengendalikan fungsi dari sebagian
besar kelenjar endokrin lainnya, sehingga disebut kelenjar pemimpin, atau master of gland.
Kelenjar hipofisis terdiri dari dua lobus, yaitu lobus anterior dan lobus posterior.
1.

Fungsi hipofisis anterior ( adenohipofise ) :


menghasilkan sejumlah hormon yang bekerja sebagai zat pengendali produksi dari semua
organ endokrin yang lain.(somatotropin): mengendalikan pertumbuhan tubuh (tulang, otot, dan
organ-organ

lain

),mengendalikan

pertumbuhan

dan

aktivitas

sekretorik

kelejar

tiroid.mengendalikan kelenjar suprarenal dalam menghasilkan kortisol yang berasal dari kortex
suprarenal.

pada ovarium berguna untuk merangsang perkembangan folikel dan sekresi

esterogen. Pada testis, homon ini berguna untuk merangasang pertumbhan tubulus seminiferus,
dan spermatogenesis.pada ovarium, untuk ovulasi, pembentukan korpus luteum, menebalkan
dinding rahim dan sekresi progesteron. Dan pada testis, untuk sekresi testoteron. Prolaktin :
untuk sekresi mamae dan mempertahankan korpus luteum selama hamil.

2.

Fungsi hipofisis posterior


ADH : mengatur jumlah air yang melalui ginjal, reabsorbsi air, dan mengendalikan
tekanan darah pada arteriole.mengatur kontraksi uterus sewaktu melahirkan bayi dan
pengeluaran air susu sewaktu menyusui.
Hipofise terletak di sella tursika, lekukan os spenoidalis basis cranii. Berbentuk oval
dengan diameter kira-kira 1 cm dan dibagi atas dua lobus Lobus anterior, merupakan bagian
terbesar dari hipofise kira-kira 2/3 bagian dari hipofise. Lobus posterior, merupakan 1/3
bagian hipofise dan terdiri dari jaringan saraf sehingga disebut juga neurohipofise.
Hipofise stalk adalah struktur yang menghubungkan lobus posterior hipofise dengan
hipotalamus. Struktur ini merupakan jaringan saraf. Hipofise menghasilkan hormon tropik
dan hormon nontropik. Hormon tropik akan mengontrol sintesa dan sekresi hormon kelenjar
sasaran sedangkan hormon nontropik akan bekerja langsung pada organ sasaran. Kemampuan
hipofise dalam mempengaruhi atau mengontrol langsung aktivitas kelenjar endokrin lain
menjadikan hipofise dijuluki master of glands.
D.

Kelenjar Tiroid
merupakan kelenjar kecil, dengan diameter sekitar 5 cm dan terletak di leher, tepat

dibawah jakun. Dalam keadaan normal, kelenjar tiroid tidak terlihat dan hampir tidak teraba,
tetapi bila membesar, dokter dapat merabanya dengan mudah dan suatu benjolan bisa tampak
dibawah atau di samping jakun. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid, yang
mengendalikan kecepatan metabolisme tubuh.
Hormon tiroid mempengaruhi kecepatan metabolisme tubuh melalui 2 cara :
1. Merangsang hampir setiap jaringan tubuh untuk menghasilkan protein
2. Meningkatkan jumlah oksigen yang digunakan oleh sel.
Atas pengaruh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis lobus anterior,
kelenjar tiroid dapat memproduksi hormon tiroksin. Adapun fungsi dari hormon tiroksin
adalah mengatur pertukaran zat metabolisme tubuh dan mengatur pertumbuhan jasmani dan
rohani.

Fungsi kelenjar tiroid sendiri adalah sebagai berikut :


1. Bekerja sebagai perangsang proses oksidasi
2. Mengatur penggunaan oksidasi
3. Mengatur pengeluara karbon dioksida
4. Metabolik dalam hati pengaturan susunan kimia dalam jaringan
5. Pada anak mempengaruhi fisik dan mental Kelenjar tiroid menghasilkan hormon-hormon
sebagai berikut :
a. Tri-iodo-tironin(T3) dan Tiroksin (T4), berguna untuk merangsang metabolisme zat,
katabolisme protein, dan lemak. Juga meningkatkan produksi panas merangsang sekresi
hormon pertumbuhan, dan mempengaruhi perkembangan sel-sel saraf dan mental pada balita
dan janin. Kedua hormon ini biasa disebut dangan satu nama,yaitu hormon tiroid.
b. Kalsitonin : menurunkan kadar kalsium plasma, denagn meningkatkan jumlah
penumpukan kalsium pada tulang.
E. Kelenjar Paratiroid
Secara normal ada empat buah kelenjar paratiroid pada manusia, yang terletak tepat
dibelakang kelenjar tiroid, dua tertanam di kutub superior kelenjar tiroid dan dua di kutub
inferiornya. PTH bekerja langsung pada tulang untuk meningkatkan resorpsi tulang dan
memobilisasi Ca2+. Selain meningkatkan Ca2+ plasma dan menurunkan fosfat plasma, PTH
meningkatkan ekskresi fosfat dalam urin. Efek fosfaturik ini disebabkan oleh penurunan
reabsorpsi fosfat di tubulus proksimal.
PTH juga meningkatkan reabsorpsi Ca2+ di tubulus distal, walaupun ekskresi Ca2+
biasanya meningkat pada hiperparatiroidisme karena terjadi peningkatan jumlah yang
5

difiltrasi yang melebihi efek reabsorpsi. PTH juga meningkatkan pembentukan 1,25
dihidroksikolekalsiferol, metabolit vitamin D yang secara fisiologis aktif. Hormon ini
meningkatkan absorpsi Ca2+ dari usus, tetapi efek ini tampaknya disebabkan hanya akibat
stimulasi pembentukan 1,25 dihidroksikolekalsiferol.

Fungsi kelenjar paratiroid :


a) Memelihara konsentrasi ion kalsium yang tetap dalam plasma
b) Mengontrol ekskresi kalsium dan fosfat melalui ginjal
c) Mempercepat absorbsi kalsium di intestin
d) Kalsium berkurang, hormon para tiroid menstimulasi reabsorpsi tulang sehingga menambah
kalsium dalam darah
e) Menstimulasi dan mentransport kalsium dan fosfat melalui membran sel Kelenjar ini
menghasilkan hormon yang sering disebut parathormon, yang berfungsi meningkatkan
resorpsi tulang, meningkatkan resorpsi kalsium, dan menurunkan kadar kalsium darah.
F. Kelenjar Adrenal ( anak ginjal )
Terdapat 2 buah kelenjar adrenal pada manusia, dan masing-masing kelenjar terletak
diatas ginjal. Kelenjar adrenal terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian medula adrenal ( bagian
tengah kelenjar adrenal ) dan korteks adrenal ( bagian luar kelenjar ). Korteks adrenal
memproduksi 3 kelompok hormon steroid, yaitu glukokortikoid dengan prototipe
hidrokortison, mineralokortikoid khususnya aldosteron, dan hormon-hormon seks khususnya
androgen.
Glukokortikoid berfungsi untuk mempengaruhi metabolisme glukosa, peningkatan
sekresi hidrokortison akan menaikan kadar glukossa darah. Mineralikortikoid bekerja
meningkatkan absorbsi ion natrium dalam prose pertukaran untuk mengekresikan ion kalium
atau hidrogen. Hormon seks adrenal ( androgen ) memberikan efek yang serupa dengan efek
hormon seks pria. Medula adrenal berfungsi sebagai bagian dari saraf otonom. Selain itu juga
6

menghasilkan adrenalin da noradrenalin. Nor adrenalin menikan tekanan darah denga jalan
merangsang serabut otot di dalam dinding pembuluh darah untuk berkontraksi, dan adrenalin
membantu metabolisme karbohidrat dengan jalan menambah pengeluaran glukosa dari hati.

Fungsi kelenjar adrenal korteks :


a. Mengatur keseimbangan air, elektrolit dan garam
b. Mempengaruhi metabolisme lemak, hidrat arang, dan protein
c. Mempengaruhi aktivitas jaringan limfoid
Fungsi kelenjar adrenal medula :
a. Vasokontriksi pembuuh darah perifer
b. Relaksasi bronkus
c. Kontraksi selaput lendir dan arteriole
G. Kelenjar Pankreas

Kelenjar ini terdapat di belakang lambung didepan vertebra lumbalis I dan II. Sebagai
kelenjar eksokrin akan menghasilkan enzim-enzim pencernaan ke dalam lumen duodenum.
Sedangkan Sebagai endokrin terdiri dari pulau-pulau Langerhans, menghasilkan hormon.
Pulau langerhans berbntuk oval dan tersebar diseluruh pankreas. Fungsi pulau langerhans
sebagai unit sekresi dalam pengeluaran homeostatik nutrisi, menghambat sekresi insulin,
glikogen dan polipeptida.

Pada manusia, mengandung 3 macam sel, yaitu :


a) sel A (atau )

: menghasilkan glukagon

b) sel B (atau )

: menghasilkan insulin

c) sel D (atau )

: menghasilkan somatostatin

Glukagon berfungsi untuk menaikkan glukosa darah dengan jalan glikolisis.


Sedangkan somatostatin berguna menurunkan glukosa darah dengan melepaskan hormon
pertumbuhan dan glukagon.
H.

Kelenjar Kelamin
Dibagi menjadi 2, yaitu kelamin pria ( testis ) dan kelamin wanita (ovarium). Testis

terletak di skrotum dan menghasilkan hormon testosteron. Hormon ini berfungsi dalam
8

mengatur perkembangan ciri seks sekunder, dan merangsang pertumbuhan organ kelamin
pria. Sedangkan ovarium terdapat pada samping kiri dan kanan uterus, yang menghasilkan
esterogen dan progesteron. Fungsi estrogen adalah pematangan dan fungsi siklus haid yang
normal. Sedangkan fungsi hormon progesteron adalah pemliharaan kehamilan.
I.

Hipotalamus
Hipotalamus sebagai bagian dari sistem endokrin mengontrol sintesa dan sekresi
hormon-hormon hipofise. Hipotalamus melepaskan sejumlah hormon yang merangsang
hipofisa. Beberapa diantaranya memicu pelepasan hormon hipofisa dan yang lainnya
menekan pelepasan hormon hipofisa. Hipotalamus terletak di batang otak, tepatnya di
dienchepalon, dekat dengan ventrikel ot ketiga (ventrikulus tertius) yang berfungsi sebagai
pusat tertinggi sistem kelenjar endokrin yang menjalankan fungsinya melalui humoral
(hormonal) dan saraf.

Hormon-hormon hipotalamus antara lain:


a. ACTH

: Adrenocortico Releasing Hormon

b. ACIH

: Adrenocortico Inhibiting Hormon

c. TRH

: Tyroid Releasing Hormon

d. TIH

: Tyroid Inhibiting Hormon

e. GnRH

: Gonadotropin Releasing Hormon

f. GnIH

: Gonadotropin Inhibiting Hormon

g. PTRH

: Paratyroid Releasing Hormon

h. PTIH

: Paratyroid Inhibiting Hormon

i. PRH

: Prolaktin Releasing Hormon

j. PIH

: Prolaktin Inhibiting Hormon

k. GRH

: Growth Releasing Hormon.

l. GIH

: Growth Inhibiting Hormon

m. MRH

: Melanosit Releasing Hormon

n. MIH

: Melanosit Inhibiting Hormon

J.

Sistem Endokrin
Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang

menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi
organ-organ lain. Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan
memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan
homeostasis tubuh. Bila sistem endokrin umumnya bekerja melalui hormon, maka sistem
saraf bekerja melalui neurotransmiter yang dihasilkan oleh ujung-ujung saraf.
Hormon adalah zat yang dilepaskan ke dalam aliran darah dari suatu kelenjar atau
organ, yang bertindak sebagai pembawa pesan untuk dibawa ke berbagai sel tubuh,
kemudian pesan itu diterjemahkan menjadi suatu tindakan. Hormon dalam jumlah yang
sangat kecil bisa memicu respon tubuh yang sangat luas. Hormon yang dihasilkannya itu
dalam jumlah sedikit pada saat dibutuhkan dan dialirkan ke organ sasaran melalui pembuluh
darah. Dalam hal struktur kimianya, hormon diklasifikasikan sebagai hormon yanglarut
dalam air atau yang larut dalam lemak.
Hormon yang larut dalam air termasuk polipeptida (misal insulin, glukagon, hormon
adrenokortikotropik (ACTH), gastrin) dan katekolamin (misal dopamin, norepinefrin,
epinefrin). Hormon yang larut dalam lemak termasuk steroid (misal estrogen, progesteron,
testosteron, glukokortikoid, aldosteron) dan tironin (misal tiroksin). Hormon yang larut dalam
air bekerja melalui sistem mesenger-kedua, sementara hormon steroid dapat menembus
membran sel dengan bebas

10

III.ALAT DAN BAHAN


1.Alat
- Laptop
- In focus
2.Bahan
Tidak ada bahan yang digunakan dalam percobaan kali ini

IV. CARA KERJA


1.Hidupkan laptop
2.Cari dan download video mengenai Sistem Endokrin sesuai kelompok
3.persentasikan kedepan mengenai sistem endokrin sesuai kelompok
4.kumpulkan semua data/video kelompok dan pindahkan ke CD

V.HASIL

Kelomp

Sistem Endokrin

Hormon yang dihasilkan

ok
1

Hipotalamus dan Hipofisis

Hipotalamus

ADH,Oksitosin,GRH,TRH,CTH,GnR
H
Hipofisis : Hormon Trofik dan Non
2

Tiroid dan Paratiroid

3
4

Pankreas
Adrenal

Trofik
Tiroid : T3,T4,kalsitonin
Paratiroid : parathormon
Insulin,Glukagon,Somatostatin
Androgen,Aldosteron,kortisol,Katekol

Testis
Ovarium

amin
Testosterol
Progesteron,Estrogen

5
6

11

VI.PEMBAHASAN
Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama:
menghasilkan enzim pencernaan atau fungsi eksokrin serta menghasilkan beberapa hormon
atau fungsi endokrin. Pankreas terletak pada kuadran kiri atas abdomen atau perut dan bagian
kaput/kepalanya menempel pada organ duodenum. Produk enzim akan disalurkan dari
pankreas ke duodenum melalui saluran pankreas utama.
Pankreas dapat didefinisikan sebagai organ kelenjar yang hadir dalam endokrin dan
sistem pencernaan dari semua vertebrata. Pankreas seperti spons dengan warna kekuningan.
Bentuk pankreas menyerupai seperti ikan. Pankreas ini sekitar panjang 15 cm dan sekitar 3,8
cm lebar. Pankreas meluas sampai ke bagian belakang perut, di belakang daerah perut dan
melekat ke bagian pertama dari usus yang disebut duodenum. Sebagai kelenjar endokrin,
menghasilkan hormon seperti insulin, somatostatin dan glukagon dan sebagai kelenjar
eksokrin yang mensintesis dan mengeluarkan cairan pankreas yang mengandung enzim
pencernaan yang selanjutnya diteruskan ke usus kecil. Enzim-enzim pencernaan
berkontribusi pada pemecahan dari karbohidrat, lemak dan protein yang hadir di paruh
makanan yang dicerna.

12

SISTEM PANKREAS DAN ENDOKRIN

Fungsi Pankreas
1.Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glucogen, yang menambah kadar
gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.
2.Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana
mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga merangsang
hati untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam sel-selnya.
Fungsi Dari Pankreas Yang Disebut Kelenjar Ganda
Kelenjar endokrin
Ini bagian dari pankreas yang melakukan fungsi endokrin terbentuk dari jutaan cluster
sel. Ini cluster sel dikenal sebagai pulau Langerhans. Ini pulau terdiri dari empat jenis sel,
yang diklasifikasikan berdasarkan hormon yang mereka keluarkan. Sel mensekresi glukagon
13

disebut sel alfa. Sel-sel mensekresi insulin dikenal sebagai sel beta sementara somatostatin
disekresikan oleh sel delta. Polipeptida pankreas disekresikan oleh sel-sel PP. Struktur pulau
terdiri dari kelenjar endokrin diatur dalam kabel dan cluster. Kelenjar endokrin yang saling
silang dengan rantai tebal kapiler. Ini kapiler yang berbaris lapisan sel endokrin yang berada
dalam kontak langsung dengan pembuluh darah. Beberapa sel endokrin berada dalam kontak
langsung sementara yang lain terhubung melalui proses sitoplasma.
Eksokrin
Pankreas eksokrin menghasilkan enzim pencernaan bersama dengan cairan alkali.
Keduaduanya ini disekresi ke dalam usus kecil melalui saluran eksokrin. Fungsi sekresi
dilakukan sebagai respon terhadap hormon usus kecil yang disebut cholecystokinin dan
secretin. Enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kelenjar eksokrin terdiri dari chymotrypsin,
tripsin, lipase pankreas, dan amilase pankreas. Enzim pencernaan sebenarnya diproduksi oleh
sel-sel asinar hadir dalam pankreas eksokrin. Sel yang melapisi saluran pankreas disebut sel
centroacinar. Sel-sel centroacinar mengeluarkan larutan kaya isi garam dan bikarbonat ke
dalam usus. Dengan demikian, fungsi pankreas memainkan peran penting dalam aktivitas
tubuh. Pankreas berfungsi dengan benar penting karena masalah pankreas dapat
menyebabkan penyakit seperti pankreatitis dan diabetes. Pankreatitis adalah peradangan
pankreas sedangkan diabetes dikaitkan dengan sekresi insulin dari pankreas. Menghentikan
konsumsi alkohol dapat menyembuhkan pankreatitis.

Bagian-bagian Pankreas
-Kepala Pankreas yang paling lebar, terletak disebelah kanan rongga abdomen dan didalam
lekukan duodenum.
- Badan Pankreas merupakan bagian utama pada organ tersebut, letaknya di belakang
lambung dan di depan vertebra lumbalis pertama.
-Ekor Pankreas adalah bagian yang runcing disebelah kiri, dan sebenarnya menyetuh limpa.

14

Hormon Yang Dihasilkan Oleh Pankreas


-Insulin,
yang berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah
-Glukagon
yang berfungsi menaikkan kadar gula dalam darah
-Somatostatin
yang berfungsi menghalangi pelepasan kedua hormon lainnya (insulin dan glukagon).

15

Jaringan Pankreas
-Acini :Untuk mengeluarkan cairan pencernaan ke deodenum
-Pulau Langerhans :Mensekresikan insulin dan glucogan lansung kedalam darah
-Pangkreas Manusia mempunyai 1-2 juta pulau langerhans.diameter 0,3 mm,dikelilingi oleh
kapiler-kapiler kecil.

Hasil Sekresi Pangkreas


-

Hormon insulin :Hormon insulin ini lansung dialirkan kedalam darah tanpa melewati
duktus.sel-sel kelenjar yang menghasilkan insulin ini termasuk sel-sel kelenjar
endokrin.kumpulan dari sel-sel ini berbentuk seperti pulau-pulau yang disebut pulau

langerhans.
Getah Pankreas :sel-sel yang memproduksi getah pankreas ini termasuk kelenjar
eksokrin.Getah

pankreas

ini

dikirim

kedalam

deodenum

melalui

duktud

pankreatikus.Duktus ini bermuara pada papila vateri yang terletak pada dinding
deodenum.
16

Pangkreas menerima darah dari arteri pankreatika dan mengalirkan darahnya


ke vena kava inferior melalui vena pankratika.jaringan pangkreas terdiri atas lobulus
dari sel sekretorinyang tersusun mengitari saluran-saluran halus.saluran ini mulai dari
sambungan saluran-saluran kecil dari lobulus yang terletak didalam ekor pankreas dan
berjalan melalui badan pangkreas dari kiri kekanan.saluran kecil ini menerima saluran
dari lobulus lain dan kemudian bersatu membentuk saluran utama duktus wirsungi.

VII.KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa :
1.Sistem endokrin adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi dan mengatur
hormon dalam aliran darah untuk mengontrol banyak fungsi tubuh.
2.Kelenjar endokrin merupakan sekelompok susunan sel yang mempunyai susunan
mikroskopis sangat sederhana. Kelompok ini terdiri dari deretan sel-sel, lempengan atau
gumpalan sel disokong oleh jaringan ikat halus yang banyak mengandung pembuluh kapiler.
3. Fungsi kelenjar endokrin :
-Menghasilkan hormon yang dialirkan kedalam darah yang yang diperlukan oleh jaringan
tubuh tertentu.
- Mengontrol aktivitas kelenjar tubuh
- Merangsang aktivitas kelenjar tubuh
17

- Merangsang pertumbuhan jaringan


- Mengatur metabolisme, oksidasi, meningkatkan absorbsi glukosa pada usus halus
- Memengaruhi metabolisme lemak, protein, hidrat arang, vitamin, mineral, dan air.
4. Kelenjar endokrin dan hormon yang dihasilkan :
-Kelenjar hipofisis (lobus anterior) :
Stimulatin

Hormon

Hormon pertumbuhan (somatotropin),Thyroid-

(TSH),adrenokortikotropin

(ACTH)

,Follicle-Stimulating

Hormon( FSH),Luteinizing Hormon (LH),prolaktin


-Kelenjar hipofisis ( lobus posterior )
-Kelenjar tiroid

:Tiroksin ,Kalsitonin

-Kelenjar paratiroid
- Kelenjar Adrenal

: Antidiuretik ( vasopresin ),Oksitosin

:parathormon
:korteks (mineralokortikoid, glukokortikoid, dan hormon seks),medula

(epinefrin, dan norepinefrin)


- Kelenjar pankreas : insulin,glukagon,somatostatin
-Ovarium

: Estrogen,Pogesteron

-Testis

: Testoteron

VIII.DAFTAR PUSTAKA

Gibson, john. 1995. Anatomi dan Fisiologi Modern. Jakarta.


Pearce, E., 2004. Anatomi dan Fisiologi Manusia untuk Paramedis. Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta.
Pearce, Evelyn C. 1993. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Gramedia Pustaka Utama:
Jakarta.
Pearce, Evelyn C., 1979. Anatomi dan Fisiologi untuk para Medis. Erlangga. Jakarta.
Syaifuddin, 2006. Anatomi dan Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan. Buku Kedokteran
EGC. Jakarta

18

Scanlon, Valerie C. 2006. Buku Ajar Anatomi dan Fisiologi. Penerbit Buku Kedokteran EGC:
Jakarta.
Gibson, john. 1995. Anatomi dan Fisiologi Modern. Jakarta.
.

19