Anda di halaman 1dari 24

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam pencapaian

tujuan dan sasaran perusahaan, karena perusahaan merupakan pintu terdepan


untuk menstabilakan pendapatan, kelancaran masuknya kembali dana dari hasil
operasi dari hasil perusahaan sangat ditentukan oleh bidang pemasaran. Demikian
pula pencapaian keuntungan perusahaan sangat ditentukan pada kemampuan
perusahaan dalam memasarkan produk perusahaan dengan harga yang
menguntungkan, untuk itu juga harus mengetahui konsep bauran pemasarn
dengan tujuan mengembangkan informasi yang ada.
Bauran pemasaran adalah kombinasi dari 4 variabel, yang dipakai oleh
perusahaan dalam memenuhi dan melayani keinginan atau permintaan konsumen.
Variabel tersebut meliputi produk (product), harga (price), distribusi (place), dan
promosi (promotion)

yang lebih dikenal dengan 4P. Bauran tersebut dapat

ditambah, dikurangi atau dimodifikasi untuk menciptakan strategi pemasaran


yang diinginkan.
Bauran pemasaran (4P) sangat efektif jika diterapkan oleh suatu
perusahaan karena dapat meningkatkan respon konsumen yang nantinya dapat
mempengaruhi penjualan dan berimbas pada kenaikan laba perusahaan. Namun
sekarang ini banyak pengusaha belum memiliki pengetahuan yang detail tentang
strategi pemasaran ini, sehingga aplikasinya pada pemasaran perusahaannya

kurang efektif. Oleh karena itu dilakukanlah analisis bauran pemasaran 4P di


Kelompok Tani Sido Mukti yang merupakan suatu perusahaan penghasil pupuk
kompos.

1.2.

Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui bauran pemasaran

dilakukan pada perusahaan Pupuk Kompos Sido Mukti yang meliputi produk,
harga, ditribusi, promosi dan keadaan perusahan.

1.3.

Manfaat
Manfaat dilakukannya praktikum ini untuk mengetahui kondisi atau

keadaan perusahaan yang diamati sehingga mendapatkan informasi tentang


saluran pemasaran di sebuah perusahaan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Manajemen Pemasaran
Pemasaran adalah hasil sebuah prestasi kerja kegiatan usaha yang

berkaitan dengan mengalirnya barang dan jasa dari produsen sampai ke konsumen
(Sofjan, 2011). Proses pemasaran meliputi perencanaan pelaksanaan konsepsi,
penetapan harga, promosi, dan distribusi barang, ide dan jasa untuk menciptakan
pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi (Irmawati, 2014).
Manfaat pemasaran diantaranya adalah untuk memudahkan pertukaran dan
menghubungkan kesenjangan antara dua belah pihak dalam proses pertukaran
tersebut, yakni antara penghasil produk dan pemakai produk (Amrin, 2007).
Pemasaran memliki berbagai konsep, meliputi konsep produksi, konsep
produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, dan konsep pemasaran sosial.
Konsep produksi artinya konsumen lebih menyukai produk yang tersedia luas dan
harganya terjangkau, Konsep produk artinya konsumen lebih menyukai produk
yang berkualitas, memiliki kinerja, dan fitur inovatif yang tinggi. Konsep
penjualan artinya konsumen tidak akan membeli cukup banyak produk tanpa
usaha penjualan dan promosi besar-besaran (Simamora, 2001).
Manajemen pemasaran adalah analisis, perenccanaan, pelaksanaan, dan
pengawasan program-program yang ditujukan untuk mengadakan pertukaran
dengan pasar yang dituju untuk mencapai tujuan organisasi (Kotler dan Amstrong,
2008). Pemasaran biasanya dihadapkan pada masalah produk, harga, distribusi
dan promosi yaitu berapa dan bagaimana bauran tersebut ditetapkan, hal ini agar
tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik. Selain itu masalah lain yang
sering timbul adalah tentang keputusan pembelian konsumen (Fitri, 2012).

2.2.

Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran (marketing mix) adalah kumpulan alat pemasaran taktis

terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang


diinginkannya di pasar sasaran (Kotler dan Armstrong, 2008). Bauran pemasaran
juga dapat diartikan sebagai pemasaran yang terpadu dan menunjang satu sama
lain sehingga menghasilkan bauran pemasaran yang baik (Fuad et al., 2000).
Bauran

pemasaran

merupakan

seperangkat

alat

yang

digunakan

perusahaan untuk menerus mencapai tujuan pemasaranya di pasar sasaran. Bauran


pemasaran

disebut

juga

dengan

variabel-variabel

pemasaran

atau

mix

marketingatau 4P,yang meliputi product, price, , promotion, dan place. (Sari,


2010)
2.2.1. Produk (Product)
Produk adalah segala sasuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk
diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai
pemenuh kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. Produk yang
ditawarkan tersebut meliputi barang fisik, jasa, orang/pribadi, tempat, organisasi,
dan ide. Pembeli akan membeli produk jika merasa cocok. Oleh karena itu,
produk harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pembeli, agar
pemasaran produk berhasil (Tjiptono, 2005). Produk dapat diklasifikasikan
berdasarkan konsumen yang menggunakannya menjadi dua katagori yaitu produk
konsumen dan produk industri (Kotler dan Amstrong, 2003).

Kebijakan produk harus diperhatikan dalam membuat produk yang unggul


seperti model, merk, label dan kemasan. Untuk itu ada beberapa kemungkinan
pembuatan mode produk tertentu sebagai ciri sebagian atau seluruh produk yang
dipasarkan perusahaan (Rina, 2011).

2.2.2. Harga (Price)


Price (harga) adalah sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli
produk atau mengganti hal milik produk. Harga meliputi last price, discount,
allowance, payment period, credit terms, and retail price. (Ratna, 2012). Harga
merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan
atau pendapatan bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainya (produk, tempat,
dan promosi) menyebabkan timbulnya biaya/pengeluaran (Tjiptono, 2008).
Harga merupakan suatu elemen marketing mix yang menghasilkan
penerimaan penjualan, sedangkan elemen-elemen lainya hanya menimbulkan
biaya, kerena menghasilkan penerimaan penjualan, maka harga mempengaruhi
tingkat penjualan, tingkat keuntungan, serta share pasar yang di dapat oleh
perusahaan.Harga yang ditetapkan harus mampu menutup semua biaya yang telah
dikeluarkan untuk produksi ditambah presentase laba ynag diinginkan. Jika harga
yang ditetapkan terlalu tinggi, maka secara umum akan kurang menguntungkan
karena pembeli dan volume penjualan berkurang. Akibatnya semua biaya yang

telah telah dikeluarkan tidak tertutup, sehingga perusahaan akan mengalami


kerugian (Assauri, 2014).
Tujuan dari ditetapkannya harga adalah profit maximalization pricing
(maksimalisasi keuntungan), yaitu untuk mencapai maksimalisasi keuntungan,
market share pricing (penetapan harga untuk merebut pangsa pasar), market
skimming pricing jika ada sekelompok pembeli yang bersedia membayar dengan
harga yang tinggi terhadap produk yang ditawarkan maka perusahaan akan
menetapkan harga yang tinggi walaupun kemudian harga tersebut akan turun
(memerah pasar), current revenue pricing (penetapan laba untuk pendapatan
maksimal) penetapan harga yang tinggi untuk memperoleh revenue yang cukup
agar uang kas cepat kembali, target profit pricing (penetapan harga untuk
sasaran), promotional pricing (penetapan harga untuk promosi (Kotler dan
Armstrong, 2008).

2.2.3. Tempat (Place)


Tempat lebih diartikan sebagai kemampuan memilih produk yang tepat di
tempat dan waktu yang tepat untuk dikonsumsi. Penempatan produk sering
dipengaruhi oleh distributor (middle people) atau channel distributor (Ratna,
2012). Sebagian dari tugas distribusi adalah memilih perantara yang akan
digunakan dalam saluran distribusi yang secara fisik menangani dan mengangkat
produk melalui saluran tersebut, maksudnya agar produk dapat mencapai pasar
yang dituju tepat pada waktunya (Fitri, 2012).

Tempat (distribusi) merupakan tempat berbagai kegiatan yang dilakukan


perusahaan agar produk dapat diperoleh dan tersedia bagi pelanggan sasaran
(Kotler, 2002). Tempat atau lokasi usaha dapat diklasifikasikan dalam berbagai
macam seperti daerah pusat bisnis, pusat pembelanjaan regional, pusat
pembelanjaan lingkungan, jalur pembelanjaan, dan lokasi didalam toko atau
tempat yang lebih besar seperti bandar udara, sekolah, atau toko serba
ada.Pengusaha dalam memilih lokasi harus benar-benar memilih lokasi yang
paling menguntungkan bagi tokonya, dalam memilih tempat pengusaha dapat
menggunakan berbagai metode untuk menilai lokasi, termasuk menghitung lalu
lintas, mensurvei kebiasaan belanja pelanggan, serta menganalisis lokasi yang
lebih mampu bersaing (Fuad, 2000).
2.2.4. Promosi (Promotion)
Promosi adalah suatu program yang memberi informasi kepada konsumen
mengenai keunggulan produk, terdapat berbagai macam alat promosi yang
digunakan untuk meraih tujuan pemasaran yaitu periklanan, promosi penjualan,
hubungan masyarakat, penjualan personal, dan pemasaran langsung (Kotler dan
Amstrong, 2003).
Beberapa bentuk promosi seperti promosi personal selling, mass selling ,
promosi penjualan, public relation, direct marketing. Cara promosi yang dapat
dilakukan antara lain dengan promosi mounth by mounth, mengikuti even-even
tertentu, mengadakan diskon khusus pada saat tertentu, memberi member card
pada pelanggan (Rina, 2011). Tujuan promosi adalah menginformasikan

(information), membujuk pelanggan sasaran (persuading), dan mengingatkan


(reminding) (Sofjan, 2011).

2.3.

Efesiensi Pemasaran
Efisiensi adalah penggunaan sumber daya secara minimum guna

pencapaian hasil yang optimum. Proses ini memerlukan biaya pemasaran yang
akan digunakan untuk melakukan fungsi-fungsi pemasaran, hal ini perlu adanya
perhatian masalah efisiensi pemasaran agar produk sampai di tangan konsumen
dengan harga yang wajar dan lembaga pemasaran yang terlibat masih mampu
menjalankan fungsi pemasaran secara baik (Tjiptono, 2008).
Efisiensi pemasaran akan terjadi jika biaya pemasaran bisa ditekan
sehingga ada keuntungan, pemasaran dapat lebih tinggi, persentase pembedaan
harga yang dibayarkan konsumen serta produsen tidak terlalu tinggi dan
tersedianya fasilitas fisik pemasaran. Efisiensi pemasaran tersebut adalah indikasi
kesejahteraan para pelaku kegiatan ekonomi produksi pertanian meliputi
produsen, lembaga pemasaran dan konsumen Melalui efisiensi pemasaran terlihat
perbedaan pendapatan produsen dengan biaya konsumen serta kelayakan
pendapatan produsen dengan pendapatan pelaku pemasaran yang terlibat dalam
kegiatan tataniaga (Ardhiana et al., 2014).
Efisiensi pemasaran diukur oleh tinggi rendahnya marjin pemasaran, jika
emakin tinggi marjin pemasaran, maka semakin tidak efisien sistem pemasaran
tersebut. Efisiensi pemasaran akan terjadi apabila biaya pemasaran bisa ditekan
sehingga ada keuntungan, pemasaran dapat lebih tinggi, prosentase pembedaan

harga yang dibayarkan konsumen dan produsen tidak terlalu tinggi serta
tersedianya fasilitas fisik pemasaran (Hanafie, 2010).

2.4.

Profitabilitas
Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk mendapatkan

laba(keuntungan) dalam suatu periode tertentu atau kemampuan suatu perusahaan


dalam menghasilkan keuntungan (profit) pada tingkat penjualan, aset, dan modal
saham tertentu (Husnan, 2001).
Profitabilitas suatu perusahaan akan mempengaruhi kebijakan para
investor atas investasi yang dilakukan. Kemampuan peurusahaan untuk
menghasilkan laba akan dapat menarik para investor untuk menanamkan dananya
guna memperluas usahanya, sebaliknya tingkat profitabilitas yang rendah akan
menyebabkan para investor menarik dananya. Sedangkan bagi perusahaan itu
sendiri profitabilitas dapat digunakan sebagai evaluasi atas efektivitas pengelolaan
badan usaha tersebut. Profitabilitas perusahaan merupakan salah satu dasar
penilaian kondisi suatu perusahaan, untuk itu dibutuhkan suatu alat analisis untuk
bisa menilainya. Alat analisis yang dimaksud adalah rasio-rasio keuangan. Ratio
profitabilitas mengukur efektifitas manajemen berdasarkan hasil pengembalian
yang diperoleh dari penjualan dan investasi (Michelle & Megawati, 2005)
Profitabilitas sangat cocok untuk mengukur efektivitas manajemen dan
pengevaluasian

kinerja

manajemen

dalam

menjalankan

bisnis

dan

produktivitasnya dalam mengelola aset-aset perusahaan secara keseluruhan seperti


yang nampak pada pengembalian yang dihasilkan oleh penjualan dan investasi,

10

serta untuk mengevaluasi kinerja ekonomi dari bisnis. Secara umum profitabilitas
merupakan pengukuran dari keseluruhan produktivitas dan kinerja perusahaan
yang pada akhirnya akan menunjukkan efisiensi dan produktivitas perusahaan
tersebut (Shapiro, 1991)
Profitabilitas dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Profit margin = pendapatan bersih (EAT)
penjualan

11

BAB III
METODE PRAKTIKUM
Praktikum Manajemen Pemasaran ini dilaksanakan pada hari Kamis,
tanggal 14 Mei 2015, di tempat pembuatan Pupuk Kompos Sido Muki di
Kelurahan Bubakan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang..
3.1.

Materi
Alat yang digunakan dalam praktikum Manajemen Pemasaran adalah

kuisioner sebagai kertas pertanyaan yang sudah disusun, Alat tulis untuk mencatat
setiap pertanyaan dari kuisioner berupa kertas danpulpen, kamera untuk
mengambil gambar setiap proses dan juga untuk merekam setiap jawaban.
3.2.

Metode
Metode yang digunakan dalam praktikum Manajemen Pemasaran adalah

menyiapkan kuisioner dan menentukan hari untuk praktikum manajemen


pemasaran, survei tempat dan meminta ijin dengan pemilik usaha, melakukan
wawancara yang berkaitan dengan manajemen bisnis yang diterapkan dalam
industry tersebut kepada pemilik perusahaan, mengisi jawaban panduan
wawancara (kuisioner) sesuai dengan kondisi perusahaan sebenarnya. Mengamati
perusahaan yang diamati dan mengambil foto perusahaan. Setelah itu membuat
laporan terkait mengenai pengelolaan bisnis dari industri yang anda kunjungi.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

12

4.1.

Keadaan Umum Perusahan


Anggoro Widiyatmoko adalah seorang petani kecil di daerah Bubakan

Kecamatan Mijen Kota Semarang, beliau lulusan dari Universitas Pembangunan


Nasional Veteran Yogyakarta Fakultas Pertanian, setelah lulus dari kuliah beliau
fokus menjadi petani kecil, Anggoro Widiyatmoko melihat peluang bisnis dari
tempat ia bekerja di,perkebunan cengkeh daerah Kendal, tidak hanya merawat
perekebunan cengkeh namun juga membuat pupuk untuk tanaman cengkeh, setiap
usaha dibidang sektor pertanian pasti membutuh pupuk untuk merawat tanaman
yang dibudidayakan, dari situlah ide bisnis Anggoro Widiyatmoko muncul untuk
membuat pupuk kompos sendiri.
Awal mulanya pada tahun 1996 Anggoro Widiyatmoko mulai membuat
pupuk kompos dengan metode dan alat sederhana di rumah, dengan pengalaman
dan ketelatenan yang dimiliki, ia membuat dengan bahan dan takaran yang baik
dan benar, sehingga kualitas pupuk yang dibuat tidak kalah dengan produk yang
ada dipasaran pada saat itu. Bahan baku didapatkan disekitar rumah. Modal awal
Pupuk yang sudah jadi dipasarkan dengan cara mendatangi berbagai
tempat penjualan bahan-bahan pertanian di kota semarang selama masih tahapa
pengenlan produk, produk juga diperkenalkan melalu acara-acara pameran
sehingga dapat dikenal oleh masyrakata Tanpa di sadari sudah 19 tahun perusahan
ini berjalan dan berkembang. Hinngga banyak komodi pertanian yang dijalan kan
saat ini, Selama berjalanya waktu banyak pengalaman yang didapat oleh Anggoro
Widyatwoko selama hidupnya bergelut dibidang pertanian, banyak harapan pula
yang diingin untuk memajukan pertanian di Indodensia, khusunya untuk
kesejahteraan petani kecil, Banyak pretasi juga yang diperoleh, salah satunya

13

menjadi tenaga ahli di provinsi Jawa Tengah dan berjabat menjadi ketua asosiasi
petani hortikultura Dinas Petanian Kota Semarang Jawa Tengah.

14

4.2.

Bauran Pemasaran

4.2.1. Produk (Product)


Berdasarkan praktikum, diperoleh informasi bahwa produk yang
dihasilkan oleh kelompok tani dengan produk utamanya yaitu pupuk kompos serta
produk sampingannya yaitu pembibitan, tepung tapioca, peternakan dan
pembudidayaan tanaman buah hal ini merupakan diversifikasi produk sebagai
salah satu strategi pemasaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Hendra (2008) yang
menyatakan bahwa banyak jenis produk yang ditemukan dalam pasar konsumen
dan industri dengan harapan menemukan jalinan antara strategi pemasaran yang
tepat dengan jenis-jenis produk. Dalam melihat peluang untuk memproduksi
produk ini, kelompok tani mempunyai strategi dengan menaikan produksi pada
saat tanggal merah, menjelang liburan dan hari-hari besar. Hal ini sesuai dengan
pendapat (Kotler dan Armstrong, 2008) yang menyatakan bahwa produk adalah
pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu yang biasa ditawarkan sebagai
usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan
keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta
daya beli pasar, produk sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen
melalui hasil produksinya.
Produksi pupuk kompos sido mukti perharinya adalah 2 ton, dengan
berbagi proses yang dilakukan. Kemasan yang dipilih dalam pupuk kompos ini
berupa karung 25 kg dengan sasaran pasar yaitu konsumen kalangan menengah ke
atas. Sedangkan arti merek dan label yang dipilih untuk kemasan pupuk kompos
yaitu Sido Mukti yang berarti ingin memperkenalkan produk-produk atau hasil

15

yang ada pada daerah sido mukti tersebut. Hal ini sesuai dengan pendapat Rina
(2011) yang menyatakan bahwa model kemasan tertentu dapat sebagai ciri
sebagian atau seluruh produk yang dipasarkan perusahaan. Hal ini sesuai dengan
pendapat Suyanto (2007) yang menyatakan bahwa kekuatan dan kelemahan
pemasaran dapat dilihat dari reputasi perusahaan, pangsa pasar, kualitas produk,
keanekaragaman produk, merk, kemasan, ukuran, garansi, kualitas pelayanan, dan
cakupan geografis.
Untuk mempertahankan persepsi konsumen agar tetap menyukai produk
tersebut, kelompok tani selalu menjaga kualitas produk, memberikan pelayanan
yang baik berupa menerima dan menanggapi kritik dan saran dari konsumen
dengan baik. Hal ini sesuai dengan pendapat Rina (2011) yang menyatakan bahwa
untuk mampu menciptakan loyalitas pelanggan tersebut, para pengembang perlu
memiliki suatu strategi pemasaran yang jitu dalam memasarkan produknya,
karena strategi pemasaran juga merupakan alat fundamental yang direncanakan
untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing
yang digunakan untuk melayani pasar sasaran. Sedangkan pelayanan atau jaminan
yang diberikan kelompok tani kepada konsumen yaitu adanya jaminan sertifikasi
pupuk kompos dari perusahaan. Hal ini sesuai dengan pendapat Hendra (2008)
yang menyatakan bahwa produk tidak hanya meliputi fisiknya saja tetapi juga
kemasan, garansi, pelayanan purna jual, merek, nama baik perusahaan, dan nilai
kepuasan. Selain itu, apabila ada pengunjung wisata yang menggunakan bis, maka
crew-crew bis tersebut mendapatkan produk tersebut secara gratis.

16

4.2.2. Harga (Price)


Harga pupuk kompos yang ditetapkan oleh kelompok tani adalah Rp. 700,/kg. Harga yang ditetapkan kelompok tani tersebut berorientasi pada laba, citra
produk, serta guna menjaga loyalitas pelanggan dengan metode penetapan harga
yang digunakan oleh kelompok tani berdasarkan pada indeks harga. Apabila
pemerintah menaikkan UMK (Upah Minimun Kerja) disertai dengan kenaikan
BBM (Bahab Bakar Minyak) maka harga produk akan naik dan sebaliknya
apabila pemerintah menaikkan UMK tidak disertai dengan kenaikan harga BBM
maka harga produk tetap. Hal ini menunjukan bahwa harga akan berubah karena
pengaruh faktor-faktor lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Hendra (2008) yang
menyatakan bahwa harga merupakan elemen yang paling fleksibel di antara
keempat elemen bauran pemasaran. Kebijakan harga yang ditetapkan oleh
perusahaan dipengaruhi oleh kemampuan membeli konsumen, kebijakan
distribusi dan saluran pemasaran, strategi promosi, biaya dikeluarkan, dan
peraturan pemerintah. Hal ini sesuai dengan pendapat Kotler dan Armstrong
(2008) yang menyatakan bahwa jika ada sekelompok pembeli yang bersedia
membayar dengan harga yang tinggi terhadap produk yang ditawarkan maka
perusahaan akan menetapkan harga yang tinggi walaupun kemudian harga
tersebut akan turun (memerah pasar).

4.2.3. Distribusi (Place)

17

Dalam memperlancar arus saluran pemasaran, kelompok tani membuka


beberapa outlet di sekitar daerah semarang dengan pola pemasaran secara
langsung tanpa adanya margin pemasaran. Hal ini sesuai dengan pendapat
Tjiptono (2008) yang menyatakan bahwa saluran distribusi terdiri dari
seperangkat lembaga yang melakukan semua kegiatan yang digunakan untuk
menyalurkan produk dan status pemiliknya dari produsen ke konsumen, dalam
distribusi penyaluran produk dapat disalurkan secara langsung dan tidak langsung.
Outlet yang dibuka oleh kelompok tani SidoMukti terletak di daerah yang cukup
strategis sehingga dapat menyedot pelanggan dalam jumlah banyak. Hal ini sesuai
dengan pendapat Rina (2011) yang menyatakan bahwa lokasi usaha yang berada
di pinggir jalan atau di tempat yang strategis cukup menyedot pengunjung untuk
sekedar mampir dan konsep yang ditawarkan. Kendala yang dihadapi kelompok
tani dalam melakukan kegiatan distribusi produk antara lain berupa kerusakan
kemasan, kemacetan jalan dan persaingan perusahaan besar . Dalam kegiatan
distribusinya, kelompok tani menyediakan pembelian pesan antar. Hal ini
dilakukan agar konsumen semakin puas dengan pelayanan dari kelompok tani
Sido Mukti.

4.2.4. Promosi (Promotion)


Kelompok tani Sido Mukti pernah melakukan promosi dalam penjualan
produk mereka. Pengenalan produk pupuk kompos berkembang melalui mulut ke
mulut dari para konsumen yang sangat loyal terhadap produk pupuk kompos atau

18

produk sampingan lainnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Rina (2011) yang
menyatakan bahwa cara promosi yang dapat dilakukan antara lain dengan promosi
mounth by mounth, mengikuti even-even tertentu, mengadakan diskon kusus pada
saat tertentu, memberi member card pada pelanggan.
Alasan kelompok tani melakukan promosi karena kelompok tani merasa
persaingan pada perusahaan besar semakin banyak dan ketat dalam melakukan
promosi sesuai dengan produknya. Menurut Hendra (2008), faktor-faktor promosi
yang terdapat dalam pemasaran produk terdiri dari tenaga penjualan atau
pelayanan, jumlah, seleksi, pelatihan, insentif, target, jenis media, periklanan,
serta unsur-unsur bauran promosi.

4.3.

Efisiensi Pemasaran dan Profitabilitas

4.3.1

Efesiensi Pemasaran
Efisiensi adalah penggunaan sumber daya secara minimum guna

pencapaian hasil yang optimum. Proses ini memerlukan biaya pemasaran yang
akan digunakan untuk melakukan fungsi-fungsi pemasaran, hal ini perlu adanya
perhatian masalah efisiensi pemasaran agar produk sampai di tangan konsumen
dengan harga yang wajar dan lembaga pemasaran yang terlibat masih mampu
menjalankan fungsi pemasaran secara baik (Tjiptono, 2008). Efisiensi permasaran
pupuk kompos sido mukti termasuk kurang efisien karena tidak menggunakan
teknik promosi seperti iklan, brosur, dan lain-lain. Pupul komposn sidomukti
mengandalkan teknik mouth to mouth untuk memperkenalkan produk pupuknya

19

itu sehingga memberikan keuntungan usaha karena meminimalisir biaya dan


tenaga kerja yang harus dikeluarkan dalam proses pemasaran. Hal ini sesuai
dengan pendapat Anindita (2004) bahwa efisiensi pemasaran merupakan tujuan
utama bagi produsen atau petani untuk meminimalisir biaya, tenaga dan waktu
yang dikeluarkan dalam proses pemasaran. Ada beberapa penyebab ketidak
efisienan pemasaran yaitu a) panjangnya pemasaran b) tingginya biaya
pemasaran dan c) kegagalan pasar.

4.3.2. Profitabilitas
Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk mendapatkan
laba(keuntungan) dalam suatu periode tertentu atau kemampuan suatu perusahaan
dalam menghasilkan keuntungan (profit) pada tingkat penjualan, aset, dan modal
saham tertentu (Husnan, 2001). Pada perusahaan ini, profit margin yang diperoleh
adalah sebesar 24%. Semakin rendah profit marjin, maka semakin efisien system
pemasaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Hanafie (2010) yang menyatakan
bahwa efisiensi pemasaran diukur dari tinggi rendahnya profit marjin pemasaran,
semakin tinggi profit marjin pemasaran maka semakin tidak efisien system
pemasaran tersebut.

20

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.

Kesimpulan
Berdasarkan praktikum manajemen pemasaran yang telah dilakukan

Anggroro Widyatmoko mememiliki Usaha Pembuatan Pupuk Kompos

yang

menghasilkan 2 ton pupuk per hari dan memilik produk unggulan lainya seperti
pembibitan, pembudidayaan tanaman, peternakan dan pembuatan tepung tapioka.
Pemasaran produk pupuk kompos ini memiliki 2 tipe yaitu dengan tidak melalui
saluran pemasaran karena produk dari produsen langsung ke tangan konsumen.
dan dengan pemasok besar yang dikendalikan oleh pemerintah
5.2.

Saran
Dalam praktikum Manajemen Pemasaran ini, sebaiknya perusahaan yang

akan diwawancarai atau sebagai narasumber sudah disediakan atau


direkomendasikan terlebih dahulu. Sehingga praktikan tidak perlu mencari
perusahaa untuk diwawancai, dan lebih efisien dalam hal waktu.

21

DAFTAR PUSTAKA
Agus, S. 2001. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. BPEF, Yogyakarta.
Komalasari, F. 2012. Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian
Produk Handphone Nokia Eseries. Fakultas Ekonomi Universitas
Gunadarma, Depok.
Kotler, P dan Armstrong, G. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Edisi kedua belas
Jilid 1. Erlangga, Jakarta.
Rachmawati, R. 2011. Peranan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) terhadap
Peningkatkan Penjualan (Sebuah Kajian terhadap Bisnis Restoran).
Universitas Negeri Semarang, Semarang.
Ramadhan, W. 2009. Analisis Margin Pemasaran Sapi Potong di Kecamatan
Singosari
Kabupaten
Malang
Provinsi
Jawa
Timur.
http://www.deptan.go.id
Roostika, R. 2012. Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Produk Cindera Mata
terhadap Kepuasan Wisatawan Domestik di Yogyakarta. Universitas
Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Yogyakarta.
Saputra, H. 2008. Analisis Pengaruh Strategi Bauran Pemasaran Terhadap
Keputusan Pembelian Teh Celup Sariwangi Oleh Konsumen Rumah
Tangga di Kota Medan. Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera
Utara, Medan.
Sofjan, S. 2011. Manajemen Pemasaran. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Suyanto, M. 2007. Strategic Management : Global Most Admired Companies.
Yogyakarta : Andi Offset.
Tjiptono, F. 2008. Service Management Mewujudkan Layanan Prima. ANDI,
Yogyakarta.

22

LAMPIRAN
Lampiran 1. Kuisioner
Produk
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Apa jenis produk yang diproduksi?


Bagaimana perusahaan melihat peluang yang ada di pasaran?
Segmen pasar yang seperti apa yang menjadi sasaran pasar atau produk?
Berapa anggaran yang ditetapkan perusahaan untuk sekali produksi?
Berapa jumlah produk yang dihasilkan dalam sekali produksi?
Apa ciri dari produk?
Seperti apa kemasan yang dipilih?
Apa arti dari merek dan label yang dipilih?
Bagaimana perusahaan mempertahankan presepsi konsumen untuk tetap
menyukai produk?
10. Pelayanan atau jaminan apa yang diberikan produsen untuk konsumen?
Price
1. Berapa harga produk yang ditetapkan perusahaan?
2. Apa tujuan harga yang ditetapkan perusahaan? (laba, volume, citra,
stabilitas harga, mancegah masuknya pesaing, serta menjaga loyalitas
pelanggan)
3. Adakah potongan harga yang diberikan perusahaan kepada konsumen
untuk pembelian dengan jumlah tertentu (quantity discounts)?
4. Apa metode penetapan harga yang digunakan oleh perusahaan?
(permintaan, biaya, laba, persaingan, atau kebijakan pemerintah)
5. Apa yang mempengaruhi kebijakan harga yang ditetapkan oleh
perusahaan? (usia produk, diferensiasi produk, kemampuan membeli
konsumen, kebijakan distribusi dan saluran pemasaran, strategi promosi,
biaya yang dikeluarkan, iklim/kondisi ekonomi, atau peraturan
pemerintah)
Place
1. Bagaimana cara perusahaan untuk memperlancar arus saluran pemasaran?
2. Seperti apa pola pemasaran yang dianut oleh perusahaan?
3. Kendala apa saja yang dihadapi oleh perusahaan dalam kegiatan distribusi
produk?

23

Lampiran 1. (Lanjutan)
4. Adakah margin pemasaran?
5. Apakah perusahaan menyediakan pembelian pesan antar?
Promotion
1. Bagaimana cara perusahaan mempromosikan produk?
2. Apa metode penetapan promosi yang digunakan oleh perusahaan?
(personal selling/sales force, Advertising, Sales promotion, Collateral
materials, direct marketing dan public relations)
3. Berapa biaya promosi produk yang dikeluarkan perusahaan?
4. Bagaimana pengaruh biaya promosi terhadap penetapan harga jual
produk?
5. Berapa lama atau seberapa sering (skala waktu) promosi produk yang
dilakukan perusahaan?

24

Lampiran 2. Profil Perusahaan


Lampiran 3 Profitabilitas
Perhitungan Profitabilitas Perusahaan
Margin Laba Kotor
Profit Margin

= Penjualan bersih Harga pokok penjualan x 100%


Penjualan
= (2500 1900) x 15000 x 100%
15000 x 2500
= 9000000 x 100%
37500000
= 0,24 x 100%
= 24 %