Anda di halaman 1dari 14

Tugas Akhir Akuntansi

Perbankan

Prodi : Akuntansi

Oleh : Yoshephine
NIM : 11130210086

Dalam tugas ini saya akan menganalisa laporan keuangan BII


kuartal 3 tahun 2013. Dan sebagai pembandaing, saya akan
membandingkan dengan laporan keuangan Bank Danamon Kuartal 3
tahun 2013. Sebelum mulai menganalisa laporan keuangan BII mari
kita lihat sejarah singkat dari BII.
PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) didirikan 15 Mei 1959.
Setelah mendapatkan ijin sebagai bank devisa pada 1988, BII
mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek
Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia atau BEI) pada tahun
1989. Sejak menjadi perusahaan publik, BII telah tumbuh menjadi
salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia.
Per 30 September 2013, sebesar 88,29% saham BII dimiliki oleh
Malayan Banking Berhad (Maybank), grup keuangan terbesar di
Malaysia.
BII merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia dengan
jaringan internasional yang memiliki 422 cabang termasuk cabang
Syariah dan cabang luar negeri, 1.465 ATM termasuk CDM (Cash
Deposit Machine) BII di seluruh Indonesia, juga terkoneksi dengan
lebih dari 20.000 ATM yang tergabung dalam jaringan ATM PRIMA,
ATM

BERSAMA,

ALTO,

CIRRUS,

dan

jaringan

MEPS

Malaysia,

sekaligus terhubung dengan 3.500 ATM Maybank di Malaysia dan


Singapura serta memiliki kantor luar negeri di Mauritius dan
Mumbai.
Per 30 September 2013, BII mengelola total simpanan nasabah
sebesar Rp96,5 triliun dan total aset sebesar Rp129,8 triliun. BII
menyediakan serangkaian jasa keuangan melalui kantor cabang,
jaringan ATM, phone banking, mobile banking dan internet banking.
BII tercatat di Bursa Efek Indonesia (BNII) dan aktif di sektor
Perbankan Bisnis, Perbankan Ritel dan Perbankan Global.

1. DPK (Dana Pihak Ketiga) perbankan adalah dalam bentuk


tabungan, giro, dan deposito.
Perhitungan DPK= Giro+Deposito+Tabungan
DPK2013 = 15.571.458 + 22.626.004 + 56.433.116
= 94.630.578
DPK2012 = 14.619.306 + 18.766.047 + 51.955.001
= 85.340.354

2. CAR (capital adequacy ratio) kemampuan menyanggah aktiva


bank terutama kredit yang disalurkan dengan sejumlah modal
bank
Perhitungan CAR = (Modal dan Cadangan) / (Giro + Deposito +
Tabungan) x 100%
CAR2013 = (11.955.167) / (15.571.458 + 22.626.004 +
56.433.116)x100%
= 11.955.167 / 94.630.578 x 100%
= 12,6335%
CAR2012 = (9.667.493) / (14.619.306 + 18.766.047 +
51.955.001) x100%
= 9.667.493 / 85.340.354 x 100%
= 11,3281%

standar BI CAR minimal 8% dikatakan Bank sehat


Tabel 1. Matriks Kriteria Peringkat Komponen Permodalan
Rasio
Peringkat
CAR 12%
1
9% CAR < 12%
2
8% CAR < 9%
3
6% < CAR < 8%
4
CAR 6%
5
(Sumber: SE BI No. 6/23/DPNP tahun 2004)

CAR 2013 Bank Danamon = 18,34%

Pada tahun 2013, CAR BII sudah menyentuh peringkat 1 dimana CAR
12% adanya peningkatan dibanding tahun 2012 yang CAR nya hanya
11,3281% ada peningkatan sebesar 1% lebih. Kenyataan bahwa CAR ada
di peringkat 1 artinya bagus, bank ini sehat dari sisi CAR. Jika
dibandingankan dengan CAR bank danamon, CAR bank Danamon lebih
unggul.

3. ROA (return on asset) digunakan untuk mengukur kemampuan


manajemen bank dalam memperoleh laba secara keseluruhan dari
total aktiva yang dimiliki
Perhitungan ROA= (laba bersih (sebelum pajak)) / (total aktiva) x
100%
ROA2013 = (1.562.389 / 129.814.474) x 100%
= 1,2035%
ROA2012 = (1.282.203 / 115.855.514) x 100%
= 1,1067%

Semakin tinggi ROA berarti semakin baik pula posisi


bank tersebut dari segi penggunaan asset.
Tabel 2 Matriks Kriteria Peringkat Komponen ROA
Rasio
Peringka
t
ROA > 1,5%
1
1,25% < ROA 2
1,5%
0,5% < ROA 3
1,25%
0 < ROA 0,5%
4
ROA 0%
5
(Sumber: SE BI No. 6/23/DPNP tahun 2004)

ROA Bank Danamon 2013 = 3,47%


Kemampuan manajemen untuk memperoleh keuntungan secara
keseluruhan meningkat walau sedikit dari tahun sebelumnya. ROA berada
pada peringkat 3, dimana kurang sehat kalau dilihat melalui peringkat.
Jika dibandingkan bank danamon lebih unggul dalam ROA.

4. RASIO NIM (net interest margin) mengindikasikan kemampuan


bank menghasilkan pendapatan bunga bersih dengan penempatan
aktiva produktif
Perhitungan NIM= (pendapatan bunga - beban bunga)<<
(pendapatan bunga bersih) / pinjaman bank untuk nasabah x100%
NIM2013 = 4.339.835 / 88.721.533 x 100%
= 0,048915 x 100%
= 4,8915%
NIM2012 = 3.944.216 / 79.050.892 x 100%
= 0,049894 x 100%
= 4,9894%
Tabel 3 Matriks Kriteria Peringkat Komponen NIM/NOM
Rasio

Peringka
t

NIM > 3%

2% < NIM 3%

1,5% < NIM 2%

1% < NIM 1,5%

NIM 1%

(Sumber: SE BI No. 6/23/DPNP tahun 2004)

NIM Bank Danamon 2013 = 8,6%


Dapat dilihat adanya penurunan NIM pada tahun 2013 senilai 0,1%
namun dari tingkat peringkat kedua tahun masuk ke peringkat 1. Jika
dibandingan dengan NIM bank Danamon, NIM BII jauh lebih rendah.

5. BOPO (beban operasional terhadap pendapatan


operasional) yaitu perbandingan antara beban operasional
dibanding pendapatan operasional. Ratio ini berguna untuk
mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam
melakukan kegiatan operasinya.
Perhitungan BOPO= (beban operasional / pendapatan operasional)
x 100%
BOPO 2013
= (8.620.647 / 9.955.590) x 100%
= 86,591%
BOPO 2012
= (7.618.869 / 8.746.866) x 100%
= 87,1039%

Semakin tingga rasio BOPO menunjukkan semakin tidak


efisien biaya operasional bank.
Tabel 4. Matriks Kriteria Peringkat Komponen BOPO
Rasio

Peringka
t

BOPO 94%

94%
95%

<

BOPO

95%
96%

<

BOPO

96%
97%

<

BOPO

BOPO > 97%

(Sumber: SE BI No. 6/23/DPNP tahun 2004)

BOPO Bank Danamon 2013 = 81,37%


Bisa dilihat bahwa BOPO kedua tahun berada pada peringkat 1 dan
adanya penurunan rasio BOPO dari tahun sebelumnya. Berarti BOPO
menunjukkan semakin rendah rasio maka semakin efisien biaya
operasional Bank. Jika dibandingkan dengan Bank Danamon, BOPO dari BII
tidak berbeda terlalu jauh, hanya sekitar 5% perbedaannya, meskipun
begitu, semakin baik jika BOPO semakin rendah. Tetapi belum tentu bagus
kalau BOPO rendah.

6. LDR (Loan to deposit ratio) mengukur komposisi kredit yang


diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan
modal sendiri. menunjukkan seberapa jauh kemampuan bank
dalam membayar kembali penarikan dana yang dilakukan deposan
dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber
likuiditasnya.
Perhtungan LDR= (jumlah kredit yang diberikan) / (total dana
pihak ketiga + pinjaman + modal inti) x 100%
LDR2013 = (88.721.533 / (94.630.578 + 2.643.894 +
10.374.724)) x 100%
= (88.721.533 / 107.649.196) x 100%
= 82,4172%
LDR2012 = (79.050.892 / (85.340.354 + 2.492.079 + 7.706.937))
x 100%
= (79.050.892 / 95.539.370) x 100%
= 82,7416%

Tabel 5. Matriks Kriteria Peringkat Komponen LDR


Rasio

Peringka
t

LDR 75%

75% < LDR 85%

85% <
100%

LDR

100%
120%

LDR

<

LDR > 120%

(Sumber: SE BI No. 6/23/DPNP tahun 2004)

LDR Bank Danamon 2013 = 99%


Bisa dilihat bahwa rasio LDR BII berada pada peringkat 2. Ada
penurunan LDR dari tahun 2012 ke tahun 2013. Berarti bank ini cukup
sehat karena telah memenuhi kriteria. Jika dibandingkan dengan LDR
Bank Danamon, LDR BII sudah cukup baik meskipun di peringkat kedua,
namun LDR Bank Danamon berada di peringkat ketiga.

7. RR ratio (reserve requirement) adalah dana cadangan yang


berbentuk tunai dan digunakan untuk menjaga keselamatan bank,
baik jangka panjang maupun jangka pendek.
Perhitungan RR ratio= (kas + giro BI) / kredit yang diberikan
RR ratio 2013 = ((2.026.098 + 11.790.760) / 88.721.533 )x
100%
= 0,1557 x 100%
= 15,57%
RR ratio 2012 = ((1.920.998 + 13.454.313) / 79.050.892) x
100%
= 0,19449 x 100%
= 19,449%
Bank ini sehat walau adanya penurunan RR dari tahun 2012 ke 2013
sebesar hampir 4%. Menurut BI, bank umum wajib memelihara RR/GWM
dalam rupiah yang ditetapkan sebsar 5% dari dana pihak ketiga.

8. NPL (non performing loan) adalah istilah umum di dunia


perbankan yang artinya adalah tingkat presentase pegembalian
kredit dari nasabah.
Perhitungan NPL= (Kredit bermsalah / total kredit)
NPL2013 = 90.912.051 / 88.721.533
= 1.024%
NPL2012 = 73.472.718 / 79.050.892
= 0.929%

NPL Bank Danamon 2013 = 2,17%


Batas maksimal NPL yang disyaratkan oleh Bank Indonesia sebesar
5%. Dengan demikian BII dapat menyalurkan kredit secara maksimal.
Walaupun adanya peningkatan sebesar 0,1% dari tahun 2012 ke 2013.
Jika dibandingkan dengan NPL Bank Danamon, NPL BII sudah baik karena
semakin rendah NPL, Bank tersebut dapat menyalurkan kredit secara
maksimal.

9. CASA (Current Account Savings Account) semakin tinggi


CASA berarti porsi deposit yang ada pada bank berasal dari Giro
dan tabungan. Ini berarti bahwa bank mendapatkan uang dengan
biaya yang rendah, karena tidak ada bunga yang dibayarkan pada
rekening giro dan bunga yang biasanya dibayarkan pada rekening
tabungan biasanya rendah.
Perhitungan CASA= (Giro / Tabungan) x 100%
CASA2013

= (15.571.458 / 22.626.004) x100%


= 0,6882 x 100%
= 68,82%

CASA2012

= (14.619.306 / 18.766.047) x 100%


= 0,779 x 100%
= 77,9%

CASA Bank Danamon 2013 = 71,99%


Artinya bahwa Giro menurun dari tahun 2012 ke 2013 sebesar 9%.
Berarti masyarakat lebih memilih untuk menabungan tabungan daripada
menabung di giro. jika dibandingkan dengan CASA Bank Danamon, maka
pada BII masyarakat lebih memilih untuk menabung tabungan daripada
memilih Giro.
Kemudian menghitung CASA terhadap total DPK
Tahun 2013

= (38.197.462 / 94.630.578) x 100%


= 40,36%

Tahun 2012

= (33.385.353 / 85.340.354) x 100%


= 39,12%

Pada tahun 2013 dana CASA berkontribusi 40,36% terhadap dana


pihak ketiga dan tahun 2012 dana casa berkontribusi sebesar 39,12%
terhadap dana pihak ketiga dengan demikian secara keseluruhan dana
pihak ketiga mengalami peningkatan sebesar 9.290.224.

10.
Cash Ratio mengukur kemampuan bank melunasi
kewajiban yang harus segera dibayar dengan harta likuid
bank.
Perhitungan CR= asset likuid / pinjaman jangka pendek x100%
Asset Likuid: Kas+Penempatan pada BI+Penempatan pada Bank
Lain
Pinjaman jangka pendek: Giro+tabungan+kewajiban segera
CR2013 = (2.026.098 + 11.790.760 + 6.611.768 )/ (15.571.458
+ 45.498 + 22.626.004) x 100%
= (20.428.626 / 38.242.960) x 100%
= 53,41%
CR2012 = (1.920.998 + 13.454.313 + 5.028.738) / (14.619.306
+ 956.442 + 18.766.047) x 100%
= (20.404.049 / 34.341.795) x 100%
= 59,41%

CR Bank Danamon 2013 = 32.09%


Adanya penurunan Cash Ratio dari tahun 2012 ke tahun 2013.
Dengan rasio demikian makan dapat disimpulkan bahwa kesanggupan BII
untuk mengembalikan/membayar/menutupi kewajiban lancarnya kurang
baik walaupun 50% lebih. Jika dibandingkan dengan Cash Ratio Bank
Danamon, Cash Ratio BII sudah baik.

11.

Earning Asset

Earning Asset 2013 = 1.581.934


Earning Asset 2012 = 708.175

Earning Asset Bank Danamon 2013 = 4.524.156


Dari sebagian laporan diatas, dapat disimpulkan bahwa Aset
Produktif BII semunya L (Lancar)berarti bagus karena memenuhi
komponen aktiva produktif. Jika dibandingkan dengan Earning
Asset Bank Danamon, Bank Danamon memiliki 1 aktiva produktif
dimana DPK (Dalam Perhatian Khusus) tetapi BII L (lancar) semua.

Apakah Bank ini Sehat?


Untuk mengatahui apakah bank ini sehat saya akan
menggunakan analisis CAMELS

CAR = Pada tahun 2013, CAR BII sudah menyentuh peringkat 1 dimana
adanya peningkatan dibanding tahun 2012 yang
CAR nya hanya 11,3281% ada peningkatan sebesar 1% lebih.
CAR 12%

ROA = Kemampuan manajemen untuk memperoleh keuntungan


secara keseluruhan meningkat walau sedikit dari tahun
sebelumnya. ROA berada pada peringkat 3, dimana kurang
sehat kalau dilihat melalui peringkat.
NIM = adanya penurunan NIM pada tahun 2013 senilai 0,1% namun
dari tingkat peringkat kedua tahun masuk ke peringkat 1.
BOPO = BOPO kedua tahun berada pada peringkat 1 dan adanya
penurunan rasio BOPO dari tahun sebelumnya. Berarti BOPO
menunjukkan semakin rendah rasio maka semakin efisien
biaya operasional Bank.
LDR = rasio LDR BII berada pada peringkat 2. Ada penurunan LDR
dari tahun 2012 ke tahun 2013. Berarti bank ini cukup sehat
karena telah memenuhi kriteria.
Kesimpulan saya mengenai sehat tidaknya BII adalah cukup sehat
ada 3 point yang menduduki peringkat 1, kemudian ada 1 point yang
menduduki peringkat 2 dan 1 point menduduki peringkat 3.

INVESTASI?
Jika saya seorang investor, saya tidak mau berinvestasi pada BII
karena sebagai investor saya mau kalau bank yang saya akan
investasikan semua point kesehatannya menduduki peringkat 1.

*Bersama dengan Analisis Laporan keuangan ini, saya lampirkan pula


Laporan Keuangan BII Kuartal 3 tahun 2013.