Anda di halaman 1dari 14

PENYUSUNAN ANGGARAN SEBAGAI ALAT MANAJEMEN DALAM MENCAPAI TUJUAN DALAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Tugas Akhir Mata Kuliah Sistem Pengendalian Manajemen

A. PENDAHULUAN

Penyusunan anggaran pada perusahaan berhubungan erat dengan manajemen karena kaitannya dengan penyusunan rencana (planning), pengkoordinasian kerja (coordinating), dan pengawasan kerja (controlling). Oleh sebab itu, penyusunan anggaran merupakan salah satu alat yang penting untuk digunakan manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Realisasi yang baik belum tentu dapat dilakukan meskipun penyusunan anggaran sudah dilakukan sebaik mungkin tanpa ada pengelolaan manajemen yang baik. Manajemen dibutuhkan oleh semua organisasi, karena tanpa manajemen semua usaha akan sia-sia dan pencapaian tujuan akan lebih sulit. (Handoko, 2008) Untuk mencapai kesejahteraan, setiap perusahaan memiliki tujuan, baik itu tujuan jangka panjang atau tujuan jangka pendek. Tujuan jangka panjang dari perusahaan adalah untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan dan tujuan jangka pendek dari perusahaan adalah untuk mendapat keuntungan. Semakin besar keuntungan yang didapatkan maka semakin besar juga tingkat keberhasilan manajemen dalam pencapaian tujuan perusahaan. Penyusunan anggaran sering diartikan sebagai perencanaan laba (proft planing), agar laba yang ditargetkan dapat dicapai, maka penyusunan anggaran perusahaan untuk memperkirakan rencana yang akan dilakukan. Dengan penyusunan anggaran dan evaluasi anggaran tahun sebelumnya maka akan dapat diperkirakan keuntungan yang akan didapatkan perusahaan pada periode tersebut. Suatu anggaran operasi biasanya meliputi waktu satu tahun dan menyatakan pendapatan dan beban yang direncanakan untuk tahun itu. Dalam perencanaan laba, manajemen menyusun rencana operasional yang implikasinya dinyatakan dalam laporan laba rugi jangka pendek dan jangka panjang, neraca kas dan modal kerja yang diproyeksikan dimasa yang akan datang.

Setelah suatu rencana kerja dipilih untuk mencapai sasaran anggaran, manajer yang berperan untuk melaksanakan rencana kerja tersebut memerlukan sumber daya, untuk memungkinkannya mencapai sasaran anggaran.

B. LANDASAN TEORI

1. Perencanaan dan Pengendalian Laba Untuk membantu menilia kinerja perusahaan, manajemen harus bisa mencapai target laba yang telah ditentukan oleh perusahaan, oleh karena itu, rencana yang rinci sangat membantu dalam mewujudkannya. Perencanaan merupakan rencana kerja perusahaan untuk mencapai target laba yang ditetapkan dan juga untuk mempertimbangkan pemilik wewenang dan tanggung jawab dalam pelaksanaannya. Dalam perencanaan laba, manajer dapat menentukan aktivitas- aktivitas perusahaan untuk mencapai target laba yang telah berjalan dengan baik. Dalam perencanaan laba melibatkan kegiatan seperti penetapan tujuan dan target laba yang realistis serta cara untuk mencapainya. Laba dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya, menghilangkan pengulangan pekerjaan serta ketidakkonsistenan. Perencanaan laba menetapkan target laba yang juga mempertimbangkan penjualan dan biaya yang diharapkan untuk tahun depan dan periode yang lebih lama. Dalam pencapaian suatu target laba yang telah ditentukan oleh perusahaan, manajemen harus mengadakan pengendalian laba. Pengendalian laba dapat membantu perusahaan dalam mengukur dan mengevaluasi kinerja aktual dari setiap bagian organisasi suatu perusahaan, kemudian melaksanakan tindakan perbaikan apabila diperlukan. Perencanaan dan pengendalian laba tergantung pada keyakinan bahwa manajemen dapat merencanakan dan mengendalikan tujuan jangka

panjang perusahaan dengan membuat keputusan yang baik secara terus menerus (Welsch, Hilton, Gordon 2000). Perencanaan dan pengendalian laba yang menyeluruh memfokuskan pada pelaporan kinerja dan evaluasi kinerja untuk menentukan penyebab kinerja yang tinggi dan yang rendah. Karakteristik penting dari laporan kinerja suatu perencanaan dan pengendalian laba adalah sebagai berikut :

a. Kinerja diklasifikasikan menurut tanggung jawab yang dibebankan.

b. Hal-hal yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan harus ditentukan.

c. Dibuat laporan yang tepat waktu.

d. Penekanan diberikan pada perbandingan antara hasil yang

direncanakan dengan yang aktual. Menurut Supriyono (1993) laba perusahaan merupakan selisih antara penghasilan penjualan di atas semua biaya dalam periode akuntansi tertentu. Oleh karena itu perencanaan laba untuk periode akuntansi tertentu akan berhubungan dengan perencanaan atas penghasilan penjualan dan atas biaya pada periode akuntansi yang bersangkutan. Setiap organisasi yang ingin bertahan, tumbuh ataupun menginginkan bekerjanya organisasi secara lancar memerlukan adanya manajemen yang baik. Dalam menciptakan suatu manajemen yang baik, organisasi tentu saja harus memperhatikan dan melaksanakan fungsifungsi manajemen dengan baik pula. Fungsi manajemen menururt Hani Handoko (2008:21) adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Perencanaan merupakan fungsi manajemen yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan organisasi dalam rangka pencapaian tujuannya secara efektif dan efisien. Sesuai dengan fungsi manajemen, yaitu fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian, anggaran pun demikian. Hal ini disebabkan karena anggaran sebagai alat manajemen dalam melaksanakan fungsinya. Aspek lain yang penting dari perencanaan dengan menggunakan anggaran adalah

perencanaan dana yang tersedia seefisien mungkin. Semua belanja membutuhkan dana dan dana adalah sumber daya yang langka. Oleh karena itu, penyusunan anggaran harus memperhitungkan berbagai kemungkinan belanja dana yang ada dan menentukan kemungkinan mana yang paling menguntungkan bagi perusahaan. Jadi, salah satu fungsi anggaran adalah menentukan rencana belanja dan sumber dana yang ada seefisien mungkin. (Nafarin, 2007:28). Setiap organisasi ingin mencapai tujuannya dengan menggunakan sumber daya dalam organisasi secara efektif dan efisien. Setelah melakukan perencanaan atas kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan

untuk mencapai tujuannya, organisasi juga harus melakukan pengendalian atas kegiatan-kegiatan tersebut. Karena berhasil tidaknya kegiatan perencanaan kerja tergantung kepada efektivitas pengendalian yang dilakukan oleh organisasi. Nafarin (2007:30) menjelaskan bahwa “pengendalian berarti mengevaluasi (menilai) terhadap pelaksanaan pekerjaan dengan cara :

a. Membandingan realisasi dengan rencana (anggaran)

b. Melakukan tindakan perbaikan bila dipandang perlu atau bila terdapat

penyimpangan merugkan. Menurut Welsch (2000:5) pengawasan dan pengendalian didefinisikan sebagai proses mengukur dan mengevaluasi kinerja aktual dari setiap bagian organisasi dari suatu perusahaan dan kemudian melaksanakan tindakan perbaikan apabila diperlukan. Oleh karena itu, anggaran dijadikan pegangan sebagai alat pengendalian oleh manajer yang bertanggung jawab menjalankan operasi untuk mengadakan penilaian dari hasil yang dicapainya. Pendapatan sesungguhnya yang diperoleh maupun beban sesungguhnya yang dikorbankan dapat dinilai dengan baik atau buruk bila dikaitkan dengan data yang telah dianggarkan dan perubahan kondisi sejak anggaran disusun.

2. Anggaran Penganggaran atau anggaran belanja perusahaan pada hakekatnya

dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk laporan yang disusun secara sistematis yang berisi tentang rencana kegiatan perusahaan yang dinilai dengan keuangan untuk periode waktu tertentu di masa yang akan datang. Pengertian anggaran menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:

a. Gunawan Adisaputro dan Marwan Asri (2008) mendefinisikan “Anggaran adalah suatu pendekatan yang formal dan sistematis daripada pelaksanaan tanggung jawab manajemen didalam perencanaan, koordinasi dan pengawasan.”

b. Rudianto (2009) mengungkapkan pengertian anggaran sebagai berikut “Anggaran adalah rencana kerja organisasi di masa mendatang yang diwujudkan dalam bentuk kuantitatif, formal dan sistematis.”

c. Munandar (2001) “Business Budget atau Budget (anggaran) ialah rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi kegiatan perusahaan dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang.”

d. Jae K. Shim dan Joel G. Siegel (2000) mengungkapkan “Suatu anggaran merupakan titik fokus dari keseluruhan proses perencanaan dan pengendalian anggaran membantu manajer dalam merencanakan kegiatan dan memonitor kinerja operasi serta laba yang dihasilkan oleh pertanggungjawaban.”

3. Manfaat Anggaran Menurut Agus Ahyari (2008) penggunaan anggaran dalam perusahaan akan mendapatkan manfaat sebagai berikut :

a. Terdapatnya Perencanaan Terpadu Dengan menggunakan anggaran, perusahaan dapat menyusun perencanaan seluruh kegiatan secara terpadu. Hal ini dimungkinkan karena dengan mempergunakan anggaran berarti seluruh kegiatan dalam perusahaan akan “disentuh” oleh anggaran perusahaan.

b. Terdapatnya Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Perusahaan

Kegiatan yang ada dalam perusahaan dapat dilaksanakan dengan lebih

pasti karena dapat mendasarkan diri kepada anggaran yang telah ada.

c. Terdapatnya Alat Koordinasi dalam Perusahaan

Penyusunan anggaran akan meliputi seluruh kegiatan yang ada,

dengan demikian akan melibatkan seluruh bagian dalam perusahaan.

Pelaksanaan kegiatan dengan mempergunakan anggaran sebagai

pedoman akan berarti melakukan kegiatan dalam perusahaan dibawah

koordinasi yang baik.

d. Terdapatnya Alat Pengawasan yang Baik

Jika perusahaan sedang menyelesaikan suatu kegiatan, maka

manajemen perusahaan dapat membandingkan pelaksanaan kegiatan

dengan anggaran yang telah ditetapkan dalam perusahaan.

e. Terdapatnya Alat Evaluasi Kegiatan Perusahaan

Dalam jangka waktu tertentu manajemen perusahaan akan dapat

menyusun evaluasi kegiatan yang telah dilakukan oleh perusahaan

tersebut dengan mempergunakan anggaran sebagai alat evaluasi.

4. Jenis-Jenis Anggaran

a. Anggaran Penjualan Anggaran penjualan merupakan suatu penentuan jumlah unit penjualan yang diperkirakan akan dijual di dalam suatu perusahaan untuk periode yang akan datang. Dengan demikian, maka dari anggaran penjualan yang disusun tersebut akan dapat diketahui proyeksi penerimaan pendapatan perusahaan dari penjualan produk serta jumlah unit untuk masing-masing jenis produk yang dijual.

b. Anggaran Produksi Anggaran produksi dapat disusun setelah mengetahui berapa besar rencana penjualan untuk masing-masing produk. Rencana penjualan ini dapat dilihat dalam anggaran penjualan. Berdasarkan rencana penjualan yang telah tersusun tersebut serta dengan mempertimbangkan perubahan persediaan produk akhir yang ada , maka anggaran produksi akan dapat disusun.

c. Anggaran Bahan Baku Penyusunan anggaran bahan baku akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah mengidentifikasi tingkat penggunaan bahan baku atau yang disebut dengan material usage rate. Apabila tingkat

penggunaan bahan baku ini telah diketahui, maka dengan mempergunakan data anggaran produksi (dimana diketahui jumlah yang akan diproduksi selama satu periode) maka akan dapat disusun jumlah unit kebutuhan bahan baku untuk keperluan proses produksi.

d. Anggaran Tenaga Kerja Langsung Tenaga kerja langsung akan sangat perlu pula untuk dikendalikan biayanya, karena tenaga kerja langsung ini juga merupakan salah satu unsur pembentuk harga pokok produksi.

e. Anggaran Biaya Overhead Pabrik Biaya Overhead Pabrik merupakan komponen ketiga di dalam penyusunan perhitungan besarnya harga pokok produksi. Biaya overhead pabrik terdiri dari seluruh biaya yang terjadi di dalam pabrik kecuali biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

f. Anggaran Persediaan Anggaran persediaan merupakan anggaran yang merencanakan secara terperinci berapa nilai persediaan pada periode yang akan datang. Pada perusahaan manufaktur persediaan yang ada terdiri dari 3 jenis, yakni persediaan material, persediaan barang setengah jadi, persediaan barang jadi.

g. Anggaran Biaya Non Produksi Anggaran Biaya non Produksi merupakan sruktur terinci yang tidak termasuk dalam biaya-biaya produksi. Selain itu biaya non produksi ini hanya sebagai penunjang kegiatan produksi sehingga tidak akan mempengaruhi penjualan yang sudah dianggarkan dan kebutuhan persediaan.

h. Anggaran Pengeluaran Modal Anggaran Pengeluaran Modal merupakan anggaran yang mengumpulkan laba sebanyak-banyaknya dengan mengeluarkan semua aktiva atau modal yang dimiliki. Oleh karena itu dalam anggaran ini harus sangat teliti dalam mengambil keputusan untuk menghindari kerugian yang sangat besar.

i. Anggaran Kas Anggaran Kas merupakan anggaran yang sederhana menunjukkan saldo awal kas, ditambah kas masuk yang diantisipasi lebih, dikurangi pengeluaran kas yang diantisipasi, saldo kas lebih atau kurang maupun yang akan mungkin perlu dipinjam.

j. Anggaran Rugi-Laba Anggaran Rugi-Laba merupakan hasil akhir dari semua anggaran operasional seperti penjualan, harga pokok penjalan, biaya komersil dan biaya adminstrasi dan keuangan diringkas dalam laporan laba-rugi dianggarkan.

k. Anggaran Neraca Anggaran Neraca adalah neraca yang memberikan gambaran saldo akhir aktiva, utang, dan modal yang diantisipasi jika rencana yang dianggarkan terlaksana dengan baik.

Anggaran Perubahan Posisi Keuangan adalah memuat mengenai rencana perubahan aktiva, utang, dan modal perusahaan selama periode yang dianggarkan untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan.

C. ANALISIS MASALAH

Dalam melaksanakan kegiatan pada perusahaan manufaktur yaitu

mengolah bahan baku menjadi produk jadi membutuhkan penyusunan rencana

anggaran perusahaan. Dalam beberapa perusahaan, perencanaan anggaran tidak

selalu sama dengan realisasinya. Maka untuk mempermudah pembuatan rencana

dan pengendalian laba dibuatlah suatu anggaran yang dapat digunakan untuk

pengendalian laba. Rencana manajemen mengenai kegiatan perusahaan di masa

yang akan datang pada umumnya dituangkan di dalam anggaran yang berisi

taksiran pendapatan dan biaya yang akan dikeluarkan untuk mendapatkan laba.

Laba dipengaruhi oleh harga jual produk, biaya dan volume penjualan. Dengan

adanya berbagai macam anggaran yang digunakan dalam perencanaan laba, maka

perusahaan dapat melakukan pengendalian laba agar tidak mengalami kerugian.

disamping itu juga harus diperhatikan tentang manajemen perusahaan, karena

anggaran yang baik dan sempurna tidak akan menjamin bahwa pelaksanaan serta

realisasinya nanti juga akan baik dan sempurna tanpa dikelola oleh manajer yang

terampil dan berbakat.

D. PEMBAHASAN

Anggaran produksi adalah perencanaan dan pengorganisasian sebelumnya

mengenai orang-orang, bahan-bahan, mesin-mesin, dan peralatan lain serta modal

yang diperlukan untuk memproduksi barang pada suatu priode tertentu dimasa

depan sesuai dengan apa yang dibutuhkan atau diramalkan. Dan adapun tujuan

dari perencanaan produksi adalah sebagai berikut :

a. Untuk mencapai tingkat keuntungan tertentu, misalnya berapa hasil yang

diproduksi supaya dapat dicapai tingkat keuntungan dengan persentase

tertentu dari keuntungan setahun terhadap penjualan yang diinginkan.

b. Untuk menguasai pasar tertentu, sehingga hasil perusahaan ini tetap

mempunyai market share tertentu.

c. Untuk mengusahakan supaya perusahaan pabrik ini bekerja pada tingkat efisien tertentu.

d. Untuk mengusahakan dan mempertahankan supaya pekerjaan dan kesempatan kerja yang sudah ada dapat sernakin berkembang.

Suatu produksi dapat berjalan dengan lancar apabila interaksi antara faktor-faktor produksi yang digunakan. Apabila hal tersebut dilakukan dengan sempurna maka akan menghasilkan output yang baik. Dengan adanya pengaturan dalam faktor- faktor produksi tersebut dapat diperbaiki tingkat efektifitas dan efisiensi proses produksi yang akhirnya tujuan manajemen produksi akan dapat dicapai dengan baik. Pengolahan faktor-faktor produksi yang ada sebaiknya dilakukan berdasarkan kesempatan yang dimiliki selanjutnya dipilih kesempatan yang mana dapat dicapai, sebenarnya sangat banyak kesempatan terbuka untuk dilaksanakan, tetapi karena adanya keterbatasan dalam faktor-faktor produksi, maka harus dilakukan suatu prosedur sesuai dengan jenis usaha dan kegiatan yang dilakukan. "Secara formal dapat dinyatakan bahwa prosedur merupakan bagian dari urutan kronologis dan cara yang ditetapkan untuk melaksanakan suatu pekeljaan. Urutan kronologis tugastugas merupakan ciri khas dari setiap prosedur, sebuah prosedur menunjukkan bagaimana masing-masing tugas akan dilaksanakan dan siapa yang akan melaksanakannya". Untuk itu peranan prosedur perencanaan produksi dalam setiap perusahaan sangat besar, karena seluruh tugas yang dilakukan dalam proses produksi harus ditetapkan dalam rencana. Dalam menetapkan prosedur perencanaan maka pimpinan harus memperhatikan tahapan-tahapan sebagai berikut:

a. Menetapkan tujuan maupun serangkaian tujuan

b. Merumuskan keadaan saat ini

c. Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan

d. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk mencapai

tujuan Untuk dapat membuat suatu perencanaan yang baik haruslah diperhatikan masalah yang terdapat didalam perusahaan dan masalah-masalah yang datangnya

dari luar perusahaan. Masalah tersebut seperti kapasitas mesin dan peralatan produktifitas, tenaga kerja, kemampuan pengadaan, dan penyediaan bahan baku yang merupakan variabel-variabel dibawah kekuasaan pimpinan perusahaan. Sedangkan masalah yang datang dari luar perusahaan berupa kebijaksanaan

pemerintah, inflasi, bencana alam, dan sebagainya. Selain dari masalah diatas, perlu juga dipertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:

a. Sifat dari proses produksi Sifat dari proses produksi dapat dibedakan atas proses:

1. Proses produksi terputus-putus (intennitten proces). Proses yang aliran barang baku sampai menjadi produksi akhir perusahaan tidak mempunyai pola yang pasti atau berubah-ubah contohnya perusahaan percetakan, jasa, reprerasi, pabrik, kapal, dan sebagainya.

2. Proses produksi terus menerus (continuous process) Pada perusahaan yang menyusun perencanaan produksi yang berdasarkan proses produksi terus menerus, melakukan perencanaan produksinya berdasarkan ramalan penjualan, dimana kegiatan produksi tidak dilakukan menurut pesanan akan tetapi untuk memenuhi pasar dan jumlah yang besar, serta berulang- ulang dalam jangka waktu tertentu.

b. Jenis dan mutu barang yang diproduksi Ada beberapa hal yang mengenai jenis dan sifat produksi yang perlu diketahui dan diperhatikan perusahaan dalam menyusun perencanaan produksi:

1. Mempelajari dan menganalisa jenis barang yang diproduksi sejauh mungkin

2. Apakah produk yang diproduksi itu merupakan konsumen goods.

3. Sifat dan produksi yang akan dihasilkan apakah merupakan barang yang akan tahan lama atau tidak.

c.

Jenis barang yang.diproduksi

Jika akan dihasilkan barang yang baru maka diadakan riset pendahuluan

mengenal:

1. Lokasi perusahaan, apakah perlu diletakkan berdekatan dengan

sumber bahan mentah ataukah dekat dengan pasar.

2. Jumlah barang yang akan diproduksi

3. Sifat permintaan barang ini apakah musiman atau sepanjang masa.

4. Dalam hal-hal yang dibutuhkan untuk memulai produksi tersebut.

F. KESIMPULAN

Anggaran (budget) merupakan hasil kerja (out put) yang terutama berupa

taksiran-taksiran yang akan dilaksanakan diwaktu yang akan datang. Kegunaan

anggaran yang pokok adalah sebagai pedoman kerja, sebagai alat

pengkoordinasian kerja serta sebagai alat pengawasan kerja. Bilamana

dibandingkan dengan fungsi-fungsi manajemen tersebut, nampaklah bahwa

budget mempunyai kaitan yang sangat erat dengan manajemen, khususnya yang

berhubungan dengan penyusunan rencana (planning), pengkoordinasian kerja

(coordinating), dan pengawasan kerja (controling).

Anggaran produksi dapat disusun setelah mengetahui berapa besar rencana

penjualan untuk masing-masing produk. Rencana penjualan ini dapat dilihat

dalam anggaran penjualan. Berdasarkan rencana penjualan yang telah tersusun

tersebut serta dengan mempertimbangkan perubahan persediaan produk akhir

yang ada , maka anggaran produksi akan dapat disusun.

G. SARAN

a. Dapat dilakukan peningkatan dalam perencanaan dan pengendalian laba

perusahaan dengan selalu memperhatikan kondisi-kondisi yang

mendukung sistem anggaran dan melibatkan bagian dalam organisasi

sehingga dapat mencapai target sesuai yang diinginkan perusahaan.

b. Perbedaan antara anggaran dengan realisasi harus terus diawasi dan setiap

penyimpangan yang terjadi dianalisis guna memahami penyebabnya dan

dapat

memperbaikinya.

mengetahui

tindakan

apa

yang

harus

dilakukan

untuk

Referensi

Anthony, N. Robert, and Vijay Govindarajan. “Sistem Pengendalian Manajemen” Edisi 11. Jakarta: Penerbit Salemba Empat., 2005.

Narumondang Bulan Siregar, 2003, ”Penyusunan Anggaran Perusahaan Sebagai Alat Manajemen Dalam Pencapaian Tujuan”, Aksara Baru, Jakarta

Handoko Hani. 2008. Manajemen Edisi 2. Yogyakarta : BPFE.

Welsch,

Glenn.

“Pengertian

Penganggaran”.

25

Mei

2015.

https://kinanzahirah.wordpress.com/2012/10/03/penganggaran/