Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Berkembangnya

ilmu

pengetahuan

dan

teknologi

merupakan

ciri

dari

perkembangan zaman. Dewasa ini banyak sekali teknologi-teknologi yang dapat


dikatakan terbarukan, tidak hanya karena tampilan atau bahan penyusun yang mendukung
teknologi tersebut namun fungsi dan peran teknologi itu juga sangat diperhatikan di
zaman yang maju ini.
Begitu pula di bidang elektronika, efek dari perkembangan zaman dan kemajuan
teknologi sangatlah dirasakan, karena bidang elektronika adalah salah satu bidang yang
sangat mencolok dalam mengikuti perkembangan zaman ini. Elektronika Digital
merupakan sebuah cabang dari bidang elektronika yang sangat rajin membuat terobosanterobosan baru selaras dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini.
Elektronika Digital dapat diaplikasikan dalam bebragai macam bidang kehidupan
sehari-hari, ataupun pada suatu hal lainnya. Sebut saja TPS (Tempat Pemungutan Suara)
merupakan salah satu tempat yang dapat menjadi tempat diaplikasikannya ilmu dalam
bidang Elektronika Digital, seperti membuatkan alat untuk dapat menghitung jumlah
pemilih yang sudah memberikan hak suaranya di TPS.
Dengan prinsip kerja Binary Counter yang dapat dibuat dengan memadukan sensor,
Binary Counter oleh IC TTL maupun CMOS dan LED/Seven Segment sebagai display,
alat ini bukan tidak mungkin dapat dibuat.
1.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan alat ini adalah sebagai berikut :
- Mengaplikasikan IC TTL dalam sebuah alat yang nyata.
- Memberikan pemahaman lebih untuk mengetahui prinsip Kerja Binary
Counter.
- Memenuhi tugas akhir mata kuliah Elektronika Digital.
1.3 Manfaat
Manfaat dari pembuatan Alat ini adalah sebagai berikut :
1. Dapat membantu dalam proses rekapitulasi pemilih dalam TPS.
2. Dapat memberikan informasi kepada pemilih mengenai jumlah pemilih yang telah
memilih di TPS

BAB II
PEMBAHASAN
11

2.1 DASAR TEORI


Secara singkat rangkaian ini bekerja menggunakan sensor sebagai masukkannya,
selanjutnya hasil keluaran dari sensor digunakan untuk men-triger clock pada masukkan
IC 74LS192, dimana IC ini berfungsi sebagai counter. Selanjutnya sinyal ini diproses
dimana keluaran yang berupa sinyal kode BCD diproses kembali oleh IC 74LS47 yang
merupakan driver untuk keluarannya yang berupa 7 Segment.
A. Diagram Blok

INPUT
SENSOR

PROSES
RANGKAIAN COUNTER BCD BCD
to 7 SEGMENT DRIVER

OUTPUT
7 SEGMENT

2.1 PENJELASAN BAGIAN


1. Sensor
a. Resistor
11

Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat atau


membatasi aliran listrik yang mengalir dalam suatu rangkain elektronika.
Sebagaimana fungsi resistor yang sesuai namanya bersifat resistif dan termasuk
salah satu komponen elektronika dalam kategori komponen pasif. Satuan atau
nilai resistansi suatu resistor di sebut Ohm dan dilambangkan dengan simbol
Omega (). Sesuai hukum Ohm bahwa resistansi berbanding terbalik dengan
jumlah arus yang mengalir melaluinya. Selain nilai resistansinya
(Ohm) resistor juga memiliki nilai yang lain seperti nilai toleransi dan kapasitas
daya yang mampu dilewatkannya. Semua nilai yang berkaitan dengan resistor
tersebut
penting
untuk
diketahui
dalam
perancangan
suatu
rangkaian elektronika oleh karena itu pabrikan resistor selalu mencantumkan
dalam kemasan resistor tersebut.

b. LED
LED
(Light
Emitting
Dioda)
adalah dioda yang
dapat memancarkan
cahaya pada saat
mendapat arus bias
maju (forward bias).
LED (Light Emitting
Dioda)
dapat
memancarkan cahaya
karena menggunakan dopping galium, arsenic dan phosporus. Jenis doping yang
berbeda diata dapat menhasilkan cahaya dengan warna yang berbeda. LED (Light
Emitting Dioda) merupakann salah satu jenis dioda, sehingga hanya akan
mengalirkan arus listrik satu arah saja. LED akan memancarkan cahaya apabil
diberikan tegangan listrik dengan konfigurasi forward bias. Berbeda dengan dioda
pada umumnya, kemampuan mengalirkan arus pada LED (Light Emitting Dioda)
cukup rendah yaitu maksimal 20 mA. Apabila LED (Light Emitting Dioda) dialiri
arus lebih besar dari 20 mA maka LED akan rusak, sehingga pada rangkaian LED
dipasang sebuah resistor sebgai pembatas arus. Simbol dan bentuk fisik dari LED
(Light Emitting Dioda) dapat dilihat pada gambar berikut.
LED Dari gambar diatas dapat kita ketahui bahwa LED memiliki kaki 2
buah seperti dengan dioda yaitu kaki anoda dan kaki katoda. Pada gambar diatas
11

kaki anoda memiliki ciri fisik lebih panjang dari kaki katoda pada saat masih baru,
kemudian kaki katoda pada LED (Light Emitting Dioda) ditandai dengan bagian
body LED yang di papas rata. Kaki anoda dan kaki katoda pada LED (Light
Emitting Dioda) disimbolkan seperti pada gambar diatas. Pemasangan LED (Light
Emitting Dioda) agar dapat menyala adalah dengan memberikan tegangan bias
maju yaitu dengan memberikan tegangan positif ke kaki anoda dan tegangan
negatif ke kaki katoda.
c. Photodioda
Photodioda adalah suatu jenis dioda yang resistansinya berubah-ubah kalau
cahaya yang jatuh pada dioda berubahubah intensitasnya.Dalam gelap nilai
tahanannya sangat besar hingga praktis tidak ada arus yang mengalir.Semakin
kuat cahaya yang jatuh pada dioda maka makin kecil nilai tahanannya, sehingga
arus yang mengalir semakin besar. Jika photodioda persambungan p-n
bertegangan balik disinari, maka arus akan berubah secara linier dengan kenaikan
fluks cahaya yang dikenakan pada persambungan tersebut.
Photodioda terbuat dari bahan semikonduktor. Biasanya yang dipakai adalah
silicon (Si) atau gallium arsenide
(GaAs), dan lain-lain termasuk indium
antimonide (InSb), indium arsenide
(InAs), lead selenide (PbSe), dan timah
sulfide (PBS). Bahan-bahan ini
menyerap cahaya melalui karakteristik
jangkauan
panjang
gelombang,
misalnya: 250 nm ke 1100 untuk nm
silicon, dan 800 nm ke 2,0 m untuk
GaAs.
Dioda foto adalah jenis dioda yang
berfungsi mendeteksi cahaya. Berbeda
dengan
diode
biasa,
komponen elektronika ini
akan
mengubah cahaya menjadi arus listrik. Cahaya yang dapat dideteksi oleh diode
foto ini mulai dari cahaya infra merah, cahaya tampak,ultra ungu sampai
dengan sinar-X. Aplikasi diode foto mulai dari penghitung kendaraan di jalan
umum secara otomatis, pengukur cahaya pada kamera serta beberapa peralatan di
bidang medis.
d. LM358
Pengujat operaasional adalah suatu rangkaian elektronika yang di kemas
dalam bentuk rangkaian terpadu (IC). Perangkat ini sering di gunakan sebagai
penguat sinya-sinyal, baik yang linier maupun non linier terutama dalam system
sistem pengaturan dan pengendalian, instrumentasi, komputasi analog.
Keuntungan dari pemakaian penguat operasional ini adalah karakteristiknya yang
mendekati ideal sehingga dalam merancang rangkaian yang menggunakan

11

penguat ini lebih mudah dan juga karena penguat ini bekerja pada tingkatan ysng
cukup dekat dengan karakteristik kerjanya.
LM358 merupakan rangkaian terintegrasi yang memiliki dua penguat
operasional. Terdiri dari 4 masukan, memiliki faktor penguatan yang besar dan
frekuensi internal yang berubah-ubah, yang mana di desain secara spesifik untuk
beroperasi dari sebuah power supply melalui sebuah range tegangan. IC ini
memilliki spesifikasi sebagi berikut :
1)
Frekuensi internal yang dapat di ubah untuk penguatanya.
2)
Penguatan tegangan yang besar (100dB).
3)
Memiliki besar range tegangan antara 3V-32V.
4)
Arus bias input rendah (20nA).
5)
Arus offset input rendah (2nA).
6)
Tegangan offset input rendah (2mV).
7)
Tegangan output besar, berkisar 0 sampai (Vcc-1,5V).

e. 74LS14 (IC Schmitt Trigger)


Schmitt trigger merupakan suatu rangkaian yang dapat mendeteksi tegangan
input yang melintasi suatu perangkat tertentu. Selain itu schmitt trigger sangat
berguna untuk pengkondisi sinyal segitiga ataupun bentuk gelombang lainnya,
maka output schmitt trigger akan menghasilkan suatu keluaran gelombang
segiempat dengan pinggiran naik dan pinggiran turun yang tajam.
IC 74LS14 merupakan salah
satu jenis IC yang telah terpaket
yang terdiri dari 6 buah inverter
dengan schmitt trigger. Fungsi
dari IC 74LS14 adalah sebagai
pembalik dan pemantap atau
untuk mendeteksi taraf dan
membentuk kembali pulsa
pulsa yang buruk pada bagian tepinya (membentuk sinyal kotak).

2. Rangkaian Counter BCD


a. IC 74LS192

11

Komponen utama IC 74LS192 adalah sebuah up/down decade counter, yaitu


sebuah komponen yang dapat melakukan pencacahan sampai 10 (0 sampai 9) naik
dan turun. Komponen 16 pin ini cukup banyak dapat dijumpai di toko komponen
elektronika. 74LS192 dibangun dengan beberapa flip-flop JK dan gerbanggerbang logik. Transisi logik dari 0 ke 1 (Low to High) pada pin UP (pin 5),
menyebabkan keluaran BCD (binary code decimal) QA,QB,QC dan QD menaik 1
digit.
Demikian juga jika ada transisi logik 0 ke 1 pada pin DN (pin 4),
menyebabkan keluaran BCD turun 1 digit. Ada baiknya jika dijelaskan sedikit
tentang aturan dari BCD seperti yang ada pada tabel disebelah ini. Pada tabel ini
ditunjukkan kode biner 4 bit QD .. QA me-representasikan kode desimal dari 0
hingga 9.
Agar dapat dimengerti oleh orang
yang melihatnya, kode biner ini diubah
untuk men-drive LED 7 segment
dengan menggunakan komponen IC
74LS47. Dengan demikian, rangkaian
ini dapat menampilkan angka desimal
yang sesuai. Pada rangkaian ini dipakai
LED 7 segment Common Anoda,
dimana semua anoda dari masingmasing LED segment-nya terhubung
menjadi satu dan mendapat suplai Vcc. Untuk menyalakan satu segmentnya, pin
LED 7 segment yang bersangkutan harus di-sink (short) ke ground melalui sebuah
resistor. Resistor yang digunakan adalah 100 Ohm dan ini sudah cukup terang
untuk menyalakan segment LED ini. Untuk lebih jelas, diagram LED 7 segment
itu ditunjukkan pada kedua gambar di atas.

11

IC
74LS192
dilengkapi
juga
dengan pin keluaran
CO (Carry Out) dan
BO (Borrow Out)
yang masing-masing
adalah normally
high dan
bekerja
secara
terpisah.
Transisi
keluaran
desimal dari 9 ke 0
(counting up) mentrigger pin CO mengeluarkan pulsa 0 ke 1 (Low to High). Sebaliknya transisi
desimal dari 0 ke 9 (counting down), men-trigger pin BO mengeluarkan pulsa 0
ke 1. Dengan demikian kedua keluaran ini dapat dipakai sebagai trigger
clock untuk tingkat pencacahan berikutnya. Seperti contoh pada rangkaian-1 di
bawah ini, 2 buah IC 74LS192 di-cascade untuk membuat pencacah nilai satuan
dan puluhan. Pembaca dengan mudah tentu dapat melanjutkannya jika perlu
membuat pencacah tingkat berikutnya untuk nilai ratusan, ribuan dan seterusnya.
b. IC 74LS247
IC Dekoder BCD ke 7 Segmen 74LS247 berfungsi untuk mengubah data
input yang berupa sandi BinaryCoded Decimal (BCD) menjadi sandi yang sesuai
dengan format 7 segmen. Dekoder BCD ke 7 segmenIC 74LS247 ini digunakan
untuk mengubah data bcd 4 bit dari mikrokontroleratau perangkat digital lain
menjadi sinyal atau logika yang bisa digunakan untuk menyalakan penampil 7
segmen sesuai nilai dari data BCD inputnya. IC Dekoder 74LS247 mempunyai 4
buah data masukan, masing-masing A, B, C, dan D tujuh buah keluaran yaitu : a,
b, c, d, e, f dan beberapa kaki untuk kendali yaitu , RB In (RBI), RB Out (RBO).
Untuk mengoperasikan IC dekoder 74LS247 agar keluaran a g menghasilkan
tampilan desimal dari data BCD pada masukan A0 A3 maka kaki dan BI diberi
logika tinggi kemudian data BCD diberikan pada kaki-kaki A0 A3. Fasilitas
(Lamp Test digunakan untuk mengetes kondisi penampil 7 segmen. Fasilitas BI
(Blanking Input) berfunsi untuk meniadakan data masukan dan memberikan
tampilan blank pada penampil 7 segmen. Output dekoder IC 74LS247 pada jalur a
f dihubungkan ke jalur input penampil 7 segmen.

11

Fungsi kaki IC dekoder BCD Ke 7 Segmen 74LS247 adalah sebagai berikut:


1. Kaki A0 A3 berfungsi sebagai jalur masukan data BCD 4 bit.
2. Kaki RBI berfungsi sebagai masukan kontrol Riple Blanking Input.
3. Kaki berfungsi sebagai masukan kontrol Lamp Test.
4. Kaki BI berfungsi sebagai masukan kontrol Blanking Input atau Riple
Blanking Output.
5. Kaki a g berfungsi sebagai keluaran untuk penampil 7 segmen
common anode.
IC Dekoder BCD ke 7 Segmen 74LS247 dioperasikan dengan sumber tegangan
DC +5 volt sama seperti IC TTL.

3. Output Display
a. Seven Segment
Seven Segment adalah tujuh segmen-segmen yang digunakan menampilkan
angka. Seven segment merupakan display visual yang umum digunakan dalam
dunia digital. Seven segment sering dijumpai pada jam digital, penujuk antrian,
diplay angka digital dan termometer digital. Penggunaan secara umum adalah
untuk menampilkan informasi secara visual mengenai data-data yang sedang
diolah oleh suatu rangkaian digital.
Seven segmen ini tersusun atas 7 bbuah LED yang disusun membentuk angka
8 yang penyusunnya menggunakan diberikan lebel dari a sampai g dan satu
lagi untuk dot point (DP). Setiap segmen ini terdiri dari 1 atau 2 Light Emitting
Diode ( LED ). salah satu terminal LED dihubungkan menjadi satu sebagai kaki
common.

11

Bentuk logika dan alur perubahan data dari biner menjadi tampilan desimal di
tunjukan pada gambar di bawah ini.

BAB III
RANCANGAN ALAT
3.1 Gambar Skematik Rangkaian
1. Sensor

2. Rangkaian Counter BCD (Binary Coded Desimal)


11

3. Rangkaian Output

3.2 Daftar Komponen Elektronika


Berikut adalah table dari komponen Elektronika yang digunakan dalam
membuat alat :
No

Komponen

Keterangan
11

Jumlah

Resistor

2
3
4
5
6
7
8
8

Trimmer Potensiometer
IR LED
Photodioda
LM358
SN74LS14
SN74LS192
SN74LS247
7 Segment Common Anode

Switch

220
1K
100k
Normaly ON
Normaly OFF

3
1
1
1
1
1
1
3
3
3
1
1

3.3 Prinsip Kerja Alat


Secara Umum prinsip kerja dari alat ini adalah mengubah sinyal input dari
sensor yang masuk kedalam rangkaian Counter BCD, lalu dari rangkaian tersebut
ditampilkan dalam output display pada seven segment.
Namun dalam hal khusus untuk alat ini, saya mencoba menerapkan prinsip
kerja tersebut dalam suatu rancangan khusus, dalam hal ini adalah miniature dari
sebuah TPS (Tempat Pemungutan Suara). Dengan tujuan mengaplikasikan
rangkaian elektronika digital pada kehidupan sehari-hari.
Penjelasan dari prinsip kerja alat ini, sebagai berikut :
1. Orang yang telah menyalurkan hak suaranya di TPS akan berjalan melalui
pintu keluar TPS, yang sebenarnya merupakan sensor dari alat penghitung
pemilih ini.
2. Kemudian sensor mendeteksi adanya inputan, sehingga input dari sensor
diubah menjadi sinyal digital.
3. Sinyal yang dikirim oleh sensor akan diterjemahkan oleh rangkaian utama
dari counter BCD.
4. Setelah diterjemahkan pada rangkaian utama, maka hasilnya akan
ditampilkan oleh output display pada alat ini, yakni pada Seven Segmen.
5. Dengan begitu setiap orang yang telah menyuarakan hak nya (telah
memilih) akan dapat dapat dihitung jumlahnya oleh alat ini.
6. Ketika waktu penyelenggaraan pemilihan telah selesai, alat ini dapat di
reset kembali oleh tombol reset, juga dapat dinonaktifkan dengan tombol
power.

11

11