Anda di halaman 1dari 2

KONSEP INDIVIDU DAN KOMUNITAS DALAM ANTROPOLOGI EDITH STEIN

Oleh:
RATADIAJO MANULLANG

Manusia itu unik. Keunikan ini tampak dalam hidup manusia itu sendiri yakni
keberadaannya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai makhluk individu,
manusia berdiri sendiri, otonom dan mandiri. Sebagai makhluk sosial, dia selalu ditemukan
ada bersama dengan makhluk lain. Manusia semakin menyempurnakan diri ketika berelasi
dengan orang lain.
Edith Stein memaparkan pemikirannya tentang individu dan komunitas secara lebih
mendalam. Gagasannya termuat dalam pernyataan bahwa hakekat manusia pertama-tama
tidak didasarkan pada persamaan akan hal-hal yang berasal dari luar diri manusia, melainkan
pada keunikan yang terdapat dalam dirinya sebagai individu. Keunikan menjadi daya hidup
masing-masing individu sekaligus menjadi daya hidup (lifepower) komunitas. Selanjutnya
Edith Stein menjelaskan bahwa hakekat manusia tidak hanya berpartisipasi dalam forma
universal kemanusiaan, tetapi juga bahwa diri masing-masing individu mempunyai forma
individu dan itulah yang membedakannya secara jelas dengan individu lain. Namun kedua
forma (universal dan individual) tidak hadir sebagai bagian yang berdiri sendiri tetapi
memiliki kesatuan yang sama untuk menciptakan forma substansi tunggal dengan esensi
keunikan manusia itu sendiri. Masing-masing pribadi sudah memiliki esensi dalam dirinya
sendiri dan esensi ini disebut Edith Stein sebagai forma individu.
Melalui pemikiran-pemikiran yang tertuang dalam beberapa karya utama terkait
dengan individu dan komunitas, penulis hendak melihat lebih jauh pandangan Edith Stein di
atas dan implikasinya terhadap kehidupan manusia itu sendiri. Menurut penulis, Edith Stein
telah memberikan sumbangan pemikiran yang baru dan lebih mendalam mengenai eksistensi
manusia. Dia ingin menunjukkan bahwa manusia tidak hanya manusia yang berdiri sendiri
(individualisme), juga tidak melulu komuniter (kolektivisme), melainkan makhluk individu
sekaligus makhluk sosial. Keberadaan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
ini harus ditelusuri secara lebih mendalam. Dengan demikian manusia mampu menempatkan
keberadaannya di tengah-tengah makhluk yang lain yakni bahwa individu merupakan subjek
dan sebagai makhluk sosial merupakan intersubjek. Selain itu, keberadaan manusia sebagai
makhluk individu dan makhluk sosial harus ditelusuri secara lebih mendalam sehingga
memiliki pendasaran ontologis dan praktis.

Pandangan Edith Stein tentang individu dan komunitas merupakan suatu upaya
pencarian akan hakekat terdalam keberadaan manusia. Ketika manusia dipandang hanya
sebagai makhluk individu, maka yang menjadi penghambat adalah keberadaan makhluk yang
lain. Demikian sebaliknya, ketika manusia dipandang hanya sebagai makhluk sosial, manusia
akhirnya kehilangan jati diri sebagai makhluk individu. Pada gilirannya, inilah yang
menjelaskan mengapa pandangan Edith Stein tentang individu dan komunitas akhirnya
menjadi problematis.
Kata kunci: Individu, kesadaran, aku murni, daya hidup (lifepower), pengalaman,
subjektivitas, intersubjektivitas, komunitas.

Anda mungkin juga menyukai