Anda di halaman 1dari 31

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Landasan Teori

2.1.1. Penerimaan Pajak


Penerimaan pajak adalah penghasilan yang diperoleh oleh pemerintah yang
bersumber dari pajak rakyat. Tidak hanya sampai pada definisi singkat di atas bahwa
dana yang diterima di kas negara tersebut akan dipergunakan untuk pengeluaran
pemerintah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, sebagaimana maksud dari
tujuan negara yang disepakati oleh para pendiri awal negara ini yaitu
menyejahterakan rakyat, menciptakan kemakmuran yang berasaskan kepada keadilan
sosial.
Untuk dapat mencapai tujuan ini, negara harus melakukan pembangunan
di segala bidang. Sebagai sebuah negara yang berdasarkan hukum material/sosial,
Indonesia menganut prinsip pemerintahan yang menciptakan kemakmuran rakyat.
Dalam hal ini, ketersediaan dana yang cukup untuk melakukan pembangunan
merupakan faktor yang sangat penting. Dalam menjamin ketersediaan dana untuk
pembangunan ini, salah satu cara yang dilakukan pemerintah adalah dengan
melakukan pemungutan pajak.
Andriani dalam Barata dan Ardian (1989) mendefinisikan pajak sebagai iuran
kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terhutang oleh yang wajib
membayarnya menurut peraturan-peraturan, dengan tidak mendapatkan prestasi

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
8
nearly all Windows platforms, simply open the document
you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

kembali, yang langsung dapat ditunjuk, dan yang gunanya adalah untuk membiayai
pengeluaran-pengeluaran

umum

berhubung

dengan

tugas

negara

untuk

menyelenggarakan pemerintahan. Sedangkan pajak menurut Soemitro dalam Suharno


(2003) adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada kas negara untuk
membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk public saving yang
menurut sumber utama untuk membiayai public investment.
Apabila ditelaah lebih dalam ternyata di dalam definisi pajak tersebut
terkandung maksud:
1. Iuran yang dapat dipaksakan, pemerintah dapat memaksa wajib pajak untuk
memenuhi kewajibannya dengan menggunakan surat paksa dan sita. Kelalaian
dan pelanggaran yang dilakukan oleh wajib pajak dapat dikenakan hukuman
(sanksi) berupa hukuman denda, kurungan maupun penjara.
2. Setiap wajib pajak yang membayar iuran/pajak kepada negara tidak akan
mendapat balas jasa yang langsung dapat ditunjukkan. Tetapi imbalan yang secara
tidak langsung diperoleh Wajib Pajak berupa pelayanan pemerintah yang
ditujukan kepada seluruh masyarakat melalui penyelenggaraan sarana irigasi,
jalan, sekolah, dan sebagainya.
Dalam

rangka

penerimaan

pajak

perlu

diketahui

teori-teori

yang

melatarbelakangi dilakukannya pemungutan pajak, sebagaimana diungkapkan


Rimsky dalam Suharno (2003), yaitu:

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

1. Teori Asuransi.
Dalam teori ini ditekankan mengenai keadilan dan keabsahan pemungutan pajak
seperti yang berlaku dalam perjanjian asuransi, di mana perlindungan yang
diberikan oleh negara kepada warganya dalam bentuk keselamatan dan keamanan
jiwa serta harta benda diperlukan suatu pembayaran dalam bentuk pajak.
2. Teori Kepentingan.
Penekanan teori ini adalah mengenai keadilan dan keabsahan pemungutan pajak
berdasarkan besar kecilnya kepentingan masyarakat dalam suatu negara.
3. Teori Bakti.
Negara mempunyai hak utuk memungut pajak dari warganya sebagai tindak
lanjut

teori

kepentingan

dalam

hal

penyediaan

fasilitas

umum

yang

diselenggarakan oleh negara.


4. Teori Daya Pikul.
Keadilan dan keabsahan negara dalam memungut pajak dari warganya didasarkan
pada kemampuan dan kekuatan masing-masing anggota masyarakatnya, dan
bukan pada besar kecilnya kepentingan.
5. Teori Daya Beli.
Keadilan dan keabsahan pemungutan pajak yang dilakukan negara ini lebih
cenderung melihat aspek akibat yang baik terhadap kedua belah pihak
(masyarakat dan negara) sehingga negara dapat memanfaatkan kekuatan dan
kemampuan beli (daya beli) masyarakat untuk kepentingan negara yang pada
akhirnya akan dikembalikan atau disalurkan kembali kepada masyarakat.

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

Beberapa faktor yang berperan penting dalam menjamin optimalisasi


penerimaan pajak adalah:
1. Kejelasan dan

Kepastian Peraturan Perundang-undangan dalam Bidang

Perpajakan
Secara formal, pajak harus dipungut berdasarkan undang-undang demi
tercapainya

keadilan

dalam

pemungutan

pajak

(No

taxation

without

representation atau Taxation without representation is robbery) (Mayhew,


1750). Namun, keberadaan undang-undang saja tidaklah cukup. Undang-undang
haruslah jelas, sederhana dan mudah dimengerti, baik oleh fiskus, maupun oleh
pembayar pajak. Timbulnya konflik mengenai interpretasi atau tafsiran mengenai
pemungutan pajak akan berakibat pada terhambatnya pembayaran pajak itu
sendiri.
2. Tingkat Intelektualitas Masyarakat
Sejak tahun 1984, sistem perpajakan di Indonesia menganut prinsip Self
Assessment. Prinsip ini memberikan kepercayaan penuh kepada pembayar pajak
untuk melaksanakan hak dan kewajibannya dalam bidang perpajakan, seperti
yang tertuang dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 2007 Pasal 4 ayat (1)
menyatakan:

wajib

pajak

wajib

mengisi

dan

menyampaikan

Surat

Pemberitahuan dengan benar, lengkap, jelas, dan menandatanganinya. Sementara


di Pasal 12 ayat (1) dinyatakan: setiap wajib pajak wajib membayar pajak yang
terutang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan,
dengan tidak menggantungkan pada adanya surat ketetapan pajak. Dalam hal ini,

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

pembayar pajak mengisi sendiri Surat Pemberitahuan (SPT) yang dibuat pada
setiap akhir masa pajak atau akhir tahun pajak. Selanjutnya, fiskus melakukan
penelitian dan pemeriksaan mengenai kebenaran pemberitahuan tersebut. Dengan
menerapkan prinsip ini, pembayar pajak harus memahami peraturan perundangundangan mengenai perpajakan sehingga dapat melakukan tugas administrasi
perpajakan. Untuk itu, intelektualitas menjadi sangat penting sehingga tercipta
masyarakat yang sadar pajak dan mau memenuhi kewajibannya tanpa ada unsur
pemaksaan. Namun, semuanya itu hanya dapat terjadi bila memang undangundang itu sendiri sederhana, mudah dimengerti, dan tidak menimbulkan
kesalahan persepsi.
3. Kualitas Fiskus (Petugas Pajak)
Kualitas fiskus sangat menentukan di dalam efektivitas pelaksanaan peraturan
perundang-undangan di bidang perpajakan. Bila dikaitkan dengan optimalisasi
target penerimaan pajak, maka fiskus haruslah orang yang berkompeten di bidang
perpajakan, memiliki kecakapan teknis, dan bermoral tinggi.
4. Sistem Administrasi Perpajakan yang Tepat
Seberapa besar penerimaan yang diperoleh melalui pemungutan pajak juga
dipengaruhi oleh bagaimana pemungutan pajak itu dilakukan. Menurut Smith
(1901), pemungutan pajak hendaknya didasarkan atas empat asas, yaitu:
a. Equity/Equality di mana keadilan merupakan pertimbangan penting dalam
membangun sistem perpajakan. Dalam hal ini, pemungutan pajak hendaknya

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

dilakukan seimbang dengan kemampuannya. Negara tidak boleh melakukan


diskriminasi di antara sesama pembayar pajak.
b. Certainty, yaitu pajak yang harus dibayar haruslah terang (certain) dan tidak
mengenal kompromis (not arbitrary). Kepastian hukum harus tercermin
mengenai subyek, obyek, besarnya pajak dan juga ketentuan mengenai
pembayaran.
c. Convenience adalah pajak harus dipungut pada saat yang paling baik bagi
pembayar pajak, yaitu saat diterimanya penghasilan.
d. Economy, yaitu pemungutan pajak hendaknya dilakukan sehemat-hematnya.
Biaya pemungutan hendaknya tidak melebihi pemasukan pajaknya.
Keempat asas di atas sebenarnya sudah tercakup dalam sasaran dari reformasi
perpajakan di Indonesia. Menurut Rosdiana dan Tarigan (2005), enam sasaran utama
yang dilakukan pemerintah pada tahun 1984 dalam reformasi perpajakan mencakup:
1. Penerimaan negara dari sektor perpajakan menjadi bagian dari negara yang
mandiri dalam rangka pembiayaan pembangunan nasional.
2. Pemerataan dalam pengenaan pajak dan keadilan dalam pembebanan pajak.
3. Menjamin adanya kepastian.
4. Sederhana.
5. Menutup peluang penghindaran pajak dan/atau penyelundupan pajak oleh wajib
pajak dan penyalahgunaan wewenang oleh petugas pajak.
6. Memberikan dampak yang positif dalam bidang ekonomi.

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

Pada tahun 2007 pemerintah dalam hal ini Departemen Keuangan melalui
Direktorat Jenderal Pajak kembali melakukan reformasi perpajakan dengan tetap
dilatarbelakangi semangat empat azas di atas. Tahapan reformasi dibagi menjadi dua
jilid. Reformasi Jilid Satu meliputi tiga kegiatan utama yaitu modernisasi administrasi
perpajakan, reformasi kebijakan serta intensifikasi dan ekstensifikasi melalui kegiatan
pemberian pelayanan yang lebih baik, terpadu dan personal dengan konsep One Stop
Service, pelayanan oleh petugas Account Representative, pemanfaatan IT dalam
layanan e-filing, e-SPT, e-registration, dan pembentukan call center untuk pelayanan
informasi dan pengaduan. Selain itu, rasa keadilan juga dirasakan Wajib Pajak
melalui tindakan penegakan hukum seperti pemeriksaan, penagihan dan penyidikan
yang lebih transparan dan profesional serta penerapan dan penegakan good
governance di semua lini. Reformasi Jilid Dua dengan fokus utama pada dua hal,
yaitu Sistem dan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dan Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK). Reformasi Jilid Dua terdiri dari beberapa kegiatan, antara lain
pengembangan SDM melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi pegawai,
kegiatan Mapping, Profiling dan Benchmarking yang terotomasi, penyempurnaan
pelayanan pembayaran dan kegiatan perbaikan yang meliputi aspek core business
DJP melalui program yang disebut Project for Indonesia Tax Administration Reform
(PINTAR).
PINTAR merupakan program penyempurnaan sistem administrasi perpajakan
untuk mendukung reformasi administrasi yang dilakukan DJP. Program ini
mengadopsi "best practice" sistem administrasi perpajakan di dunia baik dalam aspek

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

pelayanan perpajakan maupun pengawasan kepatuhan. Program PINTAR yang


dimulai pertengahan tahun 2009 dan akan berakhir tahun 2013 bertujuan
menyediakan layanan perpajakan lebih baik dengan memperbaiki tata kelola
administrasi yang lebih transparan dan akuntabel yang pada akhirnya akan
meningkatkan kepatuhan sukarela Wajib Pajak.
Dalam Siaran Pers Direktorat Jenderal Pajak tanggal 22 Juni 2009 tersebut,
PINTAR dibagi ke dalam 4 (empat) komponen, yaitu:
1. Komponen A: Penyempurnaan Sistem dan Proses Bisnis Utama (Core Business
Process)
Komponen ini bertujuan memperbaiki manajemen registrasi Wajib Pajak,
pengolahan surat pemberitahuan pajak dan pembayaran pajak, pembuatan
rekening (Tax Account) Wajib Pajak, pengembangan manajemen dokumen dan
pengembangan Arsitektur Sistem Teknologi Informasi yang terintegrasi.
2. Komponen B: Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
Komponen ini mencakup: (a) perbaikan penerapan manajemen SDM dan analisa
terhadap kebijakan dan regulasi tentang SDM; (b) peningkatan kemampuan
program peningkatan kapasitas (capacity building) yang berkaitan dengan
masalah teknis perpajakan, manajemen umum, dan manajemen perubahan; dan
(c) perbaikan tata kelola melalui peningkatan akuntabilitas dan integritas.
3. Komponen C: Kepatuhan Perpajakan
Komponen ini berkonsentrasi pada masalah pemeriksaan dengan sistem seleksi
audit berdasarkan resiko, sistem pengawasan penagihan, dan keberatan dan

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

banding dengan mengembangkan sistem paperless yang terintegrasi dengan


sistem rekening Wajib Pajak, juga dengan Sistem Informasi Pengadilan Pajak.
4. Komponen D: Manajeman Perubahan
Komponen ini membantu dalam manajemen proyek melalui asistensi teknis yang
mencakup

program

manajemen

perubahan

(change

management)

yang

di dalamnya termasuk kegiatan komunikasi internal dan eksternal serta


pelaksanaan survei untuk memperoleh feedback.
Semua langkah optimalisasi penerimaan pajak di atas beserta turunannya pada
prinsipnya bertujuan untuk memenuhi sumber penerimaan negara yang terdapat
dalam APBN, yaitu Penerimaan Dalam Negeri yang di dalamnya terdapat akun
Penerimaan Perpajakan. Penerimaan Perpajakan diartikan sebagai penerimaan yang
berasal dari pendapatan pajak dalam negeri dan pendapatan pajak perdagangan
internasional. Khusus Pendapatan Pajak Dalam Negeri dibagi menjadi Pendapatan
PPh, PPN, PPnBM, PBB, BPHTB dan Cukai, APBN 2007-2010.
Dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak menangani pendapatan pajak dalam
negeri selain cukai. Di tahun 2010 kontribusi pajak dalam APBN (pendapatan pajak
dalam negeri selain cukai) sekira Rp 733,24 triliun atau 77% lebih dari Penerimaan
Negara sebesar 948,2 triliun, Sinar Indonesia Baru, 2009. Berdasarkan Laporan
Rencana Penerimaan Pajak tahun 2010 pendapatan pajak dalam negeri selain cukai
yang dialokasikan untuk Kanwil DJP Sumut I sebesar 8,839 triliun. Sumber-sumber
penerimaan pajak tahun 2010 Kanwil DJP Sumut I dapat dijelaskan pada tabel
sebagai berikut:

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

Tabel 2.1. Rencana Penerimaan Pajak Kanwil DJP Sumut I Tahun 2010
(dalam jutaan rupiah)

No.

Jenis Pajak
1

A.
1

PAJAK PENGHASILAN
Pajak Penghasilan Non Migas
1.1. PPh Pasal 21
1.2. PPh Pasal 22
1.3. PPh Pasal 22 Impor
1.4. PPh Pasal 23
1.5. PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi

11,551.32
26,473.23
6,763.60
6,906.83

KPP
Pratama
Mdn
Belawan
3

KPP
Pratama
Medan
Timur
4

KPP
Pratama
Binjai
5

52,909.43
5,321.75
23,149.85
14,268.85

28,874.79
15,174.69
66,569.74
13,112.31

70,292.31
15,182.72
577.95
9,036.93

KPP
Pratama
Mdn
Polonia
6

KPP
Pratama
Medan
Kota
7

119,560.41
25,044.85
23,027.33
25,736.99

30,081.29
11,997.16
23,841.23
11,169.42

KPP Madya
Medan *
8

KPP
Pratama
Medan
Petisah
9

KPP
Pratama
Lubuk
Pakam
10

696,563.14
36,712.67
278,031.83
420,452.17

50,449.48
17,292.29
16,773.21
18,094.11

93,540.38
15,195.33
35,717.94
27,446.66

Jumlah
12

1,153,822.56
168,394.69
474,452.67
546,224.27

8,678.73

3,208.49

19,189.62

3,960.30

43,750.52

32,684.67

0.00

17,063.52

5,885.12

134,420.96

1.6. PPh Pasal 25/29 Badan

70,231.19

56,150.71

36,542.07

1,714.99

128,494.88

33,138.23

1,747,039.02

28,962.07

32,546.27

2,134,819.42

1.7. PPh Pasal 26

25,078.17

8,879.09

812.22

194.40

113.05

196.90

250,736.25

75.81

6,821.24

292,907.12

1.8. PPh Final dan Fiskal LN

34,806.32

12,483.95

33,666.13

40,162.16

163,175.32

43,487.41

1,065,565.61

71,856.81

48,335.67

1,513,539.37

1.9. PPh Non Migas Lainnya

0.19

30.36

44.62

16.57

10.99

2.34

0.00

0.00

12.85

117.93

190,489.57

176,402.48

213,986.18

141,138.32

528,914.35

186,598.64

4,495,100.69

220,567.30

265,501.46

6,418,699.00

2.1. PPh Minyak Bumi

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

2.2. PPh Gas Alam

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

2.3. PPh Lain Minyak Bumi

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

2.4. PPh Lainnya Gas Alam

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

Jumlah Penghasilan Migas

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

190,489.57

176,402.48

213,986.18

141,138.32

528,914.35

186,598.64

4,495,100.69

220,567.30

265,501.46

6,418,699.00

Jumlah Penghasilan Non Migas


2

KPP
Pratama
Medan
Barat
2

Pajak Penghasilan Migas

JUMLAH A

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click print, select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

Universitas Sumatera Utara

Lanjutan Tabel 2.1


B.

PPN DAN PPnBM


1. PPN Dalam Negeri
2. PPN Impor
3. PPnBM Dalam Negeri
4. PPnBM Impor

E.

127,943.24

99,246.12

57,060.43

94,929.87

(342,602.72)

173,160.90

184,077.72

277,328.21

11,013.21

19,389.27

133,230.91

308.83

15,614.67

54,205.92

872,711.09

41,027.01

115,319.70

1,262,820.61

1.47

20.71

201.65

76.15

13.52

242.24

3,780.05

25.18

966.54

5,327.51

79.13

340.07

498.11

0.07

163.70

258.34

1,229.08

254.74

413.37

3,236.61

63.09

11.70

33.38

35.35

15.15

2,653.88

0.00

5.07

3,001.07

12,937.97

(98,334.93)

261,885.61

99,664.55

72,887.67

149,651.53

537,771.38

214,467.83

300,782.40

1,551,714.00

1. Pendapatan PBB

13,423.39

26,146.69

18,474.20

203,700.06

89,528.05

28,603.89

0.00

29,912.67

104,278.09

514,067.04

2. Pendapatan BPHTB

11,978.01

22,694.12

17,727.07

9,816.64

65,291.48

38,779.45

0.00

38,148.14

49,655.80

254,090.71

JUMLAH C

25,401.40

48,840.81

36,201.26

213,516.70

154,819.53

67,383.34

0.00

68,060.81

153,933.89

768,157.74

1. Bea Materai

0.00

0.00

0.00

8,542.54

240.01

0.00

90,316.39

0.00

690.00

99,788.94

2. Pajak Tidak Langsung Lainnya

0.00

0.00

0.01

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.01

3. Bunga Penagihan PPh


4. Bunga Penagihan PPN dan PTLL
5. BPP
6. Pemberian Imbalan Bunga
JUMLAH D

0.47
0.47
0.00
0.00
0.94

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

0.00
0.05
0.00
0.00
0.06

0.00
0.00
0.00
0.00
8,542.54

29.16
14.12
0.00
0.00
283.29

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

778.41
173.79
0.00
0.00
91,268.59

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

8.10
16.48
0.00
0.00
714.58

816.14
204.91
0.00
0.00
100,810.00

228,829.88

126,908.36

512,073.11

462,862.11

756,904.83

403,633.51

5,124,140.66

503,095.94

720,932.33

8,839,380.74

JUMLAH B

D.

(118,148.07)

183.44

5. PPN dan PPnBM Lainnya

C.

1,660.72

PBB DAN BPHTB

PAJAK LAINNYA dan PIB

JUMLAH A+B+C+D

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click print, select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

Universitas Sumatera Utara

Sarana yang ditetapkan sebagai dasar penerimaan pajak adalah Modul


Penerimaan Negara yang memuat serangkaian prosedur mulai dari penerimaan,
penyetoran, pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran sampai dengan pelaporan
yang berhubungan dengan penerimaan negara dan merupakan bagian dari Sistem
Perbendaharaan dan Anggaran Negara. Pembayaran dan/atau penyetoran pajak serta
pemotongan/pemungutan pajak dinyatakan sah setelah mendapatkan NTPN dan NTB
atau NTPN dan NTP atau NTPN dan NPP dan telah dilakukan rekonsiliasi oleh
Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
Dalam memenuhi target dari rencana penerimaan pajak, selain faktor-faktor yang
menjamin optimalisasi pajak di atas, indikator agregat ekonomi makro berupa PDRB

lazim digunakan untuk mengukur kondisi perekonomian suatu wilayah tingkat


provinsi atau kabupaten, sedangkan PDRB per kapita merupakan gambaran rata-rata
pendapatan yang dihasilkan oleh setiap penduduk selama satu tahun di suatu wilayah
atau daerah. PDRB per kapita diperoleh dari hasil pembagian antara PDRB dengan
jumlah penduduk. Pendapatan per kapita menunjukkan kemampuan seseorang untuk
membiayai pengeluaran-pengeluarannya, termasuk membayar pajak. Kemampuan
seseorang untuk membayar pajak dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu tingkat
pendapatan, jumlah kekayaan, dan besarnya pengeluaran konsumsi.
2.1.2. Kompetensi dan Independensi Account Representative
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 132/PMK.01/2006 tanggal
22 Desember 2006 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri
Keuangan Nomor: 62/PMK.01/2009 tanggal 1 April 2009 tentang Organisasi dan

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak telah terjadi perubahan struktur
dan organisasi di Direktorat Jenderal Pajak. Perubahan-perubahan tersebut meliputi
beberapa perubahan yang sangat mendasar diantaranya Kantor Pelayanan Pajak,
Kantor Pelayanan PBB dan Kantor Pemeriksaan Pajak digabungkan menjadi satu
yang disebut Kantor Pelayanan Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak Madya dan
Kantor Pelayanan Pajak Pratama atau disebut juga Kantor Pelayanan Pajak yang
menerapkan system organisasi modern/KPP Modern. Pada KPP (Kantor Pelayanan
Pajak) tersebut diperkenalkan satu seksi baru yang disebut Seksi Pengawasan dan
Konsultasi. Seksi Pengawasan dan Konsultasi ini membawahi beberapa Account
Representative (AR) dengan wilayah kerja disesuaikan dengan beban kerja dan
potensi penerimaan pajak KPP Pratama yang bersangkutan.
Account Representative adalah pegawai yang diangkat pada setiap Seksi
Pengawasan

dan

Konsultasi

di

Kantor

Pelayanan

Pajak

yang

telah

mengimplementasikan Organisasi Modern. Dalam Pasal 1 ayat (2) Peraturan Menteri


Keuangan Republik Indonesia Nomor: 68/PMK.01/2008 tanggal 7 Mei 2008 tentang
Account

Representative

pada

Kantor

Pelayanan

Pajak

yang

Telah

Mengimplementasikan Organisasi Modern, Account Representative mempunyai tugas


sebagai berikut:
1. Melakukan pengawasan kepatuhan perpajakan wajib pajak;
2. Bimbingan/himbauan dan konsultasi teknik perpajakan kepada wajib pajak;
3. Penyusunan profil wajib pajak;

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

4. Analisis kinerja Wajib Pajak, rekonsiliasi data Wajib Pajak dalam rangka
intensifikasi; dan
5. Melakukan evaluasi hasil banding berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Apabila diperhatikan tugas dari Account Representative hampir sama dengan
tugas auditor pajak, bedanya hanya pada fokus kerja audit dan produk hukum yang
dihasilkan auditor yaitu ketetapan pajak, sementara AR fokus kerjanya luas tidak
hanya pengawasan melainkan konsultasi dan tidak ada produk hukum (ketetapan
pajak) melainkan himbauan. Pada KPP Madya Medan Account Representative dalam
menjalankan tugasnya memakai 82 Standar Operasi Prosedur dengan fokus pekerjaan
berdasarkan KLU (Kode Lapangan Usaha) dari Wajib Pajak.
2.1.2.1. Kompetensi account representative
Webster's Ninth New Collegiate Dictionary (dalam Murtanto, 1999)
mendefinisikan keahlian sebagai keterampilan dari seorang ahli. Ahli didefinisikan
sebagai seseorang yang memiliki tingkat keterampilan tertentu atau pengetahuan yang
tinggi dalam subjek tertentu yang diperoleh dari pelatihan atau pengalaman.
Komponen

keahlian

berdasarkan

model

yang

dikembangkan

oleh

Abdolmohammadi (1992, dalam Murtanto, 1999) dapat dibagi menjadi:


1. Komponen pengetahuan (knowledge component) yang meliputi komponen seperti
pengetahuan terhadap fakta-fakta, prosedur, dan pengalaman;
2. Ciri-ciri psikologis (pshycological traits) yang ditujukan dalam komunikasi,
kepercayaan, kreativitas, dan kemampuan bekerja dengan orang lain;
3. Kemampuan berpikir untuk mengakumulasikan dan mengolah informasi;

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

4. Strategi penentuan keputusan baik formal maupun informal; dan


5. Analisis tugas yang dipengaruhi oleh pengalaman audit yang mempunyai
pengaruh terhadap penentuan keputusan.
Dalam konteks kompetensi account representative Kementerian Keuangan
mengeluarkan

Keputusan

Menteri

Keuangan

Republik

Indonesia

Nomor:

98/KMK.01/2006 tanggal 20 Februari 2006 sebagaimana telah diubah terakhir


dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 68/PMK.01/2008
tanggal 7 Mei 2008 tentang Account Representative pada Kantor Pelayanan Pajak
yang Telah Mengimplementasikan Organisasi Modern yang mengatur tentang syarat
yang harus dipenuhi untuk menjadi account representative yaitu:
1. Lulus Pendidikan Formal paling rendah Diploma III; dan
2. Pangkat paling rendah pada saat diusulkan adalah Pengatur Tingkat I (Golongan
II/d).
3. Pendidikan Formal paling rendah SLTA dan pangkat paling rendah Pengatur
(Golongan II/c) dengan mempertimbangkan ketersediaan pegawai Direktorat
Jenderal Pajak, beban kerja dan potensi penerimaan pajak KPP Pratama yang
bersangkutan.
Secara teknis pekerjaan, kompetensi seorang account representative diukur
berdasarkan kemampuannya melaksanakan Standar Operasi Prosedur (SOP) yang
secara garis besar berisi tentang deskripsi pekerjaan, dasar hukum, pihak-pihak yang
terlibat dalam pekerjaan, prosedur pekerjaan (flow chart), produk yang dihasilkan dan
jangka waktu penyelesaian.

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

Secara garis besar kompetensi seorang account representative adalah


kemampuan menguasai peraturan perpajakan, memiliki seni komunikasi, kemampuan
menggali potensi pajak dari para wajib pajak, menganalisis laporan keuangan wajib
pajak dan mampu melihat perkembangan dunia usaha. Semua kompetensi di atas
diperoleh melalui diklat account representative dan account representative yang
berkompeten apabila telah mengikuti dan lulus diklat account representative.
2.1.2.2. Independensi account representative
Menurut Halim (2001) ada tiga aspek independensi seorang auditor dalam
konteks tulisan ini auditor adalah account representative, yaitu:
1.

Independence

in fact

(independensi

senyatanya)

yakni

auditor/account

representative harus mempunyai kejujuran yang tinggi.


2.

Independence in appearance (independensi dalam penampilan) yang merupakan


pandangan pihak lain terhadap diri auditor/account representative sehubungan
dengan pelaksanaan audit. Auditor/account representative harus menjaga
kedudukannya sedemikian rupa sehingga pihak lain akan mempercayai sikap
independensi dan objektivitasnya.

3.

Independence in competence (independensi dari sudut keahlian) yang


berhubungan erat dengan kompetensi atau kemampuan auditor/account
representative dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya.
Sesuai dengan itu Direktorat Jenderal Pajak sebagai salah satu institusi

di bawah Kementerian Keuangan yang bertugas mengumpulkan uang dari wajib


pajak untuk mengisi pos pendapatan pajak pada APBN dalam pelaksanaan tugasnya

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

memiliki resiko yang sangat tinggi. Hal tersebut berkaitan dengan kemampuan
pegawainya untuk dapat bersikap independen dalam arti tidak KKN dalam melayani
Wajib Pajak. Selanjutnya Kementerian Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri
Keuangan Republik Indonesia Nomor: 1/PM.3/2007 tanggal 23 juli 2007 tentang
Kode Etik Pegawai Direktorat Jenderal Pajak dan Surat Edaran Direktur Jenderal
Pajak Nomor: SE-33/PJ./2007 tanggal 23 Juli 2007 tentang Panduan Pelaksanaan
Kode Etik Pegawai Direktorat Jenderal Pajak.
Berdasarkan pasal 3 dan 4 Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia
Nomor: 1/PM.3/2007, Kode Etik Pegawai Direktorat Jenderal Pajak berisi kewajiban
dan larangan pegawai dalam menjalankan tugasnya serta dalam pergaulan hidup
sehari-hari, yaitu:
1. Setiap Pegawai mempunyai kewajiban untuk;
a. menghormati agama, kepercayaan, budaya, dan adat istiadat orang lain;
b. bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel;
c. mengamankan data dan atau informasi yang dimiliki Direktorat Jenderal
Pajak;
d. memberikan pelayanan kepada Wajib Pajak, sesama Pegawai, atau pihak lain
dalam pelaksanaan tugas dengan sebaik-baiknya;
e. mentaati perintah kedinasan;
f. bertanggung jawab dalam penggunaan barang inventaris milik Direktorat
Jenderal Pajak;
g. mentaati ketentuan jam kerja dan tata tertib kantor;

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

h. menjadi panutan yang baik bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban


perpajakan;
i. bersikap, berpenampilan, dan bertutur kata secara sopan.
2. Setiap Pegawai dilarang:
a. bersikap diskriminatif dalam melaksanakan tugas;
b. menjadi anggota atau simpatisan aktif partai politik;
c. menyalahgunakan kewenangan jabatan baik langsung maupun tidak langsung;
d. menyalahgunakan fasilitas kantor;
e. menerima segala pemberian dalam bentuk apapun, baik langsung maupun
tidak langsung, dari Wajib Pajak, sesama Pegawai, atau pihak lain, yang
menyebabkan Pegawai yang menerima, patut diduga memiliki kewajiban
yang berkaitan dengan jabatan atau pekerjaannya;
f. menyalahgunakan data dan atau informasi perpajakan;
g. melakukan perbuatan yang patut diduga dapat mengakibatkan gangguan,
kerusakan dan atau perubahan data pada sistem informasi milik Direktorat
Jenderal Pajak;
h. melakukan perbuatan tidak terpuji yang bertentangan dengan norma
kesusilaan dan dapat merusak citra serta martabat Direktorat Jenderal Pajak.
Oleh karenanya kode etik dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara,
pedoman berperilaku dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Dalam
kaitannya dengan account representative, bahwa kode etik merupakan tata cara atau

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

aturan yang menjadi standar kegiatan, standar perilaku, nilai-nilai profesional yang
bertujuan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat.
Dampak yang akan muncul apabila kode etik ini tidak diterapkan secara tegas
dan diawasi secara intensif adalah:
1. Account Representative melakukan kompromi dengan wajib pajak dalam
menentukan potensi pajak terhutang sehingga berakibat potensi pajak yang
ditetapkan kecil.
2. Account Representative memperkecil potensi pajak yang disajikan dalam analisis
resiko untuk usulan pemeriksaan sehingga membuka peluang pemeriksa pajak
akan menyesuaikan ketetapan pajaknya.
3. Account Representative berusaha melindungi wajib pajak atau memilah-milah
wajib pajak yang akan digali potensi perpajakannya sehingga ada wajib pajak
yang potensial tak tergali potensinya.
4. Account Representative berada di bawah tekanan pihak-pihak tertentu sehingga
potensi perpajakan tidak digali secara maksimal.
Melihat dampak yang dijelaskan di atas maka prediksi yang kemungkinan
bersar terjadi adalah penerimaan pajak akan menurun, stagnasi atau lebih kecil dari
yang seharusnya.
2.1.3. Kaitan Kompetensi Account Representative dan Independensi Account
Representative dengan Penerimaan Pajak
Dalam panduan kode etik pegawai DJP banyak dicontohkan tentang tindakantindakan yang tidak etis yang dilaksanakan account representative seperti ketika

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

account representative mendapat data/dokumen yang dapat menambah potensi pajak


dari seorang wajib pajak, wajib pajak tersebut meminta untuk menghilangkan/
memusnahkan data tersebut dengan imbalan uang, akibatnya bagi penerimaan negara
terjadi kerugian (potential loss). Oleh karenanya dengan kompetensi dan
independensi account representative yang baik maka diharapkan penerimaan negara
dari sektor pajak akan semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan pendapat
Noerhidayat, (2009) pencapaian penerimaan pajak suatu KPP akan meningkat apabila
kinerja account representative di Seksi Pengawasan dan Konsultasi tidak ada Lack of
Direction, Lack of Motivation, dan Personal Limitation.
Beberapa tindakan yang perlu dilakukan dalam mengatasi Lack of Direction,
Lack of Motivation dan Lack of Limitation para account representative menurut
Sugiharto, (2009) adalah sebagai berikut:
i. Mengatasi Lack of Direction
a. Dilakukan diklat Sistem Administrasi Modern yang berisikan lebih pada
penekanan pemahaman akan visi, misi, tujuan, kebijakan yang sekarang
diambil, kode etik pegawai.
b. Briefing dari kepala kantor minimal sebulan sekali berupa pengarahan dari
kepala kantor untuk mengingatkan kepada seluruh karyawan apa tanggung
jawabnya dalam bekerja, pemberitahuan kebijakan-kebijakan baru yang
sedang diambil.

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

c. Adanya intranet DJP sebagai sarana bagi seluruh pegawai untuk bisa
berkomunikasi dengan cepat. Informasi-informasi yang terbaru juga
disampaikan lewat intranet DJP sehingga pegawai bisa bertukar informasi.
ii. Mengatasi Lack of Motivation
a. Remunerasi gaji/penghasilan yang diterima Account Representative akan
memotivasi untuk bekerja secara profesional, jauh dari KKN.
b. Adanya uang jalan apabila Account Representative melakukan tugas luar
kantor maka akan diberikan uang jalan sehingga memotivasi Account
Representative untuk turun ke lapangan guna pengawasan kepatuhan wajib
pajak.
c. Penilaian dan evaluasi terhadap kinerja Account Repesentaive, dengan
merangking pencapaian penerimaan pajak per- Account Repesentaive akan
memotivasi karyawan untuk menunjukkan prestasi kerjanya karena akan
berhubungan dengan penempatan mutasi Account Representative.
d. Fasilitas komputer (1 AR 1 komputer), intranet DJP, mobil dinas per Seksi
Waskon (Pengawasan dan Konsultasi) sebagai sarana pendukung kerja.
3. Mengatasi Lack of Limitation:
a. Penyelenggaraan

diklat

Account

Represetative

secara

bertahap

dan

berkesinambungan.
b. Mengaktifkan Forum AR sebulan sekali, yang isinya membahas permasalahan
yang dihadapi AR dan pembahasan aturan-aturan yang terbaru.

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

c. Menerapkan Standard Operating Procedur untuk memudahkan para AR


dalam melakukan tugas-tugasnya. Standard Operating System ini berisikan
prosedur-prosedur penyelesaian pekerjaan berserta dengan jangka waktu
penyelesaiannya.
2.1.4. Benchmarking Laporan Keuangan WP
Benchmarking merupakan suatu proses yang telah secara umum diterapkan
dalam dunia usaha. Benchmarking dalam dunia bisnis merupakan suatu proses
sistematik dalam membandingkan produk, jasa atau praktik suatu organisasi terhadap
kompetitor atau pemimpin industri untuk menentukan apa yang harus dilakukan
dalam mencapai tingkat kinerja yang tinggi. Dalam melakukan benchmarking, suatu
organisasi membandingkan nilai-nilai tertentu (dari dalam organisasi) dengan suatu
titik referensi atau standar keunggulan yang sebanding, Barker (2003). Dengan
melakukan pembandingan tersebut, perusahaan dapat melakukan evaluasi dan
kemudian menentukan langkah yang sistematik dan terarah untuk mencapai tujuan
yang diharapkan.
Model di atas diadopsi pula oleh Direktorat Jenderal Pajak dalam rangka
melaksanakan fungsinya memberikan bimbingan dan pengawasan terhadap wajib
pajak. Dengan berasumsi bahwa wajib pajak dengan karakteristik yang sama akan
cenderung memiliki perilaku bisnis yang sama, kondisi keuangan dan perpajakan
masing-masing wajib pajak dapat dibandingkan dengan suatu benchmark yang
mewakili karakteristik wajib pajak yang bersangkutan. Dengan melakukan
pembandingan tersebut, diharapkan Direktorat Jenderal Pajak dapat secara sistematis

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

mendeteksi wajib pajak dengan risiko ketidakpatuhan yang tinggi, untuk kemudian
dapat dilakukan tindak lanjut yang sesuai.
Benchmarking yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak disusun dalam
suatu konsep yang disebut Total Benchmarking. Total Benchmarking didefinisikan
sebagai proses membandingkan rasio-rasio yang terkait dengan tingkat laba
perusahaan dan berbagai input dalam kegiatan usaha dengan rasio-rasio yang sama
yang dianggap standar untuk kelompok usaha tertentu, serta melihat hubungan
keterkaitan antar rasio untuk menilai kewajaran kinerja keuangan dan pemenuhan
kewajiban perpajakan Wajib Pajak. Dengan demikian total benchmarking memiliki
karakteristik:
1. Benchmark disusun berdasarkan kelompok usaha.
2. Benchmarking dilakukan atas rasio-rasio berkaitan dengan tingkat laba dan
input-input perusahaan.
3. Hubungan keterkaitan antar rasio-rasio diperhatikan.
4. Fokus pada penilaian kewajaran kinerja keuangan dan pemenuhan kewajiban
perpajakan.
Wajib Pajak yang memiliki kinerja keuangan yang lebih rendah daripada
benchmark, tidak selalu berarti bahwa wajib pajak tersebut tidak melakukan
kewajiban pajaknya dengan benar. Perlu diagnosa lebih mendalam untuk dapat
menentukan apakah wajib pajak tersebut benar-benar tidak patuh atau terdapat faktorfaktor lain yang menyebabkan wajib pajak memiliki kinerja yang berbeda dengan
benchmark. Total benchmarking bukan merupakan suatu proses enforcement di mana

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

wajib pajak diharuskan untuk mengikuti standar yang ditetapkan, melainkan suatu
alat bantu (supporting tools) yang dapat digunakan oleh aparat pajak dalam membina
wajib pajak dan menilai kepatuhan perpajakannya.
Penetapan rasio-rasio benchmark secara teknis dilakukan sebagai berikut:
1. Nilai rasio-rasio benchmark ditetapkan untuk masing-masing kelompok usaha
berdasarkan 5 (lima) digit kode Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) Wajib Pajak.
Klasifikasi Lapangan Usaha dimaksud adalah KLU sesuai Keputusan Direktur
Jenderal Pajak Nomor KEP-34/PJ/2003 tanggal 14 Februari 2003.
2. Penetapan rasio-rasio benchmark untuk keseluruhan kelompok usaha dilakukan
secara bertahap oleh Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak.
3. Penetapan rasio benchmark menggunakan data perpajakan tahun 2005 sd. 2007.
4. Sumber data yang digunakan dalam tahap awal pembentukan benchmark adalah
data internal dalam sistem informasi perpajakan DJP, yang terdiri dari:
a. Elemen-elemen Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Badan;
b. Elemen-elemen Surat Pemberitahuan Masa PPN;
c. Elemen-elemen Transkrip Laporan Keuangan.
Penghitungan semua rasio selain rasio PPN menggunakan elemen data hasil
perekaman Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Badan. Data penjualan,
HPP, Laba bersih dari Operasi, Laba Sebelum Pajak diambil dari formulir 1771
Lampiran I, sedangkan data PPh terutang diambil dari hasil perekaman induk
formulir 1771. Data-data gaji, sewa, bunga, penyusutan, dan biaya-biaya lain
diambil dari perekaman formulir 1771 Lampiran II. Apabila data perekaman

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

formulir 1771 Lampiran II tidak lengkap, maka data tersebut dilengkapi


menggunakan data perekaman transkrip Laporan Keuangan. Data Pajak Masukan
diperoleh dari perekaman SPT PPN baik formulir 1195 maupun 1107.
5. Beberapa wajib pajak dipilih sebagai sampel dari populasi masing-masing
kelompok

usaha.

Pemilihan

dilakukan

secara

judgemental

dengan

mempertimbangkan sampel tersebut harus memiliki nilai rasio-rasio yang


dianggap baik dan wajar dalam kelompok usahanya.
6. Penentuan nilai rasio benchmark dilakukan dengan menghitung rata-rata rasiorasio keuangan perusahaan-perusahaan yang diambil sebagai sampel, dengan
menggunakan metode penghitungan rata-rata tertimbang (weighted average).
Rasio-rasio yang digunakan dalam total benchmarking meliputi 14 rasio yang
terdiri dari rasio-rasio yang mengukur kinerja operasional, rasio input, rasio PPN dan
rasio aktivitas luar usaha. Pemilihan 14 rasio tersebut didasarkan pada pertimbangan
bahwa rasio yang digunakan sedapat mungkin mampu memberikan gambaran secara
menyeluruh atas kegiatan operasional perusahaan dalam suatu periode dan berkaitan
dengan semua jenis pajak yang menjadi kewajiban wajib pajak. Rasio-rasio tersebut
meliputi:
1. Gross Profit Margin (GPM)
2. Operating Profit Margin (OPM)
3. Pretax Profit Margin (PPM)
4. Corporate Tax to Turn Over Ratio (CTTOR)
5. Net Profit Margin (NPM)

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

6. Dividend Payout Ratio (DPR)


7. Rasio PPN (pn)
8. Rasio Gaji/Penjualan (g)
9. Rasio Bunga/Penjualan (b)
10. Rasio Sewa/Penjualan (s)
11. Rasio Penyusutan/Penjualan (py)
12. Rasio Penghasilan Luar Usaha/Penjualan (pl)
13. Rasio Biaya Luar Usaha/Penjualan (bl)
14. Rasio Input Lainnya/Penjualan (x)
Dengan mengukur rasio GPM, OPM, PPM, CTTOR, NPM, pl, dan bl
didapatkan gambaran yang utuh mengenai kegiatan/operasi perusahaan dalam suatu
tahun pajak sebagaimana tercermin dalam Penghitungan Laba Rugi (income
statement) perusahaan. Pengukuran secara utuh tersebut diperlukan agar aparat pajak
dapat melakukan diagnosa secara tepat dalam menentukan elemen apa dari
penghitungan rugi laba perusahaan tersebut yang mengindikasikan ketidakwajaran.
Pada prinsipnya, rasio-rasio tersebut merupakan rasio yang dihasilkan dari analisis
vertikal suatu Penghitungan Laba Rugi perusahaan).
2.1.5. Kaitan Penerapan Benchmarking dengan Penerimaan Pajak
Centre

for

Tax

Policy

and

Administration,

GAP004-Compliance

Measurement, (2001) menjelaskan bahwa benchmarking merupakan tolok ukur untuk


melihat kinerja masyarakat wajib pajak/kepatuhan wajib pajak dengan terlebih dahulu
menentukan homogenitas populasi yang diukur dan area of risk yang difokuskan

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

melalui teori-teori analisis yang mendasarinya. Analisis laporan keuangan dengan


melihat laporan keuangan komparatif (comparative financial statement analysis),
laporan keuangan berukuran sama (common size financial statement) dan analisis
rasio (ratio analysis) antar perusahaan dapat menekankan perbedaan komposisi dan
distribusi pos sehingga menjadi alat untuk menentukan kinerja suatu perusahaan
Subramanyam (2004).
Oleh karenanya penetapan benchmarking secara garis besar adalah sebagai
triger (pemicu) untuk melihat kinerja sekaligus kemungkinan potensi yang belum
dilaporkan perusahaan. Persentase/rasio yang dihasilkan dari rata-rata tertimbang
setiap komponen yang dihitung dari akun-akun laporan keuangan wajib pajak hasil
sampel, menjadi acuan/benchmarking untuk menghitung apakah ada kelebihan atau
kekurangan ketika disandingkan dengan hasil perhitungan rasio-rasio laporan
keuangan setiap wajib pajak per-KLU.
Jika ada kekurangan atau rasio benchmarking lebih tinggi dari hasil
perhitungan rasio perusahaan (tax gap) maka ada potensi pajak atau ketidakpatuhan
Wajib Pajak, (Beras, 1992), yang dimungkinkan dan apabila dalam penelusurannya
terbukti ada potensi pajak yang didapat berarti telah memberikan kontribusi terhadap
pendapatan pajak dalam penerimaan negara.

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

2.2.

Review Penelitian Terdahulu


Terkait dengan bidang penelitian yang dilakukan, penulis bertitik tolak dari

beberapa peneliti terdahulu khususnya penelitian yang berkaitan dengan penerimaan/


pendapatan pajak sebagai berikut:
1. Asmuri (2006) telah meneliti pengaruh reformasi perpajakan, inflasi dan jumlah
wajib pajak terhadap penerimaan pajak. Penelitian dilakukan di DKI Jakarta.
Hasil penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan secara simultan antara
penerimaan pajak dengan reformasi perpajakan, inflasi dan jumlah wajib pajak.
2. Suryadi (2003) membuat penelitian dengan judul Model Hubungan Kausal
Kesadaran, Pelayanan, Kepatuhan Wajib Pajak dan Pengaruhnya terhadap Kinerja
Penerimaan Pajak Jawa Timur kesimpulannya menunjukkan bahwa tidak adanya
hubungan secara simultan antara variabel independen yaitu kesadaran wajib pajak
dan pelayanan perpajakan dengan variabel dependen yaitu kinerja penerimaan
pajak namun terdapat hubungan signifikan secara parsial antara kepatuhan wajib
pajak dengan kinerja penerimaan pajak.
3. Lindawaty (2004) membuat penelitian dengan judul Analisis Faktor-faktor
(Jumlah Penghasilan, Tingkat Pendidikan, Jumlah penduduk, sistem administrasi
perpajakan) yang Mempengaruhi Jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang
Mendaftarkan Diri Serta Hubungannya dengan Penerimaan Pajak (Untuk Wilayah
Jakarta Timur) menyimpulkan bahwa secara simultan Jumlah Penghasilan,
Tingkat Pendidikan, Jumlah penduduk dan, sistem administrasi perpajakan
berpengaruh signifikan terhadap Jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

Mendaftarkan Diri. Selain itu variabel independen tersebut juga berhubungan


dengan Penerimaan Pajak.
4. Aulya (2006) telah meneliti Implikasi Modernisasi Administrasi Pajak terhadap
Peningkatan

Penerimaan Pajak.

Hasilnya

menyimpulkan

bahwa

terdapat

hubungan yang signifikan antara implkasi modernisasi administrasi pajak dengan


peningkatan penerimaan pajak. Berikut ini disajikan ringkasannya. sebagai
berikut:
Tabel 2.2. Daftar Penelitian Terdahulu
No

Nama

Judul Tesis

Asmuri (2006) Pengaruh


Reformasi
Perpajakan, Inflasi
dan Jumlah WP
terhadap
Penerimaan Pajak

Variabel yang
Digunakan

Hasil

1. Penerimaan
Pajak (DV)
2. Reformasi
Perpajakan (IV)
3. Inflasi (IV)
4. Jumlah WP (IV)

1. Penelitian ini
berhasil
membukti-kan
bahwa reformasi
perpajakan
berpengaruh
signifikan
terhadap
penerimaan pajak
2. Inflasi
berpengaruh
signifikan
terhadap
penerimaan pajak.
3. Penelitian ini juga
menemukan bukti
bahwa jumlah
wajib pajak
berpengaruh
signifikan
terhadap
penerimaan pajak.

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

Lanjutan Tabel 2.2


2.

Suryadi
(2003)

Model Hubungan
Kausal Kesadaran,
Pelayanan,
Kepatuhan Wajib
Pajak dan
Pengaruhnya
terhadap Kinerja
Penerimaan Pajak
Jawa Timur

3.

Lindawaty
(2004)

Analisis FaktorFaktor(Jumlah
Penghasilan,
Tingkat
Pendidikan,
Jumlah penduduk
dan sistem
administrasi
perpajakan) yang
Mempengaruhi
Jumlah Wajib
Pajak Orang
Pribadi yang
Mendaftarkan Diri
Serta
Hubungannya
dengan
Penerimaan Pajak
(Untuk Wilayah
Jakarta Timur)

1. Kesadaran WP
(IV)
2. Pelayanan
Perpajakan (IV)
3. Kepatuhan WP
(IV)
4. Kinerja
Penerimaan
Pajak Jawa
Timur (DV)

1. Kesadaran Wajib
Pajak tidak
berpengaruh
signifikan
terhadap kinerja
penerimaan pajak
Jawa Timur
2. Pelayanan
Perpajakan tidak
berpengaruh
signifikan
terhadap kinerja
penerimaan pajak
Jawa Timur.
3. Kepatuhan Wajib
Pajak berpengaruh
terhadap kinerja
penerimaan pajak
Jawa Timur.
Jumlah Penghasilan,
1. Jumlah
Penghasilan (IV) Tingkat Pendidikan,
2. Tingkat
Jumlah Penduduk dan
Pendidikan (IV) sistem administrasi
3. Jumlah
Perpajakan
Penduduk (IV)
berpengaruh
4. Sistem
signifikan terhadap
Administrasi
Jumlah WP OP yang
Perpajakan (IV) mendaftarkan
5. Wajib Pajak OP diriserta hubungannya
Mendaftarkan
dengan penerimaan
Diri serta
pajak Jakarta Timur
hubungannya
dengan
Penerimaan
Pajak Jakarta
Timur (DV)

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!

4.

Aulya (2006)

Implikasi
Modernisasi
Administrasi
Pajak terhadap
Peningkatan
Penerimaan Pajak

1. Modrenisasi
Administrasi
Pajak (IV)
2. Penerimaan
Pajak (DV)

Bahwa berdampak
terhadap Penerimaan
Pajak

pdfMachine
A pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across
Universitas
Sumatera
Utara
nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert,
click print,
select the
Broadgun pdfMachine printer and thats it! Get yours now!