Anda di halaman 1dari 65

*

PANCASILA DASAR
NEGARA KESATUAN
REPUBLIK INDONESIA
(DALAM KONTEKS
KETATANEGARAAN
REPUBLIK INDONERSIA)

Dalam konteks ketatanegaraan pancasila membahas tentang


ketentuan ketentuan yang tertuan dalam pasal-pasal UUD 1945.
Pembahasan tentang konsepsi kenegaraan menurut
pancasila tidak lain adalah pembahasan pasal-pasal UUD yang
merupakan penjabaran atau implementasi konsepsi Pancasila
sebagai dasar filsafat negara indonesia.

Secara harfiah, konstitusi berasal dari bahasa


perancis konstitueryang berarti membentuk atau
dapat diartikan sebagai pembentuk suatu negara.
Sedangkan di Indonesia dipergunakan istilah
Undang-Undang Dasar yang di sejajarkan dengan
istilah Grondwet di negeri Belanda yang berarti
suatu Undang-Undang yang menjadi dasar (Grond).
Konstitusi adalah hukum dasar, baik yang tertulis
(UUD) maupun yang tidak tertulis (convensi).

* A. Undang-Undang Dasar dan

Konstitusi

B. Fungsi UUD atau Konstitusi bagi Negara

Undang-Undang Dasar adalah suatu pola yang membentuk


(constitute) kehidupan berkelompok yang di tuangkan ke dalam
suatu naskah hukum yang merupakan hukum tertinggi hukum
dasar (grondnorm) dan sekaligus norma sumber (urspungnorm)
bagi semua hukum yang berlaku.
Fungsi konstitusi atau UUD adalah sebagai alat pencegah
kemungkinan terjadinya penyalahgunaan kekuasaan.
Adanya pembatasan kekuasaan tersebut terlihat dengan
adanya 3 haldalam setiap konstitusi, yaitu :
* Menjamin hak asasi manusia atau warga negara
* Memuat suatu ketatanegaraan suatu negara yang bersifat
mendasar
* Mengatur tugas serta wewenang dalam negara yang juga
bersifat mendasar

Undang-Undang Dasar 1945 adalah hukum dasar


yang tertulis.
Undang-Undang Dasar bersifat mengikat yang
mana berisi norma-norma, aturan-aturan atau
ketentuan-ketentuan yang harus di laksanakan
dan di taati.
Fungsi Undang-Undang Dasar yaitu sebagai alat
kontrol , alat mengecek apakah norma hukum
yang lebih rendah yang berlaku itu sesuai tidak
dengan ketentuan Undang-Undang Dasar.

C. Undang-Undang Dasar
1945

* D. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945


1. Makna Pembukaan UUD 1945 bagi Perjuangan

Bangsa Indonesia
Pembukaan
Undang-Undang
Dasar
1945
merupakan sumber dari motivasi dan aspirasi
perjuangan dan tekad bangsa Indonesia, yang
merupakan sumber dari cita hukum dan cita moral
yang ingin di tegaskan baik dalam lingkungan
nasional, maupun dalam hubungan pergaulan
bangsa-bangsa di dunia.

2. Makna Alinea-Alinea Pembukaan UUD


1945
* Alinea petama:
menunjukkan keteguhan dan kuatnya pendirian bangsa indonesia
menghadapi masalah.
* Alinea kedua :
menunjukkan kebangsaan dan penghargaan kita atas perjuangan bangsa
indonesia selama itu.
* Alinea ketiga :
menegaskan lagi apa yang menjadi motivasi riil dan materiil Bangsa
Idonesia
untuk
menyatakan
kemerdekaanya,
serta
menjadi
keyakinan/kepercayaannya, menjadi motivasi spiritualnya, bahwa maksud dan
tindakannya menyatakan kemerdekaan itu diberkati oleh Allah Yang Maha
Kuasa.
* Alinea keempat :
menegaskan bahwa :
a. Negara Indonesia mempunyai fungsi yang sekaligus menjadi tujuannya.
b. Negara Indonesia berbentuk Republik dan berkedaulatan Rakyat.
c. Negara Indonesia mempunyai dasar falsafah Pancasila.

3. Pokok-pokok Pikiran dalam Pembukaan UUD 1945


Ada 4 (empat) pokok pikiran, yaitu :
* Pokok pikiran pertama yaitu Persatuan
* Pokok pikiran kedua yaitu Keadilan Sosial
* Pokok pikiran ketiga yaitu Kedaulatan Rakyat
* Pokok pikiran keempat yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa dan
Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

4. Hubungan antara Pembukaan dengan Pasal-Pasal UUD 1945


Hubunga ini dapat dilihat dari beberapa aspek sebagai berikut :
a. Ditinjau dari isi pengertian yang terkandung di dalam
pembukaan UUD 1945

1)

2)

Merupakan rangkaian peristiwa dan keadaan yang mendahului


terbentuknya negara yang merupakan rumusan dasar-dasar
pemikiran dan motif yang mendorong bagi tersusunnya
kemerdekaan kebangsaan indonesia daalam wujud terbentuknya
negara Indonesia. Hal ini tertuang dalam alinea pertama, kedua
dan ketiga Pembukaan UUD 1945
Merupakan pernyataan yanng akan dilaksanakan setelah negara
Indonesia terwujud. Hal ini tersurat dalam alinea keempat
Pembukaan UUD 1945.

4. Hubungan antara Pembukaan dengan pasal-pasal UUD 1945

Pembukaan
Pembukaan UUD
UUD 1945
1945 yang
yang
terdiri
terdiri dari
dari empat
empat alinea,
alinea,
dimana
dimana alinia
alinia ke
ke 4
4 memuat
memuat
Dasar
Dasar negara
negara Pancasila
Pancasila
ISI
ISI UUD
UUD 1945
1945

Pasal-pasal
Pasal-pasal UUD
UUD 1945
1945 yang
yang
terdiri
terdiri dari
dari 20
20 bab,
bab, 73
73 pasal,
pasal,
3
3 pasal
pasal Peralihan
Peralihan dan
dan 2
2
Aturan
Aturan Tambahan
Tambahan

Syarat-syarat Pembukaan UUD 1945 sebagai Pokok Kaidah


Fundamental Negara RI
1. Dilihat dari sejarah terjadinya, Pembukaan ditentukan oleh
Pembentuk Negara (PPKI)
2. Dilihat dari isinya, Pembukaan memuat asas falsafat negara
(Pancasila), asas politik negara (Republik yang berkedaulatan
rakyat) dan tujuan negara.
3. Pembukaan menetepkan adanya suatu UUD Negara Indonesia

Beberapa Aspek Hubungan antara Pembukaan UUD 1945 dengan


Pasal-pasal UUD 1945
a) Ditinjau dari isi pengertian yang terkandung didalam Pembukaan
UUD 1945
a. Rangkaian peristiwa dan keadaan yang mendahului
terbentuknya negara yang merupakan rumusan dasar-dasar
pemikiran dan motif yang mendorong bagi tersusunnya
kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam wujud terbentuknya
negara indonesia. Hal ini termuat dalam alinea pertama, kedua
dan ketiga pembukaan UUD 1945.

b. Pernyataan yang akan dilaksanakan setelah negara Indonesia


terwujud. Hal ini tersurat dalam alinea keempat Pembukaan
UUD 1945.

Sifat hubungan antara pembukaan UUD 1945 dengan pasal-pasal


UUD 1945
1. Alinea pertama, kedua dan ketiga Pembukaan UUD 1945
merupakan pernyataan yang tidak mempunyai hubungan
organis dengan Batang Butuh UUD 1945.
2. Alinea keempat Pembukaan 1945 mempunyai hubungan causal
dan organis dengan pasal-pasal UUD 1945, yang mencakup
beberapa aspek :
1. UUD tidak ditentukan ada.
2. Apa yang diatur dalam UUD adalah tentang pembentukan
pemerintah negara yang memenuhi berbagai persyaratan.
3. Negara Indonesia terbentuk Republik yang berkedaulat
rakyat
4. Ditetapkannya dasar kerokhanian (filsafat negara pancasila.

b) Ditinjau dari pokok-pokok pikiran yang terkandung di dalam


Pembukaan 1945.
Pokok-pokok pikiran yang terkandung di dalam Pembukaan 1945
disebutkan sebagai berikut :
1. Negara
2. Negara hendak mewujudkan kaadilan sosial bagi seluruh rakyat.
3. Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasar atas kerakyatan dan
permusyawaratan/perwakilan.
4. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa, menurut
dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

c) Ditinjau dari hakekat dan kedudukan Pembukaan UUD 1945.


1. Pembukaan merupakan tertib hukum tertinggidan terpisahdari
Pasal-pasal 1945.
2. Pembukaan merupakan Pokok Kaidah Fundamental yang
menentukan adanya UUD itu.
3. Terbawa oleh kedudukannya sebagai Pokok Fundamental.

5. Hubungan antara Pancasila dengan Pembukaan UUD 1945

Sila-sila
Sila-sila Pancasila
Pancasila

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5

Pokok-pokok
Pokok-pokok Pikiran
Pikiran
Pebukaan
Pebukaan UUD
UUD 1945
1945

II
(sila
(sila ke
ke 3)
3)
II
II (silake
(silake 5)
5)
III
III (sila
(sila ke
ke 4)
4)
IV
IV (sila
(sila 1
1 dan
dan 2)
2)

6. Hubungan antara Pembukaan Uud 1945 dengan Ploklamasi 17


Agustus 1945

Pernyataan
Pernyataan kemerdekaan
kemerdekaan
bangsa
bangsa Indonesia
Indonesia
17
17 agustus
agustus 1945
1945
Tindakan-tindakan
Tindakan-tindakan yang
yang harus
harus
dilakukan
dilakukan bangsa
bangsa Indonesia
Indonesia
setelah
setelah kemerdekaan
kemerdekaan

Bab dan pasal-pasal UUD 1945 sebagai berikut


* Bab I : Bentuk dan kedaulatan Negara terdiri, 1 pasal 3 ayat.
* Bab II : MPR, terdiri 2 pasal 6 ayat.
* Bab III : Kekuasaan Pemerintah Negara, terdiri 17 pasal 38 ayat.
* Bab IV : DPA (dihapuskan)
* Bab V : Kementrian Negara, terdiri 1 pasal 4 ayat.
* Bab VI : Pemerintah daerah, terdiri 3 pasal 11 ayat.

* E. Pasal-pasal UUD 1945

* Bab VII : DPR, terdiri 7 pasal 18 ayat.


* Bab VIIA : DPD, terdiri 2 pasal 8 ayat
* Bab VIIB : Pemilu terdiri 1 pasal 6 ayat.
* Bab VIII : Hal keuangan, terdiri 5 pasal 7 ayat.
* Bab VIIIA : BPK, terdiri 3 pasal 7 ayat.
* Bab IX : Kekuasaan Kehakiman, terdiri 5 pasal 7 ayat.
* Bab IXA : Wilayah NegarA, terdiri 1 pasal 1 ayat.
* Bab X : Warga Negara dan Penduduk, terdiri 3 pasal 7 ayat.
* Bab XA : HAM, terdiri 10 pasal 26 ayat.

* Bab XI : Agama, terdiri 1 pasal 2 ayat..


* Bab XII : Pertahanan dan Keamanan Negara, terdiri 1 pasal 5 ayat.
* Bab XIII : Pendidikan dan Kebudayaan, terdiri 1 pasal 5 ayat
* Bab XIV : Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial, terdiri
2 pasal 9 ayat.
* Bab XV : Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu
Kebangsaan, 5 pasal 5 ayat.
* Bab XVI : Perubahan UUD, terdiri 1 pasal 5 ayat.

Kedaulatan
Kedaulatan berada
berada ditangan
ditangan
rakyat
rakyat dan
dan dilaksanakan
dilaksanakan
menurut
menurut UUD
UUD
Sistem
Sistem Konstitusi
Konstitusi

Presiden
Presiden adalah
adalah
penyelenggara
penyelenggara pemerintah
pemerintah
negara
negara yang
yang tertinggi
tertinggi
Sistem
Sistem
Pemerintaha
Pemerintaha
n
n negara
negara
menurut
menurut
UUUD
UUUD 1945
1945

Menteri
Menteri negara
negara adalah
adalah
pembantu
pembantu presiden
presiden

Negara
* F. Sistem Pemerintah
Kekuasaan
Kepala
Kekuasaan
Kepala Negara
Negara

Negara
Negara Indonesia
Indonesia adalsh
adalsh
negara
negara Hukum
Hukum

Presiden
Presiden adalah
adalah pemegang
pemegang
kekuasaan
kekuasaan pemerintah
pemerintah

tidak
tidak tak
tak terbatas
terbatas

menurut UUD 1945

Indonesia
Indonesia adalah
adalah negara
negara
Kesatuan
Kesatuan yang
yang berbentuk
berbentuk
Republik
Republik

Pandangan dan sikap bangsa


Indonesia terhadap HAM

Manusia sebagai mahluk tuhan yang maha esa secara kodrati


dianugerahi hak dasar yang disebut hak asasi, tanpa perbeaan
antara satu dengan lainya. Dengan hak tersebut, manusia dapat
mengembangkan diri pribadi,peranan,dan sumbanganya bagi
kesejahteraan hidup manusia.
Pandangan hidup dan kepribadian bangsa Indonesia sebagai
kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, menempatkan manusia
pada keluhuran harkat dan martabat makhluk Tuhan Yang Maha Esa
dengan kesadaran mengemban kodratnya sebagai makhluk pribadi
dan juga makhluk sosial, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan
Undang-Undang Dasar 1945.

Bangsa Indonesia bertekad ikut melaksanakan ketertiban dunia


berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial
yang pada hakikatnya merupakan kewajiban setiap bangsa, sehingga
bangsa Indonesia berpandangan bahwa hak asasi manusia tidak
terpisahkan dengan kewajibannya.
LANDASAN.
1.
Bangsa Indonesia mempunyai pandangan dan sikap mengenai
hak asasi manusia yang bersumber dari ajaran agama, nilai moral
universal, dan nilai luhur budaya bangsa, serta berdasarkan pada
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
2.
Bangsa Indonesia sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa
mempunyai tanggung jawab untuk menghormati Deklarasi Universal
Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) dan
berbagai instrumen internasional lainnya mengenai hak asasi
manusia.

SEJARAH
Dalam perjalanan sejarah, bangsa Indonesia sejak awal perjuangan
pergerakan kemerdekaan Indonesia sudah menuntut dihormatinya hak
asasi manusia. Hal tersebut terlihat jelas dalam tonggak-tonggak
sejarah perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia melawan
penjajahan sebagai beriku:
A. Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, yang diawali dengan lahirnya
berbagai
pergerakan kemerdekaan pada awal abad 20,
B. Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, membuktikan
bahwa bangsa Indonesia menyadari haknya sebagai satu bangsa
yang bertanah air satu dan menjunjung satu bahasa persatuan
Indonesia

C. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945


merupakan puncak perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia
diikuti dengan penetapan Undang-Undang Dasar 1945 pada tanggal 18
Agustus 1945
D. Rumusan hak asasi manusia dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia
secara eksplisit juga telah dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar
Replubik Indonesia Serikat dan Undang-Undang Dasar Sementara 1950.
Kedua konstitusi tersebut mencantumkan secara rinci ketentuanketentuan mengenai hak asasi manusia. Dalam sidang Konstituante
upaya untuk merumuskan naskah tentang hak asasi manusia juga telah
dilakukan.

E. Dengan tekad melaksanakan Undang-Undang Dasar 1945 secara


murni dan konsekuen, maka pada Sidang Umum MPRS tahun 1966
telah ditetapkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
Republik Indonesia Sementara Nomor XIV/MPRS/1966 tetang
Pembentukan Panitia ad hoc untuk menyiapkan Dokumen Rancangan
Piagam Hak Asasi Manusia dan Hak-hak serta Kewajiban Warga
Negara
F. Terbentuknya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia berdasarkan
Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 1993, yang mendapat
tanggapan positif masyarakat menunjukkan besarnya perhatian
bangsa Indonesia terhadap masalah penegakan hak asasi manusia,
sehingga lebih mendorong bangsa Indonesia untuk segera
merumuskan hak asasi manusia menurut sudut pandang bangsa
Indonesia.

F. Kemajuan mengenai perumusan tentang hak asasi


manusia tercapai ketika sidang Umum Majelis
Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tahun 1998
telah tercantum dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara
secara lebih rinci.
2. Pendekatan dan Substansi
Perumusan substansi hak asasi manusia menggunakan
pendekatan normatif, empirik, deskriptif dan analitik
sebagai berikut:
A. Hak asasi manusia adalah hak dasar yang melekat pada
diri manusia yang sifatnya kodrati dan universal sebagai
karunia Tuhan Yang Maha esa

Masyarakat Indonesia yang berkembang


sejak masih sangat sederhana sampai
modern, pada dasarnya merupakan
masyarakat kekeluargaan. Masyarakat
kekeluargaan telah mengenal pranata
sosial yang menyangkut hak dan
kewajiban warga masyarakat
B.

TAU KAN PRANATA SOSIAL ITU APA???

Pranata sosial pada intinya merupakan sekumpulan norma dan


tingkah laku yang tersusun secara sistematis, dibentuk dalam
rangka memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia yang
bersifat khusus
.
Pranata sosial sangat berperan dalam masyarakat, karena alasanalasan berikut ini:
a. Merupakan seperangkat norma yang saling berkaitan,
bergantung dan mempengaruhi.
b. Mengatur semua aktivitas anggota/masyarakat, sehingga
norma tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan hidup.
c. Mengatur semua interaksi antaranggota masyarakat agar
berjalan dan tercipta keteraturan dan ketertiban bermasyarakat
d. Sebagai pegangan masyarakat dalam melakukan sistem
pengendalian sosial terhadap tingkah laku para anggota
masyarakat.

Dengan demikian substansi hak asasi


manusia meliputi: hak untuk hidup; hak
berkeluarga dan melanjutkan keturunan;
hak mengembangkan diri; hak keadilan;
hak kemerdekaan; hak berkomunikasi; hak
keamanan; dan hak kesejahteraan.
C. Bangsa Indonesia menyadari dan
mengakui bahwa setiap individu adalah
bagian dari masyarakat dan sebaliknya
masyarakat terdiri dari individu-individu
yang mempunyai hak asasi serta hidup di
dalam lingkungan yang merupakan sumber
daya bagi kehidupannya.

1.

2.

PEMAHAMAN HAK ASASI MANUSIA BAGI BANGSA INDONESIA


Hak asasi manusia merupakan hak dasar seluruh umat
manusia tanpa ada perbedaan. Mengingat hak dasar
merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa, maka
pengertian hak asasi manusia adalah hak sebagai anugerah
Tuhan Yang Maha Esa yang melekat pada diri manusia, bersifat
kodrati, universal dan abadi, berkaitan dengan harkat dan
martabat manusia.
Setiap manusia diakui dan dihormati mempunyai hak asasi
yang sama tanpa membeda-bedakan apapun.

3. bangsa Indonesia menyadari bahwa hak asasi manusia bersifat


historis dan dinamis yang pelaksanaannya berkembang dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
1 . PERTAHANAN DAN KEAMANAN NEGARA
pasal 30 menegaskan:
Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut dalam usaha
pertahanan dan keamanan negara.
usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui
sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh TNI dan
POLRI, sebagai kwkuatan utama rakyat dan sebagai kekuatan
pendukung.

2. PENDIDIKAN NASIONAL
sesuai dengan tujuan negara sebagaimana
tercantum dalam pembukaan, pemerintah
indonesia berkewajiban mencerdaskan
kehidupan bangsa, maka pasal 21
menegaskan bahwa setiap warga negara
berhak mendapatkan PENDIDIKAN,
Negara wajib memprioritaskan anggaran
pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari
APBN serta APBD untuk memenuhi
kebutuhan penyelenggaraan pendidikan
nasional.

KEBUDAYAAN NASIONAL INDONESIA


negara memajukan kebudayaan nasional indonesia ditengah
peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam
memelihara dan
mengembangkan nilai-nilai budaya.
PEREKONOMIAN NASIONAL DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL
pasal 33 mengatur tentangperekonomian nasional yang menyatakan
perekonomian disusun sebgai usaha bersama atas dasar kekeluargaan.

Tau ga... Mentri


perekonomian indonesia saat
ini???

Beliau adalah :
HATTA RAJASA

LAMBANG-LAMBANG PERSATUAN INDONESIA


DALAM UUD 1945
Didalam UUD 1945 terdapat pasal-pasal
yang berfungsi sebagai lambang atau atribut
persatuan bangsa indonesia, yaitu tentang
bendera negara dan bahasa negara.
pasal 35 menetapkan bendera RI Adalah
sang merah putih, sedangkan pasal 26
menetapkan bahasa negara adalah bahasa
indonesia.

Disamping itu,untuk merealisasikan jiwa


semangat persatuan yang diamanatkan UUD
1945, MPR mensosialisasikan berbagai
kegitan untuk menguatkan kehidupan
berbangsa yang bhineka tunggal ika melalui 4
persatuan bangsa yaitu :
1.Pancasila
2.UUD 1945
3.NKRI
4.Prinsip bhineka tunggal ika

UUD
Ketentuan tentang perubahan UUD tertuang pasal
37 UUD 1945.
Sejauh ini uud 1945 etelah mengalami
perubahan(amandemen) oleh MPR RI empat kali
yaitu :
1. Amandemen pertama terjadi dalam ST MPR RI
tahun 1999
2. Amandemen kedua dilakukan dalam ST MPR RI
tahun 2000
3. Amandemen ketiga terjadi dalam ST MPR RI
tahun 2001
4. Amandemen keempat terjadi dalam ST MPR RI
tahun 2002
PERUBAHAN

ATURAN PERALIHAN DAAN ATURAN TAMBAHAN


terhadap pasal-pasal pada aturan peralihan
dan aturan tambahan juga dilakukan perubahan
sesuai dengan tuntutan perubahan.
DINAMIKA PELAKSANAAN UUD 1945
setelah bangsa indonesia berhasil
memproklamasikan kemerdekaanya tanggal 17
agustus 1945 bukan berarti perjuangan dan citacita Bangsa indonesisa telah sepenuhnya
tercapai. Masih banyak persoalan yang harus
diselesaikan terutama tentang pemerintahan
negara.

Persoalan yang paling mendesak dan harus


segera diselesaikan yaitu berkaitan dengan
landasan idil,landasan konstitusional, serta
kepala negara dan kepala pemerintahan.
Landasan idil bangsa indonesia adalah
pancasila dan UUD 1945 adalah sebagai
landasan konstitusionalnya, serta memilih
presiden dan wakil presiden pada tanggal 18
agustus 1945
dengan kata lain, bangsa indonedia masih
dihadapkan pada persoalan yang rumit dalam
rangka menyelenggarakan pemerintahan

Dasar kepemimimpinannya berdasarkan UUD :


Pasal (4)
Pasal (5)
Syarat untuk menjadi Presiden dan Wakil
Presiden : Pasal (6)
Pemilihan untuk Presiden dan Wakil Presiden:
Pasal (6A)

2. Presiden dan Wakil


Presiden

Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden : Pasal


(7)
Pemberhentian Presiden dan Wakil Presiden : Pasal
(7A), Pasal (7B)
Kekuasaan Presiden : Pasal (7C)
Mangkatnya Presiden dan Wakil Presiden : Pasal (8)
Pelantikan dan Penyumpahan Presiden dan Wakil
Presiden : Pasal (9)

* Memegang kekuasaan tertinggi (pasal 10)


* Menyatakan perang, membuat perdamaian dan
perjanjian dengan negara lain dengan
persetujuan DPR, terutama yang menimbulkan
akibat yang luas dan mendasar bagi negara
(pasal 11)
* Menyatakan keadaan bahaya, yang syarat dan
akibatnya ditetapkan dengan UU (pasal 12)

*Hak Prerogratif
Presiden

*Mengangkat dan menerima duta dan konsul dengan


memperhatikan pertimbangan DPR : (pasal 13)
*Presiden memberikan grasi dengan
mempertimbangkan MA, dan memberikan amnesti
dan abolisi dengan pertimbangan DPR : (pasal 14)
*Presiden memberi gelar, tanda jasa, dan lain lain
tanda kehormatan menurut UU : pasal 15
*Presiden membentuk dewan pertimbangan yang
bertugas memberi nasehat dan pertimbangan
kepada Presiden : pasal 17

Pemilihan Umum untuk pemilihan DPR :pasal 19


Kekuasaan, tugas, dan fungsi DPR : pasal 20
Kewenangan DPR mengusulkan RUU : pasal 21
Berkaitan dengan pembuatan Perpu oleh
Presiden : pasal 22
Pemberhentian DPR : pasal 22B

* Dewan Perwakilan Rakyat

Pemilihan anggota, jumlah, dan persidangan :


pasal 22C
Pengajuan RUU : passal 22D

* Dewan Perwakilan Daerah

Tugas BPD dan proses penindaklanjutan hasil


pemeriksaan keuangan negara : pasal 23F
Letak BPK : pasal 23 G

Badan Pengawas Keuangan


(BPK)

Pelaksanaan kehakiman : pasal 24


Kewenangan MA : pasal 24a

*Mahkamah Agung

MK berwenang mengadili pada tingkat pertama


dan terakhir yang putusannya bersifat final
untuk menguji UU terhadap UUD, memutuskan
segala persengketaan parpol dan hasil
pemilihan umum : pasal 24 C

*Mahkamah

Konstitusi

* Komisi Pemilihan Umum (KPU)


Melakukan fungsi pengawasan terhadap
keberlangsungan Pemilu agar sesuai asas
LUBERJUDIL.
* Bank Sentral
Mengatur jalur lalu lintas peredaran uang skala
nasional maupun secara internasional.

*Lembaga Non

Departemen

* Komisi Yudisial berfungsi sebagai lembaga yang mengatur


pengangkatan hakim.

* Kementrian Negara

* Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya di

bidang pemerintahan Presiden dan Wakil


Presiden dibantu kementrian yang menangani
masing-masing bidang. Dimana pembentukan dan
pelaksanaanya diatur oleh Undang-Undang.

*Lembaga Pembantu

Tugas Presiden dan


Wakil Presiden

* Dewan Pertimbangan
Tugasnya memberi nasehatdan pertimbangan
kepada Presiden.
* TNI/POLRI
Sebagai yang usaha pertahanan dan keamanan
negara.

Hal ini berkaitan dengan pembagian wilayah


untuk urusan pemerintahan .
Masing-masing wilayah mempunyai Perda .
Pemimpin wilayah dipilih secara Pemilu Umum
yang dipilih secara langsung oleh rakyah dengan
prinsip LUBERJUDIL.
Antara pemerintahan pusat dan daerah saling
menjalin kerjasama, dengan tetap
memperhatikan UU yang mengatur dan tetap
mempertimbangkan kekhususan daerah dan

*H. Pemerintahan

Daerah

Indonesia merupakan Negara Demokrasi, yang


mengharuskan berlangsungnya PemilihanUmum.
Pemilu ini diselenggarakan secara nasional,
provinsi, atau regional.Asas yang digunakan
adalah Luberjudil.

*I. Pemilihan Umum

APBN sebagai wujjud pengelolaan keuangan


Negara, ditetapkan setiap tahun dengan UndangUndang. Hal ini ditujukan agar terwujudnya
transparansi finansial suatu daerah. RUU APBN
diajukan oleh Presiden untuk dibahas bersama
DPR dengan mempertimbangkan DPD.
Pajak dan pungutan lain sebagai sumber finansial
diatur oleh UU.

*J. Hal Keuangan

Bentuk Indonesia adalah Negara Kesatuan


Republik Indonesia (Pasal 25 A UUD). Kemudian
membagi-bagi wilayah menjadi provinsi sebagai
bentuk otonomi daerah.

*K. Wilayah Negara

Hakikat warga Negara dan penduduk adalah


berbeda, warga Negara adalah orang yang
mempunyai kewarganegaraan Indonesia namun
penduduk adalah seluruh orang yang mendiami
suatu wilayah, baik yang WNI atau WNA.
Perbedaan juga terlihat pada hak dan kewajiban
yang akan diterima dari penduduk dan warga
Negara.

*L. Hubungan Negara


dan Warga
Negara/Penduduk

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Hak warga Negara Indonesia :


Kesamaan kedudukan di dalam hukum dan pemerintahan (pasal
27 ayat 1)
Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan (pasal 27 ayat 2)
Hak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan
(pasal 28 D ayat 3)
Hak ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara
(pasal 30 ayat 1)
Hak mendapatkan pendidikan (pasal 31 ayat 1)
Hak mendapatkan pembiayaan untuk mengikuti pendidikan dasar
(pasal 31 ayat 2 )
Hak dipelihara oleh Negara bagi fakir miskin (pasal 34 ayat 1)
Hak mendapat jaminan social dan pemberdayaan (pasal 34 ayat
2)
Hak menggunakan fasilitas umum dan pelayanan umum (pasal 34

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kewajiban warga Negara Indonesia :


Menjunjung hokum dan pemerintahannya (pasal 27
ayat 1)
Ikut serta dalam upaya pembelaan Negara (pasal 27
ayat 3)
Ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan
Negara (pasal 30 ayat 1)
Mengikuti pendidikan dasar (pasal 31 ayat 2)
Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia
orang lain dalam tertib berkehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara (pasal 28 J ayat 1)
Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap
warga Negara yang wajib tunduk kepada pembatasan

1.
2.
3.

Hak penduduk:
Mendapat kewarganegaraan Indonesia(pasal
26 ayat 1)
Berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan
pikiran (pasal 28)
Memeluk agama dan beribadat menurut
agama dan kepercayaan masing-masing
(pasal 29 ayat 2)

Dasar pelaksanaan HAM di Indonesia adalah


alinea ke 4 Pembukaan Undang-Undang Dasar.
HAM juga sebagai wujud implementasi
demokrasi. Semakin banyaknya pertimbangan
terhadap perkembangan HAM di Indonesia maka
diatur lebih lanjut menjadi TAP MPR (TAP MPR
NO. XVII/MPR/1998. Isinya adalah untuk
melaksanakan kebebasan HAM diseluruh lapisan
masyarakat dimanapun, kapanpun.

*M. Hak Asasi Manusia

Pendahuluan
Hak asasi : suatu anugerah hakiki yang diberikan oleh Tuhan
YME .Sebagai wujud kepeduliaan aspek HAM terhadap
keberlangsungan Negara diaturlah dalam pembukaan UndangUndang Dasar alinea 4 kemerdekaan adalah hak segala bangsa
oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan
karena tidak sesuai denga perikemanusiaan dan perikeadilan.

* Pandangan dan Sikap

Bangsa Indonesia Terhadap


Hak Asasi Manusia