Anda di halaman 1dari 27

FISIKA

KELAS XI IPA SEMESTER 1


SMAN 1 KUALA PEMBUANG
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

BERANDA
PERANGKAT
PEMBELAJARAN

SK KD
INDIKATOR
TUJUAN
PEMBELAJARAN

MATERI
CONTOH
SOAL
UJI
KOMPETENSI
REFERENSI
PENYUSUN

PERANGKAT
PEMBELAJARAN FISIKA
KELAS XI IPA SEMESTER 2
KRITERIA KETUNTASAN

MINIMAL
PROGRAM TAHUNAN DAN
PROGRAM SEMESTER
SILABUS
RPP

BERANDA
PERANGKAT
PEMBELAJARAN

SK KD
INDIKATOR
TUJUAN
PEMBELAJARAN

MATERI
CONTOH
SOAL
UJI
KOMPETENSI
REFERENSI
PENYUSUN

SK DAN KD
STANDAR KOMPETENSI:
Menerapkan konsep
termodinamika dalam mesin kalor
KOMPETENSI DASAR:
Mendeskripsikan sifat-sifat gas
ideal monoatomik.

BERANDA
PERANGKAT
PEMBELAJARAN

INDIKATOR

SK KD
INDIKATOR
TUJUAN
PEMBELAJARAN

MATERI
CONTOH
SOAL
UJI
KOMPETENSI
REFERENSI
PENYUSUN

Mendeskripsikan persamaan

umum gas ideal pada persoalan


fisika sehari-hari.
Menganalisis hubungan antara
tekanan, volum, dan
temperatur suatu gas serta
merumuskannya dalam suatu
persamaan gas umum.

BERANDA
PERANGKAT
PEMBELAJARAN

TUJUAN PEMBELAJARAN

SK KD
INDIKATOR
TUJUAN
PEMBELAJARAN

MATERI
CONTOH
SOAL
UJI
KOMPETENSI
REFERENSI
PENYUSUN

Mengetahui pengaruh

kecepatan terhadap tekanan.


Mengetahui hubungan energi
kinetik partikel dan prinsip
ekuipartisi energi.

BERANDA
PERANGKAT
PEMBELAJARAN

SK KD
INDIKATOR
TUJUAN
PEMBELAJARAN

MATERI
CONTOH
SOAL
UJI
KOMPETENSI
REFERENSI
PENYUSUN

PRINSIP EKUIPARTISI
ENERGI
Hukum Gas Ideal
Tekanan Gas Ideal Menurut

Teori Kinetik
Teorema Ekuipartisi Energi

A. Hukum Gas Ideal


1. Hukum Boyle
jika gas dalam ruang tertutup
suhu mutlak dijaga konstan
maka volume gas berbanding
terbalik dengan tekanannya.

P1V1 =
P2V2
PV = konstan

Gas dalam tabung


tertutup

2. Hukum Charles
V
konstan
T
V1
V2

T1 T2

Jacques Charles (17471823) dan


disebut dengan hukum Charles, yang
menyatakan bahwa

Keterangan:
V1 = volume awal (m3)
V2 = volume akhir (m3)
T1 = suhu awal (K)
T2 = suhu akhir (K)

jika gas dalam ruang tertutup


tekanannya dijaga konstan maka
volume gas dalam jumlah tertentu
berbanding lurus dengan
temperatur mutlaknya.

3. Hukum Gay-Lussac
Jika gas dalam ruang tertutup volume
dibuat konstan maka tekanan gas
berbanding lurus dengan temperatur
mutlaknya.

P
konstan
T
P1
P2

T1 T2

Persamaan Boyle-Gay-Lussac.
PV
konstan
T

.(*)

PV
P2V2
1 1

T1
T2
Keterangan:
V1 dan V2 = volume gas pada keadaan 1 dan 2
(m3)
P1 dan P2 = tekanan gas pada keadaan 1 dan 2
(N/m2)
T1 dan T2 = suhu mutlak gas pada keadaan 1
dan 2 (K)

Orang memberikan sejumlah gas pada balon,


yang berakibat volume balon mengembang. Di
sini terjadi penambahan jumlah partikel gas atau
sejumlah massa gas ke dalam balon. Oleh
karena itu, jumlah pertikel perlu diperhitungkan,
sehingga konstanta di sebelah kanan pada
persamaan (*) dikalikan dengan banyaknya
partikel N, yang selanjutnya ditulis menjadi:

PV
Nk
T

PV NkT

Keterangan:
P = tekanan gas (N/m2) N = banyak partikel
V = volume gas (m3) T = suhu mutlak (K)
Konstanta k adalah konstanta Boltzmann dalam sistem SI
besarnya:
k = 1,381 1023 J/K

Satu mol sebuah zat adalah banyaknya


zat yang mengandung atom-atom atau
molekul-molekul sebanyak bilangan
Avogadro.

Bilangan Avogadro ditulis dengan NA


yang
didefinisikan sebagai banyaknya atom
karbon dalam 12 gram 12C.

NA = 6,022 1023 atom/mol

Jika banyak mol gas adalah n maka


dapat ditulis:
N
n
NA

PV nRT

R = 8,314 103 J/kmol


K

Keterangan:
P = tekanan gas (N/m2)
V = volume gas (m3)
n = mol gas (kmol)
R = tetapan gas umum (8.314 J/kmol K)
T = suhu mutlak (K)

Massa n mol gas ditulis:

m n Mr

atau

m
n
Mr

Massa jenis gas ideal ()

P
RT

Keterangan:
m = massa gas
Mr = massa molekul relatif

B. Tekanan Gas Ideal Menurut


Kinetik

Teori

Gas ideal dibuat anggapan-anggapan


sebagai berikut.
a.
Gas terdiri dari banyak partikel.
b. Partikel-partikel gas senantiasa bergerak
dengan kecepatan dan arah yang
beraneka ragam.
c.
Partikel gas tersebar secara merata di
semua bagian ruang yang ditempati.
d. Jarak antarpartikel gas jauh lebih besar
daripada ukuran partikelnya. Diameter
partikel 2,51010 m, sedangkan jarak
antarpartikel
3 1019 m.

e. Gaya atau interaksi antarpartikel


sangat kecil sehingga diabaikan.
f. Terjadi tumbukan antara partikel
dengan dinding, dalam tumbukan
tersebut dianggap tumbukan lenting
sempurna.
g.
Dinding tempat gas itu licin
sempurna.
h. Hukum-hukum Newton tentang gerak
berlaku.

Besarnya tekanan gas dalam kubus ialah:


F
P
A

Keterangan:
P = tekanan (N/m2)
F = gaya (N)
A = luas penampang
(m2)

N m vx2
Px

Diagram gerakan
partikel gas dalam
dinding bejana

N m vy2
Py

N m vz2
Pz

vx

1 2
v
3

vx2 vy2 vz2

Persamaan tekanan gas pada ruang


tertutup dirumuskan:

1 (Nmv2 )
P
3
V
2N
P
Ek
3V
3
Ek = kT
2

Keterangan:
P = tekanan gas (N/m2)
N = jumlah partikel
v = kecepatan rata-rata (m/s)
m = massa partikel (kg)
V = volume gas (m3)
Ek = energi kinetik

Persamaan di atas adalah energi kinetik sebuah


partikel gas, sedangkan energi kinetik sistem
dengan N buah partikel adalah

3
Ek = NkT
2
Keterangan:
Ek = energi kinetik rata-rata sistem (J)
N = jumlah partikel
k = konstanta Boltzmann (J/K)= 1,38 1023 J/K
T = suhu mutlak (K)

vrms

3RT
=

vrms

3P
=

3kT
m

Keterangan:
vrms = akar kuadrat kecepatan rata-rata (m/s).
M = massa tiap satuan mol (kg)
m = massa tiap satuan partikel (kg)

P = tekanan gas (N/m2)


= massa jenis gas (kg/m3)

C. Teorema Ekuipartisi Energi


1
Ek 3 kT
2
Angka 3 pada persamaan energi tersebut
menunjukkan tingkat kebebasan molekul
menyerap energi.
Untuk gerak translasi ada 3 kebebasan
dalam menyerap energi, yaitu kebebasan
bergerak ke
arah sumbu x, sumbu y, dan
sumbu z.

1
1
1
2
2
Ek mvx mvy mvz2
2
2
2

Pada gas diatomik tingkat kebebasan molekul


dapat menyerap energi, selain memiliki 3 tingkat
kebebasan gerak translasi juga masih memiliki 2
tingkat kebebasan berotasi yaitu kebebasan
berotasi dalam dua arah yang berbeda.
Sehingga molekul gas diatomik memiliki 5 derajat
kebebasan menyerap energi, maka besar
energinya adalah:
Teorema semacam
1
Ek 5 kT
ini dinamakan
2

ekuipartisi energi.

Jika tingkat kebebasan dinyatakan dengan f


maka rata-rata energi kinetik per molekul
ditulis:

1
Ek f kT
2

U=N
Ek
Keterangan:
U = energi dalam gas (J)
Ek = energi kinetik rata-rata tiap molekul gas (J)
N = banyak partikel

BERANDA
PERANGKAT
PEMBELAJARAN

SK KD
INDIKATOR
TUJUAN
PEMBELAJARAN

MATERI
CONTOH
SOAL
UJI
KOMPETENSI
REFERENSI
PENYUSUN

CONTOH SOAL

BERANDA
PERANGKAT
PEMBELAJARAN

SK KD
INDIKATOR
TUJUAN
PEMBELAJARAN

MATERI
CONTOH
SOAL
UJI
KOMPETENSI
REFERENSI
PENYUSUN

UJI KOMPETENSI

BERANDA
PERANGKAT
PEMBELAJARAN

SK KD
INDIKATOR
TUJUAN
PEMBELAJARAN

MATERI
CONTOH
SOAL
UJI
KOMPETENSI
REFERENSI
PENYUSUN

REFERENSI

BERANDA
PERANGKAT
PEMBELAJARAN

SK KD
INDIKATOR
TUJUAN
PEMBELAJARAN

MATERI
CONTOH
SOAL
UJI
KOMPETENSI
REFERENSI
PENYUSUN

PENYUSUN