P. 1
archaebacteria

archaebacteria

|Views: 4,195|Likes:
Dipublikasikan oleh Gita Sativa

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Gita Sativa on Feb 10, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2013

pdf

text

original

Tugas Biologi

ARCHAEBACTERIA

X7

Disusun oleh
 Kelompok 1

Abdul Faris M Hylman Jatmiko Kantitarina (18) Nur Jannah (29) Riddho N (32)
• Kelompok 2

(01) (17)

• Kelompok 3

Adri Liberty Alfian Gautama Anang Akbar M. Nurdin (26) Rizky Darma Suseto Mahardiko

(02) (04) (07) (33) (34)

Agnes Kurnia R Anggita I Arlina Hapsari Daniswara N Khomsiyah S Radhita Firza R

(03) (08) (09) (11) (20) (30)

Archaebacteria
Arkea atau archaea (yang tua) juga dikenal

sebagai arkeabakteria atau archaebacteria. Merupakan kelompok makhluk hidup pertama yang menggunakan reaksi kimi anorganik untuk menghasilkan energi yang kemudian digunakan untuk membuat materi organik yang menghasilkan metana dan sulfur dioksida.

Ciri ciri Archaebacteria
• Hidup pada lingkungan yang ekstrim • • • • •

ex : mengandung garam, asam, dan miskin oksigen Tidak sensitif terhadap Antibiotik Terdapat gen penyandi protein (intron) Pada dinding sel terdapat polisakarida (lainnya protein) Pada dinding sel tidak mengandung Peptidoglikan (gabungan protein dan polisakarida) Merupakan organisme unisel yang tidak memiliki nukleus, maka dikelaskan sebagai prokariot)

Klasifikasi Archaebacteria
 Berdasarkan tempat hidupnya, anggota

Archaebacteria dapat di golongkan beberapa kelompok yaitu
a) Halofili b) Metanogem c) Termoasidofili d) Pereduksi Sulfur

a. Halofili
Hidup di perairan berkadar garam tinggi

seperti di danau air asin dan laut mati. ex : Halobacterium dan Halococcus

b. Metanogen
Mampu mengubah karbon dioksida dan

hidrogen menjadi metana ex : methanobacterium dan mathanosarcina

c. Termoasidofili
 Hidup didaerah sumber air bersulfur, lubang

vulkanik, kawah vulkanik ex : Sulfolobus, thermoplasma, thermoproteus

d. Pereduksi Sulfur
 Kelompok archae yang menggunakan hydrogen

dan sulfur anorganik sebagai sumber energinya

Peranan Archaebacteria
 Menggunakan reaksi kimia yang digunakan untuk

membuat materi organik dan reaksi lainnya. (umumnya menghasilkan gas metana dan sulfur dioksida)  Mengubah karbon dioksida dan hidrogen jadi metana  Gas Metana yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai biogas  Mampu mengoksidasi sulfur  Bakteri Metanogen yang ada dalam Ruminansia (pemamah biak) dapat mencegah pektin (lachnospira multiparus), memecah amilum (Succinomonas amylolytica) dan emecah selulosa (Ruminococcus albus)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->