Anda di halaman 1dari 66

INDUSTRI KARET BAN

OLEH
DERU VARDHEO
IBRAMSYAH SIREGAR
ZAKKI R MUBAROK

RUANG LINGKUP
Karet Ban (jenis, komposisi, dan
formulasi)
Bahan Baku Produksi Ban
Karet
Teknologi dan Proses
Kapasitas Produksi dan
Ekspor Impor
Aspek Lingkungan

SEJARAH
1839

Charles
Goodyear

Teknik vulkanisasi:
Karet Tahan Api

menciptakan: ban
1845
Robert William Thomsonhidup/berongga
Bapak Ban
dengan kulit
binatang
1870
John Boyd
ban
Dunlop
hidup/berongga
Charles Kingston
dengan karet
Ban Dalam
Welch
William Erskine
Ban Luar
Bartlett

BAN KARET
Ban Karet adalah bahan yang terbuat
dari bahan karet atau polimer yang
sangat kuat diperkuat dengan seratserat sintetik dan baja yang sangat
kuat yang menghasilkan suatu bahan
yang
mempunyai
sifat-sifat
unik
seperti kekuatan tarik yang sangat
kuat, fleksibel, ketahanan pergeseran
yang tinggi.
3 KOMPONEN UTAMA
Karet (60%), serat sintetik
dan Baja

KOMPOSISI BAN KARET


BAHAN

KOMPOSISI
(%)
40-60
20-35

Karet
Polimer agen penguat (karbon
black )
minyak aromatic extender
15-20
(benzopyrene)
bahan vulkanisasi aditif (zink
4
oksida ,benzothiazole dan
turunannya)
Antioksidan
1
Bahan pembantu prosesing (,seperti
<1
plastizer dan softener)
Sumber: Wik dan Dave,2009,Xiaolin ,2010

JENIS-JENIS BAN KARET BERDASARKAN


KONSTRUKSI DAN STRUKTUR
BAN RADIAL

BAN BIAS

tegak lurus dengan garis tengah bersilang dengan arah diagonal

KARET SEBAGAI BAHAN BAKU


UTAMA BAN KARET
Hevea brasiliensis

KARET ALAM

Minyak Bumi

KARET SINTETIS

PERBANDINGAN PENGGUNAAN KARET


SINTESIS DAN ALAMI DALAM PRODUKSI BAN
BAN KARET
BAN MOTOR
BAN MOBIL
BAN TRUK
BAN MOBIL
BALAP
BAN BALAP F1
BAN OFF ROAD
BAN PESAWAT
TERBANG

KARET ALAM KARET


(%)
SINTESIS (%)
45
55
45
55
50
50
50
50
100
80
100

20
-

SIFAT KARET ALAM DAN


KARET SINTESIS
ALAM
SINTESIS
Memiliki plastisitas yang baik
sehingga pengolahannya mudah

Harganya yang cenderung


dapat dipertahankan

Mempunyai daya aus yang tinggi

Suplai karet sintesis tidak


berubah-rubah tidak seperti
karet alam yang
mengalami perubahan.

Tidak mudah panas

Tahan terhadap zat kimia

Memiliki daya tahan yang tinggi


terhadap keretakan
Memiliki daya elastis atau daya
lenting sempurna

PROSES DAN TEKNOLOGI


PRODUKSI BAN KARET

Pengolahan
Produksi
Bahan
Ban karet
Baku

Finishing

PENGOLAHAN BAHAN BAKU


KARET ALAM
Dipanaskan
Karet
mentah
Proses
Mastikasi
Karet sebagai bahan

JALUR PEMBUATAN KARET SINTESIS


MINYAK BUMI

STYRENE

BUTADIENE

STIYRENE
BUTADIENE RUBBER

ISOPREN

SINTESIS STYRENE
Sebagai bahan baku
pembuatan karet ban
sintesis
CH3
alkilasi

CH2

dehidrogenasi

CH3-CH3
Etil Benzen

Stiren

PEMBUATAN ETIL BENZENE


BADGER EB MAX PROCESS (EXXON MOBILE)
Etilen bereaksi dengan
benzene :katalis ZMS-5,
T=150-3000C,
EB, benzene
unreacted
polietilbenzen
Polietilbenzen
dikonversi menjadi
EB, 300-500 C,
EB, unreacted
benzen, PBImpurities
Penghilangan
benzene
T=90 0C (atas
benzen,bawah EB
T=130 0C (atas EB,bawah
PEB)
Rasio benzene:etilen 8:1, Konversi 85-90%,
prod capacity: 22 million metric typ

REAKSI PEMBUATAN ETIL BENZENE


BADGER EB MAX PROCESS (EXXON MOBILE)
CH3

+ H2C

Alkilasi

CH2

CH3

CH3

H2C

Produk samping

CH2

CH3
H3C

+
H3C

CH3

CH3

Transalkilasi

PEMBUATAN ETIL BENZENE


LUMMUS-UOP PROCESS
Reaksi alkilasi
dengan Zeolit sbg
katalis (150-300 0C,
Keluaran: EB, PEB,
benzen
T=80-90 0C, atas
benzen, bawah EB,
PEB
T=100-150 0C, atas EB
bawah PEB
Biasanya sbg bahan
bakar

Rasio molar B:Et 0,15:0,2


Yield: 99,7-99,9%. Et pure: 80-100%
Prod Capacity: 65,000 -1,250,000

PEMBUATAN ETIL BENZENE


CATALYTIC DISTILATION TECH (CDTECH)
CD Alkilator: terjadi
alkilasi dengan katalis
zeolit pellet
B & Et unreacted cycling
using zeolit (kolom 2), Et
akan teradsorp, produk
bawah B
EB (Atas) dan PEB
(bawah)hasil CD
alkilator dipisahkan
T=130-1500C
Transalkilasi PEB to EB

Rasio molar B:Et 0,15:0,2


Yield: 99,7%, Et pure:35%
Prod Capacity: 14,0000 -850,000
metric typ

DEHIDROGENASI ISOTERMAL ETIL


BENZENE
H2, CO, CO2, CH4

PENGOLAHAN BAHAN BAKU STIREN

Reaktor
Dehidrogenasi

Dehidrogenasi

H2 +
CO2

Flash
tank

80,1 0C

Benzene

Decanter

Oily water

110,6 0C
Toluen

144,26 0C,
P=1,9 bar

Distilasi kolom
3

Fresh
mixe
etil
r
benzen
e feed Mixture

Distilasi kolom
2

T=600 0C, Fe3O4

Distilasi kolom
1

steam

Etil
Benzene
Recycle

Stiren

Kemurnian styrene:
99,74%

REAKSI DEHIDROGENASI EB

SINTESIS ISOPREN
Sebagai bahan baku
pembuatan karet ban
sintesis

REAKSI

SINTESIS BUTADIENA
Sebagai bahan baku
pembuatan karet ban
sintesis

PERBANDINGAN TEKNIK PEMBUATAN


BUTADIENA
KONVENSIONAL

MODERN

1.asetilena+formaldehida
2. aldolisasi asetaldehida
3.dehidrasi dan
dehidrogenasi etanol.

Dehidrogenasi butana
dan butena (C4 cuts) pada
catalytic cracking

Skema Singkat
Unit
catalytic
cracking
pada kilang
refinery
minyak bumi

Unit pretreatment
70-95%
butena
25-45% butena

C4 cuts

Unit catalytic
dehydrogenation

C4 Cuts Pretreatment Unit

Dehidrogenasi Butena

Dehydrogenation of butene

Dehydrogenation of butane

Dehydrogenation of butane

SINTESIS STYRENE
BUTADIENE RUBBER (SBR)
KARET BAN (POLIMER)

BUTADIENE RUBBER

STYRENE RUBBER

STYRENE- BUTADIENE RUBBER (SBR)

STYRENE- BUTADIENE RUBBER (SBR)

PEMBUATAN BAN KARET


NONTON VIDEO

TAHAPAN

TAHAPAN (Contd)

Tahapan

Tahapan

Tahapan

Tahapan

Tahapan

ALAT-ALAT

1.Mixing/
Banbury

Pencampuran Natural dan Synthetic


Rubber, Carbon Black, Silica, Zinc
Oxide, Sulfur, Oli, dan beberapa
material kimia lain

PRODUKSI BAN KARET


(Cont)
2.Extrudin
g

PRODUKSI BAN KARET


(Cont)
3.
Calender

PRODUKSI BAN KARET


(Cont)
3. Bead

PRODUKSI BAN KARET


(Cont)
4. Cutting and
Building

PRODUKSI BAN KARET


(Cont)
4. Curing

KAPASITAS PRODUKSI
BAHAN BAKU
PT
PETROKIMIA
BUTADIENE
INDONESIA (PBI)
Berdiri tahun 2010 (anak PT Chandra
Asri)
Dengan kapasitas produksi butadien
100.000 ton/tahun.
Bahan Baku utama: C4 mixed yang
merupakan produk turunan dari Pabrik
Nafta Cracker (dari PT Chandra Asri)

KAPASITAS PRODUKSI
PT DOW CHEMICAL INDONESIA
Adalah pabrik yang berdiri pada tahun
1995 yang menghasilkan styrene
butadiene rubber dengan kapasitas
produksi 30.000 MT/tahun

KAPASITAS PRODUKSI
STYRENE
PT STYRINDO MONO INDONESIA (SMI)
Perusahaan ini adalah satu-satunya produsen
styrene di Indonesia yang terletak di Puloampel,
Serang (Anak PT Chandra Asri Petrochemical).
berdiri Memproduksi monomer stiren dengan
340.000 MT/tahun.
Ada 2 unit produksi etilbenzen dengan teknologi
Lummus dari UOP dan Badger dari EXXON
MOBILE. Etil benzene didapatkan dari PT
Pertamina

KAPASITAS PRODUKSI

PT Gajah Tunggal (TAHUN BERIDIR I 1951)

Ban Bias

Di tahun 2007, jumlah ban bias yang diproduksi Perusahaan adalah 3,5 juta ban,
naik 3% dari 3,4 juta ban di tahun 2006.
Ban Sepeda Motor

Tingginya permintaan di tahun 2007 menyumbangkan kenaikan volume produksi ban


sepeda motor menjadi 14,1 juta ban, atau naik sebesar 13% dibandingkan dengan
12,5 juta ban yang diproduksi di tahun 2006.
Kain Ban

Kapasitas produksi tahunan kain ban Perusahaan adalah sebesar 36.000 ton dan di
tahun 2007 komposisi produksinya adalah: 73% kain ban nilon-6, 6% kain ban nilon66, dan 21% kain ban polyester. Di tahun 2007, penjualan kain ban kepada pihak
ketiga mencapai Rp. 444 milyar. Penjualan kepada pihak ketiga sebesar Rp. 444
milyar terdiri dari penjualan sebesar Rp. 242 milyar k epada produsen-produsen ban
lain di Indonesia dan sisanya senilai Rp. 202 milyar diekspor.
Karet Sintesis

Pabrik SBR ini berkapasitas produksi tahunan sebesar 60.000 ton. Komposisi tiga
produk utama pabrik SBR ini pada tahun 2007 adalah SBR 1712 sebesar 60%, SBR
1502 sebesar 39%, dan SBR 1721 sebesar 1%. Produk-produk SBR Perusahaan telah
dikenal dan diterima dengan baik oleh para produsen ban baik di dalam maupun luar
negeri.

Produksi dan Pemakaian Karet


Sintetik Dunia
(SUMBER: PUSDATIN DEP
PERINDUSTRIAN)

KEGIATAN EKSPOR KARET DI INDONESIA


(SUMBER: PUSDATIN DEP PERINDUSTRIAN)

KEGIATAN IMPOR KARET DI INDONESIA


(SUMBER: PUSDATIN DEP PERINDUSTRIAN)

KEGIATAN EKSPOR DAN IMPOR KARET DI DUNIA


(SUMBER: PUSDATIN DEP PERINDUSTRIAN)

LINGKUNGAN (sistem reuse)


Ban Karet
Bekas
Serbuk Karet

Bahan Baku

Karpet karet
Sol Sepatu
Karet
Konstruksi
bangunan
Campuran
aspal
Lapangan
Olahraga
Arena Pacuan
Kuda

TUJUAN
mengurangi jumlah limbah karet
yang terbuang ke lingkungan
pemakaian kembali limbah produk
karet tertentu,
menekan harga karet sebagai salah
satu komponen penting penentu
harga produk jadi yang dihasilkan

3 PROSES DALAM PEMBUATAN


SERBUK KARET

Ambient
grinding

Cryogeni
c
grinding

WetAmbient
grinding

AMBIENT GRINDING
Proses
ambient
menghasilkan
bentuk
partikel yang
tidak teratur
dengan luas
permukaan
yang relatif
besar
menghasilkan
reaksi antara
semen aspal
lebih cepat
proses dimana ban bekas tersebut diparut ,digiling yang diproses pada
temperatur ruang

Cryogenic grinding
menghasilkan
suatu
permukaan
yang rata yang
dapat
mengurangi
kecepatan
reaksi dengan
aspal semen
proses yang menggunakan nitrogen cair untuk membekukan ban
bekas sehingga menjadi rapuh dan kemudian dengan menggunakan
sebuah hammer mill untuk menghancurkan karet yang beku
tersebut menjadi partikel-partikel yang halus

Wet-Ambient grinding
proses melarutkan dapat digunakan untuk menghasilkan
ukuran partikel karet antara 200-500 mesh