Anda di halaman 1dari 21

CR(COMPUTER RADIOGRAFI)

ABSTRACT
Computed Radiography (CR) using equipment that is very similar to conventional
radiography except that in place of film to create an image, an imaging plate (IP) is made
from phosphorus photostimulable used. CR imaging plate (IP) contains phosphorus
photostimulable storage, which stores the radiation levels received at each point on the
local electron energy. Imaging plate was placed in a special cassette and placed under the
body part or object to be examined and x-ray exposure is made. Therefore, instead of
taking exposed film into a darkroom for developing in chemical tanks or automatic film
processors, imaging plate is run through a special laser scanner, or a CR reader, which
read and digitize the images. Digital images can then be viewed and enhanced using
software that has functions very similar to other software the conventional digital image
processing, such as contrast, brightness filtration, and zoom.
INTI SARI
Computed Radiography (CR) menggunakan peralatan yang sangat mirip dengan radiografi
konvensional kecuali bahwa di tempat film untuk membuat gambar, sebuah piring imaging
(IP) yang terbuat dari fosfor photostimulable digunakan. Pencitraan CR pelat (IP)
mengandung fosfor penyimpanan photostimulable, yang menyimpan tingkat radiasi yang
diterima di setiap titik pada energi elektron lokal.Pelat pencitraan ditempatkan di sebuah
kaset khusus dan ditempatkan di bawah bagian tubuh atau objek yang akan diperiksa dan
paparan x-ray dibuat. Oleh karena itu, bukannya mengambil film terkena menjadi kamar
gelap untuk berkembang di dalam tangki kimia atau prosesor film otomatis, plat imaging
dijalankan melalui scanner laser khusus, atau pembaca CR,yang membaca dan
mendigitalkan gambar. Gambar digital kemudian dapat dilihat dan ditingkatkan dengan
menggunakan perangkat lunakyang memiliki fungsisangat mirip dengan perangkat lunak
lain imaging processing konvensional digital seperti kontras, filtrasi kecerahan dan zoom.

PENDAHULUAN
Perkembangan ilmu pengetahuan diikuti dengan perkembangan teknologi.Didunia
kesehatan,peralatan teknologi yang digunakan semakin canggih.Salah satunya adalah
CR(Computed Radiography),yang mana digunakan di bidang radiologi. Seiring berjalannya
waktu, teknologi komputer terbaru telah berkembang di dunia, bahkan sudah semakin maju.
Kita akan bersama-sama membahasnya pada salah satu cabang ilmu kedokteran, yaitu
radiologi, ilmu yang mempelajari tentang radiasi, terutama di bidang radiodiagnostik dan
radioterapi. Teknologi komputer terbaru yang dimasksud adalah CR (Computer Radiologi)
Pengertian
Pelopor teknologi komputer adalah John Von Neumann.Computed radiography adalah

proses merubah system analog pada konvensional radiografi menjadi digital radiografi .
Pada sistem Computed Radiography data analog dikonversi ke dalam data digital pada
saat tahap pembangkitan energi yang terperangkap di dalam Imaging Plate dengan
menggunaklan laser, selanjutnya data digital berupa sinyal-sinyal ditangkap oleh Photo
Multiplier Tube (PMT ) kemudian cahaya tersebut digandakan dan diperkuat intensitasnya
setelah itu di ubah menjadi sinyal elektrik yang akan di konversi kedalam data digital oleh
Analog Digital Converter (ADC).
Teknologi terbaru yang dapat memproses 8 kaset sekaligus dengan cepat dan dengan hasil
yang baik. Teknologi ini menghasilkan foto dengan akurasi yang tinggi, data-data digital
yang dapat diproses atau dicetak ulang serta mengurangi resiko pengulangan foto.

Pada penggunaan radiografi konvensional digunakan penggabung antara film radiografi


dan screen, akan tetapi pada Komputer radiografi menggunakan imaging plate. Walaupun
imaging plate secara fisik terlihat sama dengan screen konvensional tetapi memiliki fungsi
yang sangat jauh berbeda, karena pada imaging plate berfungsi untuk menyimpan enersi
sinar x kedalam photo stimulable phosphor dan menyampaikan informasi gambar itu ke
dalam bentuk data digital.
CR imaging pelat (IP) mengandung fosfor penyimpanan photostimulable, yang menyimpan
tingkat radiasi yang diterima di setiap titik pada energi elektron lokal. Ketika pelat diletakkan
melalui scanner, sinar laser scanning menyebabkan elektron untuk bersantai ke tingkat
energi yang lebih rendah, memancarkan cahaya yang dideteksi oleh tabung fotopengganda, yang kemudian dikonversikan ke sinyal elektronik. Sinyal elektronik ini
kemudian dikonversi menjadi diskrit (digital) nilai-nilai dan ditempatkan ke dalam peta
prosesor gambar pixel.
Piring Imaging secara teoritis dapat digunakan ribuan kali jika ditangani dengan hati-hati.
Teknologi CR (Computed Radiography) juga untuk pemrosesan hasil photo X-Ray/Rntgen.
Teknologi CR ini langsung terhubung dengan Laboratory Information. System untuk
keakuratan validitas data pasien.Teknologi ini menghasilkan foto dengan akurasi yang
tinggi, data-data digital yang dapat diproses atau dicetak ulang serta mengurangi resiko
pengulangan foto.
Kegunaan CR
Alat ini digunakan untuk :
1. Pemeriksaan foto / Rontgen polos
2. (CR: Computerized Radiography): Alat untuk mengubah menjadi digital yang lebih jelas.
3. Pemeriksaan roentgen dan zat kontras:
a. Saluran pencernaan,
pemeriksaan yang dilakukan meliputi :
- OMD
- Followthroug
- Colon in loop

- rektografi
b. Saluran kencing,
pemeriksaan yang dilakukan meliputi:
- BNO-IVP
- Cystography
- Ureterografi
- APG dan RPG
c. Pembuluh darah,
pemeriksaan yang dilakukan misalnya :
- Arteriografi
- Femoralis

Gambar CR : Computerized Radiology


Komponen-komponen yang terdapat pada Computed Radiography antara lain :
1. Kaset
Kaset pada Computed Radiography terbuat dari carbon fiber dan bagian belakang terbuat
dari almunium, kaset ini berfungsi sebagaii pelindung dari Imaging Plate.
2. Imaging Plate
Image Plate merupakan komponen utama pada sistem CR yang berfungsi menyimpan
energi sinar x, imaging plate terbuat dari bahan Photostimulabel phosphor. Dengan
menggunakan Imaging Plate memungkinkan proses gambar pada sistem komputer
radiografi untuk melakukan berbagai modifikasi.
Proses yang terjadi pada Imaging Plate di mulai pada saat terkena penyinaran sinar-x ,
Imaging Plate akan menangkap energi dari sinar x kemudian disimpan oleh bahan
phosphor yang akan dirubah menjadi data digital dengan Laser Scanner di dalam Image
Reader. Setelah Imaging Plate melalui proses scanning, gambaran akan di tampilkan pada
monitor komputer, sementara Imaging Plate masuk ke bagian data penghapusan (erasure)
untuk dibersihkan sehingga dapat digunakan kembali untuk pasien yang lainnya.
Proses pembentukan gambar yang terjadi pada imaging plate melalui beberapa tahapan :

1). Exposure
Imaging plate merupakan lembaran yang dapat menangkap dan menyimpan bayangan
laten, terdiri dari lapisan phosphor dan lapisan pendukung. Imaging plate biasanya
digunakan dengan ditempatkan ke dalam kaset imaging plate setelah itu kita lakukan
eksposi dengan menggunakan sinar x. Sinar x yang menembus obyek akan mengalami
atenulasi sehingga enersi dari sinar x tersebur ditangkap oleh imaging plate dalam bentuk
data digital.
.
Fungsi imaging plate sebagai penangkap gambar dari pasien yang dieksposi seperti pada
film konvensional. Struktur Imaging Plate terdiri dari; Protective Layer,Phosphor Layer,
Suporting Layer, Backing Layer,Bar Code Layer. Struktur Imaging Plate dapat dilihat
pada gambar 1.
Gambar 1 Struktur Plate Imaging
2). Stimulate
Stimulate Merupakan alat pengolah dari gambaran laten pada imaging plate menjadi data
digital. Gambaran laten pada Imaging plate dibaca dengan laser scanner, setelah diubah
menjadi data dapat diolah dengan bantuan komputer untuk memberikan data baik tentang
pasien maupun segi teknis. Dengan image reader memungkinkan mendapatkan gambaran
dalam waktu yang singkat, dibuat untuk mendapatkan image yang stabil dan berkualitas
serta untuk meminimal radiasi yang dikeluarkan.
Bayanggan tersebut kemudian distimulasi dengan Photo Stimulable Phosphor (PSP) yang
fungsinya untuk mengubah bayangan laten pada IP menjadi cahaya tampak.
3). Read (pembacaan)
Dengan menggunakan Photo Multiplier, cahaya tampak tersebut di tangkap dan

digandakan serta diperkuat intensitasnya kemudian diubah menjadi sinyal elektrik.


kemudian sinyal-sinyal ini direkonstruksikan menjadi sebuah gambaran yang dapat dilihat
oleh layar monitor.
4). Erasure (penghapusan)
Setelah proses pembacaan seselai, data gambar pada imaging plate secara otomatis akan
dihapus oleh Intense Light sehingga imaging plate dapat digunakan kembali.
CR Mamografi dengan New Layar
Cara mudah dan terjangkau untuk meningkatkan kualitas gambar untuk ujian mamografi
adalah untuk meningkatkan kaset CR dengan layar baru. Layar EHR-M3 baru untuk
mamografi yang sistem pencitraan CR mencakup strategi ini. Layar baru, yang
dikembangkan oleh Carestream Kesehatan, fitur pengurangan 20 persen dalam kebisingan,
dan memberikan efisiensi kuantum detektor yang lebih tinggi (DQE) untuk kualitas gambar
yang baik.
Hal ini dirancang untuk menggantikan layar sebelumnya digunakan dengan DIRECTVIEW
CR Mamografi Sistem yang dilengkapi dengan fitur mamografi perusahaan.
EHR-M3 sekarang termasuk dalam kaset mamografi yang Carestream di kedua 18 cm 24 x
(8 x 10 inci) dan 24 x 30 cm (10 x 12 inci) ukuran. Layar baru ini kompatibel dengan ribuan
CR DIRECTVIEW ada 850/950/975 dan DIRECTVIEW Classic dan CR Elite sistem saat ini
digunakan untuk aplikasi mamografi.

EHR-M3 CR Mamografi layar akan memberikan kualitas gambar secara keseluruhan baik
untuk KODAK CR DirectView aplikasi Mamografi dibandingkan dengan layar mamografi
EHR-M2 dan sebelumnya dengan dosis yang sama, atau lebih rendah,.
* Tinggi DQE dari layar EHR-M2.
* Noise berkurang 20 persen vs layar EHR-M2 sebelumnya.
* gratis dengan pengolahan gambar dua baru terlihat diperkenalkan di 4Q09, versi
5.2.00.40 atau yang lebih baru.
*sama atau sifat fisik yang lebih baik terhadap artefak.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pembahasan tentang CR di atas dapat di simpulkan, yaitu:
1. Teknologi terbaru yang dapat memproses 8 kaset sekaligus dengan cepat dan dengan
hasil yang baik. Teknologi ini menghasilkan foto dengan akurasi yang tinggi, data-data
digital yang dapat diproses atau dicetak ulang serta mengurangi resiko pengulangan foto.
2. CR di gunakan untuk Pemeriksaan foto / Rontgen polos, Alat ini juga untuk mengubah

menjadi digital yang lebih jelas dan Pemeriksaan roentgen dan zat kontras
3. Tahapan proses terbentuknya imaging plate yaitu exsposure, stimulute, read dan erasure
4. Perbedaan antara radiografi konvensional dengan CR yaitu pada penggunaan radiografi
konvensional digunakan penggabung antara film radiografi dan screen, akan tetapi pada
Komputer radiografi menggunakan imaging plate.
http://radiograferatrosumbar.blogspot.com/2011/04/crcomputer-radiografi.html

B. Pengertian Computer Radiografer

Computed radiography adalah satu sistem atau proses untuk mengubah sistem
analog pada konvensional radiografi menjadi digital radiografi, dengan menggunakan
photostimulable untuk mengakuisisi data dan menampilkan parameter dari gambaran
yang

akan

dimanipulasi

oleh

komputer

(Balliger,

1999:370)

Computed radiography masih memerlukan x-ray unit seperti halnya radiografi


konvensional

sebagai

C.

sumber

radiasi

untuk

mengekspose

Komponen Computed
Adapun

komponen

Radiography

dari computed

1) Imaging

pasien.

radiography yaitu:

plate

(IP)

Imaging plate adalah plat film yang mempunyai kemampuan menyimpan energi
sinar-x,

dan

energi

tersebut

dapat

di

bebaskan

atau

dikeluarkan

melalui

proses scanning dngan menggunakan laser. Imaging plate biasa digunakan dengan

ditempatkan dalam cassette imaging plate. Ukuran imaging plate yang paling banyak
digunakan adalah 18x24, 24x30, 35x35, dan 35x43 cm. ukuran 30x40 cm tidak ada lagi
karena ukuran tersebut akan digunakan 35x43 cm.imaging plate merupakan media
pencatat

gambaran

sinar

pada computed

radiography,

yang

bahan photostimulablephosphor tinggi, BaFX

terbuat

dari

(X=halogen).

Pada penggunaan radiografi konvensional digunakan penggabungan antara film


radiogrfi dan screen, akan tetapi pada computed radiographymenggunakan imaging
plate.

Walaupun imaging

plate terlihat

sama

denganscreen konvensional

tetapi

fungsinya sangatlah jauh berbeda dengan imaging plate, karena pada imaging
plate berfungsi untuk mencatat gambar sinar-x kedalam foto stimulable phosphor dan
menyampaikan informasi gambar itu kedalam bentuk elektrik.

Struktur dari imaging plate adalah :


a) Protective layer : berukuran tipis & transparent berfungsi untuk melindungi IP.
b) Phosphor layer : mengandung barium fluorohalide dalam bahan pengikatnya.
c) Reflective layer : terdiri dari partikel yang dapat memantulkan cahaya.
d) Conductive layer : terdiri dari Kristal konduktif. Yang berfungsi untuk mengurangi
masalah yang disebabkan oleh electrostatic. Selain itu ia juga mempunyai kemampuan
untuk menyerap cahaya dan dengan demikian hal tersebut dapat meningkatkan
ketajaman gambaran.

e) Support layer : mempunyai stuktur dan fungsi yang sama seperti yang ada
pada intensifying screen.
f) Backing layer : lapisan soft polimer untuk melindungi imaging plate selama proses
pembacaan di dalam image reader.
g)Bar

code

label :

digunakan

untuk

memberikan

nomor

seri

dan

untuk

mengidentifikasi imaging plate tertentu yang kemudian dapat dihubungkan dengan data
pasien.
2) Cassette
Cassette pada computed radiography

bagian depan (front side) terbuat

dari carbon fiber dan bagian belakang terbuat dari aliminium.

3) Image reader
Berfungsi sebagai pembaca, pengolah gambar yang diperoleh dari imaging
plate yang dijalankan dengan menggunakan laser scanner. Dilengkapi dengan preview
monitor untuk melihat apakah pemotretan yang dilakukan tidak terpotong atau
obyeknya bergerak. Pada kasus ini pemotretan harus diulang. Namun apabila gambar
kurang baik karena faktor eksposi pemotretan tidak perlu diulang pemotretan tersebut,
karena gambaran dapat diperbaiki denganimage console. Semakin besar kapasitas
memori

dari image

reader semakin

cepat

waktu

yang

diperlukan

untuk

memproses imaging plate, karena semakin besar memori dari suatu perangkat
komputer maka semakin besar daya simpan dari perangkat tersebut. Semakin besar
memori dari image readerakan menghasilkan daya perputaran dari perangkat memori
yang besar.Selain itu, imaging reader juga mempunyai beberapa peranan penting

dalam proses pembacaan, pengolahan gambar, sistem transportasi imaging plateserta


proses penghapusan data gambar dari permukaan imaging plate.

4) Image console
Berfungsi untuk mengolah gambar, berupa komputer dengan softwarekhusus
untuk medical imaging. Gambar dapat diolah tampilannya sehingga memudahkan
memperoleh gambar yang lebih baik.
Pada image console juga dilengkapi dengan menu yang lebih dari 200 macam pilihan
gambar yang sesuai dengan bagian anatomi yang akan difoto pada anatomi tertentu.
Karena computed

radiography merupakan

bentuk

digital,

bermacam-macam

jenis processing gambar dapat digunakan untuk menambah dan juga mempertinggi
kualitas gambar.

5) Imager (printer)
Apabila

foto

dikehendaki

untuk

dicetak

maka

gambar

dapat

dikirim

kebagianimager untuk dicetak sesuai yang diinginkan karena imager itu sendiri
mempunyai fungsi sebagai pencetak gambaran. Pada proses pencetakan ini tidak
memerlukan kamar gelap lagi karena dapat dicetak langsung didalam dry imager tanpa
harus

di

kamar

gelap,

dan

juga

tidak

memerlukan

seperti fixer dan developer sehingga tempat kerja biasa lebih bersih.

lagi

cairan

c. Prinsip kerja computed radiography


1) Imaging plate yang terletak didalam kaset, dilakukan eksposi dengan

menggunakan peralatan pembangkit sinar-x. Pada saat sinar-x menembus


objek, akan terjadi attenuasi (perlemahan) akibat dari kerapatan objek karena
berkas sinar-x yang melalui objek tersebut. Kemudian membentuk bayangan
laten.
2) IP cassete kemudian dimasukkan kedalam image reader. Di dalamimage
reader, bayangan laten yang disimpan pada permukaan phosphor,dibaca dan
dikeluarkan menggunakan cahaya infra merah untuk menstimulus
phosphor, sehingga mengakibatkan energi yang tersimpan berubah menjadi
cahaya tampak.
3) Cahaya yang dikeluarkan dari
permukaan plate, akan ditangkap
oleh sebuah pengumpul cahaya dan
diteruskan
ke
tabung photomultiplier yang
mengubah energi cahaya tersebut
menjadi sinyal listrik analog.

4) Selanjutnya sinyal analog ini diubah menjadi sinyal digital oleh

rangkaian analog to digital converter (ADC) dan diproses dalam komputer.


5) Setelah proses pembacaan selesai, data gambar pada imaging platedapat dihapus
dengan cara imaging plate dikenai cahaya yang kuat. Hal ini membuat imaging

plate dapat dipergunakan kembali.


6) Setelah gambaran tampil dilayar monitor, gambaran tersebut dapat
dilakukan rekontruksi atau dimanipulasi pada image console sehingga
mendapatkan gambaran yang diinginkan.
Apabila gambaran sudah baik, maka terdapat dua pilihan, apakah gambaran
akan dicetak dengan film atau disimpan didalam file khusus. Jika ingin
dicetak, maka gambaran akan dicetek menggunakan lasser.
d. Persamaan Radiografi Konvensional dan Computed Radiography
1) Menggunakan x-ray dalam pencitraan gambar
2) Masih memilih Kvp dan mAs yang standar
3) Menggunakan kaset atau gambar reseptor
4) Terdapat bayangan laten yang dapat diolah menjadi bayangan nyata
e. Kelebihan dan Kekurangan Computed Radiography
Adapun kelebihan dan kekurangan pada computed radiography,antara lain:
1) Kelebihan
a) Biaya operasional lebih rendah daripada konvensional
b) Foto bisa diprint lebih kecil
c) Tidak menggunakan bahan kimia, tetapi menggunakan sebuah komputer.
d) Brightness gambar dapat diatur sesuai keinginan.
e) Gambar dapat disimpan dalam bentuk cetak film, hard disk, compact disk.
2) Kekurangan
a) Membutuhkan energi listrik yang banyak.

b) Sumber
menangani

Daya

Manusia

yang

masih

kurang

berkompeten

dalam

computed radiography.

sumber :
Bushong, Steward C. 2001. Radiologic Science for Technologists, Physics,
Biology and Protection. Saint Louis : Mosby.
http://www.babehedi.com/2012/02/v-behaviorurldefaultvmlo_281.html
http://catatanradiograf.blogspot.com/2011/06/dasar-computed-radiography.html

COMPUTER RADIOGRAFI Computer Radiografi (CR) merupakan suatu sistem atau proses
untuk mengubah sistem analog pada konvensional radiografi menjadi digital radiografi.
Computer Radiografi (CR) mempunyai perlengkapan operasional yang terdiri dari : a).
Imaging Plate Imaging plate merupakan media pencatat sinar-X pada Computer
Radiografi yang terbuat dari bahan photostimulable phosphor tinggi. Dengan
menggunakan Imaging plate memungkinkan processor gambar untuk memodifikasi
kontras. Imaging plate berada dalam kaset Imaging. Fungsi dari Imaging plate adalah
sebagai penangkap gambar dari objek yang sudah di sinar (ekspose). Prosesnya adalah
pada saat terjadinya penyinaran, Imaging plate akan menangkap energi dan disimpan oleh
bahan phosphor yang akan dirubah menjadi Electronic Signal dengan laser scenner dalam
image reader. b). Image reader Image reader berfungsi sebagai pembaca dan mengolah
gambar yang diperoleh dari Image plate. Semakin besar kapasitas memorinya maka
semakin cepat waktu yang diperlukan untuk proses pembacaan Image plate, dan
mempunyai daya simpan yang besar. Waktu tercepat yang diperlukan untuk membaca
imaging plate pada image reader yaitu selama 64 detik. Selain tempat dalam proses

pembacaan, Image reader mempunyai peranan yang sangat penting juga dalam proses
pengolahan gambar, sistem transportasi Image plate serta penghapusan data yang ada di
Image plate. Image reader sudah dilengkapi dengan monitor yang berfungsi untuk
menampilkan gambar yang sudah di baca oleh Image reader disebut dengan image
console. Image console berfungsi sebagai media pengolahan data, berupa computer
khusus untuk medical imaging dengan touch screen monitor. Image console dilengkapi
oleh bebagai macam menu yang menunjang dalam proses editing dan pengolahan gambar
sesuai dengan anatomi tubuh, seperti kondisi hasil gambaran organ tubuh, kondisi tulang
dan kondisi soft tissue. Terdapat menu yang sangat diperlukan dalam teknik
radiofotografi yaitu kita bisa mempertinggi atau mengurangi densitas, ketajaman, kontras
dan detail dari suatu gambaran radiografi yang diperoleh. d). Image recorder Image
recorder mempunyai fungsi sebagai proses akhir dari suatu pemeriksaan yaitu media
pencetakan hasil gambaran yang sudah diproses dari awal penangkapan sinar-X oleh
image plate kemudian di baca oleh image reader dan diolah oleh image console terus
dikirim ke image recorder untuk dilakukan proses output dapat berupa media compact
disc sebagai media penyimpanan.atau dengan printer laser yang berupa laser imaging
film. e). Personal Computer (PC) Komputer berasal dari bahasa latin yaitu computare
yang berarti menghitung. Komputer adalah sistem elektronik yang dapat menerima input
data, dapat mengolah data, dapat menerima informasi, menggunakan suatu prograng
yang tersimpan didalam memori komputer, dapat menyimpan program dan hasil
pengolahan dan bekerja secara otomatis dibawah pengawasan suatu langkah-langkah
instruksi-instruksi program yang tersimpan di memori. (Yulikuspartono. 1997) Pada zaman
sekarang ini, komputer tidak lagi seperti barang mewah melainkan barang kebutuhan
yang harus dimiliki. Banyak sekali yang dapat dilakukan dengan menggunakan komputer,
dari mulai menghitung, membuat tulisan, sampai membuat film dan memanipulasi suatu
gambar. Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ

http://radiologynote.blogspot.com/

Computed Radiography (CR) Computed Radiography refers to the use of storage


phosphor imaging plates instead of the film screen combination used in traditional
radiography. Imaging plates and processing systems have been developed and
marketed by the same manufacturers who sell film, screens and chemical
processing units. As a result the cassettes used in CR are often similar to the
cassettes used in film screen systems, which means you can generally recognise
which manufacturer has supplied the system by the cassettes used. Imaging plates
work on the principle of photostimulable luminescence. This means that energy
stored in the plate as a result of exposure to ionising radiation is released in the
form of light energy when the imaging plate is stimulated by a light source. The
light source used to read the imaging plates must have a longer wavelength than
the characteristic emissions of the phosphor in order to activate the process of
luminescence. Thus infra red or red lasers most commonly used to stimulate the
phosphor plates. The release of the characteristic radiation by the phosphor occurs
within 7 milliseconds of the laser light exposure. After the imaging plate has been
scanned, it is erased by exposure to a large amount of visible light for subsequent
re-use. The luminescence is detected by the image detector (Photo multiplier) &
converts the signal into a time series. The signal is then amplified and converted
into a digital signal via an analogue to digital converter (ADC)
Handling imaging plates Imaging plates can be handled manually, and can also be
taken out in daylight conditions without substantial loss of image quality. It is usual
however; that CR cassettes are loaded into an automated unit which extracts the
imaging plate for reading and then reloads the cassette with the same imaging
plate after it has been erased and is then ready for use. The quality of the image
retained on an imaging plate deteriorates over time. Within in two hours after
exposure, up to 20% of the image information can be lost, after 24 hours 50% of the
information can have been lost due to spontaneous luminescence within the
imaging plate. It is therefore recommended that the imaging plates are read within
an hour after exposure. Additionally, if an imaging plate has not been used for a
number of days, then there is an increase in the amount of base fog in the image,
and it is advisable to erase plates that have been inactive for a while. Principles of
Imaging with CR The atomic structure of the barium fluorohalide crystals is such
that defects create gaps in the higher energy levels. These gaps, or F centers act as
traps to electrons. On exposure to radiation, electrons are energized and move from
the valency band, or the lower energy level, within the atom to the higher energy
conduction band. Reading the Image When the Imaging plate is fed into the Image
reader, a laser scans the imaging plate. The effect of the energy from the laser
beam is that the electrons trapped in the conductive band absorb the energy, and

then release it by dropping back to the valency band and a photon of light. This
emission of light or luminescence is detected by a photomultiplier which generates
a digital signal from the intensity of the light emitted. The photomultiplier consists
of a photocathode, a multiplier chain, and an anode. Electrons emitted by the
photocathode as a result of light photons hitting the photocathode, are accelerated
and multiplied by the multiplier chain, with the anode collecting the resulting
currant. The multiplier chain consists of electron absorbers with enhanced electron
emission called dynodes. Various characteristics of a photomultiplier effect the
effectiveness of the system in converting the light signal into an analogue electrical
signal; Speed and linearity of response, in the time fluctuations of the signal, in
amplification factor (called gain), and in the wavelength spectrum accepted. The
light signal from the imaging plate is fed to the photomultiplier by a bundle of
fibreoptic cables arranged as a linear array which follows the progress of the laser
as it scans the imaging plate. The photomultiplier is connected to a analogue to
digital convertor (ADC) which digitises the signal and enables the image data to be
transferred to and processed by a computer. CR Image processing Once the image
data is sent to the image processing workstation, then the real benefit of CR can be
demonstrated. Most CR Readers have a preview screen either built into the reader
or as part of the Identification Terminal. This enables the Radiographer to ensure
that all the necessary anatomy is present on the image, although the quality of the
image is usually poor and the size of the preview image is usually small. CR
systems have a complicated and often patented methods of processing images,
these methods, often refered to as algorithms, are sets of instructions, specific to
the anatomical area examined and often specific to the projection taken. This
means that the image data from a lateral chest xray is processed differently than a
PA chest x-ray. The settings are defined in collaboration with the department and
the supplier of the equipment. Thus a CR system from the same supplier may
produce slightly different images in different institutions. Post processing of images
allows the radiographer to improve the presentation of the image before releasing
them for printing or storage. The range of tools availiable for image manipulation
range from adjusting the contrast and brightness, to making edges or lines in the
image more distinctive. Other features include being able to collimate the image,
magnification or zoom functions, adding text or graphics to the image and changing
the orientation of the image by rotation.
http://hsc.uwe.ac.uk/idis1/cr/computed_radiography.pdf

Computed radiography (CR) uses very similar equipment to conventional radiography except
that in place of a film to create the image, an imaging plate (IP) made of photostimulable
phosphor is used. The imaging plate is housed in a special cassette and placed under the body
part or object to be examined and the x-ray exposure is made. Hence, instead of taking an
exposed film into a darkroom for developing in chemical tanks or an automatic film processor,
the imaging plate is run through a special laser scanner, or CR reader, that reads and digitizes

the image. The digital image can then be viewed and enhanced using software that has
functions very similar to other conventional digital image-processing software, such as contrast,
brightness, filtration and zoom.

Differences from Direct Radiography[edit]

CeReO - Computed Radiography Scanner

Computed radiography (CR) is often distinguished from Direct Radiography (DR). CR


and DR have many similarities. Both CR and DR use a medium to capture x-ray energy
and both produce a digital image that can be enhanced for soft copy diagnosis or further
review. Both CR and DR can also present an image within seconds of exposure. CR
generally involves the use of a cassette that houses the imaging plate similar to
traditional film-screen systems, whereas DR typically captures the image directly onto a
flat panel detector without the use of a cassette. Image processing or enhancement can
be applied on DR images as well as CR images due to the digital format of each. There
are many different types of DR detectors in use in medicine and industry. Each type has
its own merits and distinctions and may be applied to certain imaging requirements
based on these attributes.
CR and DR should not be confused with fluoroscopy, where there is a continuous beam
of radiation, and the images appear on the screen like on a TV. This is the system many
people are familiar with, where the image of the article being x-rayed is viewed in real
time on a monitor or display. Many people think airports use fluoroscopes for baggage
inspection, when in fact LDAs (Linear Diode Arrays) are universally used to generate
static images of luggage content. LDAs are also used in a wide variety of other
screening and imaging applications, and are also presented in a digital format.
Fluorosopes until recently have used a device called an image intensifier to enhance

the analog output of the real time x-ray image from a fluorescent screen, viewing the I.I
output with a video or CCD camera and digitally enhancing the video to reduce the
noise inherent in the system; the latest fluroscopes now use flat detectors read at up to
60 frames per second to yield a real-time image via a dedicated imaging computer.A

Imaging plate[edit]
The CR imaging plate (IP) contains a photostimulable storage phosphor layer (typically
0.1 to 0.3 mm thick), which store the radiation dose as a latent image within the
phosphor layer as elevated electron energies. When the IP is then transported through
the scanner (read out), the scanning laser beam causes the electrons to relax to lower
energy levels (photostimulated luminescence), emitting light that is detected by a photomultiplier tube, which is clocked at a specific resolution or pixel capture frequency, this
signal then being converted to an electronic signal and significantly amplified. The
electronic signal is then quantized via an ADC to discrete (digital) values for each pixel
and placed into the image processor pixel map.
Imaging plates can theoretically be re-used thousands of times if they are handled
carefully and under certain radiation exposure conditions. IP handling under industrial
conditions often results in damage after a few hundred uses. Mechanical damage such
as scratches and abrasions are common, as well as radiation fatigue or imprinting due
to high energy applications. An image can be erased by simply exposing the plate to a
room-level fluorescent light - but more efficient, complete erasure is required to avoid
signal carry-over and artifacts. Most laser scanners automatically erase the IP (current
technology uses red LED lighting) after laser scanning is complete. The imaging plate
can then be re-used. Reusable phosphor plates are environmentally safe but need to be
disposed of according to local regulations due to the composition of the PSL phosphor,
which contains the heavy metal Barium.
http://en.wikipedia.org/wiki/Computed_radiography

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL RADIOGRAPHY


Purwanto,S.Si

PENDAHULUAN
Digital radiographic image receptor secara perlahan-lahan (gradual) kini mulai
menggantikan kaset-kaset-screen film yang mula-mula merupakan teknologi
analog, mulai dikonversi ke lingkungan yang serba digital. Computed
Tomography Scan ( CT Scan), Magnetic Resonance Imaging (MRI),
Ultrasonografi dan pencitraan nuclear (PET maupun SPECT) membuat
perubahan berupa pengolahan data (signal) analog melalui analog to digital
converter (ADC) menjadi citra digital yang telah berkembang sejak tahun
1070-an. Sehingga kini teknik radiografi screen-film merupakan modalitas
masa lalu yang mempunyai banyak kekurangan, yang akan mengalami proses
transisi akuisisi digital.
Perkembangan transisi menuju teknologi digital radiography berjalan lambat
disebabkan screen-film merupakan teknologi detector pada kondisi tertentu
mempunyai kelebihan menghasilkan citra yang mempunyai kualitas tinggi
utamanya kontras sehingga banyak jenis keadaan, dan oleh karena itu
motivasi untuk melakukan perubahan menjadi kecil. Sebagai tambahan,
besarnya medan pandang dan tingginya resolusi spasial dari radiografi
mensyaratkan citra radiografi digital yang mengandung data digital dalam
jumlah yang besar. Sebagai contoh, radiograf dada digital yang beresolusi
tinggi umumnya berkisar dari 4 megabit (MB) (2 k x 2 k x 8 bit) hingga 32 MB
(4k x 4 k x 12 bit). Sebagai perbandingan, citra tunggal yang dihasilkan dari
CT sebesar 0,5 MB, dan sebuah citra SPECT (single photon emission computed
tomography) hanya berukuran 16 kilobit (kB). Kekurangan-kekurangan
dengan besarnya ukuran citra radiografi digital ini ada tiga: (a) membutuhkan
banyak ruang media penyimpanan digital, (b) membutuhkan bandwidth
jaringan yang relatif tinggi dalam picture archiving and communication system
(PACS), dan (c) membutuhkan luminansi yang mahal dan monitor-monitor
yang memiliki resolusi tinggi (umumnya 2 k x 2,5 k) untuk display-nya.
Prinsip Kerja Computer Radiografi (CR)
Computed radiography (CR) merupakan sebuah istilah untuk photostimulable
phosphor detector (PSP) system. Fosfor yang digunakan pada screen film,
seperti Gd2O2S memancarkan cahaya ketika diekspose (paparan) dengan
sebuah pancaran sinar x-ray. Ketika x-ray diserap (absorb) oleh
photostimulable phosphor, beberapa cahaya juga diemisikan dengan segera,
namun banyak dari energi x-ray yang terserap terperangkap didalam screen
PSP dan dapat dilakukan read out nantinya. Untuk alasan ini PSP screen
disebut juga dengan nama storage phospors or imaging plates. CR
diperkenalkan pada tahun 1970-an dan banyak departemen yang
menginstalasi PACS, yang seringkali setuju dengan perkembangan rekam
medis elektronik.

CR imaging plates terbuat dari BaFBr dan BaFI. Karena percampuran ini,
bahan tersebut sering juga dinamakan dengan barium fluorohalida. CR plate
adalah sebuah screen yang fleksibel yang terdapat didalam sebuah kaset yang
serupa dengan screen-film cassette. Satu imaging plate digunakan untuk
masing-masing eksposur. Imaging plate diekspos pada sebuah identikal
prosedur menuju screen-film radiography, dan kemudian CR cassette dibawah
ke unit CR reader. Cassette tersebut ditempatkan pada unit readout, dan
beberapa langkah proses mengambil alih :
1. Kaset dipindahkan ke unit pembaca dan imaging plate secara mekanis
dipindahkan dari kaset tersebut.
2. Imaging plate diinterpretasikan melintasi sebuah tahap perpindahan dan
disinari oleh sebuah pancaran laser.
3. Cahaya laser menstimulasi emisi energi yang terperangkap didalam imaging
plate, dan cahaya tampak dilepaskan dari plate tersebut.
4. Cahaya yang dilepaskan dari plate tersebut ditampung oleh sebuah fiber
optik light guide dan photomultiplier tube (PMT), yang menghasilkan sinyal
elektronik.
5. Sinyal elektronik kemudian digitalisasi dan disimpan.
6. Plate tersebut kemudian diekspos pada cahaya putih yang terang guna
menghapus energi residu yang terperangkap.
7. Kemudian imaging plate dipasang kembali ke kaset dan siap untuk
digunakan kembali.
Citra digital yang dihasilkan oleh CR reader yang disimpan sementara pada
local hard disk. Banyak sistem-sistem CR print out bekerjasama dengan
printer-printer laser maupun thermal yang membuat hard copy dari citra-citra
digital. Sistem-sistem CR sering bertindak sebagai entry point pada PACS, dan
pada kasus yang demikian citra digital radiography dikirim ke sistem PAC
untuk interpretasi oleh radiologist dan pengarsipan jangka panjang.
Imaging plate merupakan peralatan analog, namun alat itu dibaca dengan
teknik digital elektronik dan analog, sebagaimana ditunjukkan pada gambar 1.
Imaging plate ditranslasikan selama tahap readout pada arah vertikal (arah
y), dan sebuah pancaran laser scanning mengscanning plate tersebut secara
horizontal (arah x). Laser di-scan dengan menggunakan sebuah rotating
multifaceted mirror. Karena cahaya laser merah (kira-kira 700 nm) menabrak
imaging phosphor pada lokasi (x,y), maka energi yang terperangkap dari
eksposur x-ray pada lokasi itu dilepaskan dari imaging plate. Fraksi cahaya-

cahaya emisi berjalan melalui fiberoptic light guide dapat mencapai PMT yang
merupakan alat untuk pengganda fotoelektron. Sinyal elektronik yang
diproduksi oleh PMT digitalisasi dan disimpan dalam memori. Oleh karena itu,
untuk setiap lokasi spasial (x,y) nilai gray scale yang bersesuaian ditentukan,
dan hal ini merupakan bagaimana citra digital I (x,y) dihasilkan pada sebuah
CR reader.

Anda mungkin juga menyukai