Anda di halaman 1dari 5

I.

PENDAHULUAN
1.1 Analisis Situasi
Kegiatan KKN Tematik Posdaya TA. 2015 ini dilaksanakan di Desa
Selowogo Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo. Secara geografis,
Kabupaten Situbondo merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang cukup
dikenal dengan sebutan Daerah Wisata Pasir Putih yang terletak di posisi antara 7
35 - 7 44 Lintang Selatan dan 113 30 114 42 Bujur Timur. Kabupaten
Situbondo berbatasan dengan Selat Madura di sebelah utara, sebelah timur
berbatasan dengan Selat Bali, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten
Bondowoso dan Banyuwangi, serta sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten
Probolinggo. Luas Kabupaten Situbondo adalah 1.638,50 km atau 163.850
hektar, dan bentuknya memanjang dari barat ke timur kurang lebih 150 km. Pantai
utara umumnya merupakan dataran rendah dan di sebelah selatan merupakan
dataran tinggi dengan rata-rata lebar wilayah kurang lebih 11 km.
Kecamatan Bungatan merupakan salah satu diantara wilayah kecamatan
lain yang ada di Kabupaten Situbondo. Kecamatan Bungatan memiliki luas
wilayah 66,07 km dan pada tahun 2004, penduduknya berjumlah 24.944 jiwa.
Kecamatan Bungatan mempunyai luas wilayah 9.901.935 Ha, terdiri dari
sawah 2.249 Ha,

tanah

kering

(pekaramgan

dan

bangunan) 5.429 Ha,

tanah perkebunan 60 Ha, tanah keperluan umum 12.11 Ha, tanah hutan 1.990 Ha,
dan tanah fasilitas sosial (masjid dan sekolah) 161.825 Ha. Dimana luas tersebut
diadakan pembagian wilayah dengan meliputi 7 Desa diantaranya : Desa Bletok,
Desa Mlandingan Wetan, Desa Pasir Putih, Bungatan, Sumber Tengah, Patemon,
dan Selowogo.
Lokasi KKN Kelompok 35 dilaksanakan di Desa Selowogo, dimana Desa
Selowogo terletak dalam posisi yang kurang strategis, yaitu berada diluar jalur
ekonomi, berjarak 26 km kearah barat dari pusat kabupaten Situbondo dan
berjarak 3 km dari jalur pantura (pantai utara). Kondisi geografis Desa Selowogo
dikelilingi oleh gugusan dataran tinggi. Desa Selowogo terdiri dari 5 ( lima )
dusun, yakni Dusun Krajan, Ledeng, Karang Anyar, Pagar Gunung, dan Bretan
dengan batas wilayah administrasi sebagai berikut :

Sebelah selatan

: Desa Sumberanyar

Sebelah timur

: Desa Sumbertengah

Sebelah utara

: Desa Bungatan

Sebelah barat

: Desa Tribungan

Desa Selowogo dipimpin oleh seorang Ibu kepala desa bernama Lindah
Juliantiningrum, A.Md. Beliau menjabat kepala desa mulai tahun 2013. Beliau
dibantu oleh sekretaris desa yang membawahi beberapa kaur, antara lain kaur
pemerintahan, kaur keuangan, kaur pembangunan, dan kaur kesra. Selain itu juga
ada pelaksana teknis berupa modin dan ulu-ulu air. Dibawahnya lagi terdapat
kepala dusun yang memimpin masing-masing dusun.
Mata pencaharian penduduk Selowogo mayoritas adalah petani. Terdapat
banyak petak sawah yang terdapat di Desa Selowogo dengan hasil panen berupa
padi, lombok, dan jagung. Selain itu, penduduk di Desa Selowogo memiliki
hewan ternak berupa sapi. Hampir setiap rumah memiliki sapi yang tujuannya
adalah untuk dijual kembali sebagai sapi pedaging. Desa Selowogo juga memiliki
hasil kerajinan seni berupa batik khas Situbondo, kerajinan kerang untuk kap
lampu dan gorden, serta kerajinan mainan kayu. Hal ini tidak lepas karena Desa
Selowogo berdekatan dengan wisata pantai pasir putih yang banyak dikunjungi
wisatawan lokal maupun internasional.
Dilihat dari aspek kesehatan, Desa Selowogo memiliki satu puskesmas
pembantu untuk keefektifan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Pada
Januari 2015 Desa Selowogo terjangkit wabah demam berdarah dimana puluhan
orang harus mendapatkan penanganan di rumah sakit. Untuk kegiatan posyandu,
dilakukan ditiap dusun dengan jadwal yang telah ditentukan. Program imunisasi
yang dilakukan dapat dinilai baik, karena sudah 70% balita mendapatkan
imunisasi dari 100% balita yang ada di Desa Selowogo.
Mengenai

kondisi

lingkungan,

Desa

Selowogo

masih

sangat

memperihatinkan, karena masyarakat Desa Selowogo masih kurang sadar akan


kebersihan lingkungan yang berdampak pada kesehatan. Misalnya, masyarakat
Desa Selowogo sering buang air besar sembarang akibat dari kurangnya MCK
dan sering membuang kotoran hewan ternak sapi sembarang tempat.

Seluruh masyarakat Desa Selowogo beragama islam, yang masih


memegang erat budaya tradisional adat madura. Hal ini dibuktikan dengan masih
adanya kegiatan kerohanian seperti peringatan maulud nabi, pengajian rutin dan
juga peringatan hari-hari besar islam. Masyarakat Desa Selowogo juga masih
memegang erat tradisi gotong royong dibuktikan dengan adanya acara kerja bakti
yang dilakukan ditiap dusun.
Masyarakat Desa Selowogo hidup rukun berdampingan antar sesama
warga. Mereka saling menghormati baik untuk orang yang baru kenal maupun
orang yang sudah kenal. Terbukti dari sambutan yang diberikan warga kepada
anggota KKN 35 sangat baik dan antusias untuk menerima hal positif yang akan
diberikan berupa program KKN tematik posdaya.
1.2 Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan diangkat ialah mengenai pemberdayaan sumber
daya manusia di Desa Selowogo khususnya Dusun Ledeng. Dalam bidang
pendidikan hal yang sangat diperhatikan yakni kurangnya tenaga pengajar dalam
ilmu pendidikan, dan perlu penanaman pendidikan sejak dini agar masyarakat
mengetahui bahwa generasi muda adalah tombak penerus bangsa.
Dalam bidang kesehatan, salah satu hal yang harus diperhatkan adalah
kurangnya kesadaran dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal ini
dibuktikan dengan munculnya wabah demam berdarah yang timbul di Desa
Selowogo. Selain itu juga adanya anak yang kurang gizi sehingga perlu
penanganan yang cepat dari dinas kesehatan setempat dan juga dari pengurus
posyandu.

Keterbatasan ekonomi juga menyebabkan sebagian warga tidak

memiliki fasilitas MCK yang layak sehingga membuang kotoran disembarang


tempat.
Dalam bidang lingkungan melakukan pemberdayaan penanaman tanaman
toga agar tercipta lingkungan mandiri serta memperbaiki batas desa. Selain itu
juga banyaknya kandang sapi yang dibangun disembarang tempat juga akan
menyebabkan ketidaknyamanan baik dari aspek kesehatan maupun lingkungan
karena belum adanya penanganan yang cepat dan tepat terhadap kotoran sapi. Hal
ini mengakibatkan banyaknya kotoran sapi yang menumpuk disetiap kandang.

Dalam bidang ekonomi, sebagian warga Desa Selowogo khususnya Dusun


Ledeng bermata pencaharian sebagai petani, pengerajin kerang, pengerajin
mainan kayu dan sebagai peternak sapi. Sebagian petani mengeluhkan adanya
penyakit yang menyerang tanaman padi mereka dan juga ketersediaan pupuk yang
langka. Untuk pengerajin kerang dan pengerajin mainan kayu, mereka kesulitan
dalam hal memasarkan hasil karya mereka keluar (langsung kepada konsumen)
karena masih terbatas dalam hal promosi. Selain itu disini mereka masih menyetor
hasil kerajinan mereka kepada para agen, sehingga untung yang didapat sedikit.
Harapannya disini adalah untuk memutuskan batas antara para pengerajin dengan
para konsumen sehingga untung yang didapat pengerajin semakin banyak.
Dengan demikian otomatis kehidupan ekonomi mereka semakin baik pula.
1.3 Manfaat dan Tujuan
1.3.1

Manfaat

1.3.1.1 Manfaat bagi Mahasiswa


1

Meningkatkan

pemahaman

mahasiswa

terhadap

kondisi

sosial

di

masyarakat.
2

Dapat membentuk sikap empati dan kepedulian bagi mahasiswa terhadap


persoalan-persoalan yang ada dalam pembangunan.

Memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang


telah diperoleh selama dibangku kuliah dalam kehidupan masyarakat.

Mendapatkan pengalaman bagi mahasiswa dengan terlibat langsung dalam


aktifitas masyarakat Desa.

Meningkatkan kedewasaan, kematangan berpikir dan bertindak dalam


mengatasi permasalahan yang terjadi di masyarakat.

1.3.1.2 Manfaat bagi Universitas


1

Dapat mendukung terwujudnya Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu


Pengabdian pada Masyarakat.

Dapat meningkatkan hubungan kerja sama antara Universitas Jember


dengan masyarakat desa.

Dapat mendukung penerapan IPTEK dalam penyelesaian masalah di

masyarakat.
1.3.1.3 Manfaat bagi Masyarakat dan Pemerintah
1

Dapat

mewujudkan

terbentuknya

kader-kader

pemerdayaan

dalam

masyarakat.
2

Dapat meningkatkan kemampuan masyarakat untuk berfikir, bersikap dan


bertindak dalam menyelesaikan masalah yang ada.

Dapat memotivasi masyarakat untuk melakukan pembangunan di Desa


Selowogo Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo.

Meningkatkan

pengetahuan

masyarakat

dalam

bidang

kesehatan,

pendidikan, lingkungan dan kewirausaahaan melalui program kegiatan yang


telah ditetapkan.
5

Dapat membantu pemerintah dalam melaksanakan program yang telah


ditetapkan untuk pembangunan dan pengembangan masyarakat.

1.3.2

Tujuan

1.3.2.1 Tujuan Umum


Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui kegiatan
Posdaya.
1.3.2.2 Tujuan Khusus
1

Membentuk Posdaya yang ada di masyarakat, Desa Selowogo.

Memfasilitasi Posdaya yang ada di masyarakat, Desa Selowogo.

Merumuskan rencana program Posdaya yang ada di masyarakat, Desa


Selowogo.

Mendampingi program Posdaya yang ada di masyarakat, Desa Selowogo.

Mendampingi akses ke lembaga terkait untuk mengoptimalkan Posdaya


yang ada di, Desa Selowogo.

Membantu manufacturing dan evaluasi yang ada di masyarakat, Desa


Selowogo.