Anda di halaman 1dari 129

MANAJEMEN KONSTRUKSI ( MK )

PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA


(RUSUNAWA) LOKASI MEDAN BELAWAN

A. PENDAHULUAN
A.1

LATAR BELAKANG
Kebutuhan akan rumah di perkotaan meningkat setiap tahunnya.
Berdasarkan hasil kajian tim studi pasar perumahan di Indonesia
(HOMI

Project),

menunjukkan

bahwa

jumlah

penduduk

berpenghasilan rendah (kurang dari Rp. 1,3 juta per bulan) masih
merupakan jumlah terbesar, yaitu sekitar 65% dari total jumlah
penduduk perkotaan. Dengan tingkat pertumbuhan penduduk 4,2%
sepanjang tahun 1990-2000, maka kebutuhan perumahan yang
diperlukan mencapai sekitar 800.000 rumah baru setiap tahun,
belum termasuk jumlah kebutuhan perumahan yang belum tuntas
terpenuhi di tahun sebelumnya (backlog).

Kenyataannya, hanya

20% dari total kebutuhan unit rumah tersebut yang dapat dipenuhi,
selebihnya diupayakan sendiri oleh masyarakat (tumbuh alami)
dengan rancangan dan kualitas masing-masing unit rumah yang
beragam.
Migrasi penduduk yang sangat cepat telah menimbulkan dampak di
daerah perkotaan, salah satunya adalah tumbuhnya permukiman
kumuh (slum) dan permukiman kumuh di lahan ilegal (squatter
settlements).

Permukiman kumuh dan ilegal tersebut membawa

implikasi berbagai bentuk masalah sosial, seperti : minimnya


penyediaan

prasarana

dan

sarana

lingkungan,

munculnya

kriminalitas di daerah perkotaan, menurunnya tingkat kesehatan


masyarakat, dan lain-lain.
Visi

pembangunan

perumahan

dan

permukiman

menekankan

papan sebagai kebutuhan dasar. Penekanan ini mengandung arti


bahwa setiap orang atau keluarga Indonesia berhak menempati
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

rumah yang layak dan terjangkau di dalam lingkungan permukiman


yang sehat, aman, dan berkelanjutan guna mewujudkan masyarakat
yang

berjati

mengemban

diri,
misi

mandiri

dan

produktif.

penyelenggaraan

Sedangkan

perumahan,

dalam

kemampuan

pemerintah sangat terbatas, disamping itu iklim pembangunan


perumahan

saat

pemenuhannya.

ini

belum

cukup

mendukung

percepatan

Oleh sebab itu perlu menggali sumber daya dan

potensi masyarakat dalam penyelenggaraan perumahan bagi rakyat


Indonesia.
Paradigma

pembangunan

saat

ini

sangat

menjaga

stabilitas

lingkungan, baik sosial maupun alami sebagai habitat manusia.


Lebih jauh lagi telah dipahami bahwa penyediaan perumahan dan
permukiman sudah tidak dapat lagi dengan membuka lahan baru
(lahan produktif pertanian) di pinggiran kota urban sprawl. Dengan
demikian penyediaan perumahan dan permukiman di perkotaan
harus menghemat lahan dan memanfaatkan aset-aset kota yang
sudah ada secara optimal.

Program-program peremajaan kembali

lingkungan perumahan dan permukiman (housing renewal) dan infill


housing di kawasan pusat kota merupakan salah satu solusi yang
banyak dipilih di beberapa kota metropolitan di dunia.
Gagasan

pembangunan perumahan

sederhana secara

vertikal,

rumah susun sederhana, belum banyak diminati masyarakat umum.


Kondisi ekonomi dan sosial di Indonesia belum memungkinkan untuk
meningkatkan laju pembangunan perumahan, khususnya rumah
susun. Selain itu budaya hidup secara horizontal yang masih kuat,
mengakibatkan masih banyak penduduk yang enggan menempati
rumah susun, karena dianggap tidak sesuai dengan pola dan disiplin
hidup mereka. Namun demikian bentuk perumahan vertikal masih
dipandang sebagai pemecahan yang relevan dalam menangani
masalah perumahan di kota-kota besar. Upaya-upaya dilakukan agar
sebagian rakyat Indonesia dapat menempati rumah yang layak dan
terjangkau, diantaranya melalui penyelenggaraan Rumah Susun
Sederhana Sewa (Rusunawa).

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

Pemerintah pada tahun 2007 akan membangun rumah susun


sederhana berbasis sewa di 21 lokasi di Indonesia.

Untuk itu

diperlukan pembangunan Rusunawa yang relevan dengan kondisi


aktual Indonesia khususnya di 21 lokasi tersebut.

Pembangunan

rumah susun yang dimaksud, bukan hanya memenuhi kriteria


maupun persyaratan secara teknis konstruksi, namun juga sebagai
bangunan yang mempunyai wujud arsitektural yang baik dan sehat
(healthybuilding), sekaligus mencerminkan khasanah arsitektur yang
berkembang di Indonesia; secara penataan bangunan diatur secara
benar

(sesuai

peraturan)

dan

ramah

pengaturan ruang efektif dan efisien.

lingkungan;

dan

secara

Selain itu, yang tidak kalah

pentingnya adalah bahwa desain rumah susun ini secara sosial


budaya

dapat

diterima

ekonomis/finansial

oleh

layak

masyarakat
bangun

Indonesia;
dan

secara
mampu

dimanfaatkan/terjangkau oleh kelompok sasarannya.

A.2. MAKSUD DAN TUJUAN


KAK

MANAJEMEN

KONSTRUKSI

PEMBANGUNAN

RUMAH

SUSUN SEDERHANA SEWA (RUSUNAWA) dimaksudkan sebagai


pedoman penugasan yang harus diikuti bagi Konsultan Manajemen
Konstruksi Rusunawa dalam melaksanakan pekerjaannya; serta
ditujukan untuk mendapatkan

proses pembangunan Rusunawa

beserta prasarananya yang efisien (laik fungsi dan terjangkau),


efektif (disain rumah yang sudah mempertimbangkan budaya dan
pola hidup calon penghuni), dan berkelanjutan (menjadi contoh
yang baik bagi lingkungan, kawasan dan kotanya)
A.3 SASARAN
Sasaran dari MANAJEMEN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN RUMAH
SUSUN SEDERHANA SEWA (RUSUNAWA) ini adalah :
1.

Terarahnya

pelaksanaan

program

pembangunan

Rusunawa

pada khususnya, dan perumahan permukiman pada umumnya.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

2.

Tersedianya landasan/dasar bagi Pemerintah Daerah dalam


membuat

keputusan/pertimbangan

dalam

pembangunan

Rusunawa.
3.

Terkendalikannya

proses

perenacanaan

konstruksi

dan

pelaksanaan konstruksi Rusunawa secara berkualitas, tepat


waktu, dalam batas biaya yang tersedia, serta diselenggarakan
secara tertib.
A.4 NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA
Satuan Kerja Pelaksanaan Pengembangan Permukiman Ditjen Cipta
Karya,

Dep. Pekerjaan Umum.

A.5 LINGKUP, LOKASI KEGIATAN, DATA DAN FASILITAS PENUNJANG


SERTA ALIH PENGETAHUAN.
a.

Lingkup Tugas
Manajemen konstruksi Pembangunan Rusunawa yang berlokasi
di daerah yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah
setempat, dengan spesifikasi umum sebagai berikut:

luas bangunan: + 3200 m2

jumlah lantai bangunan maksimum 4 (empat) lantai

lantai

dasar

bangunan

diperuntukkan

untuk

Fasilitas

Ekonomi

jumlah unit rumah susun: 96 unit. Dengan luas 21 m2 per


unit.

b.

Lingkup Pekerjaan
Kegiatan Manajemen Konstruksi meliputi pengendalian waktu,
biaya, pencapaian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas), dan
tertib administrasi di dalam pembangunan bangunan Rusunawa,
mulai dari tahap persiapan/ perencanaan sampai dengan tahap
pelaksanaan konstruksi. Kegiatan Manajemen Konstruksi terdiri
atas:
a.

meneliti

kelengkapan

dokumen

perencanaan

dan

dokumen pelelangan, menyusun program pelaksanaan


pelelangan bersama konsultan perencana, dan ikut
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

memberikan

penjelasan

pelelangan,

serta

pekerjaan

membantu

pada

waktu

kegiatan

panitia

pelelangan.
b.

menyusun laporan dan berita acara dalam rangka


kemajuan

pekerjaan

dan

pembayaran

angsuran

pekerjaan perencanaan.
c.

mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi


perencanaan, menyusun laporan hasil rapat koordinasi,
dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen
konstruksi.

1.

Tahap Pelelangan
a.

membantu Pengelola Proyek dalam mempersiapkan dan


menyusun program pelaksanaan pelelangan pekerjaan
konstruksi fisik.

b.

membantu

Panitia Lelang

Perhitungan

Sendiri

dalam

(Owners

menyusun

Estimate)

Harga

pekerjaan

konstruksi fisik.
c.

membantu Panitia Lelang melakukan pra-kualifikasi


calon peserta pelelangan.

d.

membantu

Panitia

pengumuman

Lelang

dalam

pelelangan,

baik

penyebarluasan
melalui

papan

pengumuman, media cetak, maupun media elektronik.


e.

membantu memberikan penjelasan pekerjaan pada


waktu rapat penjelasan pekerjaan.

f.

membantu

melakukan

pembukaan

dan

evaluasi

terhadap penawaran yang masuk


g.

membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan


pelaksanaan konstruksi fisik.

h.
2.

menyusun laporan proyek tahap pelelangan.

Tahap Pelaksanaan
a.

mengevaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi


fisik yang disusun oleh pemborong, yang meliputi
program-program

pencapaian

sasaran

konstruksi,

penyediaan dan penggunaan tenaga kerja, peralatan


dan perlengkapan, bahan bangunan, informasi, dana,
program

Quality

Assurance/Quality

Control,

dan

program kesehatan dan keselamatan kerja (K3).


Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

b.

mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik,


yang meliputi program pengendalian sumber daya,
pengendalian biaya, pengendalian waktu, pengendalian
sasaran fisik (kuantitas dan kualitas) hasil konstruksi,
pengendalian perubahan pekerjaan, pengendalian tertib
administrasi, pengendalian kesehatan dan keselamatan
kerja,

c.

melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan


teknis dan manajerial yang timbul, usulan koreksi
program dan tindakan turun tangan, serta melakukan
koreksi teknis bila terjadi penyimpangan.

d.

melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat


dalam pelaksanaan konstruksi fisik.

e.

melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas:


i.

memeriksa

dan

mempelajari

dokumen

untuk

pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar


dalam pengawasan pekerjaan di lapangan.
ii.

mengawasi

pemakaian

bahan,

peralatan

dan

metode pelaksanaan, serta mengawasi ketepatan


waktu, dan biaya pekerjaan konstruksi.
iii. mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari
segi

kualitas,

kuantitas,

dan

laju

pencapaian

volume/ realisasi fisik.


iv. mengumpulkan data dan informasi di lapangan
untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama
pekerjaan konstruksi.
v.

menyelenggarakan

rapat-rapat

lapangan

secara

berkala, membuat laporan mingguan dan bulanan


pekerjaan

pengawasan,

dengan

masukan

hasil

rapat-rapat lapangan, laporan harian, mingguan


dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh
pemborong.
vi. menyusun

berita

pekerjaan

untuk

acara

persetujuan

pembayaran

kemajuan
angsuran,

pemeliharaan pekerjaan, dan serah terima pertama


dan kedua pekerjaan konstruksi.
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

vii. meneliti gambar-gambar untuk pelaksanaan (shop


drawings) yang diajukan oleh kontraktor.
viii. meneliti

gambar-gambar

pelaksanaan

di

lapangan

yang
(As

sesuai
Built

dengan

Drawings)

sebelum serah terima I.


ix. menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah
terima I, dan mengawasi perbaikannya pada masa
pemeliharaan.
x.

bersama dengan Konsultan Perencana menyusun


petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan
gedung.

xi. membantu

pengelola

proyek

dalam

menyusun

Dokumen Pendaftaran.
xii. membantu pengelola proyek

mengurus sampai

mendapatkan IPB (Izin Penggunaan Bangunan) dari


Pemerintah

Daerah

Kabupaten/Kota

setempat,

dalam hal terdapat ketentuan dalam Peraturan


Daerah setempat.
f.

menyusun laporan akhir pekerjaan manajemen


konstruksi.

c.

Lokasi Kegiatan
Kegiatan jasa konsultansi ini dilaksanakan pada rusunawa lokasi
Medan Belawan

A.7 TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN KONSTRUKSI


A. Konsultan Manajemen Konstruksi bertanggung jawab secara
profesional atas jasa manajemen konstruksi yang dilakukan
sesuai ketentuan Undang-undang No. 18 tentang Jasa Konstruksi
dan peraturan pelaksanaannya, serta kode tata laku profesi
yang berlaku
B. Secara umum tanggungjawab konsultan Manajemen Konstruksi
adalah menjaga proyek agar memiliki :
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

1.

Ketepatan waktu pembangunan proyek sesuai batas waktu


berlakunya anggaran/waktu yang telah ditetapkan.

2.

Ketepatan

biaya

sesuai

batasan

anggaran

yang

tersedia/ditetapkan.
3.

Ketepatan kualitas dan kuantitas sesuai standar/peraturan


yang berlaku sehingga proyek mencapai hasil dan daya guna
yang seoptimal mungkin, serta memenuhi syarat teknis yang
dapat dipertanggungjawabkan.

4.

Tertib administrasi pembangunan, dari aspek perizinan,


pelaporan, dan dokumentasi.

A.8 HASIL YANG DIHARAPKAN (KELUARAN)


Konsultan Manajemen Konstruksi diminta menghasilkan keluaran
yang lengkap sesuai kebutuhan proyek.

Kelancaran proyek yang

berhubungan dengan Manajemen Konstruksi sepenuhnya menjadi


tanggungjawab Konsultan Manajemen Konstruksi. Selain hal tersebut
hasil yang diharapkan dari pelaksanaan pembangunan Rusunawa
adalah :
1.

Tersedianya Time Schedule lengkap dengan Curva S sebagai


pedoman dalam menilai kemajuan pelaksanaan proyek, time
schedulle dibuat dengan menggunakan komputer sehingga jalur
kritis dalam pelaksanaan pembangunan dapat terlihat.

2.

Konsultan

MK

diwajibkan

memberikan

Standar

Prosedur

Pengawasan Pelaksanaan Fisik di lapangan kepada Kepala


Satuan

Kerja

pada

tahapan

persiapan

pelaksanaan

pembangunan atau pada saat sebelum melakukan pengawasan


pekerjaan di lapangan (intergrated site supervision).
3.

Terawasinya

pelaksanaan

pembangunan

Rusunawa

yang

dilaksanakan oleh Kontraktor dari segi kualitas, kuantitas dan


laju pencapaian prestasi pekerjaan sesuai jadwal pelaksanaan
proyek.
4.

Terawasinya pelaksanaan pembangunan Rusunawa beserta hasil


kerjanya dan terkendalinya waktu pelaksanaan proyek sesuai
jadwal dan biaya pembangunan sebagaimana tertera dalam
kontrak.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

5.

Terisinya

Buku

pembangunan

Harian

Lapangan

Rusunawa

pada

(BHL)

tentang

setiap

kemajuan

harinya

beserta

hambatan-hambatan yang timbul.


6.

Diterimanya laporan mingguan dan bulanan oleh Kepala Satuan


Kerja dari Konsultan MK mengenai kemajuan pelaksanaan
pembangunan
dilapangan

Rusunawa,

berikut

termasuk

rekomendasi

alternatif pemecahan masalah.

kendala

yang

yang

diusulkan,

terjadi
sebagai

Diterimanya hasil rapat di

lokasi proyek, informasi tentang terjadinya penyimpanganpenyimpangan yang dilakukan oleh pemborong/rekanan yang
sudah diperbaiki maupun yang belum diperbaiki dan informasi
hal-hal lain yang terjadi di lokasi proyek.
7.

Terusulkannya

rencana

perubahan-perubahan

serta

penyesuaian-penyesuaian pekerjaan di lapangan kepada Kepala


Satuan Kerja, sehingga dapat terpecahkan persoalan-persoalan
yang terjadi selama pelaksanaan pembangunan Rusunawa.
8.

Tersedianya gambar perubahan (as built drawing) sebanyak 3


(tiga) set.

9.

Terperiksa dan tertandatangani Berita Acara Bobot pekerjaan


yang

diajukan

oleh

pemborong/rekanan

sesuai

prestasi

pekerjaan yang telah dicapai.


10. Terselenggaranya rapat-rapat koordinasi teknis di lokasi proyek
secara berkala (mingguan) dan esidentil sesuai kebutuhan.
Dengan hasil keputusan rapat yang tercatat dalam Berita Acara
rapat.
11. Tercatatnya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh
pemborong/rekanan dalam Buku Harian Lapangan (BHL) oleh
Konsultan Pengawas.
12. Tersusunnya daftar

kekurangan

dan

cacat-cacat

pekerjaan

selama masa pemeliharaan.

A.9 AZAS-AZAS PENGAWASAN


Selain

kriteria

umum

diatas,

Konsultan

Pengawas

harus

memperhitungkan pula azas-azas pengawasan antara lain sebagai


berikut :
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

1. Fact Finding, bahwa pengawasan harus menemukan fakta-fakta


tentang bagaimana kontraktor menjalankan tugasnya.
2. Preventif, dalam arti bahwa pengawasan dilaksanakan untuk
mencegah

timbulnya

penyimpangan-penyimpangan

dalam

pelaksanaan rencana.
3. Pengawasan diarahkan kepada masa sekarang, dalam arti bahwa
pengawasan hanya ditujukan terhadap kegiatan-kegiatan yang
sedang dilaksanakan.
4. Pengawasan hanya merupakan alat untuk meningkatkan efisiensi.
5. Pengawasan harus mempermudah tercapainya tujuan.
6. Pengawasan harus lebih bersifat membimbing.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

10

B.PENGALAMAN PERUSAHAAN
B.1 Gambaran Umum Perusahaan
Pada kesempatan yang baik ini perkenankanlah kami untuk memperkenalkan
Perusahaan kami PT. SUGITEK PATIH PERKASA yang bergerak dibidang
Usaha Jasa Konsultansi, menawarkan layanan jasa kreatif dengan berorientasi
kepada kebutuhan Instansi dan Perusahaan Anda.
Paduan antara kreatifitas,

pengalaman

dan

profesionalisme

yang kami

kembangkan di PT. SUGITEK PATIH PERKASA secara konsepsional dan


efesien, sengaja disiapkan untuk menghadapi tantangan yang mampu
memberikan solusi tepat bagi berbagai keperluan Instansi/ Perusahaan yang
Bapak/ Ibu pimpin, untuk memperoleh pelayanan dan hasil kerja yang
berkualitas. Karena kami selalu meletakkan kualitas produk, ketepatan waktu
dan penepatan harga yang wajar dan kompetitif diatas segalanya.
Untuk mengoptimalkan hal tersebut diatas, kami memiliki tim kerja yang
handal dan tangguh, serta didukung oleh peralatan kerja yang lengkap dan
memadai. Atas dasar itu pula, kami terus berupaya mengembangkan kinerja
serta sikap profesionalisme dengan tetap berorientasi pada bisnis yang
menguntungkan serta menjanjikan terhadap klien/pemakai.
Kami berharap kiranya kami dapat berperan dalam setiap kesempatan yang
ada terutama didalam memberikan kontribusi positif dalam segala bentuk
kemitraan dan kerjasama, sehingga pada akhirnya kita dapat membentuk
sebuah synergi positif yang saling menguntungkan dan memberi manfaat.
B.2

Pemilikan dan Kedudukan Hukum

1.

Nama Perusahaan

PT. SUGITEK PATIH PERKASA

2.

Alamat Perusahaan

JL. Tebet Barat Dalam IV E No. 14


Jakarta Selatan

3.

Nomor Telepon

021 83706474
Fax. (021) 8293474
E-mail : sugitek_cons@dnet.net.id

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

11

4.

Akte Pendirian

Notaris Drs. E. Mansoer Wiriaatmadja,


S.H., SH. No.16 Tanggal 5 Oktober 1992

5.

Akte Perubahan

Notaris Trismorini Asmawel, SH. No.02


Tanggal 11 Januari 2007

6.

Pengesahan Kehakiman

No. W7-01476 HT.01.04-TH.2007


Tanggal 14 Februari 2007

7.

Sertikat Badan Usaha

No. A0013171-1-100217 Tanggal 5 Mei


2004 (Non Konstruksi)
No. B00803171-4-DKI 08904 Tanggal 22
April 2004 (Konstruksi)

8.

Kualifikasi

Kelas Menengah ( M )

9.

Tanda Daftar Perusahaan

No. 090315338539
Tanggal 27 Pebruari 2003

10. Nomor Pokok Wajib Pajak

01.596.113.9-015.000
Tanggal 2 Nopember 1992

11. Ijin Usaha Jasa Konsultan

IUJK Perencanaan No.


1.009251.3171.1.0433 tanggal 03
September 2004
IUJK Pengawasan No.
1.009251.3171.3.00434 tanggal 03
September 2004

12. Surat Ijin Usaha Perdagangan :

No. 1098/09-04/PM/92
tanggal 23 Desember 1992

13. Bank

Bank Mandiri Cabang Jakarta MT.


Haryono.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

12

No. Rek. 070.0085047814


14. Inkindo

No. 7335/P/1192.DKI
tanggal 2 Januari 2007

15. Surat Pengukuhan PKP

No. PEM-421/WPJ.04/KP.0303/2004
Tanggal 23 Nopember 2004

16. Domisili Perusahaan

No. 1558/1.824.6/06
Tanggal 06 Juli 2006

B.3

Susunan Pemilik Modal dan Pengurus Perusahaan

Susunan pemilik modal dan pengurus PT. SUGITEK PATIH PERKASA adalah
pimpinan perusahaan dipegang oleh Direktur Utama, Direktur sedangkan
pengawasan terhadap jalannya perusahaan dipercayakan kepada Dewan
Komisaris. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, adalah sebagai
berikut
SUSUNAN PEMILIK MODAL

No
.

Nama

1.

Drs . Tumpak
Pardede

09.5408.030656.02
46

Ir. Ridwan PP
Hutapea

10.5502.260960.00
01

Ir. Tengku Idris Said

09.5301.201162.06
10

2.
3.

No. KTP

Alamat

Persentase

Cipinang Melayu No.7

17%

Jl.Lumbo Barat IV E/85

17%

Tebet
VID/1

66%

Barat

Dalam

SUSUNAN PENGURUS PERUSAHAAN

No.

Nama

No. KTP

Jabatan dalam Perusahaan

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

13

1.

Drs
.
Pardede

Tumpak

2.
Ir.
Ridwan
Hutapea

PP

09.5408.030656.0246

Direktur Utama

10.5502.260960.0001

Direktur

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

14

B.4 Bidang Layanan jasa

PT. SUGITEK PATIH PERKASA sebagai perusahaan jasa yang bergerak dibidang
pelayanan jasa konsultansi, mampu memberikan pelayanan jasa konsultansi
bidang-bidang sebagai berikut :
1.

PERENCANAAN UMUM
Bangunan dan Gedung
Pengembangan Perkotaan
Tata Ruang
Rencana Induk Sektoral
Sungai dan Rawa
Permukiman dan Pengembangan Wilayah
Transmigrasi, Desa dan Kota
Pengembangan Wilayah Pariwisata dan Industri

2.

STUDI KELAYAKAN
AMDAL
Infrastruktur
Investasi
Transportasi
Program Jangka Menengah
Perumahan dan Permukiman

3.

PERENCANAAN DAN PENGAWASAN TEKNIS


Infrastruktur
Pengairan dan Irigasi
Pengolahan Air Bersih
Perumahan dan Permukiman
Jalan dan Jembatan
Penataan Bangunan
Bangunan Gedung

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

15

4.

PERTANIAN/ LINGKUNGAN HIDUP


Perkebunan tanaman Keras dan Tanaman Pangan
Peternakan, Perikanan dan Kehutanan
Konservasi dan Penghijauan
Lingkungan Hidup dan Percetakan Sawah

5.

MANAJEMEN
Advisory
Pengembangan Kelembagaan
Manajemen Keuangan
Sistem Informasi Manajemen
Pelatihan

6.

PERINDUSTRIAN
Industri Manufaktur
Industri Proses dan Industri Hasil Pertanian
Industri Elektronika dan lain-lain

7.

BIDANG LAIN-LAIN
Appraisal
Asuransi
Bank, Uang, Hukum dan Kesehatan

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

16

B.5

STRUKTUR ORGANISASI

DIREKTUR
UTAMA

KOMISARIS

ADMINISTRASI
DATA

DIREKTUR
OPERASIONAL

DIREKTUR
TEKNIK

MANAJEMEN
KONSTRUKSI

PERENCANAAN
PENGAWASAN INTERN

PENGEMBANGAN
USAHA

FEASIBILITY
STUDI

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

17

C. PEMAHAMAN KAK
Kegiatan

manajemen

konstruksi

meliputi

pengendalian

waktu,

biaya,

pencapaian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas), dan tertib administrasi


didalam

pembangunan

persiapan/perencanaan

bangunan

sampai

rusunawa,

mulai

tahap

pelaksanaan

dengan

dari

tahap

konstruksi,

kegiatan manajemen konstruksi terdiri atas :


1.

Tahapan Persiapan
a. Membantu

pengelola

proyek

melaksanakan

pengadaan

konsultan

perencana, termasuk menyusun KAK, memberi saran waktu dan strategi


pengadaan, serta bantuan evaluasi proses pengadaan.
b. Membantu pengelola proyek penyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan
perencanaan.
2.

Tahapan Perencanaan
a. Mengevaluasi program pelaksanaan kegiatan perencanaan yang dibuat
oleh konsultan perencanaan, yang meliputi program penyediaan dan
penggunaan

sumber daya,

strategi dan pentahapan

penyusunan

dokumen lelang.
b. Memberikan konsultansi kegiatan perencanaan, yang meliputi penelitian
dan pemeriksaan hasil perencanaan dari sudut feisiensi sumber daya
dan biaya, serta kemungkinan keterlaksanaan konstruksi.
c. Mengendalikan

program

perencanaan,

melalui

kegiatan

evaluasi

program terhadap hasil perencanaan, perubahan-perubahan lingkungan,


penyimpangan teknis dan administrasi atas persoalan yang timbul,
serta pengusulan koreksi program.
d. Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat pada tahap
perencanaan.
e. Menusun laporan bulanan kegiatan konsultansi manajemen konstruksi
tahap perencanaan, merumuskan evaluasi status dan koreksi teknis bila
terjadi penyimpangan.
f.

Meneliti kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan,


menyusun

program

pelaksanaan

pelelangan

bersama

konsultan

perencana, dan ikut memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu


pelelangan, serta membantu kegiatan panitia pelelangan.
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

18

g. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan


dan pembayaran angsuran pekerjaan perencanaan.
h. Mengadakan
menyusun

dan

memimpin

laporan

hasil

rapat-rapat

rapat

koordinasi

koordinasi
dan

perencanaan,

membuat

laporan

kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi.


3.

Tahapan Pelelangan
a. Membantu pengelola proyek dalam mempersiapkan dan menyusun
program pelaksanaan pelelangan pekerjaan konstruksi fisik.
b. Membantu Panitia Lelang dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri
(Owners Estimate) pekerjaan kosntruksi fisik.
c. Membantu Panitia Lelang melakukan pra-kualifikasi calon peserta
pelelangan.
d. Membantu

Panitia

lelang

dalam

penyebarluasan

pengumuman

pelelangan, baik melalui papan pengumuman, media cetak, maupun


media elektronik.
e. Membantu

memberikan

penjelasan

pekerjaan

pada

waktu

rapat

penjelasan pekerjaan.
f.

Membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap penawaran


yang masuk.

g. Membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan pelaksanaan


kosntruksi fisik.
h. Menyusun laporan proyek tahap pelelangan.
4.

tahapan Pelaksanaan
a. Mengevaluasi program kegiatan pelaksanaann konstruksi fisik yang
disusun oleh pemborong, yang meliputi program-program pencapaian
sasaran

kosntruksi,

penyediaan

dan

penggunaan

tenaga

kerja,

peralatan dan perlengkapan, bahan bangunan, informasi, dana, program


quality assurance / quality control, dan program kesehatan dan
keselamatan kerja (K3).
b. Mengendalikan proram pelaksanaan konstruksi fisik, yang melliputi
program pengendalian sumber daya, pengendalian biaya, pengendalian
sasaran fisik (kuantitas dan kualitas) hasil konstruksi, pengendalian
perubahan pekerjaan, pengendalian tertib administrasi, pengendalian
kesehatan dan keselamatan kerja.
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

19

c. Melakukan

evaluasi

program

terhadap

penyimpangan

teknis dan

manajerial yang timbul, usulan koreksi program dan tindakan turun


tangan, serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan.
d. Melakukan

koordinasi

antara

pihak-pihak

yang

terlibat

dalam

pelaksanan konstruksi fisik.


e. Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas :
-

Memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan konstruksi yang


akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan dilapangan.

Mengawasi pemakaian bahan, peralatan dan metoda pelaksanaan,


serta mengawasi ketepatan waktu, dan biaya pekerjaan kosntruksi.

Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas,


kuantitas, dan laju pencapaian volume/realisasi fisik.

Mengumpulkan data dan informasi dilapangan untuk memecahkan


persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi.

Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala, membuat


laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan, dengan
masukan hasil rapat-rapat lapangan, laporan harian, mingguan dan
bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh kontraktor.

Menyusun berita acara persetujuan kemajuan pekerjaan untuk


pembayaran angsuran, pemeliharaan pekerjaan, dan serah terima
pertama dan kedua pekerjaan konstruksi.

Meneliti gambar-gambar untuk pelaksanaan (shop drawing) yang


diajukan oleh kontraktor.

Meneliti

gambar-gambar

yang

sesuai

dengan

pelaksanaan

dilapangan (as built drawing) sebelum serah terima ke I.


-

Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima I, dan


mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan.

Bersama

dengan

konsultan

Perencana

menyusun

petunjuk

pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung.


-

Membantu

pengelolaan

proyek

dalam

menyusun

dokumen

pendaftaran.
-

Membantu pengelola proyek mengurus sampai mendapatkan IPB (Ijin


Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
setempat, dalam hal terdapat ketentuan dalam Peraturan daerah
setempat.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

20

f.

Menyusun laporan akhir pekerjaan manajemen konstruksi.

Secara rinci dan garis besar beberapa aspek tersebut diatas dijabarkan olek
Konsultan sebagai berikut :
1. Membuat Time Schedule lengkap dengan Curva S sebagai Pedoman
dalam menilai kemajuan proyek;

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

21

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

22

2. Mengawasi pelaksanaan pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa


(rusunawa) Lokasi Medan Belawan yang dilaksanakan oleh Kontraktor
dari segi kualitas, kuantitas dan laju pencapaian prestasi pekerjaan;
3. Mengawasi pekerjaan serta produknya dan mengendalikan waktu
pelaksanaan

agar

pembangunan

Rumah

Susun

Sederhana

Sewa

(rusunawa) Lokasi Medan Belawan selesai sesuai jadwal yang telah


ditetapkan;
4. Mengisi Buku Harian Lapangan (BHL) tentang kemajuan pekerjaan
setiap harinya beserta hambatan-hambatan yang timbul dan upaya
penyelesaiannya;
5. Membuat dan menyampaikan Laporan Mingguan kepada Pemimpin
Proyek tentang kemajuan pelaksanaan pembangunan Rumah Susun
Sederhana Sewa (rusunawa) Lokasi Medan Belawan, masukan hasil
rapat dilokasi proyek, penyimpangan-penyimpangan yang dilakikan oleh
Kontraktor yang sudah diperbaiki maupun yang belum diperbaiki dan
hal-hal lain yang terjadi di lokasu proyek, yang antara lain mencakup :
a.

- Bobot Minggu Lalu

:%

- Bobot Minggu Ini

:%

- Bobot Prestasi Rencana : %


- Bobot Prestasi Aktual

:%

- Deviasi

:%

- Bobot s/d Minggu ini

:%

b.

Pekerjaan yang dilaksanakan pada periode ini;

c.

Permasalahan yang timbul dan upaya penyelesaiannya;

d.

Kesimpulan;

e.

Lampiran, antara lain;


-

Foto Proyek s/d minggu ini;

Notulen Rapat Koordinasi Teknis;

Bobot Kemajuan Pekerjaan;

Time Schedule yang menunjukkan adanya deviasi antara


rencana dengan pelaksanaan;

Laporan Harian Pengawas.

6. Membuat dan menyampaikan Laporan Bulanan Kepada Pemimpin


Proyek tentang kemajuan pelaksanaan pembangunan Rumah Susun
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

23

Sederhana Sewa (rusunawa) masukan hasil rapat di Lokasi Proyek,


penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh Pemborong/Rekanan
yang sudah diperbaiki maupun belum diperbaiki dan hal-hal lain yang
terjadi dilokasi proyek, yang antara lain mencakup:
a. Prestasi Bulan Ini
b. Material dan peralatan yang didatangkan;
c. Tenaga Kerja;
d. Jam kerja;
e. Cuaca;
f.

Permasalahan yang timbul dan upaya penyelesaiannya

g. Kesimpulan
h. Lampiran :
-

Foto Proyek s/d minggu ini;

Notulen Rapat Koordinasi Teknis;

Bobot Kemajuan Pekerjaan;

Time Schedule yang menunjukkan adanya deviasi antara


rencana dengan pelaksanaan;

Laporan Harian Pengawas.

7. Mengusulkan

rencana

perubahan-perubahan

serta

penyesuaian-

penyesuaian pekerjaan dilapangan kepada Pemimpin Proyek untuk


memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pelaksanaan
pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa) Terhadap
perubahan pekerjaan tersebut dibuat gambar perubahan (As Built
Drawing) sebanyak 5 (lima) set;
8. Memeriksa dan menandatangani Berita Acara Bobot Pekerjaan yang
diajukan oleh Pemborong/Rekanan;
9. Menyelenggarakan rapat-rapat koordinasi teknis dilokasi proyek secara
berkala (mingguan) dan atau insidentil sesuai kebutuhan;
10.Usulan rencana perubahan serta penyesuaian pekerjaan dilapangan
pada angka 7 diatas harus dicatat oleh Konsultan Pengawas dalam Buku
Harian Lapangan (BHL) yang disediakan oleh Pemborong/Rekanan dan
BHL ini harus selalu berada dilapangan;
11.Menyusun daftar kekurangan dan cacat-cacat pekerjaan selama masa
pemeliharaan;

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

24

12.Membantu

Pemimpin

Proyek

dalam menyusun

dokumen-dokumen

penyerahan asset dari bantuan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah


Kota an. Walikota Medan yang terdiri dari:
-

Foto copy DIPDA;

Sertifikat atau bukti pemilikan/hak atas tanah;

SPK atau Surat Perjanjian Pemborongan/Kontrak;

Berita Acara Serah Terima I dan II;

Gambar

Situasi,

Gambar

Perencanaan

dan

Gambar-gambar

perubahan yang terjadi selama masa pelaksanaan (As Bulit


Drawing)
- Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

25

D. TANGGAPAN TERHADAP KAK


Berdasarkan pemahaman terhadap TOR seperti diatas dapat kami berikan
tanggapan yang merupakan kesimpulan dalam didalam proses pelaksanaan
pekerjaan MK Rusunawa.
D.1 Tugas dan Tanggung Jawab
Pemberi Tugas (Pemerintah Republik Indonesia c/q Departemen Pekerjaan
Umum

dan Direktorat Jenderal Cipta Karya ) memberikan tugas dan

tanggung jawab kepada Konsultan Manajemen Konstruksi/Pengawas


untuk mengawasi secara rinci pelaksanaan pembangunan Rumah Susun
Sederhana Sewa (rusunawa) yang dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana
sehingga akan diperoleh suatu hasil kerja yang sesuai dengan ketentuanketentuan teknis maupun administrative yang telah ditetapkan dan hasil
secara optimal.
Untuk

hal

tersebut

diatas,

maka

Konsultan

manajemen

konstruksi/Pengawas memiliki arti; bahwasannya Konsultan Manajemen


konstruksi / Pengawas atas seijin Pemberi Tugas dapat bertindak untuk
dan atas nama Pemberi Tugas untuk menegur dan mengarahkan
Kontraktor agar didapat hasil yang optimal, sedangkan arti lain adalah,
setiap

tindakan

Konsultan

Manajemen

Konstruksi

Pengawas

harus

dilaporkan kepada Pemberi Tugas untuk setiap kejadian yang dihadapi


dilapangan.
D.2 Aspek Koordinasi
Konsultan Manajemen Konstruksi / Pengawas berkewajiban untuk dapat
mengkoordinasikan berbagai pelaku kegiatan pelaksanaan pembangunan
dalam proyek yang tetap mengacu pada Standar Operasional Prosedur
yang telah dibuat oleh Konsultan Manajemen Konstruksi / Pengawas.
D.3 Aspek Teknis

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

26

Konsultan

Manajemen

Konstruksi

Pengawas

diharapkan

dapat

memberikan masukan-masukan dalam rangka mencari solusi terbaik


dalam hal teknis pelaksanaan bagi penyelesaian pekerjaan;
D.4 Aspek Administratif
Konsultan Pengawas diharapkan dapat menentukan Prosedur Administrasi
Proyek yang sesuai keterlibatan dari semua unsur terkait dalam kegiatan
proyek.

D.5 Hasil Yang Diharapkan


Hasil yang diharapkan dari pekerjaan jasa konsultansi manajemen konstruksi /
Pengawasan teknis pelaksanaan pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa
(Rusunawa) adalah :
1. Tersedianya Time Schedule lengkap dengan Curva S sebagai Pedoman
dalam menilai kemajuan proyek pelaksanaan proyek, time schedule
dibuat dengan menggunakan computer sehingga jalur kritis dalm
pelaksanaan pembangunan dapat terlihat jelas.
2. Konsultan MK diwajibl:an memberikan Standar Prosedur Pengawasan
Pelaksanaan Fisik di lapangan kepada Pemimpin bagian proyek pada
tahapan

persiapan

pelaksanaan

pembangunan atau

pada saat

sebelum melakukan pengawasan pekerjaan di lapangan ( integrated


site supervision)
3. Terawasinya

pelaksanaan

pembangunan

Rusunawa

yang

dilaksanakan oleh Kontraktor dari segi kualitas, kuantitas dan laju


pencapaian prestasi pekerjaan sesuali jadwal pelaksanaan proyek.
4. Terawasinya pelaksanaan pembangunan Rusunawa beserta hasil
kerjanya dan terkendalinya walau pelaksanaan proyek sesuai jadwal
dan biaya pembangunan sebagaimana tertera dalam kontrak.
5. Terisinya

Buku

Harian

Lapangan

(BHL)

tentang

kemajuan

pembangunan Rusunawa pada setiap harinya beserta hambatanhambatan yang timbul.


6. Diterimanya laporan mingguan dan bulanan oleh Pemimpin Bagian
Proyek

dari

konsultan

MK

mengenai

kemajuan

pelaksanaan

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

27

pembangunan Rusunawa, termasuk kendala yang terjadi dilapangan


berikut rekomendasi yang diusulkan sebagai alternatif pemecahan
masalah.

Diterimanya hasil rapat di lokasi proyek, informasi

tentang terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan


oleh pemborong/pelaksana/rekanan yang sudah diperbaiki maupun
yang belum diperbaiki dan informasi hal-hal lain yang terjadi di
lokasi proyek.
7. Terusulkannya rencana perubahan-perubahan serta penyesuaianpenyesuaian pekerjaan di lapangan kepada Pemimpin Bagian Proyek,
sehingga

dapat

terpecahkan

persoalan-persoalan

yang

terjadi

selama pelaksanaan pembangunan Rusunawa.


8. Tersedianya gambar perubahan (as built drawing) sebanyak 3 (tiga)
set.
9. Terperiksa dan tertandatangani Berita Acara Bobot pekerjaan yang ,
diajukan oleh pemborong/rekanan sesuai prestasi pekerjaan yang
telah dicapai.
10.

Terselenggaranya

rapat-rapat

koordinasi

teknis

di

lokasi

proyek secara berkala (mingguan) dan esidentil sesuai kebutuhan.


Dengan hasil keputusan rapat vang , tercatat dalam Berita Acara
Rapat.
11.

Tercatatnya penyimpangan-penyimpangan yang, dilakukan


oleh pemborong/rekanan dalam Buku Harian Lapangan (BHL)

oleh Konsultan Pengawas.


12.

Tersusunnya daftar kekurangan dan cacat-cacat pekerjaan

selama masa pemeliharaan.


Tahap Perencanaan :
LINGKUP
PEKERJAAN
Konsultasi
dan evaluasi hasil
perencanaan
Kontrol kemajuan perencanaan
Memeriksa dokumen hasil perencanaan
Menyusun program pelelangan dan evaluasi

MK

Tahap Konstruksi
Pra
P
Data proyek yang ada :
e
Dokumen Kontrak
l
Gambar Desain
Pelaksanaan
a
Jadual
Revie
k
Data Teknis Lainnya
sw
a
n
a
Revisi
Perbaikan
a
n
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan
Tahap Pasca Konstruksi :
Uji Coca (test run operational)

Pel

Pasc
a
k
s
a
n
Evalu
a
asi
a
n

a
Final Opname/Test
As-built Drawing
Operation and
maintenance procedure
Pengurusan ijn
penggunaan bangunan

P
e
l
a
k
s
a
n
a
a 28
n

D.6 Kegiatan Perencanaan Konstruksi Pada Tahap Pelelangan


Fungsi Konsultan Perencanaan Konstruksi pada tahapan ini adalah
melakukan

koordinasi,

memberikan

bantuan

dan

memberikan

nasehat teknis.
Sasaran layanan konsultan pada tahapan ini adalah pengelola proyek,
konsultan perencana, dan panitia lelang.
Adapun kegiatan Konsultan Perencanaan Konstruksi pada tahapan ini
meliputi
1. Membantu menyusun jadwal pelelangan konstruksi
2. Membantu menyusun owner estimate untuk pekerjaan konstruksi
3. Membantu menyusun dokumen lelang pekerjaan konstruksi
4. Membantu mengevaluasi prakualifikasi perserta lelang pekerjaan
konstruksi
5. Membantu memberikan penjelasan pada waktu rapat penjelasan
pekerjaan konstruksi.
6. Membantu mengevaluasi penawaran kontraktor
7. Membantu

penyusunan

kontrak

perjanjian

antara

pengelola

proyek dengan konraktor pemenang.


D.7 Kegiatan Perencanaan Konstruksi Pada Tahap Konstruksi
1.Kegiatan Perencanaan Konstruksi Pada Tahap Pra - Konstruksi
a. Mengkaji Ulang Data dan Informasi
Data dan informasi yang diperoleh baik berupa data sekunder
maupun informasi dari peninjauan lapangan, akan dikaji ulang
secara internal terlebih dahulu oleh konsulan hasil kajian ini akan
menjadi

bahan konsultan Perencana Konstruksi dalam pre-

construction meeting (PCM).

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

29

Materi utama yang dikaji konsultan Perencanaan Konstruksi pada


tahap ini antara lain meliputi :

Ketersediaan

lahan

untuk

peralatan

konstruksi

dan

penimbunan bahan konstruksi.

Aksesibiltas kendaraan berat

Metoda

pelaksanaan

dengan

mempertimbangkan

faktor

lingkungan

Jadual pelaksanaan

Volume dan biaya konstruksi

Rencana layout peralatan konstruksi

Rencana

layout

penimbunan

bahan/material

konstruksi

(material stock piling).


b. Ikut dalam Pre-Construction Meeting
Pre-construction meeting merupakan pertemuan resmi pertama
yang dilakukan sebelum tahap konstruksi dimulai, pertemuan ini
mungkin saja dilakukan lebih dari satu kali, sampai diperolehnya
kesepakatan untuk melaksanakan pekerjaan.
Pre-construction meeting ini dipimpin oleh Project Manager /
Pemberi kerja yang dihadiri oleh konsultan Perencanaan
Konstruksi, konsultan perencana, konsultan pengawas dan
kontraktor.
Hasil kesepakatan dalam pre-construction meeting ini akan
menjadi masukkan untuk melakukan revisi terhadap rencana
kerja kontraktor.
c. Revisi Rencana Kerja
Berdasarkan kesepakatan hasil dari pre-construction meeting,
kontraktor akan melakukan revisi rencana kerja, dalam proses
revisi ini konsultan Perencanaan Konstruksi akan memberikan
masukkan kepada kontraktor.
Keluaran dari revisi rencana kerja dapat meliputi :

Perubahan jadwal konstruksi

Perubahan shop drawing

Perubahan metoda konstruksi

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

30

Perubahan mata pekerjaan

Perubahan volume dan biaya

Perubahan layout peralatan konstruksi

Perubahan

layout

lokasi

penimbunan

bahan/material

konstruksi

Dll.

Revisi rencana kerja dapat berakibat kepada perubahan kontrak


kerja, baik berupa pekerjaan tambah-kurang (adendum) atau
penggantian mata pekerjaan (contract change order / CCO).

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

31

E. APRESIASI INOVASI
E.1 Latar Belakang
Keterbatasan

lahan

di

kota-kota

besar,

tuntutan

akan

pengadaan

perumahan rakyat, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi


acuan dasar

pemerintah untuk membangun Rumah Susun yang

dilengkapi fasilitas umum dan sosial.


UU No. 16/1985 tentang Rumah susun menyebutkan bahwa Rumah
susun

adalah

bangunan

bertingkat

yang

dibangun

dalam

suatu

lingkungan, yang terbagi dalam bagian-bagian yang disusun secara


fungsional dalam arah horizontal maupun vertical dan merupakan satuansatuan yang dapat

dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama

untuk tempat hunian, yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda


bersama, dan tanah bersama.
UU No. 4/1992 mengatakan lingkungan pemukiman adalah kawasan
perumahan dalam berbagai bentuk dan ukuran dengan penataan tanah
dan ruang, prasarana dan sarana lingkungan yang terstruktur
Mengacu pada peraturan yang diatas, maka pembangunan Rumah Susun
merupakan salah satu alternatif pemecahan permasalahan keterbatasan
lahan serta pengadaan perumahan dan pemukiman terutama di kota-kota
besar.
Sebagai upaya

perencanaan penyelenggaraan pemukiman tersebut

maka akan memerlukan ruang di dalam kota dalam suatu kawasan dan
lingkungan pemukiman. Dan upaya pemanfaatan ruang dalam kaitannya
dengan

pemenuhan

akan

kebutuhan

hunian

dalam

lingkungan

pemukiman tersebut akan mencangkup perencanaan dan perancangan


penataan

lingkungan, tapak dan pengkaplingan, agar tercapai kwalitas

lingkungan pemukiman yang layak huni, aman, nyaman, sehat, dan


menarik.
Pasal 5 UU No.16/1985 Rumah Susun menentukan bahwa Rumah susun
dibangun sesuai dengan tingkat keperluan dan kemampuan masyarakat,
terutama bagi yang berpenghasilan rendah, dan pembangunan Rumah
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

32

Susun dapat diselenggarakan oleh BUMN, BUMD, Koperasi, dan Swasta


yang bergerak dalam bidang itu, serta swadaya masyarakat.
Rumah Susun yang pembangunan dan pengelolaannya mengacu pada UU
No. 16/1985 dan PP No. 4/1988 menetapkan bahwa Rumah Susun terdiri
atas dua bagian yaitu Rumah Susun yang dibeli (dimiliki) dan disewa
(rumah susun sewa).
Perencanaan

pembangunan

Rumah

Susun

sewa

diarahkan

bagi

masyarakat kecil di daerah kota-kota besar yang menghadapi masalah


kebutuhan akan pemukiman yang terjangkau dan layak huni.

E.2 Hukum Rumah Susun


Landasan hukum pemahaman konsultan terhadap subtansi pekerjaan ini
adalah Undang - Undang No.4 Th 1992 tentang perumahan dan
pemukiman, undang - undang No. 24 Th 1992 tentang penataan ruang,
undang - undang No. 16 Th 1985, dan peraturan pemerintanh No. 4 Th
1988

tentang

rumah

susun.

Disamping

itu,

dalam

penyusunan

perencanaan tersebut, selain didasarkan pada pertimbangan terhadap


permasalahan dan potensi pembangunan perumahan dan permukiman
dikawasan studi, antara lain juga merupakan penjabaran dari berbagai
program

pembangunan

perumahan

dan

pemukiman,

khususnya

pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dikawasan


studi tersebut. Selain itu secara eksplisit Rusunawa menjadi program
prioritas didalam propenas 2000 2004

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

33

NO

NAMA
PRODUK

INSTANSI
YANG
MENERBITKA
N
Sekretariat
Negara

NOMOR/KODE
PENGELUARA
N

Undang
undang Rumah
Susun

16 tahun 1985

Peraturan
Pelaksanaan
Rumah Susun
DKI Jakarta

Pemerintah DKI
Jakarta

224
1990

UU Perumahan
dan
Permukiman

Sekretariat
Negara

4 tahun 1992

UU
Penataan
Ruang

Sekretariat
Negara

14 tahun 1992

tahun

SUBSTANSI
1. Meningkatkan
kebutugan
perumahan yang
layak
untuk
berpenghasilan
2. Menigkatkan
daya guna dan
hasil guna tanah
diperkotaan
3. Pembangunan
rumah
susun
harus mengikuti
persyaratan
teknis
dan
administrasi
1. Pengaturan
bidang
tanah
yang digunakan
2. Penyelenggaraa
n
wajib
menyesuaikan
dengan rencana
kota
yang
ditetapkan
3. Setiap
pembangunan
harus
memperoleh
IMB
4. Penjelasan
mengenai
pengesahan
pertelahaan
5. Persayaratan
izin layak huni
1. Pengaturan
tentang
penyelenggaraa
n
dan
pembangunan
perumahan dan
pemukiman
2. Pengaturan
tentang rumah
negara
3. Pengaturan
tentang peran
serta
masyarakat dan
pembinaanya
1. Pengaturan
tettang
peran
serta
masyarakat
dalam penataan
ruang
2. Pengaturan
tentang kriteria
dan peninjauan
kembali

STATUS
Undang
undang

Undang
undan

Undang
uandang

Undang
undang

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

34

Badan
Kebijakan
&
Pengendalian
Pembangunan
Perumahan
dan
Permukiman
Nasional

Sekretariat
Negara

37 tahun 1994

rencana
tata
ruang
1. Menyiapkan
rumusan
kebijaksanaan
dibidang
pembangunan
perumahan
permukiman
2. Memecahkan
berbagai
permasalahan
dibidang
pembangunan
perumahan
permukiman
3. Melaksanakan
pengawasan
dan
pengendalian
dibidang
pembangunan
perumahan
permukiman

E.3 Pemahaman Terhadap Konsep Perancangan Dan Perencanaan


Rumah Susun
Secara garis besar pekerjaan Penyusunan Perencanaan Konsep model model Rumah Susun Sederhana Sewa merupakan serangkaian kegiatan
yang mencakup

antara

lain "Kegiatan

Perencanaan

Blok Hunian",

"Kegiatan Perencanaan Tapak", dan "Kegiatan Penyusunan Desain".


Landasan hukum pemahaman konsultan terhadap subtansi pekerjaan ini
adalah Undang - Undang No. 4 Tahun 1992 tentanga Penataan Ruang,
Undang - Undang No. 16 Tahun 1985, dan Peraturan Pemerintah No. 4
Tahun 1988 tentang Rumah Susun. Disamping itu, dalam penyusunan
perencanaan tersebut, selain didasarkan pada pertimbangan terhadap
permasalahan dan potensi pembangunan perumahan dan permukiman
dikawasan studi, antara lain juga merupakan penjabaran dari berbagai
program

pembagunan

perumahan

dan

permukiman,

khususnya

pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dikawasan


studi tersebut.
E.4 Pengertian Umum
Sebagai

bagian

integral

dari

penataan

ruang,

serta

perencanaan

penataan lingkungan dan kawasan, maka dalam rangka melaksanakan


Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

35

pekerjaan ini perlu juga memahami sejumlah pengertian. Ada beberapa


pengertian umum yang dapat digunakan untuk memahami pekerjaan
penyusunan perencanaan tata lingkungan permukiman, dan perencanaan
konsep model - model rumah susun sederhana sewa, antara lain sebagai
berikut :
Ruang :

Adalah

wadah

secara

keseluruhan

yang

meliputi ruang daratan, ruang lautan, dan


ruang udara sebagai satu - kesatuan wilayah,
berlangsungnya interaksi sistem sosial (yang
meliputi manusia dengan seluruh kegiatan
sosial,

ekonomi

dan

budaya)

dengan

ekosistemnya (sumber daya alam dan sumber


daya buatan).
Tata ruang

Adalah wujud struktural dan pola pemanfaatan


ruang

baik

direncanakan

maupun

tidak

direncanakan.
Penataan Ruang

Adalah

proses

pemanfaatan
pemanfaatan

perencanaan

ruang,
ruang

dan
yang

ruang,

pengendalian
pelaksanaannya

bertujuan unutk mewujudkan pemanfaatan


ruang

yang

berkualitas,

sesuai

dengan

potensi, permasalahan serta ketentuan yang


berlaku diwilayah tertentu.
Pemanfaatan ruang :

Adalah

rangkaian

pelaksanaannya

program

kegiatan

pembangunan

yang

memanfaatkan ruang menurut jangka waktu


yang ditetapkan didalam rencana tata ruang.
Pemanfaatan ruang juga merupakan bentuk
hubungan antar berbagai aspek sumber daya
manusia,

ekonomi,

administrasi,

teknologi,

pertahan

informasi,

keamanan,

fungsi

lindung, budidaya, dan estetika lingkungan,


dimensi

ruang

dan

waktu

dilihat

dalam

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

36

kesatuan

secara

utuh,

menyeluruh,

serta

berkualitas membentuk tata ruang.


Wilayah :

Yang

batas

berdasarkan

dan

sistemnya

aspek

ditentukan

administratif

disebut

wilayah pemerintahan.
Kawasan :

Yang

batas

berdasarkan

dan

sistemnya

aspek

ditentukan

fungsional

disebut

kawasan.
Rumah :

Adalah

bangunan

tempat

tinggal

yang

atau

berfungsi

hunian

sebagai

dan

sarana

pembinaan keluarga.
Perumahan :

Kelompok

rumah

yang

berfungsi

sebagai

lingkungan temapat tinggal atau lingkungan


hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan
sarana lingkungan.
Permukiman :

Adalah bagian dari lingkungan hidup diluar


kawasan lindung, baik yang berupa kawasan
perkotaan maupun pedesaan yang berfungsi
sebagai

lingkungan

tempat

tinggal

atau

lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang


mendukung perikehidupan dan penghidupan.
Rumah Susun :

Adalah bangunan bertingkat yang dibangun


dalam suatu lingkungan, yang terbagi dalam
bagian - bagian yang distrukturkan secara
fungsional dalam arah horisontal maupun
vertikal dan merupakan satuan - satuan yang
masing - masing dapat dimiliki dan digunakan
secara
hunian,

terpisah,
yang

terutama

dilengkapi

untuk

tempat

dengan

bagian

bersama, benda bersama, dan tanah bersama.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

37

Satuan Rumah Susun :

Adalah rumah susun yang bertujuan


peruntukan
terpisah

utamanya

sebagai

merupakan

sarana

digunakan

tempat

hunian,

penghubung

ke

secara
yang
jalan

umum.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

38

E.5

Azas Penataan Ruang


Penataan ruang berazaskan :
1. Pemanfaatan

ruang

bagi

semua

kepentingan

secara

terpadu,

berdaya guna dan berhasil guna, serasi, selaras, seimbang dan


berkelanjutan.
2. Keterbukaan, persamaan, keadilan dan perlindungan hukum.
E.6

Tujuan Penataan Ruang


Penataan ruang bertujuan :
a. Terselenggaranya pemanfaatan ruang berwawasan lingkungan yang
berdasarkan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional.
b. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung
dan kawasan budidaya.
c. Tercapainya pemanafaatan ruang yang berkualitas untuk :
Mewujudkan kehidupan bangsa yang cerdas, budiluhur dan
sejahtera
Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam
dan sumber daya buatan dengan memperhatikan sumber daya
manusia.
Meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya
buatan secara berdaya guna, berhasil guna dan tepat guana
untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta
menanggulangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Mewujudkan

keseimbangan

kepentingan

kesejahteraan

dan

keamanan.

E.7

Gambaran Umum Lokasi Studi

E.7.1 Aspek Historis


Cikal bakal Kota Medan adalah Medan Putri, sebuah kampung
kecil yang terletak di dekat pertemuan Sungai Deli dan Sungai
Babura, tidak jauh dari Jalan Putri Hijau sekarang. Kampung
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

39

Medan Putri sendiri dibangun pada tahun 1590 oleh Guru Patimpus, cucu Singa
Maraja yang memerintah negeri Berkerah di dataran tinggi Karo dan termasuk
dalam wilayah Raja Urung asal Karo, di Deli.
Perkembangan Kota Medan juga tidak terlepas dari keberadaan Kesultanan
Deli yang diproklamasikan oleh Tuanku Panglima Perungit, yang memisahkan
diri dari kekuasaan Kesultanan Aceh pada tahun 1669. Berdasarkan isi "Politiek
Contract" atau perjanjian politiknya dengan Pemerintah Hindia Belanda pada
tahun 1907, daerah kekuasaan Kesultanan Deli meliputi :
1.

Wilayah Deli Asli, yaitu wilayah pesisir pantai mulai dari sekitar kiri dan
kanan Sungai Deli, yang didiami suku bangsa Melayu, termasuk Kampung
Medan Putri.

2.

Wilayah-wilayah

Urung

(Negheri),

yaitu;

Wilayah

Hamparan

Perak,

Sunggal, Kampung Baru, Sinembah Patumbak, yang didiami suku Melayu


di hilir dan Suku Karo di hulu.
Ada beberapa faktor yang mendorong kampung Medan Putri mengalami
perkembangan yang sangat pesat. Pertama, posisinya yang sangat strategis
karena terletak di dekat pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura yang
merupakan jalur lalu lintas perdagangan yang cukup ramai. Karenanya
Kampung

Medan

Putri

sejak

awal

telah

berkembang

menjadi

pusat

perdagangan dan pelabuhan transit yang cukup penting.


Kedua, adanya kebijakan Sultan Deli pada tahun 1863, untuk memberikan
tanah di Tanjung Spassi dekat Labuhan seluas 4000 bahu, (1 bahu - 0,74 ha)

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

40

secara erfpacht 20 tahun kepada Mienhuys Van der flak dan Elliot dari
Firma Van Keeuwenen Mainz and Co, untuk dijadikan lahan perkebunan
tembakau.
Kualitas yang sangat baik dari tembakau yang dihasilkan kemudian mendorong
berkembangnya perkebunan-perkebunan tembakau hingga mencapai 22
perusahaan. Berkembangnya perkebunan tembakau ini juga mendorong
berkembangnya Kota Medan sebagai pusat perdagangan dan eksport.
Tahun 1879, Ibukota Asisten Residen Deli dipindahkan dari Labuhan ke Medan,
dan 1 Maret 1887, Ibukota Residen Sumatera Utara dipindahkan pula dari
Bengkalis ke Medan. Istana Kesultanan Deli yang semula berada di Kampung
Bahari Labuhan juga dipindahkan dengan selesainya pembangunan Istana
Maimun pada tanggal 18 Mei 1891, yang menjadikan Ibukota Deli resmi pindah
ke Medan. Dengan demikian perkembangan Kota Medan menjadi pusat
perdagangan juga telah mendorongnya menjadi Pusat Pemerintahan.
Kota Medan secara fisik kenyataanya juga mengalami perkembangan yang
dapat

dikelompokkan.

Sejak

tahun

1862,

terlihat

adanya

dua

kutub

pertumbuhan fisik Kota Medan, yaitu Pelabuhan Laut Belawan, dan Pusat Kota
Medan sekarang, yang menjadi perkantoran dan perdagangan kota. Jika pusat
kota berkembang kearah Kelurahan Kesawan, Silalas dan Petisah, maka
Belawan sampai tahun 1972, berkembang ke Selatan. Perkembangan tersebut
masih bersifat konsentris dan terbatas pada area yang tidak terkena banjir.
Pengamatan tahun 1980 memperlihatkan adanya perkembangan yang pesat.
Daerah terbangun di Belawan berkembang lebih dari dua kali lipat, sedangkan
Pusat Kota meluas dengan cepat ke Barat, Selatan dan Timur meliputi; Area
3.375 Ha.
E.7.2 Rona Lingkungan
Pembahasan Rona Lingkungan meliputi beberapa aspek karakteristik Kota
Medan seperti Letak Geografis, Wilayah Administratif, Klimatologi, Hidrologi
dan Topografi. Penjelasan tersebut dapat dilihat pada uraian berikut ini.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

41

a. Geografis dan Administratif


Kota Medan berdasarkan PP No.22/1973 memiliki luas
26.510 hektar atau sama dengan 265,10 Km2 atau
3,6 % dari total luas wilayah Propinsi Sumatera Utara.
Oleh

karena

itu,

selain

memiliki

kekuatan

pembangunan dengan jumlah penduduk yang relatif


besar, Kota Medan juga memiliki keterbatasan ruang
sebagai bagian daya dukung lingkungan.
Luas Kota Medan tersebut masih kedl dibanding
luasan beberapa kota besar lainnya di Indonesia. Keterbatasan ruang tersebut
lebih dirasakan karena bentuk wilayah administratif Kota Medan yang sangat
ramping di tengah, sehingga menghambat pengembangan perkotaan dan
penyediaan sarana prasarana kota. Kondisi tersebut juga menyebabkan kurang
seimbang dan terintegrasinya ruang kota di Bagian Utara dengan Bagian
Selatan. Hal tersebutlah yang merupakan latar belakang perlunya perluasan
Kota Medan menjadi bentuk yang lebih ideal dari aspek penataan dan
pengembangan ruang kota.
Disamping itu secara administrasi Kota Medan berbatasan dengan:

Kabupaten Deli Serdang di sebelah Barat, Timur dan Selatan.

Selat Malaka di sebelah Utara.

Wilayah Administratif Kota Medan terdiri dari 21 wilayah Kecamatan dan 151
wilayah Kelurahan (pembagian wilayah administratif dapat dilihat dalam
Gambar 3). Besamya jumlah kelurahan yang ada menyebabkan data dasar
RP4D keseluruhannya memiliki kedalaman tingkat kelurahan, namun untuk
kebijakan umum dapat diuraikan dalam unit kecamatan.
b. Klimatologi
Menurut Stasiun Sampali, suhu minimum untuk Kota Medan berkisar antara
23,30 C - 24,10 C dan suhu maksimum berkisar antara 31,0 0 C - 31,10 C.
Kelembaban udara untuk Kota Medan rata-rata berkisar antara 84 - 58 %.
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

42

Kecepatan angin rata-rata sebesar 0.48 m/sec sedangkan rata-rata total laju
penguapan tiap bulannya 104,3 mm. Hari hujan di Kota Medan pada tahun
2001 rata-rata per bulan 19 hari dengan rata-rata curah hujan menurut Stasiun
Sampali per bulannya 299,5 mm.
c. Topografi dan Hidrologi
Kota Medan memiliki ketinggian 2.5 m - 50 m diatas permukaan laut dengan
kemiringan lereng/tanah yang mencapai 0 sampai dengan 4 % dari sebahagian
wilayah Kota Medan berada 2,5 - 5,0 meter berada pada tanah rawa yang
ditumbuhi oleh pohon-pohon yang dapat berkembang biak seperti pohon
nipah.
Sungai-sungai yang membentang di Kota Medan memiliki pengaruh yang
cukup besar pada perkembangan Kota Medan. Sungai-sungai ini digunakan
sebagai sumber air untuk masyarakat yang menduduki daerah sekitar sungai
serta sungai juga digunakan untuk mengatasi banjir serta tempat pembuangan
air hujan. Sungai Deli cukup berpengaruh dalam aktivitas penduduk sekitar
sungai untuk kebutuhan akan sumber air, hal ini disebabkan Sungai Deli
mengalir dan bermuara ke Laut Belawan. Sungai-sungai yang mengalir dan
melalui pada wilayah Kota Medan seperti Sungai Babura, Sungat Deli, Sei Kera,
Sei Putih, Sei Sikambing dan sungai-sungai lainnya serta dua sungai batas Kota
Medan (Sei Belawan dan Sungai Percut).
E.7.3 Kota Medan dalam Konstelasi Perwilayahan Regional
Dilihat dari fungsi kota, maka Kota Medan kenyataanya mengemban fungsi
yang luas dan besar terhadap daerah-daerah yang ada disekitarnya, antara
lain :
a)

Sebagai pusat pemerintahan daerah baik pemerintah Provinsi Sumatera


Utara,

maupun

Kota

Medan,

dan

sebagai

tempat

kedudukan

perwakilan/konsulat negara-negara sahabat, dan juga kedudukan institusi


kantor perwakilan swasta dan perbankan.
b)

Sebagai

pusat

pelayanan

kebutuhan

sosial,

ekonomi

masyarakat

Sumatera Utara, seperti rumah sakit, perguruan tinggi, hiburan dan


rekreasi, dan fasilitas yang dikembangkan swasta lainnya dengan lingkup
pelayanan tidak hanya masyarakat Sumatera Utara, namun juga daerahdaerah Provinsi lain di sekitamya.
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

43

c)

Sebagai pusat perhubungan dan distribusi orang/barang difengkapi


dengan sarana Bandara Udara, Pelabuhan Laut, Terminal Peti Kemas,
Kereta Api dan sebagainya.

d)

Sebagai Pusat produksi dan Investasi skala regional, nasional sampai


intemasional dengan kontribusi terhadap PDRB Provinsi Sumatera Utara
mencapai 21,3% (bahkan 24% pada masa sebelum krisis) dan kontribusi
mencapai 50% terhadap PDRB WP III Sumatera Utara.

Peran dan fungsi yang sangat besar dalam perkembangan pembangunan


wilayah hinterlandnya menyebabkan timbulnya daya tarik yang sangat besar,
dan pada akhimya meningkatkan urbanisasi. Fenomena yang dapat dilihat
langsung adalah tingginya jumlah penglaju (commuter) yang masuk ke Medan
(pagi sampai sore) sebesar 300.000.000 jiwa perhari. Commuter tersebut
menimbulkan kemacetan Kota Medan pagi dan sore hari.
Secara relatif, Kabupaten Deli Serdang memiliki daya dukung Sumber Daya
Alam (SDA) yang relatif lebih besar, karenanya Kota Medan sesungguhnya
perlu

mengembangkan

kerjasama

dan

kemitraan

yang

sejajar,

saling

menguntungkan, saling memperkuat dengan Daerah-Daerah sekitamya. Di


samping itu adanya Selat Malaka tentunya juga menjadikan Kota Medan
memiliki potensi perikanan yang dapat dikembangkan lebih balk.
E.7.4 Arah Perkembangan Kota
Perkembangan

Kota

Medan

tidak

merata

kesemua

arah.

Terjadi

ketidakseimbangan perkembangan kota antara bagian utara, tengah, dan


selatan kota. Areal bagian tengah Kota Medan sangat kedl sehingga tidak
dapat berkembang. Perkembangan yang pesat terutama terjadi ke arah timur
dan barat kota selain pertumbuhan di pusat kota sendiri. Kondisi yang ada saat
ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan perumahan mengarah ke bagian
utara, timur, dan selatan Kota Medan. Di bagian utara kota, perumahan yang
tumbuh adalah jenis perumahan sederhana, sedangkan di bagian timur dan
selatan adalah perumahan jenis menengah dan mewah.
Berdasarkan

fakta

sejarah

yang

ada

cikal

bakal

perkembangan Kota Medan berawal dari Kecamatan


Medan Kota dan Medan Area yang saat ini merupakan
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

44

kawasan pusat kota. Perkembangan kota ke arah timur dan barat terutama
mengikuti keberadaan jaringan jalan regional ke arah Kota Binjai (ke arah
barat) dan ke arah Lubuk Pakam (ke arah timur). Perkembangan ke arah
selatan terutama mengikuti jaringan jalan regional menuju Kabanjahe.
Sementara itu, pengembangan jalur Medan-Belawan kurang berhasil sehingga
bagian tengah ke arah utara Kota Medan kurang berkembang.
E.7.5 Penggunaan Lahan
Peta Guna Lahan Kota Medan memperlihatkan bahwa guna lahan Kota Medan
terdiri dari 10 (sepuluh) jenis, yaitu perumahan dan kegiatan terkait, lahan
industri, lahan jasa, lahan perusahaan, sawah, kebun campuran, hutan rawa,
rawa, tegalan, dan lahan kosong diperuntukkan. Tetapi, data Was guna lahan
tahun 1998 (Sumber : RTRW Propinsi Sumatera Utara Tahun 2000) yang
diperoleh hanya berupa luas permukiman (12.510 hektar), sawah (5.433
hektar), dan rawa/hutan rawa (428 hektar).
E.7.6 Kependudukan
a. Tingkat Kesejahteraan Penduduk
Kesejahteraan penduduk dapat pula dilihat dari beberapa indikator, seperti
tingkat kelahiran, tingkat kematian, umur harapan hicup, angka kematian bayi,
serta pendapatan per-kapita. Angka kelahiran kasar (CBR) Kota Medan relatif
rendah, yaitu 4,3/1.000 penduduk; begitu juga dengan angka kematiannya,
sebesar 2,5/1.000 penduduk pada tahun 2002. Umur harapan hidup laki - laki
dan perempuan sedang, masing-masing 67 tahun dan 69,5 tahun. Angka
kematian bayi relatif sedang, yaitu 26,01 per 1.000 kelahiran hidup. Tetapi,
pendapatan per-kapita relatif rendah, yaitu sebesar Rp. 2,78 juta atas dasar
harga konstan dan Rp 6,26 juta atas dasar harga berlaku pada tahun 2000.
b. Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
Pendidikan merupakan sarana dalam mencerdaskan bangsa dan negara,
mendptakan generasi muda dan sumber daya manusia yang siap pakai dalam
pembangunan bangsa pada masa yang akan datang. Berhasilnya suatu
pembangunan tidak terlepas dari tingkat pendidikan penduduknya. Tingkat
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

45

pendidikan semakin tinggi akan membawa dampak positif bagi masa depan
bangsa.
Data tahun 2000 memperlihatkan bahwa tingkat pendidikan penduduk Kota
Medan masih belum cukup tinggi walaupun Medan merupakan salah satu kota
besar di Indonesia. Sebagian besar penduduk masih berada pada tingkat
menengah, yaitu SMU dan SLTP. Tingkat pendidikan SI jumlahnya relatif masih
sedikit. Gambaran yang cukup memprihatinkan adalah masih relatif besamya
jumlah penduduk yang tidak tamat SD. Data mengenai tingkat pendidikan
akan disajikan pada Tabel 3.3 berikut.
c. Penduduk Menurut Mata Pencaharian
jenis pekerjaan penduduk Kota Medan ada sembilan jenis, yaitu PNS, pegawai
swasta, ABRI, petani, nelayan, pedagang, pensiunan, industri, dan lainnya.
Sesuai dengan karaktemya sebagai kota besar, sebagian besar penduduk
bekerja sebagai pegawai swasta dan pedagang, disamping PNS. Pekerjaan
yang bersifat pedesaan masih ada di Kota Medan, yaitu petani dan nelayan.
Petani dan nelayan pada umumnya adalah penduduk daerah pinggiran, seperti
Kecamatankecamatan Medan Tuntungan, Medan Selayang, Medan Labuhan,
dan Medan Belawan. Untuk lebih jelasnya lihat Tabel 3.4 berikut.
E.7.7

Perekonomian

Pada tahun 2002, pertumbuhan ekonomi Kota Medan mengalaml kenaikan


sebesar 7,33 O/b dari tahun 2001. Dalam periode enam tahun, dad tahun 1997
sampai tahun 2002, rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Medan adalah 4,64
0/0 per-tahun, Pada tahun 2002, PDRB Kota Medan adalah sebesar Rp 5,78
trilyun menurut harga konstan dan Rp 19,66
triiyun menurut harga berlaku. Dilihat dari
distribusinya

per-sektor

(menurut

harga

berlaku), sektor penggalian yang mengalami


pertumbuhan ekonomi rata-rata paling tinggi,
sebesar 8,61 0/0, Pada fingkatan kedua adalah
sektor

bangunan

(6,06

%)

dan

industri

pengolahan (5,93 %). Selanjutnya adalah sektor-sektor dengan tingkat


pertumbuhan

relatif

rendah,

berturut-turut

keuangan,

asuransi,

usaha

persewaan bangunan , tanah dan jasa perusahaan (2,20 %), pengangkutan


Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

46

dan komunikasi (3,80 %), pertanian (4,06 %), listrik, gas dan air minum (4,16
%). Selain pertumbuhan ekonomi, alat ukur tingkat kemakmuran lainnya
adalah PDRB per-kapita. Pertumbuhan PDRB yang tinggi belum tentu
mencerminkan peningkatan kesejahteraan penduduk. Perkembangan jumlah
penduduk berpengaruh terhadap indikator ini. Karena itu, perlu diketahui PDRB
per-kapita untuk mengukur tingkat kemakmuran masyarakat.
E.8

Tinjauan Kebijakan Propinsi Sumatera Utara

Kebijakan Propinsi Sumatera Utara dalam pembangunan perumahan dan


permukiman antara lain Pola Dasar Pembangunan 2001-2005, Program
Pembangunan Daerah Propinsi Sumatera Utara 2001-2005, dan Rencana Tata
Ruang Wilayah 2003-2018.
E.8.1

Visi dan Misi

Visi Propinsi Sumatera Utara yang tertuang dalam Pola Dasar Pembangunan
2001-2005 adalah :
"Terwujudnya masyarakat Sumatera Utara Yang beriman, maju, mandiri,
sejahtera dan menjunjung tinggi supremasi hukum berdasarkan Pancasila
dalam Kebhinekaan.
Misi pembangunan yang ditetapkan sebagai berikut:

Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,


sebagai sumber moral dan akhlak mulia.

Meningkatkan

kualitas

aparatur

pemerintahan

daerah

menuju

kepemerintahan Yang baik (good govemance).

Membangun dan mengembangkan ekonomi kerakyatan yang bertumpu


pada pertanian, agroindustri, pariwisata dan sektor-sektor unggulan serta
mengembangkan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan.

Mengembangkan kualitas masyarakat dan sumber daya manusia yang


beriman, bertaqwa, cerdas, trampil, kreatif, inovatif serta memiliki etos
kerja yang tinggi.

Meningkatkan kesejahteraan, kebersamaan, dan rasa persatuan dalam


masyarakat.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

47

E.8.2 Program Pembangunan Perumahan dan Permukiman


Pengembangan perumahan dan permukiman dalam Program Pembangunan
Daerah (Propeda) Propinsi Sumatera Utara 2001-2005 yang telah ditetapkan
dalam Perda No.6 Tahun 2001, tidak diletakkan sebagai prioritas pembangunan
dan

juga

tidak

diprioritaskan.

termasuk

Pengembangan

dalam

delapan

sarana

dan

kelompok
prasarana

program

yang

diarahkan

untuk

mendukung pertumbuhan ekonomi, dan bukan dalam rangka memenuhi


kebutuhan dasar masyarakat dalam perumahan dan permukiman.
Program pembangunan yang

berhubungan

dengan

penyelengaraan

pembangunan perumahan dan permukiman terdapat dalam :


1.

Pembangunan Sosial dan Budaya; sektor kesehatan dan kesejahteraan


sosial; program lingkungan sehat, perilaku sehat dan pemberdayaan
masyarakat, dimana salah satu sasaran agar tercapainya permukiman
dan

lingkungan

perumahan

yang

memenuhi

syarat

kesehatan

di

pedesaan dan perkotaan termasuk penanganan daerah kumuh, dan


dilaksanakan melalui kegiatan pembinaan mutu lingkungan perumahan,
permukiman dan tempat-tempat kerja terutama pengungsian.
2.

Pembangunan Daerah; sektor mempercepat pengembangan wilayah;


program

pengembangan

perumahan,

dan

program

pengembangan

prasarana dan sarana permukiman, yang ditetapkan dalam beberapa


kegiatan pendukung peningkatan kualitas perumahan dan permukiman.

E.8.3 Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Sumatera Utara 20032018


Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi (RTRWP) Sumatera Utara telah disahkan
menjadi Peraturan Daerah Propinsi Sumatera Utara Nomor 7 Tahun 2003. Di
dalam RTRWP disebutkan kebijakan yang diambil dalam penataan ruang
adalah:

Memperkuat basis perekonomian rakyat;


Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

48

Menghormati hak keperdataan masyarakat;


Memprioritaskan pengembangan satuan ruang pada wilayah yang tingkat
perkembangannya relatif rendah;
Mempertahankan kegiatan budidaya yang telah ada hak diatasnya;
Mengoptimalkan penataan dan pengendalian kawasan lindung sesuai dengan
fungsinya;
Mengembangkan Mebidang dan Sibolga sebagai pusat pelayanan primer A
dan B untuk mengakomodasikan fungsi perkembangan Sumatera Utara
dalam skala kepentingan intemasional, nasional, dan regional;
Mengembangkan

pusat-pusat

pelayanan

sekunder

sebagai

penggerak

perkembangan wilayah;
Mengembangkan

pusat-pusat

pelayanan

lokal

yang

sebagian

telah

ditetapkan dalam RTRW Nasional untuk mendorong tumbuhnya sektor


sekunder dan tersebar bagi pengolahan komoditi dan sumberdaya lokal
untuk mendptakan nilai tambah;
Kawasan perkotaan Mebidang ditetapkan sebagai kawasan tertentu pada
lingkup nasional can menetapkan kawasan tertentu lainnya pada lingkup
Sumatera Utara;
Mengembanglkan Kawasan Andalan;
Mempersiapkan pemindahan bandar udara Polonia di Kota Medan pada tahun
rencana ke Kuala Namu di kabupaten Deli Serdang dengan fungsi sebagai
pusat penyebaran primer;
Menetapkan kawasan
mengakomodasikan

yang pemanfaatan
berbagai

ruangnya bermasalah

ketidaksesuaian

kepentingan

untuk
dalam

pemanfaatan ruang.
Dari uraian kebijakan penataan ruang Propinsi Sumatera Utara dapat dilihat
bahwa Kota Medan, sebagai pusat utama kawasan perkotaan Mebidang akan
dikembangkan menjadi kota dengan skala pelayanan primer dalam lingkup
Sumatera Utara. Kebijakan ini akan mengakibatkan berkembangnya berbagai
jenis kegiatan di dalam wilayah administrasi Kota Medan, sebagai ikutannya
maka akan terjadi peningkatan kebutuhan perumahan dan permukiman.
Walaupun demikian, secara rinci tidak disebutkan pada bagian mana
diarahkan lokasi perumahan yang perlu dipersiapkan.
E.9

Kebijakan Pemerintah Kota Medan

E.9.1 Visi dan Misi


Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

49

Visi dan Misi pembangunan di Kota Medan terbagi dalam 2 (dua), yakni untuk
jangka waktu menengah (lima tahun) dan jangka panjang (25 tahun). Visi dan
misi pembangunan yang tertuang dalam Perda Kota Medan No.1 Tahun 2002
tentang Pola Dasar Pembangunan Kota Medan Tahun 2001-2025 merupakan
cerminan kehendak seluruh komponen masyarakat yang dituangkan secara
bersama. Sedangkan yang tertuang dalam Perda No.3 Tahun 2002 tentang
Rencana Stratejik Pemerintah Kota Medan tahun 2001-2005 merupakan arahan
pembangunan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah Kota Medan dalam
mewujudkan visi dan misi jangka panjang. Kedua arahan tersebut saling
menunjang dan merupakan satu kesatuan langkah. Visi dan Misi di Kota Medan
tersebut dapat dilihat dalam Tabel 3.2 berikut.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

50

Pola Dasar Dan Rencana Strategi Kota Medan Tahun 2001-2005


Pola Dasar Pembangunan 2001-2005

Rencana Strategi 2001-2005

Visi

Visi

Medan sebagai pusat perdagangan, industri


dan jasa dengan masyarakatnya yang
religius, maju, mandiri dan berwawasan
lingkungan

Mewujudkan Kota Medan sebagai Kota


Metropolitan berdrikan masyarakat madani,
yang menguasai IPTEK, dan bermuatan
IMTAQ serta berwawasan lingkungan

Misi

Misi

1.

Peningkatan mutu penyelenggaraan


pemerintah serta institusi penunjang
guna mendorong perwujudan Medan
sebagai Pusat Industri, Perdagangan, dan
Jasa Regional dan Intemasional.

2.

Peningkatan sarana dan prasarana


perkotaan untuk
mendukung
pertumbuhan sosial ekonomi
perdagangan dengan tetap
memperhatikan wawasan lingkungan.

3.

Peningkatan kualitas dan kesejahteraan


sumber daya aparatur dan masyarakat
guna mendukung pertisipasi aktif dalam
pelaksanaan pembangunan.

4.

Peningkatan kemampuan Keuangan


Daerah, mendukung kemandirian Kota
Medan sebagai Pusat Industri,
Perdagangan, dan Jasa.

5.

Peningkatan kesejahteraan aparatur dan


masyarakat guna mendorong partisipasi
aktif dalam pelaksanaan pembangunan.

1.

Meningkatkan kinerja pelayanan umum


pemerintah kota, guna mewujudkan
Medan sebagai Kota Metropolitan.

2.

Meningkatkan kualitas sumberdaya


aparatur pemerintah Kota Medan dan
masyarakat, guna membentuk aparatur
yang bersih, berwibawa, dan bermoral
serta mewujudkan masyarakat yang
madani.

3.

Meningkatkan prasarana dan sarana


kota, guna memenuhi kebutuhan
pelayanan infrastruktur perkotaan yang
berwawasan lingkungan.

4.

Mewujudkan rasa aman, tentram serta


kesejahteraan warga kota melalui
peningkatan peran serta masyarakat
dan penguasaan ilmu dan teknologi
serta iman dan taqwa, guna
mewujudkan Medan sebagai kota
budaya.

5.

Menumbuh kembangkan iklim berusaha


yang sehat dan kompetitif, guna
mewujudkan Kota Medan sebagai pusat
kegiatan ekonomi regional dan
intemational.

6.

Meningkatkan kemampuan pengelolaan


keuangan daerah, baik deri sisi
pemerimaan maupun pengeluaran,
guna mewujudkan kemajuan dan
kemandirian kota sebagai daerah
otonom

E.9.2 Program Pembangunan Daerah


Penyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman tidak diatur
secara khusus dalam Program Pembangunan Daerah Kota Medan Tahun 20012005 yang telah ditetapkan dalam Perda Kota Medan No.2 Tahun 2002.
Pembangunan perumahan dan permukiman juga tidaklah merupakan issu
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

51

strategis dan prioritas pembangunan Kota Medan dalam Propeda tersebut. Hal
yang terkait dalam pembangunan perumahan dan permukiman adalah sektor
penataan ruang, serta sarana dan prasarana yang terdapat dalam program
pembangunan bidang otonomi daerah. Arahan dalam dua sektor tersebut tidak
mengatur

secara

eksplisit

program

pembangunan

perumahan

dan

permukiman.
E.9.3 Rencana Umum Tata Ruang Kota Medan Tahun 2005
Kebijakan tata ruang yang ditetapkan dalam kebijakan jangka panjang pada
dasannya merupakan arahan dalam garis besar dari rencana tata ruang
wilayah Propinsi Sumatera Utara. Dengan demikian Rencana Umum Tata Ruang
(RUTR) Kota Medan Tahun 1995 - 2005 merupakan bagian dari Pola Dasar
Pembangunan Kota Medan dalam aspek fisik.
Kebijaksanaan RUTRK Medan bidang Pengembangan Perumahan

dan

Permukiman, antara lain :


1. Lingkungan Permukiman
Kebijaksanaan

pengembangan

lingkungan

permukiman

di

Kota

Medan

diarahkan kepada:
A.

Mengembangkan sistem pengadaan perumahan dan tanah untuk


perumahan,

terutama

bagi

lapisan

masyarakat

terbanyak

yang

berpenghasilan rendah dengan kemudahan-kemudahan yang terjangkau.


B.

Meningkatkan

kualitas

lingkungan

permukiman-permukiman

padat

melalui perbaikan lingkungan secara terpadu.


C.

Terlaksananya usaha pemenuhan kebutuhan "satu" rumah untuk satu


rumah tangga", sesuai dengan tingkat kemampuan dan aspirasi tiap-tiap
golongan penghasilan masyarakat.

D.

Terbentuknya "lingkungan perumahan" yang layak dan nyaman bagi


hunian,

serta

memiliki

tingkat

kemudahan

yang

memadai

dalam

kaitannya .sub sistem" kota secara keseluruhan.


E.

Terwujudnya "fungsi" pembangunan perumahan, sebagai:


Faktor penentu dalam mewujudkan "pola kepadatan penduduk".

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

52

Faktor penunjang bagi kegiatan kota lainnya; dalam kaitannya dengan


.pola penyebaran lokasi lapangan kerja".
Faktor perangsang bagi "terlaksananya perkembangan kota yang
diharapkan".

Perbaikan

Kampung

dalam

kaitannya

dengan

pengembangan Mebidang Metropolitan Area (MMA).


2.

Perbaikan Kampung

Pembangunan melalui perbaikan kampung (KIP) dilakukan dalam penataan


lingkungan kumuh dan telah dilaksanakan melalui Proyek MMUDP I dan II dan
proyek lainnya. Lingkup pekerjaan perbaikan kampung meliputi :

Perbaikan/pembuatan jalan setapak.

Perbaikan/pembuatan plat beton titi (jembatan kedl)

Perbaikan/pembuatan gorong-gorong

Perbaikan/pembuatan saluran baru/ drainase lingkungan

Perbaikan/pembuatan MCK

3.

Pembangunan Desa Nelayan

Pembangunan dilaksanakan di dekat laut sekitar Kawasan Industri Baru (KIB) di


bagian Utara Kota Medan. Pemerintah Kota Medan menyediakan tanah dan
mematangkannya, serta membangun prasarana jalan utama, dan melengkapi
perumahan tersebut dengan puskesmas, sarana ibadah, pendidikan, rekreasi
dan lapangan olahraga, fasilitas tempat pelelangan ikan (TPI).
4. Lingkungan Perumahan Baru
Pembangunan diarahkan ke bagian Timur, Barat dan Utara Kota Medan; baik
berupa

perumahan

sangat

sederhana,

real

estate

maupun

perumnas.

Perkembangan di Selatan kota dibatasi melalui penetapan koefisien dasar


bangunan (KDB) besar.
RUTR Kota Medan Tahun 2005 membagi Kota Medan dalam 5 (lima) wilayah
fungsional bernama wilayah pengembangan dan pembangunan (WPP) yang
dapat dilihat dalam Tabel 2.3 serta Gambar 1 dan Gambar 2 berikut ini.

Pembagian Wilayah Pengembangan Dan Pembangunan (Wpp)


Kota Medan
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

53

WPP
A.

Kecamatan
1. Medan Belawan
2. Medan Marelan
3. Medan Labuhan
Jumlah

Luas (Ha)
2.625,01
2.382,10
3,667,17

Kegiatan Utama
Pelabuhan, industri, terminal barang,
pergudangan orientasi Pelabuhan
Belawan.
perumahan, konservasi.

8.674,28

B.

4. Medan Deli

2.084,33

C.

5. Medan Timur
6. Medan Perjuangan
7. Medan Area
8. Medan Denai
9. Medan Tembung
10.Medan Amplas
Jumlah

775,75
409,42
552,43
905,04
799,26
1.118,57
4,560.47

Perumahan, perdagangan, dan


perkebunan
Perumahan, industri terbatas (KIM),
Terminal barang/pergudangan

11.Medan Baru
12.Medan Maimun
13.Medan Polonia
14. Medan Kota
15.Medan Johor
Jumlah

583,77
297,76
901,12
526,961
1.457,47
3.767,08

pusat pemerintahan, perumahan


hutan kota, pusat pendidikan

16.Medan
17.Medan
18.Medan
19.Medan
20.Medan
21.Medan

681,72
532,84
1,543,66
1.316,42
2.068,04
1.281,16

Perumahan, perkantoran, konservasi,


Lapangan golf, hutan kota.

Barat
Petisah
Sunggal
Helvetia
Tuntungan
Selayang

Jumlah
KOTA MEDAN

7.423,84
26.510

E.10 Kondisi Perumahan dan Permukiman di Kota Medan


Kondisi perumahan dan permukiman yang dibahas adalah mengenai jumlah
dan sebaran rumah, kondisi bangunan rumah, tingkat hunian rumah,
perumahan yang dibangun pengembang, serta kawasan kumuh.
E.10.1

Jumlah dan Sebaran

Data jumlah dan sebaran rumah yang diperoleh adalah data tahun 2000 dalam
lingkup kecamatan. Pada tahun 1990 rumah di Kota Medan berjumlah 280,292
unit. Dalam jangka waktu sepuluh tahun terjadi pertambahan sebesar 73.620
unit rumah sehingga berjumlah 353.912 unit pada tahun 2000 yang tersebar di
21 kecamatan.. Proporsi jumlah rumahnya relatif seimbang dengan proporsi
berkisar dari 1,68 % di Kecamatan Medan Baru sampal 5,71 % di Kecamatan

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

54

Medan Amplas. Hanya Kecamatan Medan Helvetia yang proporsinya relatif


besar dibanding kecamatan-kecamatan lainnya, yaitu 17,58 %.
Berdasarkan kepadatannya, sebaran rumah di Kota Medan relatif tidak merata.
Di bagian utara dan selatan, kepadatan rumah relatif lebih rendah, dari bagian
tengah, timur, dan barat kota. Secara umum, kepadatan rumah bagian utara
dan selatan berkisar dari 5 sampai 20 unit/ha. Kepadatan di bagain timur dan
barat berkisar dari 25 sampai 47 unit/ha. Kepadatan rumah terendah terdapat
di Kecamatan Medan Labuhan dan Medan Marelan, sebesar 4 unit/ha.
Kepadatan tertinggi terdapat di Kecamatan Medan Helvetia sebesar 47 unit/ha.

E.10.2

Kondisi Bangunan Rumah

Kondisi bangunan rumah terdri dari dua jenis, yaitu permanen dan tidak
permanen. Kota Medan memiliki proporsi rumah permanen sebesar 62,31 %
dan selebihnya sebesar 37,69 % adalah rumah tidak permanen. Dilihat dari
sebarannya di seluruh kecamatan, rumah permanen terbesar terdapat di
Kecamatan Kecamatan Medan Tembung (5,53 %) dan Medan Area (4,73 %).
Rumah permanen paling sedikit tercapat di Kecamatan Medan Baru (1,13 %)
dan Kecamatan Medan Maimun sebesar (1,16 %).
Sebaran rumah non-permanen di seluruh kecamatan relatif rendah, yaitu
berkisar dari 0,02 sampai 3,35 %, kecuali Kecamatan Medan Helvetia yang
memiliki persentase rumah non-permanen relatif besar, yaitu 14,33 %. Rumah
non-permanen paling sedikit terdapat di Kecamatan Medan Area (0,02 %) dan
Kecamatan Medan Tembung (0,06 %).
E.10.3

Distribusi Lokasi Perumahan Menurut IMB

Seiring dengan perkembangan kegiatan dan penduduk, maka berkembang


pula perumahan skala besar dan sedang di Kota Medan. Perumahan perumahan tersebut tersebar di seluruh kecamatan, terutama di beberapa
lokasi pinggiran kota, antara lain di Kecamatan Medan Denai, Medan Amplas,
Medan Johor, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Sunggal, Medan
Helvetia, Medan Marelan dan Medan Labuhan. Pembangunan perumahan
tersebut dilakukan oleh pengembang (developer) swasta maupun perumnas,
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

55

serta masyarakat secara perorangan untuk memenuhi permintaan dan


kebutuhan rumah tempat tinggal.
Data IMB memperlihatkan bahwa pembangunan rumah di Kota Medan
dilakukan oleh tiga kelompok pelaku, yaitu perusahaan pengembang swasta,
perusahaan pengembang perumnas, dan masyaralkat secara perorangan.
Perumahan skala sedang pada umumnya dibangun oleh masyarakat secara
perorangan

dan

pengembang.

Peran

masyarakat

perorangan

dalam

menyediakan perumahan terlihat besar sekali. Perumahan skala besar


dibangun oleh pengembang.
Pembangunan perumahan yang tercatat datanya berlangsung mulai dari tahun
1994 dengan jumlah rumah hanya 16 unit dengan luas bangunan 1.568 M2 di
Kecamatan Medan Johor. Perumahan ini dibangun oleh pengembang swasta.
Perkembangan pesat terjadi pada kurun waktu tahun 2000 sampai 2003
dengan pertambahan jumlah rumah rata-rata 1.580 unit dan Was bangunan 20
hektar per-tahun. Sampai tahun 2003, pertambahan jumlah rumah mencapai
7.344 unit dengan luas bangunan 875.907 M2. Pertambahan unit rumah
berdasarkan IMB akan dijelaskan pada Tabel 4.3 dan Gambar Distribusi lokasi
berdasarkan IMB berikut ini.
Dilihat dari sebarannya per-kecamatan, pembangunan perumahan terbesar
berlangsung di bagian utara, timur, dan selatan Kota Medan. Di bagian selatan,
pembangunan terutama berlangsung di Kecamatan Medan Tuntungan, Medan
Selayang, dar) Medan Johor dengan jumlah rumah 1.737 unit dan luas
bangunan 168.756 M2 . Di bagian timur, pembangunan terutama berlangsung
di Kecamatan Medan Sunggal, Medan Helvetia, Medan Barat, dan Medan
Petisah dengan jumlah 2.552 unit dan luas bangunan 388.523 m2. Di bagian
utara, pembangunan berlangsung terutama di Kecamatan Medan Labuhan dan
Medan Marelan dengan jumlah rumah 1.400 unit dan luas bangunan 62.492
m2. Luas bangunan yang relatif kedl ini berkaitan dengan jenis rumah yang
dibangun di bagian utara yang pada umumnya adalah rumah sederhana.
Pertumbuhan perumahan di Kota Medan berawal dari bagian selatan, yaitu di
Kecamatan Medan Johor pada tahun 1994. Kemudan, pada tahun 1997, telah
terjadi perkembangan selain di bagian selatan sendiri (Kecamatan Medan
Selayang) juga ke bagian utara Kota Medan, yaitu di Kecamatan Medan Deli,
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

56

Medan Labuhan, dan Medan Marelan, serta bagian timur di Kecamatan Medan
Amplas. Tahun 1998, lokasi perumahan berkembang ke bagian barat Kota
Medan, di Kecamatan Medan Helvetia dan Medan Sunggal. Tahun 2001, lokasi
perumahan telah berkembang ke seluruh bagian Kota Medan kecuali di bagian
pusat Kota Medan.
E.10.4

Distribusi Lokasi Perumahan Yang Dibangun Pengembang


Swasta

Data REI memperlihatkan bahwa perumahan yang dibangun pengembang


swasta terdiri dari lima jenis, yaitu rumah mewah, rumah menengah, rumah
toko (ruko), rumah sederhana (IRS), dan rumah sangat secerhana (RSS)
dengan berbagai macam variasi tipe rumah. Tetapi, data jumlah can luas
bangunan rumah yang diperoleh hanya terdiri cari dua kelompok, yaitu
kelompok rumah mewah, rumah menengah, dan ruko (selanjutnya disebut
dengan kelompok I), serta kelompok rumah sederhana dan rumah sangat
sederhana

(selanjutnya

disebut

dengan

kelompok

II).

Pembangunan

perumahan oleh pengembang berlangsung mulai tahun 1990 dan sampai


dengan tahun 2003 yang tersebar di 38 lokasi, Total rumah yang dibangun
berjumlah 13.590 unit dengan luas lahan 871,490 hektar.
Perumahan yang dibangun pengembang pertama kali adalah perumahan
kelompok I di bagian selatan Kota Medan. Perumahan tersebut bemama Dtra
Wisata sebanyak 66 unit di Kecamatan Medan Johor dan Taman Setiabudi
Indah (Tasbih) sebanyak 115 unit di Kecamatan Medan Selayang pada tahun
1990. Pertumbuhannya kemudian berlangsung terus terutama ke bagian
selatan, barat, can timur Kota Medan, seperti Kecamatan-kecamatan Medan
Johor, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Sunggal, Medan Helvetia,
Medan Timur, Medan Denai, dan Medan Amplas. Pembangunan perumahan di
bagian pusat kota pada umumnya berupa ruko. Pembangunan yang pesat
terutama berlangsung selama kurun waktu enam tahun sampai tahun 1996.
Sampai tahun 2002, total rumah yang dibangun berjumlah 8.947 unit dengan
luas lahan 664,09 hektar. Setelah tahun 1996, pembangunan perumahan
relatif

lambat.

Dilihat

sebarannya

per-kecamatan,

Jumlah

unit

rumah

terbanyalk terdapat di bagian selatan Kota Medan, yaitu di Kecamatankecamatan Medan Tuntungan, Medan Selayang, dan Medan Johor berjumlah
4.160 unit dengan luas lahan 365 hektar.
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

57

Lokasi rumah kelompok II yang dibangun pengembang di Kota Medan relatif


sedikit, yaitu hanya di sembilan lokasi di lima kecamatan, yaitu Medan
Helvetia, Medan Sunggal (bagian barat), Medan Labuhan, Medan Marelan
(bagian utara), dan Medan Timu. Pembangunan RS dan RSS lebih banyak
dilakukan di luar Kota Medan, seperti di Kabupaten Deli Serdang dan Kota
Binjai. Hal ini diperkirakan berkaitan dengan harga lahan yang relatif jauh lebih
tinggi di Kota Medan. Sampai tahun 2003 unit rumah yang dibangun berjumlah
4.643 unit dengan luas lahan 207,4 hektar. Pembangunan perumahan
kelompok II ini sebagian besar berlangsung di bagian utara Kota Medan, yaitu
di Kecamatan Medan Labuhan dan Kecamatan Medan Marelan. Hal ini
berkaitan dengan ketersediaan lahan kosong dan harga lahan yang relatif lebih
murah di bagian utara. Berikut ini akan disajikan beberapa Gambar mengenai
distribusi rumah yang dibangun oleh Pengembang di Kota Medan dari Tahun
1990 sampai dengan Tahun 2003.
E.10.5

Kawasan Kumuh (Slum)

Sesuai hasil penelitian/studi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Medan,
saat ini terdapat 46 (empat puluh enam) lokasi yang dapat dinyatakan sebagai
kawasan

kumuh

dan

miskin.

Lokasi

tersebut

tersebar

di

dua

kutub

pertumbuhan Kota Medan yakni Bagian Utara Kota (Kecamatan Medan


Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Deli) serta kawasan Pusat Kota. Terdapat
pula beberapa lokasi di kawasan pinggiran kota. Lokasi kawasan kumuh ini
menyebar di 38 kelurahan yang terdapat di 14 kecamatan. Untuk lebih
jelasnya lokasi kawasan kumuh dapat dilihat pada Tabel 4.5 dan juga dapat
dilihat distribusi lokasi kawasan kumuh tahun 2001 di Kota Medan pada
Gambar distribusi berikut.

Lokasi Kawasan Kumuh Kota Medan Tahun 2001


No
1.
2.

Kecamatan
Medan Tuntungan
Medan Selayang

Lokasi (Kelurahan)
1. Tanjung Selamat
2. Asam Kumbang
3. Tanjung Sari

Lingkungan
I
VII
XXI

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

58

3.

Medan Johor

4.
5.

Medan Amplas
Medan Denai

6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Medan
Medan
Medan
Medan
Medan
Medan
Medan

Tembung
Kota
Area
Baru
Polonia
Maimun
Sunggal

4.
5.
6.
7.
8.

PB. Selayang 1
Sukamaju
P. Mansyur
Gedung Johor
Kwala Bekala

9. TS Mandala 11
10. Denai
11. Medan Tenggara
12. Binjai
13. Tegal Sari I

V, VII, XII
IV, VII, XIII
X, XI
IX
13. Medan Helvetia
14. Medan Barat
Sei Agul
XI
Karang Berombak
XII
15. Medan Petisah
16. Medan Timur
20. Pulo Brayan Darat I
III, VI
21. Pulo Brayan Darat II
X, XIV
22. Gang Buntu
II
23. Glugur Darat II
II,VI,VII,VIII,XI
17. Medan Perjuangan
24. Sei Kera Hilir II
VIII
18. Medan Deli
25. Kota Bangun
V,VI
26. Mabar Hilir
V,VI
27. Mabar
II,III,IV
19. Medan Labuhan
28.Tangkahan
VII,VIII
29. Besar
II
30. Besar
III
31. Besar
V
32. Besar
VII,VIII
33. Sei Mati
IX
34. Nelayan Indah
VI
35. Pekan Labuhan
IVB,IVA,VB,VA
36, Pekan Labuhan
XB MAWAR, XB
20. Medan Marelan
37. Labuhan Deli
VII,VIII,IX,X
38.Terjun
XII
21. Medan Belawan
39. Belawan I
XII
40. Belawan II
XXVI,XXVII,XXVII
41. Belawan Bahagia
XXI
42. Belawan Bahagia
XX,IX
43. Belawan II
XXXVII,XXXVI,XXXV
44. Belawan II
XXXII,XXX
45. Bagan Deli
XIV
46. Bagan Deli
VI,V
Sumber: Lampiran Studi Kawasan Kumuh dan Kemiskinan Kota Medan, Tahun 2001
BAPPEDA KOTA MEDAN

E.10.6

14.
15.
16.
17.
18.
19.

IV
III, IV, V
III, IV, XI, XII
II, IV
I, II, III
I, XI, XIV, XV
I
VII
XIV
VII, X

Polonia Baru
Kampung Baru
Sunggal
Tanjung Rejo

Kawasan Hunian Liar (Squatter)

Kawasan hunian liar (Squatter) adalah kelompok permukiman yang berdiri


secara ilegal, baik dari perijinan maupun kepemilikan tanah. Di Kota Medan
terdapat 2 (dua) karakteristik umum kawasan hunian liar yaitu kawasan yang
berada di pinggiran sungai dan kawasan yang berada diatas jalur kereta api.
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

59

Sepanjang sisi sungai besar maupun anak sungai banyak berdiri rumah-rumah
masyarakat, bahkan beberapa diantaranya berada diatas aliran sungai. Selain
berdampak terhadap kelestarian lingkungan sungai, bangunan hunian tersebut
juga membahayakan masyarakat penghuninya (terutama saat banjir).
Kawasan hunian liar disepanjang sungai telah ada sejak lama, karena banyak
terdapat sungai besar dan kecil di Kota Medan; hal tersebut terkait dengan
sangat tingginya peran sungai dalam kehidupan dan perkembangan Kota
Medan di masa lalu. Sebahagian rumah tersebut telah dilakukan penataan
pemindahan melalui pelaksanaan normalisasi sungai dan pembangunan jalan
inspeksi. Kawasan ini terdapat di hampir keseluruhan kecamatan yang dialiri
Sungai terutama Sungai Belawan, Sungai Babura, Sungai Deli dan Sungai
Percut.
Kawasan hunian liar disepanjang jalur rel kereta api berdiri diatas tanah milik
PT.Kereta Api Indonesia yang diperuntukkan sebagai tanah untuk rel ataupun
jalur hijau (sempadan) pengaman kereta api. Bangunan-bangunan rumah
dapat berkembang di kawasan tersebut kareta terdapat dua jalur utama yang
tidak berfungsi lagi yaitu jalur kereta api Medan-Deli Tua dan Medan-Pancur
Batu.
Hunian liar yang ada saat ini memiliki kondisi fisik yang beragam berupa
bangunan darurat, semi permanen bahkan ada pula bangunan permanen.
Kawasan hunian liar tersebut dilayani oleh prasarana kota seperti listrik dan air
bersih, namun pada umumnya tidak memiliki saluran drainase yang baik.
Di sekitar Pelabuhan Belawan banyak terdapat hunian liar para nelayan yang
berlokasi

di

lahan

milik

PT

Pelindo.

Kawasan

ini

direncanakan

akan

dikembangkan menjadi kawasan industri dan pergudangan. Tetapi, walaupun


demikian, kawasan ini dilengkapi dengan fasilitas pelayanan, seperti perbaikan
akses jalan, penyediaan suplai air bersih dan listrik.
E.10.7

Perumahan Perumnas dan Apartemen

Perumahan yang dibangun Pengembang Perumnas terdapat di enam lokasi di


bagian barat, utara, selatan, dan pusat Kota Medan. Di bagian barat adalah
Perumnas Helvetia (Kecamatan Medan Helvetia, 4.804 unit) dan Perumnas
Mandala (Kecamatan Medan Denai, 8.927 unit). Di bagian pusat kota adalah i
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

60

Rumah Susun Sukaramai di Kecamatan Medan Area dengan jumlah unit rusun
400 unit. Di bagian selatan adalah Perumnas Simalingkar di Kecamatan Medan
Tuntungan sebanyak 4.897 unit. Di bagian utara adalah Perumnas Martubung
sebanyak 100 unit dan Pasena Laguna Martubung sebanyak 458 unit di
Kecamatan Medan Labuhan.
Apartemen di Kota Medan hanya terdapat di dua lokasi di pusat kota, yaitu
Quality Suites di Jalan Listrik dan Apartemen Danau Toba di Jalan Palang
Merah.
E.11 Sarana Permukiman
E.11.1

Fasilitas Peribadatan

Fasilitas peribadatan yang terdapat pada suatu wilayah tertentu dipengaruhi


oleh jumlah pemeluk agama yang dianut. Mayoritas penduduk Kota Medan
menganut Agama Islam sehingga dengan demikian jumlah sarana peribadatan
untuk Kota Medan didominasi oleh fasilitas peribadatan yang peruntukannya
bagi masyarakat yang memeluk agama islam. Fasilitas peribadatan seperti
Mesjid memiliki 721 unit, Langgar sebanyak 732 unit, Gereja memiliki 370 unit,
Kuil 39 unit dan Vihara memiliki 88 unit sarana peribadatan. Untuk lebih
jelasnya mengenai fasilitas peribadatan akan disajikan pada Tabel 4.6 berikut
ini.
E.11.2

Fasilitas Pendidikan

Pendidikan merupakan sarana dalam mencerdaskan bangsa dan negara,


mendptakan generasi muda dan sumber daya manusia yang siap pakai dalam
pembangunan bangsa pada masa yang akan datang. Berhasilnya suatu
pembangunan tidak terlepas dari tingkat pendidikan, dimana semakin maju
pendidikan berarti akan membawa dampak yang positif bagi masa depan
dalam berbagai ilmu pengetahuan.
Perkernbangan Pendidikan di Kota Medan memuat data SID, SLTP, SMU dan
setingkatnya baik yang dikelola Dinas Pendidikan Maupun diluarnya yang
menyebar diseluruh Kota Medan. Sedangkan Perguruan Tinggi/Akaderni
mencakup Universitas negeri yang dikelola Pernerintah maupun pihak swasta
yang alokasi ruang menyebar di Kota Medan. Fasilitas pendidikan untuk
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

61

Sekolah Dasar (SD) memiliki 786 unit bangunan sekolah (416 unit status
negeri dan 370 unit status swasta), Madrasah Ibtidaiyah memiliki 41 unit
bangunan sekolah (12 unit status negeri dan 29 unit status swasta), SLTP
urnum memiliki 337 unit bangunan sekolah (45 unit status negeri dan 292 unit
status swasta), SMU memiliki 163 unit bangunan sekolah (18 unit status negeri
dan 145 unit status swasta), SMK memiliki 125 unit bangunan sekolah (11 unit
status negeri dan 144 unit status swasta). Untuk jenjang Perguruan Tinggi
Negeri memiliki 3 unit bangunan sedangkan untuk Perguruan Tinggi Swasta
terdiri dari Universitas sebanyak 16 unit, Institut 2 unit, Sekolah Tingg! 36 unit,
Akadernik 13 unit dan Politeknik sebanyak 1 unit bangunan.

E.11.3

Fasilitas Perdagangan dan Industri

Fasilitas perdagangan/pasar tersebar di seluruh di Kota Medan yang terdiri dari


Pasar yang berjurnlah 55 unit bangunan, Kios sebanyak 8109 unit bangunan,
Stand berjurnlah 8603 unit dan Toko berjurnlah 58 unit.
Fasilitas Industri banyak tersebar di Kota Medan yang didasarkan oleh
subsektor yaitu subsektor industri makanan, minuman dan ternbakau. Pada
tahun 2001 perusahaan industri makanan, minuman dan ternbakau sebanyalk
58 unit perusahaan atau 23.67 % dari total perusahaan di Kota Medan (245
Perusahaan). Subsektor industri kimia (Karet, Plastik dan bahan kimia)
sebanyak 49 unit perusahaan dan subsektor barang logam, mesin dan
peralatan sebanyak 48 unit perusahaan.
E.12 Prasarana Perkotaan
E.12.1

Jaringan Jalan

Sistem jaringan jalan di Kota Medan sebagian besar adalah sistem jaringan
jalan sekunder. Sistem jaringan jalan primer hanya berupa Jalan Tol Belmera.
RUTR Kota Medan menerapkan sistern jaringan jalan melingkar untuk
menampung pergerakan lalu iintas di bagian selatan dan pola linier untuk
melayani pergerakan antara pusat kota dengan Pelabuhan Belawan. Berkaitan
dengan kebijaksanaan tersebut di Kota Medan sedang dilaksanakan proyek
pernbangunan jaringan jalan lingkar luar serta peningkatan pelebaran jalan.
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

62

E.12.2

Jaringan Air Bersih dan Drainase

Pelayanan air bersih oleh PDAM belum dapat mencakup seluruh wilayah kota.
Sebagian masyarakat masih menggunakan air sumur. Sistem distribusi air
bersih oleh PDAM membagi Kota Medan menjadi enam kawasan pelayanan,
yaitu kawasan-kawasan Belawan, Medan Utama, Sei Agul, Medan Denai,
Medan Sunggal, dan Padang Bulan.
Saluran drainase di Kota Medan adalah sistem saluran tertutup dan terbuka.
Saluran yang ada saat ini masih menggunakan sistem tersier. Kelemahannya
adalah pada saat air menyusut, pembuangan air akan mengalami hambatan
sampai ke Wjuan.
Saluran drainase sistem tertutup terletak pada jalan di sekitar pusat kota
dengan kondisi baik dan sedang. Saluran pembuangan sistern terbuka terletak
pada jalur jalan di sekitar pinggiran kota dengan kondisi kurang baik dan
buruk. Saluran pembuangan akhir bagi kedua sistem tersebut adalah sungai
sehingga dapat menimbulkan masalah pencemaran air.
E.12.3

Sampah

Sampah di Kota Medan pada urnumnya berasal dari sampah rumah tangga
serta sebagian kedl berasal dari industri dan kegiatan perdagangan/jasa.
Sistem pembuangan sampah yang ada menggunakan cara pengumpulan pada
bak-bak sampah yang telah ada. Selanjutnya, sampah-sampah tersebut
diangkat ke tempat pembuangan sementara di berbagai tempat. Bagian akhir
sistem ini adalah pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir.
E.13

Pengembangan Kawasan Metropolitan Mebidang Area

Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) bersama instansi terkait kini tengah


mempersiapkan aspek legal berupa peraturan daerah pengembangan kawasan
Meteropolitan Mebidang Area dan Karo (MMA). Peraturan daerah tersebut akan
mengatur tentang rencana tata ruang Kawasan MMA.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provsu
Drs RE Nainggolan MM akan dipersiapkan master plan pembangunan
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

63

infrastruktur di kawasan MMA seperti sekitar bandara baru Kuala Namu,


Pelabuhan Belawan dan jaringan rel kereta api. Keberlanjutan pengembangan
kawasan MMA membutuhkan komitmen dan inisiatif yang kuat dari berbagai
pihak, khususnya dalam administrasi publik. Dengan demikian diharapkan
pengelolaan kawasan MMA berjalan secara fokus dan sistematis untuk
menggerakkan serta melahirkan pusat-pusat pertumbunan baru di Sumatera
Utara.
Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam penyusunan rencana umum tata ruang
(RUTR)

2006

akan

mengkonsentrasikan

pembangunan

permukiman

di

kawasan utara Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam penyusunan rencana


umum tata ruang (RUTR) 2006 akan mengkonsentrasikan pembangunan
permukiman di kawasan utara, yang meliputi Medan Labuhan, Medan Marelan,
Medan Deli, Medan Helvetia dan Medan Barat, Medan Timur dan sekitarnya.
Sedangkan pemanfaatan lahan di kawasan selatan mulai dibatasi. Kepala
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan Ir
Harmes Joni kepada Medan Bisnis dalam Workshop Pembangunan Perumahan
dan Permukiman mengatakan, pengembangan permukiman di kawasan utara
akan didukung melalui pola lahan siap bangun (lasiba) dan kawasan siap
bangun (kasiba). Untuk mempercepat pembangunan di kawasan tersebut,
Pemko Medan akan menerapkan pola lasiba dan kasiba, sehingga pengadaan
infrastruktur mendapat bantuan dari Pemko, Pempropsu dan pemerintah
pusat. Selain itu, akses menuju kawasan ini juga akan terus dilengkapi,
misalnya melalui pembangunan jalan tol Medan-Binjai dan jalan lingkar luar di
Hotel Dharma Deli Medan, kemarin.
Pemko Medan juga akan melakukan penataan kembali wilayah Medan
Belawan. Hal itu sejalan dengan rencana pengembangan Kota Belawan
sebagai kota pelabuhan modern (harbour city). Ia mengatakan, pihak PT
Pelindo I telah menyusun master plan (rencana induk) khusus di kawasan
pelabuhan. ''Master plan mereka akan kita sinkronkan dengan rencana tata
ruang kota yang baru. Nantinya, Kota Belawan akan difokuskan sebagai
kawasan industri (industrial park) dan jasa penunjang aktivitas pelabuhan
seperti pergudangan, pusat perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, galangan
kapal dan industri perikanan.
Sementara permukiman masyarakat, ungkap Harmes, secara bertahap mulai
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

64

dialihkan ke wilayah Medan Labuhan dan Medan Marelan. Sebagai tahap awal,
kini sedang dibangun 3.000 unit rumah bagi para tenaga kerja bongkar muat
(TKBM) Pelabuhan Belawan di Sei Mati, Medan Labuhan.
Masih di Medan Labuhan, Pemko Medan juga tengah membangun delapan twin
block

rumah

susun

sederhana

sewa

(rusunawa)

melalui

dana

APBN.

Sebelumnya, menurut Harmes, Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM)


juga telah membangun sebanyak 607 unit RSH bagi para supir angkutan dan
karyawan di Desa Terjun, Medan Marelan. Ini baru langkah awal, sehingga
secara bertahap permukiman warga di Belawan bisa dialihkan ke daerahdaerah di sekitarnya. Pemko Medan akan terus mendorong pengembang untuk
membangun permukiman baru di kawasan utara ini.
Sementara itu, pemanfaatan lahan di kawasan selatan akan dibatasi,
mengingat

fungsi

kawasan

itu

yang

telah

ditetapkan

sebagai

daerah

konservasi atau penyangga kota (buffer zone). Karenanya, izin pembangunan


perumahan di wilayah selatan, termasuk Kecamatan Medan Johor, akan
diberikan secara selektif untuk menjaga kondisi lingkungan kota agar tetap
hijau dan asri (eco-city). Di pusat kota juga dilakukan optimalisasi lahan,
mengingat keterbatasan dan mahalnya harga tanah. Izin pembangunan akan
diprioritaskan untuk bangunan yang bersifat vertikal (pencakar langit) seperti
pusat perkantoran dan apartemen.
Selain di wilayah-wilayah yang berada antara inti kota dan kawasan utara,
pengembangan Kota Medan juga akan mengarah ke daerah hinterland
(pinggiran) yang sebagian besar masuk dalam Kabupaten Deliserdang, seperti
Hamparan Perak, Tanjungmorawa dan Kuala Namu. Itulah mengapa Pemko
Medan berupaya mempercepat pemindahan Bandara Polonia ke Kuala Namu.
Kalau pemindahan itu bisa terealisasi, maka akan muncul pusat pertumbuhan
baru di sekitar Bandara Kuala Namu. Sedangkan 300 hektar lahan di eks
Bandara Polonia akan kita jadikan sebagai CBD (central business centre)-nya
Kota Medan, Workshop tersebut diikuti sedikitnya 75 orang peserta yang
mewakili unsur praktisi properti (REI), akademisi, perbankan, dinas-dinas
terkait, sejumlah camat dan perusahaan penunjang utilitas seperti PLN dan
PDAM Tirtanadi.
E.14 Permasalahan Perumahan dan Permukiman Kota Medan
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

65

Menurut data dari RP4D Kota Medan, ada beberapa permasalahan mendasar
yang perlu dibenahi dalam bidang perumahan dan permukirnan, yaitu :
1.

Pemerintah Kota Medan belum memiliki perencanaan yang jelas dan


terperinci

dalam

(perumahan

dan

mengelola

bidang

permukiman),

perumahan

seperti

dan

memberikan

permukiman
arahan

lokasi

pembangunan rumah, target pencapaian jumlah dan jenis rumah yang


dibangun, serta penanganan kawasan-kawasan permukiman bermasalah.
2.

Akibat ketiadaan perencanaan di atas, tidak ada bentuk kegiatan


"pengarahan" atau sosialisasi ataupun koordinasi Pernerintah Kota kepada
pihak-pihak yang berkepentingan terhadap pembangunan perumahan
dan permukiman, terutarna kepada masyarakat umum dan pengembang.
Akibatnya, terjadi pernbangunan perumahan dan permukiman pada
sembarang lokasi.

3.

Keberadaan kawasan kurnuh dan liar selain akibat tidak adanya tanggung
jawab dan disiplin masyarakat penghuninya sendiri, juga akibat ketiadaan
tanggung jawab dan disiplin pemerintah kota sendiri. Pemerintah kota
belum memiliki kepedulian yang tinggi dan sikap tegas terhadap
lingkungan sehingga tidak mampu mengantisipasi cikal bakal keberadaan
kawasan tersebut.

4.

Dalam kaitannya dengan IMB, kondisi di lapangan yang dilaksanakan oleh


pihak

yang

membangun

kerapkali

tidak

sesuai

dengan

ijin

yang

dikeluarkan. Contoh, jumlah unit rumah yang dibangun lebih banyak dari
ijin yang dikeluarkan. Masalah ini terjadi kemungkinan berkaitan dengan
prosedur perijinan yang harus dilalui oleh pihak-pihak yang membangun,
misalnya biaya yang terlalu mahal. Selain itu, terdapat indikasi banyak
bangunan rumah yang tidak memiliki IMB, Contohnya adalah IMB untuk
pernbangunan rumah di Kecamatan Medan Belawan tidak pernah
dikeluarkan. Dalam kenyataannya, banyak rumah yang sudah berdiri di
sana.
5.

Dalam kaitannya dengan masalah nomor 3, hal ini memperlihatkan bahwa


tidak

ada

pemantauan

pelaksanaan

ijin

dan

pemberian

sanksi

pelanggaran ijin yang sudah diberikan oleh Pernerintah Kota.


Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

66

6.

Pendataan jumlah, jenis, dan kualitas bangunan di tiap-tiap kelurahan di


Kota Medan belum dilaksanakan dengan baik. Data ini merupakan data
Yang sangat penting untuk mengetahui ketersediaan rumah yang layak
Yang

merupakan

informasi

dasar

dalam

menangani

permasalahan

kebutuhan rumah.
7.

RUTR

Kota

Medan

mengarahkan

pernbangunan

perumahan

dan

permukiman ke bagian utara, timur, dan barat Kota Medan. Pembangunan


ke bagian selatan kota dibatasi dan harus memenuhi persyaratan KDB
tertentu karena bagian selatan merupakan wilayah resapan air bagi Kota
Medan.

Kondisi

yang

ada

memperlihatkan

bahwa

pernbangunan

perumahan ke bagian selatan kota jauh lebih pesat dari bagian-bagian


kota lainnya. Pembangunan perumahan ke arah selatan ini terutama
adalah perumahan jenis menengah dan mewah.
8.

Untuk

mengetahui

kebutuhan

jenis

rumah

dan

jumlahnya

sangat

dibutuhkan ketersediaan data jenis rumah yang ada. Jenis rumah


diklasifikasikan atas rumah mewah, rumah menengah, dan rumah
sederhana. Tetapi, sampai saat ini kriteria ketiga jenis rumah tersebut
belum jelas, baik cari segi luas lahan dan bangunan, kualitas dan fasilitas
rumah. Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tahun 1992 tentang
Pedoman Pernbangunan Perumahan dan Permukiman dengan Lingkungan
Hunian Yang Berimbang serta Kepmenpera No. 08/KPTS/BKP4N/1996
tentang

Pecoman

Penyelenggaraan

Pembangunan

Perumahan

dan

Permukiman di Daerah juga ticak mernberikan keterangan Yang jelas.


9.

Pemerintah kota masih kurang berpihak terhadap penyediaan perumahan


dan

permukiman

bagi

masyarakat

berpenghasilan

rendah

yang

sebenarnya merupakan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan


bantuan pernerintah kota. Hal ini dapat dilihat dari sedikitnya lokasi
pembangunan perumahan bagi mereka. Kalaupun pernbangunan RS dan
RSS dilaksanakan, lokasinya berada jauh dari pusat kota atau pusat-pusat
kegiatan

lainnya.

pemerintah

Hal

kekurangan

in!

menurut

dana,

pemerintah,

terutama

dana

biasanya,

untuk

karena

menyediakan

lahannya. Hal ini juga mengindikasikan ketiadaan perencanaan jangka


panjang bidang perumahan dan permukiman guna mengantisipasi
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

67

kendala yang akan terjadi. Contohnya, dari jauh hari pernerintah kota
seharusnya sudah memiliki persediaan lahan pada saat harga lahan
masih murah sehingga peluang membangun RS dan RSS di pusat kota
menjadi besar.
10. Pembangunan perumahan jenis menengah dan mewah jauh lebih banyak
dibanding RS dan RSS oleh pengembang swasta. Hal ini menggambarkan
bahwa pembangunan perumahan lebih diutamakan bagi masyarakat
golongan menengah dan atas. Bagi pengembang sendiri membangun
rumah menengah dan mewah jauh lebih menguntungkan dari RS dan
RSS. Konsep hunian berimbang 6 : 3 : 1 antara rumah sederhana, rumah
menengah, dan rumah mewah belum dilaksanakan padahal SKB Tiga
Menteri tentang Lingkungan Hunian Berimbang tersebut telah keluar
sebelas tahun yang lalu.
11. Karena keterbatasan pemerintah, beban tanggung jawab masyarakat
sangat tinggi dalam menyediakan perumahan dan permukiman. Tetapi,
pada saat masyarakat mau berperan serta, pemerintah kota belum siap
untk memberikan pelayanan yang baik dan kemudahan-kemudahan dari
proses persiapan sampai pelaksanaan pembangunan perumahan dan
permukiman.
Metro Medan Urban Development Project (MMUDP) sedang dilaksanakan
sarnpai tahun 2004. Ada enam sektor yang ditangani pernbangunannya, yaitu
penyediaan air bersih, jalan, drainase, pengelolaan banjir, sampah, dan
sanitasi. Fokus utamanya adalah penanganan infrastruktur primer dan
sekunder. MMUDP tidak melaksanakan perbaikan dan pengembangan daerah
baru.
Renstrada Kota Medan 2001-2005 bertujuan mewujudkan "City Without Slums"
pada tahun 2010. Caranya adalah dengan :
a.

Meningkatkan kondisi daerah kurnuh;

b.

Menyediakan

perumahan

yang terjangkau

secara

terencana

untuk

mencegah timbuinya kawasan kumuh baru;


c.

Meningkatkan pelayanan dan lingkungan di permukiman yang ada.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

68

Pembangunan perumahan yang diorganisasikan oleh badan usaha, Perumnas


ataupun pengembang swasta yang pada umumnya terkonsentrasi di daerah
yang pertambahan penduduknya juga besar telah menyebabkan urbanisasi.
Selain migrasi penduduk ke kota juga ada urbanisasi yang berupa pemalihan
pemukiman pedesaan menjadi pemukiman perkotaan. Ini banyak kita temukan
di

pedesaan

pinggiran

kota,

terutama

kota-kota

besar.

Pembangunan

perumahan ini bahkan berhasil menciptakan kawasan urban baru (atau


suburbanisasi) di pinggiran kawasan perkotaaan yang ada. Oleh karena itu,
angka pertumbuhan penduduk di sekitar kota besar yang juga merupakan
konsentrasi pembangunan perumahan cenderung lebih tinggi dari kota itu
sendiri. Menurut direktori yang diterbitkan REI tahun 2003, di Kabupaten Deli
Serdang jumlah rumah yang dibangun anggotanya antara tahun 1994-2002
berjumlah 6660 unit sedangkan di Kota Medan 1440 unit. Kalau disimak,
sensus penduduk tahun 1990 dan tahun 2000 memang menunjukkan bahwa
laju pertumbuhan Kabupaten Deli Serdang lebih tinggi dari kota Medan. Angka
perpindahan penduduk karena perumahan ini cukup berarti bagi kota-kota
besar karena dapat berwujud perluasan kota dan pertumbuhan permukiman
yang tak terkendali.
Meskipun pembangunan perumahan di sekitar kota besar tersebut formal dan
diorganisisasikan, tetapi penempatannya dalam kawasan justru seperti tidak
terkendali. Pernbangunan perumahan itu dilakukan dalam luasan yang
beraneka ragam mulai dari satu hektar sampai ribuan hektar, ada yang
diselesaikan dalam beberapa bulan ada yang lebih dari duapuluh tahun belum
selesai. Pembangunan ratusan unit perumahan skala, kecil yang berukuran
hanya beberapa atau paling-paling puluhan hektar yang sebagian besar
berusaha menempatkan diri pada jaringan jalan yang sudah ada sehingga
terjadilah peningkatan beban jalan yang melampaui kapasitas. Pembangunan
perumahan juga banyak dilakukan di sawah, hal ini bukan hanya mengurangi
tanah produktif, tetapi juga mengubah sistem perairan dari saluran pengairan
menjadi saluran drainase yang dilakukan sepotong-sepotong dan tidak
menyeluruh. Keadaan ini membuahkan sejumlah satuan pemukiman yang
meskipun jumlah penduduk yang dapat ditampung secara total mencapai
skala kota besar, tetapi wujud nyatanya merupakan tebaran pemukiman yang
tidak terpadu sebagai suatu satuan urban. Hal ini selain menyulitkan dalam
perpaduan dan pengembangan pelayanannya, juga mempunyai daya perusak
lingkungan dalam lingkup yang lebih luas. Agaknya sudah terlambat untuk
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

69

menjadikan pembangunan perumahan yang telah dilakukan selama ini untuk


menjadi suatu kota kompak dan efisien. Dalam jangka panjang, kota besar di
Indonesia akan tetap tidak efisien sebagai akibat pembangunan perumahan
yang inkremental tersebut.
E.15 Profil Kecamatan Medan Belawan

Kecamatan Medan Belawan terletak di wilayah Utara Kota Medan dengan


batas-batas

sebagaiberikut:

Sebelah

Barat

Sebelah

Timur

Sebelah

Selatan

berbatasan
berbatasan
berbatasan

Kecamatan

dengan

Kabupaten

dengan
dengan

Deli

Kabupaten

Kecamatan

Serdang

Deli

Medan

Serdang

Marelan

Medan

dan

Labuhan

Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Malaka


Kecamatan Medan Belawan dengan luas wilayahnya 26,25 KM
Kecamatan Medan Belawan adalah daerah pesisir Kota Medan dan merupakan
wilayah bahari dan maritim yang berbatasan
langsung

pada

Selat

Malaka

dengan

penduduknya berjumlah 93.356 jiwa (2004).


Di

Kecamatan

Medan

Belawan

ini

terdapat

Pelabuhan Belawan yang merupakan pelabuhan


terbuka utk perdagangan internasional, regional dan nasional. Pelabuhan
Belawan ini merupakan urat nadi perekonomian Sumatera Utara khususnya
arus keluar masuk barang dan penumpang melalui angkutan laut, sehingga
Kota Medan dikenal dengan pintu gerbang Indonesia bagian Barat.
Di Kecamatan Medan Belawan ini juga terdapat
Terminal

Peti

Kemas

Konvensional

Gabion

Belawan, yang merupakan Pintu Gerbang ekspor


dan impor barang Indonesia bagian Barat.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

70

Di

kecamatan

Medan

Belawan saat ini sedang


dibangun
block

delapan
rumah

sederhana

twin
susun
sewa

(rusunawa) melalui dana


APBN oleh Departemen
Pekerjaan Umum.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

71

F. PENDEKATAN DAN METODOLOGI


F.1 Latar Belakang
Untuk menunjang agar sistim, prosedur dan mekanisme kerja yang telah
dibuat

dapat

berjalan

dengan

lancar,

transparent

serta

dapat

dipertanggung jawabkan, maka perlu kiranya dibuat standar keluaran


berupa Form-form kerja yang akan digunakan dalam setiap komunikasi
dan interaksi yang terjadi dilapangan serta menjadi bagian penting dari
dokumen kegiatan proyek yang tersusun dengan baik dan memudahkan
instansi berwenang dalam pemeriksaan lanjutan.

F.2

Faktor Pengorganisasian Proyek


Didalam penyusunan struktur Organisasi Proyek manajemen konstruksi /
Pengawasan nantinya didasar dari beberapa faktor antara lain :
1. Terjalinnya komunikasi dan kerjasama positif antara pihak terkait
(pelaku kegiatan pelaksanaan pembangunan Rumah Susun Sederhana
Sewa dan PSD);
2. Terjalinnya koordinasi dan konsultansi serta didapatkan jalan keluar
yang baik secara dini untuk mengatasi setiap permasalahan yang
timbul;
3. Menjamin pelaksanaan dan pengawasan serta koordinasi pekerjaan
secara optimal.

F.3 Sistem dan Mekanisme Kerja


Untuk menjamin efektifitas dan efisiensi kerja Konsultan Manajemen
konstruksi / Pengawas sehingga sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang
telah digariskan, maka Konsultan memiliki Sistim dan Mekanisme Kerja
yang diterapkan dalam forum pengawasan meliputi :
A).

Rapat Koordinasi

Rapat Koordinasi merupakan salah satu bagian penting dari forum


komunikasi

antara

seluruh

pihak

yaitu,

Pemilik

Proyek,

Konsultan

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

72

Perencana, Konsultan Pengawasan, dan Kontraktor yang diadakan secara


berkala yang meliputi, antara lain :

1.

Standart Operating Prosedure (SOP)


Ditetapkan untuk menunjang pengelolaan Proyek dari tahap
Perencanaan,

Pra

Konstruksi

sampai

berakhirnya

masa

Pemeliharaan.
Prosedur ini menggambarkan proses kerja yang perlu dilaksanakan
pada setiap tahapan proyek, dan pihak-pihak yang bertanggung
jawab didalam proses kerja tersebut.
2.

Rapat Koordinasi
Rapat koordinasi dilaksanakan secara periodic pada waktu-waktu
tertentu yang bertujuan untuk tetap berada pada koridor ketentuan
saat pelaksanaan berjalan dan menyelesaikan setiap permasalahan
yang timbul saat pelaksanaan berjalan.
Ditinjau dari permasalahan dan jenisnya, maka rapat koordinasi
dibedakan menjadi 2 (dua) jenis rapat yaitu :
a. Rapat Koordinasi Rutin (Mingguan dan Bulanan);
Diadakan priodik setiap minggu dan atau setiap bulannya,
membahas

prestasi

kerja

Kontraktor,

serta

memberikan

solusi/penyelesaian permasalahan yang timbul.


Rapat ini dipimpin oleh Konsultan Pengawas dan dihadiri oleh
semua pihak terkait pada pelaksanaan kegiatan konstruksi.
b. Rapat Koordinasi Khusus;
Diadakan apabila timbul permasalahan yang bersifat khusus
dan

tidak

dapat

diselesaikan

dalam

rapat

koordinasi

mingguan/bulanan.
Rapat koordinasi ini diadakan oleh Pemberi Tugas atas inisiatif
Pemberi Tugas atau atas usulan dari pihak-pihak yang tekait
dalam pelaksanaan pembangunan.

F.4

Sistem Pelaporan
Adalah bentuk penyampaian informasi secara formal pencapaian
kemajuan

pekerjaan

dan

perkembangan

pelaksanaan

kegiatan

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

73

pembangunan kepada Pemilik Proyek yang merupakan salah satu


produk dari tugas Konsultan Pengawas.
Hal-hal yang mencakup dalam sistim pelaporan antara lain :
1. Laporan Prestasi Kerja Mingguan;
2. Laporan Prestasi Kerja Bulanan;
3. Pekerjaan yang dilaksanakan pada periode saat ini;
4. Permasalahan yang timbul;
5. Perubahan-perubahan

ketentuan

teknis

pelaksanan

(apabila

diharuskan);
6. Kesimpulan;
7. Lampiran;
-

Foto Proyek;

Notulen Rapat Koordinasi Mingguan;

Bobot Kemajuan Pekerjaan;

Time Schedule yang menunjukkan adanya deviasi antara rencana


dan pelaksanaan;

F.5

Laporan Harian Pengawas;

Form-form isian mekanisme kerja.

Lampiran
1. Struktur Organisasi Proyek;
2. Mekanisme Administrasi Proyek;
3. Mekanisme Kerja Konsultan Manajemen Konstruksi / Pengawas;
4. Mekanisme Penagihan;
5. Mekanisme Pekerjaan Tambah Kurang.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

74

F.6. Kegiatan Perencanaan Konstruksi Pada Tahap Konstruksi


Kegiatan Perencanaan Konstruksi pada tahap konstruksi pada prinsipnya
adalah melakukan pengawasan berkala yang meliputi seperti yang
dijelaskan pada gambar berikut :

Reference :
Dokumen kontrak
Drawing
Spesifikasi
Standar, code, peraturan
yang berlaku

Pengawasan Berkala
Pra Konstruksi

Kesiapan lapangan
Pemeriksaan bahan / material
Pemeriksaan dokumen request kontraktor

Saat pekerjaan berlangsung :

Kontrol kualitas bahan / material


dan kuantitas bahan / material
Kontrol metoda pelaksanaan
Kontrol kemajuan pekerjaan

Tahap Konstruksi

Sebelum pekerjaan dimulai :

Setelah pekerjaan selesai :


Pengukuran (measurement) pekerjaan
terpasangl
Testing / pengujian pekerjaan terpasang
Usulan perbaikan pekerjaan

Pasca Konstruksi

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

75

a) Manajemen Konstruksi Pekerjaan Tanah


Sebelum pekerjaan dimulai
1. Check kondisi cuaca

1.

2. Check kondisi tinggi muka air tanah

2. Kontrol metoda konstruksi

3. Check hasil pengujian material yang


akan digunakan, yaitu material
stabilisasi tanah / soil grouting.
4. Check Request Document Kontraktor
:

Gambar kerja / shop drawing

3.

Metoda kerja
Volume pekerjaan galian

Jadual kerja

Kesiapan peralatan meliputi :


Excavator, Loader, Dozer, Dump
Truck, Water Pump, dll.
Kesiapan material / bahan
dilapangan
Kesiapan tenaga manusia

Kesiapan K3

Arus angkutan buangan tanah


5. Check Kondisi Aktivitas Sekitar Proyek

Pada saat pekerjaan berlangsung


Check staking out lokasi dan luas
lahan galian

Kontrol produktivitas peralatan dan


kemajuan pekerjaan (work progress)

Uji lapangan (field test) material /


bahan konstruksi
5. Kontrol arus angkutan pembuang
tanah
6. Kontrol pengunaan peralatan K3
7. Kontrol dimensi (volume dan bentuk)
galian
8. Pencatatan kegiatan harian (daily
report), meliputi :
Jenis, jumlah dan jam pemakaian
peralatan dan angkutan berat
4.

Kondisi Cuaca

Jumlah sumber daya manusia


yang bekerja
Volume dan kualitas material yang
digunakan
Jam kerja
Hal-hal khusus / kejadian khusus

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

76

Setelah pekerjaan selesai


Pengukuran dimensi galian baik volume
dan bentuk galian (volume and shape)
sesuai shop drawing.
2. Uji lapangan kepadatan tanah dasar
basement (plate bearing test dan sand
cone test)
3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
ada)
1.

4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang


diajukan kontraktor
5. Menyusun dan menyetujui berita acara
kemajuan pekerjaan.

b) Manajemen Konstruksi Pekerjaan Struktur Pondasi


1.
2.
3.

4.

Sebelum pekerjaan dimulai


Check kondisi cuaca
Check kondisi tinggi muka air tanah
dan kedalaman tanah keras.
Check hasil pengujian bahan/material
yang akan digunakan, cast in place
atau tiang pancang.

Pada saat pekerjaan berlangsung


1. Check staking out lokasi pondasi
2. Kontrol metoda konstruksi

Check Request Document Kontraktor


:

4.

Jadual kerja
Gambar kerja / shop drawing

Metoda kerja
Volume pekerjaan struktur pondasi

Kesiapan peralatan meliputi : Pile


driver / hammer, truck trailer,
water pump, dll
Kesiapan material / bahan
dilapangan
Kesiapan tenaga manusia

Kesiapan K3

Arus angkutan pengangkut tiang,


truck trailer
Check Kondisi Aktivitas Sekitar Proyek

5.

3.

Kontrol produktivitas peralatan dan


kemajuan pekerjaan (work progress)

Uji lapangan tiang pancang (hammer


test, flexure strengh test-simple beam
with third point loading)
5. Kontrol arus kendaraan pengangkut
tiang pancang
6. Kontrol jumlah, kedalaman, ketepatan
(presisi) dan kapasitas pondasi yang
dipancang.
7. Kontrol penggunaan K3
8. Pencatatan kegiatan harian (daily
report), meliputi :
Jenis, jumlah dan jam pemakaian
peralatan dan angkutan berat

Kondisi Cuaca

Jumlah sumber daya manusia


yang bekerja
Jumlah dan kualitas pondasi yang
dipasang
Jam kerja

Hal-hal khusus / kejadian khusus

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

77

Setelah pekerjaan selesai


1. Pengukuran jumlah dan ketepatan lokasi
pondasi yang dipasang
Uji lapangan kapasitas pondasi (Loading
Test), static loading atau vertical test
(ASTM D 1143-81), jika menggunakan
pondasi tiang pancang
3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
ada)
2.

4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang


diajukan kontraktor

5. Menyusun dan menyetujui berita acara


kemajuan pekerjaan.

c) Manajemen Konstruksi Pekerjaan Struktur Bangunan Atas


Pekerjaan utama dari pekerjaan struktur bangunan atas adalah pekerjaan beton / concrete works pada struktur kolom, struktur balok ,
dan pelat beton.
1.

Sebelum pekerjaan dimulai


Check kondisi cuaca

2.

Check kondisi kesiapan lapangan

3. Check bahan/material yang akan


digunakan :
Design mix dan Trial mix beton,
quality of water,
kuat tekan beton (compressive
strength test) ASTM C 39, BS 1881.
Aggregate concrete SII 0052 80,
ASTM C 33, ASTM C 330.
uji tulangan baja, SII 0136-84, SII
0784-83, SII 1315-85, SII 1462 85, SII
1463-85, ASTM / JASS 5
sampling freshly mixed concrete ASTM
C 172
slump test,
Weight per cubic meter of concrete,
Making and curing concrete test
specimens
3. Check Request Document Kontraktor
:
Jadual Kerja

Pada saat pekerjaan berlangsung


Check pemasangan bekisting dan
perancah (form work)
2. Check sertifikat bahan dan material
yang sampai di lapangan terhadap
kualitas dan volume.
3. Uji lapangan dan pengambilan
sampel, meliputi :
Making and curing concrete test
specimens,
Slump test and Air Content Test,
Bend test for bars for Concrete
Reinforcement,
Bleeding of Concrete,
Water retention by Concrete
Curing Materials
Kuat tekan beton (compressive
strength test)
Weight per cubic meter of
concrete
Kontrol kuat tekan beton untuk
pelepasan Form work

Setelah pekerjaan selesai


1. Pengukuran volume, dimensi dan presisi
pekerjaan beton yang telah terpasang.

4. Kontrol metoda konstruksi

4. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika


ada)
5. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
diajukan kontraktor terhadap volume,
dimensi dan kualitas pekerjaan.

1.

5.

Kontrol produktivitas peralatan dan


kemajuan pekerjaan (work progress)

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

78

3. Uji lapangan terhadap pekerjaan yang


telah terpasang :
Surface texture of concrete (voids
test of concrete)
Testing drilled cores of concrete
Water retention of concrete
Schmidt Rebound Hammer test
(ASTM-C805 dan B.S. 4408)
Crack meter

Manajemen Konstruksi terhadap pekerjaan struktur beton bangunan atas (lanjutan)


Sebelum pekerjaan dimulai
4. Check Request Document Contractor
(lanjutan) :

Gambar Kerja / Shop Drawing

Check metoda konstruksi


Volume pekerjaan struktur
basement
Kesiapan peralatan meliputi : Tower
& crane, ready mix truck, concrete
spreader truck, water tank truck,
pompa air, concrete vibrator,
bekisting dan perancah (form
work)
Kesiapan material / bahan
dilapangan
Kesiapan tenaga manusia

Kesiapan K3

Arus angkutan pengangkut


material/bahan, Ready Mix Truck,
Concrete Spreader truck, dll.
1. Check Kondisi Aktivitas Sekitar Proyek

Pada saat pekerjaan berlangsung


Kontrol volume, dimensi dan
ketepatan (presisi) pekerjaan beton
(concrete works) baik pada kolom,
balok, pelat dan shear wall.
7. Kontrol arus kendaraan pengangkut
bahan / material
8. Kontrol penggunaan K3
9. Pencatatan kegiatan harian (daily
report), meliputi :
Jenis, jumlah dan jam pemakaian
peralatan dan angkutan berat
6.

Kondisi Cuaca

Jumlah sumber daya manusia


yang bekerja
Volume dan spesifikasi bahan /
material yang sampai di lapangan.
Jam kerja

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

79

Setelah pekerjaan selesai


6. Menyusun dan menyetujui berita acara
kemajuan pekerjaan.

d) Manajemen Konstruksi Pekerjaan Plumbing (plumbing works)


d. 1 Fire Fighting Work
Sebelum pekerjaan dimulai
1. Check kondisi kesiapan lapangan

2. Check bahan/material yang akan


digunakan sesuai dengan spesifikasi
dalam dokumen kontrak, meliputi :
Bahan / material Indoor - out door
fire hydrant :
Valves, check diameter dan
material
Hoses, check diameter dan
material
Nozzle, check material
Joint
Fire hydrant box, check dimensi,
tebal dan material
Pipa dan joint, check material ;
umumnya pipa baja hitam (black
steel pipe)
Sealing, check material
Anti korosi, check jenis material
dan ketebalan
Pipe support, check diameter
Painting, check spesifikasi
Fire extinguishers, check :
Berat, berat powder, jangkauan
tembakan.

Pada saat pekerjaan berlangsung


1. Check sertifikat bahan dan material
yang sampai di lapangan terhadap
dimensi, spesifikasi dan quantity
(manufacturer certificates).
2. Kontrol cara pemasangan, jumlah,
jenis spesifikasi dan lokasi
pemasangan harus sesuai dengan
gambar.
3. Kontrol pemasangan pipa, meliputi :
Kedalaman pipa dibawah tanah
Kemiringan pipa
Interval penyangga pipa
Pemberian tanda pada pipa
(identification mark)
4. Kontrol pemasangan anti korosi dan
pengecatan pada pipa, valve dan
penyangga pipa, terutama terhadap
jumlah pelapisan.
5. Kontrol produktivitas dan kemajuan
pekerjaan (work progress).

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

80

Setelah pekerjaan selesai


1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi
dan lokasi peralatan yang dipasang.
2. Uji coba peralatan yang dipasang
terhadap dengan dihadiri oleh otoritas
pemadam kebakaran setempat.
Prosedur pengujian harus mengikuti
peraturan dari otoritas pemadam
kebakaran setempat.
Sebelum concealing dan penutupan
tanah pada pipa, pipa harus diuji
terhadap :
Uji tekan air (water pressure test)
Fire hydrant harus diuji terhadap :
Uji tekan air (water pressure test)
Water discharge test
Hasil pengujian harus mendapat
persetujuan dari otoritas pemadam
kebakaran setempat.
3. Mengajukan penggantian material jika
ada kerusakan.
4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
diajukan kontraktor terhadap volume,
jenis dan kualitas pekerjaan.
5. Menyusun dan menyetujui berita acara
kemajuan pekerjaan .

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

81

Fire Fighting Work (lanjutan)


Sebelum pekerjaan dimulai
3. Check Request Document Kontraktor
:
Gambar kerja
Jadwal kerja
Lokasi, Jumlah yang akan dipasang,
sesuai dengan gambar kerja
Kesiapan peralatan
Kesiapan material / bahan
Kesiapan tenaga kerja
Kesiapan K3

Pada saat pekerjaan berlangsung


6. Kontrol penggunaan K3
7. Pencatatan kegiatan harian (daily
report), meliputi :
Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi
alat yang dipasang.
Jumlah dan kualifikasi sumber daya
manusia yang bekerja
Jam Kerja

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

82

Setelah pekerjaan selesai

d.2

Manajemen Konstruksi Pemasangan Sistem Supply Air Bersih

Sebelum pekerjaan dimulai


1. Check kondisi kesiapan lapangan

Pada saat pekerjaan berlangsung


1. Check bahan dan material (pipa dan
asesorisnya) yang sampai di lapangan
terhadap dimensi, spesifikasi,
kuantitas , dan manufacture
certificates sesuai dengan yang
dipersyaratkan dalam kontrak.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

83

Setelah pekerjaan selesai


1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi
dan lokasi peralatan yang dipasang.

2. Check bahan/material yang akan


digunakan sesuai dengan spesifikasi
dalam dokumen kontrak, meliputi :
Pipa
Jenis pipa, steel pipe, PVC pipe
Diameter, tebal dan kekuatan pipa
(hidrostatik)
Fitting Pipa
Jenis fitting
Diameter, tebal dan kekuatan
Joint
Jenis joint ; flanged joints, welding
joints, screw threaded joints
spesifikasi dan kekuatan joint
Valve
Sluice valve, check diameter,
presure resistance, dan material
Check valve, periksa diameter,
presure resistance, dan material
Hangers and support pipe tools
Fixtures connection
Water meter, termasuk fitting dan
gate valve
Automatic control, meliputi :
Control panel, Power supply
system, Detectors, Manual push
button, Alarm bell, Wiring, Fixtures.

2. Kontrol cara pemasangan :


Pipa dan asesorisnya,
Posisi pipa dan koneksinya
dengan peralatan lainnya,
Gradient pipa,
Pipa utama harus memiliki flange
joints pada jarak yang cukup,
Penggunaan anti korosi
Lokasi dan cara pemasangan valve
(sluice valve dan check valve)
Pemasangan Automatic control
meliputi : Control panel, Power
supply system, Detectors, Manual
push button, Alarm bell, Wiring,
Fixtures.
3. Kontol jumlah, jenis, spesifikasi dan
lokasi peralatan yang terpasang.
4. Kontrol produktivitas dan kemajuan
pekerjaan (work progress).
5. Kontrol penggunaan K3

2. Uji coba peralatan yang dipasang


terhadap kapasitas , power consumption,
over-current relay, dll.
3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
ada)
4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
diajukan kontraktor terhadap volume,
jenis dan kualitas pekerjaan.
5. Menyusun dan menyetujui berita acara
kemajuan pekerjaan .

Manajemen Konstruksi Pemasangan Sistem Supply Air Bersih (lanjutan)


Sebelum pekerjaan dimulai
3. Check Request Document Kontraktor
:
Gambar kerja
Jadwal kerja

Pada saat pekerjaan berlangsung


6. Pencatatan kegiatan harian (daily
report), meliputi :
Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi
alat yang dipasang.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

84

Setelah pekerjaan selesai

Lokasi, Jumlah yang akan dipasang,


sesuai dengan gambar kerja
Kesiapan peralatan
Kesiapan material / bahan
Kesiapan tenaga kerja
Kesiapan K3

d.3

Jumlah dan kualifikasi sumber daya


manusia yang bekerja
Jam Kerja

Manajemen Konstruksi Pemasangan Drainase, Sewage dan Vent Piping

Sebelum pekerjaan dimulai


1. Check kondisi kesiapan lapangan

Pada saat pekerjaan berlangsung


1. Check bahan dan material yang
sampai di lapangan terhadap dimensi,
kualitas, kuantitas dan manufacture
certificates.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

85

Setelah pekerjaan selesai


1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi
dan lokasi peralatan yang dipasang.

2. Check bahan/material yang akan


digunakan sesuai dengan spesifikasi
dalam dokumen kontrak, meliputi :
Pipa, check terhadap kelas , dimensi
dan kekuatan pipa, umumnya
menggunakan hard PVC.
Fitting pipa, check dimensi dan
spesifikasi
Valve, check dimensi dan kemampuan
tekanan.
Drainage fitting, check jenis dan
spesifikai
Penyangga pipa, check jenis dan
spesifikai
3. Check Request Document Kontraktor
:
Gambar kerja
Jadwal kerja
Lokasi, Jumlah yang akan dipasang,
sesuai dengan gambar kerja
Kesiapan peralatan
Kesiapan material / bahan
Kesiapan tenaga kerja
Kesiapan K3

2. Kontrol cara pemasangan, meliputi :


Lokasi pemasangan pipa, fitting,
valve dan penyangga pipa.
Gradien pipa
Interval penyangga pipa
Untuk pipa drainase diluar bangunan
(out door) check kedalaman pipa
terhadap muka tanah.
Pemotongan pipa PVC harus tegak
lurus.
Pipa harus terjaga dari kotoran
3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi dan
lokasi pemasangan.
4. Kontrol produktivitas dan kemajuan
pekerjaan (work progress).
5. Kontrol penggunaan K3
5. Pencatatan kegiatan harian (daily
report), meliputi :
Jumlah, jenis, spesifikasi, dan
lokasi alat yang dipasang.
Jumlah dan kualifikasi sumber daya
manusia yang bekerja
Jam Kerja

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

86

2. Uji coba peralatan yang dipasang


terhadap kapasitas, kelancaran aliran
(Water Test) , test tekanan udara (AIR
TEST).
3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
ada)
4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
diajukan kontraktor terhadap volume,
jenis dan kualitas pekerjaan.
5. Menyusun dan menyetujui berita acara
kemajuan pekerjaan .

e) Manajemen Konstruksi Pekerjaan Elektrikal


e.1. Manajemen Konstruksi Pemasangan Power Supply System
Sebelum pekerjaan dimulai
Pada saat pekerjaan berlangsung
1. Check kondisi kesiapan lapangan
1. Check bahan dan material yang
sampai di lapangan terhadap kualitas ,
kuantitas dan manufacture
certificates.
2. Check bahan/material yang akan
2. Kontrol cara pemasangan,
digunakan sesuai dengan spesifikasi
Ijin pemasangan dari PLN atau
dalam dokumen kontrak, meliputi :
Telkom
Steel conduit dan asesoris
Conduit meliputi :
(copling, bend, bushing, lock nuts,
Lokasi pemasangan conduit baik
saddle, box covers, terminal caps,
yang terdapat di dinding atau
fitting, insulating bushing, dll) check
lantai.
terhadap spesifikasi yang
Pemasangan penyangga
disyaratkan.
(support) dan pengencangannya
Hard polyvinyl conduit dan
(fasten).
asesoris, check terhadap
Pemasangan bends
spesifikasi yang disyaratkan.
Flexible connection
Flexible conduit dan asesoris
Telephone dan sistem signal
check terhadap spesifikasi yang
Locknut and bushing
disyaratkan.
Boxes (Pull boxes, joint boxes,
Wire dan cable, check terhadap
terminal boxes)
spesifikasi yang disyaratkan.
PVC conduits
Wire, cable dan Tape meliputi ,
Conductor, kode warna, insulation,
connector, terminal, insulation tape,
Low voltage cable.
Out door wiring :
Kedalaman kabel bawah tanah
Pemasangan manhole

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

87

Setelah pekerjaan selesai


1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi
dan lokasi peralatan yang dipasang.
2. Uji coba peralatan yang dipasang
3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
ada)
4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
diajukan kontraktor terhadap volume,
jenis dan kualitas pekerjaan.
5. Menyusun dan menyetujui berita acara
kemajuan pekerjaan .

e.1. Manajemen Konstruksi Pemasangan Power Supply System (lanjutan)


Sebelum pekerjaan dimulai
Pada saat pekerjaan berlangsung
3. Check Request Document Kontraktor 3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi dan
:
lokasi pemasangan.
Gambar kerja
4. Kontrol produktivitas dan kemajuan
pekerjaan (work progress).
Jadwal kerja
5. Kontrol penggunaan K3
Lokasi, Jumlah yang akan
6. Pencatatan kegiatan harian (daily
dipasang, sesuai dengan gambar
report), meliputi :
kerja
Jumlah, jenis, spesifikasi, dan
Kesiapan peralatan
lokasi alat yang dipasang.
Kesiapan material / bahan
Jumlah dan kualifikasi sumber daya
Kesiapan tenaga kerja
manusia yang bekerja
Kesiapan K3
Jam Kerja

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

88

Setelah pekerjaan selesai

e.2. Manajemen Konstruksi Pemasangan Power House Equipment


Sebelum pekerjaan dimulai
Pada saat pekerjaan berlangsung
1. Check kondisi kesiapan lapangan
1. Check bahan dan material yang
sampai di lapangan terhadap dimensi,
kualitas, kuantitas dan manufacture
certificates.
2. Check bahan/material yang akan
2. Kontrol cara pemasangan, meliputi :
digunakan sesuai dengan spesifikasi
Pemasangan diesel generator set,
dalam dokumen kontrak, meliputi :
Transformer set
Transformer set, check terhadap ;
Fuel system
power rating, voltage rating,
High voltage system
impedance, dan frekuensi
Kabel
Diesel Generator set, check terhadap :
Kabel antara power house dan
power rating, voltage rating,
bangunan
tipe mesin speed (rpm), cooling
Main distribution panel
system, fuel type,
3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi
panel (meter dan power control
equipment yang dipasang dan lokasi
pemasangan.
circuit, indikator lamp, automatic
4. Kontrol produktivitas dan kemajuan
transfer, indicator)
pekerjaan (work progress).
Storage tank
5.
Kontrol penggunaan K3
Battery and automatic battery
charger
High voltage system, check terhadap
voltage, arus, isolasi, frekuensi
Kabel ; high voltage, low voltage
Main Distribution panel, check
terhadap ; kapasitas voltase, circuit
breaker
3. Check Request Document Kontraktor 6. Pencatatan kegiatan harian (daily
:
report), meliputi :
Gambar kerja dan jadwal kerja
Jumlah, jenis, spesifikasi, dan
Lokasi, Jumlah yang akan dipasang,
lokasi alat yang dipasang.
Jumlah dan kualifikasi sumber daya
sesuai dengan gambar kerja
Kesiapan peralatan dan material /
manusia yang bekerja
Jam Kerja
bahan
Kesiapan Kesiapan tenaga kerja

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

89

Setelah pekerjaan selesai


1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi
dan lokasi peralatan yang telah
dipasang.
2. Uji coba peralatan yang dipasang
terhadap kapasitas, dan keamanan.
3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
ada)
4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
diajukan kontraktor terhadap volume,
jenis dan kualitas pekerjaan.
5. Menyusun dan menyetujui berita acara
kemajuan pekerjaan .

Kesiapan K3

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

90

e.3

Manajemen Konstruksi Pemasangan Power Distribution System


Sebelum pekerjaan dimulai
Pada saat pekerjaan berlangsung
1. Check kondisi kesiapan lapangan
1. Check bahan dan material yang
sampai di lapangan terhadap dimensi,
kualitas, kuantitas dan manufacture
certificates.
2. Check bahan/material yang akan
2. Kontrol cara pemasangan, meliputi :
digunakan sesuai dengan spesifikasi
Kabel,
dalam dokumen kontrak, meliputi :
panel
Switchgear
clamp
Panels, check terhadap
hanger
Tipe, voltase dan phase, busbar dan
grounding box
connection, cable, cover.
3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi
Circuit breaker, check interupting
equipment yang dipasang dan lokasi
rating
pemasangan.
Kabel ; tipe konduktor, ukuran,
4. Kontrol produktivitas dan kemajuan
pekerjaan (work progress).
voltase, dan insulation.
5. Kontrol penggunaan K3
Cable tray (rack)
3. Check Request Document Kontraktor 6. Pencatatan kegiatan harian (daily
:
report), meliputi :
Gambar kerja dan jadwal kerja
Jumlah, jenis, spesifikasi, dan
Lokasi, Jumlah yang akan dipasang,
lokasi alat yang dipasang.
Jumlah dan kualifikasi sumber daya
sesuai dengan gambar kerja
Kesiapan peralatan dan material /
manusia yang bekerja
Jam Kerja
bahan
Kesiapan Kesiapan tenaga kerja
Kesiapan K3

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

91

Setelah pekerjaan selesai


1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi
dan lokasi peralatan yang telah
dipasang.
2. Uji coba peralatan yang dipasang
terhadap kapasitas, dan keamanan :
Insulation resitance dari cabel dan wire
Performance test
3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
ada)
4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
diajukan kontraktor terhadap volume,
jenis dan kualitas pekerjaan.
5. Menyusun dan menyetujui berita acara
kemajuan pekerjaan .

e.4. Manajemen Konstruksi Pemasangan Fire Alarm System


Sebelum pekerjaan dimulai
Pada saat pekerjaan berlangsung
1. Check kondisi kesiapan lapangan
1. Check bahan dan material yang
sampai di lapangan terhadap dimensi,
kualitas, kuantitas dan manufacture
certificates.
2. Check bahan/material yang akan
2. Kontrol cara pemasangan, meliputi :
digunakan sesuai dengan spesifikasi
Fire Alarm Control Panel (FACP)
dalam dokumen kontrak, meliputi :
Anunciator Panel
Pipa indoor dan pipa flexible :
Power Supply System
Check diameter, tebal dan kuat
Detector, heat, smoke dan gas
tekan
Terminal Boxes
Kabel, check :
Wiring
Jenis kabel, clamp, hanger
Manual Push Button
Heat Detector, check jenis fixed
Grounding of Equipment
temperatur atau rate of rise
3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi
temperatur
equipment yang dipasang dan lokasi
Smoke Detector, Gas Detector, check
pemasangan.
tipe.
4. Kontrol produktivitas dan kemajuan
Manual push button
pekerjaan (work progress).
5. Kontrol penggunaan K3
Alarm bell, check tipe, dimensi,
voltase dan sound pressure level.
Fire Alarm Control Panel (FACP),
check :
Tipe, Voltase, Battery, Telepon
connection, Switches, Alarm lamps.
3. Check Request Document Kontraktor 6. Pencatatan kegiatan harian (daily
:
report), meliputi :
Gambar kerja dan jadwal kerja
Jumlah, jenis, spesifikasi, dan
Lokasi, Jumlah yang akan dipasang,
lokasi alat yang dipasang.
Jumlah dan kualifikasi sumber daya
sesuai dengan gambar kerja
Kesiapan peralatan dan material /
manusia yang bekerja
Jam Kerja
bahan
Kesiapan Kesiapan tenaga kerja
Kesiapan K3

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

92

Setelah pekerjaan selesai


1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi
dan lokasi peralatan yang telah
dipasang.
2. Uji coba peralatan yang dipasang
terhadap kapasitas, dan performance,
meliputi :
Uji kabel
Uji conecction / wiring
Zone Testing
Test FACP dan Annunciator
Test Battery
3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
ada)
4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
diajukan kontraktor terhadap volume,
jenis dan kualitas pekerjaan.
5. Menyusun dan menyetujui berita acara
kemajuan pekerjaan .

f) Manajemen Konstruksi Pekerjaan Arsitektur (architectural works)


f.1. Manajemen Konstruksi Pekerjaan Pasangan Batu (Masonry Work)
Sebelum pekerjaan dimulai
Pada saat pekerjaan berlangsung
1. Check kondisi kesiapan lapangan
1. Check bahan dan material yang
sampai di lapangan terhadap kualitas,
bentuk (texture), dan volume.
2. Check bahan/material yang akan
2. Kontrol cara pemasangan, meliputi :
digunakan sesuai dengan spesifikasi
Proporsi mortar cement
dalam dokumen kontrak, meliputi :
Kerataan pasangan batu (brick
Check spesifikasi material ; batu,
pitching)
semen, pasir, kapur dan air.
Sambungan diantara batu, jenis
Check campuran , antara lain :
material pengisi, tebal dan
Stone dan Brick Masonry
kerataan.
3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi bahan
Trasraam
/ material yang dipasang dan lokasi
Plain masonry
pemasangan.
4. Kontrol produktivitas dan kemajuan
pekerjaan (work progress).
5. Kontrol penggunaan K3
3. Check Request Document Kontraktor 6. Pencatatan kegiatan harian (daily
:
report), meliputi :
Gambar kerja dan jadwal kerja
Jumlah, jenis, spesifikasi, dan
Lokasi, Jumlah yang akan dipasang,
lokasi pekerjaan yang dipasang.

Jumlah
dan kualifikasi sumber daya
sesuai dengan gambar kerja
Kesiapan peralatan dan material /
manusia yang bekerja
Jam Kerja
bahan
Kesiapan Kesiapan tenaga kerja
Kesiapan K3

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

93

Setelah pekerjaan selesai


1. Pengukuran volume, dimensi, jenis,
spesifikasi dan lokasi pekerjaan yang
telah dilaksanakan.
2. Pemeriksaan performance hasil
pekerjaan :
Bentuk (Shape)
Presisi
Kekuatan
3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
ada)
4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
diajukan kontraktor terhadap volume,
jenis dan kualitas pekerjaan.
5. Menyusun dan menyetujui berita acara
kemajuan pekerjaan .

f.2. Manajemen Konstruksi Pekerjaan Pemasangan Ubin Lantai (Tile Work)


Sebelum pekerjaan dimulai
Pada saat pekerjaan berlangsung
1.
Check kondisi kesiapan
1. Check bahan dan material yang
lapangan, pekerjaan ini dilakukan
sampai di lapangan terhadap kualitas,
setelah pekerjaan plumbing dan
dimensi, bentuk (texture), dan
elektrikal selesai dipasang dan di uji
volume.
coba.
2.
Check bahan/material
2. Kontrol cara pemasangan, meliputi :
yang akan digunakan sesuai dengan
Jarak antar ubin (joint width)
spesifikasi dalam dokumen kontrak,
Kerataan pasangan ubin (tile
meliputi :
pitching)
Warna ubin dan texture
Campuran mortar (mortar mixes).
Jenis ubin, keramik atau granit
3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi bahan
/ material yang dipasang dan lokasi
Dimensi ubin
pemasangan.
Ketebalan Ubin
4. Kontrol produktivitas dan kemajuan
pekerjaan (work progress).
5. Kontrol penggunaan K3
3.

Check Request
Document Kontraktor :
Gambar kerja dan jadwal kerja
Lokasi, Jumlah yang akan dipasang,
sesuai dengan gambar kerja
Kesiapan peralatan dan material /
bahan
Kesiapan Kesiapan tenaga kerja
Kesiapan K3

6. Pencatatan kegiatan harian (daily


report), meliputi :
Jumlah, jenis, spesifikasi, dan
lokasi pekerjaan yang dipasang.
Jumlah dan kualifikasi sumber daya
manusia yang bekerja
Jam Kerja
Hal-hal khusus lainya

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

94

Setelah pekerjaan selesai


1. Pengukuran volume, dimensi, jenis,
spesifikasi dan lokasi pekerjaan yang
telah dilaksanakan.
2. Pemeriksaan performance hasil
pekerjaan :
Bentuk (Shape)
Presisi
Kekuatan pasangan
3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
ada)
4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
diajukan kontraktor terhadap volume,
jenis dan kualitas pekerjaan.
5. Menyusun dan menyetujui berita acara
kemajuan pekerjaan .

f.3. Manajemen Konstruksi Pekerjaan Pemasangan Pintu dan jendela (Doors and Windows Work)
Sebelum pekerjaan dimulai
Pada saat pekerjaan berlangsung
Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan,
1. Check bahan dan material yang
1. Pengukuran volume, dimensi, jenis,
pekerjaan ini dilakukan setelah
sampai di lapangan terhadap kualitas,
spesifikasi dan lokasi pekerjaan yang
pekerjaan pemasangan ubin selesai
dimensi, bentuk (texture), dan
telah dilaksanakan.
volume.
2. Check bahan/material yang akan
2. Kontrol cara pemasangan, meliputi :
2. Pemeriksaan performance hasil
digunakan sesuai dengan spesifikasi
Celah antara pintu/jendela dengan
pekerjaan :
dalam dokumen kontrak, meliputi :
Bentuk (Shape)
kosen (clearance)
Warna kayu dan texture
Arah bukaan pintu / jendela
Presisi
Kerataan pintu / jendela
Kekuatan pasangan
Jenis kayu
3.
Kontrol
jumlah,
jenis,
spesifikasi
bahan
3.
Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
Dimensi pintu dan jendela
/
material
yang
dipasang
dan
lokasi
ada)
Ketebalan kayu untuk pintu dan
pemasangan.
4.
Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
jendela
4.
Kontrol
produktivitas
dan
kemajuan
diajukan kontraktor terhadap volume,
Kualitas engsel
pekerjaan (work progress).
jenis dan kualitas pekerjaan.
Kualitas kunci berikut rumahnya.
5. Kontrol penggunaan K3
5. Menyusun dan menyetujui berita acara
kemajuan pekerjaan .
3. Check Request Document Kontraktor 6. Pencatatan kegiatan harian (daily
:
report), meliputi :
Jumlah, jenis, spesifikasi, dan
Gambar kerja dan jadwal kerja
lokasi pekerjaan yang dipasang.
Lokasi, Jumlah yang akan dipasang,
Jumlah dan kualifikasi sumber daya
sesuai dengan gambar kerja
manusia yang bekerja
Kesiapan peralatan dan material /
Jam Kerja
bahan
Hal-hal khusus lainya
Kesiapan Kesiapan tenaga kerja
Kesiapan K3

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

95

f.4. Manajemen Konstruksi Pekerjaan Pengecatan (Painting Work)


Sebelum pekerjaan dimulai
Pada saat pekerjaan berlangsung
1. Check kondisi kesiapan lapangan,
1. Check bahan dan material yang
pekerjaan ini dilakukan setelah
sampai di lapangan terhadap kualitas,
pekerjaan seluruh pekerjaan telah
jenis, warna dan kuantitas.
selesai dilaksanakan
2. Check bahan/material yang akan
2. Kontrol cara pemasangan, meliputi :
digunakan sesuai dengan spesifikasi
Permukaan yang akan dicat harus
dalam dokumen kontrak, meliputi :
bersih, rata, dan tidak ada keretakan
Warna cat
Takaran pencairan cat
Liter per m2 volume cat yang
Jenis cat
digunakan
Takaran pencairan cat
Kesesuaian warna
3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi bahan
/ material yang dipasang dan lokasi
pemasangan.
4. Kontrol produktivitas dan kemajuan
pekerjaan (work progress).
5. Kontrol penggunaan K3
3. Check Request Document Kontraktor 6. Pencatatan kegiatan harian (daily
:
report), meliputi :
Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi
Gambar kerja dan jadwal kerja
pekerjaan yang dipasang.
Lokasi, Jumlah yang akan dipasang,
Jumlah dan kualifikasi sumber daya
sesuai dengan gambar kerja
manusia yang bekerja
Kesiapan peralatan dan material /
Jam Kerja
bahan
Hal-hal khusus lainya
Kesiapan Kesiapan tenaga kerja
Kesiapan K3

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

96

Setelah pekerjaan selesai


1. Pengukuran volume dan lokasi pekerjaan
yang telah dilaksanakan.
2. Pemeriksaan performance hasil
pekerjaan :
Kerataan permukaan
Warna cat
3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
ada)
4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
diajukan kontraktor terhadap volume,
jenis dan kualitas pekerjaan.
5. Menyusun dan menyetujui berita acara
kemajuan pekerjaan .

MEKANISME KERJA
KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI / PENGAWAS
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa

DATA HARIAN /
BULANAN

DATA MINGGUAN

DATA

LAPORAN
MINGGUAN

- Jenis Pekerjaan
- Volume Pekerjaan
- Jml. Tenaga Kerja
- Jumlah Alat
- Material on Site
- Cuaca

LAPORAN
BULANAN

Kumulatif

Kumulatif

MEMO-MEMO
INSTRUKSI
RAPAT
MINGGUAN

MASALAH,
FAKTA,
PEMECAHAN

RAPAT KOORDINASI
(BULANAN)

JADWAL TETAP
MASA PELAKSANAAN

Keterangan

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Minggu

LAPORAN HARIAN
LAPORAN MINGGUAN
LAPORAN BULANAN
RAPAT BULANAN

Minggu ke 1
Minggu ke 1

Catatan :

Laporan Mingguan maupun Laporan Bulanan di rencanakan untuk diserahkan kepada


Pemimpin Proyek pada hari Senin.

MEKANISME

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

97

PEKERJAAN TAMBAH - KURANG


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa

KEPALA SATUAN
KERJA

MEMO
INSTRUKSI

LAPORAN
HARIAN

KONSULTAN
MK

CHANGE ORDER
(C.O)

Permohonan
Pekerjaan
Tambah - Kurang
PEMIMPIN PROYEK
KONSULTAN PENGAWAS

KONSULTAN
MK/PENGAWAS

PEMIMPIN
PROYEK

KONTRAKTOR
PELAKSANA

NEGOSIASI
BERITA ACARA
PEKERJAAN
TAMBAH - KURANG

ADDENDUM
KONTRAK

TAGIHAN
PEMBAYARAN
Setelah Pek. 100%
(serah terima I)

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

98

F.7

Kegiatan Konsultan Perencana Konstruksi Pada Tahap Pasca


Konstruksi
Kegiatan Konsultan Perencana Konstruksi pada tahapan ini secara garis
besar meliputi :
1. Melakukan pemeriksaan akhir pekerjaan (final opname)
2. Melakukan pengujian operasional (operational running test)
3. Memeriksa as built drawing yang dibuat oleh kontraktor
4. Bersama konsultan perencana menyusun petunjuk penggunaan dan
pemeliharaan bangunan.
5. Membantu pengelola proyek melakukan serah terima pekerjaan dan
menyusun berita acara serah terima pekerjaan.
6. Membantu pengelola proyek menyusun kelengkapan dokumen
bangunan, meliputi :
A. DOKUMEN PEMBANGUNAN
Setiap

bangunan

gedung

negara

harus

memiliki

dokumen

pembangunan yang terdiri atas: Dokumen Perencanaan, Izin


Mendirikan Bangunan, Dokumen Pelelangan, Dokumen Kontrak
Kerja Konstruksi, dan As Built Drawings, hasil uji coba/test run
operational, dan Sertifikat Penjaminan atas Kegagalan bangunan
sesuai ketentuan yang berlaku.
B. DOKUMEN PENDAFTARAN
Setiap

bangunan

gedung

negara

harus

memiliki

dokumen

pendaftaran untuk pencatatan dan penetapan HDNO meliputi:


1. Fotokopi Dokumen Pembiayaan/DIP (otorisasi pembiayaan);
2. Fotokopi sertifikat atau bukti kepemilikan/hak atas tanah;
3. Konstrak kerja konstruksi pelaksanaan;
4. Berita Acara Serah Terima I dan II;
5. As built drawing (gambar sesuai yang dilaksanakan) disertai
gambar leger;

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

99

6. Fotokopi Surat Izin Mendiri Bangunan (IMB), dan Surat Izin


Penggunaan Bangunan (IPB) dalam hal Peraturan Daerah
Kabupaten/Kota yang bersangkutan mengharuskan adanya IPB.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

100

Gambar : kegiatan pada Tahap Pasca Konstruksi


Konstruksi Fisik
Selesai 100 %
Perbaikan

Perbaikan

Test Run Operational :


Electrical System
Plumbing System
Fire Fighting
System

Pemeriksaan Akhir I

Perbaikan

Dihadiri oleh :
PT. PLN
Dinas Pemadam
Kebakaran
Pemerintah Kota /
Kabupaten
Pengelola Proyek
Kontraktor
Konsultan Perencanaan
Konstruksi
Konsultan Perencana

Dihadiri oleh :
Pengelola Proyek
Kontraktor
Konsultan Perencanaan
Konstruksi
Konsultan Perencana

Berita Acara
Penyerahan Pertama
Pembuatan As Built
Drawing
Penyusunan
Kelengkapan Dokumen
Bangunan
Masa Pemeliharaan

Pemeriksaan Akhir II

Dihadiri oleh :
Pengelola Proyek
Kontraktor
Konsultan Perencanaan
Konstruksi
Konsultan Perencana

Berita Acara
Penyerahan Kedua
Dokumen bangunan
telah lengkap

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

101

G. RENCANA KERJA
G.1 Rencana Pembagian Tugas
Pembagian tugas konsultan Manajemen Konstruksi secara garis besar
didasarkan atas :
1. Tugas secara fungsional dan hirarkis struktural
2. Tugas secara area/lokasi pekerjaan

G.2 Pembagian Tugas Fungsional dan Struktural


Prinsipnya, secara struktural

tugas Manajemen Konstruksi dilakukan

secara berjenjang (hirarkis). Pembagian tugas ini bersifat garis komando,


yang menunjukkan adanya perbedaan struktur hirarkis, baik dalam peran
dan tanggungjawab pada masing-masing tingkatan tenaga ahli, seperti
yang dijelaskan pada diagram 5.1.
Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja, tugas Manajemen Konstruksi
terhadap Pembangunan RUSUNA secara fungsional terbagi atas :
1. Manajemen Konstruksi pekerjaan struktur , prasarana dasar dan
arsitektur.
2. Manajemen Konstruksi pekerjaan mekanikal dan elektrikal dan utilitas
gedung
Pembagian tugas secara fungsional didasarkan atas tipe pekerjaan
seperti diuraikan diatas, sesuai dengan tugas-tugas tersebut, komposisi
tenaga ahli konsultan Manajemen Konstruksi yang akan dimobilisasi
untuk pekerjaan ini adalah :
1. Ahli Teknik Sipil, bertanggung jawab terhadap pekerjaan struktur,
prasarana dasar dan arsitektur.
2. Ahli Mekanikal dan Elektrikal, bertanggung jawab terhadap pekerjaan
mekanikal dan elektrikal.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

102

Kedua tenaga ahli tersebut merupakan tenaga ahli inti (profesional staff),
masing-masing tenaga ahli akan bertanggungjawab sesuai dengan
fungsinya .
Kedua fungsi keahlian tersebut secara hirarki tidak memiliki perbedaan
struktural,

hubungan

kerja

diantaranya

bersifat

koordinatif,

lihat

diagram 5.2.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

103

Gambar 5.1 Struktur Hirarki Konsultan Manajemen Konstruksi


Peran dan Tanggungjawab

Posisi

Tahap Pra-Konstruksi
Kontrol shop drawing
Kaji ulang rencana kerja kontraktor
Kontrol penyusunan revisi rencana kerja
Persetujuan (approval) revisi rencana kerja
Tahap Konstruksi
Check Quality bahan / material yang akan
digunakan
Check dokumen work request kontraktor
Persetujuan pelaksanaan pekerjaan
Kontrol bahan / material yang ada dilapangan
Kontrol metode pelaksanaan pekerjaan
Kontrol kemajuan pelaksanaan pekerjaan
Final Approval untuk perbaikan pekerjaan
Penyusunan laporan kemajuan bulanan
(monthly progress report)
Tahap Pasca - Konstruksi
Kontrol pengukuran pekerjaan terpasang
Kontrol Pengujian Akhir Lapangan (Final Field
Test)
Verifikasi kemajuan pekerjaan
Penyusunan berita acara kemajuan pekerjaan
Sertifikasi pembayaran (payment certification)
Kontrol penyusunan As Built Drawing
Penyusunan kelengkapan dokumen gedung
Penyusunan laporan akhir (final report)

Ketua Tim

Tahap Pra - Konstruksi

Tenaga Ahli
Profesional
Ahli T. Sipil
Ahli M & E

Kontrol shop drawing


Kaji ulang rencana kerja kontraktor
Kontrol penyusunan revisi rencana kerja
Tahap Konstruksi
Check Quality bahan / material yang akan
digunakan
Check dokumen work request kontraktor
Kontrol bahan / material yang ada dilapangan
Kontrol metode pelaksanaan pekerjaan
Kontrol kemajuan pelaksanaan pekerjaan
Usulan perbaikan pekerjaan
Penyusunan laporan kemajuan mingguan
(weekly progress report)
Tahap Pasca Konstruksi
Kontrol pengukuran pekerjaan terpasang
Kontrol Pengujian Akhir Lapangan (Final Field
Test)
Verifikasi kemajuan pekerjaan
Kontrol penyusunan As Built Drawing
Bantuan penyusunan kelengkapan dokumen
gedung

1.
2.

Tahap Konstruksi

Tenaga Pengawas
Lapangan
1. Waslap Struktur
2. Waslap Arsitektur
3. Waslap M & E

Kontrol bahan / material yang ada dilapangan


Kontrol metode pelaksanaan pekerjaan
Pencatatan kegiatan harian (daily report)
Tahap Pasca Konstruksi
Kontrol pengukuran pekerjaan terpasang

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

104

Kontrol Pengujian Akhir Lapangan (Final Field


Test)

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

105

Gambar Lingkup tugas fungsional Tenaga Ahli Manajemen Konstruksi Gedung


KETUA TIM / MANAJER
KONSTRUKSI

Tenaga Ahli T. Sipil/ Arsitektur


Meliputi pekerjaan tanah (stripping,
grading, cutting, soil improvement)
Pekerjaan jalan dan lahan parkir
Pekerjaan drainase
Pekerjaan struktur pondasi
Pekerjaan sloof beton.
Pekerjaan upper structure, meliputi
kolom, balok, dan pelat, utamanya
adalah pekerjaan beton (reinforced
concrete)
Pekerjaan struktur atap (Roof
structure work), utamanya adalah
pekerjaan rangka kayu atau rangka
baja

Tenaga Ahli Mekanikal-Elektrikal

Pekerjaan penutup beton


(plesteran)
Floor harderner
Pekerjaan kayu non struktural
Pekerjaan beton non struktural
Pekerjaan logam non struktural
Pekerjaan ubin (tile works),
granit dan keramik.
Pekerjaan pemasangan pintu
dan jendela (steel , aluminium,
tempered glass, dan reflective
glass)
Pekerjaan pengecatan (painting)
Pekerjaan lansekaping

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

106

Sistem Distribusi Tenaga Listrik


(Power Distribution System),
termasuk stand - by engine system
Lighting dan socket outlet system
Sistem alarm dan deteksi asap dan
kebakaran
Sistem telekomunikasi
Sistem penangkal petir
Sistem tata suara
Sistem ventilasi dan ducting works
Sistem transportasi dalam bangunan
(lift / elevator) jika ada
Sistem air conditioning
Sistem penyediaan air bersih (water
supply system)
Sistem drainase internal,
pembuangan air kotor (waste water),
air tanah dan sistem penetralan air
kotor.
Sistem penyediaan gas LPG
Sistem hidrant dan alarm kebakaran

G.3 Pembagian Tugas Berdasarkan Lokasi/Zona Pekerjaan


Tujuan dari pembagian tugas berdasarkan area/zona pekerjaan adalah
untuk

mengestimasi

kebutuhan

jumlah

tenaga

ahli

Manajemen

Konstruksi.
Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja, Tenaga Ahli Profesional jumlahnya
telah ditentukan yaitu masing masing :
1. Ketua Tim / Penanggungjawab

: 1 orang

2. Ahli Teknik Sipil

: 1 orang

3. Ahli Mekanikal dan Elektrikal


Masing

masing

tenaga

ahli

: 1 orang
sesuai

dengan

fungsinya

akan

bertanggungjawab terhadap seluruh area/wilayah cakupan pekerjaan,


Untuk Tenaga Pengawas Lapangan konsultan merencanakan pembagian
area tugas dengan pendekatan sebagai berikut :
a. Pengawas lapangan Pekerjaan Sipil
Pengawas lapangan pekerjaan Sipil akan dibagi berdasarkan fungsi
dari keahliannya sebaia pengawasa pekerjaan struktur.
b. Pengawas Lapangan Pekerjaan Arsitektur
Pengawas lapangan pekerjaan Arsitektur akan dibagi berdasarkan
fungsi dari keahliannya sebagai pengawas pekerjaan arsitektur.

G.4 Organisasi dan Jadual Rencana Kerja


Organisasi Konsultan Manajemen Konstruksi
Berdasarkan pembagian tugas personil konsultan Manajemen Konstruksi
seperti

yang

telah

dijelaskan

diatas,

rencana

struktur

konsultan Manajemen Konstruksi adalah sebagai berikut :

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

107

organisasi

Struktur Organisasi Konsultan Manajemen Konstruksi

Ketua Tim /
Penanggungjawab (1)
Drafter CAD (1)

Ahli Mekanikal Elektrikal (1)

Ahli T. Sipil/
Arsitektur (1)

Pengawas Lapangan

G.5 Jadwal Kegiatan dan Penugasan Personil Konsultan Manajemen


Konstruksi
Sesuai dengan Kerangka Acuan kerja, lingkup pekerjaan konsultan
manajemen Konstruksi meliputi tahapan :

Tahap Perencanaan

Tahap Pelelangan Konstruksi Fisik

Tahap Konstruksi

Jadwal rencana kegiatan pada masing masing tahapan tersebut dapat


dilihat pada gambar 5.4.
Berdasarkan pembagian tugas personil konsultan Manajemen Konstruksi
seperti yang telah dijelaskan diatas dan perkiraan jadual konstruksi
pembangunan

gedung,

jadual

penugasan

konsultan

Manajemen

Konstruksi dapat dilihat pada gambar 5.5 berikut.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

108

H. JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

109

I. TENAGA AHLI DAN TANGGUNG JAWABNYA


Untuk mendapatkan hasil kerja pengawasan yang optimal, diperlukan
koordinasi team yang baik, untuk itu perlu diberikan tugas dan tanggung
jawab yang jelas pada setiap personal sesuai dengan kedudukan
kapasitas kerja sehingga tidak terjadi kesenjangan dan tumpang tindih
dalam melaksanakan tugas.
Hal ini perlu mengingat prosedur dan mekanisme kerja yang tejadi
dengan pihak-pihak yang terlibat cukup banyak. Sehingga terjalin
kerjasama yang harmmonis dengan semua pihak.
Adapun tugas dari masing-masing personal sesuai dengan jabatanya
aadalah sebagai berikut ;
1. Team Leader / Manager Konstruksi

Bertindak untuk dan mewakili perusahaan dalam pengawasan


proyek (kontraktual)

Membantu dan berinteraksi dengan Pemimpin proyek dalam


pengawasan

Bertindak sebagai koordinator dari team MK/pengawas sekaligus


sebagai pengambil keputusan tertinggi Konsultan Pengawas

Menandatangani segala bentuk surat menyurat dan komunikasi


formal untuk tingkatan tertinggi

2. Ahli Teknik Sipil

Membantu

Manager

Konstruksi

di

lapangan

untuk

mendistribusikan segala bentuk pertimbangan konstruksi bagi


kelaikan suatu bangunan

Mempersiapkan, memeriksa dan mengestimasi jangka waktu


pelaksanaan pekerjaan

Sebagai pusat informasi proyek

Sebagai penyelia dari para supervisor pengawas

3. Ahli Mekanikal & Elektrikal

Melakukan

kontrol

terhadap

persiapan

teknis

pemasangan

jaringan instalasi mekanikal dan elektrikal rusunawa


Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

110

Melakukan pengawasan terhadap metoda dan pelaksanaan


pekerjaaan mekanikal dan elektrikal rusunawa

Mengeluarkan dan menandatangani form komunikasi harian,


laporan harian, dan surat teguran harian

Untuk pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa) dan PSD,


yang lingkup dan jenis pekerjaan serta tingkat kesulitan pelaksanaan tidak
rumit, maka Supervisor Lapangan dibagi menjadi dua disiplin pekerjaan
yang berbeda yaitu ;
1. Supervisor Struktur / Arsitektur (S/A)
Untuk pengawasan bidang pekerjaan struktur dan arsitektur untuk
pekerjaan pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa dan PSD
cukup diawasi oleh satu orang Supervisor yang pengawasannya terdiri
dari :
A. Struktur
Pengawasan teknis pelaksanaan, metoda kerja, mutu material dan
waktu
B. Arsitektur
Pengawasan fisik dalam pemilihan material finishing, pelaksanaan
etail-detail finishing serta mutu hasil pekerjaan finishing.
2. Supervisor Mekanikal/Elektrikal (M/E)
Untuk

pengawasan

bidang

pekerjaan

mekanikal

elektrikal

pada

pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa dan PSD cukup diawasi


oleh satu orang supervisor yang pengawasannya terdiri dari :
A. Elektrikal
Pengawasan sistem dan pelaksanaan pekerjaan yang berhubungan
dengan elektrikal termasuk pengamanannya, yang terdiri dari
prosedur kerja, pemilihan material dan testing serta commissioning
B. Mekanikal
Pengawasan sistem, prosedur dan pekerjaan yang menggunakan
barang-barang mekanis seperti pompa yang terdiri dari prosedur
kerja, penentuan material, dan testing serta commissioning
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

111

Demikian juga dengan jabatan Inspektor pembagian tugas sesuai dengan


lingkup pekerjaan supervisor, sedangkan jumlah inspektor ditentukan dari
jumlah area yang harus diawasi pada satu jangka waktu tertentu.
Selain itu dibantu pula seorang tenaga operator komputer Program Auto
Cad, yang bertugas membawa konsep rancangan tersebut ke media
digital untuk dianalisa beberapa tenaga ahli lainnnya.

J. JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI


Sehubungan dengan metoda kerja yang telah diuraikan diatas, maka
penugasan personil akan disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan keahlian
yang diperlukan tetapi tentunya aspek koordinasi menjadi hal yang perlu
untuk

diperhatikan

secara

seksama

sehingga

kemungkinan

untuk

terjadinya miscommunicasi akan menjadi kecil.


Atas dasar tersebut kami mengusulkan untuk jadwal penugasan personil
sebagaimana terlampir.

K. ORGANISASI PELAKSANAAN PEKERJAAN


Pelaksanaan pekerjaan pengawasan akan dilaksanakan oleh sebuah team
kerja, yang terdiri dari beberapa personal dengan berbagai disiplin
keahlian yang menguasai bidang masing-masing sesuai dengan kualifikasi
fungsi

dan

tanggung

jawab

yang

dibutuhkan

dalam

pelaksanaan

pengawasan.
Adapun jenis keahlian masing-masing personil yang terlibat dalam
pelaksanaan pekerjaan MK/pengawasan Rumah Susun sederhana Sewa
dan PSD disesuaikan dengan kebutuhan yang digariskan dalam Kerangka
Acuan Kerja (KAK).
Untuk dapat memberikan hasil yang maksimal dalam pengawasan teknis
yang mencakup antara lain :

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

112

a. Membuat time schedule lengkap dengan Curva S sebagai Pedoman


dalam menilai Pekerjaan Proyek.
b. Mengawasi Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Rumah
Susun Sederhana Sewa dan PSD yang dilaksanakan oleh Kontraktor
dari sebagai kualitas dan lanjutan pencapaian prestasi pekerjaan.
c. Mengawasi Pekerjaan Serta Produknya, dan mengendalikan waktu
pelaksanaan agar Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa dan
PSD selesai sesuai Jadwal yang telah ditetapkan.
d. Mengisi Buku Harian Lapangan ( BHL) tentang kemajuan Pekerjaan
setiap harinya beserta hambatan-hambatan yang timbul.
e. Membuat dan menyampaikan Laporan Mingguan Kepada Pemimpin
Proyek tentang Kemajuan Pelaksanaan Pembangunan Rumah Susun
Sederhana Sewa dan PSD.
f.

Membuat dan menyampaikan Laporan Bulanan kepada Pemimpin


Proyek tentang Kemajuan Pelaksanaan Pembangunan Rumah Susun
Sederhana sewa dan PSD.

g. Mengusulkan

rencana

perubahan-perubahan

serta

Penyesuaian

penyesuaian Pekerjaan dilapangan kepada Pimpinan Proyek untuk


Persoalan persoalan yang terjadi selama Pelaksanaan Pembangunan
Rumah

Susun

Sederhana

Sewa

dan

PSD.

Terhadap

Perubahan

Pekerjaan Tersebut dibuat Pekerjaan Gambar perubahan (as built


drawing ) sebanyak 5 (lima) set format A4.
h. Memeriksa Dan menanda tangani Berita Acara Bobot Pekerjaan yang
diajukan oleh Kontraktor.
i.

Menyelenggarakan Rapat-rapat Koordinasi teknis dilapangan secara


Berkala dan atau insidentil sesuai kebutuhan.

j.

Mencatat setiap Penyimpangan penyimpangan yang terjadi dilapangan


kedalam Buku Harian Lapangan.

k. Menyusun daftar kekurangan dan cacat cacat Pekerjaan selamam


pemeliharaan.
l.

Membantu Pemimpin Proyek dalam menyusun dokumen dokumen


penyerahan aset kepada Bupati, Kepala Daerah Pemerintah Kabupaten
Sleman.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

113

Maka kami mengusulkan sebuah team yang akan mampu memberikan


layanan

yang

baik

dalam

bidang

teknis

maupun

menajemen

konstruksi/pengawasan .
Untuk melaksanakan dan mendapatkan hasil yang optimal sesuai dengan
harapan pemberi kerja maka susunan personal untuk pengawasan proyek
ini adalah sebagai berikut (lihat lampiran Personil Tenaga Kerja).

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

114

Gambar Struktur Organisasi

Executing Agency

Satker Lakbangkim

Ketua Tim

Ketua Tim

General Superintendent

Administrasi/Sekretaris

Ahli Struktur
M & E Engineer
Ahli Arsitekur
Ahli SIPIL
ASISTEN T.AHLI
Auto Cad

Teknik
Sipil/Arsitektur

M & E Engineer

Site Engineer

Foreman

Pengawas Lapangan
Operator CAD

L. LAPORAN
Jenis pelaporan yang akan dihasilkan berupa :
1. Laporan Pendahuluan
Laporan pendahuluan diserahkan selambat-lambatnya 2 minggu
setelah diterimanya Surat Perintah Kerja, sebanyak 15 (lima belas)
buku, format A4.
2. Laporan Bulanan
Laporan Bulanan adalah laporan

Tahapan

Konstruksi diserahkan

setiap akhir bulan sebanyak 10 eksemplar selama 8 bulan.


3. Laporan Akhir
Laporan Akhir diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) minggu
setelah proses Serah Terima I Pekerjaan Pelaksanaan Konstruksi,
dalam rangkap 20 (dua puluh), format A4.
Selain laporan-laporan yang diserahkan pada setiap akhir tahapan
pengawasan.

Konsultan

MK

wilayah

juga

diwajibkan

untuk

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

115

menyerahkan laporan-laporan periodikal pelaksanaan pembangunan,


berupa:
a. Laporan

Mingguan,

memuat

hasil

rencana

dan

realisasi

pelaksanaan kegiatan, masalah yang dihadapi, penyimpangan yang


terjadi,

tindakan koreksi dan/atau penyesuaian yang dilakukan

pada kegiatan manajemen konstruksi pada setiap minggunya.


b. Laporan

Bulanan,

memuat

hasil

rencana

dan

realisasi

pelaksanaan kegiatan, masalah yang dihadapi, penyimpangan yang


terjadi,

tindakan koreksi dan/atau penyesuaian yang dilakukan,

evaluasi dan kesimpulan kegiatan manajemen konstruksi setiap


bulannya.
B. Isi Laporan:
Isi setiap laporan adalah merupakan rangkuman kegiatan manajemen
konstruksi setiap tahapnya yang antara lain memuat hasil rencana dan
realisasi pelaksanaan kegiatan, masalah yang dihadapi, penyimpangan
yang terjadi, tindakan koreksi dan/atau penyesuaian yang dilakukan,
evaluasi

dan kesimpulan kegiatan

manajemen konstruksi setiap

tahapan, serta dilampiri dengan:


1. rencana dan realisasi program
2. laporan mingguan, diserahkan selambat-lambatnya setiap awal
minggu

berikutnya,

setelah

berakhirnya

pengawasan

dala

minggu, dalam rangkap 5 (lima) buku, format A4


3. laporan bulanan, Laporan Bulanan diserahkan selambat-lambatnya
1 (satu) minggu setelah berakhirnya kegiatan pengawasan dalam
satu bulan, dalam rangkap 10 (sepuluh) buku format A4.
4. foto-foto pelaksanaan pekerjaan.

M. STAFF PENDUKUNG
Disamping

itu

dibutuhkan

tenaga

penunjang

yakni

tenaga

administrasi/sekretaris, operator komputer/CAD, selama 8 bulan


Tugas dan tanggung jawab seorang sektretaris antara lain:
Manajemen Konstruksi (MK)
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

116

Membantu

dalam

memberikan

informasi

antara

pihak

konsultan dengan pihak pengguna jasa.

Membantu dalam surat menyurat

Membantu

dalam

materi

persiapan

survei,

rencana

pembahasan dan proses penyusunan laporan.


Tugas dan tanggung jawab seorang tenaga administrasi antara lain:

Mendukung berbagai urusan administrasi, keuangan dan


dukungan administrasi lainnya

Menyiapkan draft surat menyurat selama proses kegiatan


berlangsung

Membantu

dalam

materi

persiapan

survei,

rencana

pembahasan dan proses penyusunan laporan.


Tugas dan tanggung jawab seorang operator komputer antara lain:

Mendukung dalam kompilasi dan pemrosesan data

Membantu

dalam

materi

persiapan

survei,

rencana

pembahasan dan proses penyusunan laporan.


Tugas dan tanggung jawab juru gambar CAD antara lain:

Menyiapakan rancangan design, pra DED kawasan

Mendukung dalam kompilasi dan pemrosesan data

Membantu dalam materi persiapan survei, rencana


pembahasan dan proses penyusunan laporan.

Tugas dan tanggung jawab tenaga surveyor antara lain:


a.

Menyiapkan materi pengumpulan data selama survei

b.

Melakukan observasi lapangan dan survei instansional

c.

Mendukung dalam kompilasi dan pemrosesan data

FASILITAS PENDUKUNG

Fasilitas yang akan disediakan untuk Tim Pelaksana Pekerjaan anajemen


Kontruksi (MK) Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA)
Lokasi Medan Belawan adalah sebagai berikut :

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

117

1.

Kantor
Perkiraan kebutuhan alat operasional kantor termasuk kebutuhan
untuk kegiatan operasi setiap hari yang telah dijadwalkan dalam usulan
biaya seperti untuk administrasi, pencetakan, telekomunikasi dll :

Operasional Kantor

Komputer+Printer

Furniture

Telepon

2. Transportasi
Kebutuhan

transportasi

dalam

rangka

asistensi,

diskusi

dan

pengumpulan data di tingkat pusat, bagi Tim Ahli akan disediakan


kendaraan

kerja.

Sedangkan

kebutuhan

transportasi

selama

pelaksanaan survei lapangan, bagi tim akan disediakan kendaraan


dengan cara sewa di masing-masing wilayah survei.
3. Fasilitas Pendukung Untuk Kegiatan Alih Pengetahuan
Untuk menyebarluaskan manfaat studi ini, maka dalam pekerjaan ini
penyedia

jasa

menyediakan

fasilitas

pendukugn

dalam

rangka

menyelenggarakan pembahasan-pembahasan yang intensif dengan


para stakeholders atau regulator yang meliputi

4.

Pengadaan in-focus untuk presentasi

CD pelaporan kemajuan
Daftar Peralatan Yang Dimiliki Konsultan

Sebagai penunjang seluruh kegiatan yang akan dilakukan dalam


pekerjaan ini, Konsultan telah memiliki sejumlah peralatan penunjang
diantaranya: Handycam, Kamera Digital dan alat pendukung lainnya
(Detail Peralatan yang dimiliki terlampir).

O. PENUTUP

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

118

1. Setelah KAK ini diterima, maka konsultan hendaknya memeriksa


semua bahan masukan yang telah diterima dan mencari bahan
masukan (input) yang diperlukan dalam penyelesaian pekerjaan ini.
2. Berdasarkan bahan bahan tersebut agar konsultan segera
menyusun

program

Satker/Pemimpin

kerja

kegiatan

dan

dibahas

dan/atau

Tim

bersama
Teknis

dengan

yang

telah

ditentukan.

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

119

LAMPIRAN DOKUMEN PROPOSAL TEKNIS


MANAJEMEN KONSTRUKSI / PENGAWASAN
LAPORAN HARIAN CUACA

Kontraktor

PT. ..............................................

Hari/Tgl

Proyek :
Pembangunan Rumah Susun
Sederhana Sewa Lokasi..

Lokasi

No

Hari ke :

..

Uraian Pekerjaan

Volume
Waktu

CUACA
Cerah
Mendung

Hujan

CATATAN :

No

Tenaga Kerja

Orang

Alat

Bh./Unit

Material

Volume

Mengetahui/Menyetujui
Direksi
.

Diperiksa/disetujui
Konsultan Pengawas
PT. ..........................

Dibuat oleh,
Kontraktor,
PT. .................................

(.........................................)

(........................................)
Site Manager

(.......................................)
Site Manager

REKAPITULASI LAPORAN PRESTASI PEKERJAAN BULANAN

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

120

Proyek
Lokasi

:
:

Kontraktor
No. SPK
Tgl. SPK
No. Kontrak
Tgl. Kontrak

:
:
:
:
:

Kemajuan Pekerjaan
Bobot
No
.

URAIAN PEKERJAAN

Bobo
t

Rencana

s/d Tahap

(%)

(%)

Terdahulu
(%)

Pada
Taha
p Ini
(%)

s/d Tahap
ini
(%)

Total

Dibuat tanggal :

Mengetahui/Menyetujui
Direksi

(......................................
)

Diperiksa/Disetujui
Pengawas

Dibuat Oleh :
Pelaksana

(........................................)

(......................

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

121

LAPORAN KEMAJUAN PRESTASI BULANAN

Proyek

Kontraktor

Lokasi

No. SPK

Tgl. SPK

No. Kontrak

Tgl. Kontrak

Kemajuan Pekerjaan
Nilai
No.

URAIAN PEKERJAAN

Volume

Sat

Bobot

Volume

Volume

Volume

Prestasi

Pekerjaan

Pek

(%)

s/d Tahap

pada
Tahap
ini

s/d Tahap

Pekerjaan

Bobot
Prestas
i

ini

(%)

(%)

Terdahulu

Total

Dibuat tanggal :

Dibuat Oleh :

Diperiksa & Disetujui

Direksi

Konsultan Pengawas

Kontraktor Pelaksana

(.............................................)

(.............................................)

(.............................................)

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

122

LAPORAN KEMAJUAN PRESTASI MINGGUAN

Proye
k
Lokas
i

Kontrakto
r

No. SPK

Tgl. SPK
No.
Kontrak
Tgl.
Kontrak

:
:
:

Kemajuan Pekerjaan
Nilai
No.

URAIAN

Volume

Sat

Bobot

PEKERJAAN

Pekerjaan

Pek

(%)

Volume

Volume

s/d Tahap

pada

Volume
s/d
Tahap

Terdahulu

Tahap ini

ini

Prestasi

Bobot

Pekerjaan

Prestasi

(%)

(%)

Total

Dibuat tanggal :

Dibuat Oleh :

Diperiksa & Disetujui

Direksi

Konsultan Pengawas

Kontraktor Pelaksana

(.............................................)

(.............................................)

(.............................................)

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

123

PEMERIKSAAN PEKERJAAN

Kontraktor

Hari/Tgl

Lokasi

PT. ........................................................

Tanggal :

Proyek :
Pembangunan Rumah Susun
Sederhana Sewa
Lokasi..

Perbaikan
No.

Uraian

Referensi

Hasil
Pemeriksaan

Tanggal

Paraf

Mengetahui/Menyetujui
Direksi
..

Diperiksa/disetujui
Konsultan Pengawas
PT. ..........................

Dibuat oleh,
Kontraktor,
PT. .........................................

(...............................)

(..............................)
Site Manager

(..................................)
Site Manager

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

124

Kontraktor

PT. .....

Tanggal :

Hari/Tgl

Lokasi

No

Uraian Pekerjaan

Catatan

Proyek :
Pembangunan Rumah Susun
Sederhana Sewa Lokasi..

Petugas
Kontraktor
Pengawas

Waktu
Tanggal
Jam

Mengetahui/Menyetujui
Direksi
.

Diperiksa/disetujui
Konsultan Pengawas
PT. ..........................

Dibuat oleh,
Kontraktor,
PT. ................................

(..............................)

(......................................)
Site Manager

(.....................................)
Site Manager

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

125

FORM KOMUNIKASI

Proyek

Hari
Tgl.

FORM
KOMUNIKASI

Kepada Yth,
.
.
.

=
=
=

Untuk
Informasi
Untuk
Perhatian
Untuk
Dilaksanakan

Mohon Penjelasan

Untuk Dilanjutkan

TANGGAPAN :

Tembusan Yth,

(....................................)

Dibuat Oleh :

Tanggapan Oleh :

(....................................)

(...............................
.)

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

126

LAPORAN MINGGUAN

Kontraktor

PT. .............................................

Hari/Tgl

Lokasi

Volume

No.

Jenis Keahlian
Total

Volume
Minggu
Lalu

Periode
:

Proyek
:
Pembangunan Rumah Susun Sederhana
Sewa lokasi

Volume
1

Mengetahui/Menyetujui
Direksi
..

Diperiksa / Disetujui
Konsultan Pengawas
PT.

(.................................)

( )

Dibuat oleh
Pelaksana
PT. .

( ..)

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

Rencan
a

127

REKAPITULASI MATERIAL BULANAN


PROYEK
LOKASI
BULAN
PERIODE

No.

:
:
:
:

NAMA
BAHAN

SA
T

PERIODE PROYEK :

PENGADAAN MATERIAL
S/D
BULA
S/D
BULAN
N
BULAN
LALU
INI
INI

RAPAT LAPANGAN KE :

PEMAKAIA
N
S/D BULAN
LALU

BULA
N
INI

S/D
BULAN
INI

SIS
A

TANGGAL :

halaman
(
)

Dibuat oleh
Kontraktor Pelaksana :

jml halaman
( )

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

KETERANGA
N

128

REKAPITULASI TENAGA KERJA DAN ALAT BULANAN


PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA
LOKASI..

TENAGA KERJA

No.

Uraian

Hari Kerja I Orang


Bulan Ini
Bulan Depan

Hari Kerja I Orang Bulan ini


Hari Kerja I Orang Bulan Depan

URAIAN

Hari Kerja I Orang


Bulan Ini
Bulan Depan

Atau Rata-rata : .......... Orang /Hari


Atau Rata-rata : .......... Orang /Hari

PERALATAN

No.

Jenis Alat

Kapasitas

PERIODE PROYEK :

Jumlah

Jenis Alat

RAPAT LAPANGAN KE :
TANGGAL

Kapasitas

Jumlah

halaman
( )

Dibuat Oleh :
Kontraktor Pelaksana

Diketahui/Disetujui oleh Konsultan Pengawas :

(.........................)

(..................................)

jumlah
halaman

Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Lokasi Medan Belawan

129