Anda di halaman 1dari 6

PROFESI NERS STIKES SARI MULIA BANJARMASIN

INTERVENSI, IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

DATA

RENCANA KEPERAWATAN
NOC
NIC
(Tujuan dan
(Intervensi)
kriteriahasil)

IMPLEMENTASI

EVALUASI

07/05/2015
DS : Klien
mengatakan nyeri
pada perut
DO : -klien tampak
gelisah
-klien tampak
meringis menahan

1. melakukan
pengkajian nyeri

masih terasa nyeri

secara

pada bagian perut

Lakukan pengkajian nyeri

komprehensif

bawah

secara komprehensif

termasuk

O: -klien tampak

lokasi,karakteristik,

gelisah

Setelah dilakukan tindakan

termasuk lokasi,
karakteristik, durasi,

durasi, frekuensi,

-klien tampak

keperawatan selama 1x30

frekuensi, kualitas dan

kualitas dan faktor

meringis menahan

NIC :

NOC :

Pain Level,
pain control,
comfort level

TTV: TD: 120/80


Mmhg

menit
Pasien tidak mengalami

nyeri

nyeri, dengan kriteria hasil:

Mampu mengontrol

faktor presipitasi
Observasi reaksi nonverbal

dari ketidaknyaman
Bantu pasien dan keluarga
untuk mencari dan

R: 20x/menit

nyeri(tahu penyebab

N: 83x/menit

nyeri,mampu

Temp: 36,5 C

menggunakan tehnik

dapat mempengaruhi nyeri

nonfarmakologi untuk

seperti suhu ruangan,

mengurangi nyeri,

pencahayaan dan

P: Ca ovarium
Q: Senut-senut
R: perut
S: 3(rentang 0-5)
T: Hilang timbul

mencari bantuan)
Melaporkan bahwa

Menggunakan

menemukan dukungan
Kontrol lingkungan yang

kebisingan
Kurangi faktor presipitasi

nyeri
Kaji tipe dan sumber nyeri

nyeri berkurang dengan

Dx : Nyeri akut b/d


agen injuri biologis

S: Klien mengatakan

manajemen nyeri

untuk menentukan

Mampu mengenali

intervensi
Ajarkan tentang teknik non

nyeri(skala, intensitas,
frekuensi dan tanda

presipitasi
2. mengobservasi
reaksi nonverbal

nyeri
TTV: TD: 120/80
Mmhg

dari

R: 20x/menit

ketidaknyaman
3. membantu pasien

N: 83x/menit
Temp: 36,5 C

dan keluarga untuk

P: Ca ovarium
Q: Senut-senut
R: perut
S: 3(rentang 0-

mencari dan
menemukan
dukungan
4. mengontrol
lingkungan yang

5)
T: Hilang timbul

dapat

A: masalah belum

mempengaruhi

teratasi

nyeri seperti suhu

P: Intervensi

ruangan,

dilanjutkan

farmakologi: napas dala,

pencahayaan dan

relaksasi, distraksi,

kebisingan

7 s/d 10

nyeri)

Menyatakan rasa
nyaman setelah nyeri

berkurang
Tanda vital dalam

rentang normal
Tidak mengalami

kompres hangat/ dingin


Berikan analgetik untuk

mengurangi nyeri
Tingkatkan istirahat
Berikan informasi tentang
nyeri seperti penyebab
nyeri, berapa lama nyeri

gangguan tidur

5. mengurangi faktor
presipitasi nyeri
6. mengkaji tipe dan
sumber nyeri untuk
menentukan
intervensi
7. mengajarkan

akan berkurang dan

tentang teknik non

antisipasi ketidaknyaman

farmakologi: napas

dari prosedur
Monitor vital sign sebelum

dala, relaksasi,

dan sesudah pemberian


analgesik pertama kali

distraksi, kompres
hangat/ dingin
8. memberikan
analgetik untuk
mengurangi nyeri
9. meningkatkan
istirahat
10. memberikan
informasi tentang
nyeri seperti
penyebab nyeri,
berapa lama nyeri
akan berkurang
dan antisipasi
ketidaknyaman
dari prosedur
11. memonitor vital

sign sebelum dan


sesudah
pemberian
analgesik pertama
kali

07/05/2015
NIC :

Ds : klien

NOC :

mengatakan badan

Self care : Activity of

tersa lemah dan

Daily Living (ADLs)

tidak bisa melakukan


aktivitas secara
mandiri
Do : klien tampak
lemah,ketidakmamp
uan klien untuk

mandiri.

S : klien mengatakan

kemempuan klien

badan masih terasa

Setelah dilakukan tindakan

klien untuk

untuk perawatan

lemah dan tidak bisa

keperawatan selama 1x 8 jam

perawatan diri yang

Defisit perawatan diri

mandiri.
Monitor kebutuhan

teratas dengan kriteria

hasil:

Klien terbebas

dari bau badan


Menyatakan
kenyamanan

terhadap
kemampuan untuk
Dx : Defisit

1. Memonitor

Monitor kemempuan

memenuhi personal
higiene secara

Self Care assistane : ADLs

melakukan ADLs
Dapat melakukan

Perawatan Diri b/d

ADLS dengan

Kelemahan umum.

bantuan

kebutuhan klien

klien untuk alat alat

untuk alat alat

bantu untuk

bantu untuk

kebersihan

kebersihan

diri,berpakaian,

diri,berpakaian,

berhias, toileting dan

berhias, toileting

makan.
Sediakan bantuan

dan makan.
3. Menyediakan

sampai klien mampu

bantuan sampai

secara utuh untuk

klien mampu

melakukan self-care.
Dorong klien untuk

secara utuh untuk

melakukan aktivitas
sehari-hari yang

diri yang mandiri.


2. Memonitor

melakukan selfcare.
4. Mendorong klien

normal sesuai

untuk melakukan

kemampuan yang

aktivitas sehari-hari

dimiliki.
Dorong untuk

yang normal sesuai


kemampuan yang

melakukan aktivitas
secara mandiri.
O : klien tampak
lemah,ketidakmamp
uan klien untuk
memenuhi personal
higiene secara
mandiri.
A : Masalah belum
teratasi
P : Intervensi
dilanjutkan
1 s/d 5

melakukan secara
mandiri, tapi beri
bantuan ketika klien
tidak mampu

melakukannya.
Ajarkan klien/
keluarga untuk
mendorong
kemandirian, untuk
memberikan
bantuan hanya jika
pasien tidak mampu
untuk

melakukannya.
Berikan aktivitas
rutin sehari- hari

sesuai kemampuan.
Pertimbangkan usia
klien jika mendorong
pelaksanaan
aktivitas sehari-hari.

dimiliki.
5. Menorong untuk
melakukan secara
mandiri, tapi beri
bantuan ketika klien
tidak mampu
melakukannya.
6. Mengajarkan klien/
keluarga untuk
mendorong
kemandirian, untuk
memberikan
bantuan hanya jika
pasien tidak
mampu untuk
melakukannya.
7. Memberikan
aktivitas rutin
sehari- hari sesuai
kemampuan.
8. Mempertimbangkan
usia klien jika
mendorong
pelaksanaan
aktivitas sehari-hari.