Anda di halaman 1dari 13

A.

Pendahuluan
Fosfor merupakan bahan makanan utama yang digunakan oleh semua organisme untuk
pertumbuhan dan sumber energi. Fosfor di dalam air laut, berada dalam bentuk senyawa organik
dan anorganik. Dalam bentuk senyawa organik, fosfor dapat berupa gula fosfat dan hasil
oksidasinya, nukloeprotein dan fosfo protein. Sedangkan dalam bentuk senyawa anorganik
meliputi ortofosfat dan polifosfat. Senyawa anorganik fosfat dalam air laut pada umumnya
berada dalam bentuk ion (orto) asam fosfat (H3PO4), dimana 10% sebagai ion fosfat dan 90%
dalam bentuk HPO42-. Fosfat merupakan unsur yang penting dalam pembentukan protein dan
membantu proses metabolisme sel suatu organisme (Hutagalung et al, 1997).
Di perairan, unsur fosfor tidak ditemukan dalam bentuk bebas sebagai elemen, melainkan
dalamm bentuk senyawa anorganik yang terlarut (ortofosfat dan polifosfat) dan senyawa organik
yang berupa partikulat. Fosfor berbentuk kompleks dengan ion besi dan kalsium pada kondisi
aerob, besifat tidak larut, dan mengendap pada sediment sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh
algae akuatik (Jeffries dan Mills, 1996).
Karena begitu pentingnya unsur fosfor dalam kehidupan, maka makalah ini dibuat untuk
membahas unsur fosfor secara mendetail.

B. Keberadaan Unsur Fosfor


Di perairan unsur fosfor tidak ditemukan dalam bentuk bebas sebagai elemen, melainkan dalam
bentuk senyawa anorganik yang terlarut (ortofosfat dan polifosfat) dan senyawa organik yang
berupa partikulat. Senyawa fosfor membentuk kompleks ion besi dan kalsium pada kondisi
aerob, bersifat tidak larut, dan mengendap pada sedimen sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh
algae akuatik (Jeffries dan Mill dalam Effendi 2003).
Fosfor merupakan bahan makanan utama yang digunakan oleh semua organisme untuk
pertumbuhan dan sumber energi. Fosfor di dalam air laut, berada dalam bentuk senyawa organik
dan anorganik. Dalam bentuk senyawa organik, fosfor dapat berupa gula fosfat dan hasil
oksidasinya, nukloeprotein dan fosfo protein. Sedangkan dalam bentuk senyawa anorganik
meliputi ortofosfat dan polifosfat. Senyawa anorganik fosfat dalam air laut pada umumnya
berada dalam bentuk ion (orto) asam fosfat (H 3PO4), dimana 10% sebagai ion fosfat dan 90%
dalam bentuk HPO42-. Fosfat merupakan unsur yang penting dalam pembentukan protein dan
membantu proses metabolisme sel suatu organisme (Hutagalung et al, 1997).
Sumber fosfat diperairan laut pada wilayah pesisir dan paparan benua adalah sungai. Karena
sungai membawa hanyutan sampah maupun sumber fosfat daratan lainnya, sehingga sumber
fosfat dimuara sungai lebih besar dari sekitarnya. Keberadaan fosfat di dalam air akan terurai

menjadi senyawa ionisasi, antara lain dalam bentuk ion H 2PO4-, HPO42-, PO43-. Fosfat diabsorpsi
oleh fitoplankton dan seterusnya masuk kedalam rantai makanan.
Senyawa fosfat dalam perairan berasal dari sumber alami seperti erosi tanah, buangan dari hewan
dan pelapukan tumbuhan, dan dari laut sendiri. Peningkatan kadar fosfat dalam air laut, akan
menyebabkan terjadinya ledakan populasi (blooming) fitoplankton yang akhirnya dapat
menyebabkan kematian ikan secara massal. Batas optimum fosfat untuk pertumbuhan plankton
adalah 0,27 5,51 mg/liter (Hutagalung et al, 1997).
Fosfat dalam air laut berbentuk ion fosfat. Ion fosfat dibutuhkan pada proses fotosintesis dan
proses lainnya dalam tumbuhan (bentuk ATP dan Nukleotid koenzim). Penyerapan dari fosfat
dapat berlangsung terus walaupun dalam keadaan gelap. Ortofosfat (H 3PO4) adalah bentuk fosfat
anorganik yang paling banyak terdapat dalam siklus fosfat. Distribusi bentuk yang beragam dari
fosfat di air laut dipengaruhi oleh proses biologi dan fisik. Dipermukaan air, fosfat di angkut oleh
fitoplankton sejak proses fotosintesis. Konsentrasi fosfat di atas 0,3 m akan menyebabkan
kecepatan pertumbuhan pada banyak spesies fitoplankton. Untuk konsentrasi dibawah 0,3 m
ada bagian sel yang cocok menghalangi dan sel fosfat kurang diproduksi.
Mungkin hal ini tidak akan terjadi di laut sejak NO3 selalu habis sebelum PO4 jatuh ke tingkat
yang kritis. Pada musim panas, permukaan air mendekati 50% seperti organik-P. Di laut dalam
kebanyakan P berbentuk inorganik. Di musim dingin hampir semua P adalah inorganik. Variasi di
perairan pantai terjadi karena proses upwelling dan kelimpahan fitoplankton. Pencampuran yang
terjadi dipermukaan pada musim dingin dapat disebabkan oleh bentuk linear di air dangkal.
Setelah musim dingin dan musim panas kelimpahan fosfat akan sangat berkurang.Fosfor
berperan dalam transfer energi di dalam sel, misalnya yang terdapat pada ATP (Adenosine
Triphospate) dan ADP (Adenosine Diphosphate).
Ortofosfat yang merupakan produk ionisasi dari asam ortofosfat adalah bentuk fosfor yang
paling sederhana di perairan . Ortofosfat merupakan bentuk fosfor yang dapat dimanfaatkan
secara langsung oleh tumbuhan akuatik, sedangkan polifosfat harus mengalami hidrolisis
membentuk ortofosfat terlebih dahulu sebelum dapat dimanfaatkan sebagai sumber fosfat.
Setelah masuk kedalam tumbuhan, misalnya fitoplankton, fosfat anorganik mengalami
perubahan menjadi organofosfat. Fosfat yang berikatan dengan ferri [Fe 2(PO4)3] bersifat tidak
larut dan mengendap didasar perairan. Pada saat terjadi kondisi anaerob, ion besi valensi tiga
(ferri) ini mengalami reduksi menjadi ion besi valensi dua (ferro) yang bersifat larut dan
melepaskan fosfat keperairan, sehingga meningkatkan keberadaan fosfat diperairan (Effendi
2003).
Studi tentang sirkulasi fosfor di lingkungan perairan laut merupakan perhatian di berbagai bidang
ilmu bidang ilmu. Dengan menggunakan 32P para peneliti menghasilkan kesimpulan umum
bahwa bahwa konsentrasi fosfor akan berubah karena fosfor merupakan salah satu zat yang
digunakan oleh fitoplankton dalam proses metabolisme. Damanhuri (1997) menyatakan bahwa

kadar fosfat akan semakin tinggi dengan menurnya kedalaman. Konsentrasi fosfat relatif konstan
pada perairan dalam biasanya terjadi pengendapan sehingga nutrien meningkat seiring dengan
waktu karena proses oksidasi f dan bahan organik. Adanya proses run off yang berasal dari
daratan akan mensuplai kadar fosfat pada lapisan permukaan, tetapi ini tidak terlalu besar.
Penambahan terbesar dari lapisan dalam melalui proses kenaikan masa air.
Fosfor muncul pada bagian yang beragam di dalam lingkungan bahari, beberapa muncul dalam
bentuk susunan organik seperti protein dan gula, beberapa juga muncul dalam bentuk kalsium
organik dan sebagian dalam bentuk inorganik dan partikel besi fosfat, lalu juga dalam bentuk
fosfat terlarut, walaupun fosfor muncul dalam konsentrasi dibawah nitrogen, tapi pada
kenyataanya fosfor dapat dengan mudah di buat atau tersedia di dalam atau tersedia di dalam
zona penetrasi cahaya yang mencegah fosfor menjadi faktor pembatas di dalam produktifitas
bahari.
Diperairan, bentuk unsur fosfor berubah secara terus menerus akibat proses dekomposisi dan
sintesis antara bentuk organik, dan bentuk anorganik yang dilakukan oleh mikroba. Semua
polifosfat mengalami hidrolisis membentuk ortofosfat. Perubahan ini bergantung pada suhu yang
mendekati titik didih, perubahan polifosfat menjadi ortofosfat berlangsung cepat. Kecepatan ini
meningkat dengan menurunnya nilai pH. Perubahan polifosfat menjadi ortofosfat pada air limbah
yang mengandung banyak bakteri lebih cepat dibandingkan dengan perubahan yang terjadi pada
air bersih.
Keberadaan fosfor diperairan alami biasanya relative kecil, dengan kaar yang lebih sedikit dari
pada kadar nitrogen. Fosfor tidak bersifat toksik bagi manusia, hewan, dan ikan. Keberadaan
fosfor secara berlebihan yang disertai dengan keberadaan nitrogen dapat menstimulir ledakan
pertumbuhan algae di perairan (algae bloom). Algae yang berlimpah ini dapat membentuk
lapisan pada permukaan air, yang selanjutnya dapat menghambat penetrasi oksigen dan cahaya
mathari sehingga kurang menguntungkan bagi ekosistem perairan. Pada saat perairan cukup
mengandung fosfor, algae mengakumulasi fosfor di dalam sel melebihi kebutuhannya. Fenomena
yang demikian dikenal istilah konsumsi berlebih (luxury consumption). Kelebihan fosfor yang
diserap akan dimanfaatkan pada saat perairan mengalami defisiensi fosfor, sehingga algae masih
dapat hidup untuk beberapa waktuselama periode kekeurangan pasokan fosfor (Effendi 2003)
Berdasarkan kadar fosfat total, perairan diklasifikasikan menjadi tiga yaitu: perairan dengan
tingkat kesuburan rendah yang memiliki kadar fosfat total berkisar antara 0 0.02 mg/liter;
perairan dengan tingkat kesuburan sedang memiliki kadar fosfat 0.021 0.05 mg/liter; dan
perairan dengan tingkat kesuburan tinggi, memiliki kadar fosfat total 0.051 0.1 mg/liter
(Effendi, 2003)
Pehitungan persen pada beragam bentuk fosfat di H2O, NaCl, air laut, seperti sebuah fungsi pada
pH. Di laut dalam ion fosfat bentuknya lebih penting (50% pada P= 1000 bar atau 10.000 m ).

H2PO4- bebas adalah lebih besar dengan persentase 49%, MgPO4-, 46%, dan 5%
CaHPO4.Sementara PO43- 27% seperti MgPO4- dan 73% seperti CaPO4.

C. Sifat Fisika dan Kimia Unsur Fosfor


a.

Sifat Fisika Unsur Fosfor

1.) Warna : tidak berwarna/merah/putih


2.) Wujud : padat
3.) Titik didih : 550 K (2770C)
4.) Titik leleh : 317,3 K (44,20C)
5.)

Massa jenis (fosfor merah) : 2,34 g/cm3

Massa jenis (fosfor putih) : 1,823 g/cm3


Massa jenis (fosfor hitam) : 2,609 g/cm3
6.)

Energi ionisasi (fosfor putih) : 1011,8 kj/mol

7.) Secara umum fosfor membentuk padatan putih yang lengket yang memiliki bau yang tak
enak tetapi ketika murni menjadi tak berwarna dan transparan
8.)

Fosfor putih mudah menguap dan larut dalam pelarut nonpolar benzena

9.)

Fosfor merah tidak larut dalam semua pelarut.

b.

Sifat Kimia Unsur Fosfor

1.) Fosfor putih bersifat sangat reaktif, memancarkan cahaya, mudah terbakar di udara,
beracun. Fosfor putih digunakan sebagai bahan baku pembuatan asam fosfat di industri.
2.) Fosfor merah bersifat tidak reaktif, kurang beracun. Fosfor merah digunakan sebagai bahan
campuran pembuatan pasir halus dan bidang gesek korek api.

D. Pembuatan/Teknik Ekstraksi

Pembuatan Fosfor

Fosfor diperoleh melalui reaksi batuan fosfat dengan batu bara dan pasir dalam pembakaran
listrik. Fosfor didistilasi dan terkondensasi di bawah air sebagai P4.

2Ca3(PO4)2 + 6SiO2 + 10C

P4 + 6CaSiO3 + 10CO

Reaksi Pada Fosfor

1.) Asam Fosfat :


Asam fosfat merupakan cairan kental tidak berwarna dan mudah larut dalam air. asam fosfat
dapat diperoleh dari reaksi antara fosfor putih dengan oksigen kemudian tambahkan air. berikut
reaksinya:

Selain dengan cara ini asam fosfat dapat diperoleh dari batu fosfat yang direaksikan dengan asam
sulfat pekat.

Selain itu, Asam fosfat dengan batu gamping akan membentuk dikalsium fosfat yang merupakan
bahan dasar pasta gigi dan makanan ternak.
Reaksi

sederhananya

Ca3 (PO4)2 +

sebagai

CaCO3 =====>

Ca

berikut:

HPO4 (dikalsium

fosfat)

Asam fosfat direaksikan dengan soda abu menghasilkan 3 produk dengan fungsi berbeda. Reaksi
sederhananya
sebagai
berikut
:
H3PO4 +

Soda

abu

1.
Sodium
tripoly
phosphate
----->
2.
Sodium
triotho
phosphate
3. Tetra sodium pyro phosphate ------> industri keramik.

2.)

======>
sebagai
----->

1,2,3.
bahan
detergent
pelembut
air

Fosforil Halida

Adalah X3PO, dimana X mungkin F, Cl atau Br. Salah satu yang terpenting adalah Cl 3PO, dapat
diperoleh dengan reaksi :

2PCl3 + O2

P4O10 + 6PCl5

2Cl3PO

10Cl3PO

3.) Trimetilfosfit
Mudah menjalankan isomerisasi spontan menjadi dimetilester dari asam metilfosfonat :

P(OCH3)3
Daur Fosfor

CH3PO(OCH3)2

Fosfor merupakan elemen penting dalam kehidupan karena semua makhluk hidup membutuhkan
fosfor dalam bentuk ATP (Adenosin Tri Fosfat), sebagai sumber energi untuk metabolisme sel.
Fosfor juga ditemukan sebagai komponen utama dalam pembentukan gigi dan tulang vertebrata.
Daur fosfor tidak melalui komponen atmosfer. Fosfor terdapat di alam dalam bentuk ion fosfat
(fosfor yang berikatan dengan oksigen). Ion fosfat terdapat dalam bebatuan. Adanya peristiwa
erosi dan pelapukan menyebabkan fosfat terbawa menuju sungai hingga laut membentuk
sedimen. Adanya pergerakan dasar bumi menyebabkan sedimen yang mengandung fosfat muncul
ke permukaan. Di darat tumbuhan mengambil fosfat yang terlarut dalam air tanah.
Herbivora mendapatkan fosfat dari tumbuhan yang dimakannya dan karnivora mendapatkan
fosfat dari herbivora yang dimakannya. Seluruh hewan mengeluarkan fosfat melalui urin dan
feses. Bakteri dan jamur mengurai bahan-bahan anorganik di dalam tanah lalu melepaskan fosfor
kemudian diambil oleh tumbuhan.

Daur fosfor tidak akan seribet daur nitrogen yang diposting sebelumnya. Fosfor sangat penting
bagi kehidupan. Sebagai fosfat, merupakan komponen DNA, RNA, ATP, dan juga fosfolipid
yang membentuk semua membran sel. Melihat hubungan antara fosfor dan kehidupan, fosfor
adalah unsur yang secara historis pertama kali diisolasi dari urin manusia, dan tulang abu
merupakan sumber fosfat penting pada awalnya. Kadar fosfat yang rendah batas penting untuk
pertumbuhan di beberapa sistem perairan.

Daur / siklus fosfor adalah proses yang tidak pernah berhenti mengenai perjalanan fosfor dari
lingkungan abiotik hingga dimanfaatkan dalam proses biologis. Berbeda dengan daur hidrologi,
daur karbon, dan daur nitrogen, daur fosfor tidak melalui komponen atmosfer. Fosfor terdapat di
alam dalam bentuk ion fosfat (fosfor yang berikatan dengan oksigen : H2PO4- dan HPO42-).
Ion fosfat banyak terdapat dalam bebatuan. Pengikisan dan pelapukan batuan membuat fosfat

larut dan terbawa menuju sungai sampai laut sehingga membentuk sedimen. Sedimen ini muncul
kembali ke permukaan karena adanya pergerakan dasar bumi.

Ion fosfat dapat memasuki air tanah sehingga tumbuhan dapat mengambil fosfat yang terlarut
melalui absorbsi yang dilakukan oleh akar. Dalam proses rantai makanan, Herbivora
mendapatkan fosfat dari tumbuhan yang dimakannya. Selanjutnya karnivora mendapatkan fosfat
dari herbivora yang dimakannya.

Fosfat dikeluarkan dari organisme melalui urin dan feses. Di sini para detrivor (bakteri dan
jamur) mengurai bahan-bahan anorganik di dalam tanah lalu melepaskan fosfor kemudian
diambil oleh tumbuhan atau mengendap. Daur fosfor mulai lagi dari sini.

Siklus fosfor lebih sederhana dibandingkan dengan siklus karbon atau siklus nitrogen. Siklus
fosfor tidak meliputi pergerakan melalui atmosfer, karena tidak ada gas yang mengandung fosfor
secara signifikan. Selain itu, fosfor hanya ditemukan dalam satu bentuk fosfat (P043-) anorganik
(pada air dan tanah) dan yang diserap oleh tumbuhan dan digunakan untuk sintesis organik.
Pelapukan bebatuan secara perlahan-lahan menambah fosfat ke dalam tanah.

Setelah produsen menggabungkan fosfor ke dalam molekul biologis, fosfor dipindahkan ke


konsumen dalam bentuk organic. Fosfat organik dari hewan dan tumbuhan yang mati diuraikan
oleh dekomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik. Fosfat anorganik yang terlarut di air tanah
atau air laut akan terkikis dan mengendap di sedimen laut. Oleh karena itu, fosfat banyak
terdapat di batu karang dan fosil. Fosfat dari batu dan fosil terkikis dan membentuk fosfat
anorganik terlarut di air tanah dan laut. Fosfat anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar
tumbuhan lagi. Siklus ini berulang terus menerus. Dengan demikian, sebagian besar fosfat
bersiklus ulang secara lokal di antara tanah, tumbuhan, dan konsumen atas dasar skala waktu
ekologis.

Fosfor sangat penting dan dibutuhkan oleh mahluk hidup tanpa adanya fosfor tidak mungkin ada
organic fosfor di dalam Adenosin trifosfat (ATP) Asam Dioksiribo nukleat (DNA) dan Asam
Ribonukleat(ARN) mikroorganisme membutuhkan fosfor untuk membentuk fosfor anorganik
dan akan mengubahnya menjadi organic fosfor yang dibutuhkan untuk menjadi organic fosfor
yang dibutuhkan, untuk metabolisme karbohidrat, lemak, dan asam nukleat.

Hewan tingkat rendah mendapatkan fosfor sebagai fosfor anorganik atau fosfor organic.

Daur fosfor terlihat akibat aliran air pada batu-batuan akan melarutkan bagian permukaan
mineral termasuk fosfor akan terbawa sebagai sedimentasi ke dasar laut dan akan dikembalikan
ke daratan. Burung laut mempunyai peran penting dalam proses ini, ia akan mengembalikan
fosfor dalam bentuk fosfat. Perubahan dari anorganik fosfat tidak larut (insoluble) ke fosfat
terlarut (soluble) merupakan aktivitas mikroorganisme yang mampu mengubah fosfor tidak larut
ke fosfat terlarut dapat di ketahui dengan metoda agar dengan menambahkan glukosa dan Ca3
(PO4).

E. Kegunaan dan Kerugian Unsur Fosfor


a.

Kegunaan

Fosfor sangat penting dan dibutuhkan oleh mahluk hidup tanpa adanya fosfor tidak mungkin ada
organik fosfor di dalam Adenosin trifosfat (ATP) Asam Dioksiribo nukleat (DNA) dan Asam
Ribonukleat (ARN) mikroorganisme membutuhkan fosfor untuk membentuk fosfor anorganik
dan akan mengubahnya menjadi organik fosfor yang dibutuhkan untuk menjadi organik fosfor
yang dibutuhkan, untuk metabolisme karbohidrat, lemak, dan asam nukleat.
Kegunaan fosfor yang terpenting adalah dalam pembuatan pupuk, bahan korek api, kembang
api, pestisida, odol, dan deterjen.
Kegunaan fosfor yang paling umum ialah pada ragaan tabung sinar katoda (CRT) dan
lampufluoresen, sementara fosfor dapat ditemukan pula pada berbagai jenis mainan yang dapat
berpendar dalam gelap (glow in the dark).
asam fosfor yang mengandung 70% 75% P 2O5, telah menjadi bahan penting pertanian dan
produksi tani lainnya.
Fosfor juga digunakan dalam memproduksi baja, perunggu fosfor, dan produk-produk lainnya.
Trisodium fosfat sangat penting sebagai agen pembersih, sebagai pelunak air, dan untuk menjaga
korosi pipa-pipa.

Fosfor juga merupakan bahan penting bagi sel-sel protoplasma, jaringan saraf dan tulang.
bahan tambahan dalam deterjen, bahan pembersih lantai dan insektisida. Selain itu fosfor
diaplikasikan pula pada LED (Light Emitting Diode) untuk menghasilkan cahaya putih.
Fosfor merupakan bahan makanan utama yang digunakan oleh semua organisme untuk energi
dan pertumbuhan
b.

Kerugian

Penyalahgunan fosfor menjadi Bom yang sangat mengerikan. Fosfor bom memiliki sifat utama
membakar. Menurut Ang Swee Chai, seorang perempuan, dokter ortopedis kelahiran Malaysia
yang juga seorang ahli medis. Dalam bukunya From Beirut to Jerusalem (Kuala Lumpur,
2002), zat fosfornya biasanya akan menempel di kulit, paru-paru, dan usus para korban selama
bertahun-tahun, terus membakar dan menghanguskan serta menyebabkan nyeri berkepanjangan.
Para korban bom ini akan mengeluarkan gas fosfor hingga nafas terakhir.
Ketika fosfor putih ditembakan atau dibakar udara maka akan bereaksi dengan oksigen
membentuk fosfor pentaoksida (P2O5). Walaupun fosfor berbahaya namun yang paling berbahaya
yaitu terletak pada proses pembakaran fosfor dan hasil pembakaran fosfor bukan pada
ledakannya.
Pembakaran fosfor di udara berlangsung sangat eksotermis yaitu menghasilkan suhu sekitar
800C. Suhu yang tinggi inilah yang akan merusak jaringan tubuh seperti luka bakar ketika
mengenai organ-organ tubuh. Sedangkan hasil pembakaran fosfor putih yaitu berupa P 2O5 dalam
bentuk asap. Asap yang dihasilkan sangat berbahaya karena selain beracun asap inipun bersifat
korosif atau dapat pula bereaksi dengan organ-organ tubuh manusia. Oleh sebab itu jika fosfor
ditembakan atau yang digunakan sebagai bom ketika terbakar akan merusak sebagian besar
jaringan tubuh. Misalnya jika mengenai mata maka akan menyebabkan kebutaan, jika dihirup
akan merusak kerongkongan bahkan paru-paru jika dalam jumlah yang lebih banyak, jika
mengenai kulit maka akan menyebabkan luka bakar dan akan lebih parah lagi jika terkena dalam
jumlah banyak.
F. Senyawa-Senyawa Paling Umum dengan Unsur Fosfor
Fosfor yang dapat dikonsumsi oleh tanaman adalah dalam bentuk fosfat, seperti diamonium
fosfat ((NH4)2HPO4) atau kalsium fosfat dihidrogen (Ca(H2PO4)2).
Trinatrium fosfat (Na3PO4), Seyawa fosfor anorganik yang biasa terdapat di perairan
Sumber
alami
fosfor
diperairan
adalah
pelapukan
batuan
mineral,
misalnya fluorapatite [Ca5-(PO4)3F], hydroxylapatite [Ca5-(PO4)3OH], strengire [Fe(PO4)2H2O],
whitlockite [Ca5-(PO4)2], danberlinite (AIPO4)

Senyawa anorganik fosfat dalam air laut pada umumnya berada dalam bentuk ion (orto)
asam fosfat (H3PO4), dimana 10% sebagai ion fosfat dan 90% dalam bentuk HPO 42-. Fosfat
merupakan unsur yang penting dalam pembentukan protein dan membantu proses metabolisme
sel suatu organisme.
Fluor-apatit

3 Ca3(PO4)2.CaF

Karbonato-apatit

3 Ca3(PO4)2.CaCO3

Hidroksi-apatit

3 Ca3(PO4)2.Ca(OH)2

Oksi-apatit

3 Ca3(PO4)2.CaO

Trikalsium-fosfat

Ca3(PO4)2

Dikalsium-fosfat

CaHPO4

Monokalsium-fosfat Ca(H2PO4)2

BAB III
PENUTUP

A.

Kesimpulan

1.
Fosfor merupakan unsur penting dalam makhluk hidup. Fosfor adalah unsur kimia yang
memilikilambang P dengan nomor atom 15.Fosfor berupa nonlogam, bervalensi banyak,
termasuk golongannitrogen
2.
Di perairan unsur fosfor tidak ditemukan dalam bentuk bebas sebagai elemen, melainkan
dalam bentuk senyawa anorganik yang terlarut (ortofosfat dan polifosfat) dan senyawa organik
yang berupa partikulat.
3.
Sifat fisikanya adalah Secara umum fosfor membentuk padatan putih yang lengket yang
memiliki bau yang tak enak tetapi ketika murni menjadi tak berwarna dan transparan. Dan sifat
kimianya yaitu fosfor ada yang bersifat reaktif/tidak reaktif, mudah terbakar, dan beracun.

4.
-Fosfor diperoleh melalui reaksi batuan fosfat dengan batu bara dan pasir dalam
pembakaran listrik. Fosfor didistilasi dan terkondensasi di bawah air sebagai P4.
2Ca3(PO4)2 + 6SiO2 + 10C

P4 + 6CaSiO3 + 10CO

5.
Kegunaan fosfor yang terpenting adalah dalam pembuatan pupuk, bahan korek api,
kembang api, pestisida, odol, dan deterjen. Kerugian dari fosfor adalah merusak jaringan tubuh
seperti luka bakar ketika mengenai organ-organ tubuh pada suhu yang tinggi.
6.
Senyawaan umum Fosfor adalah diamonium fosfat ((NH 4)2HPO4) atau kalsium fosfat
dihidrogen (Ca(H2PO4)2).

B.

Saran

Hati- hati dalam membakar Fosfor dengan suhu yang tinggi karena dapat menghasilkan asap
yang bersifat korosif dan akhirnya dapat merusak jaringan tubuh.
Disarankan memanfaatkan fosfor sebaik mungkin dan tidak menyalah gunakannya.

DAFTAR PUSTAKA

Effendi, Hefni. 2003. Telaah Kualitas Air. Yogyakarta : Kanisius


Hutagalung, Horas P, Deddy Setiapermana, dan Hadi Riyono. 1997. Metode Analisis Air Laut,
Sedimen, dan Biota. Jakarta : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Odum, Eugene P. 1993. Dasar Dasar Ekologi. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada
Sanusi, Harpasis. 2006. KIMIA LAUT Proses Fisik Kimia dan Interaksinya dengan Lingkungan.
Institut Pertanian Bogor : Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan
http://biologigonz.blogspot.com/2009/12/daur-phospor.html
http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/fosfor/
http:/anorganik/Fosfor Dan Bahaya Bom Fosfor chemistry for peace not for war.html
http:/anorganik/fosfat.html