Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

Sesuai dengan Kurikulum Pendidikan Jurusan Teknik Pertambangan Sekolah


Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta, mahasiswa Jurusan Teknik Pertambangan
diwajibkan untuk mengikuti mata kuliah Kuliah Lapangan I dengan kegiatan utama
adalah kunjungan ke beberapa industri pertambangan yang ada di Indonesia.
Kegiatan Kuliah Lapangan I ini berbobot 1 SKS.
Sejalan

dengan

perkembangan

dunia

industri,

khusunya

industri

pertambangan, Jurusan Teknik Pertambangan STTNAS berupaya memberi bekal


kepada mahasiswa sesuai dengan kebutuhan pasar, sehingga dapat menghasilkan
tenaga-tenaga Sarjana Teknik Pertambangan yang profesional.
Di dalam kegiatan Kuliah Lapangan I, mahasiswa diperkenalkan secara
langsung dengan kegiatan pertambangan, sehingga diharapkan dapat membantu
pemahaman mata kuliah Pengantar Teknologi Mineral yang telah ditempuh di
semester III.
1.2 Maksud dan Tujuan
Kuliah Lapangan I ini dimaksudkan untuk mengenalkan secara langsung
kepada mahasiswa tentang macam pekerjaan di perusahaan-perusahaan tambang,
sehingga mahasiswa mengetahui cara penggalian, pemuatan, pengangkutan,
pengolahan serta pemasaran beberapa jenis bahan galian.
Kegiatan ini juga memberikan gambaran secara langsung kepada mahasiswa
tentang pekerjaan sarjana tambang di lapangan, sehingga mereka dapat mementukan
sikap dalam menekuni pendidikan di bidang pertambangan. Dengan adanya kegiatan
ini, diharapkan mahasiswa dapat membandingkan antara teori-teori yang diperoleh di
bangku kuliah dengan keadaan - keadaan sebenarnya di lapangan, juga melatih dan
menumbuhkan jiwa persatuan dan kesatuan serta kerja sama di antara mahasiswa
dalam menghadapi persoalan.

1.3 Pelaksanaan Kegiatan


Kegiatan Kuliah Lapangan I 2014-2015 ini dilaksanakan pada bulan Februari
2015 dengan kunjungan ke unit pengolahan pasir silica di PT. Jara Silica Tuban,

Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

penambangan batugamping dan pembuatan semen di pabrik semen PT. Sinar Asia
Fortuna, Rembang.
Kuliah Lapangan I 2015 dilaksanakan pada bulan Februari dan dibagi
menjadi dua gelombang. Gelombang I dilaksanakan pada tanggal 16-18 Februari
2015 dan gelombang II dilaksanakan pada tanggal 23-25 Februari 2015.
1.4 Manfaat Kegiatan
1. Memperkenalkan dan memberikan gambaran secara langsung kepada
mahasiswa tentang berbagai macam pekerjaan di perusahaan - perusahaan
tambang.
2. Mengamati secara langsung cara penggalian, pemuatan, pengangkutan,
pengolahan, pemasaran, sampai dengan reklamasi untuk beberapa jenis bahan
galian sesuai dengan ilmu dan teori yang didapat dari perkuliahan.
3. Untuk mengetahui alat alat apa saja yang digunakan dalam kegiatan
eksplorasi dan eksploitasi khususnya untuk bahan galian batugamping dan
alat-alat yang digunakan dalam pengolahan pasir silica.
4. Membandingkan antara teori-teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan
keadaan sebenarnya di lapangan.

Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

BAB II
PENGOLAHAN PASIR KUARSA
DI PT. JARA SILICA TUBAN
Pasir kuarsa atau pasir silica, yang juga dikenal dengan nama pasir putih
umumnya berasal dari rombakan atau pelapukan batuan asal yang mengandung asam
dengan mineral utama kuarsa dan feldspar, seperti granit, granodiorit dan dasit.
Pasir kuarsa di dalam industri biasanya digunakan untuk bahan semen, kaca
lembaran, botol, pecah-belah, ename, dan abrasif. Sedangkan sebagai bahan baku
penolong (bahan cetakan), biasa digunakan dalam industri pengecoran logam.
2.1 Profil Singkat PT. Jara Silica
PT. Jara Silica terletak di Jl. Raya Semarang Km. 8 No. 222 Desa Jenu,
Tuban, Jawa Timur. Kabupaten Tuban adalah sebuah kabupaten di Jawa Timur,
Indonesia. Ibu kotanya berada di kota Tuban. Kabupaten Tuban terdiri dari 19
kecamatan yaitu: Bancar, Bangilan, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Kerek,
Merakurak, Montong, Palang, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Senori,
Singgahan, Soko, Tambakboyo, dan Widang. Sedangkan Kota Tuban sendiri terdiri
dari 17 kelurahan yaitu : Doromukti, Sidorejo, Kingking, Kebonsari, Mondokan,
Latsari, Sidomulyo, Karang Sari, Ronggomulyo, Baturetno, Sukolilo, Perbon,
Sendangharjo, Kutorejo, Karang, Gedongombo, dan Panyuran.
Luas wilayah Kabupaten Tuban 183.994.561 Ha, dan wilayah laut seluas
22.068 km2.Letak astronomi Kabupaten Tuban pada koordinat 111o 30' - 112o 35 BT
dan 6o 40' - 7o 18' LS.Panjang wilayah pantai 65 km. Ketinggian daratan di
Kabupaten Tuban bekisar antara 0 - 500 mdpl. Sebagian besar wilayah Kabupaten
Tuban beriklim kering dengan kondisi bervariasi dari agak kering sampai sangat
kering yang berada di 19 kecamatan, sedangkan yang beriklim agak basah berada
pada 1 kecamatan. Kabupaten Tuban berada pada jalur pantura dan pada deretan
pegunungan Kapur Utara. Pegunungan Kapur Utara di Tuban terbentang dari
Kecamatan Jatirogo sampai Kecamatan Widang, dan dari Kecamatan Merakurak
sampai Kecamatan Soko. Sedangkan wilayah laut, terbentang antara 5 Kecamatan,
yakni Kecamatan Bancar, Kecamatan Tambakboyo, Kecamatan Jenu, Kecamatan
Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

Tuban dan Kecamatan Palang. Kabupaten Tuban berada pada ujung Utara dan bagian
Barat Jawa Timur yang berada langsung di Perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah
atau antara Kabupaten Tuban dan Kabupaten Rembang. Tuban memiliki titik
terendah, yakni 0 m dpl yang berada di Jalur Pantura dan titik tertinggi 500 m yang
berada di Kecamatan Grabagan. Tuban juga dilalui oleh Sungai Bengawan Solo yang
mengalir dari Gresik menuju Solo.
2.2 Genesa Pasir Kuarsa
Pasir kuarsa atau pasir silica, yang juga dikenal dengan nama pasir putih
umumnya berasal dari rombakan atau pelapukan batuan asal yang bersifat asam
dengan mineral utama kuarsa dan feldspar, seperti granit , granodiorit dan dasit.
Pasir kuarsa dalam industri biasanya digunakan untuk bahan semen, kaca
lembaran, botol, pecah belah, ename, abrasif. Sedangkan sebagian bahan baku
penolong (bahan cetakan), biasa digunakan dalam industri pengecoran logam.
Batuan asam yang banyak mengandung mineral kuarsa dan feldspar
merupakan sebagai sumber utama bagi endapan pasir kuarsa. Mineral kuarsa yang
lebih mudah lapuk, akan melepaskan ikatan antar kristal kuarsa dan feldspar,
menghasilkan bahan residu mineral kuarsa. Hasil pelapukan ini kemudian tercuci
dan terbawa oleh air atau angin yang di endapkan di tepi-tepi sungai, danau atau laut.
Di alam, pasir kuarsa ditemukan dengan kemurnian yang bervariasi, tergantung pada
proses terbentuknya, disamping adanya mineral lain yang ikut dalam proses
pengendapan.
Pada umumnya senyawa pengotor tersebut terdiri atas oksida besi, oksida
kalsium, oksida alkali, oksida magnesium, lempung dan zat organik hasil pelapukan
sisa-sisa hewan dan tumbuhan. Material pengotor ini akan memberikan warna
tertentu pada pasir kuarsa, dan dengan warna tersebut dapat diperkirakan derajat
kemurniannya. Pasir kuarsa yang mempunyai kemurnian tinggi umumnya tak
berwarna (colorless) sampai keputihan.
2.3 Mineralogi
Secara umum, pasir kuarsa Indonesia mempunyai komposisi kimia sebagai
berikut :
Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

SiO2

: 55,30 99,89 %

FeO3 : 0,01 9,14 %


AlO

: 0,01 18,00 %

TiO

: 0,01 0,49 %

CaO

: 0,01 0,3,24 %

MgO : 0,001 0,26 %


KO

: 0,01 17,00 %

Sifat fisik mineral kuarsa (pasir kuarsa) antara lain :


Warna

: Bening keputihan atau warna lain tergantung


pengotornya.

Kekerasan

: 7 (skala mohs)

Specific Gravity

: 2,65

Titik Lebur

: 1715oC

Bentuk Kristal

: Hexagonal

2.4 Eksplorasi
Eksplorasi endapan pasir kuarsa dilakukan untuk menentukan letak,
penyebaran dan ketebalan melalui penyelidikan udara, pemetaan geologi, geofisika
(tahanan jenis, potensial diri, seismik) dan lain-lain.
Untuk ekplorasi rinci dapat dilakukan dengan melakukan pemboran, sumur
uji (test pit)atau kanal (trenches). Penyelidikan dilakukan untuk tempat yang berada
di lembah purba, sungai, danau atau laut. Hasil dari kegiatan ini antara lain berupa
conto pasir kuarsa untuk dianalisa guna menentukan kualitas endapan.
Perhitungan cadangan dapat dilakukan dengan perkalian antara luas sebaran
endapandengan rata-rata ketebalan. Rata-rata ketebalan dapat dihitung dari hasil
pemboran tangan, sumur uji atau parit uji, sedangkan luas penyebaran dapat dihitung
dengan menggunakan metode polygon atau triangular grouping.
2.5 Penambangan
Penambangan pasir kuarsa dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan
sederhana, peralatan mekanis ataupun dengan tambang semprot, tergantung pada
letak dan penyebaran endapan. Tahapan penambangan meliputi pengupasan lapisan
Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

tanah penutup, pembongkaran, pemuatan dan pengangkutan. Dalam penambangan


PT. Jara Silica Tuban, dulu perusahaan mempunyai lokasi penambangan sendiri
degan luas daerah yaitu 25 hektar di daerah Rembang, tetapi sekarang sudah tidak
beroperasi lagi. Namun perusahaan kini mengambil bahan galian dari beberapa
daerah yaitu dari daerah Desa Mulianget, Kecamatan Tambak Bayan Kabupaten
Tuban, kemudian dari daerah Kecamatan Montong dan Kecamatan Ngepon.
Perusahan memiliki Cut Of Grade (COG) untuk diolah yaitu 95 % ke atas.
2.5.1 Pengupasan
Pengupasan tanah penutup (overburden) bertujuan untuk menbersihkan tanah
penutup dengan endapan bahan galian, dalam pengupasan tanah penutup digunakan
peralatan mekanis yaitu dengan bulldozer. Selain dengan alat mekanis, pengupasan
juga menggunakan alat sederhana yaitu seperti cangkul, sekop, belincong dan lainlain.
2.5.2 Pembongkaran
Dalam kegiatan pembongkaran ini bertujuan untuk membebaskan bahan
galian dari batuan induk. Namun pada penambangan pasir kuarsa, umumnya
merupakan endapan lepas yang mudah dibongkar. Peralatan yang digunakan yaitu
alat mekanis maupun alat manual dan juga menggunakan tekanan air yang tinggi.
2.5.3 Pemuatan dan Pengangkutan
Pemuatan dan pengangkutan untuk PT. Jara Silica Tuban menggunakan
backhoe dan juga dump truck. Setalah dalam proses ini, bahan galian langsung
dibawa ke unit pengolahan yang berada di daerah Tuban Jawa Timur untuk diolah,
kemudian bahan galian yang sudah diolah dipasarkan ke beberapa konsumen dari PT.
Jara Silica Tuban.
2.6 Pengolahan
Proses pengolahan pasir kuarsa dapat dilakukan dengan bermacam cara,
sesuai spesifikasi yang diinginkan. Tahapan pengolahan yang umum antara lain
adalah: pencucian, pemisahan, pengecilan ukuran dan pengayakan, tetapi proses
pengolahan yang dilakukan di PT. Jara Silica dimulai dari memasukkan material
Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

dengan bantuan tenaga manusia untuk dinaikkan ke belt conveyor kemudian


dimasukkan ke silo guna untuk proses pemisahan, setelah proses pemisahan selesai
pasir silica diendapkan di tempat pengolahan selama tiga hari sebelum dilanjutkan ke
proses pengeringan guna untuk mengurangi kadar airnya.
Proses pengeringannya sendiri dapat dilakukan dengan cara pasir dimasukkan
ke silo yang ditambahkan dengan alat tambahan vibrator agar pasirnya dapat turun
dan masuk ke dalam tabung drying yang dipanaskan dengan menggunakan kompor
besar yang berbahan bakar solar, setelah proses pengeringan dilakukan kemudian
dilanjutkan ke proses pendinginan dan proses pemisahan di ukuran 80 mesh, setelah
dipisahkan kemudia dilakukan lagi ke proses pengayakan pasir yang tidak lolos di
ukuran 80 mesh menuju ke ukuran 60, 50, 40, 30, dan 10 mesh, baru kemudian
dilakukan proses pengepakan dan siap untuk dipasarkan.
Beberapa jenis peralatan dan kegunaan lebih rinci didalam pengolahan pasir
kuarsa antara lain :
a. Loader: Sebagai alat bantu penumpahan material ke hopper (sering kali
digantikan dengan tenaga manusia). (lihat gambar 2.1)

Gambar 2.1 Wheel Loader 300


Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

b. Hopper: Untuk penampungan sementara dan pengumpan ke unit


pencucian (classifier).

Gambar 2.2 Hopper


c. Rotary screen: Di gunakan untuk menyaring kotoran (rumput, akar dan
batu-batu) pada unit pencucian, atau untuk sizing. (lihat gambar 2.3)

Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

Gambar 2.3 Rotary screen


d. Classifier: Untuk mencuci pasir kuarsa , yang dilengkapi dengan screw.

Gambar 2.4 Classifier


e. Pompa dan pipa: Di gunakan untuk mengalirkan air, pulp (air + pasir
kuarsa) dan lumpur (lempung).
f. Rotary dryer: untuk mengeringkan pasir kuarsa dari unit pencucian.(lihat
gambar 2.5)
Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

10

Gambar 2.5 Rotary dryer


g. Screen: untuk memilah-milah pasir kuarsa sesuai ukuran yang
diinginkan.

Gambar 2.6 Screening


h. Belt conveyor dan bucket elevator: untuk mengangkut material padat atau
butiran. (lihat gambar 2.7)
Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

11

Gambar 2.7 Bucket Elevator


Kadang-kadang ukuran pasir kuarsa dari tempat penambangan dari hasil
pengayakan tidak selalu dapat memenuhi ukuran dari permintaan pasar, sehingga
diperlukan proses penggerusan (grinding).
2.7 Pemasaran
Pemasaran hasil pengolahan bahan galian pada PT. Jara Silica Tuban,
perusahaan memasarkan paling banyak ke beberapa daerah di pulau Jawa, terutama
pada industri otomotif yang berada di Daerah Istimewah Yogyakarta. Di mana bahan
pasir kuarsa ini digunakan untuk pembuatan kaca mobil, bahan baku semen, botol
dan lain-lain.

Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

12

BAB III
PENAMBANGAN BATUGAMPING
DI PT. SINAR ASIA FORTUNA
REMBANG
PT. Sinar Asia Fortuna bergerak dibidang usaha pertambangan batugamping,
dengan lokasi penambangan di wilayah Kecamatan Sale. Selama ini penambangan
PT. SAF dikirim ke perusahaan-perusahaan besar di Pulau Jawa. Hasil produksi
perusaahan sebagian besar digunakan untuk campuran bahan pembuatan kertas, pasta
gigi, dan kaca.
3.1 Profil Singkat PT. Sinar Asia Fortuna
PT.Sinar Asia Fortuna berada di desa Tahunan Kecamatan Sale Kabupaten
Rembang Provinsi Jawa Tengah. Surat izin Pertambangna Daerah dikeluarkan oleh
Gubernur Jawah Tengah no. 503/171/C/2004. Status Eksploitasi dengan luas 15,00
Ha.
PT. Sinar Asia Fortuna merupakan perusahaan penambangan batugamping
terbesar

dan

mempunyai

kelengkapan

data

yang

memadai

serta

tertip

administrasinya, dengan luas wilayah SIPD 84,5 Ha.


PT. Sinar Asia Fortuna merupakan salah satu anak perusahaan dari
perusahaan kertas PT. Tjiwi Kimia berlokasi di Jalan Raya Surabaya Mojokerto
Km.44 Kecamatan Tarik Kabupaten Siduarjo Provinsi Jawa Timur. PT. Sinar Asia
Fortuna merupakan salah satu perusahaan penambangan batugamping yang mulai
beroperasi sejak tahun 1995, berlokasi di Dusun Pancoran, Desa Tahunan,
Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawah Tengah, dengan letak
geografi pada garis meridian (111o3058-111o3031) BT dan (06o523006o5300) LS.
3.2 Bahan Galian Batugamping
Batugamping merupakan salah satu mineral industri yang banyak digunakan
oleh sektor industri ataupun konstruksi dan pertanian. Dalam industri semen,

Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

13

batugamping merupakan bahan utama (lebih dari 75%), disamping tanah liat dan
bahan-bahan lainnya.
Batugamping tersusun atas mineral kalsit (CaCO3) terbentuk dari sedimen
laut hasil dari sisa-sisa terumbu karang dan cangkang molluska, maupun dari proses
kimiawi.

Gambar 3.1 Bahan Galian Batugamping

3.3 Eksplorasi
Eksplorasi batugamping yang umum dikerjakan adalah untuk menghitung volume
cadangan dan mengetahui kualitas cadangan, sedangkan kegiatan awal berupa
pencarian endapan (prospeksi) umumnya jarang dilakukan, karena endapan
batugamping sudah diketahui keberadaannya dan mudah ditemukan. Tahapan
kegiatan eksplorasi antara lain dapat dilakukan sebagai berikut :
a. Pemetaan topografi.
b. Pengambilan contoh bongkahan.
c. Pemboran inti.
d. Analisa contoh (sifat fisik, mekanik, kimia) untuk mengetahui kualitas
sebagai dasar dalam menentukan spesifikasi bahan galian tersebut.
e. Perhitungan cadangan
Eksplorasi geofisika kadang-kadang juga dilakukan untuk menentukan
geometri endapan batugamping.Sebelum dilakukan pemboran inti.
Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

14

3.4 Penambangan
Kegiatan penambangan pada PT. Sinar Asia Fortuna digunakan metode
penambangan terbuka (Quarry) dengan sistem jenjang. Kegiatan awal panambangan
di PT. SAF ini meliputi kegiatan pembersihan lahan, pengupasan lapisan penutup,
baru kegiatan utama panambangan yang terdiri dari pembongkaran, pemuatan dan
pengangkutan, pengolahan dan diakhiri dengan kegiatan reklamasi perbaikan lahan
pasca tambang, PT. SAF memiliki hasil produksi 20000-60000 ton/hari. Dalam
proses penambangan, perusahaan menggunakan beberapa alat mekanis untuk
menunjang kegiatan penambangan ini, diantaranya bulldozer tipe Caterpillar D8N
dengan jumlah alat sebanyak 3 unit, backhoe tipe Hitachi 330 dan Kobelco 330,
Dumptruck Isuzu 120 PS Turbo Diesel, Toyota Dyna 130 HT Turbo Inter Cooler,
Crawler Rock Drilling PCR 200 dan kompresor.
3.4.1 Pembersihan Lahan (Land Clearing)
Tahapan pembersihan lahan (Land Clearing) merupakan tahapan awal dalam
proses penambangan, di mana kegiatan ini untuk memisahkan endapan dari pengotor
berupa tumbuh-tumbuhan dan beberapa pengotor lainnya, kegiatan pembersihan
lahan menggunakan alat mekanis berupa bulldozer. Karena kondisi daerah
penambangan merupakan daerah perbukitan, maka kegiatan pembersihan lahan
dimulai dari bagian atas. Selain itu dibuat juga lubang-lubang dengan maksud
apabila musim penghujan luncuran batuan akan tertampung pada lubang tersebut
sehingga batuan tidak masuk ke lahan-lahan pertanian di sekitar lokasi
penambangan.
3.4.2 Pengupasan Lapisan Penutup (Striping Overburden)
Kegiatan ini bermaksud untuk mengupas lapisan penutup sehingga
batugamping yang memenuhi syarat dapat di tambang dengan mudah. Lapisan
penutup ini dapat berupa tanah, batuan lapuk atau batugamping itu sendiri yang
menutupi bahan galian yang akan ditambang. Lapisan penutup di PT. Sinar Asia
Fortuna berupa batugamping keras dengan top soil yang sangat tipis di bagian atas
dan tidak menyeluruh. Selain untuk mendapatkan bahan galian batugamping yang
Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

15

memenuhi syarat, tanah penutup nantinya juga digunakan untuk mereklamasi lahan
bekas tambang.
Di PT. SAF ini, lapisan penutupnya berupa batugamping keras. Proses
pengupasannya dilakukan dengan bantuan hydraulic rock breaker.

Gambar 3.2. Hydraulic Rock Breaker

3.4.3 Pembongkaran (Loosening)


Proses pembongkaran merupakan kegiatan untuk melepaskan material dari
batuan asalnya agar material tersebut dapat lepas atau terbongkar sehingga mudah
untuk dilakukan penanganan selanjutnya.
Pembongkaran untuk batugamping yang keras atau keprus yang keras di PT.
SAF dilakukan dengan menggunakan hydraulic rock breaker, dulunya PT. SAF ini
sempat menggunakan metode peledakan untuk melepaskan material batugamping,
tujuan menggunakan metode peledakan ini karna biayanya cukup murah
dibandingkan menggunakan hydraulic rock breaker, tetapi sekarang PT. SAF hanya
menggunakan alat hydraulic rock breaker dengan pertimbangan dan penilainan
tersendiri. Sedangkan jenis batugamping yang lunak atau keprus yang lunak cukup
dengan menggunakan backhoe.
Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

16

3.4.4 Pemuatan (Loading)


Kegiatan pemuatan dilakukan setelah proses peledakan, dimana material
bahan galian semua telah terbebas dari batuan induk. Proses pemuatan sendiri
dilakukan dengan menggunakan alat mekanis berupa backhoe, dimana material
dimuat ke alat angkut berupa dump truck.
3.4.5 Pengangkutan(Hauling)
Kegiatan pemuatan pada PT. SAF menggunakan alat mekanis yaitu dump
truck, material yang dimuat oleh backhoe ke dump truck langsung dibawa ke tempat
penampung sementara atau stockyard. Material yang berada di stockyard nantinya
akan dilakukan pengecilan ukuran butir oleh mesin crhuser, setelah material
dikecilkan sesuai ukuran yang diinginkan, maka material tersebut dimuat ke dump
truck yang akan angkut menuju DEPO.
3.5. Pengolahan
Sebelum batugamping keprus diolah, biasanya dikeringkan terlebih dahulu
agar kandungan airnya menurun. Hal ini dilakukan karena jika batugamping dari
tambang langsung diremukan dengan jaw crusher akan mengalami kesulitan.
Pengolahan batugamping keprus dimaksudkan untuk mendapatkan ukuran dan
spesifikasi batugamping yang sesuai dengan permintaan pasar. Untuk saat ini PT.
SAF memproduksi batugamping ukuran 800 mesh dan 1200 mesh. (Catatan : mesh
adalah banyaknya lubang dalam satu inch panjang).
Jenis peralatan pengolahan yang digunakan di PT.SAF antara lain : jaw
crusher, hammer mill, grinder dan cyclone.
3.6 Produk dan Pemasaran
Batugamping banyak diperlukan untuk keperluan bahan bangunan. Dalam
industri, batugamping banyak digunakan dalam industri refraktori, tungku pemanas
atau tungku pencair, sebagai pengisi pada industi cat, industri kaca, kertas, bahan
pembuat semen, industri alkali, industri ban, industri keramik dan banyak lainnya.
3.7 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

17

Penerapan K3 pada front penambangan PT. SAF sangat kurang baik, dimana
para pekerja di front penambangan tidak mengguanakan alat pelindung diri (APD)
dengan lengkap. Para pekerja hanya memakai sepatu lapangan, tetapi pada standar
pelindung diri yang paling utama yaitu helmet, sepatu lapangan dan juga masker.
Tetapi pada kenyataannya di lapangan tidak diterapkan dengan baik.
3.8 Rekalamasi
Kegiatan reklamasi pada PT. Sinar Asia Fortuna berjalan dengan baik, dan ini
merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga lingkungan.
Untuk kegiatan reklamasi sendiri, perusahaan telah melakukannya dibeberapa daerah
tambang yang sudah tidak beroperasi lagi, luas daerah yang sudah direklamasi adalah
10 hektar.
Reklamasi bekas lahan pertambangan dilakukan dengan membuat lubanglubang galian ukuran 4 x 4 meter yang selanjutnya diisi dengan tanah yang
mengandung humus agar dapat ditanami dengan pohon-pohon. Sedangkan cekungancekungan yang cukup dalam ditimbun dengan lapisan penutup. Jenis tanaman yang
diguanakan untuk kegiatan reklamasi ini adalah tanaman primer dan sekunder.
Tanaman primer sendiri antara lain yaitu jati, gambelina, sengon, dan johar. Untuk
tanaman sekunder sendiri yaitu jagung yang ditanam oleh para masyarakat di sekitar.

Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

18

Pohon Akasia

Tanaman Jagung

Pohon Sengon

Pohon Jati

Gambar 3.3 Tanaman Untuk Reklamasi Lahan Bekas Tambang

Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

19

BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab-bab sebelumnya, dapat disimpulkan:
1.

PT. Sinar Asia Fortuna merupakan perusahaan yang bergerak di


bidang usaha penambangan batugamping. Proses penambangan
batugamping di perusahaan ini dilakukan dengan menggunakan
beberapa alat mekanis seperti backhoe, hydraulic rock breaker, dan
dump truck. Serta dilakukan juga kegiatan peledakan jika
diperlukan. Hasil dari kegiatan penambangan digunakan untuk
konsumsi perusahaan induk yakni PT. Tjiwi Kimia dan PT. Sinar
Mas yang bergerak dalam industri pembuatan kertas. Pada wilayah
yang telah selesai ditambang dilakukan kegiatan reklamasi yang
mayoritas menggunakan tanaman pohon jati.

2.

PT. Jara Silica Tuban adalah industri yang bergerak di bidang


pengolahan pasir silica. Proses pengolahan di perusahaan ini secara
garis besar yaitu pencucian, pemisahan, pengecilan ukuran, dan
pengayakan. Pasir hasil olahan kemudian dipasarkan sesuai dengan
spesifikasi ukuran permintaan konsumen. Biasanya digunakan
untuk industri otomotif dan pembuatan kaca.

4.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas dapat disarankan beberapa hal berikut:
1. Kegiatan operasi penambangan baik di PT. Sinar Asia Fortuna
maupun PT. Jara Silica tidak dilakukan sesuai SOP Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3). Sebaiknya lebih ditingkatkan lagi
kesadaran mengenai K3 baik dari para pegawai maupun
pengawasnya.
2. Perlu dilengkapi dan diterapkan penggunaan Alat Pelindung Diri
(APD) baik untuk karyawan maupun visitor tambang.
Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

20

3. Perlu ditingkatkan pertimbangan dari segi teknis, lingkungan, dan

hukum agar sesuai dengan pedoman Good Mining Practice. Jangan


hanya melihat dari segi ekonomis saja.

Furqan Mahmuda Busyra, Kuliah Lapangan I Tambang-2015

21