Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN PADA KASUS HARGA DIRI RENDAH

OLEH :
MelkianusUmbuDappa
NRP : 9103010031

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA
SURABAYA
2015

BAB 1
PENDAHULUAN

1.Pengertian kasus yang akan dikaji


Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang
berkepanjangan akibat evaluasi negative terhadap diri sendiri dan kemampuan diri
(Budi,2012)
Harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak dapat
bertanggung jawab pada kehidupannya sendiri.
2. Proses TerjadinyaMasalah
Konsep diri didefinisikan sebagai semua pikiran, keyakinan dan kepercayaan yang
membuat seseorang mengetahui tentang dirinya dan mempengaruhi hubungannya dengan
orang lain (Stuart &Sunden, 1995).Konsep diri tidak terbentuk sejak lahir namun dipelajari.
2.1.

RentangRespon

Responadaptif
Aktualis
asidiri

Konsepdiri

Responmaladaptif
Hargadirirenda

Kekacaua
nidentita

deperso
nalisasi

Salah
satukomponenkonsepdiriyaituhargadiridimanahargadiriadalahpenilaianindividutentangpenca
paiandiridenganmenganalisaseberapajauhperilakusesuaidengan

ideal

1999).Sedangkanhargadirirendahadalahmenolakdirinyasebagaisesuatu

diri

(Keliat,
yang

berhargadantidakbertanggungjawabataskehidupannyasendiri.Jikaindividuseringgagalmakace

nderunghargadirirendah.Hargadirirendahjikakehilangankasihsayangdanpenghargaan
lain.

Hargadiridiperolehdaridirisendiridan

orang

orang
lain,

aspekutamaadalahditerimadanmenerimapenghargaandari orang lain.


Gangguanhargadiriatauhargadirirendahdapatterjadisecara:
1. Situasional, yaituterjadi trauma yang tibatiba, misalharusoperasi, kecelakaan,
diceraisuami,

putussekolah,

putushubugankerjadll.

dirawatdapatterjadihargadirirendahkarena

privacy

:pemeriksaanfisik

pemasanganalat

yang

sembarangan,

Padapasien

yang

yang

kurangdiperhatikan
yang

tidaksopani

(pemasangankateter, pemeriksaanpemeriksaan perianal dll.), harapanakanstruktur,


bentukdanfungsitubuh

yang

tidaktercapaikarena

di

rawat/sakit/penyakit,

perlakuanpetugas yang tidakmenghargai.


2. Kronik, yaituperasaannegatifterhadapdiritelahberlangsung lama
2.2.

FaktorPredisposisi
Faktor- faktor yang mempengaruhihargadirirendahmeliputi :

1.

Faktorpredisposisigangguancitratubuh
1) Kehilanganataukerusakanbagiantubuh (anatomidanfungsi)
2) Perubahanukuran, bentukdanpenampilantubuh
(akibatpertumbuhandanperkembanganataupenyakit)
3) Proses patologikpenyakitdandampaknyaterhadapstrukturmaupunfungsitubuh
4) Prosedurpengobatansepertiradiasi, kemoterpi, transplantasi
2.

Faktorpredisposisigangguanhargadiri
1) Penolakandari orang lain
2) Kurangpenghargaan
3) Polaasuh yang salah : terlaludilarang, terlaludikontrol, terlaludituruti,
terlaludituntutdantidakkonsisten

4) Persainganantarsaudara
5) Kesalahandankegagalan yang berulang
6) Tidakmampumencapaistandar yang ditentukan
3.

Faktorpredisposisigangguanperan
1) Transisiperan yang seringterjadipada proses perkembangan,
perubahansituasidankeadaansehatsakit
2) Keteganganperan, ketikaindividumenghadapiduaharapan yang
bertentangansecaraterusmenerus yang tidakterpenuhi
3) Keraguanperan, ketikaindividukurangpengetahuannyatentangharapanperan
yang spesifikdanbingungtentangtingkahlakuperan yang sesuai
4) Peran yang terlalubanyak

4.

Faktorpredisposisigangguanidentitasdiri
1) Ketidakpercayaan orang tuapadaanak
2) Tekanandaritemansebaya
3) Perubahandaristruktur social

2.3.

FaktorPresipitasi
Faktorpencetusterjadinyagangguankonsepdiribisatimbuldarisumber internal
maupuneksternalklien, yaitu :
a. Trauma, sepertipenganiayaanseksualdanpsikologisataumenyaksikankejadian yang
mengancamkehidupannya.
b. Keteganganperan, berhubungandenganperanatauposisi yang diharapkandimanaindividu
mengalaminyasebagaifrustasi, adatigajenistransisiperan :
c. Transisiperanperkembanganadalahperubahan normative yang berkaitandengan
pertumbuhan.
Perubahaninitermasuktahapperkembangandalamkehidupanindividuataukeluargadannor
ma-normabudaya, nilai-nilaidantekananpenyesuaiandiri.

d.
e.

Transisiperansituasiterjadidenganbertambahnyaatauberkurangnyaanggotakeluarga
melaluikelahiranataukematian.
Transisiperansehatsakitsebagaiakibatpergeserandarikeadaansehatkekeadaansakit.
Transisiinimungkindicetuskanoleh :Kehilanganbagiantubuh. Perubahanbentuk, ukuran,
panampilan,
danfungsitubuh.Perubahanfisikberhubungandengantumbuhkembangnormal.Prosedurme
diskeperawatan.

2.4.

TandadanGejala
1) Perasaan yang negatifterhadapdirisendiri
2) Hilangnyapercayadiridanhargadiri
3) Merasagagalmencapaikeinginan
4) Mengkritikdirisendiri
5) Penurunanproduktivitas
6) Destruktif yang diarahkanpada orang lain
7) Perasaantidakmampu
8) Mudahtersinggung
9) Menarikdirisecara social.

2.5.

Mekanismekopingindividudanataukeluarga
JangkaPendek :
1)

Kegiatan yang dilakukan untuk lari sementara dari krisis : Pemakaian obat obatan,

kerja keras, nonton TV terus menerus.


2)

Kegiatan mengganti identitas sementara (Ikut kelompok sosial, keagamaan, politik).

3)

Kegiatan yang memberi dukungan sementara (Kompetisi olah raga kontes popularitas).

4)

Kegiatanmencobamenghilangkanidentitassementara (Penyalahgunaanobat).

JangkaPanjang :
1)

Menutupidentitas

2)

Identitas negatif : Asumsi yang bertentangan dengan nilai dan harapan masyaraka

3.Rumusan Diagnose Keperawatan


Diagnosa keperawatan adalah suatu pernyataan gangguan status kesehatan jiwa klien baik
aktual maupun potensial yang dapat dipecahkan atau diubah melalui tindakan keperawatan
yang dilakukan didalam diagnosa keperawatan terdapat pernyataan respon klien dimana
perawat bertanggung jawab dan mampu mengatasinya (Gaffar, L. J, 1997).
Diagnosa keperawatan yang diangkat berdasarkan pohon masalah adalah :
a)

HargaDiriRendah

b)

Koping Individu Tidak Efektif

c)

IsolasiSosial

4.Rencana TindakanKeperawatan (Hasil yang diharapkan)


DiagnosaKeperawatan I
Harga Diri Rendah Kronis
Tujuan

: Klien dapat membina hubungan saling percaya

Kriteria Evaluasi
1.1 Ekspresi wajah bersahabat
1.2 Ada kontak mata
1.3 Mau berjabat tangan
1.4 Mau menyebutkan nama
1.5 Mau duduk berdampingan dengan perawat
1.6 Mau mengutarakan masalah yang dihadapi
Intervensi :
1.1.1 Sapa ramahklien (verbal, non verbal)
1.1.2 Perkenalandiridengansopan
1.1.3 Tanya nama lengkapklien dan nama panggilan yang disukaiklien

1.1.4 Jelaskantujuanpertemuan
1.1.5 Jujur, menepatijanji
1.1.6 Tunjukkansikapempati dan menerimaklienapaadanya
1.1.7 Beri klien perhatian dan perhatikan kebutuhan dasar klien
Tujuan

: Klien Dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang di miliki

Kriteria evaluasi :
2.1 Kemampuan yang dimiliki klien
2.2 Aspek positif keluarga
2.3 Aspek positif lingkungan yang dimiliki klien
Intervensi :
2.1.1 Diskusikan kemampaun dan aspek positif yang dimiliki klien
2.1.2 Setiap bertemu klien, hindarkan memberi penilaian yang negatif
2.1.3 Utamakan memberi pujian yang realistik
Tujuan

: Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan

Kriteria evaluasi :
3.1 Klien menilai kemampuan yang dapat digunakan
Intervensi :
3.1.1 Diskusikan dengan klien kemampian yang masih dapat di gunakan selama sakit
3.1.2 Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan penggunaannya
Tujuan

: Klien dapat menetapkan/ merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan

yang di miliki
Kriteria Evaluasi :
4.1 Klien dapat membuat rencana kegiatan harian
Intervensi:
4.1.1 Rencanakan bersama klien aktifitas yang dapat di lakukan setiap hari sesuai
kemampuan : Kegiatan mandiri, kegiatan dengan bantuan sebagian, kegiatan yang
membutuhkan bantuan total
4.1.2 Tingkatkan kegiatan yang sesuai dengan toleransi kondisi klien
4.1.3 Beri contoh cara pelaksanan kegiatan yang boleh di lakukan
Tujuan

: Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya

Kriteria Evaluasi:

5.1 Klien melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya


Intervensi :
5.1.1 Beri kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah di rencanakan
5.1.2 Beri pujian atas keberhasilan klien
5.1.3 Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah
Tujuan

: Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada dikeluarga.

Kriteria Evaluasi :
6.1 Kilen memanfaatkan sistem pendukung yang ada dikeluarga
Intervensi :
6.1.1 Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien dengan Harga
Diri Rendah.
6.1.2 Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat.
6.1.3 Bantu keluarga menyiapkan lingkungan dirumah.