Anda di halaman 1dari 3

ES- Chapter 8- Measuring and Managing Life Cycle Cost

Name : Tri Suci Rahayu


ID

: 12/330808/EK/18973

Mengelola produk selama siklus hidupnya. Perusahaan tidak selalu meningkatkan


profitabilitasnya dari produk yang telah ada, tetapi perusahaan akan berinovasi
untuk menciptakan produk baru. Perusahaan yang secara terus menerus
membawa produk baru ke pasar harus memperhatikan tentang dampak
lingkungan dari inovasi seperti pelanggan yang membuang produk usang, polusi
termasuk dampak dari ekstraksi bahan baku, konsumsi energi, barang sisa,
recycle. Semua biaya itu disebut TLCC (Total Life Cycle Cost) yaitu pendekatan
perusahaan untuk memahami semua biaya sejak desain produk dan
pengembangannya. TLCC terintegrasi antar fungsi organisasi.
Tahap R& D dan Engineering. Terdiri dari tiga tahap yaitu penelitian pasar, desain
produk, dan pengembangan produk. Hampir 80-85% dari TLCC berasal dari
keputusan yang dihasilkan oleh tahap ini.
Tahap manufacturing. Dalam tahap ini sulit untuk mereduksi TLCC karena
keputusan telah dibuat pada tahap R&D.
Tahap Servise setelah penjualan terjadi. Terdiri dari tiga tahap yaitu tahap
peningkatan penjualan, tahap puncak pelayanan, dan tahap service maturity.
Target Costing dikembangkan oleh engineer dari Jepang pada tahun 1960. Target
Costing membantu manajer dalam mendesain produk baru yang memenuhi
ekspektasi pelanggan dan diproduksi dengan biaya yang telah ditentukan.
Target costing penting untuk reduksi biyaa selama tahap desain produk dan
membantu mengendalian TLCC. Karakter dari Target costing ada dua yaitu cross
functional product team yaitu tim berasal dari fungsi yang berbeda baik dari
internal maupun eksternal perusahaan. SCM atau Supply Chain Management
membantu perusahaan mengelola sistem pengadaan barang dan bekerja sama
dengan supplier untuk mereduksi biaya misalnya dengan long-term relationship.

Caranya yaitu dengan :


1. Cost Analysis
a. Daftar komponen produk dan fungsi
b. Estimasi biaya (cost break down)
c. Kepentingan permintaan pelanggan (rank)
d. Hubungkan feature dengan fungsi (QDF matrix)
e. Rank fungsi
2. Aktivitas Value Engineering
Engineer akan menganalisis fungsi dan komponen produk untuk dapat
mereduksi biaya tanpa menghilangkan performa dan kualitas dari produk
a. Identifikasi komponen untuk mereduksi biaya menggunakan value
index untuk menentukan optimal value zone
b. Membuat ide untuk mereduksi kos melalui tahap brainstorming dll.
Perhatian dalam target costing yaitu target costing sulit dicapai ketika
berhadapan dengan tujuan perusahaan secara keseluruhan. Faktor yang
membuat sulit tercapainya target costing :
1. Kesalahan dalam
management.

memahami

konsep

target

costing

oleh

senior

2. Impelemntasinya kurang baik


3. Stress dari karyawan karena harus membuat produk dengan target biaya
tertentu
4. Waktu pengembangan relatif lama

BET (Break Even Time) yaitu metrika atau ukuran untuk mengukur proses
pengembangan suatu produk. BET yaitu berapa lama waktu yang dibutuhkan
agar profit yang didapatkan dapat membayar kembali (pay back) initial
investment.
Pengukuran inovasi (non
menggunakan metrik BET.

financial))

BSC

(Balance

Score

Card)

yaitu

Enviromental costing merupakan salah satu caranya dengan memilih supplier


dengan praktik yang ramah lingkungan.
Prakteknya menggunakan ABC (Activity Based Costing) untuk membebankan
biaya lingkungan kepada produk.
Biaya lingkungan terdiri dari :
1. Biaya eksplisit : biaya langsung seperti biaya disposal, clean up.
2. Biaya implisit : biaya infrastruktu yang dibutuhkan untuk mengawasi isu
lingkungan. Contohnya : biaya pendidikan karyawan tentang lingkungan.