Anda di halaman 1dari 22

Pendekatan Kualitatif untuk

Penelitian Perilaku
dr. Hadi Sarosa, M.Kes

Mana Ekspresinya ???

PENELITIAN

PENDEKATAN
KWANTITATIF

PENDEKATAN
KWALITATIF
FENOMENA
PENGUKURAN
ALAT UKUR BAKU
ANGKA

MENCARI
HUKUM-HUKUM
UMUM

BAGAIMANA MENGUKUR
KERESAHAN
KEBOSANAN
RASA PERCAYA DIRI

SUBYEKTIVITAS
MANUSIA
SECARA UTUH

Paradigma Ilmu Pengetahuan


Paradigma : suatu set pernyataan yang
menerangkan bagaimana dunia dan kehidupan
dipersepsikan
Teori : suatu set pernyataan yang sistematis dan
saling berkaitan, yang dikembangkan (biasanya
melalui penelitian) untuk menjelaskan gejala
khusus tertentu
Paradigma Teori.
Teori dapat didefinisikan secara berbeda oleh
peneliti dengan latar belakang paradigma yang
berbeda

Paradigma Ilmu Pengetahuan


2 Paradigma besar yang mendasari
perkembangan ilmu pengetahuan : paradigma
positivistik dan paradigma interpretif
Pendekatan kuantitatif dekat dengan asumsiasumsi positivistik, sementara pendekatan
kualitatif dekat dengan cara berfikir kelompok
interpretif/fenomenologis
Pendekatan kuantitatif maupun kualitatif
mempunyai kekuatan dan kelemahan

Paradigma Positivistik mendasari


Pendekatan Kuantitatif
Realitas sesuatu yang obyektif, sederhana,
positif, dipersepsikan melalui indera, seragam
Ilmu alam dan ilmu sosial memiliki dasar logika
yang serupa, karena ilmu alam/fisik telah
mampu membuktikan pengembangan ilmu
Fakta harus dipisahkan dari nilai
Metafisik, penalaran filosofi dan spekulasi
hanyalah ilusi yang tidak mampu dibuktikan
Eksplanasi dibatasi pada gejala positif (yang
memang ada/tampil)
Deduktif

Paradigma Interpretif mendasari


Pendekatan Kualitatif
Fenomena sosial tidak berada di luar individu,
tetapi berada dalam benak (interpretasi) individu
Keterlibatan peneliti menjadi penting
Kondisi obyektif hanyalah ilusi, standarisasi dapat
mengarah diubahnya dunia sosial menjadi dunia
artifisial
Kwantitatif sering gagal membedakan penampilan
luar dengan esensi peristiwa-peristiwa sosial
Pengunaan hipotesis dapat menjadi problematis
karena hal tersebut akan menentukan secara kaku
arah penelitian, menghalangi munculnya
pertanyaan atau jawaban yang berbeda dan tidak
terpikir sebelumnya

Perbedaan Pendekatan
Kualitatif

Mendasarkan pada
kekuatan narasi

Studi dalam situasi


alamiah

Kontak langsung di
lapangan

Cara berfikir induktif,


eksplorasi

Perspektif holistik

Perspektif
perkembangan, dinamis

Kuantitatif

Mendasarkan diri pada


angka

Mengambil jarak dari


situasi alamiah

Menjaga jarak dari yang


diteliti

Cara berfikir deduktif

Reduktif

Menekankan keajegan,
statis, mekanistik

Perbedaan Pendekatan
Kualitatif

Orientasi kasus unik


Cara memperoleh data :
netral-empatis
Ada fleksibilitas desain
Sirkuler
Peneliti instrumen kunci

Kuantitatif

Orientasi universalitas,
generalisasi
Menjaga objektifitas
dengan menerapkan
jarak dan aturan ketat
Desain tegas ditentukan
dari awal
Linier
Peneliti salah satu aspek
dari banyak aspek yang
lain

Perbedaan Kualitatif dan Kuantitatif


Berkenaan dengan Pengembangan Teori
Kuantitatif

Kualitatif

Logika teori

deduktif

induktif

Pengembangan teori

Mulai dari teori

Mulai dari realitas

Verifikasi

Berlangsung setelah
Pengumpulan data,
proses membangun teori analisis dan verifikasi
selesai
teori berjalan bersama

Konsep

Didefinisikan tegas
sebelum penelitian mulai

Konsep-konsep
luwes/tidak baku, untuk
orientasi dan sensitisasi

Generalisasi

Generalisasi induktif

Generalisasi
analitis/eksemplar

Penentuan Subyek dan Sumber Data


Pada Pendekatan Kualitatif
Diarahkan tidak pada jumlah sampel yang besar,
melainkan pada kasus-kasus tipikal sesuai kekhususan
masalah penelitian
Tidak ditentukan secara kaku sejak awal, tetapi dapat
berubah baik dalam jumlah maupun karakteristik
sampelnya sesuai dengan pemahaman konseptual yang
berkembang dalam penelitian
Tidak diarahkan pada keterwakilan (dalam arti
jumlah/peristiwa acak) melainkan pada kecocokan
konteks
Desain dan metode pengambilan data dapat diubah dan
disesuaikan dengan konteks dan setting saat penelitian
berlangsung

Gerakan Spiral Penelitian Kualitatif

ide

Teori

Desain

Pengumpulan
data

Analisis

Temuan

Prosedur Penentuan Subyek


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Pengambilan sampel ekstrim atau menyimpang


Pengambilan sampel terfokus pada intensitas
Pengambilan sampel dengan variasi maksimal
Pengambilan sampel homogen
Pengambilan sampel kasus tipikal
Pengambilan sampel purposif yang terstratifikasi
Pengambilan sampel kritikal
Pengambilan sampel bola salju
Pengambilan sampel dengan kriteria tertentu
Pengambilan sampel berdasarkan teori atau
berdasarkan konstruk operasional

Tipe Penelitian
1.
2.
3.
4.
5.

tipe,diskusi kelompok terfokus


Studi kasus
Etnografi
Penelitian partisipatoris
Metode-metode Unobtrusive/tidak reaktif

Studi Kasus
Kasus dapat berupa individu, kelompok, peran, organisasi,
komunitas atau bangsa dapat berupa keputusan,
kebijakan, proses.

Studi kasus intrinsik


Penelitian dilakukan oleh karena ketertarikan pada kasus khusus,
untuk memahaminya secara utuh tanpa harus dimaksudkan untuk
menghasilkan konsep-konsep/teori ataupun upaya generalisasi

Studi kasus instrumental


Penelitian pada kasus unik tertentu, dilakukan untuk memahami isu
dengan lebih baik, juga untuk mengembangkan, memperhalus teori

Studi kasus kolektif


Studi kasus instrumental yang diperluas

Pengumpulan data : observasi, wawancara, studi dokumen


/ karya / produk tertentu yang terkait dengan kasus
Contoh :

Studi kasus pada keluarga yang anggota-anggotanya mengalami


ketergantungan NAPZA
Studi kasus masyarakat pemulung asal kerawang di bantar gebang

Etnografi
1. Peran sentral budaya dalam memahami cara
hidup kelompok yang diteliti
2. Kata, tindakan, produk budaya merupakan
tanda merepresentasikan makna tertentu.
3. Budaya diartikan keseluruhan tingkah laku,
yaitu
1.

2.

Standart/sistem untuk mempersepsi, meyakini,


mengevaluasi dan bertindak
Atura-aturan dan simbul-simbul dalam pola
hubungan dan interpretasi

Penelitian Partisipatoris
Dilatar belakngi oleh ketidak puasan
terhadap pendekatan penelitian
konvensional serta bentuk pembangunan
atau pengembangan masyarakat yang
top down

Metode Unobtrusive (Tidak Reaktif)


Peneliti tidak bertanya atau melakukan sesuatu
untuk mendapatkan respon individu atau
kelompok yang diteliti
Data unobtrusive

Jejak-jejak fisik
Erosi : penghilangan yang menunjukan gejala tertentu
Akresi : akumulasi bukti-bukti fisik mengidentikasikan
perilaku tertentu

Arsip/dokumen
Arsip resmi
Arsip pribadi

Metode Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data

Analisis dan Interpretasi


Untuk mempresentasikan data observasi seefektif
mungkin sesuai dengan tujuan penelitian, beberapa
pilihan perlu dipertimbangankan

Mempresentasikan secara kronologis peristiwa yang


diamati, mulai awal hingga akhir
Mempresentasikan insiden-insiden kritis / peristiwa kunci
berdasarkan urutan kepentingan insiden
Mendriskripsikan setiap tempat, setting dan atau lokasi
yang berbeda sebelum mempresentasikan gambaran dan
pola umum
Memfokus analisis dan presentasi pada individu/kelompok
Mengorganisasi data dengan menjelaskan proses-proses
yang terjadi (proses seleksi, proses pengambilan
keputusan, proses komunikasi, dll)
Menfokus pengamatan pada isu kunci, yang diperkirakan
akan sejalan dengan upaya menjawab pertanyaan primer
penelitian

Validitas
Kualitatif

Validitas kumulatif

Kuantitatif

Studi-studi lain dengantopik


yang sama menunjukan hasil
yang kurang lebih sama

Validitas argumentatif
Presentasi temuan dan
kesimpulan dapat diikuti dengan
baik rasionalnya serta dapat
dibuktikan dengan melihat
kembali data mentahnya

Validitas komunikatif
Dikonfirmasikan kembali data
dan analisisnya pada responden
peneliti

Validitas ekologi
Sejauh mana studi dilakukan
pada kondisi alamiah dari
partisipan yang diteliti

Validitas Interna
benarkah temuan studi ? (
kebenaran, akurasi dan
ketepatan data)

Validitas Eksterna
Penerapan dan generalisasi

Reliabilitas
Konsistensi dan replikasi

Objektivitas dan netralitas