Anda di halaman 1dari 3

Pembahasan

Pada paktikum pemeliharaan tanaman menghasilkan dilakukan pemupukan, pembersihan


gulma, dan sanitasi terhadap dua pohon kelapa sawit. Sebelum dilakukan pemupukan, dilakukan
penyiangan gulma terlebih dahulu di area circle weeding dengan jari-jari 2 m. Pengendalian
gulma di sekitar piringan kelapa sawit dilakukan agar pupuk yang diberikan tidak diserap oleh
gulma sehingga pemupukan akan lebih efisien. Pengendalian dilakukan secara manual
menggunakan cangkul.

Pemupukan yang dilakukan pada fase TM untuk peningkatan

pertumbuhan generatif atau produksi.


Pemupukan dapat efisien jika menerapkan azas 5 tepat, yaitu tepat dosis, tepat tempat,
tepat cara, tepat waktu dan tepat jenis. Kegiatan pemupukan pada TM yang telah dilakukan
menggunakan pupuk urea 350 g, KCl 750 g, SP-36 600 g, dan kiserit 750 g. Pemberian pupuk
yang efektif adalah ketika keadaan tanah lembab tetapi tidak tergenang.Pada umumnya
pemupukan dilakukan dua kali dalam setahun pada bulan Maret sampai April ketika akhir musim
hujan dan Agustus sampai September pada awal musim hujan. Pemupukan dilakukan pada awal
dan akhir musim hujan agar air tersedia dalam jumlah cukup dan tidak berlebih sehingga tanah
lembab tetapi tidak tergenang. Tanaman menyerap hara dalam bentuk larutan tanah, jadi air
diperlukan untuk melarutkan hara pada pupuk sehingga tersedia bagi tanaman sawit. Pupuk larut
dan cepat diserap tanaman jika kapasitas lapang sebesar 75% . Pupuk diaplikasikan dengan cara
disebar pada sekeliling pokok tanaman.
Selain pemupukan dan pembersihan gulma kegiatan pemeliharaan yang dilakukan adalah
sanitasi. Saitasi merupakan kegiatan pembuangan pelepah-pelepah yang sudah mati. Selain
pelepah yang disanitasi, dalam praktikum juga dilakukan sanitasi buah yang sudah busuk agar
tidak menjadi inokulan penyakit pada buah lainnya. Sanitasi bertujuan untuk mempermudah
kegiatan panen, pengamatan buah matang, penyerbukan alami, pemasukan cahaya dan sirkulasi
angin, mencegah brondolan buah tersangkut di pelepah dan sanitasi. Selain itu berdasarkan

konsep sink and source penunasan berfungsi mengurangi jumlah sink (karena pelepah
negatif) sehingga zat hara dapat disalurkan ke bagian lain yang lebih produkti. Penunasan ini
dilakukan menggunakan alat dodos. Pelepah daun yang sudah ditunas kemudian diletakkan pada
gawangan mati.
Kegiatan pemupukan, pembesihan gulma dan penunasan pada TM kelapa sawit yang
dilakukan oleh kelompok kami berlangsung selama 55 menit. Jumlah pekerja yang melakukan
adalah 5 orang yang terdiri dari 3 perempuan dan 2 laki-laki. Jumlah TM kelapa sawit yang
dipelihara yaitu 2 tanaman kelapa sawit. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan diperoleh nilai
HOK sebesar 0.654 HOK. Nilai HOK yang kami dapat masih dibawah standar prestasi kerja, hal
ini dalam pemupukan, tanaman pada kelompok kami tidak bisa langsung diberi pupuk karena di
piringan kelapa sawit masih banyak terdapat gulma sehingga dibutuhkan waktu dahulu untuk
pembersihan gulma. Selain itu, permasalahan dalam alat dan kemampuan pekerja membuat HOK
masih dibawah standar.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Setelah melakukan kegiatan sanitasi, pembersihan dan pemupukan dapat disimpulkan
antara lain : sanitasi, pembersihan piringan dan pemupukan pada tanaman kelapa sawit sangat
penting dilakukan. Sanitasi harus dikelola dengan manajemen yang baik agar mandapatkan hasil
tandan buah segar yang optimal, pembersihan piringan harus dilakukan dengan benar agar tidak
melukai perakaran tanaman, dan pemupukan tanaman harus dilakukan dengan tepat cara,
tepat waktu, tepat dosis, dan tepat sasaran agar didapatkan tingkat efisiensi yang tinggi. HOK
yang didapat masih dibawah standar umum yang berlaku pada perkebunan kelapa sawit.

Saran.
Pemupukan dilakukan harus sesuai dengan ketentuan serta prosedur yang dianjurkan.
Penerapan lima tepat sangatlah penting agar pemupukan efisien dan tanaman kelapa sawit dapat

tercukupi hara yang dibutuhkannya. Dalam praktikum pemberian pupuk harus diperhatikan lagi,
sebelum pupuk diberikan piringan sudah bersih dari gulma. Selain itu kelengkapan alat sangat
dibutuhkan supaya dalam pekerjaan lebih efisien