Anda di halaman 1dari 57

LAYERING

DAN
MODIFIKASI ALAMINYA
Ani Kurniawati

AGR 441 PEMBIAKAN TANAMAN


AKU

Apakah layering itu?


Sebuah metode pembiakan asexual
dimana akar dibentuk pada batang
ketika bagian tersebut masih
menempel/bersatu dengan tanaman
induk (method of asexual propagation in which
roots are formed on a stem or root while it is still
attached to the parent plant)

Batang atau akar yang telah berakar


disebut layer (the stem or root which is rooted
is called a layer)

Alasan penggunaan
layering ?
Some plants are propagated easiest
using this method.
Keuntungan
The plant being rooted benefits from
the resource of water and nutrients that
the mother plant provides.

Kerugian :
Requires more time than other
methods of propagation
Fewer plants can be started from
each parent plant

Induksi Akar dan Tunas Adventif


Regenerasi bagian struktural pada
perbanyakan beberapa tanaman
melibatkan induksi akar dan tunas
Ketika regenersi bagian vegetatif
masih menempel pada tanaman induk
prosesnya disebut layerage

Layering sering merupakan proses alami.


Pada Raspberry, ujung batang menjalar dan
menyentuh tanah; strawberry, runner
merupakan bentuk alami dari layer

Pengakaran dapat juga difasilitasi oleh beberapa


praktek seperti wounding, girdling, etiolation,
dan disorientation. Hal tersebut terkait dengan
pergerakan dan akumulasi karbohidrate dan
auksin

Faktor lingkungan yang


mempengaruhi pengakaran :
(1)Humidity
Desikasi penyebab utama kematian sebelum
berakar
Penghilangan sebagian daun, namun sering
dapat memicu pengakaran ?

2. Temperature

Menjaga suhu area pengakaran 75oF (24oC), memicu


pengakaran oleh stimulasi pembelahan sel. Bagian
aerial dijaga tetap sejuk. Suhu optimum pengakaran :
siang 21-27oC, malam 16-21oC
3. Light
Menghambat pengakaran, hardwood;
Softwood dan herbaceous tidak langsung berespon
terhadap cahaya
Peran cahaya belum terjelaskan secara lengkap
4. Media
Menyediakan kelembaban dan oksigen
Bebas penyakit

Fisiology Dasar Pengakaran


Kemampuan berakar tergantung tanaman dan perlakuan
Kapasitas berakar merupakan interaksi antara faktor
inherent dan lingkungan

Fisiology Regenerasi Layering


Akumulasi fotosintat dan hormon pada area pengakaran
merupakan faktor penting untuk keberhasilan inisiasi
pengakaran

Akumulasi dapat diinduksi dengan girdling,


incision, bending;
Pengakaran dapat dipacu dengan auxin, IBA;
Pengeluaran cahaya pada zona pengakaran

Pengelolaan Tanaman selama


Layering :
Sebagaian besar metode layering dilakukan
di lapang
Selama pengakaran, layer harus ditutup
media untuk kelembaban dan
menghilangkan cahaya

Metode layering
(Hort Scien) :
1.Tip Layer
2.Simple layer
3.Trench layer
4.Serpentine Layer
5.Mound Layer
6.Air Layer

Prosedure Layering (Plant Propagation-Hartman)


1. Simple layering
2. Compound Layering
3. Serpentine layering
4. Air Layering
5. Mound Layering/Stooling
6. Trench layering
7. Drop layering

Prosedur simple layering : bagian tunas yang ditimbun tanah (bagian U)


dapat diinduksi pengakaran dengan bending, girdling, cutting

Pembelokan pucuk ke tanah sehingga


mengakibatkan pembentukan akar adventif
Digunakan untuk perbanyakan berbagai jenis
tanaman, indoor atau outdoor
Biasanya dilakukan awal spring,
menggunakan tunas cabang dorman, flexibel,
dan berumur 1 tahun

2. Compound Layering

Prosedur sama dengan simple layering, kecuali


bahwa bagian cabang yang dibelokkan
melintang horizontal di bawah tanah
sehingga berkembang sejumlah tunas

Compound layering

3. Serpentine Layering
Metode ini untuk perbanyakan tanaman
dengan tunas panjang, flexibel. Contoh
Muscadine grape, ornamental vines (wisteria
dan clemetis)

Juga disebut Chinese propagation.

Bagian tanaman dikerat dan dihilangkan


kulit serta kambium, dibungkus dengan
media lembab dan diikat
(Area of plant is girdled and surrounded
by a moist growing medium that is sealed
in polyethylene film)

Mound Layering
Rooted plant is cut off
at the soil level.
As the season
progresses, soil is
added to cover the
growing shoots.
After 1 year, the
shoots are rooted and
removed from the
parent plant.

Metode mound layering: batang dipenggal


kemudian ditimbun tanah/media pengakaran
disekelilingnya untuk menstimulasi akar
pada bagaian dasarnya. Tunas yang terbentuk
diakarkan dan selanjutnya dipisahkan dari
tanaman induk
Cara ini dipergunakan runtuk perbanyakan
massal apel untuk produksi rootstock di
Inggris.

Mound (stool) Layering/Stooling

Mound (stool) Layering / Stooling

6. Trench Layering

Metode layering dimana


tanaman induk ditanam
posisi miring terhadap
horizontal sehingga batang
dapat dibelokkan
horizontal;
Selanjutnya media
pengakaran ditimbunkan
sekaligus atau bertahap
disekeliling tunas baru;
Prosedur ini
memanfaatkan kondisi
etiolasi;
Setelah berakar media
pengakaran dihilangkan
dan layer dipotong

7. Drop

Layering

Merupakan kombinasi dari pemisahan crown


dan layering. Pemakaian terbatas pada spesies
perdu (Rhododendrom, conifers, Berbesries)
Cabang tanaman ditanan dalam di lubang dan
ditimbun media dengan menyisakan ujung
tunas cabang. Bagian dasar cabang diakarkan
kemudian digali, selanjutnya cabang yang
telah berakar dipisah/dipotong menjadi bagianbagian yang berakar

Conifer

Berberies

Rhododendron

Modifikasi Tanaman
Menghasilkan Layering Alami
1. Tip Layering
2. Runner
3. Stolon
4. Offsets
5. Sucker
6. Crown Division

1.Tip Layering
Secara alami pada blackberries, dewberries,
black and purple raspberries

Blackberry

2. Runner

Batang khusus yang tumbuh dari axil daun pada


bagian crown tanaman, tumbuh horizontal sepanjang
tanah dan membentuk tanaman baru pada buku.
Sebagian besar strawbery membentuk runner karena
respon panjang hari dan temperature.
Strawberry geranium, dendrobium, penutup tanah
(Duchesnia indica)

Duchesnia indica

Dendrobium

Geranium

3. Stolon
Modifikasi batang yang tumbuh horizontal
pada tanah dan memproduksi massa batang
sepanjang tanah,
Contoh bermuda grass (Cynodon dactylon),
Mint (Mentha), Stachys, Cornus stolonifera

Mint

Cynodon dactylon

4. Offset
Sebuah tunas lateral atau cabang yang
tumbuh dari dasar batang utama pada
tanaman tertentu. Biasanya pendek, tebal,
dan seperti roset
Istilah ini juga digunakan pada palm,
pineapple, banana
Slip dan sucker adalah dua tipe offset tanpa
akar untuk perbanyakan komersial pada
nanas

5. Sucker
Tunas yang tumbuh pada tanaman dari
bawah tanah.
Istilah yang tepat bila tunas berasal dari
tunas adventif pada akar

6.Crown Division
Crown umum digunakan dalam
bidang horticultura, bagian
tanaman pada permukaan tanah
dimana tunas baru dibentuk;
Pada Shrub/pohon, crown
biasanya merupakan titik
terletak dekat permukaan tanah,
zona transisi antara akar dan
batang

SAMPAI JUMPA
TOPIK LANJUTAN .Grafting