Anda di halaman 1dari 44

Hukum ini memusatkan perhatian

pada kewajiban untuk melaksanakan


kewajiban sendiri (self imposed
obligation).
Kontrak dibuat untuk perlindungan
kepentingan private yang belum
diatur oleh undang-undang

suatu perjanjian tertulis diantara dua atau


lebih orang / pihak yang menciptakan hak dan
kewajiban untuk melakukan atau tidak
melakukan sesuatu (Istilah Umum)
Contract: An agreement between two or
more persons which creates an obligation to
do or not to do a peculiar thing
Perjanjian : Adalah suatu perbuatan dengan
mana satu orang atau lebih mengikatkan
dirinya terhadap satu orang atau lebih lainnya
( 1313 BW )

TRANSAKSIONAL
ADANYA DUA PIHAK ATAU LEBIH DIMANA PIHAK

SATU SEBAGAI PEMBERI PRESTASI DAN PIHAK LAIN


PENYEDIA PRESTASI (JULA BELI, SEWA MENYEWA,
PINJAM MEMINJAM )

OPERASIONAL
ADANYA KERJASAMA DARI DUA PIHAK ATAU LEBIH

UNTUK MENGERJAKAN SUATU BISNIS (JOINT


VENTURE, JOINT OPERASIONAL)

Jual Beli
Tukar Menukar
Sewa Menyewa
Melakukan Pekerjaan
Pengangkutan
Persekutuan
Penghibahan
Penitipan Barang
Pinjam meminjam
Untung Untungan
Penanggungan Utang
Perdamaian
Dll

Kontrak
Kontrak
Kontrak
Kontrak

licensi
waralaba
Penggunaan Rahim
Pembiayaan

ASAS KEBEBASAN BERKONTRAK :


para pihak mempunyai kebebasan menentukan
perjanjian
ASAS KONSENSUALISME :
Perjanjian itu lahir sejak adanya kesepakatan
(consensus)
ASAS PERSONALITY :

seseorang yang akan melakukan dan/atau membuat


kontrak hanya untuk kepentingan perseorangan
saja. Pasal 1315 dan Pasal 1340 KUHPer

ASAS IKTIKAD BAIK


Perjanjian harus dibuat berdasarkan
kepatutan dan kepantasan serta tidak
menyalah gunakan situasi
ASAS PUCTA SUNT SERVANDA
Semua perjanjian yang dibuat secara sah
menjadi undang undang/hukum bagi mereka
yang membuatnya
dan Perjanjian tidak dapat dibatalkan secara
sepihak selain dengan kesepakata atau
berdasarkan undang-undang

Disamping kelima asas yang telah diuraikan


diatas, dalam Lokakarya Hukum Perikatan
yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan
Hukum Nasional Departemen Kehakiman RI
pada tanggal 17 19 Desember 1985 telah
berhasil dirumuskannya delapan asas hukum
perikatan nasional. Kedelapan asas tersebut
adalah sebagai berikut:

Asas kepercayaan mengandung


pengertian bahwa setiap orang
yang akan mengadakan perjanjian
akan memenuhi setiap prestasi
yang diadakan diantara mereka
dibelakang hari.

Asas persamaan hukum mengandung


maksud bahwa subjek hukum yang
mengadakan perjanjian mempunyai
kedudukan, hak dan kewajiban yang
sama dalam hukum. Mereka tidak
boleh dibeda-bedakan antara satu
sama lainnya, walaupun subjek
hukum itu berbeda warna kulit,
agama, dan ras

Asas keseimbangan adalah asas yang


menghendaki kedua belah pihak
memenuhi dan melaksanakan
perjanjian. Kreditur mempunyai
kekuatan untuk menuntut prestasi
dan jika diperlukan dapat menuntut
pelunasan prestasi melalui kekayaan
debitur, namun debitur memikul pula
kewajiban untuk melaksanakan
perjanjian itu dengan itikad baik.

Perjanjian sebagai figur hukum


mengandung kepastian hukum.
Kepastian ini terungkapdarikekuatan
mengikatnya perjanjian, yaitu
sebagai undang-undang bagi yang
membuatnya.

Salah satu faktor yang memberikan


motivasi pada yang bersangkutan
melakukan perbuatan hukum itu
adalah didasarkan pada moralitas
sebagai panggilan hati nuraninya.

Prinsip
Prinsip
Prinsip
Prinsip
Prinsip
Prinsip
Prinsip
Prinsip
Prinsip
Prinsip
Prinsip
Prinsip

Kebebasan Berkontrak
Iktikad baik dan Transaksi Jujur
pengakuan kebiasaan
Kesepakatan melalui penawaran dan penerimaan
larangan negosiasi dgn iktikad buruk
Menjaga kerahasian
perlindungan pihak lemah dari syarat baku
syarat sahnya kontrak
pembatalan karena perbedaan besar
contraproferentem dalam penafsiran
menghormati kontrak dalam kesulitan
Pembebasan dalam force majeur

PERSOON
LEGAL ENTITIES
PUBLIC BODIES
STATE

Government to Private
Government to Government
Private to Private

SYARAT SUBYEKTIF
KESEPAKATAN
KECAKAPAN

SYARAT OBYEKTIF
SUATU HAL TERTENTU
SEBAB YANG HALAL

Agreement (kesepakatan)- offer


acceptance
Mutual assent (timbal balik)
Consideration (pertimbangan)
Contractual Capacity (kecakapan)
Lawful Object ( yang diperbolehkan
hukum)

Adalah bertemunya dua maksud yang


terwujud dalam janji untuk melakukan atau
tidak melakukan sesuatu
Kesesuaian antara penawaran (offer) dan
Penerimaan ( Acceptance )
Ditandai dengan : jabat tangan ;
pembayaran ; tanda tangan ; dan hal lain
yang dianggap patut menurut undang
undang dan kebiasaan
Tidak sah bila: atas paksaan; adanya
penipuan/kekhilafan ; penyalahgunaan
situasi

Adalah pihak yang mampu secara


hukum atau berkuasa atas barang dan
jasa yang diperjanjikan atau berwenang
mewakili pihak
Misalnya : Pemilik barang atau yang
diberi kuasa ; Direktur sebagai wakil
perusahaan
Yang tidak cakap : anak dibawah umur
(<21th/belum menikah) ; seorang
pailit ; dibawah pengampuan;
(perempuan dalam hal dilarang undang
undang (UUP 1/1974 psl 31 ayat 2 )

Adalah objek perjanjian yang akan


menimbulkan prestasi bagi para
pihak baik yang ada maupun yang
akan ada
Misal :
barang atau jasa :
rumah,kendaraan , pengangkutan ;
pengiriman; pemborongan;
pelayanan jasa dll

Sesuatu yang menjadi pokok


perjanjian adalah suatu sebab yang
legal menurut undang undang ;
tidak melanggar kesusilaan dan
ketertiban umum . Mis : jaul beli,
pinjam meminjam dll
tidak boleh memperjanjikan jual beli
gula illegal; narkoba ; menjual
belikan tanah sengketa ;
pemasangan iklan yang porno ;
pementasan di depan masjid dll

1.

UNSUR ESSENSIAL
Suatu hal pokok mengenai objek
perjanjian yang harus
dicantumkan dalam perjanjian
agar perjanjian menjadi sah
Misal :
Barang/jasa,, status hubungan
hukum dan harga (?)

2.

3.

UNSUR NATURALIA

Ketentuan hukum umum sebagai syarat yang


dicantumkan dalam perjanjian ( tidak
mengurangi keabsahan perjanjian )
Misal : Cara pembayaran ; waktu dan tempat
penyerahan ; biaya angkutan ;pemasangan dll
UNSUR AKSIDENTALIA
Ketentuan yang tidak disyaratkan oleh undang
undang namun dianggap perlu bagi para pihak
untuk tekhnis pelaksanaan
Misal : penyerahan kwitansi ; gambar;nama
bank dan nomor rekening ; penyerahan bukti
pendukung perjanjian lainnya

1.
2.
3.

Suatu hal yang bersifat penting sebagai


pelengkap yang sebenarnya tidak
diinginkan para pihak
Misal :
Ganti rugi / Wanprestasi
Force Majeur
Penyelesaian sengketa

1.
2.
3.
4.

Suatu keadaan dimana pihak debitur


karena kelalaian/kesengajaan tidak
memenuhi prestasi yang
diperjanjikan
Macam :
Tidak dipenuhi prestasi
Dipenuhi hanya sebagian
Dipenuhi tetapi terlambat
Melakukan yang dilarang oleh
perjanjian

Batalnya perjanjian
Ganti kerugian
Penanggungan atas resiko yang
terjadi
Membayar biaya perkara di
pengadilan

Suatu keadaan diluar kekuasaan yang


menyebabkan tidak dapat
dipenuhinya prestasi
Misalnya :
Gangguan cuaca; gempa bumi;
kecelakaan;huru hara; Hal hal yang
tak dapat diduga sebelumnya

Pembebasan dari ganti rugi


Rekontraktual
Lose lose solution

pelepasan hak atau


rechtsverwerking yaitu hilangnya
hak bukan karena lewatnya waktu
tetapi karena sikap atau tindakan
seseorang yang menunjukan bahwa ia
sudah tidak akan mempergunakan
suatu hak

Alternative Dispute Resolution


(Musyawarah)
Negosiasi, Mediasi, Konsultasi

ATAU

Arbitrase
Ad Hoc, Lembaga Arbitrase

Pengadilan
Pengadilan Negeri, Pengadilan Niaga

Pilihan Hukum dan Pilihan Forum


Para pihak dapat menentukan hukum
mana yang akan diberlakukan
Antar daerah
Antar negara

Bila antar negara, para pihak dapat


menentukan hukum acara yang akan
digunakan

Melakukan kontrak bisnis lintas batas


negara, para pihak akan dihadapkan
dengan pilihan hukum.
Dalam penentuan pilihan hukum,
dikenal beberapa prinsip dan batas
pilihan hukum antara lain sebagai
berikut

Menurut prinsip ini, para pihak yang


paling berhak menentukan hukum
yang hendak mereka pilih dan
berlaku sebagai dasar transaksi,
termasuk sebagai dasar
penyelesaian sengketa sekiranya
timbul suatu sengketa dari kontrak
transaksi yang dibuat.

Menurut prinsip ini, suatu pilihan


hukum harus didasarkan itikad baik
(bonafide), yaitu semata-mata
untuk tujuan kepastian,
perlindungan yang adil, dan
jaminan yang lebih pasti bagi
pelaksanaan akibat-akibat transaksi
(isi perjanjian).

Beberapa sistem hukum


mensyaratkan keharusan adanya
hubungan nyata antara hukum yang
dipilih dengan peristiwa hukum
yang hendak
ditundukkan/didasarkan kepada
hukum yang dipilih

Pihak-pihak yang diberi kebebasan


untuk melakukan pilihan hukum,
hendaknya tidak menggunakan
kebebasan itu untuk tujuan
kesewenang-wenangan demi
keuntungan sendiri.

Suatu pilihan hukum tidak boleh


bertentangan dengan ketertiban umum,
yaitu bahwa hukum yang dipilih oleh para
pihak tidak boleh bertentangan dengan
sendi-sendi asasi hukum dan
masyarakat, hukum para hakim yang akan
mengadili sengketa bahwa ketertiban umum
(public order ) merupakan pembatas
pertama kemauan seseorang dalam
melakukan pilihan hukum.

Penutup Perjanjian seyogyannya


menulis jumlah rangkap perjanjian
dan kekuatan hukum yang sama
untuk di pegang masing masing
pihak

Telah dipenuhinya prestasi


Telah berlalunya waktu yang
ditentukan
Kesepakatan para pihak
Diputuskan oleh pengadilan

Kesepakatan para pihak


Tidak memenuhi syarat sahnya
perjanjian (syarat Objektif)
Wanprestasi
Tidak bisa dilaksanakan
Melanggar ketentuan undang
undang ketertiban dan kesusilaan
Tidak pantas dan tidak patut

Perjanjian dapat dibatalkan apabila tidak


memenuhi syarat sahnya perjanjian (Pasal
1321 KUHPerdata)
Null and Void : Perjanjian dianggap telah batal

sejak awal , apabila syarat objektif tidak


terpenuhi. Perjanjian ini dianggap batal demi
hukum dan tidak pernah ada perikatan
Voidable : Bila salah satu syarat subyektif tidak
terpenuhi perjanjian tidak batal demi hukum,
tetapi salah satu pihak dapat meminta
pembatalan. Perjanjian tetap mengikat para
pihak selama tidak dibatalkan (oleh hakim) atas
permintaan salah satu pihak