Anda di halaman 1dari 13

Pengaruh Jumlah Kredit yang Diberikan dan Tingkat Likuiditas

Terhadap Profitabilitas Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa


Efek Indonesia

PROPOSAL
Disusun Oleh :
Darwin. R
C1C112051

PRODI S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BENGKULU
2015

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan
hidayah Nyalah penulis dapat menyelesaikan penulisan proposal yang berjudul Pengaruh
Jumlah Kredit yang Diberikan dan Tingkat Likuiditas Terhadap Profitabilitas Perusahaan
Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. sebagai kelengkapan syarat untuk tugas
akhir perkuliahan metodologi penelitian.
Dalam penulisan proposal ini penulis tidak lepas dari berbagai hambatan dan rintangan,
namun berkat bantuan dari berbagai pihak maka segala macam hambatan dapat teratasi. Untuk
itu penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim Dosen selaku dosen pengajar
metodologi penelitian yang telah memberikan bimbingan kepada penulis.
Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan proposal ini.
Penulis sangat mengharapkan saran dan kritik dari pembaca khususnya dari Dosen pengajar
dalam penyempurnaan isi proposal ini. Akhirnya semoga karya ini bermanfaat dan menambah
pengetahuan khususnya bagi penulis dan pembaca.

Bengkulu, Mei 2015

Penulis

Daftar Isi
2

Kata Pengantar................................................................................................................ 2
Daftar isi..................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................. 4
2.1 Latar Belakang Masalah................................................................................. 4
2.1

Rumusan Masalah.......................................................................................... 5

2.1

Batasan Masalah............................................................................................ 5

2.1

Tujuan Penelitian............................................................................................ 5

2.1

Manfaat Penelitian......................................................................................... 6

BAB II KAJIAN TEORITIS............................................................................................... 7


2.1 Pengertian dan Fungsi kredit.........................................................................7
2.2

Jenis-Jenis Kredit............................................................................................ 7

2.3

Unsur-Unsur Kredit......................................................................................... 8

2.4

Likuiditas........................................................................................................ 8

2.4.1 Pengertian Likuiditas................................................................................... 8


2.4.2 Rasio Likuiditas........................................................................................... 8
2.5

Profitabilitas................................................................................................... 8

2.5.1 Pengertian Profitabilitas............................................................................8


2.5.2

Rasio Profitabilitas.................................................................................... 8

2.6

Kerangka Konseptual..................................................................................... 9

2.7

Hipotesis Penelitian........................................................................................ 9

BAB III METODE PENELITIAN..................................................................................... 10


3.1. Jenis Penelitian............................................................................................. 10
3.2.

Operasionalisasi Variabel.............................................................................10

3.3.

Tahapan Penelitian....................................................................................... 10

3.4.

Populasi dan Sampel.................................................................................... 10

3.5

Tekhnik Analisis Data................................................................................... 11

3.5.1

Uji Normalitas........................................................................................ 11

3.5.2

Uji Multikolinearitas...............................................................................11

3.5.3

Uji Heteroskedastisitas..........................................................................11

3.5.4

Uji Autokorelasi...................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 13

BAB I
PENDAHULUAN
3

Latar Belakang Masalah


Pada dasarnya tujuan utama dari setiap perusahaan adalah selalu berusaha untuk memperoleh
laba/keuntungan yang maksimal, yaitu baik yang berasal dari kegiatan operasionalnya maupun
kegiatan non operasional pada perusahaan yang bersangkutan. Begitu pula bagi setiap
perusahaan perbankan, keuntungan/laba juga merupakan hal yang mutlak untuk diperoleh, yaitu
agar dapat mempertahankan kontinuitas operasional perusahaan atau dalam istilah akuntansi
disebut dengan going concern. Melihat kondisi satu dasawarsa belakangan yang ada, perusahaan
perbankan khususnya yang berada di Indonesia mengalami perkembangan bisnis yang sangat
pesat, yaitu baik dari segi volume usaha, mobilisasi dana dari masyarakat maupun tingkat
profitabilitas yang diperoleh. Profitabilitas perusahaan perbankan menunjukkan pendapatan yang
mampu dihasilkan oleh perusahaan dalam satu atau setiap priode. Oleh karena itu dapat
disimpulkan bahwa profitabilitas merupakan aspek yang mencerminkan kemampuan setiap
perusahaan untuk menghasilkan laba, dimana perusahaan yang dimaksud dalam penelitian ini
adalah perusahaan perbankan. Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa keuntungan yang
diperoleh setiap perusahaan akan sangat mempengaruhi kontinuitas perusahaan yang
bersangkutan, yaitu baik pada masa sekarang sekarang maupun di masa-masa yang akan datang.
Perusahaan akan memperoleh laba jika jumlah pendapatan/penghasilan yang diterima nilainya
lebih besar dibandingkan dengan besarnya pengeluaran (biaya) yang dikeluarkan. Penghasilan
bank dapat berasal dari hasil penerimaan bunga kredit yang diberikan, agio saham, jasa di bidang
keuangan dan lain-lain.
.1

Keuntungan yang diperoleh setiap perusahaan perbankan sebagian besar berasal dari bunga
pinjaman yang diterima setiap bank, yaitu sebagai hasil dari diberikannya sejumlah kredit kepada
para nasabahnya atau para debitur. Oleh karena itu, kredit merupakan hal yang sangat penting
dalam kegiatan operasional setiap perusahaan perbankan. Kredit adalah aset yang menghasilkan
pendapatan bunga, maka porsi kredit dalam aset perbankan sangatlah dominan jumlahnya.
Penting dan strategisnya masalah kredit dalam perusahaan perbankan, menyebabkan pengelolaan
kredit menjadi sangatlah vital. Dengan adanya kondisi seperti ini, pihak manajemen sangatlah
perlu untuk membangun suatu strategi bisnis yang handal, yaitu terutama untuk hal yang
berkenaan dengan pemberian kredit kepada para nasabahnya. Jenis-jenis dari kredit yang
disalurkan oleh bank antara lain dapat berupa, kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit
konsumsi. Penghasilan bunga dari penyaluran kredit ini merupakan pendapatan utama dari
perusahaan perbankan. Semakin besar jumlah kredit yang diberikan, maka semakin besar pula
pendapatan bunga yang akan diperoleh setiap perusahaan. Peningkatan pendapatan ini nantinya
juga akan mempengaruhi jumlah laba yang akan diperoleh perusahaan. Laba yang diperoleh
perusahaan, sebagian akan dibagikan kepada pemegang saham yaitu dalam bentuk deviden dan
sebagian lagi akan dimasukkan kedalam laba ditahan, yaitu sebagai tambahan modal perusahaan
untuk priode selanjutnya, jadi secara keseluruhan tentu saja laba perusahaan juga akan
mempengaruhi besarnya modal perusahaan.
Likuiditas suatu perusahaan perbankan mencerminkan bahwa perusahaan yang bersangkutan
mampu memenuhi seluruh kewajiban jangka pendeknya dengan sejumlah alat-alat likuid yang
dimiliki perusahaan tersebut. Ataupun dengan kata lain, suatu bank dapat dikatakan likuid
apabila bank yang bersangkutan tersebut dapat membayar semua hutang-hutangnya terutama
simpanan giro, tabungan dan deposito pada saat ditagih oleh para nasabah penyimpan dana serta
dapat pula memenuhi semua permohonan kredit dari calon debitur yang layak untuk dibiayai.
Rasio likuiditas bagi setiap perusahaan idealnya adalah sebesar 200%, dan apabila rasio
likuiditas nilainya kurang dari 200% maka dianggap kurang baik, sebab apabila aktiva lancar
4

nilainya turun maka jumlah aktiva lancar tidak cukup untuk dapat menutupi kewajiban jangka
pendeknya, dimana hal ini yang sering disebut dengan kondisi illikuid, sedangkan apabila jumlah
aktiva lancar nilainya terlalu besar , maka akan berdampak timbulnya dana yang mengganggur
yang disebut dengan munculnya idle fund. Oleh sebab itu, secara keseluruhan hal-hal tersebut
akan mempengaruhi jalannya kegiatan operasional perusahaan. Untuk menjamin likuiditas bank,
pada tahun 2004 Bank Indonesia (BI) menetapkan persentase Giro Wajib Minimum (GWM)
yang disesuaikan dengan besarnya DPK (Dana Pihak Ketiga) yang dihimpun setiap bank. GWM
merupakan sejumlah dana yang harus dipelihara oleh bank dalam bentuk saldo rekening giro
pada BI. Besarnya GWM yang ditetapkan oleh BI adalah sebesar 5% dari DPK.
Berdasarkan uraian-uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
mengenai seberapa besar pengaruh jumlah kredit yang diberikan dan tingkat likuiditas terhadap
profitabilitas perbankan dengan objek penelitian bank-bank yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) pada priode 2006, 2007 dan 2008 dalam sebuah karya ilmiah yang berbentuk
skripsi.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut, maka yang menjadi permasalahan dalam
penelitian ini adalah:
Apakah jumlah kredit yang diterima oleh perbankan dapat mempengaruhi
profitabilitasnya ?
Apakah tingkat likuiditas berpengaruh terhadap profitabilitas suatu perbankan di BEI ?
Apakah jumlah kredit dan tingkat likuiditas yang tinggi dapat mengahsilkan profit yang
baik bagi suatu perbankan ?
.1

.1

Batasan Masalah
Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Ukuran profitabilitas bank yang digunakan dalam penelitian ini adalah Earning Per
Share (EPS), Earning Before Interest and tax (EBIT), loan to deposits ratio, Return On
Investment (ROI), Return On Equity (ROE), dan rasio likuiditas lainnya.

.1

Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan penelitian ini antara lain:
1.
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh jumlah kredit terhadap profit suatu
perbankan.
2.
Untuk mengetahui sejauh mana likuiditas suatu perbankan mempengaruhi
profitnya.
3.
Untuk mengetahui apakah jumlah kredit yang banyak serta keadaan perbankan
yang likuid dapat menghasilkan profit yang menguntungkan.

Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh bagi beberapa pihak dari penelitian mengenai perbandingan kinerja
keuangan perbankan syariah dengan perbankan konvensional antara lain :
1.
Bagi Bank dapat dijadikan sebagai catatan/koreksi untuk mempertahankan dan
meningkatkan kinerjanya, sekaligus memperbaiki apabila ada kelemahan dan kekurangan
dalam peniliaian kreditnya.
.1

Bagi investor, dapat dijadikan catatan untuk menjadi pertimbangan dalam pengambilan
keputusan investasinya.
3.
Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan acuan untuk menilai likuiditas serta
pengaruhnya terhadap profitabilitas suatu perbankan
2.

BAB II
KAJIAN TEORITIS
.1

Pengertian dan Fungsi kredit

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 pasal 1 angka 11, kredit merupakan
penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan
atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak
peminjam melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.
keberadaan kredit di dalam kehidupan perekonomian memiliki fungsi sebagai berikut
(Kasmir, 2002:97) :
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)

Meningkatkan daya guna uang,


Meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang.
Meningkatkan daya guna barang
Meningkatkan peredaran barang.
Salah satu alat stabilitas ekonomi.
Meningkatkan kegairahan berusaha
Meningkatkan pemerataan pendapat
Meningkatkan hubungan internasional

2.2 Jenis-Jenis Kredit


Secara umum jenis-jenis kredit dapat dilihat dari berbagai segi (Kasmir, 2002:99) anatara lain
:
a) Dilihat dari segi kegunaan
1. Kredit investasi, biasanya digunakan untuk keperluan perluasan usaha atau
membangun proyek/pabrik baru atau untuk keperluan rehabilitasi,
2. Kredit Modal Kerja, kredit yang digunakan untuk keperluan meningkatkan produksi
dalam operasionalnya.
b) Dilihat dari tujuan kredit
1. 1. Kredit produktif, kredit yang digunakan untuk peningkatan usaha atau produksi
atau investasi. Kredit ini diberikan untuk menghasilkan barang atau jasa,
2. Kredit Konsumtif, kredit yang digunakan untuk dikonsumsi secara pribadi. Dalam
kredit ini tidak ada pertambahan barang dan jasa yang dihasilkan, karena memang
untuk digunakan atau dipakai oleh seseorang atau badan usaha,
3. Kredit Perdagangan, kredit yang digunakan untuk perdagangan, biasanya untuk
membeli barang dagangan yang pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan
barang dagangan tersebut.
c) Dilihat dari segi jangka waktu
1. Kredit Jangka Pendek, merupakan kredit yang memiliki jangka waktu kurang dari
satu tahun atau paling lama satu tahun dan biasanya digunakan untuk keperluan
modal kerja
2. Kredit Jangka Menengah, kredit yang jangka waktu kreditnya berkisar antara satu
tahun sampai dengan tiga tahun,

3. Kredit Jangka Panjang, kredit yang masa pengembaliannya paling panjang. Kredit
jangka panjang memiliki masa pengembalian antara tiga sampai lima tahun.
d) Dilihat Dari Segi Jaminan
1. Kredit dengan jaminan, yaitu kredit yang diberikan dengan suatu jaminan, jaminan
tersebut dapat berbentuk barang berwujud atau tidak berwujud,
2. Kredit Tanpa Jaminan, yaitu kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang
tertentu. Kredit jenis ini diberikan dengan melihat prospek usaha dan karakter serta
loyalitas atau nama baik si calon debitur selama ini.
2.3 Unsur-Unsur Kredit
Di dalam suatu kredit terdapat unsur-unsur (Jusuf, 2003:6), yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pemberian kredit atau kreditur yaitu bank,


Penerima Kredit yaitu debitur. Penerima kredit ini bisa merupakan perorangan atau
perusahaan (badan usaha)
Penyediaan uang atau yang dapat dipersamakan dengan itu oleh bank
Perjanjian kredit yang merupakan aturan main dari hubungan ini,
Jangka waktu yaitu masa pengembalian kredit, dan
Bunga atas kredit yang dinikmati pihak kreditur

2.4 Likuiditas
2.4.1

Pengertian Likuiditas

Penulis mengutip pengertian Likuiditas dari (Hanafi, 2003:77). kemampuan suatu


perusahaan dalam melunasi hutang lancarnya dengan menggunakan aktiva lancar yang
dimiliki perusahaan. (Kasmir, 2002:48) Suatu bank dapat dikatakan likuid, apabila bank
yang bersangkutan dapat membayar semua hutang-hutangnya terutama simpanan
tabungan, giro dan deposito pada saat ditagih dan dapat pula memenuhi semua
permohonan kredit yang memang layak untuk dibiayai.
2.4.2

Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan hubungan kas dan aktiva lancar
lainnya dengan kewajiban lancar.
2.4.2.1 Rasio likuiditas dapat dibagi menjadi dua bagian
rasio yang membandingkan sumber-sumber kas dengan total hutang
lancer
rasio yang membandingkan arus kas terhadap besarnya hutang lancer
Rasio likuiditas bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan
dalam membayar kewajiban lancarnya.
Rumus untuk menghitung current ratio :
current ratio =
2.5 Profitabilitas
2.5.1

Pengertian Profitabilitas

Profitabilitas merupakan suatu hal yang mencerminkan kemampuan dari setiap


perusahaan untuk menghasilkan laba. Performa manajerial dari setiap perusahaan akan
8

dapat dikatakan baik apabila tingkat profitabilitas perusahaan yang dikelolanya tinggi
ataupun maksimal.
2.5.2

Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas adalah rasio yang memperlihatkan pengaruh gabungan dari


likuiditas, manajemen aktiva dan hutang terhadap hasil operasi. Rasio profitabilitas dari
setiap perusahaan, dapat dihitung dengan beberapa cara yaitu, dengan mempergunakan
ROA, ROE, NIM, dan ROI.
Return on Equity (ROE)
ROE adalah perbandingan antara laba bersih bank dengan modal sendiri. Menurut Drs.
Mamduh M. Hanafi, MBA dan Drs. Abdul Halim, MBA.Akt (2000:179), rasio dapat
dirumuskan sebagai berikut:
ROE =
Return on Equity (ROI)
Menurut Mulyadi (1993:441), Return on Equity (ROI) merupakan perbandingan laba
dengan investasi yang digunakan untuk menghasilkan laba.
Rumus untuk menghitung ROI adalah sebagai berikut :
ROI =
2.6 Kerangka Konseptual

Jumlah kredit yang diberikan, tentunya akan menghasilkan pendapatan bunga kredit bagi
setiap perusahaan perbankan, jadi dengan kata lain apabila jumlah kredit yang diberikan nilainya
mengalami kenaikan, maka pendapatan bunga kredit nilainya juga akan semakin besar, dan pada
akhirnya profitabilitas yang akan dicapai juga semakin besar nilainya. Tingkat likuiditas yang
dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan Loan to Deposit Ratio, biasanya digunakan
para nasabah. khususnya, sebagai suatu indikator untuk menilai kemampuan setiap perusahaan
perbankan dalam memenuhi seluruh kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan harta
lancar yang dimiliki oleh perusahaan yang bersangkutan, dimana dalam hal ini jika tingkat
likuiditas dari suatu perusahaan bagus/tinggi, tentunya para nasabah akan semakin percaya untuk
mempergunakan jasa-jasa di bidang keuangan yang disediakan oleh perusahaan itu sendiri,
sehingga dengan naiknya intensitas dari penggunaan jasa-jasa keuangan yang disediakan oleh
setiap bank inilah, tentunya akan menentukan tingkat profitabilitas yang akan diperoleh nantinya.
Kredit (X1)
Profitabilitas (Y)

Profitabilitas (Y)
Likuiditas (X2)

2.7 Hipotesis Penelitian


Hipotesis merupakan jawaban sementara atas suatu rumusan masalah yang masih harus
dibuktikan kebenarannya secara empiris. Hipotesis dalam penelitian ini adalah:
1. jumlah kredit yang diberikan berpengaruh secara parsial terhadap profitabilitas perusahaan
2. Tingkat likuiditas berpengaruh secara parsial terhadap profitabilitas perusahaan
3. jumlah kredit yang diberikan dan tingkat likuiditas berpengaruh secara simultan terhadap
profitabilitas perusahaa
9

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1.

Jenis Penelitian

Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif yang merupakan penelitian yang
bertujuan untuk mengetahui keterkaitan erat antara dua variabel atau lebih (kausalitas)
(Sugiyono, 2007:11).
3.2.

Operasionalisasi Variabel
Variabel-variabel yang dipakai dalam penelitian ini adalah:
1. Kredit yang diberikan, yaitu dana/uang yang diberikan bank kepada para debitur dalam
bentuk pinjaman, yang didalamnya mengandung bunga dan waktu jatuh temponya,
2. Likuiditas, yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam melunasi hutang lancarnya dengan
menggunakan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan (Hanafi, 2003:77). Likuiditas
dalam penelitian ini diukur dengan mempergunakan Loan to Deposit Ratio, dan
3. Profitabilitas perusahaan adalah salah satu cara untuk menilai secara tepat sejauh mana
tingkat pengembalian yang akan didapat dari aktivitas bisnis yang ada. Profitabilitas
dalam penelitian ini diukur dengan mempergunakan Return On Total asset (ROA).

3.3.

3.4.

Tahapan Penelitian
Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain:
1. Menentukan sampel penelitian
2. Menghitung variabel-variabel yang digunakan dalam perbandingan kinerja keuangan bank
yang meliputi:
ROE =
ROI =
current ratio =
Minggu :
No
Kegiatan
1
1
Penyusunan Proposal
2
Penentuan Sampel
3
Pengumpulan Data
4
Analisis Data
5
Pembuatan Draf Laporan
6
Seminar Laporan
7
Penyempurnaan Laporan
8
Penggandaan Laporan
Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan akhir tahun dari perusahaan
perbankan yang terdaftar di Bursa Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan akhir
tahun dari perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006, 2007
10

2 3

dan 2008 yang berjumlah 31 perusahaan perbankan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan
adalah Purposive Sampling, yang merupakan teknik penentuan sampel anggota populasi dengan
pertimbangan atau kriteria tertentu (Sugiyono, 2007:78).
Kriteria penentuan sampel dalam penelitian ini adalah :
1. Perusahaan perbankan yang telah go public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
pada tahun 2006, 2007 dan 2008,
2. Perusahaan perbankan tersebut tidak mengalami delisting selama priode pengamatan,
3. Menerbitkan dan mempublikasikan laporan keuangan tahunan pada tahun 2006, 2007 dan
2008, dan
4. Perusahaan perbankan tersebut memiliki laba positif selama masa priode pengamatan.
Berdasarkan teknik pengambilan sampel tersebut, maka sampel yang diambil dalam
penelitian ini adalah 20 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada
tahun 2006, 2007 dan 2008.
5

Tekhnik Analisis Data

Data dianalisis dengan analisis regresi berganda dan analisis regresi sederhana. Uji statistik
dilakukan dengan t-test dan f-test (ANOVA), dimana terlebih dahulu melakukan uji asumsi
klasik sebelum melakukan uji statistik. T-tes digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel
independen terhadap variabel terikat secara parsial, sedangkan uji-f digunakan untuk mengetahui
pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan. Berikut Uji asumsi klasik
yang dilakukan dalam penelitian ini :
3.5.1

Uji Normalitas

Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah dalam model regresi, variabel
penganggu atau residual memiliki distribusi normal. Untuk menguji apakah data
berdistribusi normal digunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Berdasarkan hasil uji
statistik dengan model Kolmogorov-Smirnov dapat disimpulkan bahwa data
terdistribusi secara normal. Hal ini dapat dilihat dari nilai Asymp.Sig.(2 tailed) 0,609
> 0,05
3.5.2

Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas dilakukan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan
adanya korelasi antar variabel bebas. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan
dapat disimpulkan penelitian ini bebas dari gejala multikolinearitas. Jika dilihat pada
tabel semua variabel independen memiliki VIF 1,042 atau VIF<10. Selain itu nilai
toleransi untuk setiap variabel independen adalah 0,959 yaitu lebih besar dari 0,1
(tolerance > 0,1). Dengan demikian disimpulkan tidak ada gejala multikolinearitas
dalam model regresi ini.
3.5.3

Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskesdastisitas bertujuan untuk menguji terjadinya perbedaan variance


residual suatu periode pengamatan ke periode yang lain. Uji ini dilakukan dengan
mengamati pola tertentu pada grafik scatterplot, dimana bila ada titik-titik menyebar
11

di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y serta tidak membentuk pola maka tidak
terjadi heteroskesdastisitas
3.5.4

Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada
korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu
pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem
autokorelasi. Berdasarkan tabel 4.4 di atas, diketahui nilai Durbin-Watson (D-W)
sebesar 1,880. Jika D-W dibandingkan pada P = 0,05, N = 60 dan K = 2 didapatkan
sebagai berikut : dl = 1,51 dan du = 1,65. Oleh karena D-W hitung du < D-W < 4-du,
maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi dan model regresi
memenuhi syarat asumsi klasik tentang autokorelasi.

12

DAFTAR PUSTAKA

Hanafi, Mamduh M, 2003. Manajemen Keuangan, BPFE Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Hasibuan, Malayu S.P, 2001. Dasar-Dasar Perbankan, Bumi Aksara, Jakarta.

Hermawan, Asep, 2003. Pedoman Praktis Metodologi Penelitian Bisnis, LPFE Universitas
Trisakti, Jakarta.

Mulyadi.2001.Akuntansi Manajemen.Jakarta:Salemba Empat

Manurung, Mandala dan Prathama Rahardja, 2004. Uang, Perbankan, dan Ekonomi Moneter.
FEUI, Jakarta.

Munawir, S, 1997. Analisa Laporan Keuangan, Cetakan Ketujuh, Liberty, Yogyakarta.

13