Anda di halaman 1dari 16

Modul ke 2

Perekonomian Indonesia
Asfia Murni

SISTEM EKONOMI INDONESIA


Sistem ekonomi adalah suatu strategi pelaksanaan dalam mengelola sumber daya
sesuai dengan aliran sosiologis dan idiologi yang berkembang dalam masyarakat. Ada
negara yang menekankan prinsip kebebasan dalam kehidupan, maka system ekonomi
yang berkembang adalah system kapitalis, ada pula yang Negara menekankan
kehidupan pada prinsip kebersamaan yang diatur oleh pihak yang berkuasa, maka
system ekonomi yang berkembang adalah system sosialis.
1. Pengertian/definisi Sistem Ekonomi
Sistem perekonomian adalah kumpulan berbagai unsur ekonomi, bekerja sama
saling berinteraksi dalam mengelola sumber daya, sehingga dapat memberi manfaat
secara optimal dan dapat mencapai kemakmuran (Asfia Murni; 2013)
Menurut Sariono dan Sudremi (2007). Sistem ekonomi adalah seperangkat
mekanisme dimana suatu negara memiliki strategi untuk mengatur kehidupan
ekonominya dalam rangka mencapai kemakmuran rakyatnya. Sistem ekonomi di
pengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal yang membedakan sistem ekonomi antara negara yang satu
dengan yang lain, yaitu: (1) Falsafah dan ideologi negara, (2) Sistem politik,
(3) Sistem pemerintahan, dan (4) Lembaga-lembaga sosial, ekonomi, dan budaya
masyarakat. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi sistem ekonomi di
suatu negara, yaitu: (1) Sistem ekonomi yang dianut oleh negara tersebut, (2) Sosial
budaya luar negeri, dan (3) Politik dunia internasional.

Modul ke 2
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni

Berdasarkan uraian-uraian yang telah dikemukakan dapatlah dibuat suatu


definisi dari system ekonomi sebagai berikut.

Sistem perekonomian suatu negara merupakan mekanisme dan strategi


organisasi (kumpulan sejumlah lembaga dan pelaku ekonomi, mereka saling
bekerja sama) untuk mengatur/mengalokasikan sumber daya/factor produksi
yang dimiliki negara, baik yang dimiliki masing-masing individu maupun kelompok
atau organisasi yang terdapat di negara tersebut dengan tujuan dapat
memecahkan masalah-masalah perekonomian yang dihadapi seperti produksi,
konsumsi dan distribusi untuk mencapai suatu tujuan yaitu kemakmuran.
2.

Perkembangan Sistem Ekonomi Dunia

Sejarah sistem perekonomian di dunia dapat dikatakan selaras dengan sejarah


perkembangan ekonomi. Seperti diketahui perekonomian dunia dimulai dari mazhab
klasik berarti kehidupan negara diawali oleh sistem ekonomi kapitalis murni.
Sebagaimana Adam Smith mengenalkan teori tangan gaibnya yang dikenal dengan

invisible hand. Melalui teori tersebut ditekankan pentingnya kebebasan individu bagi
suatu negara dalam meningkatkan kesejahteraan yang akan terwujud dalam pasar
persaingan sempurna.
Melalui sistem kapitalis ini diyakini akan membawa perubahan yang lebih baik
yaitu seluruh permasalahan ekonomi akan diselesaikan menurut mekanisme pasar.
Dampak positifnya perusahaan yang efisien akan unggul dalam persaingan dan dapat
memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

Modul ke 2
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni

Realitasnya aplikasi sistem ekonomi kapitalis murni mengalami kegagalan,


dimana dapat menimbulkan ketimpangan antara masyarakat golongan miskin dengan
kaya. Menurut Guritno, (1999, 32) ada delapan faktor penyebab kegagalan mekanisme
pasar yaitu; adanya common goods, unsur ketidaksempurnaan pasar, barang publik,
eksternalitas, pasar tidak penuh, kegagalan informasi, unemployment dan ketidakpastian.

Dengan mengetahui kegagalan-kegagalan tersebut maka sangatlah disadari


bahwa campur tangan pemerintah sangatlah diperlukan.. Mereka beralih dari sistem
kapitalisme murni ke sosialisme. Titik beratnya adalah perlunya campur tangan
pemerintah dalam bidang usaha dan kegiatan ekonomi.
Uni Soviet awalnya menerapkan sistem kapialisme murni merasa tertekan
oleh adanya monopoli yang berdampak pada penurunan aktivitas ekonomi secara
keseluruhan. Untuk mengatasinya langsung beralih ke sistem komunis.
Penerapan sitem komunis ini secara ekonomi dinilai gagal yang dapat dilihat
dari berbagai faktor:
1) Surplus Ekonomi. Upaya mencapai surplus ekonomi khususnya bagi negara yang
menganut sistem ekonomi komunis tidaklah setinggi kapitalisme karena dikuasai
oleh negara dan bersifat diktator. Kenyataan seluruh aktivitas produksi dan
konsumsi diatur langsung oleh negara sehingga tidak meberikan hasil yang
optimal.
2) Penanggulangan Masalah Ekonomi. Seluruh masalah ekonomi yang terjadi
dianggap masalah negara. Dengan demikian penanggulangannya harus oleh negara
melalui arahan dan perencanaan pusat. Bila hal ini diterapkan tentunya akan

Modul ke 2
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni

terjadi inefisiensi karena tidak seluruh masalah ekonomi dapat terselesaikan


dengan baik bahkan secara parsial mungkin tidak tepat sasaran.
3) Perencanaan Ekonomi. Seluruh kegiatan ekonomi harus dijalankan berdasarkan
perencanaan sentral. Dengan terpusatnya seluruh kendali perekonomian oleh
negara/pemerintah dinilai dapat menimbulkan kegagalan dalam koordinasi,
pengendalian mutu, insentif, lingkungan dan sistem harga. Sebagai contoh hasil
produksi dalam sektor industri pada negara dengan sistem komunis ada dibawah
negara kapitalis.
Kegagalan sistem komunis diatas maka dalam sejarah sistem perekonomian
telah menimbulkan kepesimisan terhadap sistem ini untuk dapat bertahan. .
Amerika Serikat dalam sejarah sistem perekonomiannya telah beralih dari
kapitalisme murni menjadi kapitalisme yang diatur. Pergeseran yang sangat pendek
ini disebabkan adanya kebebasan yang sudah tertanam pada rakyat yang terkenal
dengan semboyannya laissez faire. Oleh karena itu campur tangan pemerintah
diharapkan serendah-rendahnya sesuai dengan konsep Keynes (<5%). Walaupun
sangat rendah namun campur tangan pemerintah dinilai berhasil dalam tiga bidang
yaitu: dalam
1)

Peraturan Perundangan, Pemerintah Amerika Serikat memiliki hak untuk


menetapkan UU Anti Trust. Melalui UU ini tindakan perusahaan yang berlebihlebihan ke arah monopoli dapat dicegah. Dengan demikian kompetisi perusahaan
di Amerika Serikat dapat berjalan lancar dan aman karena adanya perlindungan
hukum melalui UU Anti Trust tersebut.

Modul ke 2
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni

2) Penentuan Harga. Barang benar-benar dijamin keberadaannya agar dapat


didistribusikan secara merata. Diantaranya melalui penentuan harga. Misalkan
untuk kebutuhan listrik dan telekomunikasi diatur pemerintah dengan
membedakan tarif rumah tangga dan perusahaan. Disamping itu juga penentuan
harga yang sangat rendah untuk barang publik tersebut sehingga secara makro
tidak berdampak negatif.
3)

Kebijakan Fiskal. Peranan pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya


dapat terlihat baik dari sisi penerimaan maupun pengeluaran. Dari sisi
penerimaan pemerintah berhasil meningkatkan dari pajak langsung dan ini
sesuai dengan prinsip perpajakan bahwa semakin maju suatu negara maka
penerimaan negara dari pajak langsung harus lebih tinggi dari pajak tidak
langsung.

Sedangkan

dari pengeluaran

terbukti kontribusi

pengeluaran

pemerintah untuk pelayanan masyarakat sangat tinggi. Misalkan adanya


tunjangan pengangguran dan pembangunan infrastruktur untuk menjamin
kesamaan hak warganegara yang cacat untuk beraktivitas.
Dalam perkembangannya Sistem ekonomi terdiri dari: Sistem ekonomi
kapitalis, Sistem ekonomi sosialis, dan sistem ekonomi campuran. Awalnya sistem
ekonomi hanya terdiri dari dua yaitu kapitalis dan sosialis. Tapi karena masingmasing dari kedua sistem tersebut punya kelemahan, maka munculah sistem ekonomi
campuran. Adapun kelemahan dan keunggulan masing-masing sistem ekonomi
tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut (Asfia Murni: 2013)
a.

Sistem Ekonomi Kapitalis,

mempunyai prinsip dasar: a) semua kegiatan

perekonomian akan direncanakan dan diatur oleh pihak swasta b) pengelolaan


5

Modul ke 2
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni

sumber daya dalam kegiatan ekonomi diselenggarakan oleh pihak swasta melalui
mekanisme pasar
Kelemahan sistem Kapitalis: Kebebasan yang tak terbatas pada sistem pasar
bebas sering menimbulkan in-efficiency, in-equity dan in-stability
Keunggulan sitem kapitalis: Kegiatan ekonomi lebih mendorong prokdutivitas
dan efisiensi.
b.

Sistem Ekonomi Sosialis, mempunyai prinsip dasar: a) semua kegiatan


perekonomian akan di-rencanakan dan diatur oleh pemerintah, b) pengelolaan
sumber daya diselenggarakan oleh pemerintah dan ketentuan-ketentuan
terpusat pada pemerintah.
Kelemahan sistem kapitalis: a) keterbatasan kebebasan individu dalam
kegiatan ekonomi akan menghambat produktivitas. b) lemahnya daya saing
individu-individu pelaku ekonomi
Keunggulan sitem kapitalis: Kegiatan ekonomi lebih menjamin terjadinya

pemerataan dan keadilan.


c. Sistem Ekonomi Campuran. mempunyai prinsip dasar: a) semua kegiatan
perekonomian akan direncanakan dan diatur oleh pihak swasta dan pemerintah.
b) pengelolaan sumber daya dalam kegiatan ekonomi diselenggarakan dengan
cara mengkombinasikan kekuatan ekonomi pasar dan campur tangan pemerintah
melalui kebijakan-kebijakan ekonomi makro.
Keunggulan sitem Ekonomi Cmpuran: a) Kegiatan ekonomi dapat mendorong

produktivitas dan efisiensi, karena adanya peranan pasar.b) Dapat menjamin


terjadinya pemerataan dan keadilan dan pertumbuhan ekonomi karena ada
intervensi pemerintah
6

Modul ke 2
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni

3.

Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia


Sistem ekonomi Indonesia termasuk pada sistem ekonomi campuran. Sistem

ekonomi Indonesia secara konstitusional bukan kapitalis dan bukan juga sosialis. Hal
ini didasarkan pada pasal 33 UUD 1945 yang mengakui pemilikan individual atas
faktor-faktor produksi, kecuali untuk sumber daya yang menguasai hajat hidup
orang banyak dikuasai oleh negara.
Kehidupan sistem perekonomian Indonesia tidak terlepas dari prinsip-prinsip
dasar dari pembentukan Republik Indonesia yang tercantum dalam Pancasila dan
UUD 1945, sehingga dapat dikatakan sistem ekonomi di Indonesia adalah sistem
ekonomi campuran yang berazaskan pancasila dan sering disebut Sistem Ekonomi
Pancasila yaitu sistem yang disusun dan diatur berdasarkan pancasila yang
terkandung dalam UUD 1945. Hal ini dapat dibuktikan
1. Pembukaan

UUD

1945

menyatakan:

Tujuan

negara

Indonesia

adalah

mengujudkan kesejahteraan umum, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.


2. Pada pasal 33 UUD 1945 menyatakan: Perekonomian disusun sebagai usaha

bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan.


3. Ayat 2 pasal 33 UUD 1945 mengatakan hal-hal yang memenuhi ajat orang
banyak dikuasai negara.
4. Ayat 4 pasal 33 UUD 1945 mengatakan bahwa Perekonomian Indonesia
diselenggarakan atas dasar demokrasi ekonomi dengan prinsip-prinsip: a)
kebersamaan, b) efisiensi berkeadilan, c) berkelanjutan, d) berwawasan
lingkungan, e) kemandirian, f) keseimbangan kemajuan, g) kesatuan ekonomi
nasional. (Tulus Tambunan:2011)

Modul ke 2
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni

Di awal masa orde baru sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia
adalah sistem demokrasi ekonomi. Sistem ini bertahan hingga masa Reformasi.
Setelah

masa

Reformasi,

pemerintah

melaksanakan

sistem

ekonomi

yang

berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem inilah yang masih berlaku di Indonesia.


Berikut ini bentuk sistem ekonomi di Indonesia dari masa Orde Baru hingga
sekarang.
1. Sistem Ekonomi Demokrasi
Sistem perekonomian Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
disebut sistem ekonomi demokrasi (Soemitro Djojohadikusumo, dalam Soeharsono Sagir
2009). Sistem ekonomi demokrasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem
perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD
1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk
rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.
Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan
ekonomi lemah maupun pengusaha aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa.
Selain itu, negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan
kegiatan perekonomian. Dengan demikian terdapat kerja sama dan saling membantu
antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Ciri-ciri sistem ekonomi demokrasi ada
yang bersifat positif dan ada yang negative.
a. Ciri-Ciri Positif Sistem Ekonomi Demokrasi, adalah sebagai berikut.
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas
kekeluargaan.

Modul ke 2
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni

2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup
orang banyak dikuasai oleh negara.
3. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara
dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
4. Sumber-sumber
permufakatan

kekayaan

dan

lembaga-lembaga

keuangan

negara

perwakilan

rakyat,

digunakan
serta

untuk

pengawasan

terhadap kebijakan ada pada lembaga-lembaga perwakilan rakyat pula.


5. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki
serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
6. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan
dengan kepentingan masyarakat.
7. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan
sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
8. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
b. Ciri-Ciri Negatif Sistem Ekonomi Demokrasi,

adalah sebagai berikut dan

harus dindari:
1. Sistem free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang saling
menghancurkan dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan
bangsa lain sehingga dapat menimbulkan kelemahan struktural ekonomi
nasional.
2. Sistem etatisme, di mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat
dominan serta mendesak dan mematikan potensi, motivasi dan daya kreasi
masyarakat. Unit-unit ekonomi di luar sektor Negara sulit berkembang dan
bersaing secara sehat dan hanya bersikap pasif saja.
9

Modul ke 2
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni

2. Sistem Ekonomi Kerakyatan


Menurut Soeharsono Sagir (2009) sistem ekonomi yang paling cocok untuk
Indonesia adalah Sistem Ekonomi Kerakyatan (SEK) karena sesuai dengan sasaran
pembangunan yang tertuang dalam Pembukaan UUD NKRI (Undang-Undang Dasar
Negara Kesatuan Repubik Indonesia) 1945.
Sistem ekonomi kerakyatan berlaku di Indonesia sejak terjadinya Reformasi
di Indonesia pada tahun 1998. Pemerintah bertekad melaksanakan sistem ekonomi
kerakyatan dengan mengeluarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1999, tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara
yang menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi
kerakyatan. Pada sistem ekonomi kerakyatan, masyarakat berperan aktif dalam
kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah menciptakan iklim yang sehat bagi
pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha.
Sistem ekonomi kerakyatan mempunyai ciri-ciri berikut ini. 1) Bertumpu pada
mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan yang sehat. 2)
Memerhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas
hidup.

3)

Mampu

mewujudkan

pembangunan

berwawasan

lingkungan

dan

berkelanjutan. 4) Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja.


5) Adanya perlindungan hak-hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh
rakyat.
Tujuan Sistem Ekonomi Kerakyatan (SEK) adalah: 1) Pembebasan kehidupan
rakyat dari kemiskinan. 2) Pembebasan dari keterbelakangan, 3) Kemerdekaan.
4) Penghapusan mentalitas putus asa. 5) Pembebasan dari peluang aniaya.
6) Pencegahan dari dampak lingkungan yang negative.
10

Modul ke 2
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni

Selanjutnya agar keenam tujuan tersebut dapat berhasil maka menurut


Soeharsono Sagir (2009) dalam Sistem Ekonomi Kerakyatan harus diikuti strategi
kebijakan pembangunan nasional yaitu: 1) Kebijakan peningkatan laju pertumbuhan
ekonomi, 2) Kebijakan perluasan lapangan kerja yang spesifik dengan sektor
ekonomi, 3) Kebijakan harga barang dan jasa dalam rangka stabilitas nilai tukar, 4)
Kebijakan peningkatan nilai ekspor melebihi impor, 5) Penekanan defisit anggaran
pemerintah dengan penyesuaian aktivitas antar stakeholders agar menerapakan
prinsip anggaran berimbang, 6) Pengendalian finansial dalam negeri dengan menekan
Utang luar Negeri dan meningkatkan tabungan dalam negeri, 7) Penjadwalan ulang
agenda pembayaran utang luar negeri agar tidak merugikan negara seperti
privatisasi BUMN, 8) Penyusunan struktur moneter-perbankan yang sehat dan hatihati, 9) Revitalisasi praktik perbankan agar pihak Bank mengetahui jati dirinya
sebagai Bank, 11) Sosialisasi dan minimsasi kerusakan lingkungan darat,udara dan
airm 12) Penggiatan kebijakan ramah lingkungan.
3. Perkembangan system ekonomi di Indonesia sejak masa penjajahan, masa
orde lama, masa orde baru.
A.

Sistem Ekonomi pada Masa Penjajahan Belanda


Sistem ekonomi yang pernah diterapkan selama penjajahan Belanda, sejarah

ekonomi colonial Hindia Belanda dapat dibagi dalam tiga episode:


1. Sistem merkantilisme ala VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie)
sekitar tahun 1600 1800 yang penekanan nya pada peningkatan ekspor
dan pembatasan impor,
2. sistem monopoli negara ala sistem tanam paksa sekitar 1830 1870,
11

Modul ke 2
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni

3. sistem ekonomi kapitalis liberal sejak 1870 hingga 1945.


B.

Sistem Ekonomi pada Masa Orde Lama


Soekarno menganggap sistem kapitalisme liberalism selama penjajahan

Belanda telah benar benar menyengsarakan rakyat Indonesia, Atas dasar ini maka
pada tahun 1959 paham kapitalisme liberalism secara konstitusional ditolak dengan
diberlakukannya lagi UUD 1945 sebagai landasan dari sistem ekonomi nasional.
Selanjutnya Indonesia menerapkan pemikiran dari Marhaenisme yaitu Marxisme.
Namun dalam praktiknya Soekarno menerapkan sistem ekonomi komando seperti
yang diterapkan khususnya di negara negara beraliran komunis, seperti Uni Soviet
(sekarang Rusia), negara negara Eropa Timur (sekarang disebut negara negara
transisi), dan China. Dengan sistem ini, semua rencana dan keputusan yang
menyangkut pembangunan ekonomi, termasuk pemilikan industry yang akan dibangun,
ditentukan sepenuhnya oleh pemerintah pusat.
Selama periode Orde Lama (1945 1966), perekonomian Indonesia tidak
berjalan mulus, disebabkan ketidakstabilan politik di dalam negeri yang nyaris
meruntuhkan sendi sendi ekonomi nasional pada decade 1950an. Kehancuran
ekonomi Indonesia menjelang akhir periode orde lama juga di dorong oleh
hiperinflasi yang pada tahun 1966 mencapai 650%.
Pada tahun 1957, Soekarno mencanangkan Ekonomi Terpimpin yang lebih
memperkuat lagi sistem ekonomi komando. Dengan pencanangan Ekonomi Terpimpin,
sistem politik dan ekonomi Indonesia semakin dekat dengan haluan / pemikiran
sosialis / komunis. Walaupun ideology Indonesia adalah Pancasila, pengaruh ideology
komunis dari negara bekas Uni Soviet dan Cina sangat kuat.

12

Modul ke 2
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni

Sebenarnya pemerintah khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya


memilih haluan politik yang berbau komunis hanya merupakan suatu refleksi dari
perasaan antikolonialisasi, antiimperialisasi, dan antikapitalisasi pada saat itu.
Keadaan ini membuat Indonesia semakin sulit mendapat dana dari negara negara
Barat, baik dalam bentuk pinjaman maupun penanaman modal asing (PMA),
Tahun 1963, Soekarno menyampaikan konsep ekonomi yang di kenal dengan
sebutan Deklarasi Ekonomi, sebagai koreksi terhadap praktik praktik ekonomi
komando. Konsep tersebut tidak mendapat dukungan dari partai partai politik yang
ada pada saat itu, termasuk Partai Komunis Indonesia. Sehingga sistem ekonomi
Indonesia yang berlaku tetap sistem komando sampai berakhirnya orde lama,
C.

Sistem Ekonomi pada Masa Orde Baru Hingga Sekarang


Pada masa orde baru yang lahir tahun 1966, sistem ekonomi berubah total.

Dalam era Soeharto ini paradigma pembangunan ekonomi mengarah pada penerapan
sistem ekonomi pasar bebas (demokrasi ekonomi), Pemerintahan orde baru
menjalin hubungan baik dengan pihak Barat, dan menjauhi pengaruh ideology
komunis. Indonesia juga kembali menjadi anggota Perserikatan Bangsa Bangsa
(PBB) dan lembaga lembaga dunia lainnya, seperti Bank Dunia dan Dana Moneter
Internasional (IMF), yang putus pada zaman Soekarno.
Pada awal era Soeharto ini, pemerintah mengambil beberapa langkah drastic
yang bersifat strategis, ini menandakan sedang berlangsungnya suatu perubahan
yang cepat dalam sistem ekonomi Indonesia dari sistem ekonomi Komando ke sistem
ekonomi pasar. Dalam Sistem ekonomi pasar, pemerintahan orde baru menerapkan
tujuan dan target pembangunan melalui rencana pembanguna lima tahun (repelita)
dengan kebijakan kebijakan ekonomi di segala sector.
13

Modul ke 2
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni

Pemerintahan orde baru

cukup berhasil menghidupkan kembali roda

pembangunan dan mampu meningkatkan posisi Indonesia dari negara termiskin di


dunia menjadi negara berpendapatan menengah. Pada tahun 1969, pada saat di
mulainya Repelita I, pendapatan per kapita Indonesia hanya sekitar 70 dolar AS,
dan pada pertengahan decade 90an sudah mencapai hampir 900 dolar AS
Perubahan tersenut dilakukan melalui Paket paket deregulasi sesuai dengan
tuntutan dari negara negara donor, Bank Dunia, dan IMF yang dikenal dengan
sebutan Washington Consensus. Komsensus ini berisikan 12 butir yaitu:
1.

Penghapusan kontrol pemerintah atas harga komoditi, faktor produksi, dan mata
uang.

2. Disiplin fiskal untuk mengurangi defisit anggaran belanja pemerintah atau bank
sentral ke tempat yang bisa dibiayai tanpa mengakibatkan inflasi.
3. Pengurangan belanja pemerintah dan pengalihan belanja dari bidang bidang
yang tidak terlalu penting atau yang secara politis sensitif ke pembiayaan
infrastruktur, kesehatan primer masyarakat, dan pendidikan.
4. Reformasi

sistem

perpajakan

dengan

penekanan

pada

perluasan

basis

perpajakan, perbaikan administrasi perpajakan, mempertajam intensif bagi


pembayar pajak, pengurangan penghindaran dan manipulasi aturan pajak, da
pengenaan pajak pada asset yang ditaruh di Luar Negeri.
5. Liberalisasi keuangan yang tujuan jangka pendeknya adalah untuk menghapus
pemberian tingkat bunga bank khusus bagi peminjam istimewa dan mengenakan
tingkat bunga nominal yang lebih tinggi dari tingkat inflasi, dan tujuan jangka
panjangnya untuk menciptakan tingkat bunga berdasarkan kekuatan pasar demi
memperbaiki alokasi modal.
14

Modul ke 2
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni

6. Menetapkan tingkat nilai tukar mata uang yang tunggal dan kompetitif.
7. Liberalisasi perdagangan dengan mengganti pembatasan perdagangan luar negeri
melalui kouta dengan tariff dan secara progresif mengurangi tarif sehingga
mencapai tingkat yang rendah dan seragam.
8. Peningkatan tabungan dalam negeri melalui langkah langkah yang telah di sebut
di atas, seperti pengurangan defisit anggaran belanja pemerintah (disiplin
fiskal), reformasi perpajakan, dll.
9. Peningkatan PMA.
10. Privatisasi perusahaan negara.
11. Penghapusan peraturan yang menghalangi masuknya perusahaan baru ke dalam
suatu bidang bisnis dan yang membatasi persaingan.
12. Property rights, sistem hukum yang berlaku harus bisa menjamin perlindungan
hak milik atas tanah, capital, dan bangunan.
Sistem ekonomi Indonesia cenderung semakin kapitalis atau sistem ekonomi
pasar semakin luas diterapkan sejak era reformasi pada tahun 1988 hingga masa
pemerintahan SBY.

Keterikatan dengan IMF dalam pemulihan krisis ekonomi

1997/1998 memaksa Indonesia melakukan langkah-langkah yang pada umumnya


paling berat untuk dilakukan. karena sering menimbulkan dampak negative jangka
pendek terhadap ekonomi dan gejolak sosial di negara peminjam. Langkah-langkah
tersebut adalah :
1. Menghilangkan segala bentuk proteksi, termasuk hambatan

hambatan

nontariff, untuk meningkatkan perdagangan luar negeri dan arus investasi asing.
2. Menghapuskan segala macam subsidi dan menaikkan penerimaan pajak untuk
penguatan fiskal.
15

Modul ke 2
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni

3. Menerapkan kebijakan moneter yang sifatnya kontraktif untuk menjaga


stabilitas harga (menekan lau inflasi) dan nilai tukar mata uang nasional.
4. Memprivatisasikan perusahaan perusahaan milik negara (BUMN) untuk
efisiensi ekonomi dan sekaligus mengurangi beban keuangan pemerintah (dalam
kasus Indonesia adalah APBN).
5. Meningkatkan ekspor untuk meningkatkan cadangan devisa.
6. Meningkatkan efisiensi birokrasi dan menyederhanakan segala macam peraturan
yang ada atau menghapuskan berbagai peraturan yang terbukti selama itu
menimbulkan distorsi pasar untuk menghilangkan ekonomi biaya tinggi.
7. Mereformasikan sector keuangan untuk meningkatkan efisiensi di sector
tersebut.

Sumber bacaan:
1.

Tulus T.H Tambunan., Perekonomian Indonesia Kajian Teoritis dan Analisis


Empiris., Galia Indonesia., 2001.

2.

Dumairi, Perekonomian Indonesia , Erlangga, Jakarta, 1996.

3.

Suharsono Sagir. Kapita Selekta Ekonomi Indonesia., Kencana Media Group, edisi 1
2009.

4.

Asfia Murni., Ekonomika Makro ., Rafika Aditama, Bandung edisi tiga 2013

16