Anda di halaman 1dari 11

TUGAS

SISTEM KONTROL INDUSTRI


(TE145354)

RANGKAIAN PENGKONDISI SINYAL


ZERO AND SPAN

Disusun oleh :
M. Taufik Mei Tito. K
(2211030115)
Rifky Dwi Aprianto
(2211030018)

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK ELEKTRO


BIDANG STUDI KOMPUTER KONTROL
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2015

I.

Pendahuluan
Output tranduser jarang yang sesuai dengan suatu pengkondisi sinyal, ADC, display atau
komputer. Misalnya suatu load cell mempunyai sensitifitas 20 Volt/lb, sedangkan tanpa beban
output yang dihasilkan 18 mVolt, sementara panel meter digital memerlukan pengubah
0.01mVolt/lb. Atau ADC memerlukan sinyal 0 sampai 5 volt, sementara output tranduser hanya
sebesar

2.48 3.90volt.

Rangkaian

zero-span

memperlihatkan

cara

untuk

mengatasi

permasalahan seperti di atas. Dengan membuat sinyal linier melalui suatu span (slope) dan
zero(perpotongan dengan sumbu y pada koordinat kartesian) akan didapat parameter-parameter
yang berhubungan dengan tegangan yang diinginkan.
Salah satu bagian pengkondisian sinyal adalah dengan mengatur penguatan sinyal (span), dan
mengatur titik zero-nya sedemikian sehingga sinyal dari sensing elemen dan atau pra
pengkondisi sinyal menjadi sesuai dengan sinyal untuk masukan pada elemen display. Rangkaian
yang dapat memenuhi untuk melakukan setting zero dan span ini adalah Zero & Span Converter
II.

Dasar Teori

Gambar.1 Rangkaian dasar Zero-Span

Rangkaian zero-span yang dibuat adalah rangkaian yang terdiri dari gabungan rangkaian
summer dan operational amplifier inverting seperti yang tampak pada gambar diatas. Rangkaian
zero-span yang dibuat adalah rangkaian yang berguna untuk mengkondisikan tegangan masukan
sebesar 1-6 Volt sehingga tegangan keluaran minimumnya menjadi 0 V dan maksimumnya

sebesar 5 V. Dengan kata lain rangkaian zero-span ini merupakan converter tegangan keluaran
yang dapat digunakan untuk menyesuaikan tegangan keluaran dari sebuah tranduser agar dapat
sesuai dengan tegangan masukan yang diminta oleh sebuah kontroler atau display. Rangkaian
zero-span ini, sesuai dengan rangkaian penyusun yang terdiri dari summer dan inverting op-amp,
maka dapat dijelaskan persamaannya sebagai berikut :

Dari persamaan tersebut diatas, dapat dimasukkan kedalam persamaan matematika yaitu
persamaan garis linier untuk membandingkan kedua output diatas yaitu eu1 dan eu2 adalah :

dimana : y = eu1

x = ein
penguatannya(span) adalah m :

titik potong dengan sumbu y(zero) adalah :

Dalam bentuk grafik :

Analisis matematik untuk rangkaian inverting summer tersebut dapat dilakukan dalam dua
tahapan yakni dengan melihat output inverting pertama, kemudian setelah itu dilakukan pada
rangkaian inverting kedua. Pada rangkaian inverting pertama akan didapatkan nilai input adalah
berbeda fasa sebesar 1800 (bertanda negatif), kemudian output sinyal kedua adalah negatif dari
output sinyal pertama tersebut, dengan demikian output akhir atau output sinyal kedua adalah
bernilai sefasa dengan sinyal input maupun sinyal .
III.

Percobaan Rangkaian Zero and Span


1. Power supply DC
2. Socket IC
3. Papan hubung dan kawat hubung
4. IC 741
5. Resistor :
- 10K 2 buah
- 100K potensiometer, 10K potensiometer
- 100K 1 buah
- 1K 1 buah
- 470 1 buah
6. Multimeter

IV.

Analisa
Gambar Rangkaian :

Tabel.1. Hubungan tegangan input vs tegangan output (Vref = 0 Volt)


Vin

10

Vout

1,1

-1

-2

-3

-4

-5

-6

-7

-8

-8,9

-10,3

Dengan Rin maksimum, maka penguatan Gain =

= -1 kali

Tabel.2. Tegangan output (Volt) dalam Vref = .V (Rin = 100K)


Vin

-10V

-8V

-6V

-4V

-2V

0V

2V

4V

6V

8V

1V

14

14

14

14

14

-1,15

-13

-13

-13

-13

2V

14

14

14

14

14

-2,3

-13

-13

-13

-13

3V

14

14

14

14

14

-3,2

-13

-13

-13

-13

4V

14

14

14

14

14

-4,3

-13

-13

-13

-13

5V

14

14

14

14

14

-5,3

-13

-13

-13

-13

6V

14

14

14

14

14

-6,3

-13

-13

-13

-13

7V

14

14

14

14

13,5

-7,3

-13

-13

-13

-13

8V

14

14

14

14

11,5

-8,3

-13

-13

-13

-13

9V

14

14

14

14

11

-9,3

-13

-13

-13

-13

10V

14

14

14

14

10,5

-10

-13

-13

-13

-13

Tabel.3. Tegangan output (Volt) dalam Vref dengan harga SPAN yang bervariasi
(Vref = 0 Volt)
Vin

100K

75K

50K

25K

10K

5K

1V

-1,2

-1,2

-1,9

-3,8

-10

-13

2V

-2,2

-2,5

-4

-7,6

-13

-13

3V

-3,2

-3,9

-6

-11,5

-13

-13

4V

-3,9

-5,4

-7,8

-13

-13

-13

5V

-4,9

-6,5

-10

-13

-13

-13

6V

-5,9

-7,6

-12

-13

-13

-13

7V

-6,9

-9,2

-13

-13

-13

-13

8V

-7,9

-10,6

-13

-13

-13

-13

9V

-8,9

-12

-13

-13

-13

-13

10V

-10

-13

-13

-13

-13

-13

Dari data hasil analisa diatas, kami mendapatkan beberapa hasil sebagai berikut :
1. Hubungan antara Vin dan Vout pada percobaan ini adalah linier.

Vin = Vout
2
0
1

10

11

Vin

Vout

-2
-4
Vin = Vout
-6
-8
-10
-12

Gambar.3. Kurva hubungan Vin dan Vout

2. Pengaruh tegangan referensi terhadap kurva transfer pada percobaan ini adalah
menambah atau mengurangi nilai Vin (summer).
Misal dengan Vin = 7 volt dan RSPAN = 100k;
Saat Vref = -2 volt, Vin = 7 volt , Vout = 13,5 volt (hasil pengamatan praktik)
Jika dihitung secara teori,
Vout

= - ((Vref x gainVref) + (Vin x gainVin)) summer inverting


= - (-2 volt x

) - (7 volt x

= 20 volt 7 volt
= 13 volt (tidak jauh berbeda dengan hasil pengamatan praktik)
Saat Vref = 0 volt, Vin = 7 volt , Vout = -7,3 volt (hasil pengamatan praktik)
Jika dihitung secara teoritis,
Vout

= - ((Vref x gainVref) + (Vin x gainVin)) summer inverting


= - (0 volt x

) - (7 volt x

= 0 volt 7 volt
= 7 volt (tidak jauh berbeda dengan hasil pengamatan praktik)

Vin = Vout
0
1

10

-2

Vin

Vout

-4
-6

Vin = Vout

-8
-10
-12

Gambar.4. Kurva hubungan Vin dan Vout saat Vref = 0 V

Gambar dibawah ini menunjukan output maksimal mulai jenuh.

Vin = Vout
16
14
12

Vout

10
8

Vin = Vout

6
4
2
0

Vin
1

10

Gambar.4. Kurva hubungan Vin dan Vout saat Vref = -2 V

3. Pengaruh variasi tahanan SPAN pada kurva transfer dari percobaan II adalah
memperbesar atau memperkecil gain.

Misal dengan Vin = 7 volt dan Vref = 0 volt


Saat RSPAN = 100k, Vin = 7 volt , Vout = -6,9 volt (hasil pengamatan praktik)
Jika dihitung secara teoritis,
= -((Vref x gainVref) + (Vin x gainVin)) summer inverting

Vout

= - (0 volt x

) - (7 volt x

= 0 volt 7 volt
= -7 volt (tidak jauh berbeda dengan hasil pengamatan praktik)
Saat RSPAN = 75k, Vin = 7 volt , Vout = -9,2 volt (hasil pengamatan praktik)
Jika dihitung secara teoritis,
= -((Vref x gainVref) + (Vin x gainVin)) summer inverting

Vout

= - (0 volt x

) - (7 volt x

= 0 volt 9,3 volt


= -9,3 volt (tidak jauh berbeda dengan hasil pengamatan praktik)

Vin = Vout
0
1

Vin

10

-2

Vout

-4
-6

Vin = Vout

-8
-10
-12

Gambar.4. Kurva hubungan Vin dan Vout saat Span = 100 k

Gambar dibawah ini menunjukan output maksimal mulai jenuh.

Vin = Vout
0
-2

10

Vout

-4
-6
Vin = Vout
-8
-10
-12
-14

Gambar.4. Kurva hubungan Vin dan Vout saat Span = 25 k

V.

Contoh Studi Kasus Lain


Ketika temperatur dalam sebuah proses berada dalam titik minimum, output sensor 2.48V.
Pada saat temperatur maksimum, output sensor 3.90V. Sebuah A/D konverter menggunakan data
tersebut sebagai input ke sebuah komputer dengan range 0-5V. Gunakan zero span converter
untuk siganl dari tranduser sehingga dapat memenuhi range yang digunakan oleh konverter.
Jawab :
~ Gain yang dibutuhkan adalah :

Karena nilai gain(span) ditentukan oleh :

~ Harga Rf dipilih relatif besar, sehingga perubahan sedikit pada Ri tidak akan membebani
sensor, harga (nilai) Ri dapat dihitung sebagai berikut :

Untuk mendapatkan nilai offset(zero), maka harus disubstitusikan nilai tersebut kedalam
persamaan garis linier, menjadi seperti ini :

Karena tegangan yang dibutuhkan adalah negative offset , maka V= -12 V

Kemudian untuk nilai Rcomp dapat dihitung sebagai berikut :

Jadi Vout dapat dihitung sebagai berikut :

VI.

VII.

Kesimpulan
1. Rangkaian konverter zero-span dapat direalisasikan dengan penguat inverting-summer
(penguat penjumlah inverting).
2. Pada rangkaian IC op-amp yang pertama dijadikan sebagai penguat dan IC op-amp yang
kedua dijadikan pembalik fasa.
3. Hubungan antara Vin dengan Vot pada rangkaian zero span adalah linier, sampai
tegangan output mengalami kejenuhan ( maksimun / minimum).
Daftar Pustaka
http://pioneer.netserv.chula.ac.th/~tarporn/487/HandOut/SigCon.pdf
http://avtr-eng-d-24.blogspot.com/2012/01/rangkaian-zero-span.html
http://www.scribd.com/doc/113736528/Praktikum-Zero-span-Konverter
https://thathit.wordpress.com/2010/01/31/modul-praktikum-pengendalian/
http://metrologidaninstrumentasi.blogspot.com/2012_04_01_archive.html