Anda di halaman 1dari 29

MAKALAH

PEMASARAN
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Kewirausahaan

Disusun Oleh:
1. Fitria Damayanti
2. Rini Rusdiani

PROGRAM DIPLOMA III KEBIDANAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
TASIKMALAYA
1

2015

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat illahi robbi, atas segala
rahmat dan karunia-Nya, bahwasanya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah
yang berjudul PEMASARAN. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah Kewirausahaan.
Dalam menyelesaikan makalah ini penulis menyadari masih banyak
kekurangan dan kekhilapan baik dari segi penulisan ataupun pembahasannya yang
jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mohon kritik dan saran yang
membangun guna perbaikkan yang akan datang.
Atas dorongan dan bimbingan dari pembimbing kepada penulis untuk
menyelesaikan tugas ini maka dengan segala kerendahan hati perkenankanlah
penulis mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan yang telah membantu
dalam pembuatan makalah ini.
Akhir kata mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi
penulis, umumnya bagi semua pembaca. Amin
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Tasikmalaya, April 2015


Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.....................................................................................

DAFTAR ISI .................................................................................................

ii

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.......................................................................

BAB II

PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.

BAB III

Pasar......................................................................................
Mengenal Produk dan Jasa....................................................
Membandingkan Penetapan Harga........................................
Distribusi (Place)...................................................................

2
7
19
24

PENUTUP
A. Kesimpulan ...........................................................................

DAFTAR PUSTAKA

26

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam menjalankan aktivitas usahanya, setiap perusahaan baik yang
bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama
yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu juga perusahaan ingin memberikan
kepuasan kepada konsumen atas produk yang dihasilkannya, karena kepuasan
konsumen menjadi tolak ukur atas keberhasilan yang diperoleh perusahaan
dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan
dan keinginan konsumen.
Untuk mencapai pemasaran yang tepat dan efektif yang harus
diterapkan perusahaan salah satunya adalah dilihat dari cara pemasarannya.
Hal tersebut penting karena cara pemasaran merupakan salah satu pokok
pertimbangan konsumen dalam memilih suatu produk. Jika perusahaan tidak
peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka perusahaan tersebut
akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk
yang ditawarkan akan sia-sia. Pemasaran merupakan salah satu ilmu yang
telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat
mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam
pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan metode pemasaran yang tepat untuk
menentukan keberhasilan atau tidaknya dalam memasarkan produknya.
Apabila metode yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan
produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pasar
Wirausaha biasanya memiliki intuisi yang tajam terhadap peluang
pasar. Untuk mengetahui potensi pasar maka diperlukan analisis pasar
berdasarkan total kebutuhan pembeli atau produk, pertimbangan kemampuan
untuk menggarap, tingkat persaingan yang masih bisa ditoleransi, dan
kemampuan untuk menjangkau pasar tersebut serta kemungkinan pasar untuk
masih memiliki potensi pertumbuhan.
Pasar potensial dapat diartikan sebagai kumpulan orang yang memiliki
minat yang memadai terhadap tawaran pasar. Identifikasi pasar yang memiliki
minat yang memadai terhadap tawaran pasar. Identifikasi pasar ini merupakan
proses yang harus terus menerus dilakukan karena variasi kebutuhan yang
beragam bisa terus berubah sesuai dengan tingkat kehidupan masyarakkat dan
seleranya terhadap produk atau jasa. Masing-masing orang memiliki
karakteristik yang berbeda satu dengan yang lain. Dengan mengetahui
karakteristik konsumennya maka pebisnis dapat mengetahui pelayanan yang
diinginkan pelanggannya sehingga mencapai kepuasan konsumen. Pebisnis
yang mampu memberi kepuasaan konsumen akan mendapatkan posisi yang
baik dalam persaingan. Pasar diartikan adanya interaksi pembeli dan penjual.
Interaksi menyebabkan hubungan permintaan dan penawaran yang
kemudian disebut harga equilibrum. Interaksi permintaan dan penawaran
menentukan potensi pasar pada harga pasar yang berlaku. Jumlah permintaan
tergantung pada harga pasar. Permintaan adalah jumlah produk yang dapat
diserap oleh konsumen dari produk yang ditawarkan pada tingkat harga
tertentu. Permintaan pasar berarti total volume produk yang akan dibeli
kelompok pelanggan tertentu diwilayah geografis tertentu pada periode waktu
tertentu di lingkungan pasar tertentu dengan program pemasaran tertentu.
Estimasi permintaan pasar digunakan untuk mengevaluasi peluang pasar
produk/jasa tertentu. Mengestimasi pasar perlu mempertimbangkan.
2

Potensi pasar total : Jumlah penjualan maksimum seluruh


perusahaan di industri tertentu pada periode waktu tertentu. Salah satu cara
estimasi yakni: Jumlah total pembeli tiap tahun dikalikan jumlah rata-rata
produk/jasa yang dibeli tiap konsumen tiap tahun dikalikan harga. Semakin
banyak orang membutuhkan produk/jasa tersebut maka semakin besar potensi
pasarnya, semakin banyak tingkat penggunaan konsumennya maka semakin
besar potensi pasar, namun semakin tinggi harga semakin mempersempit
potensi pasar. Faktor yang mempengaruhi luas sempitnya pasar adalah:
a. Struktur penduduk yakni bagian penduduk/kategori yang menjadi
perhatian.
b. Daya beli yakni tingkat pendapatan
c. Pola konsumsi yakni komposisi jenis kebutuhan yang menjadi pengeluaran
penduduk.
1. Kebutuhan potensi pasar wilayyah: Perusahaan dapat mengestimasi
penjualan wilayah berdasarkan index produk. Bila sudah diketahui jumlah
penjualan maksimum di suatu negara maka akan lebih mudah untuk
mengestimasikan penjualan daerah berdasarkan perhitungan indeks
wilayah. Indeks produk berdasarkan brand akan lebih mudah untuk
mengetahui peluang pasarnya, semakin rendah indeks brand suatu pproduk
maka akan semakin besar peluang untuk mengalokasikan sumber daya
pemasaran ke wilayah tersebut.
2. Penjualan industri dan pangsa pasar: Perusahaan secara aktif mencari
informasi penjualan industri aktual di pasarnya dan evaluasi keberhasillan
penjualannya di pasar tersebut. Data statistik untuk perdagangan dan
industri biasanya menyajikan perkembangan industri biasanya menyajikan
perkembangan industri keseluruhan sehingga suatu perusahaan dapat
mengevaluasi kinerjanya. Dengan demikian perusahaan akan dapat
mengidentifikasi pesaing dan mengestimasi penjualannya.
Perencanaan pasar sangat menentukan peluang penjualan perusahaan
dalam industrinya. Pasar itu sendiri dapat dikelompokkan berdasar sifatsifatnya. Usaha mengelompokkan pasar yang heterogen ke dalam bagianbagoan pasar yang memiliki sifat homogen disebut segmentasi pasar.

Manfaat segmentasi pasar antara lain dapat dengan cepat untuk


mengidentifikasi kebuttuhan produk dan inovasinya, membantu tim
pemasaran untuk membuat program yang sesuai, dan untuk memadukan
sumber daya yang dimiliki perusahaan dengan kondisi pasar tertentu.
Untuk itu dibutuhkan cara segmentasi yang efektif yakni:
a. Memiliki ukuran yang tepat mengenai skala ekonomi calon
pelanggannya.
b. Menentukan dasar-dasar pemilihan segmentasi (variabel segmentasi)
yang bisa terukur
c. Menentukan keputusan bahwa segmen tersebut terjangkau oleh upaya
pemasaran yang akan dilakukan
d. Dapat dengan jelas membedakan antara segmen yang satu dengan yang
lain.
Strategi segmentasi pasar antara lain dilakukan dengan memilih satu
segmen pasar yang bisa dilayani (Concentrated marketing), memilih dua
atau lebih segmen dengan pelayanan yang berbeda (diferentiated
marketing), atau menjadikan target pada keseluruhan segmen (combine
targets). Segmentasi pasar dikelompokkan menjadi 4:
1. Segmentasi pasar konsumen yakni mengelompokkan konsumen
berdasarkan variabel
a. Segmentasi geografis (wilayah, ukuran kota, pemukiman, iklim)
b. Segmentasi demografis (usia, kawin/tidak kawin, jenis kelamin,
pekerjaan, pendidikan, pendapatan, ukuran keluarga, agama, ras,
kebangsaan).
c. Segmentasi psikografis: gaya hidup (contoh konservatif, modis,
eksentrik, cuek) karakteristik pribadi (contoh pribadi feminim,
maskulin, terbuka, tertutup), kelas sosial (contoh bawah,
menengah, atas).
d. Segmentasi perilaku: saat pembelian (contoh biasa, khusus,
tanggapan pembeli atas manfaat yang dicari (yakni produk,
kualitas, nilai, skala ekonomi dan kecepatan yang diinginkan).
Status pemakai (contoh sebagai pemakai atau bukan pemakai atau
baru pertama atau pemakai tetap. Tingkat pemakaian (contoh

ringan, sedang, berat), tingkat kesetiaan (contoh sangat loyal, agak


loyal, kurang loyal, sama sekali tidak loyal). Kesiapan membeli
(contoh belum tahu, tahu, berminat, ingin, bermaksud membeli).
Siklus terhadap produk (contoh antusias, positif, negatif,
memusuhi).
2. Segmentasi pasar industri. Berdasarkan demografis (industri, ukuran
perusahaan, lokasi)
3. Segmentasi pasar penjual kembai (reseller): segmentasi berdasarkan
jenis layanan (swalayan, pelayanan terbatas, pelayanan penuh).
4. Segmentasi pasar pemerintah: geografis (wilayah): demografis (ukuran
pemerintahan).
Segmentasi yang dipilih berarti segmen tersebut memiliki daya tarik pasar
yang sesuai dengan tujuan dan sumber daya perusahaan. Kotler &
Amstrong mendefinisikan targeting sebagai proses evaluasi daya tarik
masing-masing segmen pasar dan pemilihan satu atau lebih segmen pasar
untuk digarap.
Terget pasar atau pasar sasaran adalah bagian dari pasar yang tersedia yang
memenuhi syarat dan telah diputuskan perusahaan untuk dimasuki.
Kumpulan pembeli yang telah melakukan pembelian pada pasar sasaran
disebut pasar yang tertembus. Informasi seperti ini dapat untuk
merencanakan tindakan terhadap pengembangan pasar dengan
menggunakan strategi untuk mempengaruhi pasarnya maka akan dapat
meraih market share = bagian pasar = pangsa pasar lebih besar dibanding
pesaingnya sehingga mampu memiliki posisi yang berarti di industrinya.
Positioning dinyatakan oleh Hermawan Kertajaya sebagai suatu
pernyataan akan identitas suatu produk, jasa, lembaga, orang, bahkan
negara yang bisa menghasilkan keunggulan di benak orang yang ingin
dicapai. Dengan demikian berarti bahwa perusahaan yang mampu
membentuk citra yang lebih baik dibandingkan pesaingnya. Karena
sesungguhnya tidak mudah dapat mengkomunikasikan produk dan
citranya di benak konsumen yang sudah penuh dengan berbagai merk dan
informasi produk. Strategi positioning dapat dilakukan antara lain:
5

1. Positioning menurut atribut: perusahaan memposisikan diri pada


atribut yakni ukuran perusahaan, lamanya perusahaan. Contoh : sejak
1912.
2. Positioning menurut manfaat: produk diposisikan sebagai pemimpin
dengan suatu manfaat tertentu. Contoh: tidak hanya bersih dibaju,
3.

tetapi mobil dan kacapun cemerlang.


Positioning menurut pemakai: memposisikan produk sebagai yang
terbaik untuk sejumlah kelompok pemakai. Contoh: selebritas dan

pengusaha banyak memakainya..


4. Positioning menurut pengguna: memposisikan produk sebagai yang
terbaik untuk sejumlah penggunaan. Contoh: paling iriit.
5. Positioning menurut pesaing: memposisikan diri lebih baik daripada
pesaing yang disebutkan namanya: contoh: ada yang lebih harum dari
6. Positioning menurut kategori produk: diposisikan sebagai pemimpin
suatu kategori produk. Contoh: kecap nomor satu .
7. Positioning menutut kualitas/harga: diposisikan untuk menawarkan
nilai yang terbaik: contoh: hanya gope..
Banyak strategi yang bisa dilakukan berdasar penempatan posisi
perubahan pada penguasaan pangsa pasar antara lain:
1. Pemimpin pasar
a. Memperkuat posisi pasar saat ini misalnya dengan inovasi
b. Melindungi kelemahan internal untuk bertahan dari persaingan
c. Mempertahankan posisi dengan cara melakukan penyerangan
mendahului pesaing.
d. Melakukan serangan balasan
e. Bergerak untuk menjangkau pasar baru secara agresif
f. Mempertahankan portofolio dan sumber daya internal
2. Penantang pasar:
a. Menyerang kekuatan pesaing utama
b. Menyerang kelemahan pesaing
c. Mengepung dengan sumberdaya yang superior dengan melakukan
serangan untuk mengambil alih konsumennya maupun
pemasoknya.
d. Melakukan strategi terobosan baru dengan diversifikasi,
menjangkau pasar baru, dan menggunakan teknologi baru.
e. Secara berkala melakukan serangan yang bertujuan untuk
mengacaukan pasar sehingga merubah strategi pesaing.
6

3. Pengikut pasar
a. Membuat produk yang hampir sama atau malah melakukan
pemalsuan
b. Membuat formula campuran bahan baku yang hampir sama
c. Menjiplak formula sehingga sama
d. Menggunakan strategi yang mirip dalam menghadapi perubahan
pasar.
4. Penguasa ceruk pasar
a. Membuat spesialisasi produk ditujukan pada pemakai khusus
(hanya pemakai tertentu yang bisa menggunakan)
b. Membuat spesialisasi layanan tambahan yang tidak ditawarkan
oleh pihak lain
c. Menjual produk hanya pada pelanggan spesial misalnya satu
pembeli
d. Menjual produk ke pasar wilayah tertentu
B. Mengenal Produk dan Jasa
Manusia memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka dengan produk
dan jasa. Pengertian produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke
pasar untuk memuaskan kebutuhan atau keinginan. Perusahaan yang dapat
mencapai profit yang diinginkan dan tercapai target penjualan biasanya karena
pendekatan pemasaran yang dilakukan tepat bagi konsumennya yakni
pendekatan terhadap kebutuhan manusia.

Gambar: Pendekatan terhadap kebutuhan konsumen


Produk tidak terbatas pada objek fisik tetapi segala sesuatu yang dapat
memuaskan kebutuhan dapat disebut sebagai produk. Selain barang nyata,
produk meliputi jasa, yang merupakan aktivitas atau manfaat yang ditawarkan
7

untuk dijual, yang pada dasarnya tidak nyata dan tidak berakibat pada
kepemilikan apapun. Pemahaman klasifikasi produk dapat mengembangkan
strategi dan rencana aksi. Produk diklasifikasikan menjadi dua kelas besar
menurut jenis konsumen yang menggunakannya, yaitu:
1. Produk konsumen (customer products)
Produk konsumen adalah produk yang umumnya dibeli dengan uapaya
sekecil mungkin, sering dan dalam jumlah yang kecil. Biasanya memiliki
harga yang murah serta tersedia di berbagai tempat penjualan.
a. Produk sehari-hari (convenience products) adalah produk konsumen
yang biasanya sering dan cepat dibeli oleh pelanggan dan disertai
dengan sedikit usaha dalam membandingkan dan membeli. Produk
sehari-hari terbagi atas barang pokok yakni dibeli secara teratur,
barang impulsif yakni dibeli tanpa rencana, barang darurat yakni
memenuhi kebutuhan tak terduga.
b. Produk shopping (shopping products): adalah produk konsumen
dimana dalam proses pemilihan dan pembeliannya, konsumen
melakukan pembandingan karakteristik seperti kecocoran, kualitas,
harga dan gaya.
c. Produk spesial (specialty products) adalah produk konsumen dengan
karakteristik unik atau identifikasi merek yang dicari oleh kelompok
pembeli tertentu, sehingga mereka mengeluarkan usaha khusus untuk
memperolehnya.
d. Produk yang tidak dicari (unsought products) adalah produk konsumen
dimana keberadaannya tidak diketahui atau jika diketahui oleh
konsumenpun, tidak terpikir oleh mereka untuk membelinya.
2. Produk industri (industrial products)
Produk industri adalah produk yang dibeli oleh individu dan organisasi
untuk pemrosesan lebih lanjut atau penggunaan yang terkait dengan bisnis.
Produk industri dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu:
a. Bahan baku dan suku cadang (materials and parts) adalah barangbarang yang sepenuhnya masuk ke produk dan terbagi menjadi dua
kelas, yitu bahan mentah serta bahan baku dan suku cadang pabrikan.

b. Barang modal (capital items) adalah barang-barang tahan lama yang


memudahkan pengembangan dan/atau pengelolaan produk akhir dan
meliputi dua kelompok, yaitu instalasi dan peralatan.
c. Perlengkapan dan jasa bisnis adalah barang dan jasa tidak tahan lama
yang membantu pengembangan dan/atatu pengelolaan produk akhir.
Perlengkapan terdiri dari dua jenis, yaitu perlengkapan operasi dan
barang untuk pemeliharaan dan perbaikan. Sedangkan, jasa bisnis
meliputi jasa pemeliharaan dan perbaikan serta jasa konsultasi bisnis.
Pendekatan pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar yakni dengan
cara merencanakan level produk yang disesuaikan dengan permintaan.
Masing-masing produk menunjukkan nilai yang sesuai dengan
pelanggannya. Semakin tinggi level produk maka semakin tinggi nilai
yang diperoleh bagi pelanggan, namun tentunya juga disesuaikan dengan
daya beli pelanggan oleh karena itu suatu perusahaan perlu berhati-hati
terhadap nilai produk. Semakin tinggi nilai bagi pelanggan maka semakin
tinggi biaya operasional dan yang paling penting adalah kemampuan
pelanggan untuk membeli produk tersebut. Level produk antara lain
adalah:
a. Level dasar: manfaat inti, contoh: komunikasi melalui sms
b. Produk dasar: mafaat inti dirubah menjadi produk dasar, contoh
handphone bisa digunakan untuk komunikasi langsung berbicara dan
menerima telepon.
c. Produk yang diharapkan: rangkaian atribut yang biasa diinginkan,
contoh selain untuk sms, dan komunikasi langsung maka handphone
sudah dilengkapi dengan handsfree
d. Produk yang ditingkatkan: melampaui harapan pelangggan, contoh
handphone tidak hanya sms, komunikasi langsung dan ditambah
handsfree tetapi ditingkatkan dengan fungsi mendengarkan musik.
e. Produk potensial: peningkatan fungsi yang tidak hanya memuaskan
tetapi juga menggembirakan, contoh handphone juga bisa digunakan
sebagai kamera dan video shooting dan dilengkapi dengan kemampuan
terhubung langsung dengan internet.

Setelah memahami level mana yang akan dituju dan memperkirakan


permintaan pasar maka perusahaan dapat memproduksinya sesuai dengan
kemampuannya dan sesuai dengan perencanaan level produknya sehingga
tercapai target laba. Level tersebut juga mempertimbangkan mengenai
atribut produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggannya sehingga
mampu bersaing pada level masing-masing. Atribut produk adalah faktor
yang dipertimbangkan oleh pembeli pada saat membeli produk.atribut
tersebut adalah :
a. Variasi produk: beberapa versi produk berbeda yang ditawarkan
berdasarkan daya tahan, keandalan, ketetapan, kemudahan oprasi, dan
perbaikan,
b. Kualitas: posisi produk pada tingkat bersaing. (tingkat paling dasar,
tingkat dasar, tingkat diharapkan, tingkat melebihi harapan, tingkat
potensial)
c. Desain: gaya dan kinerja produk
d. Fitur: beberapa fungsi suatu produk sebagai keistimewaan produk.
e. Kemasan: ukuran, bentuk, warna maupun grafisyang memberi manfaat
optimal melindungi produk sehingga praktis, aman bagi pembeli
f. Pemberian Label: label melakukan beberapa fungsi. Sekurangkurangnya, label mengidentifikasi produk atau merek, label juga bisa
menggambarkan beberapa hal mengenai produk yang membuatnya,
dimana dibuat, isinya, bagaimana penggunaannya, dan bagaimana
menggunakannya secara aman. Akhirnya label juga bisa pula
mempromosikan produk lewat aneka gambar yang menarik.
g. Ukuran: Tingkatan ukuran produk
h. Layanan: Kemampuan layanan utama yang menyertai produk yakni
layanan pengiriman, penanganan keluhan, ketersediaan kredit,
penanganan tagihan, perhitungan harga dan proses
i. Garansi: layanan tambahan sebagai jaminan perbaikan dan
pemeliharaan produk serta penyelesaian klaim
j. Merek: nama, tanda, simbol yang membedakan terhadap pesaing.
Perencanaan merk mempertimbangkan:
a. Ekuitas Merek (BrandEquility ) Nilai dari suatu merek, menurut sejauh
mana merek itu mempunyai loyalitas merek tinggi. Kesadaran, nama,
10

kualitas yang diterima, asosiasi merek yang kuat serta asset lain seperti
paten, merek dagang, dan hubungan saluran.
b. Pemeliharaan Nama Merek: Nama merek yang baik dapat menambah
keberhasilan yang besar pada produk. Namun mencari merek yang
terbaik adalah tugas yang sulit. Hal tersebut dimulai dengan meninjau
produk dan manfaatnya, pasar sasaran, dan strategi pemasaran yang
disarankan secara cermat. Kualitas yang diinginkan untuk sebuah nama
merek meliputi hal-hal sebagai berikut:
1) Nama merek harus menyampaikan sesuatu mengenai manfaat
produk.
2) Nama merek harus mudah diucapkan, dikenal, dan diingat.
3) Nama merek harus lain dari yang lain.
4) Nama merek harus diterjemahkan secara mudah ke dalam bahasa
asing.
5) Nama merek harus terdaftar dan memiliki perlindungan hukum.
3. Sponsor merek (brand sponsor)
a. Merek Pabrik (Merek nasional): produk mungkin diluncurkan sebagai
merek pabrik (merek nasional), seperti ASTRA.
b. Merek Pribadi atau merek Toko (private brand or Store Brand): Merek
yang diciptakan dan dimiliki oelh pedagang dari suatu produk atau
jasa. Contoh: Es TELER 77
c. Merek Lisensi (licensing): beberapa perusahaan melisensikan nama
atau simbol yang sebelumnya diciptakan untuk pabrik lain, nama
selebriti terkenal, karakter dari film dan buku populer dengan biaya
tertentu, beberapa diantaranya segera melesat menjadi merek terkenal.
Contoh: Waltz Disney
d. Penggabungan merek (Co-Branding): tindakan menggunakan nama
merek terkenal dari dua perusahaan yang berbeda atas produk yang
sama. Contoh: AIG Lippo
4. Strategi merek
a. Perluasan Lini (line Extension): menggunakan nama merek sukses
untuk memperkenalkan tambahan jenis barang dalam kategori
produk tertentu dengan menggunakan nama merek yang sama,
seperti aroma, bentuk, warna, bahan tambahan atau ukuran
kemasan tertentu.

11

b. Perluasan Merek (Brand Extension): menggunakan nama merek


sukses untuk meluncurkan produk baru atau modifikasi dalam
kategori baru.
c. Multimerek (multibrands): perusahaan sering kali
memperkenalkan merek tambahan dalam kategori yang sama.
Pemberian multimerek memberikan sebuah cara untuk membangun
sifat dan ketertarikan yang berbeda bagi motif pembelian yang
berbeda-beda. Hal tersebut juga memungkinkan perusahaan untuk
menempati ruang yang lebih banyak di toko eceran. Kerugian
utama dari pemberian multimerek adalah bahwa setiap merek
mungkin hanya memperoleh pangsa pasar yang kecil, dan tidak
satu pun yang akan sangat menguntungkan.
d. Merek baru (new Brands): perusahaan dapat menciptakan nama
merek baru ketika memasuki produk baru, karena tidak ada satu
pun merek yang ada itu cocok. Kemungkinan lain, perusahaan
mungkin melihat bahwa pengaruh nama mereknya yang ada
sedang memudar dan diperlukan nama merek yang baru.
Kemungkinan trakhir perusahaan mungkin memperoleh merek
baru dalam kategori baru lewat akuisisi.
Strategi mendiferensiasi produk sering kali berdasarkan pada: Bentuk
(form), keistimewaan (features), kualitas kinerja(performance quality),
kualitas kesesuaian (conformance quality), daya tahan (durability),
keandalan (reliability), mudah diperbaiki (repairability), gaya (style) dan
rancangan (design).
a. Bentuk (Form)
Banyak produk dapat dilakukan melalui diferensiasi diantaranya
ukuran, bentuk atau struktur fisik dari suatu produk. Sehingga banyak
kemungkinan pertimbangan yang dapat diambil oleh konsumen dari
bentuk suatu produk.
b. Keistimewaan (features)
Keistimewaan adalah karakteristik yang melengkapi fungsi dasar
produk. Sebagaian besar produk dapat ditawarkan dengan berbagai
keistimewaan. Titik awal dari diferensiasi keistimewaan adalah versi

12

dasar atau kerangka produk. Perusahaan dapat menciptakan versi


tambahan dengan menambahkan keistimewaan ekstra.
Beberapa perusahaaan sangat inovatif dalam menambahkan
keistimewaan baru pada produk mereka. Menjadi yang pertama
memperkenalkan keistimewaan baru yang berharga adalah salah satu
cara bersaing paling efektif. Perusahaan juga harus berpikir dalam hal
paket keistimewaan dan memutuskan apakah akan menawarkan
keistimewaan khusus untuk pelanggan dengan biaya lebih tinggi atau
standarisasi dengan biaya lebih murah.
c. Kualitas Kinerja (performance quality)
kulitas kerja mengacu pada tingkat di mana karakteristik dasar operasi
itu beoprasi. Sebagian besar produk awalnya ditetapkan pada salah
satu dari empat tingkat kinerja: rendah, rata-rata, tinggi dan super.
Dalam suatu unit bisnis, jika memiliki kualitas yang tinggi (unggul)
maka memungkinkan mereka untuk menetapkan harga yang tinggi
karena banyaknya permintaan. Sehingga akan mendatangkan
keuntungan dari pembelian ulang yang lebih banyak, adanya kesetiaan
pelanggan dan kesan yang positif. Sera biaya mereka untuk
memberikan kualitas baik tidak jauh lebiih tinggi daripada unit bisnis
yang memproduksi kualitas rendah.
Suatu prusahaan harus juga memutuskan bagaimana mengelola
kualitas kinerja seiring waktu, terdapat tiga strategi. Pertama,
perusahaan terus meningkatkan produk, sering menghasilkan laba dan
pangsa pasar tertinggi. Kedua, mempertahankan kualitas produk pada
tingkat tertentukarena banyak perusahaan membiarkan kualitas mereka
tidak berubah setelah formulasi awal kecuali terjadi kegagalan atau
peluang besar. Ketiga, mengurangi kualitas produk seiring waktu
karena beberapa perusahaan memotong kualitas untuk mengimbangi
kenaikan biaya, dengan harapan pembeli tidak akan merasakan
perbedaan.
d. Kualitas Kesesuaian (conformance quality)

13

kualitas kesuaian adalah tingkat di mana semua unit yang diproduksi


identik dan memenuhi spesifikasi sasaran yang dijanjikan. Pembeli
mengharapkan produk memiliki kualitas kesesuaian yang tinggi.
Kesesuaian yang rendah membuat produk itu gagal memberikan apa
yang dijanjikan pada banyak pembeli, sehingga membuat para pembeli
menjadi kecewa.
e. Daya Tahan (durability)
Daya tahan adalah suatu ukuran usia oprasi produk yang diharapkan
dalam kondisi normal dan/atau berat atau suatu atribut produk yang
sangat penting bagi sebagian pembeli.
Pembeli biasanya akan membayar lebih untuk produk yang memiliki
daya tahan tinggi. Namun, aturan ini tergantung dari beberapa
persyaratan. Harga ekstra itu tidak boleh berlebihan. Selanjutnya,
produk itu tidak boleh terpengaruh oleh keusangan teknologi, karena
jika demikian pembeli mungkin tidak mau mebayar lebih untuk produk
yang berusia lebih panjang.
f. Keandalan (reliability)
Keandalan adalah ukuran kemungkinan suatu produk tidak akan rusak
atau gagal dal suatu periode waktu tertentu. Pembeli umumnya akan
membayar lebih untuk produk yang lebih dapat diandalkan.
g. mudah diperbaiki (repairability)
mudah diperbaiki adalah suatu ukuran kemudahan memperbaiki suatu
produk yang rusak atau gagal, karena pembeli memilih produk yang
mudah diperbaiki.
Sifat mudah diperbaiki yang ideal adalah jika pemakai dapat
membetulkan sendiri produk itu dengan sedikit atau tanpa biaya atau
waktu terbuang. Pembeli hanya perlu mencabut suku cadang yang
rusak dan memasukkan suku cadang pengganti. Hal yang lebih baik
lagi, beberapa produk menyertakan kemampuan diagnostik yang
memungkinkan petugas servis memperbaiki suatu masalah melalui
telepon atau menyarankan pada pemakai cara memperbaikinya.
h. gaya (style)
gaya menggambarkan penampilan dan perasaan produk itu dibagi
pembeli. Pembeli umumnya mau membeyar lebih untuk produk yang

14

bergaya menarik. Gaya memiliki keunggulan menciptakan perbedaan


produk yang sukar untuk ditiru. Karena itu mengherankan bahwa
banyak perusahaan belum berinvestasi untuk gaya yang lebih baik.
Disisi negatif, gay yang menarik tidak selalu berarti kinerja yang
tinggi.
Dalam diferensiasi, gaya, kita harus menyertakan kemasan sebagai
senjata. Kemasan memberikan kesan pertama produk pada pembeli
dan mampu menarik atau menolak pembeli.
i. Rancangan (design)
Rancangan adalah totalitas keistimewaan yang mempengaruhi
penampilan dan fungsi suatu produk dari segi kebutuhan pelanggan.
Rancangan sangat penting dalam membuat dan memasarkan peralatan
tahan lama, jasa eceran (retail) dan produk kemasan. Semua mutu yang
telah dibahas merupakan parameter rancangan.
Perancang harus memikirkan berapa besar yang perlu diinvestasikan
dalam bentuk. Pengembangan keistimewaan, kinerja, kesesuaian,
ketahanan, keandalan, kemudahan perbaikan dan gaya. Bagi
perusahaan, produk yang dirancang dengan baik adalah produk yang
mudah diproduksi dan didistribusikan. Untuk itu perusahaan perlu
memahami lebar, panjang, kedalaman dan konsistensi bauran produk
itu sendiri sehingga memiliki kekuatan bersaing dalam menghadapi
segmen pasar masing masing dan mempertimbangkan kapasitas
perusahaan dalam memproduksinya.
1) Lebar bauran produk, mempertimbangkan banyaknya lini produk
yang bisa dikembangkan. Contoh: selain memproduksi ricecooker,
juga memproduksi elektroniklian mislnya ac, dan lemari es. Lebar
bauran produk adalah 3 lini produk.
Tuntutan pelanggan menjadi perhatian khusus bagi perusahaan, oleh
karena itu perusahaan akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan
produk baru sejauh perubahan yang terjadi bisa diikuti oleh kemampuan
perusahaan. Strategi produk yang lainpun dikembangkan yakni pada
pengemasan dan pelabelan.
Pengemasan mempertimbangkan:
a. Konsep pengemasan
15

b.
c.
d.
e.

Uji teknis kemasan


Uji visual
Uji distribusi
Uji konsumen

Pelabelan mempertimbangkan:
a. Kemudahan untuk diidentifikasi
b. Kemampuan bisa menjelaskan
c. Kemampuan berpromosi untuk menarik minat pembeli
Pertumbuan ekonomi dan perubahan gaya hidup tidak hanya terfokus pada
produk tetapi juga jasa. Untuk merencanakan jasa dan pengembangannya
diperlikan pertimbangan faktor pengelompokkan jasa. Jasa dapat
diklasifikasikan berdasarkan ragam kriteria.
a. Berdasarkan segmen pasar: jasa ditujukan pada konsumen akhir dan
organisasional.
b. Berdasarkan tingkat keberwujudan. Berdasarkan tingkat keterlibatan
fisik dengan konsumen.
c. Berdasarkan keterampilan penyedia jasa: profesional dan non
profesional
d. Berdasarkan tujuan organisasi jasa: profit services
e. Tingkat intensitas karyawan: tingkat keterlibatan karyawan terbagi
equipment-based sservices dan people-based services.
f. Tingkat kontak penyedia jasa dengan pelanggan: high services dan low
contact services.
Namun melalui pendekatan berdasarkan karakteristik perilaku konsumen
jasa dapat dibagi 3 yakni:
a. Usaha pembelian: seberapa besar usaha yang dicurahkan konsumen
agar pembelian dapat terealisasi.
b. Persepsi terhadap resiko: perasaan seseorang terhadap kemungkinan
terjadinya kesalahan sehubungan dengan pembelian yang ia lakukan
baik resiko fungsional, fisik, financial, social, psikologis dan resiko
waktu.
c. Keterlibatan: mencerminkan tingkat kepentingan atau perhatian atas
jasa yang dibeli oleh pelanggan yang bersangkutan.
Berdarkan ketiga pendekatan perilaku maka klasifikasi jasa menjadi
seperti klasifikasi produk konsumen yakni:
16

a. Convenience services. Ditandai dengan karakter resiko rendah, usaha


pembelian rendah dan keterlibatan sangat rendah. Contoh jasa jalan
tol.
b. Preference services. Ditandai dengan resiko rendah, usaha pembelian
medium, keterlibatan rendah. Contoh jasa fotocopy
c. Shopping services. Ditandai dengan resiko tinggi, usaha pembelian
medium, dan keterlibatan tinggi. Contoh jasa salon kecantikan.
d. Speciality services. Ditandai dengan resiko tinggi, usaha pembelian
tinggi dan keterlibatan sangat tinggi. Contoh jasa entertainment konser.

Gambar karakteristik jasa


Oleh karena jasa memiliki karakteristik yang berbeda dengan produk
berwujud maka dilakukan evaluasi atas jasa itu sendiri dengan mengukur
gap yang terjadi. Gap analysis menekankan pada:
a.
b.
c.
d.
e.

Kesenjangan pengharapan konsumen dengan persepsi manajemen


Kesenjangan spesifik mutu jasa
Kesenjangan spesifik mutu jasa dengan pemberian jasa
Kesenjangan penyerahan jasa dengan komunikasi eksternal
Kesenjangan yang dinikmati konsumen yang diharapkan

C. Membandingkan Penetapan Harga


Harga adalah suatu nilai yang harus dibayarkan oleh konsumen kepada
produsen yang berfungsi untuk memperoleh barang dan jasa yang diinginkan.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perusahaan dalam menetapkan harga
digambarkan sebagai berikut:

17

Gambar: Faktor menetapkan harga


1. Faktor-faktor Internal
a. Tujuan pemasaran
Sebelum menetapkan harga, perusahaan seharusnya menentukan
strategisnya atas produk tersebut.
b. Strategi Bauran Pemasaran
Keputusan harga harus dihubungkan dengan keputusan rancangan
produk, distribusi dan promosi untuk membentuk program pemasaran
yang efektif.

c. Biaya
Biaya menjadi dasar bagi harga yang dapat ditetapkan perusahaan
terhadap produknya. Perusahaan ingin menetapkan harga yang dapat
menutupi semua biaya untuk produksi, distribusi dan penjualan
produk dan memberikan laba yang wajar bagi usaha dan resikonua.
Terdapat dua tipe bentuk biaya, yaitu:
a. Biaya tetap
Biaya yang tidak berubah pada tingkat produksi dan penjualan
b. Biaya variabel
Biaya yang berubah langsung sesuai dengan tingkat produksi biaya
total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel pada tingkat
produksi tertentu.
Pertimbangan Organisasi
Manajemen harrus memutuskan siapa yang harus menetapkan harga di
dalam organisasi tersebut. Perusahaan-perusahaan menangani penetapan
harga dengan berbagai cara. Dalam perusahaan kecil, harga sering kali
ditetapkan oleh manajemen puncak dan bukan oleh departemen pemasaran
ataupun penjualan. Dalam perusahaan besar, penetapan harga biasanya
ditangani oleh manajer-manajer divisi.
18

Faktor-faktor eksternal
Faktor eksternal yang berpengaruh yakni pasar dan permintaan baik
konsumen maupun pembeli industri menyamakan harga suatu produk atau
jasa dengan manfaat dari memilikinya.
Persaingan sempurna
Suatu pasar dimana ada banyak pembeli dan penjual yang
memperdagangkan komoditas yang seragam semacam gandum, tembaga
atau sekuritas keuangan.
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna, yakni:
1. Jumlah dan pembeli banyak
2. Barang yang dijual sejenis, serupa, mirip satu sama lain
3. Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
Persaingan tidak sempurna
1. Persaingan monopolistik
Satu bentuk pasar dimana terdapat banyak produsen atau penjual yang
menghasilkan produk serupa tetapi memiliki perbedaan dalam
beberapa aspek.
Ciri-ciri pasar monopolistik mirip dengan pasar persaingan sempurna
antara lain:
a. Banyak penjual atau produsen yang berdagang
b. Posisi tawar konsumen kuat
c. Barang yang diperjualbelikan terdiferensiasi
2. Persaingan oligopolistik
Suatu pasar dimana ada sedikit penjual yang semuanya sangat peka
terhadap strategi penetapan harga dan pemasaran penjual lainnya.
Pasar oligopoli adalah bentuk interaksi permintaan dan penawaran
dimana terdapat penjual atau produsen yang menguasai seluruh
permintaan pasar. Ciri-ciri pasar oligopoli adalah:
a. Terdapat produsen atau penjual yang menguasai pasar
b. Perbedaan produk yang unggul merupakan kunci kesuksesan
c. Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar atau
hambatan lain yang cukup kuat.
Pasar berdasarkan penawaran dan permintaan terbagi:
a. Pasar monopoli: pasar konsumen dimana hanya terdiri satu
produsen atau satu penjual saja. Penjual tersebut mungkin saja
19

berupa monopoli pemerintah, perusahaan swasta dengan hak


monopoli dari pemerintah, atau perusahaan swasta tanpa hak
monopoli dari pemerintah.
Ciri-ciri dari pasar monopoli adalah : hanya ada satu penjual, harga
dan jumlah kuantitas produk dikuasai oleh perusahaan monopoli,
umumnya perusahaan monopoli dikuasai pemerintah, hambatan
masuk pasar sangat tinggi karena ditentukan peraturan pemerintah,
hanya ada satu jenis produk tanpa pilihan alternatif.
b. Pasar monopsoni : Pasar konsumen dimana hanya terdiri satu
pembeli yang membeli produk yang dihasilkan. Ciri pasar
monopsoni adalah produsesn menentukan harga dan memiliki
kekuatan penawaran.
Faktor eksternal kedua yang berpengaruh adalah persaingan
Faktor eksternal lainnya yang mempengaruhi keputusan penetapan harga
perusahaan adalah jumlah pesaing, pangsa pasar pesaing, lokasi pesaing,
kekuatan keuangan pesaing, jumlah produk dan merk yang dijual pesaing.
Faktor eksternal ketiga yakni faktor lingkungan lainnya
Ketika menetapkan harga, perusahaan juga harus mempertimbangkan
faktor-faktor lain dalam lingkungan eksternalnya. Keadaan ekonomi dapat
memiliki dampak yang besar terhadap strategi penetapan harga
perusahaan. Faktor-faktor ekonomi seperti booming atau resesi, inflasi dan
tingkat bunga mempengaruhi keputusan penetapan harga karena dapat
mempengaruhi baik biaya produksi maupun persepsi konsumen terhadap
harga dan nilai produk. Selain itu perusahaan harus menetapkan harga
yang memberikan keuntungan yang cukup pada penjual. Pemerintah juga
merupakan pengaruh eksternal penting lainnya dalam keputusan penetapan
harga.
Metode penetapan harga dapat dipilih berdasarkan 3 C: permintaan
pelanggan (customer demands schedule), fungsi biaya (cost, function), dan
harga pesaing (competitors price). Penetapan harga terbagi atas:
1. Penetapan harga markup: menambahkan markup standar ke biaya
produk.
20

2. Penetapan harga berdasarkan sasaran pengembalian


3. Penetapan harga berdasarkan nilai yang dipersepsikan pembeli
Penetapan harga produk baru antara lain adalah:
Skimming pricing yakni menetapkan harga tinggi pada suatu produk baru.
Penettapan skimming pricing berasumsi bahwa:
1. Pembeli tidak terlau sensitive terhadap harga
2. Perubahan biaya produksi lebih kecil daripada pendapatan
Penetration pricing yakni menetapkan harga rendah pada tahap awal yang
bertujuan untuk meraih pangsa pasar yang besar sekaligus menghalangi
masuknya pesaing baru.
1. Pasar cukup peka terhadap harga
2. Produk memiliki daya tarik tertentu bagi konsumen
Dalam menentukan penetration pricing digunakan bentuk harga sebagai
berikut:
1. Restrained price yakni menetapkan harga tertentu karena pertimbangan
tingkat inflasi.
2. Elimination yakni menetapkan harga untuk mengusir pesaing keluar
dari pasar.
3. Promotion price yakni menetapkan harga rendah dengan kualitas sama
untuk promosi produk.
4. Keep-out price yakni menetapkan harga pada tingkatan tertentu untuk
mencegah pesaing memasuki pasar.
Strategi harga fleksibilitas
Strategi harga fleksibilitas yakni strategi dengan satu harga atau harga
bermacam-macan tergantung fleksibilitasnya. Harga fleksibel biasanya
dikarenakan karena lokasi geografisnya, waktu pengiriman dan
kompleksitas produk.
Strategi Bundling-Pricing/Iceberg Pricing
Strategi Bundling-Pricing/Iceberg Pricing yakni memasukkan marjin
ekstra dalam harga untuk menutup jasa pendukung. Strategi ini memiliki
tujuan antara lain:
1. Mendapat jaminan aktiva dipelihara sehingga dapat dijual kembali
2. Menghasilkan pendapatan ekstra guna menutup biaya

21

Strategi Kepemimpinan Harga


Yakni menetapkan harga yang selalu diikuti oleh perusahaan pesaing.
Manfaat kepemimpinan harga yakni mencegah perang harga, menjaga
kestabilan harga dan mempertahankan pangsa pasar.
D. Distribusi (Place)
Distribusi adalah proses kegiatan menyalurkan produk atau jasa
kepada konsumen. Produsen memproduksi barang dalam jumlah relatif agak
besar, yang harus dibagi-bagi dalam jumlah kecil untuk disampaikan kepada
konsumen. Untuk itu produsen memerlukan adanya pedagang perantara atau
distributor untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
Adanya distribusi membuktikan bahwa didalam perusahaan terdapat
sistem yakni sistem yang menggerakkan produk dari produsesn ke konsumen.
Proodusen memerlukan saluran pemasaran karena tiga sebab berikut:
1. Saluran menjaga aspek-aspek transaksi pemasaran, termasuk penjualan,
pembiayaan dan pengambilan resiko yang berkaitan dengan penyimpanan
produk dalam mengantisipasi penjualan yang akan datang.
2. Saluran memerlukan fungsi logistikal pemindahan barang dari titik
produksi ke titik pembelian atau konsumsi.
3. Saluran pemasaran membantu produsen mempromosikan barang dan jasa
distribusi adalah suatu sistem yang aktifitasnya ditujukan untuk
menggerakkan produk dari produsen ke konsumen.
Kebanyakan produsen menggunakan perantara untuk menyalurkan produk
mereka ke pasar karena pemasaran memberikan beberapa keuntungan seperti:
1. Banyak produsen yang kekurangan sumber daya financial bila
menjalankan pemasaran langsung.
2. Pemasaran langsung membutuhkan banyak produsen yang menjadi
perantara untuk produk pelengkap dari produsen lain agar tercapai
penghematan distribusi masal.
Penggunaan perantara sebagian besar karena keunggulan efisiensi mereka
dalam membuat barang tersedia secara luas dan mudah diperoleh pasar
sasaran.

22

Saluran distribusi sebagai bagian dari bauran pemasaran memiliki berbagai


fungsi yang dapat dimanfaatkan perusahaan dalam rangka menyalurkan
produksnya secara efektif dan efisien agar dapat dinikmati oleh konsumen
yang membutuhkan, maka philip kotler menjabarkan fungsi saluran distribusi
adalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Informasi
Promosi
Kontak
Mencocokkan
Negosiasi
Distribusi fisik
Penandaan
Pengambilan resiko

Jika para produsen sendiri yang melakukan fungsi-fungsi ini, maka biaya
mereka akan meningkat dan harganya sudah tentu lebih tinggi. Pada saat yang
bersamaan, ketika sebagian dari fungsi ini dipindahkan kepada para perantara
biaya produsen dan harga mungkin dapat lebih murah, namun para perantara
harus menetapkan harga lebih tinggi untuk dapat menutup biaya untuk
menjalankan tugas mereka.
Saluran distribusi untuk barang-barang konsumsi:
1. Saluran distribusi nol tingkat (Zero Level Distribution)
Produsen
Pelanggan
Saluran nol tingkat juga sering disebut saluran pemasaran langsung yang
terdiri atas produsen yang langsung menjual kepada pelanggan akhir.
2. Saluran distribusi satu tingkat (one level channel)
Produsen
Pengecer
Pelanggan
Saluran ini berisi satu perantara penjualan, seperti pengecer.
Setiap perusahaan yang menggunakan perantara pemasaran harus menentukan
rencana atas cakupan pasar, atau tingkatan atas distribusi produk diantara toko
pengecer. Perusahaan mencoba memilih tingkat cakupan pasar kemudian
mereka dapat melayani pelanggan dengan kemudahan akses pada produk
mereka, tetapi mereka masih perlu memastikan bahwa toko pengecer mereka
sanggup menjual produk mereka. Cakupan pasar dapat diklasifikasikan
sebagai distribusi intensif, distribusi selektif atau distribusi eksklusif.
BAB III
23

PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Dalam melakukan kegiatan pemasaran atau marketing, sebelum seorang
wirausaha terjun ke lapangan maka terlebih dahulu seorang wirausaha
tersebut menyusun rencana pemasaran (marketing plan) sebagai langkah
utama yang akan menuntunnya dalam proses pemasaran tersebut.
2. Seorang wirausahawan perlu melakukan konsep pemasaran dengan
menentukan konsep mana yang akan di gunakan, ada lima konsep
pemasaran pada umunya yaitu: Konsep Produksi (Production Consept),
Konsep Produk (Product Consept), Konsep Penjualan (Selling Cosept),
Konsep Pasar (Marketing Consept), dan Konsep Pemasaran Berwawasan
Sosial (Sosial Concept) Responsibility. Selain itu pula seorang wirausaha
perlu memahai tiga komponen konsep pemasaran yaitu customer needs
and wants, organizationally integrated marketing strategi, and goals
(Bygrave 1994:68)
3. Ketika seorang wirausahawan sudah menguasai konsep pemasaran maka
setelah itu ia harus bisa meramu strategi pemasarannya sendiri terlebih lagi
itu adalah stragi inti.
4. Seorang wirausaha juga perlu memperhatikan beberapa aspek dalam
pemasaran baik jenis maupun metode pemasaran seperti salah satunya
yaitu market budget (anggaran pemasaran).

DAFTAR PUSTAKA

24

Alma, Buchari. 2008. Kewirausahaan. Bandung : Alfabeta

25