Anda di halaman 1dari 15

Modul ke 4

Perekonomian Indonesia
Asfia Murni

SUMBER DAYA EKONOMI

Sumber daya ekonomi adalah segala sesuatu yang ikut/terlibat dalam proses
produksi untuk menghasilkan produksi. Perkembangan hasil produksi (output) sangat
tergantung pada sumber daya ekonomi (input) yang tersedia dalam suatu negara. Kondisi
input disetiap Negara sangat bebeda, hal ini disebabkan adanya perbedaan factor alam,
budaya dan social yang dimiliki suatu Negara.
1. PEMBAGIAN DAN PERANAN SUMBER DAYA
Kemajuan dan perkembangan ekonomi suatu Negara sangat tergantung akan
ketersediaan sumber daya yang ada dalam suatu Negara baik secara kuantitas maupun
secara kualitas. Sumber daya dapat berupa: a) Human Resources: sumber daya manusia
(SDM)/tenaga kerja, b) Capital Resources: sumber daya modal (SDC), c) Natural
Resources: sumber daya alam (SDA), d) Teknologi dan skill

(SDT) Disamping itu ada

Sumber daya social (SDS), yaitu merupakan hasil dari suatu peradapan manusia, meliputi
social dan budaya yang berkembang dalam masyarakat.
Keterkaitan Produk Nasional (PN)tarhadap sumber daya SDM, SDC, SDA, SDT dan
SDS secara teori disebut fungsi produksi yang dinyatakan sebagai berikut:
PN = f (SDM, SDC, SDA, SDT dan SDS)
Artinya SDM, SDC, SDA, SDT dan SDS akan mempengaruhi PN disetiap negra. Bagi
Negara berkembang kondisi dari sumber dayanya sering menjadi kendala untuk
mengembangkan perekonomian seperti kualitas SDM, ketersediaan SDC dan SDT, serta
kondisi SDS.
Selanjutnya berdasarkan analisis ekonomi makro sumber daya ekonomi mempunyai
peraranan posisitif terhadap Pendapatan Nasional (Asfia Murni, 2013), masing-masing
dapat diuraikan sebagai berikut:
1

Modul ke 4
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni
1)

Tenaga Kerja, merupakan faktor utama untuk keberhasilan kegiatan ekonomi suatu
negara. Negara yang mampu memanage SDM dalam hal keterampilan, pengetahuan dan
disiplin

akan mendorong meningkatkan tehnologi dan akhirnya dapat meningkatkan

kesejahteraan.
2) Kapital, Input kapital berkaitan dengan masalah permodalan. Ketersediaan modal tidak
terlepas dari kebijakan moneter yang dilakukan pemerintah (Bank Sentral). Oleh sebab
itu kebijakan moneter untuk meningkatkan tabungan masyarakat merupakan upaya
untuk memperoleh dana investasi. Meningkatnya investasi dalam suatu negara akan
mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui efek multiplier investmen.
3) Sumber Daya Alam. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki suatu negara sangat
berarti untuk mendukung kegiatan produksi terutama dibidang pertanian, perkebunan,
perikanan, kehutanan, pertambangan serta iklim dan cuaca. Keunggulan sumber daya
alam yang dimiliki suatu negara akan mempermudah pengembangan perekonomian suatu
negara, terutama bila diikuti oleh kualitas SDM dan tehnologi yang tinggi.

4) Tehnologi mempunyai peranan yang sangat besar dalam meningkatkan

kemajuan

ekonomi suatu negara, karena memunyai dampak positif terhadap Produk Nasional
seperti: a) dapat meningkatkan efisiensi dalam proses produksi, b) Adanya inovasi baru
dalam berproduksi dan hasil produksi, c) Peningkatan kualitas produk dengan harga yang
lebih rendah.

2. PERKEMBANGAN SUMBER DAYA EKONOMI INDONESIA.


Gambaran tentang perkembangan sumber daya ekonomi dinegara berkembang termasuk
Indonesia dapat dikemukakan sebagai berikut:
1) SUMBER DAYA MANUSIA DI iNDONESIA
Perkembangan SDM sangat tergantung pada kenaikan jumlah penduduk. Di negara
sedang berkembang, kenaikan jumlah penduduk tinggi tapi tidak diikuti oleh kenaikan

Modul ke 4
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni
sumber daya yang lain seperti sumber dana investasi, perkembangan teknologi, budaya dan
social.
Di negara maju kenaikan jumlah penduduk berdampak pada perkembangan permintaan
agregat, konsumsi dan investasi berkembang, teknologi dan produktivitas meningkat
sehingga produk nasional juga akan semakin bertambah besar. Penduduk dapat berperan
sebagai produksen dan sebagai konsumen dan sangat menentukan perkembangan ekonomi di
pasar baik di pasar barang, maupun di pasar factor produksi. Namun realitasnya di
Indonesia pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak dapat meningkatkan permintaan
agregatif.
Di Indonesia kenaikan jumlah SDM berasal dari jumlah penduduk yang kualitas
pendidikannya rendah, karena di Indonesia 48-50 % dari jumlah penduduknya hanya lulusan
SD dan tidak bersekolah. sehingga

kemampuan produktivitasnya rendah. Akibatnya

pendapatan, kemampuan menabung dan perekembangan investasi juga akan rendah.


Semuanya ini tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang lambat. Dengan
demikian dapat dikatakan hasil dari perkembangan penduduk di Indonesia akan menambah
tingkat pengangguran.
Menurut Malthus dan Ricardo (Asfia murni 2013) mengamati pengaruh pertumbuhan
penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat:
1.

Bila ratio antara jumlah penduduk lebih kecil dari jumlah faktor produksi lainnya, ini
akan menimbulkan pertambahan penduduk, pertambahan tenaga kerja dan sekaligus
akan dapat meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat.

2.

Bila jumlah penduduk/tenaga kerja berlebihan dibandingkan dengan faktor produksi


yang lain, pertambahan penduduk akan menurunkan produk per-kapita dan juga akan
menurunkan taraf kemakmuran masyarakat

Modul ke 4
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni
3.

Bila jumlah penduduk selalu bertambah tanpa diikuti oleh pertambahan faktor lain
maka tingkat pengangguran meningkat, kemakmuran masyarakat akan mundur sampai
pada tingkat subsisten dan bahkan mungkin bisa dibawah tingkat subsisten.
Laju pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja di Indonesia saat ini masih relatif

tinggi, yaitu untuk periode 1971-1980 rata-rata pertumbuhan penduduk adalah 2,31 persen
per tahun dan mengalami penurunan dalam kurun waktu 1980-1990 menjadi sekitar 1,98
persen per tahun. Sedangkan selama periode 1990-2000 rata-rata pertumbuhan penduduk
mencapai 1,49 persen per tahun dan masih sama pada periode 2000-2010 sekitar 1,49
persen per tahun. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
Fasli Jalal mengungkapkan pada 2013 ini diperkirakan jumlah penduduk Indonesia akan
bertambah menjadi 250 juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk 1,49 persen per tahun.
(REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA 2013)
Pada tahun 2013, dari jumlah tenaga 114,021,189 orang, tenaga kerja dengan
pendidikan SD ke bawah menempati posisi terbanyak dengan jumlah 54,62 juta orang atau
48 % , dan kemudian disusul yang berpendidikan Sekolah Menengah Pertama sejumlah
20,29 juta orang atau 18 %. Secara keseluruhan, dari tahun 2008 sampai dengan 2013,
terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja menurut Pendidikan Tertinggi yang
Ditamatkan. Sedangkan tenaga kerja dengan pendidikan SD ke bawah justru mengalami
penurunan dari 55,33 juta orang menjadi 54,62 juta orang
Sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja. penyerapan tenaga
kerja menurut sektor adalah sebagai berikut; sektor pertanian masih menjadi penampung
terbanyak tenaga kerja sebanyak 35% atau 39,9 juta tenaga kerja Indonesia bekerja di
sektor pertanian. Sektor kedua yang menyerap banyak tenaga kerja adalah perdagangan
sebesar 22% atau 24,8 juta disusul oleh sektor jasa-jasa yang menyerap 15% atau 17,5

Modul ke 4
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni
juta. Sementara sektor industri menempati urutan keempat penyerap tenaga kerja
terbanyak yaitu 13% atau 14,7 juta tenaga kerja.
Struktur penduduk Indonesia berdasarkan usia terdiri dari 1) usia sekolah dan balita
sebesar 28,87 % , 2) usia angkatan kerja 63,54 %, 3) Usia Lanjut (lansia) mencapai 7,59
persen. (REPUBLIKA.CO.ID, 2013) Ini berarti penduduk Indonesia jumlah terbesar adalah
berada pada usia produktif.
2) SUMBER DAYA MODAL DI iNDONESIA.
Sumber daya modal merupakan sumber daya buatan manusia. Modal dapat dibedakan,
ada yang disebut barang modal dan ada yang disebut modal uang. Barang-barang modal
penting artinya dalam meningkatkan partumbuhan di bidang ekonomi. Negara-negara yang
tumbuh pesat cenderung investasi dilakukan sangat besar dalam pembentukan barang modal
baru. Berinvestasi untuk meningkatkan social overhead capital seperti; membangun jalan,
irigasi, sarana dan prasarana lainnya adalah sangat dibutuhkan untuk mendororong
terjadinya pertumbuhan ekonomi.
Sedangkan uang juga merupakan modal yang sangat menetukan dan berkontribusi
secara langsung dalam partumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu makin banyak uang yang
digunakan dalam proses produksi makin besar output yang dihasilkan asalkan penggunaannya
dikelola secara baik dan efisien.
Sumber dana untuk berinvesatasi berasal dari tabungan masyarakat. Tabungan yang
masuk ke lembaga keuangan seperti Bank akan dikelola melalui kebijakan moneter sehingga
terbentuk investasi dalam suatu negara.
Di Indonesia, perkembangan modal uang dan modal barang sangat lambat karena
dipengaruhi oleh pendapatan masyarakat rendah, sehingga tabungannya juga rendah,
akibatnya jumlah dana untuk berinvestasi sangat kurang. Kejadian tersebut mendorong
masuknya investor asing ke Indonesia. Sehingga di Indonesia ada dua sumber/bentuk

Modul ke 4
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni
investasi yang dilakukan yaitu: Penanam modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal
Asing (PMA). Kondisi tersebut dapat terliat pada gambar berikut ini

Sumber; Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia 24 April 2014

Dari gambar terlihat:


1. Nilai investasi pada triwulan 1 2014 Rp 166,6 trilyun meningkat 14,6 % dari triwulan
1 2013 Rp 93.0 trilyun dan ditargrtkan investasi di tahun 2014 dapat mencapai Rp
456,6 trilyun.
2. Investasi yang terjadi di Indonesia didominasi PMA baik untuk tahun 2013 maupun
2014. Artinya di tahun 2013 ada 70,4 % berasal dari PMA dan 29,6 % dari PMDN.
Pada tahun 2014 terjadi pergeseran PMA turun hingga mencapai 67,5 % dan PMDN
meningkat hingga mencapai 32,5 %.
Upaya untuk meningkatkan investasi atau memperbesar kapital di Indonesia dapat melalui
peningkatan pendapatan masyarakat.

Modul ke 4
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni
1. Meningkatkan produktivitas tenaga kerja, dimulai dari mencerdaskan tenaga kerja
melalui pendidikan dan pelatihan.
2. Meningkatkan minat masyarakat dalan menabung
3. Meningkatkan

pendapatan

negara

melalui

penerimaan

pajak

dengan

cara

meningkatkan kinerja dinas perpajakan yang bersih dan bewibara di seluruh


indonesia.
4. Menggunakan hutang luar negeri, hampir semua Negara Berkembang bergantung
pada hutang luar negeri terutama dalam pembangunan infrastruktur.Berarti akan
menjadi sumber kapital penting bagi Negara Berkembang.

3.

SUMBER DAYA ALAM DI INDONESIA

Kekayaan alam suatu negara meliputi luas dan kesuburan tanah, keadaan iklim dan cuaca,
jumlah dan jenis hasil hutan, hasil laut, jumlah dan hasil kekayaan tambang. Kekayaan alam
akan dapat mempermudah usaha untuk mengembangkan perekonomian suatu negara,
terutama pada masa-masa permulaan proses pertumbuhan ekonomi.
Di setiap negara berkembang peranan barang-barang pertanian dan industri
pertambangan minyak yang diekspor, menjadi penggerak utama bagi permulaan pertumbuhan
ekonomi terutama di Asia. Meskipun demikian sumber daya alam tidak selamanya menjamin
terjadinya pertumbuhan ekonomi, karena banyak negara yang tidak mempunyai kekayaan
alam seperti Jepang, pertumbuhan ekonominya tetap bisa berkembang pesat. Sementara
Indonesia termasuk negara yang punya SDA berlimpah seperti di sektor pertanian, tapi
barang pertanian yang dijual di pasar domestik lebih banyak diimpor.
Penyebabnya adalah potensi SDA tersebut belum dapat dikelola dengan baik sehingga
tidak menghasilkan secara optimal. Untuk dapat mengatasinya harus mengetahui
karakteristik dan faktor-faktor yang berkaitan dengan pengelolaan Sumber Daya Alam
khususnya bagi Indonesia.
7

Modul ke 4
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni
Karakteristik Pengelolaan Suber Daya Alam
a.

Adanya Pengelolaan potensi SDA diekploitasi dan dimanfaatkan secara besarbesaran. Terutama dalam jangka pendek. tapi untuk jangka panjang SDA tersebut
akan sangat berkurang dan bahkan terjadi kelangkaan.

b.

Kurang memperhatikan kelestarian alam. Kurangnya perhatian dalam menjaga


kelestarian alam terlihat dari terjadi kerusakan hutan dalam waktu yang relatif
singkat. Kerusakan hutan tersebut dipicu oleh banyaknya industri kayu lapis yang
berorientasi jangka pendek yaitu memproduksi kayu lapis. Kelemahan Negara dalam
mengelola SDA tersebut berdampak semakin turunnya nilai SDA baik dari
kuantitas maupun kualitas.
Sebenarnya SDA harus dijaga dari dua sisi yaitu kuantitas dan kualitasnya agar terus

meningkat. Kondisi ini tentunya memerlukan biaya yang tinggi oleh suatu negara. SDA
merupakan faktor produksi yang dapat diperbaharui dengan adanya penemuan baru dan
perubahan dinamis
4. TEKONOLOGI Di INDONESIA
Perkembangan teknologi dalam kehidupan suatu bangsa/negara sangat berperan untuk
meningkatkan kualitas dan standar hidup bangsa itu sendiri.
Seperti banyak negara berkembang lainnya, Indonesia belum dianggap sebagai negara
yang terkemuka di dunia dalam perkembangan sains dan teknologi. Namun, sepanjang
sejarahnya, ada prestasi penting dan kontribusi yang dibuat oleh Indonesia untuk sains dan
teknologi. Saat ini, Kementerian Penelitian dan Teknologi adalah badan resmi yang
bertanggung jawab atas sains dan pengembangan teknologi di negara ini. Pada tahun 2010,
pemerintah Indonesia telah mengalokasikan dana Rp. 1,9 triliun (sekitar $205 juta) atau
kurang dari 1 persen dari total anggaran belanja negara untuk penelitian dan pengembangan.
(Wikipedia Ensiklopedia Bebas)

Modul ke 4
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni
Perkembangan Teknologi di Indonesia
Berkembangnya teknologi dalam suatu negara akan mendorong pertumbuhan ekonomi,
karena teknologi dapat; a) meningkatkan produktivitas, kualitas dan standar hidup
masyarakat secara keseluruhan. b) mengurangi masalah kelangkaan sumber daya alam (SDA)
yang tersedia disuatu Negara. c) Mempermudah dalam berkomunikasi terutama untuk
hubungan jarak jauh.
Indonesia sebagai negara agraris dan maritim telah menggunakan teknologi
tradisional di bidang pertanian dan kelautan serta arsitek dan konstruksi. Di bidang
pertanian para petani sudah mengembangkan produksi melalui teknik budi daya padi. Di
bidang kelautan Pribumi-Nusantara suku bugis juga dikenal dengan teknologi mereka dalam
membuat kapal layar kayu yang disebut Pinisi. Di bidang tenologi arsitektur dan teknologi
konstruksi Indonesia juga sudah membuktikan dengan] Candi Borobudur dan candi lainnya.
Ada beberapa perkembangan teknologi penting yang dibuat oleh Indonesia di era
Indonesia modern (pasca kemerdekaan). Antara lain (Wikipedia Ensiklopedia Bebas)
1) Teknologi konstruksi. Pada tahun 80-an seorang insinyur Indonesia asal Bali, Tjokorda
Raka Sukawati menemukan teknik konstruksi jalan yang dinamai Teknik Sosrobahu, yang
menjadi terkenal setelah itu dan banyak digunakan oleh banyak negara. Teknologi ini
telah diekspor ke Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura dan pada tahun 1995, hak
paten diberikan kepada Indonesia.
2) Teknologi Kedirgantaraan. Indonesia memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan
pesawat komuter militer dan kecil; sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara untuk
memproduksi dan mengembangkan pesawat sendiri, juga memproduksi komponen
pesawat untuk Boeing dan Airbus, dengan perusahaan pesawat milik negara bernama
Industri Pesawat Terbang Nurtanio atau IPTN (didirikan pada 1976) yang sekarang
bernama PT. Dirgantara Indonesia. Hasil kerjasama IPTN dan EADS CASA dari

Modul ke 4
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni
Spanyol mengembangkan pesawat CN-235 milik Badan SAR Spanyol, yang telah
diekspor ke berbagai negara.
Bacharuddin Jusuf Habibie yang juga mantan presiden Indonesia, memainkan peran
penting dalam pencapaian ini. Saat aktif sebagai profesor di Jerman, Habibie
melakukan banyak tugas penelitian, menghasilkan teori tentang termodinamika,
konstruksi, dan aerodinamika, yang masing-masing dikenal sebagai Faktor Habibie,
Teorema Habibie, dan Metode Habibie. Indonesia juga berharap untuk memproduksi
pesawat tempur Korea Selatan KAI KF-X.
Wiweko Soepono, mantan direktur Garuda Indonesia, juga dikenal sebagai penemu
desain kokpit modern dua-manusia ("Forward Facing Crew Cockpit" atau "FFCC") untuk
pesawat Airbus A300 Garuda Indonesia.
3) Teknologi Transportasi. Indonesia memiliki industri kereta api dan transportasi rel
yang mapan, dengan perusahaan produsen kereta milik negara, PT. Industri Kereta Api,
yang terletak di Madiun, Jawa Timur. Sejak 1982, perusahaan ini telah memproduksi
gerbong kereta penumpang, gerbong barang dan teknologi kereta api lainnya, dan
mengekspornya ke berbagai negara, seperti Malaysia dan Bangladesh.
4) Teknologi Informasi dan Komunikasi. Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara
yang saat era 1970-an memiliki satelit komunikasi mereka sendiri. Sejak tahun 1976,
serangkaian satelit bernama "Palapa" dibangun dan diluncurkan di Amerika Serikat
untuk perusahaan telekomunikasi milik negara di Indonesia, Indosat.
Dalam teknologi internet, seorang ilmuwan teknologi informasi Indonesia, Onno Widodo
Purbo telah mengembangkan RT/RW-net, infrastruktur internet berbasis masyarakat
yang memungkinkan tersedianya akses internet yang terjangkau bagi masyarakat di
daerah pedesaan.

10

Modul ke 4
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni
5)

Teknologi Robotika. Para pelajar Indonesia juga memiliki catatan yang baik dalam

memenangkan banyak kompetisi internasional di bidang sains dan teknologi. Pada tahun
2010, tim robot dari Universitas Komputer Indonesia berhasil mempertahankan gelar
mereka dengan memenangkan medali emas di ajang Robogames di San Francisco, Amerika
Serikat setelah mereka meraih penghargaan yang sama pada tahun 2009.[9] Dua tahun
sebelumnya, pada tahun 2008, tim robotika lain dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember
memenangkan tempat ketiga dalam kontes robot Asia Pacific Broadcast Union (ABU)
Robocon 2008 di Pune, India.
Selain dari Sumber daya berupa manusia, modal, alam dan teknologi seperti yang telah
dikemukan tersebut masih ada faktor lain yang mempengaruhi perkembangan ekonomi yaitu
Sosial dan Budaya.

5. SOSIAL BUDAYA DI INDONESIA


Perubahan social merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Perubahan
dalam kebudayaan mencakup semua bagiannya, yaitu, kesenian, ilmu pengetahuan,
teknologi, filsafat, dan seterusnya, bahkan perubahan-perubahan dalam bentuk
serta aturan-aturan organisasi social. (Soerjono Sokanto 2010) Perubahan sosial budaya
adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat.
Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin
mengadakan perubahan.
Faktor yang menyebabkan terjadi perubahan sosial budaya adalah a) komunikasi cara
dan pola pikir masyarakat; b) faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk,
penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; c) faktor eksternal seperti bencana alam
dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.

11

Modul ke 4
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni
ADA sembilan faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial, yaitu: a)
Terjadinya kontak atau sentuhan dengan kebudayaan lain, b)

Sistem pendidikan formal

yang maju, c) Sikap menghargai hasil karya orang dan keinginan untuk maju, d) Toleransi
terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang, e) Sistem terbuka dalam lapisan-lapisan
masyarakat, f) Penduduk yang heterogen, g) Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidangbidang tertentu, h) Orientasi ke masa depan, i) Nilai bahwa manusia harus selalu berusaha
untuk perbaikan hidup. (Soerjono Soekanto: 2010)
Adanya tuntutan reformasi merupakan cikal bakal terjadinya perubahan sosial
budaya dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama pada kegiatan pembangunan
nasional. Perubahan tersebut dipercepat oleh perkembangan teknologi maju.
Penerapan teknologi maju akan merubah tatanan nilai-nilai budaya, norma-norma
sosial dan orientasi dalam setiap kegiatan masyarakat. Masyarakat dituntut untuk efisien
dan melakukan investasi secara intensif (intensive capital investment), serta selalu
berorientasi pada prestasi (achievement orientation) tanpa menghiraukan lingkungan
masyarakat sekitarnya. Kondisi tersebut menimbulkan persaingan bebas dalam usaha dan
melunturkan budaya gotong royong dalam menuju masyarakat adil dan makmur. Dampaknya
mereka yang tidak siap menghadapi persaingan akan tergusur hal ini akan memperbesar
kesenjangan social dalam masyarakat Indonesia. Kesenjanga sosial dapat dihilangkan dengan
meningkatan status sosial SDM, yaitu berkualitas dalam arti cerdas dan berpenghasilan
tinggi serta menjunjung tinggi arti sebuah kejujuran.
Dampak Perubahan Sosial ada yang bersifat positif ada yang negatif.
Perubahan sosial yang bersifat membangun atau positif disebut perubahan proges
yang menyebabkan kemajuan pengetauan masyarakat , seperti: a) Memunculkan ide-ide
budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman, b) Membentuk pola pikir masyarakat
yamg lebih ilmiah dan rasional

c). Terciptanya penemuan-penemuan baru yang dapat

12

Modul ke 4
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni
membantu aktivitas manusia d) Munculnya tatanan kehidupan masyarakat baru yang lebih
modern dan ideal.
Perubahan sosial yang bersifat merusak atau negatif disebut perubahan regres yang
menyebabkan rusaknya tatanan kehidupan masyarakat, seperti : a) Tergesernya bentukbentuk budaya nasional oleh budaya asing. b) Beberapa masyarakat tertinggal akan
kemajuan zaman, baik dari sisi pola pikir ataupun pola kehidupan. c) Muncul bentuk-bentuk
penyimpangan sosial baru yang lebih kompleks, d) Lomturnya kaidah atau norma budaya
lama
Dampak Perubahan Sosial ada yang bersifat positif ada yang negatif.
Perubahan positif bersifat membangun dan merupakan proges yang menyebabkan
kemajuan pengetauan masyarakat , seperti: a) Memunculkan ide-ide budaya baru yang
sesuai dengan perkembangan zaman, b) Membentuk pola pikir masyarakat yamg lebih ilmiah
dan rasional

c). Terciptanya penemuan-penemuan baru yang dapat membantu aktivitas

manusia d) Munculnya tatanan kehidupan masyarakat baru yang lebih modern dan ideal.
Perubahan negatif bersifat merusak disebut perubahan regres yang menyebabkan
rusaknya tatanan kehidupan masyarakat, seperti : a) Tergesernya bentuk-bentuk budaya
nasional oleh budaya asing. b) Beberapa masyarakat tertinggal akan kemajuan zaman, baik
dari sisi pola pikir ataupun pola kehidupan. c) Muncul bentuk-bentuk penyimpangan sosial
baru yang lebih kompleks, d) Lomturnya kaidah atau norma budaya lama.
Perkenbangan Sosial Budaya dalam konsep Pembangunan Nasional.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago, di
Depok, Jawa Barat, Senin (2/2), mengatakan: (Harian Sinar Harapan, 14 Februari 2015)
1.

Perencanaan pembangunan, bidang sosial dan budaya diletakkan pada posisi utama dan
menjadi bagian yang terintegrasi dalam konsep pembangunan secara keseluruhan.
Tujuannya adalah meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat. Melalui
13

Modul ke 4
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni
pembangunan yang menyeluruh, akan dihasilkan manusia Indonesia unggul yang
memiliki kecerdasan intelektual dan ditempuh melalui peningkatan kualitas pendidikan
dan kesehatan, serta perbaikan gizi.
2.

Pembangunan mental dan karakter menjadi salah satu prioritas utama dalam
pembangunan nasional, yang harus dijalankan secara bersamaan oleh aparatur
birokrasi di lembaga pemerintahan dan seluruh lapisan masyarakat. Dengan revolusi
mental, diharapkan lahir aparatur pemerintahan yang jujur, bersih, dan antikorupsi.
Selain itu,

dilahirkan

pengusaha yang kreatif,

inovatif,

punya

etos

bisnis

mengembangkan kegiatan usaha dan ekonomi, melahirkan pekerja yang berdedikasi,


taat aturan dan berkomitmen,
3.

Pembangunan ekonomi akan bergerak dinamis ditandai tingkat pertumbuhan


yang

positif

dan

berdampak

terhadap

kemampuan

negara,

dalam

mengalokasikan anggaran untuk membiayai pembangunan bidang sosial budaya,


Pembangunan sosial budaya sangat penting, sebab dapat berdampak langsung
terhadap pembangunan ekonomi. Pembangunan sosial budaya memiliki hubungan
kohesi yang sangat erat dengan pembangunan ekonomi. Banyak kajian ilmiah dan
bukti empiris yang menunjukkan investasi untuk pembangunan sosial budaya bukan
saja merupakan medium efektif untuk meningkatkan kesejahteraan, melainkan juga
dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Sebab itu dalam
mensukseskan pembangunan tersebut, perlunya toleransi antarumat beragama, dan
antarsuku serta kerjasama atas semua pihak untuk saling bergotong royong sebagai
wujud modal sosial yang meliputi tingkat kepercayaan, tolong-menolong, aksi
kolektif, dan jejaring sosial.

14

Modul ke 4
Perekonomian Indonesia
Asfia Murni
Sumber Bacaan
1. Soekanto Soerjono,
Persada.2010

Sosiologi

Suatu

Pengantar.

Jakarta:

PT.

Raja

Grafindo

2. Suranto Aw. Komunikasi Sosial Budaya. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2010.


3. http://id.wikipedia.org/wiki/Sains_dan_Teknologi_di_Indonesia
4. http://id.wikipedia.org/wiki/Sains_dan_Teknologi_di_Indonesia
5. http://pustaka-makalah.blogspot.com/2011/03/perkembangan-sosial-budaya-diindonesia.html
6. http://sinarharapan.co/news/read/150203002/-div-sosial-budaya-penting-untuktingkatkan-kualitas-hidup-div7. http://www.bkpm.go.id/img/Press%20Release%20TW%20I%202014%20-%20ind%20%2024%20April.pdf

15