Anda di halaman 1dari 25

EKUITAS

GRACE G. LEWEDALU
NOVITA M. KUMESAN
ELVIRA D. WOROTITJAN

PENGERTIAN EKUITAS
Istilah ekuitas berasal dari kata
equity atauequity of
ownershipyang berarti kekayaan
bersih perusahaan. Secara
sederhana, ia diformulasikan
sebagai total aktiva dikurangi total
pasiva. Ekuitas merupakan bagian
hak pemilik dalam perusahaan
yaitu selisih antara aktiva dan
kewajiban yang ada.

KOMPONEN EKUITAS
PEMEGANG SAHAM
Dari segi riwayat terjadinya dan
sumbernya, ekuitas pemegang saham
diklasifikasi atas dasar dua komponen
penting yaitu modal setoran dan laba
ditahan. Modal setoran dipecah menjadi
modal saham (capital stock) sebagai modal
yuridis (legal capital) dan modal setoran
tambahan (additional paid-in capital), dan
komponen lain yang merefleksi transaksi
pemilik (misalnya saham treasuri atau
modal sumbangan).

TUJUAN PENYAJIAN
EKUITAS
Pada umumnya, tujuan pelaporan
informasi ekuitas pemegang saham
adalah menyediakan informasi
kepada yang berkepentingan tentang
efisiensi dan kepengurusan
manajemen. Tujuan lain adalah
menyediakan informasi tentang
riwayat serta prospek investasi
pemilik dan pemegang ekuitas
lainnya.

PERBEDAAN MODAL SETORAN


DAN LABA DITAHAN
Laba ditahan pada dasarnya adalah terbentuk
dari akumulasi laba yang dipindahkan dari akun
ikhtisar laba-rugi. Begitu saldo laba ditutup ke
laba ditahan, sebenarnya saldo laba tersebut
telah lebur menjadi elemen modal pemegang
saham yang sah. Seperti juga modal setoran, laba
ditahan menunjukan sejumlah hak atas seluruh
jumlah rupiah aset bukan hak atas jenis aset
tertentu. Dengan demikian untuk mengukur
seluruh hak pemegang saham atas aset, laba
ditahan harus digabungkan dengan modal
setoran.

Dari segi administrasi keuangan, laba


ditahan merupakan indikator daya melaba
sehingga laba ditahan harus selalu
dipisahkan dengan modal setoran
meskipun jumlah akhirnya ditotal untuk
membentuk ekuitas pemegang saham.
Perbedaan ini juga penting secara yuridis
karena modal setoran merupakan dana
besar yang harus tetap dipertahankan
untuk menunjukan perlindungan bagi pihak
lain. Dana ini hanya dapat ditarik kembali
dalam likuidasi rupiah yang secara yuridis
dapat digunakan untuk pembagian dividen.

MODAL YUDIRIS
Modal yuridis timbul karena ketentuan hukum
yang mengharuskan bahwa harus ada
sejumlah rupiah yang harus dipertahankan
dalam rangka perlindungan terhadap pihak
lain.
Modal yuridis adalah jumlah rupiah "minimal"
yang harus disetor oleh investor sehingga
membentuk modal yuridis.
Tujuan penyajian modal yuridis ini adalah
untuk memberi informasi kepada para
pemegang ekuitas lainnya tentang batas
perlindungan investasinya.

Besarnya Modal Yudiris


Dalam hal saham bernilai nominal, modal
yuridis dapat sama dengan jumlah yang
dikenal dengan nama modal saham. Modal
saham menunjukan jumlah rupiah perkalian
antara cacah saham beredar dengan nilai
nominal per saham. Jumlah ini merupakan
jumlah rupiah yang secara yuridis menjadi
hak pemegang saham walaupun dalam
transaksi pembelian saham jumlah rupiah
yang disetor atau dibayar melebihi modal
yiridis tersebut.

Modal Setoran Lain


Nilai nominal saham lebih merupakan alat
untuk pemerataan distribusi pemilikan
daripada untuk menunjukan nilai saham itu
sendiri. Karena tidak bermakna ekonomik,
saham dapat diterbitkan tanpa nilai
nominal. Ada dua alasannya yaitu :
Untuk menghindari utang bersyarat dalam
hal saham terjual dibawah harga nominal.
Tidak ada hubungan antara nilai nominal
dengan harga pasar saham.

Perubahan Modal
Setoran

Tujuan utama perekayasaan akuntansi modal setoran


ini adalah untuk membedakan secara tegas antara
perubahan akibat transaksi operasi dan perubahan
akibat transaksi modal. Berbagai sumber yang dapat
mengubah modal setoran dengan berbagai masalah
teoretisnya adalah:
Pemesanan saham
obligasi terkonversi atau berhak tukar
saham istimewa terkonversi atau brhak tukar
dividen saham
hak beli saham, opsi, dan waran
saham treasuri

PERUBAHAN LABA
DITAHAN

Jika pemisahan antara transaksi modal dan


transaksi operasi harus tetap
dipertahankan, hanya terdapat dua faktor
utama yang mempengaruhi besarnya laba
ditahan yaitu laba atau rugi periodik dan
pembagian dividen. Laba yang dipindahkan
dari laba akun laba rugi (income
summary) adalah laba yang pindahkan dari
akun selisih seluruh elemen transaksi
operasi dalam arti luas disebut laba
komprehensif.

PENYESUAIAN PERIODE
LALU

Penyesuaian ini adalah perlakuan terhadap


suatu jumlah rupiah yang memepengaruhi
operasi perioda masa lalu.bukan sebagai
pengurang atau penambah perhitungan laba
tahun sekarang, tetapi sebagai penyesuai
terhadap laba ditahan awal perioda sekarang.
Perlakuan semacam ini dimaksudkan untuk
menjadikan laba di tahan awal perioda
sekarang menunjkuan saldo yang semestinya
seadainya jumlah rupiah tersebut telah diakui
dalam perioda yang lalu.

KOREKSI KESALAHAN
Menurut pandangan ini, penyesuaian
yang diperlukan terhadap laba yang
pernah dilaporkan harus dilakukan
langsung terhadap akun laba ditahan
untuk semua kasus kecuali untuk
koreksi-koreksi yang jumlahnya tidak
terlau besar (material) sehingga
tidak mengganggu pelaporan laba
normal. Ini berarti, koreksi tidak
tampak dalam statemen laba-rugi.

Koreksi kesalahan terbagi atas :


Koreksi sebagai penyesuai laba
ditahan.
Menurut pandangan ini penyesuaian
yang diperlukan terhadap laba yang
pernah dilaporkan harus dilakukan
langsung terhadap akun laba ditahan
untuk semua kasus kecuali untuk
koreksi-koreksi yang jumlahnya tidak
terlalu besar (material).

Koreksi sebagai penyesuai modal setoran


lain.
Paton dan Littleton menegaskan bahwa
koreksi yang bekaitan dengan penggunaan
asset dalam perioda-perioda yang lalu
dengan alasan apapun hendaknya
dipisahkan dengan premium modal saham.
Koreksi sebagai komponen statemen labarugi.
Statemen laba-rugi harus menyatakan laba
seperti adanya termasuk rugi atau untung
akibat koreksi.

PERUBAHAN AKUNTANSI
Perubahan prinsip atau metode
akuntansi(change in accounting
principle or method). Misalnya adalah
pergantian metode depresiasi dari
presentase nilai buku ke garis lurus atau
sebaliknya. Perubahan dapat
disebabkan oleh terbitnya standar baru
yang menetapkan metode tertentu atau
menolak sama sekali metode tertentu.

Perubahan taksiran akuntansi(change in


accounting estimate). Perubahan ini dapat
terjadi akibat dapat terjadi akibat dari
ditemukannya fakta baru atau informasi
baru atau akibat pengalaman tambahan
yang diperoleh perusahaan bersangkutan
dengan taksiran tertentu.
Perubahan kesatuan pelaporan(change in
the reporting entity). Perubahan entitas
pelaporan berarti perubahan organisasi
yang dilaporkan dalam statemen
keuangan.

Ada tiga alternatif yaitu:


Penyesuaian retroaktif. Metode ini mengakui
pengaruh kumulatif perubahan dalam laba
periode yang lalu sebagai penyesuaian periode
lalu.
Penyesuaian sekarang. Metode ini mengakui
seluruh pengaruh perubaham dalam laba
periode yang lalu sebagai komponen dalam
menghitung laba perode sekarang.
Penyesuaian sekarang dan prospektif. Metode ini
menyebar pengaruh kumulatif perubahan dalam
laba periode yang lalu ke periode sekarang dan
beberapa periode mendatang yang sesuai.

KUASI REORGANISASI
Kuasi-reorganisasi biasanya
dilakukan dalam hal terjadinya suatu
defisit. Kuasi-reorganisasi adalah
reorganisasi tanpa melalui
reorganisasi secara hukum yang
dilakukan kewajiban pada nilai wajar
dan mengeliminasi saldo defisit.

Perusahaan yang dapat melakukan kuasireorganisasi adalah:


Perusahaan mengalami defisit dalam
jumlah yang material
Perusahaan harus memiliki status
kelancaran usaha dan memiliki prospek
baik pada saat kuasi-reorganisasi
dilakukan
Perusahaan tidak menghadapi
permohonan kepailitan
Tidak bertentangan dengan peraturan
perundangan yang beraku
Saldo ekuitas sesudah kuasi-reorganisasi
harus positif

URUTAN PENYERAPAN
RUGI

Pendapatan kotor
Pos ini menyerap semua biaya dan rugi dan debit atau
beban (charges) yang berasal dari transaksi nonprmilik.
Laba bersih
Hal ini tejadi pendapatan kotor tidak cukup untuk
menutup semua kos tehabiskan (expired cost) baik
yang berasal dari konsumsi manfaat maupun hilangnya
manfaat (misalnya rugi luar biasa). Bila digunakan
pendekatan laba komprehensif, laba bersih akan
menjadi laba komprehensif.
Laba ditahan
Hal ini dapat dilakukan apabila laba bersih perioda
berjalan tidak cukup untuk meyerap suatu rugi tertentu
atau rugi luar biasa.

Premium modal saham


Bagian modal ini baru dapat menyerap rugi
kalau laba di tahan dan laba ditahan telah habis
untuk menyangga suatu rugi.dengan kata
lain,modal saham harus tetap di jaga
keutuhannya sampai premium modal benarbenar telah habis.
Modal Saham
Bila keutuhan modal yuridis telah berpengaruh
secara substansial, kebijakan untuk melakukan
kuasi reorganisasi atau bahkan likuidasi
perusahaan mungkin diperlukan.

URUTAN MENERIMA DISTRIBUSI


ASET
Karyawan dan pemerintah. Pihak ini
dapat di pandang sebagai kreditor yang
diperioritaskan yaitu karyawan dengan
hak atas gaji dan pemerintah dengan
baik atau pajak terhutang.
Kreditor berjaminan. Pihak ini adalah
pemegang obligasi atau kreditor lain
yang haknya dijamin dengan hak sita
(liens) atas aset tertentu.

Kreditor tak berjaminan (unguanteed


creditors). Pihak ini terdiri atas para kreditor
yang tidak dijamin yang terefleksi dalam
utang usaha atau utang wesel baik jangka
pendek maupun jangka panjang.
Pemegang saham perioritas. Pihak ini
dilindungi oleh laba di tahan sebagai
penyangga modal saham atau yuridis.
Pemegang saham biasa. Pihak ini
merupakan pemegang hak atas sisa kekayaan
(residual interest) yang berarti bahwa
pemegang saham biasa harus menanggung
dahulu rugi atau defisit.