Anda di halaman 1dari 2

Muhammad Nur Setia Budi

E13113014
Ilmu Hubungan Internasional

Berita Terorisme

Bom Bunuh Diri Hantam Kantor Polisi Lahore, 6 Tewas - Kompas.com

LAHORE,
KOMPAS.com
Serangan bom bunuh diri Taliban,
Selasa (17/2/2015), mengguncang
markas kepolisian di kota Lahore,
Pakistan, menewaskan sedikitnya
enam orang. Taliban menyebut
serangan ini sebagai balas dendam
atas eksekusi hukuman mati terhadap rekan-rekan mereka yang ditahan Pemerintah Pakistan.
Serangan ini adalah yang ketiga sejak Pemerintah Pakistan memutuskan untuk kembali
melaksanakan hukuman mati, khususnya bagi terpidana kasus-kasus terorisme pada
Desember lalu.
Keputusan pemerintah ini sekaligus mengakhiri moratorium hukuman mati yang sudah
berlangsung enam tahun.
"Kami bertanggung jawab atas serangan di Lahore karena Pemerintah Pakistan menggantung
rekan-rekan kami di penjara," kata juru bicara kelompok pecahan Taliban Jamaat-ul-Ahrar,
Ehsanullah Ehsan.
"Kami akan membalas setiap kematian rekan kami dan perjuangan kami akan terus
berlangsung hingga hukum syariah ditegakkan di negeri ini," lanjut Ehsan.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Punjab Mushtaq Shukera mengatakan, seorang polisi dan
empat orang warga sipil ada di antara korban tewas, sedangkan 23 orang lainnya terluka.
Korban tewas bisa saja lebih banyak jika polisi kurang waspada dan tak berhasil
melumpuhkan pelaku bom bunuh diri. Demikian penjelasan Kepala Kepolisian Lahore, Amin
Wains.
"Serangan ini adalah sebuah bom bunuh diri. Pelaku meledakkan diri terlalu cepat di luar
kantor polisi. Fakta bahwa dia tak bisa memasuki gedung menunjukkan pengamanan kami
sudah berhasil," tambah Wains.

Sejak Januari, setidaknya dua serangan Taliban lain mengguncang Pakistan sebelum serangan
di Lahore.
Belum lama ini, sebuah bom meledak di sebuah masjid Syiah di Peshawar, menewaskan 23
orang. Pada akhir Januari, serangan serupa juga menimpa sebuah masjid Syiah di Provinsi
Sindh dan menewaskan 60 orang.

Analisis Berita
Mengacu pada definisi terorisme yakni Tindakan yang dilakukan oleh orang atau sekelompok
orang dengan cara ancaman kekerasan maupun kekerasan yang menimbulkan rasa takut dan
khawatir terhadap orang luas dan/atau menimbulkan korban jiwa. Tindakan ini juga biasanya
terorganisir dan terencana. Berita diatas yang menjadi subjek teroris ialah kelompok militan
Taliban.
Taliban merupakan Gerakan nasionalis Islam Sunni pendukung Pashtun (grup etnis yang
populasinya berada di daerah timur dan selatan Afganistan) yang secara efektif menguasai
hampir seluruh wilayah Afganistan sejak 1996 sampai 2001. Taliban hingga kini masih
dipimpin oleh seorang ulama bernama Mullah Mohammed Omar. Pasca kejadian WTC 9/11,
Taliban sempat mengalami kemunduran ketika AS gencar melakukan pembasmian terorisme
di dunia internasional, Taliban di Afganistan tak luput dari operasi AS tersebut.
Taliban dianggap sebagai kelompok teroris karena dituduh tedah melakukan pelanggaran
HAM di Afganistan dan Pakistan. Taliban hingga sekarang pun masih sering melakukan teror
baik berupa sebuah ancaman berbentuk ultimatum, serangan langsung, ataupun bom bunuh
diri. Beberapa waktu belakangan ini, Taliban lebih banyak beroperasi di wilayah Pakistan.
Pada berita di atas Taliban sebagai kelompok teroris kembali menunjukkan eksistensinya
kepada pemerintah Pakistan dengan membom markas kepolisian Lahore, Pakistan. Hal ini
dilakukan sebagai pembalasan kelompok teroris ini setelah anggota mereka dihukum mati
oleh kepolisian Pakistan.
Dengan, fakta-fakta diatas Taliban tidak hanya telah menebar ancaman bahkan telah
melakukan teror kepada masyarakat Pakistan hingga merenggut nyawa. Maka tak bisa
dipungkiri aksi bom bunuh diri yang didalangi kelompok teroris Taliban ini dapat
digolongkan sebagai Terrorism Activity.