Anda di halaman 1dari 21

PROLAPS UTERI

Dr H ASHAR KMAN,SPOG,DFM,PIA.

ANATOMI UTERUS
Letak uterus anteversio flexi
Uterus dipertahankan oleh:
Tonus otot rahim
Ligamentum rahim :
lig.rotundum,lig.cardinale,lig.sacrouterina,lig.v
esiko uterinum,lig. Infundibulum pelvicus
Otot-otat dasar panggul terutama M.levator
ani

DEFINISI
Prolapsus uteri adalah keadaan yang
terjadi akibat otot penyangga uterus
menjadi kendor sehingga uterus akan
turun atau bergeser kebawah dan
dapat menonjol keluar dari vagina.
Dalam
keadaan
normal,
uterus
disangga oleh otot panggul dan
ligamentum penyangga.

ETIOLOGI
Dasar

panggul yang lemah oleh kerusakan dasar


panggul pada partus (rupture perinea atau regangan)
atau karena usia lanjut.
Menopause,
hormon estrogen telah berkurang
sehingga otot dasar panggul menjadi atrofi dan
melemah.
Tekanan abdominal yang meninggi karena ascites,
tumor, batuk yang kronis atau mengejan (obstipasi
atau strictur dari tractus urinalis).
Partus yang berulang dan terjadi terlampau sering.
Partus dengan penyulit.
Tarikan pada janin sedang pembukaan belum lengkap.

FAKTOR RESIKO
Banyak anak
Janin besar
Partus lama

DERAJAT PROLAPS UTERI


Prolapsus uteri ; terdiri dari 3 tingkatan
yaitu
Derajat I uterus sedikit turun kedalam
vagina dan biasanya keadaan ini tidak
disadari oleh penderita
Derajat II uterus turun lebih jauh
kedalam vagina sehingga ujung uterus
berada di orifisium vaginae
Derajat III Sebagian besar uterus sudah
keluar dari vagina (keadaan ini disebut
sebagai prosidensia uteri.

GEJALA KLINIS
Perasaan adanya suatu benda yang mengganjal

atau menonjol di genitalia eksterna.


Rasa
sakit dalam panggul dan pinggang
(backache). Biasanya jika penderita berbaring
keluhan hilang atau berkurang.
Pengeluaran serviks uteri dari vulva mengganggu
penderita waktu berjalan dan bekerja.
Coitus terganggu.
Infertilitas karena servicitis.
Incontinentia urine (sistokel)
Gangguan defekasi (rektokel)

PEMERIKSAAN FISIK
Penderita
dalam
posisi
jongkok
disuruh mengejan dan ditentukan
dengan pemeriksaan dengan jari,
apakah portio uteri pada posisi
normal, apakah portio dibawah posisi
normal,
apakah
portio
sampai
introitus vagina, apakah serviks uteri
sudah keluar dari vagina.

BENTUK-BENTUK
PEMERIKSAAN
Cystocele

: dinding depan vagina


menonjol, dalam tonjolan ini terdapat
dinding belakang kandung kemih
sehingga
dapat
menimbulkan
inkontinensia urine.

Enterokel : biasanya berisi usus halus

atau
omentum
dan
mungkin
menyertai uterus turun ke dalam
vagina
Rectocele : dinding belakang vagina
menonjol beserta dinding depan
ampula recti menimbulkan kesukaran
pada defekasi.

PENATALAKSANAAN
1. Terapi kuratif atau non operatif
. Latihan-latihan otot dasar

panggul
.Stimulasi otot-otot dengan alatalat listrik
.Pengobatan dengan Pessarium

2. Terapi operasi
Indikasi tergantung :

-umur penderita
-keinginan untuk masih mendapat anak atau
untuk mempertahankan uterus
-tingkat prolapsus
-adanya keluhan.
- terapi dengan pesarium gagal

Ventrofiksasi dengan cara memendekkan

ligamentum Rotundum atau mengikatkan


ligamentum rotundum ke dinding perut
Hysterektomi vagina terapi prolaps kita
pilih kalau ada patologi portio atau tumor dari
uterus, juga pada prolaps uteri tingkat lanjut.
Manchester Fothergill memendekkan
ligamentum Cardinale. Disamping itu dasar
panggul diperkuat (Perineoplasty) dan karena
sering ada elongasio coli dilakukan amputasi
dari portio. Cystokele atau Rectokele dapat
diperbaiki dengan Kolporafia anterior atau
posterior.

Kolpocleisis ( Neugebauer Le Fort )

menghubungkan dinding vagina depan


dengan bagian belakang, sehingga lumen
vagina ditiadakan dan uterus terletak
diatas vagina yang tertutup itu. Akan
tetapi operasi ini dapat mengakibatkan
tarikan pada dasar kandung kemih
kebelakang, sehingga dapat menimbulkan
inkontinensia urine, atau menambah
inkontinensia yang telah ada. Coitus tidak
mungkin lagi setelah operasi.

PENCEGAHAN
Kandung kemih hendaknya kosong pada

waktu partus terutama dalam kala


pengeluaran
Robekan perineum harus dijahit dengan
legeartis (kepandaian)
Kala pengeluaran hendaknya jangan terlalu
lama supaya dasar panggul tidak terlalu lama
teregang
Memimpin persalinan dengan baik

KOMPLIKASI
Dekubitus
Hipetropi servix uteri dan elongasio coli
Infeksi saluran kemih
Kemandulan
Haemorroid

PROGNOSA
Dalam hal ini, prognosa baik terutama jika
penanganan prolaps uteri ini dilakukan
dengan segera dan tepat.Pada prolaps uteri
yang telah menimbulkan komplikasi berupa
ulkus
dekubitus
terutama
pada
usia
lanjut,perlu
dilakukan
biopsi
untuk
menyingkirkan
kemungkinan
terjadinya
karsinoma.