Anda di halaman 1dari 10

27.

Uraikan f(z) =

1
( z +1 ) (z +3)

dalam suatu deret Laurent yang berlaku untuk

(a) 1 < |z| < 3, (b) |z| > 3, (c) 0 < |z+1| < 2, (d) |z|>1
Penyelesaian :

1
( z +1 ) ( z+3 ) =

(a) Tulislah dalam bentuk pecahan bagian

1 1
2 z+ 1

( )

1 1
2 z+ 3

( )
1
=
2( z+1)

Jika |z| > 1, maka

1
1
2 z (1+ )
z

Jika |z| < 3, maka

1
1 1 1
1 + 2 3 +
2z
z z z

1
1
1
1
2 + 3 4 +
2 z 2 z 2z 2z

1
=
2( z+3)

1
z
6(1+ )
3

1
z z
z
1 + +
6
3 9 27

1 z z2
z3
+
+
6 18 64 162

Maka uraian Laurent yang diinginkan dan berlaku untuk |z| >1 dan |z| <3,
yaitu 1< |z| < 3, adalah

1
1
1
1 1 z
z2 z 3
+

4
3
2
2 z 2 z 2 z 2 z 6 18 54 162

(b) Jika |z| >1, maka seperti dalam bagian (a),

1
1
1
1
1
=
+

+
2 ( z +1 ) 2 z 2 z 2 2 z 3 2 z 4
Jika |z| > 3, maka

1
=
2( z+3)

1
3
2 z (1+ )
z

1
3 9 27
1
3
9
27
1 + 2 3 + = 2 + 3 4 +
2z
z z
2 z 2 z 2z 2z
z

Jadi uraian Laurent yang diinginkan dan berlaku untuk |z|>1 dan |z|>3,
yaitu |z|>3, diperoleh dengan mengurangkan. Hasilnya adalah

1 4 13 40
+ +
z 2 z3 z 4 z 5

(c) Misalkan z+1 = u , maka

1
1
1
1
u u 2 u3
=
=
=
1 + +
( z +1 ) (z +3) u(u+2)
u
2u
2 4 8
2 u(1+ )
2

1
1 1
1
2
+ ( z +1 ) ( z+ 1) +
16
2( z+1) 4 8

Berlaku untuk |u|<2, u

0 atau 0< |z+1|< 2

(d) Jika |z|<1, maka

1
1
1
1 1
1
1
=
= ( 1z + z 2z 3+ )= z 2+ z 3 z 4 +
2 2
2
2
2( z+1) 2( 1+ z ) 2

Jika |z|< 3, maka menurut (a) diperoleh

1
1 z z2
z3
= +
+
2( z+3) 6 18 54 162
Jadi uraian Laurent yang diinginkan dan berlaku untuk |z|<1 dan |z|< 3
yaitu |x|< 1 diperoleh dengan menguraikan. Hasilnya adalah

1 4
13 2 40 3
z+ z z +
3 9
27
81

Dan ini merupakan suatu deret Taylor


URAIAN LAGRANGE
28. Buktikan uraian Lagrange z =

a+
n=1

n d n1
n
[ ( a ) ] }
n1 {
n ! da

Penyelesaian :
Andaikan kita mengambil C sehingga hanya terdapat satu titik nol
sederhana dari
g(z) = z dan

z=a+ ( z )

f ( z )=za+ ( z )

di dalam C. Maka menurut soal pada BAB 5 dengan


, kita memperoleh

KESINAMBUNGAN ANALITIK
29. tunjukkan bahwa deret (a)

zn
2n+1
n=0

dan (b)

( zi)n
(2i)n +1
n=0

berada dalam

kesinambungan analitik terhadap yang lainnya.


Penyelesaian :
(a) menurut uji rasio, deret tersebut konvergen untuk |z| < 2 . dalam lingkaran
ini deret tersebut [yang merupakan suatu deret ukur dengan suku pertama

dan rasio z/2 ] dapat dijumlahkan dan menyajikan fungsi

(b) Menurut uji rasio, deret tersebut konvergen untuk

1
2
1

z
2

zi
|2i
|< 1

1
2z

, yaitu

|zi|< 5 . Dalam lingkaran ini deret tersebut [yang merupakan suatu deret
ukur dengan suku pertama 1(2-i) dan rasio (z-i) / (2-i)] dapat dijumlahkan dan

menyajikan fungsi

1
(2i)
1
=
z i 2z
1
2i

. karena deret kuasa tersebut menyatakan

fungsi yang sama dalam daerah irisannya yaitu bagian dalam lingkaran |z|=2
dan

|zi|< 5 , maka kedua deret tersebut berada dalam kesinambungan

analitik terhadap yang lainnya.

30. Buktikan bahwa deret 1 + z + z2 + z4 +z8 +... =1 +

z2
n=0

tidak dapat

disinambungkan secara analitik melalui |z|=1


Penyelesaian :
Misalkan F(z) = 1 + z + z2 + z4 +z8 +... , maka F(z) = z + F(z2) , F(z) = z + z2 +
F(z4) , F(z) = z+ z2 + z4 +F(z8) ... Dari sini jelaslah bahwa nilai z yang ditentukan
oleh z =1, z2 = 1, z4 = 1, z8 = 1, ... semuanya adalah kesingularan dari F(z).
Kesingularan ini semuanya terletak pada lingkaran |z|=1. Jika diberikan suatu
busur kecil dari lingkaran ini, maka akan terdapat tak berhingga banyaknya
kesingularan. Ini menyatakan suatu penghalang yang tidak dapat dilalui dan
kesinambungan analitik yang melalui |z|=1 tidak mungkin terjadi. Lingkaran |z|
=1 menyatakan suatu btas asli ( natural boundary)
SOAL-SOAL ANEKA RAGAM
31. Misalkan {fk(z)}, k = 1,2,3,... adalah suatu barisan fungsi analitik dalam
suatu daerah . Andaikan pula bahwa

F ( z )= f k ( z )
n=1

, konvergen seragam

seragam dalam . Buktikan bahwa F(z) analitik dalam .


Penyelesaian :
Misalkan Sn(z) =

f k (z )
n=1

. Menurut definisi kekonvergenan seragam, jika

diberikan e > 0 kita dapat menentukan suatu bilangan bulat positif N yang
bergantung pada e dan tidak pada z sehingga untuk setiap z di dalam , berlaku
|F(z) Sn(z) | <

untuk setiap n > N

Sekarang andaikan bahwa C adalah suatu kurva tertutup sederhana yang


terletak seluruhnya dalam dan nyatakan panjangnya dengan L . kemudian,
menurut soal no 16, karena fk(z), k=1,2,3,... kontinu maka F(z) juga kontinu

sehingga

F ( z ) dz
c

untuk n > N, berlaku

ada. Juga dengan menggunakan (l) kita melihat bahwa

k=1 c

||

F ( z ) dz f k ( z ) dz = { F ( z )s n ( z ) } dz
c

<eL
Karena e dapat dibuat sekecil mungkin maka

k=1 c

F ( z ) dz= f k ( z ) dz

Tetapi menurut teorema Cauchy,

f k ( z ) dz=0
c

karena itu

F ( z ) dz=0
c

Dan menurut teorema Morera F(z) haruslah analitik.


32. Buktikan bahwa suatu fungsi analitik tidak dapat dibatasi pada lingkungan
dari suatu kesingualaran terpencil.
Penyelesaian :
Misalkan f(z) analitik di dalam dan pada suatu lingkaran C berjari-jari r kecuali
pada kesingularan terpencilnya z=a yang diambil sebagai pusat C, maka
menurut teorema Laurent f(z)memiliki suatu uraian Laurent

f ( z )= a k ( za)k (1)
k=

Dimana koefisien

an =

ak

diberikan oleh persamaan (7) khususnya

f ( z)
1
dz n=1,2,3, (2)

2 i c ( za )n+1

Sekarang, jika |f(z)| < M untuk suatu konstanta M, yaitu f(z) terbatas, maka dari
(2) diperoleh

|an|=

1
2

( za )n1 f ( z ) dz

1 n1
r . M .2 r=M r n
2

Jadi, karena r dapat dibuat sebarang kecilnya, maka kita mempunyai

an =0, n=1,2,3, , yaitu

a1=a2=a3==0

direduksikan menjadi deret Taylor di sekitar


analitik di

z=a sehingga

z=a

, dan deret Laurentnya

z=a . ini menunjukkan bahwa f(z)

bukan suatu kesingularan, dan hal ini

bertentangan dengan hipotesa. Pertentangan ini menunjukkan bahwa f(z) tidak


dapat dibatasi pada lingkungan dari suatu kesingularan terpencil.

33. Buktikan bahwa jika z 0, maka


1

e2

1
(z )
z

= Jn ( ) z n
n =

cos
2
1
J n ( )=

2 0

Dimana

Penyelesaian :
Titik z=0 hanyalah merupakan kesingularan berhingga dari fungsi

1
1
(z )
2
z

dan

ini mengakibatkan bahwa fungsi tersebut haruslah memiliki suatu uraian Laurent
yang berbentuk
1

e2

1
(z )
z

= Jn ( ) z n (1)
n =

Dan berlaku untuk |z| > 0. Menurut persamaan (7) koefisien

Jn ( )

diberikan

oleh

J n ( )=

1
1
(z )
2
z

1
e
dz (2)

2 i c z n+1

Dimana C suatu kurva tertutup sederhana yang memuat z=0 di dalamnya


Misalkan khususnya kita memilih C suatu lingkaran berjari-jari 1 dan berpusat
dititik asal, yaitu persamaan C |z|=1 atau

z=e i . Maka (2) menjadi

J n ( )=

1
i
i
( e e )
2

1
e
i
i e d
i ( n+1)
2 i
e
0

1
e i sin in d
2 0
n
sin

n
sin

cos
2
1

2 0

n sin

cos
2
1

2 0

Dengan menggunakan kenyataan

dicapai dengan memisalkan

n
sin

cos
2
1
I=
2 0

=2

= 0 hasil terakhir langsung

yang mengakibatkan

2 n+n
2

sin d = sin ( sinn ) d =I


0

sin

. Sehingga I = -I dan I = 0. Dengan

I =
0

demikian terbuktilah hasil yang diinginkan. Fungsi

Jn ( )

dinamakan suatu

fungsi Bessel jenis pertama bertingkat n. Pembahasan selanjutnya tentang


fungsi Bessel lihat pada BAB 10.
34. Suku banyak Legendre

Pn (t ) , n=0,1,2,3,

didefinisikan dengan rumus

Rodrigues

P n (t )=

1 dn 2
n
(t 1)
n
n
2 n ! dt

(a)Buktikan bahwa jika C suatu kurva tertutup sederhana yang mengelilingi titik
z=t, maka

z
n
( 21)
dz
n+1
(zt )

1 1
Pn (t)=

2 i 2n c
Ini dinamakan penyajian Schlaefi untuk

Pn (t )

atau rumus Schlaefi

(b) buktikan bahwa

t + t 21

2
1
P n (t )=

2 0
Penyelesaian :
(a) Menurut rumus integral Cauchy, jika C mengelilingi t, maka

f (n) ( t ) =

f ( z)
dn ( ) n !
f
t
=
dz

n
2 i c ( zt )n+1
dt

Kemudian ambillah f(t)=(t2-1)n sehingga f(z)=(z2-1)n, kita memperoleh hasil


yang diinginkan

P n (t )=

1 dn 2
n
(t 1)
n
n
2 n ! dt

z
( 21) n
dz
(zt )n+1

1 1
Pn (t)=

2 i 2n c

(b) Pilihlah C suatu lingkaran yang berpusat di t dan berjari-jari

t21

seperti ditunjukkan gambar diatas. Maka suatu persamaan untuk C adalah


|z-t|=

t21

t21 e i , 0 < 2

atau z= t +

bagian (a) kita memperoleh

t+ t 21 ei 21 }n t 21ie i

n+1
2
( t 1 e i )
{

2
1 1
P n ( t )= n

2 2 0
2

{( t 21 ) + 2t t 21 ei +( t 21) e2 i }n ein
1 1
P n (t )= n
d

n
2 2 0
2
2
( t 1 )
2

{( t 21 ) e i + 2t t 21+( t 21) e2 i }n
1 1
P n (t )= n
d

2 2 0
(t 21)n /2
2

P n (t )=

{2 t t 1+2 ( t 1 ) cos }
1 1
d

n
2
i n+1
2 2 0
( t 1 e )
2

. gunakan ini pada

t+ t 21 cos n

2
1
Pn ( t )=

2 0
Pembahasan selanjutnya dari suku banyak Legendre dapat dilihat pada bab 10