Anda di halaman 1dari 20

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa saya ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha


Kuasa karena atas segala rahmat, petunjuk, dan karunia-Nya sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah. Makalah ini dibuat sedemikian rupa
agar pembaca dapat dengan mudah mempelajari dan memahami Tata
Surya secara lebih lanjut.
Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang
namanya tidak bisa saya sebutkan satu per satu yang telah membantu
dalam mempersiapkan, melaksanakan, dan menyelesaikan penulisan
makalah ini. Segala upaya telah dilakukan untuk menyempurnakan
makalah ini, namun tidak mustahil apabila dalam makalah ini masih
terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, kami mengharapkan
kritik dan saran yang dapat dijadikan masukan dalam menyempurnaan
makalah selanjutnya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca untuk
menambah pengetahuan dan wawasan tentang Tata Surya. Jangan segan
bertanya jika pembaca menemui kesulitan. Semoga keberhasilan selalu
berpihak pada kita semua.

Ana Ashravia Safitri, 2015

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Alam

semesta

terdiri

atas banyak sekali gugusan bintang. Salah

satu
gugusan bintang itu adalah Bimasakti atau Milky Way. Matahari adalah salah
satu bintangnya. Matahari menjadi pusat tata surta. Di tata surya itu, kita tinggal
di planet bumi.
Tata Surya merupakan system yang terdiri atas matahari dan benda
angkasa yang mengelilinginya. Karena diedari oleh benda-benda langit di
sekelilingnya, benda-benda langit tersebut mempunyai lintasan edar tertentu
yang berbentuk elips dengan matahari terletak pada salah satu fokusnya.
Peredaran benda langit mengelilingio matahari disebut revolusi. Adapun bidang
edar yang terbentuk oleh bumi disebut eliptika.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu agar kita lebih
mengetahui apa itu tata surya serta bagian-bagian dari tata surya. Dan
hal-hal apa saja yang berhubungan dengan tata surya.

1.3 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan Tata Surya?
2. Jelaskan bagian-bagian dari Tata Surya?
3. Jelaskan bagian-bagian lain dari Tata Surya?

BAB II
PEMBAHASAN

A.

Tata Surya

Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri dari matahari
(bintang), planet-planet, satelit alam, meteor, asteroid, dan komet yang
berputar mengelilingi matahari (berevolusi). Matahari menjadi pusat tata
surya karena semua benda langit berputar mengelilingi matahari dengan
lintasan berbentuk elips. Dalam setiap revolusinya anggota tata surya
pada suatu saat berada dekat dengan matahari. Titik terdekat dengan
matahari disebut perihelium dan titik terjauh disebut aphelium. Semua
benda langit dalam sistem tata surya berputar mengelilingi matahari
karena matahari memiliki gaya gravitasi paling besar.
Massa matahari sangat besar, sekitar 333.000 kali massa bumi.
Adapun massa planet terbesar (Yupiter) hanya sekitar 300 kali massa
bumi. Jadi, massa matahari hamper-hampir merupakan massa
keseluruhan tata surya. Perbedaan massa yang sangat besar inilah yang
menyebabkan seluruh anggota tata surya beredar mengelilingi matahari.
Sejak di temukannya Pluto pada tahun 1930, para astronom
memasukkan
Pluto alam Kategori planet dalam tata surya kita, sehingga sampai tahun
2006 ada sembilan planet dalam tata surya kita. Namun, dalam konferensi
tanggal 24 Agustus 2006 di Cekoslovakia, para astronom yang tergabung

dalam organisasi astronomi internasional, memutuskan bahwa Pluto tidak


termasuk dalam kategori planet.
Menurut para astronom, benda langit bias dikategorikan sebagai
planet jika memenuhi criteria sebagai berikut :
1) Mempunyai ukuran diameter lebih besar dari 2.000 km. berbentuk
bulat, dan
2) Memiliki orbit yang tidak memotong orbit planet lain.
Orbit Pluto sedikit dibawah orbit Neptunus. Ukuran planet Pluto jauh lebih
kecil
dari delapan planet lainnya dalam system tata surya. Ukuran planet Pluto
bahkan lebih kecil daripada satelit (bulan) dari system tata surya (bulan
dari bumi, bulan dari Yupiter: Io, europa, Ganymede, Calissto, Titan , dan
Tritan).
Sehingga berdasarkan hasil kajian para astronom modern, terdapat 8
planet dalam
tata surya kita, yaitu:
1)
2)
3)
4)

Merkurius
Venus
Bumi
Mars

5)
6)
7)
8)

Yupiter
Saturnus
Uranus
Neptunus

yang selalu mengelilingi matahari.


Berdasarkan kedudukan garis edarnya, planet-planet dapat dibagi
menjadi dua kelompok, yaitu planet dalam dan planet luar.
-

Planet dalam adalah planet yang garis edarnya terletak di antara

garis edar bumi dan matahari. Yaitu Merkurius dan Venus.


Planet Luar adalah planet-planet yang jarak jarak garis edarnya
dari matahari lebih jauh daripada garis edar bumi. Yaitu Mars.
Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Diantara planet-planet
tersebut yang dapat dilihat langsung dengan mata adalah
Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, dan Saturnus.

a) Planet Dalam
1) Merkurius

Merkurius adalah planet terdekat dari matahari, jaraknya sekitar 59 juta


kilometer dari matahari. Merkurius tidak mudah dilihat dengan mata telanjang.
Merkurius tetapi sering terlihat disaat fajar dan senja hari, sehingga dianggap
sebagai bintang pagi dan bintang malam.
Merkurius merupakan planet terkecil kedua setelah planet Pluto,
diameternya sekitar 4.862 km. Merkurius bergerak mengelilingi matahari sekali
putaran dalam waktu 88 hari dan berotasi dengan periode 59 hari. Volume
merkurius adalah sekitar 0,055 kali massa Bumi. Bentuk planet ini mirip Bulan,
dengan permukaan berupa lapisan tipis silikat. Merkurius tidak memiliki satelit.
2) Venus

Venus adalah planet terdekat kedua dari Matahari. Venus memiliki jarak
terhadap matahari tidak tetap. Jarak rata-rata antara Venus dengan matahari
adalah 108 juta km. Diameter Venus mencapai 12.100 km, sedangkan massanya
sekitar 0,815 kali massa bumi. Periode rotasinya adalah 243,2 hari, sedangkan
periode revolusinya adalah 225 hari. Bentuk planet ini mirip Bumi dengan
permukaan berupa awan tebal dengan suhu permukaan 480C.

b) Planet Luar
3) Mars
5

Mars merupakan planet keempat dari matahari. Mars berukuran lebih kecil
dari bumi, Jarak rata-rata dari matahari adalah 228 juta km. Diameter Mars
mengapai 6.780 km, sedangkan massanya 0,11 kali massa bumi. Periode
rotasinya 24,6 jam, sedangkan periode revolusinya adalah 687 hari. Jumlah
satelit Mars adalah 2.
4) Yupiter

Yupiter adalah planet kelima dalam tata surya kita dan merupakan planet
terbesar. Jarak rata-rata dari matahari 778,3 juta km. Garis tengah Yupiter 142.860 km,
volumenya sekitar 1.300 kali volume bumi, sedangkan massanya 318 kali massa
bumi. Periode rotasinya 9,8 jam, sedangkan periode revolusinya adalah 11,86
tahun. Atmosfer Jupiter mengandung hidrogen (H), helium (He), metana (CH ),
amonia (NH ). Jupiter memiliki 16 satelit.
5) Saturnus

Saturnus merupakan benda langit yang sangat mempesona karena


cincinnya.
6

Cincin saturnus kelihatan lebih lebar dibandingkan cincin planet yang lain,
karena terdiri atas ratusan cincin-cincin kecil. Cincin kecil tersusun dari gas beku
dan butiran-butiran debu. Keindahan saturnus ini tidak begitu menonjol karena
letaknya sangat jauh. Jarak rata-rata dari matahari adalah 1.429,4 juta km.
Diameternya mengapai 120.540 km dan memiliki massa 94,3 kali dari massa
bumi. Periode rotasi nya 10,7 jam, sedangkan periode revolusinya adalah 29,5
tahun. Atmosfernya mengandung helium (He). Planet ini memiliki 21 satelit.
6) Uranus

Uranus memiliki jarak rata-rata dengan matahari 2.875 juta km.


Diameternya 51.118 km dan memiliki massa 14,54 massa bumi. Periode
rotasinya 17,25 jam, sedangkan periode revolusinya 84 tahun. Bentuk planet ini
mirip dengan bulan dengan permukaan berwarna hijau dan biru, dibungkus
atmosfer yang mengandung hidrogen (H), helium (He), metana (CH ), dan etana.
Uranus memiliki sekitar 15 satelit.
7) Neptunus

Neptunus memiliki jarak rata-rata dari matahari 4.450 juta km.


Diameternya 49.530 km dan memiliki massa 17,2 kali massa bumi. Periode
rotasinya 16,1 jam, Sedangkan periode revolusinya 164, 8 tahun. Planet
Neptunus memiliki 8 buah satelit.

B. MATAHARI

Pada dasarnya matahari merupakan salah satu bintang yang paling


besar yang berada di tata surya dan menjadi pusatnya. Matahari
termasuk bintang karena dapat menghasilkan energi cahaya sendiri.
Cahaya matahari dibandingkan bintang yang lain terasa lebih sendrung.
Hal itu yang menyebabkan pada waktu siang hari kita tidak dapat melihat
bintang selain matahari. Matahari berotasi pada sumbunya dengan arah
rotasi dari barat ke timur. Periode rotasi matahari pada bagian equatornya
adalah 34 hari, sedangkan pada bagian kutubnya memerlukan waktu
sekitar 27 hari. Matahari merupakan bola api yang suhu pada intinya
sekitar 35 juta derajat celcius dan suhu pada bagian permukaannya 6000
derajat celcius.
1) Energi Pancaran Matahari
Matahari memancarkan energi dalam bentuk cahaya ke segalah arah.
Energi yang dapat dipancarkan tersebut, hanya sebagian kecil yang
sampai dibumi, namun sejumlah energi yang kecil tersebut sudah cukup
sebagai sumber energi dibumi.
2) Lapisan-Lapisan Matahari
Berdasarkan letaknya, susunan lapisan matahari dapat dibedakan menjadi
empat macam. Lapisan-lapisan tersebut mulai dari yang terdalam
berturut-turut adalah sebagai berikut :
A. Inti
8

Inti merupakan bagian yang paling dalam dari matahari.


B. Fotosfer ( Lapisan Cahaya )
Foosfer merupakan permukaan matahari yang tebalnya kurang lebih
350 km.
C. Kromosfer
Kromosfer merupakan lapisan gas diatas fotosfer yang tebalnya
sekitar 16.000 km.
D. Korona
Korona merupakan lapisan matahari yang paling luar.

C. BUMI

Bumi adalah planet terdekat ketiga matahari dan satu-satunya yang


planet yang memiliki kehidupan. Jarak rata-rata Bumi dengan Matahari
adalah 150 juta km. Diameter bumi adalah 12.760 km. Periode rotasinya
adalah 24 hari, sedangkan pariode revolusinya 365,25 hari. Suhu rata-rata
permukaan bumi adalah 14 derajat Celcius. Bumi memiliki 1 buah satelit
yaitu bulan.
Gerak rotasi dapat mengakibatkan pergantian siang dan malam.
Selain pergantian siang dan malam, akibat lain rotasi bumi adalah sebagai
berikut :
1.
2.
3.
4.

Gerak Semu Harian


Perbedaan Waktu Berdasarkan Garis Bujur
Batas Penanggalan Internasional
Kecepatan Bentuk Bumi

Secara struktur, lapisan bumi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai
berikut:
1. Kerak bumi (crush)
Kerak Bumi atau Crush merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan
bumi). Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan
9

batuan yang terdiri dari batu-batuan basa dan masam. Suhu di bagian
bawah kerak bumi mencapai 1.100 oC.
2. Selimut atau selubung (mantle)
Selimut atau selubung (mantle) merupakan lapisan yang terletak di
bawah lapisan kerak bumi. Tabal selimut bumi mencapai 2.900 km dan
merupakan lapisan batuan padat. Suhu di bagian bawah selimut bumi
mencapai 3.000 oC.
3. Inti bumi (core)
Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam.
Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang
suhunya mencapai 2.200 oC. inti dalam merupakan pusat bumi
berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri
dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500 oC.
Struktur Atmosfer :
1. Troposfer
Lapisan udara ini terletak di bagian paling bawah dari lapisan atmosfer
yang langsung bersinggungan dengan permukaan bumi. Lapisan troposfer
merupakan lapisan udara yang paling berpengaruh terhadap kehidupan
di muka bumi. Karena merupakan tempat terjadinya peristiwa-peristiwa
cuaca seperti perubahan suhu dan tekanan udara, angin, badai, embun
hasil penguapan, pengawanan, pembentukan salju, hujan, dan petir.
2) Stratosfer
Lapisan stratosfer

mempunyai

pengaruh

yang

cukup

besar

terhadap kelangsungan hidup semua makhluk hidup di permukaan


bumi karena pada lapisan ini ozon terbentuk dan berfungsi menyerap
sebagaian besar radiasi ultra violet, infra merah, dan sinar x dari cahaya
matahari sebelum menyentuh permukaan bumi.
3) Mesosfer

10

Lapisan mesosfer adalah lapisan yang terletak di atas lapisan stratosfer


yang dibatasi oleh lapisan yang disebut stratopause dengan ketinggian
antara 48 80 km dari atas permukaan laut. Pada lapisan mesosfer juga
terjadi pemantulan kembali gelombang-gelombang radio ke bumi. Suhu
pada lapisan ini diperkirakan suhunya mencapai 10 C.
4) Termosfer
Ciri khas dari lapisan termosfer, yaitu memiliki temperatur yang sangat
tinggi (termo artinya panas, dan sfer artinya lapisan). Pada ketinggian 480
km dari permukaan laut, kondisi temperatur lapisan termosfer mencapai
1.232 C.
Pada lapisan termosfer terdapat dua lapisan yang memegang peranan
penting dalam hubungan radio, yaitu lapisan Kennely-Heaviside dan
lapisan Appleton. Kedua lapisan ini berfungsi sebagai penangkap dan
pemantul berbagai gelombang radio yang dipancarkan dari bumi dan
dipantulkan kembali ke bumi, sehingga berbagai siaran radio dari
pemancar yang jauh letaknya dapat didengarkan pada radio kita di
rumah.
5) Lapisan Eksosfer
Bagian lapisan terakhir dari atmosfer bumi adalah lapisan eksosfer.
Lapisan ini merupakan bagian dari lapisan atmosfer bumi terluar, terletak
pada ketinggian antara 482 - 1.000 km di atas permukaan laut. Kondisi
suhu pada lapisan ini sangatlah dingin.
Karena pengaruh gravitasi bumi pada lapisan eksosfer hampir tidak
terasa, terutama pada bagian lapisan paling atas (magnetopouse), maka
butir-butir gas yang ada pada lapisan ini dapat dengan mudah meloloskan
diri ke ruang angkasa luar.

D.BULAN

11

Bulan merupakan satu-satunya satelit bumi dan tidak memiliki


atmosfer. Bulan beredar mengelilingi bumi karena massa bulan jauh lebih
kecil dibandingkan dengan bumi. Massa bulan kira-kira seperdelapan
puluh satu massa bumi. Antara bumi dan bulan ada gaya tarik-menarik
(gaya gravitasi). Gaya tarik-menarik antara bumi-bulan lebih besar
daripada gaya tarik-menarik bumi-matahari. Hal itu disebabkan jarak
bumi-bulan jauh lebih dekat daripada jarak bumi-matahari.
Pada saat mengitari bumi bulan melakukan tiga gerakan sekaligus,
yaitu berputar pada sumbunya (rotasi), mingitari bumi (revolusi), dan
bersama-sama bumi mengitari matahari. Hal yang unik pada gerakan
bulan adalah periode revolusi bulan sama dengan periode rotasinya.
Perubahan penampakan bulan disebut fase. Fase bulan terjadi
karena bulan mengitari bumi (revolusi).
Ada delapan fase bulan, yakni :
A. Fase bulan baru, terjadi pada kedudukan dengan urutan matahari
bulan-bumi (konjungsi)
B. Fase bulan sabit, terjadi pada kedudukan setelah konjungsi dan
akan memasuki kedudukan kuartir
C. Fase bulan setengah penuh, terjadi pada kedudukan bulan-bumi
tegak lurus pada matahari bumi (kuartir)
D. Fase bulan bungkuk, terjadi pada kedudukan setelah kuartir dan
akan memasuki kedudukan oposisi
E. Fase bulan purnama, terjadi pada kedudukan dengan urutan
matahari bumi-bulan (oposisi)

12

F. Fase bulan bungkuk, terjadi pada kedudukan oposisi dan akan


memasuki kedudukan kuartir
G. Fase bulan setengah penuh, terjadi pada kedudukan bulan bumi
tegak lurus pada matahari-bumi
H. Fase bulan sabit, terjadi pada keadaan setelah kuartir dan akan
memasuki kedudukan konjungsi.

E. GERHANA

a.

Gerhana Matahari
Gerhana matahari terjadi jika matahari, bulan, dan bumi berada

pada satu garis lurus atau bila bumi terletak di antara bulan dan matahari,
atau bulan berada di antara bumi dan matahari. Di suatu tempat di bumi
jika bulan tampak menghalangi matahari sepenuhnya, maka terjadilah
gerhana matahari total, sedangkan di tempat yang lain bila bulan hanya
melintasi titik tengah matahari, maka yang terjadi gerhana matahari
sebagian.
b.

Gerhana Bulan
Gerhana bulan dapat terjadi jika matahari, bumi dan bulan

berada pada satu garis lurus atau bila bumi terletak di antara bulan dan
matahari. Pada saat itu bulan menyilang bayangan bumi. Gerhana bulan
sempurna berlangsung jika bulan lewat tepat pada ujung kerucut
bayangan pusat(umbra), tetapi kalau bulan hanya lewat panumbra
(daerah samping bayangan), maka yang terjadi adalah gerhana bulan
sebagian.

F. Galaksi

13

Galaksi adalah kumpulan bintang, planet, gas, debu, nebula, dan


benda-benda langit lainnya yang membentuk "pulau-pulau" di dalam
ruang hampa jagat raya.
Ciri-ciri galaksi
1.
2.
3.
4.

Mempunyai cahaya sendiri.


Mempunyai bentuk-bentuk tertentu.
Antargalaksi berjarak jutaan tahun cahaya.
Galaksi lain terlihat di luar galaksi Bimasakti.

Bentuk-bentuk Galaksi
1) Galaksi Berbentuk Elips
Pada galaksi berbentuk elips susunannya lebih sederhana, yaitu:
1. mempunyai titik pusat sentral dan
2. mempunyai lingkaran bintang yang mengelilinginya.
2) Galaksi Berbentuk Spiral/Pilin
Galaksi ini merupakan galaksi dengan strukturnya

yang paling

sempurna yaitu sebagai berikut.


1. Mempunyai titik pusat sentral.
2. Lingkaran bintang yang bergerak mengelilingi sentralnya.
3. Piringan dengan lengan-lengan spiral yang selalu mengelilingi
sentralnya.
3) Galaksi Berbentuk Tak Beraturan
Nampak seperti bola-bola kecil yang berserakan tak teratur tanpa tepi
yang tegas.

G.BINTANG

14

Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Terdapat


bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu adalah bintang yang tidak
menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari
bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri.
Secara umum sebutan bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan
cahaya sendiri (bintang nyata).
Menjelang kematiannya, sebuah bintang bisa meledak. Ledakan bintang
ini disebut nova. Istilah ini berarti baru karena seolah-olah telah lahir sebuah
bintang baru. Kalau bintang yang meledak berukuran besar, maka ledakannya
juga sangat besar, sampai-sampai menghancurkan bintang-bintang lain. Ledakan
bintang besar ini disebut sebagai supernova.

H.SATELIT

Satelit adalah anggota tata surya yang ukurannya lebih kecil


daripada planet. Satelit melakukan tiga gerakan, yaitu berputar pada
porosnya, berevolusi mengelilingi planet, dan berevolusi bersama planet
mengelilingi matahari.
Satelit ada dua macam yaitu :
a. Satelit alamiah yaitu satelit alamiah sudah ada dalam tata surya dan
bukan buatan manusia. contoh satelit alam adalah bulan.
b. Satelit buatan yaitu satelit yang sengaja dibuat oleh manusia yang
15

memasuki ruang angkasa masuk ke orbit bumi, baik yang berawak


maupun yang tidak berawak.
Satelit buatan berguna untuk :
a. Satelit astronomi: satelit yang digunakan untuk mengamati planet,
galaksi, dan benda luar angkasa lainnya.
b. Satelit komunikasi: satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan
tujuan telekomunikasi.
c. Satelit pengamat bumi:satelit yang dirancang khusus untuk
mengamati bumi seperti pengamatan lingkungan, meteorologi,
pembuatan peta, dan lain sebagainya.
d. Satelit navigasi: satelit yang menggunakan sinyal radio yang
disalurkan ke penerima dipermukaan tanah untuk menentukan lokasi
sebuah titik dipermukaan bumi seperti mengukur jarak antar bangunan.
e. Satelit mata-mata: satelit pengamat bumi yang digunakan untuk
tujuan militer atau mata-mata.
f. Satelit cuaca: satelit yang diguanakan untuk mengamati cuaca dan
iklim di bumi.

I. KOMET

Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis


edar berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis. Komet terdiri dari
kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari
matahari.Ketika mendekati matahari, sebagian bahan penyusun
komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Komet juga
mengelilingi matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya.
Bagian-bagian komet terdiri dari inti, koma, awan hidrogen, dan ekor.

16

Berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya, komet dapat


diklasifikasikan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a) Komet berekor panjang,
yaitu komet dengan garis lintasannya sangat jauh sehingga
berkesempatan menyerap gas-gas daerah yang dilaluinya. Ketika
mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas
sehingga membentuk koma dan ekor yang sangat panjang.
b) Komet berekor pendek,
yaitu komet dengan garis lintasannya sangat pendek sehingga kurang
memiliki kesempatan untuk menyerap gas di daerah yang dilaluinya.
Ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas yang sangat
sedikit sehingga hanya membentuk koma dan ekor yang sangat pendek
bahkan hampir tidak berekor.
J. ASTEROID

Asteroid adalah benda-benda angkasa yang berada dalam serbuk


asteroid, yakni daerah antara orbit Mars dan Jupiter.
Ada dua teori asal mula asteroid :
1. Asteroid berasal dari planet yang terletak di antara Mars dan Jupiter
meledak karena efek gaya ganggu Jupiter dan membentuk asteroidasteroid.
2. Asteroid terbentuk pada awal terbentuk pada awal terbentuknya tata
surya terdapat gukup partikel di antara Mars dan Jupiter yang membentuk
batu-batu berkelompok.

17

K. Meteor dan Meteorid

Meteor adalah benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi yang pada


saat menembus atmosfer terbakar sehingga timbul nyala yang terlihat
dari bumi.
Meteorit adalah meteor yang jatuh ke permukaan bumi.
Berdasarkan materi yang terkandung di dalamnya, meteorit di bedakan
menjadi dua yaitu :
1. meteorit besi : terdiri 90% zat besi dan 10% nikel
2. meteorit batu : terdiri 10% besi dan nikel dan lainnya berupa silikon

18

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1) Bulan beredar mengelilingi bumi karena massas bulan jauh lebih kecil
dibandingkan dengan bumi. Massa bulan kira-kira seperdelapan puluh
satu massa bumi. Antara bumi dan bulan ada gaya tarik-menarik (gaya

2)

gravitasi).
Matahari dan Bumi memiliki gaya gravitasi masing-masing, namun gerak
grafitasi
Matahari lebih besar daripada gaya grafitasi Bumi sehingga umi ikut

3)

berputus mengelilingi gaya yang memiliki grafitasi besar yaitu Matahari.


Matahari merupakan pusat dan system tata surya. Matahari dikelilingi
oleh pusat
pusat karena matahari mempunyai gaya gravitasi (gaya tarik) yang sangat
besar. Sehingga benda-benda langit yang ada disekelilingnya ikut berputar
mengelilingi matahari sesuai dengan lintasannya dank ala revolusinya
(jarak).

B. SARAN
1)

Agar dalam mengembangkan potensi dan kreatifitas perlu ditingkatkan


dengan
melibatkan siswa untuk lebih mengetahui tentang Pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam yang khusnya Fisika yang sangat berguna bagi kita
semua.
19

2)

Menghindarkan sikap dan perilaku negative yang dapat melemahkan


gairah belajar atau dapat menjerumuskan siswa ke hal-hal yang negative
pula memberikan motivasi yang bersifat membangun.

20