Anda di halaman 1dari 14

Sistem kardiovaskuler merupakan organ sirkulsi darah yang terdiri dari jantung,

komponen darah dan pembuluh darah yang berfungsi memberikan dan


mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi keseluruh jaringan tubuh yang di perlukan
dalam proses metabolisme tubuh. Sistem kardivaskuler memerlukan banyak
mekanisme yang bervariasi agar fungsi regulasinya dapat merespons aktivitas
tubuh, salah satunya adalah meningkatkan aktivitas suplai darah agar aktivitas
jaringan dapat terpenuhi. Pada keadaan berat, aliran darah tersebut, lebih banyak
di arahkan pada organ-organ vital seperti jantung dan otak yang berfungsi
memlihara dan mempertahankan sistem sirkulasi itu sendiri.

Gambar : Jantung pusat kardiovaskuler

Gambar : Sistem kardiovaskuler

1 Fisiologi Jantung
Fungsi umum otot jantung yaitu:

Sifat ritmisitas / otomatis: secara potensial berkontraksi tanpa adanya


rangsangan dari luar.

Mengikuti hukum gagal atau tuntas: impuls dilepas mencapai ambang


rangsang otot jantung maka seluruh jantung akan berkontraksi maksimal.

Tidak dapat berkontraksi tetanik.

Kekuatan kontraksi dipengaruhi panjang awal otot.

Metabolisme Otot Jantung


Seperti otot kerangka, otot jantung juga menggunakan energy kimia
untuk berkontraksi. Energy terutama berasal dari metabolism asam lemak
dalam jumlah yang lebih kecil dari metabolisme zat gizi terutama laktat dan
glukosa. Proses metabolism jantung adalah aerobic yang membutuhkan
oksigen.
Pengaruh Ion Pada Jantung
1

Pengaruh ion kalium : kelebihan ion kalium pada CES menyebabkan


jantung dilatasi, lemah dan frekuensi lambat.

Pengaruh ion kalsium: kelebihan ion kalsium menyebabkan jantung


berkontraksi spastis.

Pengaruh ion natrium: menekan fungsi jantung.

Elektrofisiologi Sel Otot jantung


Aktifitas listrik jantung merupakan akibat perubahan permeabilitas
membrane sel. Seluruh proses aktifitas listrik jantung dinamakan potensial aksi

yang disebabkan oleh rangsangan listrik, kimia, mekanika, dan termis. Lima fase
aksi potensial yaitu:
1

Fase istirahat: Bagian dalam bermuatan negative(polarisasi) dan bagian


luar bermuatan positif.

Fase

depolarisasi(cepat):

Disebabkan

meningkatnya

permeabilitas

membrane terhadap natrium sehingga natrium mengalir dari luar ke dalam.


3

Fase polarisasi parsial: Setelah depolarisasi terdapat sedikit perubahan


akibat masuknya kalsium ke dalam sel, sehingga muatan positih dalam sel
menjadi berkurang.

Fase plato(keadaan stabil): Fase depolarisasi diikiuti keadaan stabil agak


lama sesuai masa refraktor absolute miokard.

Fase repolarisasi(cepat): Kalsium dan natrium berangsur-angsur tidak


mengalir dan permeabilitas terhadap kalium sangat meningkat.

Sistem Konduksi Jantung


Sistem konduksi jantung meliputi:
1

SA node: Tumpukan jaringan neuromuscular yang kecil berada di dalam


dinding atrium kanan di ujung Krista terminalis.

AV node: Susunannya sama dengan SA node berada di dalam septum


atrium dekat muara sinus koronari.

Bundle atrioventrikuler: dari bundle AV berjalan ke arah depan pada tepi


posterior dan tepi bawah pars membranasea septum interventrikulare.

Serabut penghubung terminal(purkinje): Anyaman yang berada pada


endokardium menyebar pada kedua ventrikel.

Siklus Jantung

Empat pompa yang terpisah yaitu: dua pompa primer atrium dan dua
pompa tenaga ventrikel. Periode akhir kontraksi jantung sampai kontraksi
berikutnya disebut siklus jantung.
Fungsi jantung sebagai pompa
Lima fungsi jantung sebagai pompa yaitu:
1

Fungsi atrium sebagai pompa

Fungsi ventrikel sebagai pompa

Periode ejeksi

Diastole

Periode relaksasi isometric

Dua cara dasar pengaturan kerja pemompaan jantung


1

Autoregulasi intrinsic pemompaan akibat perubahan volume darah yang


mengalir ke jantung.

Reflex mengawasi kecepatan dan kekuatan kontraksi jantung melalui saraf


otonom

Curah jantung
Normal, jumlah darah yang dipompakan ventrikel kiri dan kanan sama
besarnya. Jumlah darah yang dipompakan ventrikel selama satu menit disebut
curah jantung (cardiac output).
Faktor-faktor utama yang mempengaruhi otot jantung:
1

Beban awal

Kontraktilitas

Beban akhir

Frekuensi jantung

Periode pekerjaan jantung yaitu:


1

Periode systole

Periode diastole

Periode istirahat

Bunyi Jantung
Tahapan bunyi jantung:
1

Bunyi pertama: lup

Bunyi kedua : Dup

Bunyi ketiga: lemah dan rendah 1/3 jalan diastolic individu muda

Bunyi keempat: kadang-kadang dapat didengar segera sebelum bunyi


pertama

2.

Fisiologi Vaskuler
Sistem

vaskuler

memiliki

peranan

penting

pada

fisiologi

kardiovaskuler karena berhubungan dengan mekanisme pemeliharaan


lingkungan internal.
Bagian- bagian yang berperan dalam sirkulasi:
1

Arteri mentranspor darah di bawah tekanan tinggi ke jaringan.


2

Arteriola, cabang kecil dari sistem arteri yang berfungsi sebagai kendali
ketika darah yang dikeluarkan ke dalam kapiler.

Kapiler , tempat pertukaran cairan, zat makanan dan elektrolit, hormone


dan bahan lainnya antara darah dan cairan interstitial.

Venula yaitu mengumpulkan darah dari kapiler secara bertahap

Vena yaitu saluran penampung pengangkut darah dari jaringan kembali ke


jantung.
Aliran Darah

Gambar: darah dan


peredarannya

Kecepatan aliran darah ditentukan oleh perbedaan tekanan antara


kedua ujung pembuluh darah. Pembuluh darah dan aliran arteri adalah:
1

Aliran darah dalam pembuluh darah

Tekanan darah arteri : Sistolik, diastolic, nadi, dan darah rata-rata.

Gelombang nadi.

Analisis gelombang nadi: dapat di nilai dari: frekuensi gelombang nadi,


irama denyut nadi, amplitude dan ketajaman gelombang.

Factor yang mempengaruhi tekanan darah arteri.

Sedangkan Pembuluh dan Aliran Vena Yaitu:


1

Tekanan Vena: biasanya sangat rendah

Gelombang denyut vena: perubahan tekanan dan volume

Kurva denyut nadi: vena jugularis eksterna dengan cara non invasive

Kecepatan aliran darah vena

Factor yang mempengaruhi kecepatan aliran darah vena

Pengaruh gravitasi pada tekanan darah vena

MIKROSIRKULASI
Tempat pertukaran zat CIS dan CES (interstitial) adalah kapiler. Dan
dipengaruhi oleh kecuali dinding kapiler, arteriole, venolus karena dapat mengatur
jumlah dan kecepatan aliran darah. Ketiga rangkaian tersebut disebut dengan
mikrosirkulasi.
TEKANAN DARAH
Selisih diastolic dan sistolik disebut pulse pressure. Misalnya tekanan
sistolik 120 mmHg dan diastolic 80 mmHg maka tekanan nadi sama denga 40
mmHg. Tekanan darah tidak selalu sesuai karena salah satu factor yang
mempengaruhinya adalah keadaan kesehatan dan aktivitas.
Pusat pengawasan dan pengaturan perubahan tekanan darah yaitu:
1
1

Sistem saraf
Presoreseptor dan kemoreseptor: serabut saraf aferen yang menuju pusat
vasomotor berasal dari baroreseptor arteri dan kemoreseptor aortadan
karotis dari korteks serebri.

Hipotalamus: Berperan dalam mengatur emosi dan tingkah laku yang


berhubungan dengan pengaturan kardiovaskuler

Serebrum: Mempengaruhi tekanan dari karena penurunan respons tekanan,


vasodilatasi, dan respons depressor meningkat.

Reseptor nyeri: bergantung pada intensitas dan lokasi stimulus

Reflex pulmonal: inflasi paru menimbulkan vasodilatasi sistemik dan


penurunan tekanan darah arteri dan sebaliknya kolaps paru menimbulkan
vasokonstriksi sistemik

Sistem humoral atau kimia: berlangsung local atau sistemik, misalnya


rennin-angiotensin,

vasopressin,

epineprin,

asetikolin,

serotonin,

adenosine, kalsium, magnesium, hydrogen dan kalium.


3

Sistem hemodinamik: lebih banyak dipengaruhi oleh volume darah,


susunan kapiler, perubahan tekanan osmotic, dan hidrostatik bagian luar,
dan dalam sistem vaskuler.

Sistem limfatik: komposisi sistem limfatik hampir sama dengan komposisi


kimia plasma darah dan mengandung sejumlah besar limfosit yang
mengalir sepanjang pembuluh limfe untuk masuk ke dalam aliran darah.

Cairan limfatik
Konsentrasi protein cairan limfe yang mengalir kebanyakan dari jaringan
perifer mendekati nilai rata-rata atau pekat.
Pembuluh limfatik berfungsi sebagai:
1

Mengembalikan cairan dan protein dari jaringan ke dalam sirkulasi darah

Mengankut limfosit dan kelenjar limfe ke sirkulasi darah

Membuat lemak yang sudah diemulsi dari usus ke sirkulasi darah

Menyaring dan menghancurkan mikroorganisme

Menghasilkan zat antibody

3.

FISIOLOGI SIRKULASI
Agar dapat hidup, darah harus beredar. Jantung adalah pemompanya, arteri
penyalurnya, arteriol berupa pembuluh tahanan, kapiler tempat berlangsungnya
pertukaran zat, dan vena adalah reservoir darahnya.
Prinsip Aliran Darah
Hemodinamika adalah studi prinsip fisika yang mengatur aliran darah
melalui pembuluh darah dan jantung. Darah di paksa keluar dari jantung dan
melalui pembuluh darah di bawah tekanan kuat. Darah mengalir melalui arteriol
sempit, kapiler dan venul susah payah. Dengan kata lain, pembuluh-pembuluh ini
mengadakan tahanan terhadap aliran darah. Pengaturan fisiologis dan aliran darah,
tekanan, dan tahanan dalam mempertahankan hemostatis didasarkan atas beberapa
hukum hemodinamika sederhana.
Aliran Darah
Aliran darah adalah volume aktual (kuantitas) darah yang mengakir
melalui pembuluh, organ, atau sirkulasi selama periode waktu tertentu (ml/mnt),
jika yang dimaksud adalah seluruh sistem vaskuler, maka aliran darah sama
dengan curah jantung. Karena arteri (aorta) dekat jantung itu elastik, maka aliran
darah disitu berdenyut (tidak mengalir dengan kecepatan sama) dan tubuler (suara
yang dihasilkan oleh gerak aliran darah mirip pusaran). Aliran darah melalui
kapiler, venul dan vena tidak begitu berdenyut atau turbulen.
Tekanan Darah
Tekanan darah adalah tenaga (force) per satuan daerah yang mendorong
darah pada dinding pembuluh darah dan beredar melalui tubuh bila jantung
berkontrksi, dinyatakan dalam mmHg.
Tahanan Aliran Darah

Tahanan ini adalah tahanan terhadap aliran dan sama dengan jumlah friksi
yang dihadapi darah selama beredar melalui pembuluh. Karena kebanyakan friksi
terjadi disirkulasi perifer, jauh dari jantung, maka disebut tahanan perifer. Ada tiga
sumber penting tahanan yaitu viskositas darah, panjang pembuluh, dan diameter
pembuluh.
Viskositas Darah
Viskositas darah adalah tahanan intern terhadap aliran dan berhubungan
dengan kekentalan atau kelengketan sebuah cairan. Makin besar viskositas,
makin sukar molekul- molekul saling susup menyusup dan semakin sukar
mempertahankan dan menggerakan cairan. Darah jauh lebih kental dar air karena
mengandung unsur bentuk dan protein plasma; karena itu mengalirnya lebih
lambat. Viskositas darah biasanya tetap, namun keadaan tertentu seperti
polisitemia dapat meningkatkan viskositas darah dengan demikian, tekanan
darah .Sebaliknya, bila eritrositnya kurang, seperti pada anemia tertentu, darah
menjadi kurang kental dan tahanan perifer menurun.
Panjang Total Pembuluh Darah
Hubungan antara panjang total pembuluh darah dan tahanan sudah jelas;
makin panjang pembuluh darah, makin besar tahanan.
Diameter Pembuluh Darah
Viskositas darah dan panjang pembuluh darah normalnya tidak banyak
berubah. Sebaliknya, diameter pembuluh darah sering berubah dan merupakan
faktor penting sehubungan dan tahanan perifer. Aliran cairan dekat dindinbg
pembuluh darah diperlambat oloeh friksi sewaktu mengalir, sedangkan cairan
dipusat pembuluh mengalir bebas dan lebih cepat. Makin kecil pembuluh itu,
makin besar friksi, karena relatif lebih banyak cairan uyang kotak dengan dinding
pembuluh.
HUBUNGAN ALIRAN DARAH, TEKANAN DARAH DAN TAHANAN

Aliran Darah
Aliran darah (F) berkorelasi langsung dengan perbedaan tekanan darah
(@P) antara dua titik dalam sirkulasi. Jika @P naik, aliran tambah cepat dan bila
@P turun, aliran darah melambat. Hubungan ini tercermin dalam rumus berikut
ini :
Aliran Darah =
Diantar kedua factor yang mempengaruhi aliran darah, R lebih penting,
karena bila arteriol melebar (tahanan perifer turun), maka aliran darah bertambah.
Aliran Darah Melalui Jaringan Tubuh
Aliran Darah melalui jaringan, atau perfusi jaringan, berperan dalam 1)
menghantar nutrien dan oksigen ke jaringan dan membawa pergi limbah dari selsel jaringan; 2) pertukaran gas dalam paru; 3) penyerapan nutrien dari saluran
cerna; dan 4) pembentukan urine oleh ginjal.
Dalam keadaan istirahat, otak menerima sekitar 13% dari aliran darah
total, jantung 4%, ginjal 20%, dan organ-organ dalam abdomen 24%. Otot-otot
rangka, yang membentuk hampir setengah dari masa tubuh, normalnya menerima
sekitar 20%, namum selama latihan hampir seluruh curah jantung yang
meningkat, mengalir ke dalam otot rangka.
TEKANAN DARAH
Tekanan Darah Sistemik
Cairan yang didorong oleh pompa melalui sederetan saluran dibawah
tekanan, tidak sama besar tekanan itu disepanjang saluran itu. Makin dekat
pompa,makin tinggi tekanan dalam saluran yang bersangkutan.Begitu pula
dinamika aliran darah.
Seperti tampak dalam gambar diawal bab ini,tekanan darah sisitemik
paling tinggi didalam aorta dan makin menurun sampai akhirnya menjadi 0
mmHg di dalam atrium kanan. Penurunan paling tajam terjadi pada arteriol, yang
memberi tahanan paling besar terhadap aliran darah. Namun selama ada

perbedaan tekanan, darah akan tetap mengalir dari tekanan lebih tinggi ke tekanan
lebih rendah sampai akhirnya kembali ke jantung.
Tekanan Darah Arteri
Saat ventrikel kiri berkontraksi dan mencurahkan darah ke dalam aorta,
maka aorta yang elastik akan melebar menimbulkan tekanan aorta, yang disebut
tekanan sisitole (sekitar 120 mm Hg) untuk orang dewasa normal).
Selama diastole, katup aorta menutup mencegah darah mengalir kembali
ke jantung, dinding aorta mengkerut (elastik), mempertahankan tekanan yang
berkelanjutan, sehingga darah tetap mengalir ke dalam pembuluh-pembuluh yang
lebih kecil di distal. Selama ini, tekanan aorta turun sampai titik terendah (70-80
mm Hg), dan di sebut tekanan diastole. Perbedaan antara tekanan systole dan
diastole disebut tekanan nadi.
Tekanan yang mendorong darah ke dalam jaringan selama siklus jantung
disebut mean (everage) Arterial Pressure (MAP). Karena diatole lebih lama dari
systole, maka rumus untuk menghitung MAP adalah sebagai berikut :
MAP = Tekanan Diastole + Tekanan nadi atau MAP = Tekanan systole + 2
(tekanan diastole)
3

Contoh : Tekanan darah seseorang adalah 120/90 maka tekanan nadinya = 120-90
= 30
Maka MAP = 90 + 30/3 = 100
MAP = 120 + (2 x 90) = 100
Viskositas Aliran Darah
Kecepatan atau velositas (dalam cm/detik) aliran darah berubah-ubah
selama melalui sirkulasi sistemik. Paling cepat dalam aorta elastik lain, paling
lambat dalam kapiler, dan mulai cepat lagi dalam vena untuk kembali ke jantung.
Velositas berkolerasi terbalik dengan luas penampang pembuluh darah
yang diisinya. Darah mengalir paling cepat didalam pembuluh yang luas
penampang total terkecil. Dengan bercabangnya sistem arteri, penampang totalnya

bertambah dan velositas aliran darahnya menurun. Meskipun masing-masing


cabang itu mempunyai penampang yang lebih kecil, namun panampang totalnya,
dan volume dan jumlah darah seluruhnya yang dapat mereka tampung, jauh lebih
besar dari yang di aorta. Misalnya luas panampang aorta adalah 2,5 cm 2 dan
velositas rata-rata aliran dalam darah aorta adalah 40-50 cm/dtk. Luas penampang
total kapiler adalah 2500 cm2, jadi aliran darah kapiler sangat lambat (sekitar 0,03
em/det). Ini memang berguna karena memberi cukup waktu untuk terjadinya
pertukaran antara darah dan sel-sel jaringan.
Dengan bergabungnya kapiler membentuk venul dan kemudian vena,
maka luas penampang totalnya berkurang dan velositasnya naik. Luas penampang
vena kava adalah adalah 8 cm2, dan velositas aliran darahnya bervariasi dari 10
sampai 30 cm per detik.
PENGATURAN ALIRAN DARAH
Autoregulasi
Perubahan aliran darah melalui sebuah organ terjadi dengan mengubah
diameter arteriol (vasodilatasi) setempat yang memberi darahnya kepada kapiler.
Pengaturan aliran darah ini disamakan dengan pemakaian air dirumah anda. Untuk
mendapatkan air dari kran bak cuci tangan harus dibuka krannya. Meski krannya
dibuka besar, tekanan air disaluran utama dijalan depan rumah anda akan relatif
tetap. Begitu pula arteriol-arteriol yang mendarahi dasar kapiler dalam sebuah
organ, sedikit pengaruhnya (bila ada) terhadap tekanan dalam arteri sedang yang
mendarahi organ itu, apalagi terhadap tekanan dalam aorta atau arteri elastik
lainnya.
Kendali Metabolik
Pada kebanyakan jaringan menurunnya nutrien, khususnya oksigen,
merupakan stimulus terkuat untuk autoregulasi. Selain itu juga dirangsang ion
kalium dan hydrogen, adenosine, asam laktat, arteriol, dengan merelaksasi sfingter
pra-kapiler, agar darah bebas masuk ke kapiler sejati, sehingga aliran darah
setempat meningkat untuk sementara waktu.

Kendali Miogenik
Kurangnya

perfusi

darah

ke

suatu

organ

akan

mengganggu

metabolismenya, dan bila berkepanjangan, organ tersebut akan mati. Sebaliknya


tekanan arteriol dan perfusi darah yang berlebihan dapat membahayakan , karena
dapat merusak pembuluh darah setempat.
Perubahan tekanan dan volume darah (arteriol), setempat penting untuk
autoregulasi

karena

langsung

merangsang

otot

polos

dinding

arteriol,

menimbulkan respons miogenik. Bila otot polos vaskuler diregangkan secara pasif
(mis, oleh karena tekanan intravaskuler yang meningkat) maka tonusnya naik,
melawan regangan tadi dan menimbulkan vasokontriksi. Sebaliknya penurunan
peregangan berakibat vasodilatasi dan peningkatan aliran darah ke dalam jaringan.

Guyton AC., Hall JE. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11. Jakarta: EGC,
2007.
Ganong WF. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 22. Jakarta: EGC, 2008.
Guyton AC, Hall JE. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 11thed. In: Irawati, editor.
Jakarta: EGC, 2007.