Anda di halaman 1dari 5

AKU PUPUT BUKAN IPOT

Aku Puput, Aku anak yang paling hebat. Hebat main basket dan hebat berkelahi,
membuat Ummi sering menjewer telingaku. Kata Ummi aku itu anak perempuan, pantasnya
main boneka, bukan main bola dan berkelahi. Karena sering dilarang Ummi aku selalu
menyimpan bola hasil rampasan dari teman-temanku di tempat yang tidak diketahui oleh
Ummi. Hebatkan aku.
Ipot,yuk kita pergi mengaji. Ajak Amir yang hendak pergi mengaji. Ipot itu nama
panggilanku yang lain, aku yang memerintahkan teman-teman untuk memanggilku seperti itu
sebab Ipot lebih terdengar keren dari pada Puput.
Tidak, kalian saja. Salam saja sama pak ustad aku lagi sibuk, ada pekerjaan yang
tidak bisa ditinggalkan. Gayaku sambil memantulkan bola ke lantai.
Ummi kamu bisa marah loh kalau tahu. Kata Amir lagi.
Ummi aku lagi pergi pertemuan Ibu-ibu. Awas! Kalau sampai dia tahu, itu pasti dari
kamu. Ancamku, Sana pergi ! Amir segera pergi.
Aku masih saja asyik dengan bolaku, tubuhku mulai keringatan. Kata guruku keringat
itu tandanya sehat. Jadi aku bukan saja hebat tapi juga sehat serta sangat kuat. Aku anak
sehat, tubuhku kuat, karena Ummiku sering memberiku Biskuat. Aku bernyanyi sambil
berolaraga.
Tidak pergi mengaji puput? Suara dari belakang mengagetkanku.
Aku berbalik ekak Nisa. Senyumku, aku ketahuan. Uda pulang kak?
Bola siapa lagi yang kamu rampas itu, puput? tanyanya lagi, suka bangat kak Anisa
bertanya, padahal pertanyaan pertama belum aku jawab juga. berikan bolanya ke kakak
sekarang. Kata kak Anisa mau mengambil bola yang aku pegang.
Janganlah kak. Kataku menjauhkan bola dari kak Anisa.

Sini. Katanya dan mencoba merampas bolanya, kamipun saling merebut bola. Aku
segera membuang bola karena merasa bakal kalah jika saling rampas dengan kak Anisa.
Prang.
Ohtidak, vas bunga kesayangan Ummi. Ini semua karena kak Anisa. Kataku
menyalahkan kak Anisa.
Jangan lempar bola sembunyi tangan Puput. Kata kak Anisa menatapku tajam
he..he..he.. yang benar lempar batu kak. Lalu bagaimana sekarang kak? tanyaku
khawatir, tidak bayangkan jika Ummi tahu.
yee..giliran masalahnya Tanya ke kakak, itu masalah kamu. Kata kak Anisa dan
ingin masuk kakak punya cara, tapi. Kak Anisa berbalik menatapku, aku pikir dia mulai
kasian kepada adiknya ini. apa kak? tanyaku cepat yang pecahkan hanya mulut pot
bunganya, kita lem saja. Dan kakak akan bantu menyembunyikan masalahnya dari Ummi,
dengan syarat kamu harus turutin kemauan kakak selama 1 bulan. Gimana?
Ha! Tidak.., tidak.., lama bangat. 3 hari saja. bujukku
Terserah kalau tidak mau. Kata kak Anisa pingin masuk ke dalam.
Baiklah. Akhirnya itu pilihan amanku.
******
Malam harinya kak Anisa mulai tampak menyebalkan, dia lebih bawel dari Ummi.
Dia menyuruhku untuk membantu dia memasak, seperti mengupas dan memberinya bumbubumbu masakan. Tapi ada senangnya juga, saat makan malam bersama Ummi dia memujiku.
hari ini puput membantuku memasak, dan menyiapkan masakan Ummi. Kata kak Anisa,
Wah pintarnya anak Ummi. Kalau tiap hari seperti itu, hati Ummi bakal sangat
senang. Ummi tampak senang, aku juga ikut senang. Biasanya aku sering membuat Ummi
kesal. Ummi, Abi kapan pulangnya? tanyaku. Abi masih banyak kerja di luar kota,

beberapa hari lagi baru Abi pulang. Kalau sikapmu selalu baik, dan tidak nakal lagi, Ummi
akan telpon Abi untuk membawakan kamu ole-ole. Kata Ummi.
Ole-ole apa yang bakal di beliin abi? Baju basket? Bola basket? Senangnya jika abi
membelikannya untukku.
******
Pagi sekali setelah Shalat berjamaa bersama kak Anisa, aku sudah disuruh untuk
beres-beres rumah. Padahal masih sangat pagi dan dingin, biasanya juga aku masih tidur.
Lain dengan kakakku ini yang super rajin, setelah shalat subuh, beresin rumah dan siapin
sarapan. Ummi paling bangga dengannya, sedangkan aku sering buat Ummi kesal. Aku jadi
kepingin dipuji lagi seperti semalam.
Setelah beres-beres kakak masih belum berhenti menyuruhku. Aku di suruh
membersihkan kamarku yang katanya seperti kapal pecah. Aku lagi-lagi harus menurutin,
karena takut dilaporkan kesalahanku. Tapi akhirnya aku sangat senang, karena kamarku
tampak bersih dan indah dipandang. Senangnya hatiku. Setelah itu aku segera bergegas untuk
mandi, dan ikut sarapan.
Ini special untuk adikku yang rajin. Kata kak Anisa dengan senyum manis,
menyediakan nasi goreng ayam. Senangnya aku, itu masakan kesukaanku,hmmm yummi.
ini special untuk anak Ummi yang baik. Kata Ummi mengecup dahiku sebelum
berangkat Jangan nakal ya! Sambung Ummi.
Senangnya aku.. aku janji tidak akan nakal lagi. Janjiku pada Ummi. Di sekolah
teringat terus janjiku pada Ummi. Setiap kali aku mau berantem dan merebut barang temanteman, teringat janjiku pada Ummi akhirnya aku tidak nakal lagi. Aku tidak mau wajah
senang Ummi tadi berubah lagi menjadi wajah kesal.
Pulang sekolah, setelah makan dan shalat, akupun beristirahat. Karena merasa capek
dari biasanya. Apalagi kamarku yang bersih menjadi terasa nyaman untuk berisitirahat. Sore

harinya kata kakak aku tidak perlu membantunya jika aku mau berangkat mengaji. Akhirnya
aku memilih berangkat mengaji.
*****
Sudah 3 hari aku mengikuti perintah kakak, tapi aku tidak merasa kesal. Melainkan
sangat senang, hari-hariku sangat bahagia. Di sayang kakak dan Ummi, juga teman-temanku
sangat senang padaku dan aku mulai mempunyai banyak teman. Dan sekarang Abi pulang
membawaku ole-ole. Ole-ole apakah yang di bawah abi untukku. Disamping itu, Ummi dan
kak Nisa tidak henti-hentinya memujiku.
Abi, Ummi senang sama anak Ummi ini, dia baik, rajin, dan jujur. Puji Ummi
Jujur??? Apa aku sudah jujur pada Ummi?, Ummi marah tidak ya kalau aku jujur?.
Karena kamu baik, ini hadiah untukmu. Kata Abi, tapi aku tidak mengambilnya
Ummi Aku mau jujur ke Ummi, Ummi pasti akan kesal sama Aku, tapi Aku tidak mau
bohongin Ummi lagi, sebenarnya.sebenarnya..Aku sudah pecahin pot bunga Ummi.
Kataku menunduk, takut lihat wajah marah Ummi.
Ummi sudah tahu kok Puput, kak Anisa yang memberitahu. Kata Ummi. Ummi dan
kak Anisa tersenyum. Ummi merangkulku Ummi senang kamu berubah, dan Ummi lebih
senang lagi kamu mau jujur. Abi dan kak Anisa juga senang kan? Tanya Umi, Abi dan kak
Anisa mengangguk.
Jadi sekarang ambil hadiamu. Kata abi, aku segera mangambil hadiaku dan
membukanya, dan Abi membelimu busana muslim, karena sebentar lagi ada Maulid
Nabi, kamu pasti bakal jadi putri tercantik dengan busana itu. Ucap abi
Kali ini aku tidak kecewa melainkan senang, walaupun bukan baju basket yang di beli
Abi, ini busana terindah yang aku punya. Aku perempuan bukan pria, Aku Puput bukan
Ipot kataku keras. Semuanya tertawa.

SEKIAN

BIODATAKU:

Namaku Irawati, lahir di Ambon hari kamis, 28 Juni 1990. Sekarang menetap di kaki
gunung gamalama, Ternate. Nama FB: Ira Flp, nama Email: Flp_ira@yahoo.co.id, nomor
telpon: 085256173196. Suka menulis sejak SMP kelas 2. Pertama kali menulis, aku menulis
novel. Aku baru bisa menulis cerpen saat duduk dibangku kelas 1 SMA. Pembaca-pembacaku
berasal dari teman-teman sekolahku dan sepupu-sepupuku. Di tahun 2009 salah satu
cerpenku masuk di Koran local di daerahku, tahun 2010 cerpenku mendapat Juara II lomba
menulis cerpen di kampusku. Itulah biodata singkatku, selamat menikmati!!!!