Anda di halaman 1dari 12

BAB II

ISI

2.1 Tumbuhan yang bersifat sebagai immunodilator dan hepatoprotektor


2.1.1

IMMUNODILATOR

1. Echinacea purpurea
Klasifikasi:
Familia: Asteraceae
Genus: Echinacea
Species: Echinacea purpurea, Echinacea laevigata, Echinacea angustifolia Echinacea
sanguinea, Echinacea pallida Echinacea atrobubens, Echinacea simulata, Echinacea
gloriosa, Echinacea paradoxa, Echinacea tennesseensis
Nama Umum: Echinacea, Purple coneflower, Kansas Snakeroot, Black Sampson
Morfologi Tanaman:
Tanaman perennial, tinggi tanaman dapat mencapai 60 - 80 cm. Diameter tajuk mencapai
40 60 cm. Jumlah anakan per tanaman dapat mencapai 4-10 anakan, setiap anakan
dapat menghasilkan 5-8 kuntum bunga, jumlah bunga lebih kurang 20-80 kuntum per
tanaman, bunga majemuk, warna bunga oranye kemerahan Daun tunggal, panjang,
berambut, tepi bergerigi, bentuk memanjang dengan ujung runcing, pangkal meruncing
dan tulang melengkung. Tumbuhan tidak berbatang. Akar serabut.
Kandungan Kimia:

Minyak essensial: hydrocarbon (2)-1,8-pentadicadiene


Polisakarida 1 (heteroxylan): arabinose, xylose, glactose,glucose dan 4-0-

methylgluronic acid
Polisakarida 2 (arabinorhamnogalactic):

glucuronic acid
Echinacein (isoabutylamine),ditemukan pada akar E.angustifolia dengan kadar

0.01% sedangkan pada E. pallida ditemukan dengan kadar 0.001%


Echinacoside (glukosida) (mengandung antioksidan) ditemukan pada akar E
angustifolia dengan kadar 1%

rhamnose,

arabinose,

galactose,

Echinolone (appolyacetylene) ditemukan pada akar E angustifolia


Echinacin B (polisakarida)
Betain
Inulin
Glikoprotein
Protein terdapat pada akar E angustifolia dengan kadar 6.9 %, pada E purpurea

dengan kadar 5.3 %


Asam Kafein (Tanin), triglikoside asam kafein derivat dari echinacein
Alkylamide
Triglycoside dari asam cafeic derivat Echinacein
Derivat dari asam kafeic (asam cichoric)
Fruktosa, Sukrosa
Senyawa Asam Lemak
Vitamin A,C dan E
Enzym
Resin
Senyawa-senyawa asam dan 13 senyawa polyacetylene

Efek Farmakologi
a. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh sebagai imunomodulator
Mekanismenya adalah dengan meningkatkan jumlah sel darah putih, menstimulasi
produksi T-cell, mengaktifkan phagocytosis dan stimulasi fibroblast, meningkatkan
aktivitas lymphocyt , meningkatkan aktivitas respirasi sel, aktivitas melawan sel-sel
tumor dan menghambat sekresi enzim hyalurinadase.
b. Menghambat penyebaran virus, protozoa, bakteri dan fungi
Echinacoside mempunyai kemampuan sebagai antibiotik (alami) dan dapat
disamakan dengan penicillin dalam hal pengaruh spektrum sebarannya meskipun
terdapat pertanyaan apakah kehadiran tanaman ini saja cukup mempunyai pengaruh
yang signifikan.
c. Menyembuhkan flu, infeksi saluran pernapasan dan masuk angin
Echinacea berisi echinacein yang mampu menetralisir pengaruh enzim hyalurinadase
yang diproduksi mikrobia untuk penetrasi jaringan dan menyebabkan infeksi. Hal
tersebut menunjukkan bahwa Echinacea efektif dalam mengurangi frekuensi dan
kehebatan flu dan masuk angin. Echinasea juga bersifat anti radang
d. Meningkatkan produksi Interferon yang berguna untuk melawan infeksi
virus
e. Menghambat aktivitas hyaluronidase

Sehingga melokalisir infeksi serta mencegah tersebarnya virus ke tubuh penderita,


menstimulasi aktivitas adrenal korteks, menstimulasi produksi properdin yang
merupakan serum protein yang dapat menetralisir bakteri dan virus
f. Meningkatkan produksi Radikal Oksigen Bebas dan Interleukin-1
g. Polisakarida dan Inulin meningkatkan produksi limfosit.
Polisakarida yang terkandung pada tanaman berpengaruh pada B-limfosit. Sedangkan
Inulin dapat meningkatkan produksi Sel T-limfosit dan meningkatkan aktivitas alami
sel pembunuh yang merupakan komponen yang penting dalam sistem kekebalan
tubuh.
h. Echinacea dapat digunakan pada Prophylaxis dan Pengobatan Infeksi
Saluran Pernapasan
i. Mempunyai aktivitas Immunopharmacological
j. Ekstrak Echinacea menstimulasi sel-sel imun berupa makrofag, monosit serta
sel-sel NK (Natural Killer). Peran Echinacea memperkuat sistem imun yang lemah
dengan mengembalikan kebugaran dan keseimbangan tubuh.
k. Echinacea meningkatkan produksi antigen spesifik immunoglobulin G dan M
Kontraindikasi , Efek Samping & Interksi : Efek samping yang ditimbulkan oleh
Echinacea meliputi rasa mual, pusing, kemerahan pada kulit, serta hepatotoksisitas.
Echinacea jangan digunakan oleh orang yang memiliki kelainan auto imun, serta
tidak aman bila digunakan bersama obat immunosuppressant dan obat yang bersifat
hepatotoksik. Herba ini juga berpotensi memiliki interaksi dengan zat anestesi.
Bagian tanaman yang digunakan : bagian akar (mengandung banyak inulin. Inulin
dapat meningkatkan aktivitas produksi limfosit-T dan sel-NK yang berperan dalam
sistem kekebalan tubuh.
2. Mengkudu (Morinda citrifolia)
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Rubiales
Famili: Rubiaceae (suku kopi-kopian)
Genus: Morinda
Spesies: Morinda citrifolia L

Morfologi Tanaman :
Tanaman mengkudu merupakan tanaman tahunan (perenial) yang berbentuk perdu,
dengan ketinggian antara 3-8 m, batang tanaman keras dan berkayu yang tumbuh ke atas
serta mempunyai banyak percabangan. Cabang-cabang tumbuh mendatar dengan arah
keluar kanopi tanaman. Daun termasuk daun tunggal, terdiri atas satu helai daun setiap
satu tangkai daun (petiolus). Berbentuk lonjong, dengan ukuran panjang antara 10-40 cm
dan lebar antara 15-17 cm, tergantung tingkat kesuburan tanaman. Permukaan daun
bagian atas berwarna hijau mengkilap, sedangkan permukaan bagian bawah berwarna
hijau agak pucat. Tangkai daun pendek dan melekat pada batang atau cabang secara
berselang-seling atau berpasangan. Semakin subur pertumbuhan tanman, semakin rimbun
dan besar ukuran daunnya. Berikut penjelasan bagian-bagian tanaman mengkudu.

Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis


Zat nutrisi : Keseluruhan mengkudu adalah buah makanan yang bergizi lengkap. Zat
nutrisi yg diperlukan tubuh, seperti protein, viamin, serta mineral mutlak, ada dlm jumlah
cukup pd buah serta daun mengkudu. Selenium, di antara mineral yg ada pd mengkudu
adalah antioksidan yg hebat. Beragam type senyawa yg terdapat saat mengkudu :

xeronine, plant sterois, alizarin, lycine, dan lain-lain.


Terpenoid. Zat ini menolong dlm sistem sintesis organic serta pemulihan beberapa sel

tubuh.
Zat anti bakteri. Zat-zat aktif yg terdapat dlm sari buah mengkudu itu bisa mematikan
bakteri pemicu infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa. Zat anti bakteri itu juga bisa
mengontrol bakteri pathogen (bakteri yang mematikan) misalnya saja Salmonella

montivideo.
Asam
Asam askorbat yang ada di dalam buah Mengkudu adalah sumber vitamin C yang luar
biasa. Vitamin C merupakan salah satu antioksidan yang hebat. Antioksidan bermanfaat
untuk menetralisir radikal bebas (partikel-partikel berbahaya yang terbentuk sebagai basil
samping proses metabolisme, yang dapat merusak materi genetik dan merusak sistem
kekebalan tubuh). Asam kaproat, asam kaprilat dan asam kaprik termasuk golongan asam
lemak. Asam kaproat dan asam kaprik inilah yang menyebabkan bau busuk yang tajam
pada buah Mengkudu.

Scolopetin. Senyawa scolopetin benar-benar efisien sebagi unsur anti peradangan serta

anti-alergi.
Zat anti kanker. Zat-zat anti kanker yg ada pd mengkudu paling efisien melawan

beberapa sel abnormal.


Xeronine serta Proxeronine. Di antara alkaloid mutlak yg terdapt didalam buah
mengkudu yaitu xeronine. Buah mengkudu cuma memiliki kandungan sedikit xeronine,
namun banyak memiliki kandungan bahan pembentuk (precursor) xeronine dengan kata
lain proxeronine dlm jumlah besar. Proxeronine yaitu sejenis asam nukleat seperti koloidkoloid yang lain. Xeronine diserap beberapa sel tubuh utk mengaktifkan protein-protein
yg tidak aktif, mengatur susunan serta wujud sel yg aktif.
Kontraindikasi & Efek Samping :
Kehamilan dan menyusui : Jangan mengkonsumsi buah mengkudu saat hamil. Secara
historis, noni telah digunakan untuk aborsi dan sebaiknya anda juga menghindari
penggunaan mengkudu jika Anda sedang menyusui. Tidak cukup informasi tentang
penggunaan yang aman dari noni selama masa menyusui.
Masalah ginjal : Mengkudu mengandung sejumlah besar kalium. Hal ini dapat
menimbulkan masalah bagi orang-orang dengan penyakit ginjal. Ada laporan dari orang
dengan penyakit ginjal dengan tingkat yang sangat tinggi kalium dalam darah setelah
minum jus mengkudu. Jika Anda memiliki masalah ginjal, sebaiknya tidak
mengkonsumsi buah mengkudu.
Penyakit jantung : Konsumsi noni telah dikaitkan dengan beberapa kasus kerusakan hati.
Hindari minum mengkudu jika Anda memiliki penyakit hati.
Bagian tanaman yang digunakan : Bagian buahnya. Buah mengkudu yang kaya
polisakarida dapat digunakan sebagai peningkat kekebalan.

3. Sambiloto (Androgaphis paniculata)


Divisi : spermatophyta
Subdivisi : magnoliophyta
Kelas : manoliopsida
Ordo : mamiales
Famili : acanthaceae
Genus : andrographis
Spesies : andrographis paniculata ness
Morfologi Tanaman :

Tanaman berbatang kecil, banyak percabangan membentuk rumput. Daun tunggal


bertangkai pendek, berhadap-hadapan, berbentuk lonjong. Bunganya bulir, warnanya
putih atau ungu, bergaris-garis dalam payung.

Kandungan kimia :
Tanaman sambiloto memiliki kandungan senyawa aktif, yaitu deoksiandrografolid,
andrografolid,

homoandrografolid,

14-deoksi-11,

12-didehidroandrografolid,

homoandrodrafolid, flavonoid, alkane, aldehid, mineral, asam kersik, damar.


Efek Farmakologi :
Tumbuhan ini bersifat menurunkan panas dalam, antibiotik, antipiretik, antiradang,
antibengkak, antidiare, dan hematoprotektif. Obat ini merusak sel trofosit dan
trofoblast ,berperan dalam kondensasi sitoplasma dari sel tumor, piknosis, dan
menghancurkan inti sel.
Herba ini efektif untuk infeksi dan merangsang fagositosis (immunostimulant).
Mempunyai efek hipoglikemik, hipotermia, diuretik, antibakteri, dan analgetik. Rasa
pahit dan dingin ,masuk meridian jantung dan paru-paru. Meningkatkan kekebalan tubuh
seluler. Meningkatkan aktifitas kelenjar-kelenjar tubuh.
Efek Samping :
Gangguan pencernaan (perih, mules), menurunkan tekanan darah, berefek aborttifasien.
Kontraindikasi :
Jangan diberikan pada ibu hamil dan penderita hipotensi.
Bagian tanaman yang digunakan : semua bagian tanaman (khususnya ekstrak metanol
sambiloto)

2.1.2. HEPATOPROTEKTOR

1. Gambir
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Rubiales
Famili: Rubiaceae (suku kopi-kopian)
Genus: Uncaria
Spesies: Uncaria gambir Hunter R
Morfologi Tanaman :
Tumbuhan berhabitus perdu, memanjat, batang bulat, tidak berambut, punya kait diantara
dua tangkai daun yang berhadapan, kecil, pipih, daun penumpu agak besar, bulat. Daun
berhadapan, tipis, bulat, tangkai daun tidak berambut, panjang 0,5-0,8 cm, pertulangan
primer pada permukaan daun sebelah bawah menonjol. Bunga majemuk, bentuk bongkol,
berhadapan di ketiak daun, tangkai pipih, panjang 0,5-4,2 cm, diameter bongkol 4,7-5
cm, tabung mahkota pipih, merah, berambut halus, lobus mahkota krem keputihan, daun
pelindung tidak berambut, langset. Buah kapsul, sempit dan panjang, terbagi menjadi dua
belahan. Biji banyak, kecil, halus dan berbentuk jarum dan bersayap, panjang 0,4 cm,
kuning.
Kandungan Kimia :
Tanin: Katekin; Protoantosianidin: Gambiriin A1, gambiriin A2, gambiriin A3, gambiriin
B1, gambiriin B2, gambiriin B3, gambiriin C; Alkaloid: Dihidrogambiriin, gambirdin,
gambirtanin, gambirin, isogambirin, auroparin, dan oksogambirtaninm; Kandungan
lainnya: Kuersetin, epikatekin, epigalokatekin dan asam tanat
Efek Farmakologi :
Gambir mengandung katekin dan kuersetin (suatu flavonoid) yang berdasarkan penelitian
dapat meringankan penyakit hepatitis. Katekin secara khusus, dapat menurunkan kadar
bilirubin serum pada semua bentuk hepatitis. Katekin juga meningkatkan clearens
antibodi hepatitis dari darah dan menurunkan kadar enzim hati. Aktivitas antioksidan
dari katekin meningkatkan sistem imun dan menstabilisasi membran.
Peringatan :

Penggunaan gambir dalam pengobatan hepatitis sebaiknya di bawah pengawasan ahli.


Penggunaan ekstrak gambir jangka panjang tidak baik untuk ginjal
Interaksi :
Gambir tak tercampurkan dengan gelatin, besi, dan alkali.
Bagian tanaman yang digunakan : ekstrak daun gambir
2. Kunyit
Divisio : Spermatophyta
Sub-diviso : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zungiberaceae
Genus : Curcuma
Species : Curcuma domestica Val
Morfologi Tanaman :
Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm. Batang merupakan batang
semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun
dari pelepah daun (agak lunak). Daun tunggal, bentuk bulat telur (lanset) memanjang
hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat.
Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu, panjang 10-15
cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm, berwarna putih/kekuningan. Ujung
dan pangkal daun runcing, tepi daun yang rata. Kulit luar rimpang berwarna jingga
kecoklatan, daging buah merah jingga kekuning-kuningan.
Kandungan Kimia :
a. zat warna kurkuminoid yang merupakan suatu senyawa diarilheptanoid 3-4%
yang

terdiri

dari Curcumin,

dihidrokurkumin,

desmetoksikurkumin

dan

bisdesmetoksikurkumin.
b. Minyak atsiri 2-5% yang terdiri dari seskuiterpen dan turunan fenilpropana
turmeron (aril-turmeron, alpha turmeron dan beta turmeron), kurlon kurkumol,
atlanton, bisabolen, seskuifellandren, zingiberin, aril kurkumen, humulen.
c. Arabinosa, fruktosa, glukosa, pati, tanin dan dammar
d. Mineral yaitu magnesium besi, mangan, kalsium, natrium, kalium, timbal, seng,
kobalt, aluminium dan bismuth
Efek Farmakologi :
Bagian yang sering dimanfaatkan sebagai obat adalah rimpang; untuk, antikoagulan,
antiedemik, menurunkan tekanan darah, obat malaria, obat cacing, obat sakit perut,
memperbanyak ASI, stimulan, mengobati keseleo, memar dan rematik. Kurkuminoid

pada kunyit berkhasiat sebagai antihepatotoksik enthelmintik, antiedemik, analgesic.


Selain itu kurkumin juga dapat berfungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan.
Kurkumin juga berkhasiat mematikan kuman dan menghilangkan rasa kembung karena
dinding empedu dirangsang lebih giat untuk mengeluarkan cairan pemecah lemak.
Minyak atsiri pada kunyit dapat bermanfaat untuk mengurangi gerakan usus yang kuat
sehingga mampu mengobati diare. Selain itu, juga bisa digunakan untuk meredakan batuk
dan antikejang.
Efek Samping :
1. Gangguan lambung
Karena sifat pedas yang dimilikinya, mengonsumsi kunyit dalam jangka waktu lama
dapat menyebabkan gangguan lambung.
2. Merangsang rahim
Kunyit dikenal sebagai stimulan rahim yang dapat mendorong aliran menstruasi.
Wanita hamil dan ibu menyusui perlu berhati-hati untuk tidak menggunakan kunyit
terlalu banyak.
3. Susah diserap tubuh
Kunyit memiliki kecenderungan susah diserap oleh tubuh.
4. Perdarahan
Kunyit diketahui menghambat penggumpalan trombosit sehingga dapat mencegah
penggumpalan darah. Tapi kunyit ternyata juga dapat memicu perdarahan. Penting
untuk mengambil dosis yang tepat untuk menghindari efek samping ini.
5. Menurunkan efek kemoterapi
Penelitian telah menunjukkan bahwa kunyit mungkin memiliki efek terhadap
kemoterapi, sehingga sebaiknya jangan menggunakan suplemen kunyit saat sedang
menjalani kemoterapi.
Bagian tanaman yang

digunakan

bagian

rimpangnya

(ekstraknya

akan

memperbanyak jumlah limfosit, meningkatkan toksisitas sel pembunuh kanker (natural


killer) dan sintetis antibodi spesifik. Sifat-sifat ini akan menguatkan mekanisme
pertahanan tubuh terhadap virus maupun sel kanker.
3. Temulawak ( Curcuma xanthorrhiza )
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Ordo : Zingiberales
Keluarga : Zingiberaceae
Genus : Curcuma

Spesies : Curcuma xanthorrhiza ROXB


Morfologi Tanaman :
Berdasarkan klasifikasi

temulawak tersebut,

kita

bisa

mendesripsikan

morfologi

temulawak antara lain tumbuhan dengan terna berbatang semu yang ketinggian berkisar 1
sampai 2 meter. Batang temulawak yang semu merupakan bagian dari pelepah daun yang
tegak dan saling bertumpang tindih. Adapun rimpang temulawak memiliki bentuk
sempurna, berukuran besar, bercabang kuat dan memiliki variasi warna coklat
kemerahan, kuning tua atau berwarna hijau gelap. Kelopak bunga temulawak berwarna
kuning tua dengan bentul lateral.
Kandungan Kimia :
Dari hasil tes uji yang dilakukan oleh Balai penelitian tanaman dan obat, diperoleh
sejumlah zat / senyawa dalam rimpang temulawak antara lain : Air 19,98%, pati 41,45%,
serat 12,62%, abu 4,62%, abu tak larut asam 0,56%, sari air 10,96%, sari alkohol 9,48%,
dan kurkumin 2,29%.Dari hasil pengujian tersebut, ditemukan juga kandungan alkaloid,
flavonoid, fenolik, triterpennoid, glikosida tannin, saponin dan steroid . Kandungan
minyak atsiri sebesar 3,81%, meliputi : d-kamfer, sikloisoren, mirsen,p-toluil
metikarbinol, pati, d-kamfer, siklo isoren, mirsen, p-toluil metilkarbinol, falandren,
borneol, tumerol, xanthorrhizol, sineol, isofuranogermakren, zingiberen, zingeberol,
turmeron, artmeron, sabinen, germakron, dan atlantone.
Efek Farmakologi :
Efek farmakologi pada

temulawak

yaitu

kolesterol,antiinflamasi/radang,pencahar,diuretik

hepatoprotektor,
(peluruh

menurunkan

kencing),

tonikum,

kadar
dan

menghilangkan nyeri sendi. Temulawak dipercaya dapat mengobati penyakit hepatitis,


maag, sembelit, nyeri sendi dan tulang.
Efek Samping :
Bila digunakan secara berkepanjangan atau melebihi dosis, dapat menimbulkan

gangguan lambung. Bila timbul gangguan, segera hentikan penggunaan.


Kontra indikasi : belum diketahui dengan pasti adanya larangan penggunaan

temulawak
Interaksi : belum diketahui adanya interaksi temulawak dengan obat-obatan atau
bahan-bahan yang lain

Karena temulawak bekerja merangsang fungsi saluran empedu, maka tidak


dianjurkan penggunaanya bila ada penyumbatan saluran empedu dan batu empedu.
Dalam hal penyumbatan batu empedu, penggunaanya hanya setelah berkonsultasi

dengan dokter atau di bawah pengawasan dokter.


Pemakaian temulawak bersama dengan tanaman lain yang mengandung kurkuminoid

seperti kunyit, perlu diperhitungkan dosisnya agar tidak berlebihan.


Hati-hati menggunakan temulawak bersama dengan obat pengencer darah atau obat

antikoagulan.
Bagian tanaman yang digunakan : bagian rimpangnya, dapat meningkatkan daya tahan
tubuh.

DAFTAR PUSTAKA
1. Mangan, Yelia. 2009. Solusi Sehat Mencegah dan Mengatasi Kanker. Jakarta: Agromeda
Pustaka (halaman 72)
2. Harmanto, Ning; M. Ahkam Subroto. 2007. Pilih Jamu dan Herbal Tanpa Efek Samping.
Jakarta: PT. Elex Media Komputindo (halaman 68)
3. http://daunbuah.com/manfaat-buah-mengkudu-dan-bahayanya-efek-sampingnya/
(diakses tanggal 9 Oktober 2014)
4. http://perpustakaan.pom.go.id/ebook/acuan%20sediaan%20herbal/bab%20x.pdf

(diakses tanggal 9 Oktober 2014)


5. http://www.kalbemed.com/Portals/6/16_18%202Hepato%20protektor.pdf
(diakses tanggal 9 Oktober 2014)
6. http://www.ekafood.com/khasiatmengkudu.pdf
(diakses tanggal 9 Oktober 2014)