Anda di halaman 1dari 23

GUILLAIN-BARR SYNDROME

dr. M. Sany Armansah

Identitas Pasien

Nama
: Tn. R
Umur
: 19 tahun
Jenis kelamin
: Laki-laki
Status perkawinan : belum menikah
Pendidikan terakhir : SMA
Pekerjaan
: Mahasiswa
Alamat
: GSS 10/9

Anamnesis

Keluhan Utama
Kelumpuhan mendadak pada keempat anggota
gerak

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien mengalami kelemahan anggota gerak sejak 5 bulan
yang lalu (tgl 13-11-2014), yang diawali dari anggota gerak
bagian atas lalu sehari kemudian diikuti kelemahan anggota
gerak bagian bawah, pasien dirawat di RS selama selama 4
bulan. Pada perawatan bulan ketiga pasien mengalami sesak
dan kesulitan bernafas sehingga dilakukan trakeostomi.
Hingga sekarang pasien masih merasakan keluhan yang
serupa tetapi sudah ada perbaikan pada anggota gerak yang
lumpuh
sebelumnya pasien mengaku mengalami batuk, tetapi
demam disangkal,pada BAB dan BAK tidak ada keluhan.

RPD
Pasien belum pernah mengalami keluhan serupa.
Penyakit DM (-), HT (-), alergi (-),pembedahan (-)
RPK
Tidak ada keluhan serupa dalam keluarga
Status Sosial
Pasien seorang mahasiswa, belum memiliki pekerjaan
dan belum menikah.

Genogram

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 8
April 2015
1. Status Generalis
Keadaan umum : tampak sakit sedang
: CM GCS = E4M6V5= 15
Kesadaran
Nadi
: 90 x/menit
Pernapasan
: 22 x/menit
Suhu
: 36,7oC

Kepala : normosefali, tidak ada kelainan


Mata : OS : pupil bulat, 3mm, RCL(+), RCTL (+/+)
OD : Pupil bulat 3mm, RCL(+), RCTL (+/+)
Mulut
: simetris, DBN
Leher: tidak tampak pembesaran
Paru : SN vesikuler, wheezing -/-, rhonki -/ Jantung : batas jantung dbn, BJ I-II regular, murmur
(-), gallop (-)
Abdomen : datar, supel, timpani, BU (+) normal, hepar
dan lien tidak teraba.

Pemeriksaan anggota gerak


Ekstremitas atas dan bawah
3333 3333
2222 2222
Refleks Fisiologis (+)
Refleks Patologis (-)
Koordinasi dan keseimbangan tidak dilakukan

Pemeriksaan penunjang
Tidak dilakukan

Diagnosa
Diagnosa banding
Guillain barre syndrome
Poliomyelitis

Diagnosa kerja
Guillain barre syndrome

Tinjauan Pustaka

definisi

Epidemiologi
Terjadi di seluruh dunia, pada semua musim. tersering pada
akhir musism panas dan musim gugur dimana terjadi
peningkatan kasus influenza (Dowling dkk).
Insidensi sindroma Guillain-Barre bervariasi antara 0.6
sampai 1.9 kasus per 100.000 orang pertahun.
Terjadi puncak insidensi antara usia 15-35 tahun dan antara
50-74 tahun. Jarang mengenai usia dibawah 2 tahun. Usia
termuda yang pernah dilaporkan adalah 3 bulan dan paling
tua usia 95 tahun. Laki-laki dan wanita sama jumlahnya.

Etiologi
Sampai saat ini masih belum dapat diketahui dengan pasti
penyebabnya dan masih menjadi bahan perdebatan.
Beberapa keadaan/penyakit yang mendahului dan mungkin
ada hubungannya dengan terjadinya GBS, antara lain
infeksi, vaksinasi, pembedahan, penyakit sistematik seperti
keganasan; systemic lupus erythematosus; tiroiditis;
penyakit Addison, serta kehamilan atau dalam masa nifas.
GBS sering sekali berhubungan dengan infeksi akut non
spesifik. Insidensi kasus GBS yang berkaitan dengan infeksi
ini sekitar antara 56% - 80%, yaitu 1 sampai 4 minggu
sebelum gejala neurologi timbul seperti infeksi saluran
pernafasan atas atau infeksi gastrointestinal.

Tabel 1. Infeksi Akut yang Berhubungan dengan GBS


Infeksi

Definite

Probable

Possible

Virus

CMV

HIV

Influenza

EBV

Varicella- Zoster

Measles

Smallpox

Mumps
Rubella
Hepatitis
Coxsackie

Bakteri

Campylobacter jejuni
Mycoplasma Pneumonia

Typhoid

Paratyphoid
Brucellosis
Chlamydia
Legionella
Listeria

PATOFISIOLOGI Tidak ada yang mengetahui dengan


pasti bagaimana GBS terjadi dan dapat menyerang
sejumlah orang. Yang diketahui ilmuwan sampai saat
ini adalah bahwa sistem imun menyerang tubuhnya
sendiri, dan menyebabkan suatu penyakit yang
disebut sebagai penyakit autoimun. Umumnya sel-sel
imunitas ini menyerang benda asing dan organisme
pengganggu; namun pada GBS, sistem imun mulai
menghancurkan selubung myelin yang mengelilingi
akson saraf perifer, atau bahkan akson itu sendiri.

Terdapat sejumlah teori mengenai bagaimana sistem imun


ini tiba-tiba menyerang saraf, namun teori yang dikenal
adalah suatu teori yang menyebutkan bahwa organisme
(misalnya infeksi virus ataupun bakteri) telah mengubah
keadaan alamiah sel-sel sistem saraf, sehingga sistem imun
mengenalinya sebagai sel-sel asing. Organisme tersebut
kemudian menyebabkan sel-sel imun, seperti halnya
limfosit dan makrofag, untuk menyerang myelin. Limfosit
T yang tersensitisasi bersama dengan limfosit B akan
memproduksi antibodi melawan komponen-komponen
selubung myelin dan menyebabkan destruksi dari myelin.

Myelinated
nerve
in healthy
individual

Damaged (demyelinated)
nerve
in individual
with Guillain-Barr
syndrome

Myelin
sheath

Nerve
axon

Damage to
myelin sheath
(demyelinatio
n)

stadium pada kerusakan saraf perifer pada


GBS, yaitu :
Limphosit bermigrasi & bertransformasi ke
dlm serabut saraf, myelin & axon belum
rusak.
Sel limphosit & sel makrofag >>, mulai
terjadi segmental demyelinisasi, axon belum
rusak.

Patologi

kerusakan selubung myelin & axon,


Terjadi kromatolisis sentral inti sel saraf
atropi & denervasi.
Kerusakan axon >> proximal, kerusakan
irreversible regenerasi sel saraf (-)
21

Kriteria diagnosa klinik SGB menurut


Asbury
Kriteria yang harus ada
-Kelemahan progresif lebih dari satu anggota gerak
-Hiporefleksia atau arefleksia
Menunjang diagnose
-Progresivitas sampai 4 minggu
-Relative simetris
-Gangguan sensoris ringan
-Keterlibatan saraf cranial (paling sering N VII)
-Perbaikan dalam 4 minggu
-Disfungsi autonom ringan
-Tanpa demam
-Protein LCS meningkat setelah 1 minggu
-Leukosit LCS <10/mm3
-Perlambatan hantar saraf

Kriteria diagnosa klinik SGB menurut


Asbury (lanjutan)
Meragukan diagnose
-Asimetris
-Disfungsi BAB dan BAK
-Leukosit LCS >50/mm3
-Gangguan sensoris berbatas nyata

Mengeksklusikan diagnose
-Gangguan sensoris saja
-Terdiagnosa sebagai polineuropati lain