Anda di halaman 1dari 2

(/)

Ramayana
Home (/)
Prasejarah Indonesia
(/Prasejarah-Indonesia.Html)
Sejarah Kerajaan Indonesia
(/Sejarah-KerajaanIndonesia.Html)
Sejarah Nasional Indonesia
(/Sejarah-NasionalIndonesia.Html)
Budaya Nusantara (/BudayaNusantara.Html)
Tempat Bersejarah (/TempatBersejarah.Html)
Sepenggal Kisah (/SepenggalKisah.Html)
Biografi Singkat (/BiografiSingkat.Html)

Alkisah Prabu Dasarata yang memiliki tiga permaisuri, yaitu: Kosalya, Kekayi, dan Sumitra. Dari Dewi Kosalya,
lahirlah Sang Rama. Dari Dewi Kekayi, lahirlah Sang Bharata. Dari Dewi Sumitra, lahirlah putera kembar, bernama
Lesmana dan Satrugna. Keempat pangeran tersebut sangat gagah dan mahir bersenjata.
Pada suatu hari, Resi Wiswamitra meminta bantuan Sang Rama untuk melindungi pertapaan di tengah hutan dari
gangguan para raksasa. Setelah berunding dengan Prabu Dasarata, Resi Wiswamitra dan Sang Rama berangkat ke
tengah hutan diiringi Sang Lesmana. Selama perjalanannya, Sang Rama dan Lesmana diberi ilmu kerohanian dari
Resi Wiswamitra. Mereka juga tak henti-hentinya membunuh para raksasa yang mengganggu upacara para Resi.
Ketika mereka melewati Mithila, Sang Rama mengikuti sayembara yang diadakan Prabu Janaka. Ia berhasil
memenangkan sayembara dan berhak meminang Dewi Sinta, puteri Prabu Janaka. Dengan membawa Dewi Sinta,
Rama dan Lakshmana kembali pulang ke Ayodhya.
Prabu Dasarata yang sudah tua, ingin menyerahkan tahta kepada Rama. Atas permohonan Dewi Kekayi, Sang
Prabu dengan berat hati menyerahkan tahta kepada Bharata sedangkan Rama harus meninggalkan kerajaan selama
14 tahun. Bharata menginginkan Rama sebagai penerus tahta, namun Rama menolak dan menginginkan hidup di
hutan bersama istrinya dan Lesmana. Akhirnya Bharata memerintah Kerajaan Kosala atas nama Sang Rama.
Dikisahkan ada seorang raja Alengkadiraja yaitu Prabu Rahwana, yang juga sedang kasmaran, namun bukan
kepada Dewi Sinta tetapi dia ingin memperistri Dewi Widowati. Dari penglihatan Rahwana, Sinta dianggap sebagai
titisan Dewi Widowati yang selama ini diimpikannya. Dalam sebuah perjalanan Rama dan Shinta dan disertai
Lesmana adiknya, sedang melewati hutan belantara yang dinamakan hutan Dandaka, si raksasa Prabu Rahwana
mengintai mereka bertiga, khususnya Sinta. Rahwana ingin menculik Shinta untuk dibawa ke istananya dan
dijadikan istri, dengan siasatnya Rahwana mengubah seorang hambanya yang bernama Marica menjadi seekor
kijang kencana.
Dengan tujuan memancing Rama pergi memburu kijang jadi-jadian itu, karena Dewi Sinta menginginkannya. Dan
memang benar setelah melihat keelokan kijang tersebut, Sinta meminta Rama untuk menangkapnya. Karena
permintaan sang istri tercinta maka Rama berusaha mengejar kijang seorang diri sedang Shinta dan Lesmana
menunggu.
Setelah cukup lama ditinggal berburu, Sinta mulai mencemaskan Rama, maka Sintapun meminta Lesmana untuk
mencarinya. Sebelum meninggalkan Sinta seorang diri Lesmana tidak lupa membuat perlindungan guna menjaga
keselamatan Sinta yaitu dengan membuat lingkaran magis. Dengan lingkaran ini Shinta tidak boleh mengeluarkan
sedikitpun anggotabadannya agar tetap terjamin keselamatannya, jadi Shinta hanya boleh bergerak-gerak sebatas
lingkaran tersebut. Setelah kepergian Lesmana, Rahwana mulai beraksi untuk menculik, namun usahanya gagal
karena ada lingkaran magis tersebut. Rahwana mulai cari siasat lagi, caranya ia menyamar dengan mengubah diri
menjadi seorang brahmana tua danbertujuan mengambil hati Shinta untuk memberi sedekah. Ternyata siasatnya
berhasil membuat Sinta mengulurkan tangannya untuk memberi sedekah, secara tidak sadar Shinta telah
melanggar ketentuan lingkaran magis yaitu tidak diijinkan mengeluarkan anggota tubuh sedikitpun. Saat itu juga
Rahwana tanpa ingin kehilangan kesempatan ia menangkap tangan dan menarik Sinta keluar dari lingkaran.
Selanjutnya oleh Rahwana, Sinta dibawa pulang ke istananya di Alengka. Saat dalam perjalanan pulang itu terjadi
pertempuran dengan seekorburung Garuda yang bernama Jatayu yang hendak menolong Dewi Sinta. Jatayu dapat
mengenali Sinta sebagai puteri dari Janaka yang merupakan teman baiknya, namun dalam pertempuan itu Jatayu
dapat dikalahkan Rahwana.
Disaat yang sama Rama terus memburu kijang kencana dan akhirnya Rama berhasil memanahnya, namun kijang
itu berubah kembali menjadi raksasa. Dalam wujud sebenarnya Marica mengadakan perlawanan pada Rama
sehingga terjadilah pertempuran antar keduanya, dan pada akhirnya Rama berhasil memanah si raksasa. Pada saat
yang bersamaan Lesmanaberhasil menemukan Rama dan mereka berdua kembali ke tempat semula dimana Shinta
ditinggal sendirian, namun sesampainya ditempat Sinta tidak ditemukan. Selanjutnya mereka berdua berusaha
mencarinya dan bertemu Jatayu yang luka parah, Rama mencurigai Jatayu yang menculik dan dengan penuh emosi
ia hendak membunuhnya tapi berhasil dicegah oleh Lesmana. Dari keterangan Jatayu mereka mengetahui bahwa
yang menculik Sinta adalah Rahwana. Setelah menceritakan semuanya akhirnya si burung garuda ini meninggal.
Rama yang mengetahui istrinya diculik segera mencari Rahwana ke Kerajaan Alengka atas petunjuk Jatayu
sebelum meninggal. Dalam perjalanan, ia bertemu dengan Sugriwa, Sang Raja Kiskendha. Atas bantuan Sang Rama,
Sugriwa berhasil merebut kerajaan dari kekuasaan kakaknya, Subali. Untuk membalas jasa, Sugriwa bersekutu
dengan Sang Rama untuk menggempur Alengka. Dengan dibantu Hanuman paman dari Sugriwa dan ribuan
pasukan wanara(kera), mereka menyeberangi lautan untuk menggempur Alengka.

Taman Argasoka adalah taman kerajaan Alengka tempat dimana Sinta menghabiskan hari-hari penantiannya
dijemput kembali oleh sang suami. Dalam Argasoka, Sinta ditemani oleh Trijata kemenakan Rahwana, selain itu
juga Trijata berusaha membujuk Sinta untuk bersedia menjadi istri Rahwana. Karena sudah beberapa kali Rahwana
meminta dan memaksa Sinta menjadi istrinya tetapi ditolak, sampai-sampai Rahwana habis kesabarannya yaitu
ingin membunuh Sinta namun dapat dicegah oleh Trijata. Di dalam kesedihan Sinta di taman Argasoka ia
mendengar sebuah lantunan lagu oleh seekor kera putih yaitu Hanuman yang sedang mengintainya. Setelah
kehadirannya diketahui Sinta, segera Hanuman menghadap untuk menyampaikan maksud kehadirannya sebagai
utusan Rama.

Setelah selesaimenyampaikan maksudnya Hanuman segera ingin mengetahui kekuatan kerajaan
Alengka.Caranya dengan membuat keonaran yaitu merusak keindahan taman, dan akhirnya Hanuman tertangkap
oleh Indrajid putera Rahwana dan kemudian dibawa ke Rahwana. Akhirnya Hanuman dijatuhi hukuman yaitu
dengan dibakar hidup-hidup, tetapi Hanuman berhasil meloloskan diri dan membakar kerajaan Alengka.
Sekembalinya dari Alengka, Hanuman menceritakan semua kejadian dan kondisi Alengka kepada Rama. Setelah
menerima laporan itu, maka Rama memutuskan untuk berangkat menyerang kerajaan Alengka dan diikuti pula
oelh pasukan kera pimpinan Hanuman.
Setibanya di istana Alengkadiraja terjadilah peperangan, dimana awalnya pihak Alengka dipimpin oleh Indrajid.
Dalam pertempuran ini Indrajid dapat dikalahkan dengan gugurnya Indrajit. Alengka terdesak oleh bala tentara
Rama, maka Rahwana minta bantuan Kumbakarna raksasa yang bijaksana. Kumbakarna menyanggupi tetapi
bukannya untuk membela kakaknya yang angkara murka, namun demi untuk membela bangsa dan negara
Alengkadiraja. Dalam pertempuran ini pula Kumbakarna dapat dikalahkan dan gugur sebagaipahlawan bangsanya.
Dengan gugurnya sang adik, akhirnya Rahwana menghadapi sendiri Rama. Pada akhir pertempuran ini Rahwana
juga dapat dikalahkan seluruh pasukan pimpinan Rama. Rahwana yang memiliki ajian rawarontek tidak dapat
dibunuh kecuali tubuhnya tidak menyentuh tanah. Rahwana akhirnya terkena panah pusaka Rama dan Rahwana
melarikan diri tetapi kemudian dia dihimpit gunung Sumawana yang dibawa Hanuman.
Setelah semua pertempuran yang dahsyat itu, dengan kekalahan dipihak Alengka maka Rama dengan bebas
dapat memasuki istana dan mencari sang istri tercinta. Dengan diantar oleh Hanuman menuju ke taman Argasoka
menemui Sinta, akan tetapi Rama menolak karena menganggap Sinta telah ternoda selama Sinta berada di kerajaan
Alengka. Maka Rama meminta bukti kesuciannya, yaitu dengan melakukan bakar diri. Karena kebenaran kesucian
Sinta dan pertolongan Dewa Api, Sinta selamat dari api. Dengan demikian terbuktilahbahwa Shinta masih suci dan
akhirnya Rama menerima kembali Shinta dengan perasaan haru dan bahagia. Dan akhir dari kisah ini mereka
kembali ke istananya. Sementara Lesmana diminta memimpin kerajaan Alengka.
(/uploads/1/4/2/9/14296470/2361908_orig.jpg)
(/uploads/1/4/2/9/14296470/1397730_orig.jpg)
(/uploads/1/4/2/9/14296470/7071563_orig.jpg)

79

12

Google+

Comments

Login

There are no comments posted yet. Be the first one!

Post a new comment


Entertextrighthere!

Comment as a Guest, or login:


Name

Email

Website (optional)

Displayed next to your comments.

Not displayed publicly.

If you have a website, link to it here.

Subscribe to None

SubmitComment