Anda di halaman 1dari 28

Demonstrasi buruh tuntut kenaikan dan penetapan

upah
Terjadi ledakan bom di mall, diduga kelompok teroris
beraksi.
Kemiskinan membengkak sejak kenaikan harga BBM
Seorang anak SD bunuh diri karena tidak mampu
membayar SPP
Pembantaian terjadi karna perbedaan aliran
Penggusuran PKL terjadi disertai anarkhisme Pol PP
KPK gencar kejar koruptor kelas kakap
Seorang TKW tewas, penyebabnya masih misteri
Perampokan makin sadis di Ibukota

Banjir lumpur panas Lapindo makin memprihatinkan


Perkelahian antar supporter memakan korban
Antar massa parpol bentrok saat kampanye pemilu
Mall dibangun, pasar tradisional tergusur
TNI mengingatkan agar mewaspadai kebangkitan
komunisme
Seorang anggota DPRD tewas saat kencan dengan
PSK
Petani menjerit karena kelangkaan pupuk
Bentrok TNI dan Polri terjadi, diduga rebutan lahan
Dst..

Apa yang bisa kita tangkap dari berita-berita


tersebut?
Bagaimana kita memahami dan menganalisis
berita tersebut?
Bagaimana kita meyakini kebenaran berita
tersebut?
Bagaimana mendiskripsi, menganalisis dan
menjelaskannya?
Adakah jalan memudahkan kita memahami?
Dari mana kita memulai menganalisis?

Kadang pikiran kita terbentuk oleh berita..


Kadang kita tidak percaya atas cerita
Kadang ada fakta yang bertentangan
Kadang kita dibuat bingung berita
Kadang kita kaget oleh fakta
Kadang kita heran oleh fenomena
Kadang kita muak dengan berita
Kadang kita ketagihan dengan berita
Kadang, kadang, kadang
Semua orang punya pikirannya masingmasing?

Ketertarikan atas realitas bermula dari:


Iseng
Berkepentingan
Terpengaruh.
Keyakinan

Cadangan ilmu pengetahuan yang kita


miliki berasal dari:
1. Bacaan yang kita miliki
Buku-buku seringkali mempengaruhi
pola pikir, terekpresikan dalam
menganalisis sesuatu (biasanya latar
belakang keilmuan)

2. Informasi yang kita dapatkan


dan pilih:
Serapan asupan informasi menjadi
bahan bagi seseorang menilai
sesuatu (padahal, informasi bisa jadi
karena kebetulan, sangat mungkin
sengaj dipilih untuk membenarkan
kepentingan)
Bukan mustahil, memilih informasi
sebagai data mempengaruhi hasil
interpretasi

3. Pengalaman, diantaranya :
Apa yang pernah dialami dan
dikerjakan menjadi preferensi
seseorang untuk bertindak
Apa yang pernah dirasakan dan
dipikirkan menjadi rujukan yang
memandu dalam menilai sesuatu
Tiap-tiap pengalaman seringkali
memiliki interpretasi yang tidak sama,
bisa juga sama meskipun memiliki
batasan yang beragam

eMKa Anwar
Aktifis Hukum dan HAM
Chilunk.007@gmail.com

Apa itu ansos?


Mengapa ansos?
Untuk apa ansos?
Beberapa ciri dasar
Ansos sekadar alat
Mengenal perspektif ansos
Keterbatasan ansos
Berlatih ansos

Ansos merupakan alat dasar dan bantu dalam


usaha kita untuk menempatkan dan
memahami suatu masalah tertentu
Pemahaman atas masalah diletakkan pada
konteks realitas sosial jangkauannya relatif
lebih luas
Cakupannya, diantaranya meliputi rentang
waktu (biasa disebut dengan historical),
struktur (kondisi atau keadaan sosial,
ekonomi, politik, kultural), kaitan nilai, serta
space (baik aras lokal-global).

Ilmu sosial tidak musti didapatkan dari


bangku sekolah, kuliah atau pelajaran
formal
Realitas sosial dipelajari tidak secara
linier, formal atau konvensional
Berbagai masalah (apapun) bisa ditafsir
dengan mengkaitkan pada struktur
sosial, aktor, relasi dan kepentingan
praksis yang berdekatan dengan apa
yang kita alami sehari-hari

Dalam masyarakat banyak fenomena,


persepsi, dan fakta yang terjadi tentang
apa saja, menarik dicermati dan
sekaligus membutuhkan analisis dan
penjelasan
Masalah sosial yang akan ditangani dan
diselesaikan: mensyaratkan pemahaman
atas masalah tersebut secara utuh
(berbasis pemetaan) agar jalan keluar
dapat ditempuh dengan tepat dan
berguna

Menangkap

dan menginterpretasikan
persoalan penting (kunci) yang terjadi
pada masyarakat.
Mencermati tata dan struktur
masyarakat, dengan menilai kira-kira
kelompok mana yang diuntungkan
dan dirugikan dalam sistem itu.
Menilai keterkaitan berbagai sistem
dan mekanisme yang bekerja pada
masyarakat.

Menelaah

kapasitas masyarakat yang


berpotensi untuk dikembangkan dan
didayagunakan (suatu perspektif
pemberdayaan).
Identifikasi dan memilih tindakantindakan strategis:
untuk mengubah keadaan masyarakat
atau mempertahankan sesuatu yang
dianggap berguna bagi masyarakat

Ansos dilandasi oleh nilai-nilai tertentu (bukan


bebas nilai)
Dilandasi atau berbasis pemikiran kritis (ilmu
sosial kritis) dalam menilai dan memahami
realitas sosial-politik
Pandangan kritis menyebut senantiasa ada
keberpihakan pada nilai-nilai tertentu (berkaitan
dengan relasi kekuasaan) dalam struktur sosial
Paham kritis, mengandung pemikiran ada
ketimpangan atau ketidakadilan dalam struktur
sosial posisi sosial dianggap memiliki
konsekuensi pilihan sikap

Memadukan analisis isu dan aktor


Memilih isu dalam analisis sosial
Memetakan kepentingan aktor dalam relasi
kekuasaan

Pendekatan yang dipakai partisipatorik,


dimana Ansos mengedepankan pelibatan
sebesar-besarnya anggota komunitas
untuk mendefinisikan masalahnya.
Dalam kaitan ini, biasanya aktivis atau peneliti
sekadar fasilitator.

Memasukkan sebanyak mungkin sudut


pandang untuk memperkaya dan
memperdalam analisis, meskipun perlu
rangkaian satu sama lain dalam sudut
pandang itu agar tidak kontradiksi
memperoleh road map (peta jalan)
dalam menyelesaikan masalah.
Memadukan cara berfikir (berdasar
pengetahuan kritis) dengan data empirik
(berbagai sumber terpercaya)

Membutuhkan kejelian pengamatan,


baik atas struktur maupun perilaku para
aktor yang terlibat atas realitas
Lebih mementingkan penemuan akar
persoalan, dibandingkan hanya
mendasarkan akibat-akibat semata.

Mencari akar masalah dan pilihanpilihan problem solver

Ansos tidak mungkin menjelaskan realitas


secara absolut dan universal
Analisis senantiasa dibatasi: perspektif
(teori), rentang waktu, kaitan struktur ruang
Karenanya kekuatan ansos pada: konteks
dan rumusan masalah
Tidak ada pretensi generalisasi empirik
(relatif)
Membuka diri atas kritik (sifat inklusif dalam
analisis dan interpretasi)
Ansos bukan menjadi segalanya dalam
menjawab masalah

Kajian soal kemasyarakatan, atau sebut saja


analisis sosial, pada umumnya didasarkan
pada filsafat ilmu dan teori sosial tertentu.
Filsafat, dan juga teori ilmu sosial memiliki
kandungan 4 asumsi dasar, yakni: ontologis,
epistemologis, pandangan tentang manusia
(human nature), dan metodologi.
Dalam bahasa sederhana, pemikiran untuk
menjelaskan realitas dilandasi oleh teori dan
metodologi, meskipun itu semua tidak
mutlak.

Kita perlu memahami secara tepat dan


mendalam Ansos, dengan maksud agar
tidak terjebak dalam scientisation (ism)
(pengilmiahan dan ideologi ilmiah) atau
common sense dangkal.
Cermat dalam memilih paradigma,
perspektif dan teori (tentu kelebihan dan
keterbatasannya) secara tepat untuk
khususnya dalam memandu untuk
mendefinisikan masalah.
Kuasai alat analisa (media), data-data,
sumber data dan akurasinya.

Pada saat menganalisis, upayakan untuk


memperhatikan analisis aktor dan analisis
faktor sebagai kerangka berpikir.
Siapa aktornya, serta kepentingannya?
Bagi peneliti, atau aktivis perlu untuk
menguasai dan mendalami teknik-teknik
fasilitasi
Prasyarat dasar: kepekaan yang tajam atas
simbol-simbol lokal (knowledge, informasi, nilai,
mekanisme dan institusi) serta momen
khusus/unik.

Dampak
masalah

Proses berlangsung
masalah

Akar masalah

dampak

Masalah

akar

pemicu

kemiskinan

pembangunan

kesenjangan

Kebijakan

dampak
ry
e
v
o
rec

konflik
dampak

dampak

konflik baru

Mari kita cermati dalam realitas sosial,


apa yang tengah berlangsung berkaitan
dengan kebijakan pembangunan dan demokrasi..
Bagaimana analisis kita lakukan atas situasi itu,
untuk bahan menjelaskan, memfasilitasi,
menuliskan, atau membuat perubahan
secara praksis