Anda di halaman 1dari 4

Tiga Manfaat Utama Membiasakan Dzikir

kepada Allah
Rabu, 17 Desember 2014 - 06:05 WIB

Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dengan dzikir yang
sebanyak-banyaknya

Terkait

Wahai Abu Hanifah, Takutlah kepada Allah!

Mau Selamat Naik Pesawat, Selalu Ingat Allah!

Selarik Pinta Kepada Allah Taala

Tujuh Manfaat Sedekah

Dzikir kepada allah Taala adalah ibadah terbesar dibandingkan ibadah lainnya,
demikian kata Ibn Abbas RA
MENJELASKAN hal ini, Imam Ghazali dalam kitabnya Dzikurllah menulis,
Jika Anda bertanya, kenapa dzikir kepada Allah yang dikerjakan secara samar
oleh lisan dan tanpa memerlukan tenaga yang besar menjadi lebih utama dan

lebih bermanfaat dibandingkan dengan sejumlah ibadah yang dalam


pelaksanaannya banyak mengandung kesulitan?
Imam Ghazali menjelaskan bahwa dzikir mengharuskan adanya rasa suka dan
cinta kepada Allah Taala. Maka tidak akan ada yang mengamalkannya kecuali
jiwa yang dipenuhi rasa suka, dan cinta untuk selalu mengingat dan kembali
kepada-Nya.
Orang yang mencintai sesuatu akan banyak mengingatnya, dan orang yang
banyak mengingat sesuatu (meskipun pada mulanya ini adalah bentu
pembebanan) pasti akan mencintainya. Begitu halnya dengan orang yang
berdzikir kepada Allah Taala.
Apabila seorang Muslim sampai pada derajat suka berdikir, maka ia tidak akan
melakukan erbuatan lain selain dzikir kepada Allah Taala. Sesuatu yang selain
Allah adalah sesuatu yang pasti meninggalkannya saat kematian menjemput.
Nah, di sinilah urgensi mengapa setiap jiwa sangat membutuhkan amalan dzikir.
Dengan demikian, apa saja manfaat utama dari amalan yang sampai dibahas
secara khusus oleh Imam Ghazali ini?
Pertama, kebahagiaan setelah kematian
Ketika seorang Muslim meninggal dunia, maka harta, istri, anak, dan kekuasaan
akan meninggalkannya. Ya, tidak ada lagi yang bersamanya selain dzikir kepada
Allah Taala. Saat itulah, amalan dzikir akan memberikan manfaat yang luar
biasa bagi diirnya.
Imam Ghazali memberikan ilustrasi menarik akan hal ini. Ada orang bertanya,
Ia sudah lenyap, lalu bagaimana perbuatan dzikir kepada Allah masih tetap
kekal bersamanya?
Imam Ghazali pun menjelaskan, Sebenarnya ia tidak benar-benar lenyap, yang
juga melenyapkan amalan dzikir. Ia hanya lenyap dari dunia dan alam syahadah,
bukan dari alam malakut. Hal ini tertera dalam Al-Quran Surah Ali Imran ayat
169-170.
Kedua, senantiasa diingat oleh Allah Taala
Di dalam Al-Quran, Allah Taala berfirman;


Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (QS. Al-Baqarah
[2]: 152).
Tsabit Al-Banani berkata, Saya tahu kapan Allah mengingatku. Orang-orang
pun merasa khawatir dengan ucapannya sehingga mereka pun bertanya,
Bagaimana kamu mengetahuinya? Tsabit menjawab, Saat aku mengingatNya, maka Dia mengingatku.

Dalam Hadits Qudsi juga disebutkan, Allah Taala berfirman, Aku akan bersama
hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak karena Aku.
(HR. Baihaqi & Hakim).
Subhanallah, bagaimana kalau Allah yang mengingat diri kita yang dhoif.
Bayangkan saja, seorang kepala desa akan sangat senang jika dirinya
senantiasa diingat oleh gubernur atau presiden. Bagaimana kalau yang
mengingat kita adalah Allah Taala, Rabbul Alamin!
Pantas jika kemudian sahabat Nabi Shallallahu alayhi wasallam, Muadz bin
Jabal berkata, Tidak ada yang disesali oleh penghuni surga selain waktu yang
mereka lewatkan tanpa berdzikir kepada Allah Taala.
Ketiga, diliputi kebaikan demi kebaikan
Seorang Muslim yang senantiasa berdzikir akan senantiasa mendapatkan
kebaikan demi kebaikan.
Rasulullah bersabda, Tiada suatu kaum yang duduk sambil berdzikir kepada
Allah melainkan mereka akan dikelilingi oleh malaikat, diselimuti oleh rahmat dan
Allah akan mengingat mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya. (HR.
Bukhari).
Sementara itu hadits yang lain menyebutkan, Tiada suatu kaum yang berkumpul
sambil mengingat Allah dimana dengan perbuatan itu mereka tidak
menginginkan apa pun selain diri-Nya, melainkan penghuni langit akan berseru
kepada mereka, Bangkitlah, kalian telah diampuni. Keburukan-keburukan kalian
telah diganti dengan kebaikan-kebaikan. (HR. Ahmad).
Oleh karena itu, sangat luar biasa kasih sayang Allah kepada umat Islam.
Manfaat dzikir yang sedemikian luar biasa bagi kehidupan dunia-akhirat kita
senantiasa Allah ulang-ulang di dalam kitab-Nya agar kita terus menerus
mengamalkannya.

Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah,
dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya. (QS. Al-Ahzab [33]: 41).
Bahkan saat kita usai sholat pun, Allah tekankan agar kita terus berdzikir
kepada-Nya.







Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat, ingatlah Allah di waktu berdiri,
di waktu duduk dan di waktu berbaring (QS. An-Nisa [4]: 103).
Dengan demikian, mari kita upayakan agar muncul rasa suka dan cinta untuk
senantiasa berdzikir kepada-Nya. Karena amalan ini sangat mudah diamalkan

dengan manfaat yang sangat luar biasa. Tidak saja menjamin kebaikan di dunia,
tetapi juga memastikan kebaikan di akhirat. Semoga Allah anugerahi kita hati
yang senantiasa suka, cinta dan rindu untuk selalu berdzikir kepada-Nya.
Wallahu alam.*