Anda di halaman 1dari 2

DPR merupakan salah satu lembaga tinggi negara yang sangat penting dalam

penyelenggaraan pemerintahan. DPR mempunyai kewenangan yaitu dalam hal


pengawasan, anggaran, dan legislasi yang tertuang dalam Pasal 20 A (1) dan
kemudian di pertegas lagi mengenai fungsi anggaran dalam Pasal 23 ayat 2 UUD
NRI 1945. Dalam hal fungsi anggaran yang dimiliki oleh DPR akan saya bahas
analisa saya tentang fungsi anggaran ini yang lebih patut dipegang oleh DPR
atau Pemerintah.
Fungsi anggaran dari DPR ini memang paling mendapat sorotan khusus
dari khalayak ramai dikarenakan fungsi strategis ini. Fungsi anggaran merupakan
energi dalam pelaksanaan pemerintahan yang akan menentukan besaran
keuangan negara yang bisa di anggarkan. DPR adalah kepanjangan tangan dari
rakyat ataupun bisa disebut juga penyalur lidah rakyat. Rakyat sangat bertumpu
banyak pada wakilnya di Senayan ini. Hanya saja jika kita melihat track record
yang dimiliki oleh DPR apalagi dalam hal anggaran, saya merasakan belum
terasa sekali kinerja mereka untuk rakyat terlebih dengan banyaknya anggota
DPR yang korupsi untuk memperkaya diri ataupun bisa dibilang fungsi anggaran
ini sebagai alat partai politik meraup keuntungan materi melalui kadernya.
Dalam Pasal 23 ayat 2 dan 3 UUD NRI 1945 dirasa sangat besar
kewenangan yang dimiliki oleh DPR sehingga Pemerintah sebagai pelaksana
pemerintahan merasa terkekang dengan fungsi ini. Karena sepanjang
pemerintahan berjalan ada saja rencana pemerintah apapun itu yang
menyangkut masalah anggaran selalu terganjal di DPR padahal Pemerintah pun
bekerja untuk rakyat dan DPR itu mempunyai the most important function
yaitu membela dan mewakili hak-hak rakyat dalam fungsi anggaran. Sudah
seharusnya DPR dapat memilah dan memilih kegiatan pemerintah yang pro
dengan rakyat untuk dapat diberikan anggaran sesuai yang diminta oleh
pemerintah bukan malah menghambat prosesnya.
Fungsi anggaran ini pula dalam perkembangannya malah dijadikan
kepentingan kelompok bagi tiap anggotanya karena seperti contohnya mereka
dengan mudah mengeluarkan uang untuk studi banding ke luar negeri yang
seperti kita tau sampai sekarang belum terasa feedbacknya. DPR pun dalam
menjalankan kinerjanya tidak diawasi oleh siapapun kecuali masyarakat dan
masyarakat tidak dapat berbuat apa-apa. Ada pula berpendapat bahwa DPR
sebaiknya diawasi oleh tim pengawas keuangan yang independen. Tujuannya,
agar kinerja DPR dapat dinilai oleh pihak yang tidak berhubungan langsung
dengan DPR. Hanya saja saya rasa untuk membentuk sebuah tim yang
independen untuk mengawasi DPR ini susah karena jika membuat tim
independen yang sedikit anggotanya bukan tidak mungkin tim independen ini
malah dibawah tekanan DPR dan sebaliknya jikalaupun anggotanya banyak
justru akan menghasilkan jaringan atau koneksi yang luas pula yang menyentuh
sampai ke senayan dan malah akan terjadi ketidakprofesionalan dalam
pengawasannya.
Dengan berbagai alasan ataupun contoh diatas tersebut maka saya
menyimpulkan alangkah lebih baiknya dilakukan perubahan mengenai fungsi
anggaran DPR ini untuk dapat dipegang oleh pemerintah. Kesimpulan saya
mengenai perubahan fungsi anggaran DPR kepada pemerintah ini dengan alasan
yaitu; pertama, Pemerintah merupakan organ yang menjalankan pemerintahan

jadi biar bagaimanapun pemerintah lah yang paling mengetahui seberapa


banyak pengeluaran yang akan dipakai dalam rangka pelaksanaan
pemerintahan. Dengan begitu bisa menghapuskan kelicikan DPR ini mengenai
permainan tarik ulur anggaran dengan Pemerintah. Yang kedua, jika fungsi
anggaran ada pada pemerintah maka pelaksanaan pemerintahan yang berkaitan
dengan rakyat akan lebih cepat terealisasi karena proses pengajuan anggaran
ada pada intern. Dan yang ketiga adalah bukan berarti juga pemerintah dengan
diberikannya fungsi ini bisa semena mena, disinilah fungsi DPR yang harus
diperkuat yaitu fungsi pengawasannya. DPR juga berhak bertindak sebagai
pengawas keuangannya pemerintah, yang nantinya akan membuat laporan
kepada presiden mengenai kebijakan anggaran departemen mana yang tidak
sesuai atau bertentangan yang nantinya akan ditindak lanjuti oleh Presiden
selaku kepala pemerintahan. Jadi selain wajib melakukan transparasi dalam
bidang keuangan/anggaran, pemerintah juga diawasi oleh DPR bilamana dalam
pelaksanaannya anggaran yang sudah cair malah terbengkalai dan menjadi
profit bagi sebagian kelompok dan masalah lainnya yang terkait anggaran.