Anda di halaman 1dari 7

Apa itu Radang atau inflamasi?

Radang atau inflamasi adalah satu dari respon utama sistem kekebalan terhadapinfeksi dan iritasi. Inflamasi
distimulasi oleh faktor kimia (histamin, bradikinin,serotonin, leukotrien, dan prostaglandin) yang dilepaskan oleh
sel yang berperan sebagai mediator radang di dalam sistem kekebalan untuk melindungi jaringan sekitar dari
penyebaran infeksi.
Beberapa kata kunci yang sering digunakan untuk mencari materi yang sedang kita bicarakan ini antara lain:
atopic dermatitis, eczema, inflamasi, jenis Radang, mediator radang, osteoarthritis, peradangan selaput perut,
Radang Kulit, Radang Sendi, Radang Tenggorokan, Radang Usus Buntu, sebhorrheic dermatitits

Jenis-jenis Radang
1.Radang Tenggorokan
Penyakit ini ditandai dengan rasa nyeri di tenggorokan sehingga sipenderita susah sekali saat menelan
makanan. Radang tenggorokan atau faringitis akut sering diikuti dengan gejala flu seperti demam, sakit kepala,
pilek,dan batuk. Disebarkan oleh virus EBV atau kuman Strep. Pyogenes, radang tenggorokan mudah dikenali
dengan memeriksakannyake dokter THT. Jika daerah faring ditemukan peradangan dengan tanda
berupakemerahan serta terjadi pembesaran pada kelenjar limfe regional di sekitarnya,bisa dikatakan orang
tersebut menderita radang tenggorokan.

Gejala-gejala
tenggorokan:

seorang

Bengkak, berwarna merah pada tenggorokan

Susah berbicara, menelan, dan bernapas

Biasanya terjadi benjolan di sekitar leher

Demam tinggi

Sakit kepala yang luar biasa

Telinga pekak

penderita

radang

Perawatan yang harus dilakukan adalah memberi si penderita dengan aspirin. Selain itu berikan air panas yang
telah ditambahi satu sendok makangaram. Ini akan mengurangi rasa sakit akibat radang tenggorokan.

2. Radang Usus Buntu


Radang usus buntu merupakan peradangan pada usus buntu, yaitu sebuah usus kecil yang berbentuk jari yang
melekat pada usus besar di sebelah kananbawah rongga perut.Usus buntu yang mengalami peradangan
kadang-kadang pecah terbuka, yang menyebabkan peradangan selaput perut (peritonitis).

Peradangan selaput perut adalah peradangan yang gawat dan mendadak pada selaput yang melapisi dinding
dalam rongga perut atau pada kantong yangmembungkus usus. Peradangan ini terjadi kalau usus lainnya pecah
atau robek

a.Penyebab umum
Adanya benda kecil atau keras (faecaliths) yang berada di appendix dantidak bisa keluar.

b.Tanda-tanda appendicitis:

Tanda yang utama ialah keluha nyeri yang menetap pada perut dan semakin lama semakin memburuk.

Rasa nyeri mulai terjadi di sekitar pusar, tetapi segera nyeri tersebutberpindah kesisi kanan bawah.

Mungkin selera makan menghilang, muntah, sembelit atau terdapat panasyang ringan.

3.Radang Kulit
Radang kulit, dermatitis, merupakan suatu gejala pada kulit saat jaringanterinfeksi oleh bakteri atau virus. Ada
beberapa tipe radang kulit, yaitu:
1.

sebhorrheic dermatitits

2.

atopic dermatitis (eczema)

3.

Kedua tipe tersebut sangat bervariasi tergantung dari penyebab dan gejala yang terjadi.

Sesungguhnya penyakit ini tidak merupakan penyakit seumur hidup. Iahanya akan menimbulkan rasa yang tidak
nyaman dan mengurangi penampilandiri. Kombinasi antara perawatan kesehatan mandiri dan pengobatan medis
akanmenghilangkan radang kulit.

4.Radang Sendi
Radang sendi, osteoarthritis adalah salah satu arthritis yang disebabkan olehberkurangnya cartilage terutama
di daerah persendian. Cartilage sendiri merupakan substansi protein yang menjadi semacam oli bagi tulang dan
persendian. Ketika cartilage mengalami penurunan dalamjumlah, selanjutnya struktur tulang akan tergerus.
Proses peradangan juga dapat merangsang syaraf perasa sakit sehingga menimbulkan rasa nyeri.Beberapa
gejala peradangan biasanya ditandai timbulnya kemerahan pada bagiantubuh tertentu, peningkatan suhu, nyeri
persendian atau rasa kaku pada sendi. Selainitu, peradangan meliputi beberapa gejala yang mirip flu biasa,
seperti demam, kedinginan, rasa lelah, kekurangan tenaga, pusing-pusing, kehilangan selera makandan otot
kaku. Tampaknya gejala-gejala itu yang kemudian diistilahkan denganpanas dalam oleh masyarakat awam di
Indonesia.
Para ahli medis mengingatkan gejala panas dalam yang terjadi berulang kali sebaiknya dicermati. Sebab,
peradangan yang mungkin diawali dengan persepsipanas dalam bisa saja mempengaruhi organ-organ dalam
tubuh. Misalnya peradangan hati, ginjal dan ususyang juga ditandai dengan kram di perut yangdisertai diare.

Radang (Inflamasi)
RADANG/INFLAMASI

1.
2.
3.
4.
5.

DEFINISI
Peradangan adalah respon lokal (reaksi) dari jaringan hidup yang
bervaskularisasi akibat rangsanganendogen dan eksogen. Istilah ini berasal dari
"inflammare" Latin yang berarti membakar. Peradangan pada dasarnya
ditakdirkan untuk melokalisasi dan menghilangkan penyebab agen dan
membatasi cedera jaringan. Dengan demikian, peradangan merupakan respon
(pelindung) fisiologis terhadap cedera, sebuah observasi yang dibuat olehSir John
Hunter pada 1794 menyimpulkan: "inflammation is itself not to be considered as
a disease but as a salutary operation consequent either to some violence or to
some diseases". Namun radang berpotensi merugikan, menyebabkan reaksi
hipersensitifitas yang mengancam jiwa, kerusakan organ progresif, dan jaringan
parut.
TANDA KLASIK KARDINAL
Pengetahuan tentang radang berkembang sejalan dengan perkembangan
ilmu kedokeran. Tanda Klinis cardinal. Secara klinis peradangan akut ditandai 5
tanda cardinal
Rubor ( Redness ) adalah Kemerahan terjadi karena pelebaran pembuluh
darah pada jaringan yang mengalami gangguan.
Kalor ( Heat ) adalah Panas akibat bertambahnya pembuluh darah,
sehingga daerah tersebut memperolehaliran darah lebih banyak.
Tumor ( Swelling ) = Bengkak, akibat edema yaitu cairan yang berlebihan
dalam jaringan interstitial atau rongga tubuh; dapat berupa eksudat atau
transudat.
Dolor ( Pain ) = rasa Sakit, akibat penekanan jaringan karena edema serta
adanya mediator kimia pada radang akut diantaranya bradikinin, prostaglandin.
Fungsio laesa ( Loss Of Function )= Fungsi jaringan / organ terganggu
Empat tanda cardinal pertama diuraikan oleh Celsus (sekitar 30 SM-38 SM),
tanda kelima ditambahlan belakangan oleh Virchow pada abad 19.
JENIS RADANG
1. Radang akut
2. Radang kronis

Radang akut
Onset yang dini, dalam hitungan detik hingga menit
Proses berlangsung singkat, beberapa menit hingga beberapa hari
Gambaran utama eksudasi cairan dan protein plasma
Emigrasi sel lekosit terutama netrofil

Radang kronis
Onset yang terjadi kemudian, dalam hitungan hari
Berlangsung lebih lama, dalam hitungan minggu hingga tahun
Ditandai adanya sel limfosit dan makrofag
Proliferasi pembuluh darah dan jaringan ikat

PERUBAHAN MORFOLOGIS DAN FUNGSIONAL


Perubahan morfologis dan fungsional pada peradangan akut diuraikan oleh
Cohnheim pada akhir abad 19; 2 komponen respons/reaksi peradangan akut
yaitu:
1.
Perubahan/reaksi vaskuler, merupakan perubahan pada pembuluh darah
2.
Perubahan/Reaksi seluler, perubahan terjadi pada sel yang terlihat pada
radang
Figure 2-1 The components of acute and chronic inflammatory responses: circulating cells and
proteins, cells of blood vessels, and cells and proteins of the extracellular matrix.

PERUBAHAN VASKULER PADA RADANG AKUT


Perubahan Diameter dan Arus Vaskuler
Mula-mula akan terjadi vasomkonstriksi arteriole/penyempitan pembuluh darah
kecil yang sementara, berlangsung beberapa detik sampai beberapa menit
bergantung kepada kerasnya jejas
Kemudian akan terjadi vasodilatasi sehingga aliran darah akan bertambah,
sehingga pembuluh darah penuh berisi darah dan tekanan hidrostatiknya
meningkat, yang selanjutnya dapat menyebabkan keluarnya cairan plasma dari
pembuluh darah itu
Perlambatan sirkulasi/stasis karena peemeabilitas juga bertambah, maka cairan
darah dan protein akan keluar dari pembuluh darah dan mengakibatkan darah
menjadi kental. Pembuluh darah yang melebar itu tampak penuh den sel darah
(hyperemia)
Marginasi lekosit, lekosit bergerak mendekati dinding pembuluh darah dan
akhirnya melekat pada sel endotel, kemudian akan terjadi emigrasi yaitu leukosit
keluar dari pembuluh darah

Perubahan Permeabilitas Vaskuler


Pertukaran cairan yang normal tergantung pada hukum starling dan adanya
endotel yang utuh. Hukum Starling menyatakan bahwa keseimbangan cairan
yang normal terutama oleh dua gaya yang berlawanan: tekanan hidrostatik
menyebabkan cairan keluar dari sirkulasi, dan tekanan osmotickoloid plasma
menyebabkan cairan bergerak ke dalam kapiler
Pada radang terjadi kenaikan tekanan hidrostatik yang disebabkan oleh
vasodilatasi, dan penurunan tekanan osmotic yang disebabkan oleh bocornya
cairan berkadar protein tinggi keluar endotel yang hipermeabel-menhasilkan
pengeluaran cairan dalam jumlah banyak dan edema.
Berdasarkan perbedaan intensitas jejas, maka reaksi yang terjadi dapat
dikelompokan menjadi 3 yaitu:
1.
Reaksi yang terjadi segera dan hanya berlangsung sebentar, akibat jejas
ringan dan hanya mengenai pembuluh darah kapiler,
2.
Rekasi segera dan menetap, akibat jejas keras dan mengenai semua
pembuluh darah,

3.

Reaksi lambat dan menetap, akibat jejas ringan tetapi terus menerus,
misalnya pada penyinaran (radiasi) atau terkena sinar matahari.
PERUBAHAN SELULER PADA RADANG AKUT
Salah satu tanda terpenting radang akut adalah terjadinya emigrasi sel
radang yang berasal dari darah. Pada fase awal yaitu dalam 24 jam pertama, sel
yang paling banyak bereaksi ialah netrofil atau lekosit polimorfonukleus (PMN).
Sesudah fase awal yang bisa berlangsung sampai 48 jam, mulailah sel
makrofag dan sel yang berperan dalam system kekebalan tubuh seperti limfosit
dan sel plasma bereaksi. Lekosit PMN berfungsi menelan dan merusak bakteri,
kompleks imun dan debris yang berasal dari jaringan yang nekrotik. Selain itu
lekosit juga dapat mengeluarkan enzim dan radikal beracun yang dapat
menyebabkan makinluasnya reaksi radang atau makin banyaknya kerusakan
jaringan
Urutan kejadian yang dialami oleh lekosit ialah sebagai berikut:
1. Margination/Penepian lekosit bergerak ke tepi pembuluh darah
2. Sticking/Perlekatan, lekosit melekat pada dinding pembuluh darah
3. Emigration/Diapedesis, lekosit keluar dari pembuluh darah
4. Fagositosis, lekosit menelan bakteri dan debris jaringan
Proses multitahap migrasi leukosit lewat pembuluh darah, yang terlihat di sini utnuk sel-sel
neutrofil. Pertama-tama leukosit bergulir, kemudian (dalam rangkaian) diaktifkan dan melekat pada
endotelium, berpindah lewat endotelium, menmbus membran basalis, dan bermigrasi ke arah
kemoatraktan yang memancar dari sumber jejas. Molekul yang berbeda memainkan peranan yang
dominan dalam tahap yang berbeda pada proses ini- selektin dalam tahap bergulir; kemokin dalam
mengaktifkan sel-sel neutrofil untuk meningkatkan aviditas integrin; integrin dalam adhesi yang
kuat; dan CD31 (PECAM-1) dalam transmigrasi.

JENIS SEL YANG TERLIBAT DALAM RADANG


1. Netrofil
2. Basofil
3. Eosinofil
4. Sel Mast
5. Makrofag

MEDIATOR KIMIA PADA RADANG


Aktifitas biologic mediator terjadi melalui pengikatan reseptor spesifik
pada sel target. Beberapa mediator mempunyai efek enzimatik langsung,
misalnya protease atau dapat mengakibatkan kerusakan oksidatif.
Mediator dapat berasal dari plasma atau dari sel
Mediator asal sel sumbernya adalah trombosit, netrofil, monosit/makrofag dan
sel mast, dan dijumpai dalam 2 bentuk, yaitu sebagai granula dalam sel yang
siap pakai dan bentuk yang harus disintesis terlebih dahulu bila ada stimulus.
Contoh mediator siap pakai ialah histamine yang dihasikan oleh sel mast.
Mediator ini dapat dibagi menjadi 5 kelompok yaitu:
1. Amin vasoaktif (vasoactive amine)
Ada dalam sel mast, basofil dan trombosit dan akan keluar jika terjadi
ruda paksa, reaksi imunologik, rekasi anafilaksis.
Berperan pada saat permulaan proses radang dan menyebabkan
pelebaran pembuluh darah dan peniggian permeabilitas pembuluh darah contoh:
Histamin dan serotonin
2. Metabolit yang berasal dari asam arakidonat
Misal prostaglandin, leukotren, zat lipid yang berasal dari kemotaktik.
3. Limfokin
Merupakan zat aktif hasil sel T akibat reaksi imunologik; termasuk
kelompok ini adalah interferon dan interleukin.
4. Nitrogen Monoksida (NO)
Mengakibatkan vasodilatasi pembuluh darah dan dihasilkan oleh sel
endotel dan makrofag

5. Radikal bebas dari oksigen


Zat ini cenderung menimbulkan kerusakan jaringan.
Mediator asal plasma ada dalam bentuk prekursor dan perlu diaktifkan untuk
dapat berfungsi.
Ada 2 sistem yaitu:
1. Sistem kinin
2. Sistem Komplemen
Rangkuman mediator kimia pada radang

Mediator

Peningkatan
permeabilitas
Histamin
& Sel
mast, +
serotonin
trombosit
Bradikinin
Plasma
+
C3a
Protein
+
C5a
plasma
melalui hati, +
makrofag
Prostagladin
Sel mast dari Meningkatkan
membrane
kemampuan
fosfolipid
mediator lain
Leukotrien B4 Leukosit
-

Kemotaksis Sifat lain

Radikal bebas Leukosit


asal oksigen

NO

Asal

Endotel,
makrofag

Nyeri
Opsonisasi

Aktifasi lekosit

Vasodilatasi
nyeri, demam

Aktifasi
adesi
lekosit
Kerusakan
endotel,
kerusakan
jaringan
Vasodilatasi,
sitotoksis

Mediator kimia untuk inflamasi, EC, sel endotel.

1.
2.
3.
4.
1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.

Jenis Eksudat yang terjadi pada radang


Jenis cairan eksudat dipengaruhi oleh beratnya reaksi, penyebab dan
lokasi lesi.
Eksudat serosa : eksudat jernih, sedikit protein akibat radang ringan
contoh : luka bakar, efusi pleura.
Eksudat Supuratifa/purulenta: eksudat mengandung nanah/pus, campuran
leukosit rusak, jaringan mati/nekrotik serta mikrorganisme yang musnah.
Eksudat fibrinosa: eksudat yang banyak fibrin sehingga mudah membeku.
Eksudat hemoragika: mengandung darah
Berbagai bentuk radang akut:
Radang kataral
Radang supuratifa
Radang fibrinosa
Radang psudomembranosa
Radang serosa
Tanda klinis sistemik peradangan akut:
Demam
Lekositosis

3.
4.

Penguraian protein fase akut


Reaksi fase akut lainnya seperti: Rasa kantuk, hipotensi, lipolisis

RADANG KRONIS
Radang korinis terjadi bila penyembuhan pada radang akut tidak sempurna, bila
penyebab jejas menetap, atau bila penyebab ringan timbul berulang-ulang.
Dapat pula diakibatkan olaeh reaksi imunologik.
Radang
berlangsung
lama (berminggu-minggu,
berbulan-bulan)
sedangkan proses perdangan, kerusakan jaringan serta penyembuhan terjadi
serentak.
Ciri-ciri histologis radang kronis:
1.
Infiltrasi sel mononuclear, yaitu makrofag, monosit, limfosit dan sel
plasma.
2.
Kerusakan sel
3.
Penggantian jaringan ikat yang terkena oleh suatu proses yang ditandai
oleh proliferasi pembuluh darah(angiogenesis) dan fibrosis.
Radang kronik granulomatosa
Granuloma merupakan suatu daerah pada granulomatosa yang menunjukan
kumpulan sel epiteloid, sel datia dikelilingi oleh limfosit dan kadang-kadang sel
plasma.
Contoh radang granulomatosa:
1. Infeksi Mikobakteri: tbc, lepra, virus
2. Infeksi treponema: sifilis
3. Infeksi jamur: histoplasma
4. Infeksi parasit: skistosomiasis
Ada dua jenis granuloma yaitu1. Granuloma benda asing: ditandai benda asing yang relative inert, umumnya
tidak terjadi nekrosis, dan dikenal dengan adanyabahan sintetik (benang
operasi), asbes.
2. Granuloma autoimun: dibentuk karena reaksi imun diperantarai sel T terhadap
antigen yang sulit di degradasi. Contohnya: Penyakit Hashimmoto, arthritis
rheumatic
Ada radang granulomatosa yang tidak diketahui sebabnya seperti colitis
ulseratifa, sarkoidosis.