Anda di halaman 1dari 12

pH Modern

(Praktikum Ilmu Tanah Hutan)

Oleh
Rian Kurniawan

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2015

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu pengukuran yang sangat penting dalam berbagai larutan adalah pH,
yaitu pengukuran ion hidrogen dalam suatu larutan. Skala pH dimulai dari 0
sampai dengan 14. Larutan dengan harga pH di bawah 7 disebut asam,
sedangkan pH dengan harga di atas 7 disebut basa. Angka 7 Adalah harga
tengah yang mewakili air murni (netral). Untuk mengukur kadar pH suatu larutan
dapat diukur dengan berbagai cara. Secara kualitatif pH dapat diperkirakan
dengan kertas lakmus atau indikator universal. Secara kuantitatif pH diukur
dengan menggunakan elektroda potensiometrik.
Ada beberapa cara menghitung pH lauran salah satunya adalah dengan
menggunakan kertas lakmus atau dengan cara menggunakan pH meter
penggunaan kertas lakmus adalah dengan cara memasukan nya ke dalam larukan
maka kertas tersebut akan berubah warna bila berubah warna menjadi biru maka

larutan tersebut adalah basa dan bila berwarna merah maka larutan tersebut asam.
Dan menghitung asam basa dengan mengunakan pH meter dengan cara
menancapkan pH meter ke tanah maka jarum yang terdapat pada ph meter akan

menunjukan tanah tersebut kandunga nya asam atau basa dan dapat juga melihat
kelembapannya.

B. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa mampu menghitung pH suatu tanah
2. Mahasiwa mampu membedakan pH disuatu daerah yang berbeda
3. Mahasiswa mampu mengetahui pH tanah bersifat basa
4. Mahasiswa mampu mengetahui pH tanah bersifat asam

II. TINJAUAN PUSTAKA

Asam dan basa merpakan zat yang penting dalam ilmu kimia. Dalam kehidupan
sehari-hari pun, tanpa kitasadari kita sering terlibat dengan asam dan basa. Asam
terasa masam dan basa terasa pahit. Garam yaitu senyawa yang terbentuk dari
reaksi asam dan basa, terasa asin. Rasa manis yang tidak berkaitan dengan asam
dan basa. Masalah lingkungan juga sering dikaitkan dengan asam dan basa
(Darusman. 1999).

Asam dan basa merupakan dua senyawa kimia yang sangat penting dalam
kehidupan sehari-hari. Secara umum zat-zat yang berasa masam mengandung
asam, misalnya asam sitrat pada jeruk, asam cuka, dan asam semut. Basa
umumnya mempunyai sifat yang licin dan terasa pahit, misalnya sabun. Di
laboratorium, asam dan basa secara sederhana dapat diketahui dengan
menggunakan kertas lakmus. Dalam larutan asam, kertas lakmus biru akan
berubah menjadi warna merah, sedangkan dalam larutan basa kertas lakmus
merah akan berubah menjadi warna biru. Larutan asam dan basa merupakan
larutan elektrolit, sehingga di dalam air aka terurai menjadi ion-ionnya (Sudarmo.
2007).

Indikator adalah zat warna larut yang perubahan warnanya tampak jelas dalam
rentang pH yang sempit. Jenis indikatr yang khas adalah asam organik yang

lemah yang mempunyai warna berbeda dari basa konjugatnya. Lakmus berubah
merah menjadi biru bila bentuk asamnya diubah menjadi basa. Indikator yang
baik mempunyai intensitas warna sedemikian rupa sehingga hanya beberapa tetes
larutan indikator encer yang harus ditambahkan ke dalam larutan yang sedang
diuji. Konsentrasi molekul indikator yang sangat rendah ini hampir tidak
berpengaruh terhadap pH larutan (David. 2001).

III. METODE PRAKTIKUM

A.Alat dan Bahan


Adapun alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah pH meter dan kertas
lakmus dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah tanah, air O2 dan
gelas untuk menampung air .
B.Cara Kerja
Adapun cara kerja pada praktikum kali ini adalah.
1.Siapkan tanah yang sudah kita ambil pada sebuahh tempat
2.Siapkan alat praktikum
3.Larutkan tanah dalam air dan tunggu sampai mengendap
4.Tiriskan dan pisahkan air dari endapan tanah tersebut
5.Masukan kertas lakmus dan lihat perubahan warna nya
6.Dan tancapkan pH meter ke dalam larutan pencet lalu lihat pergerakan jarum
pada pH meter tersebut.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A.Hasil
Tabel Pengukuran pH Kertas Lakmus
N Lokasi
Nilai pH Warna Lakmus
o
1

Horti

Meter
6,24

Hijau Muda

Sifat pH
Asam

B.Pembahasan
pH berasal dari singkatan potential of Hydrogen. pH merupakan ukuran
konsentrasi ion hidrogen yang menunjukkan keasaman atau kebasaan suatu zat.
Nilai pH bervariasi dari 1 hingga 14. Sebuah larutan yang netral memiliki pH =
7, larutan asam memiliki pH kurang dari 7, dan larutan basa memiliki pH lebih
dari 7.Saat menghitung pH menggunakan pH meter didapatkan nilai pH nya
sebesar 6,24 itu menunjukan bahwa larutan tersebut bersifat asam. Untuk
menghitung pH dengan pH meter adalah dengan cara menyelupkan pipet yang
terhubung dengan pH meter keddalam larutan. Kemudian tunggu selama 5 menit
dengan suhu 31,2o C. Setelah itu akan muncul di pH meter besarnya pH pada
larutan tersebut. Jika mengukur pH dengan menggunakan kertas lakmus yaitu
dengan cara memasukann kertas lakmus ke dalam larutan kemudian tunggu
hingga warna kertas lakmus berubah atau paling lambat selama 5 menit.

Kemudian samakan warna kertas lakmus dengan warna yangg ada pada kotak
kertas lakmus. Kenddala pada praktikum ini adalah angka pada pH meter yang
selalu berubah-ubah dan tidak stabil. Itu menyebabkan perhitungan pH tidak
tepat.Tanah bersifat asam karena berkurangnya kation kalsium, ,magnesium,
kalium dan natrium. Unsur-unsur tersebut terbawa oleh aliran air kelapisan tanah
yang lebih bawah (pencucian) atau hilang diserap tanaman, karena ion-ion positif
yang melekat pada koloid tanah berkurang, Kation membentuk asam seperti
hidrogen dan aluminium akan menggantikannya. Terlalu banyak pupuk nitrogen
seperti ZA juga menyebabkan peningkatan konsentrasi ion H+.

KESIMPULAN

Adapun kesimpulan pada praktikum kali ini adalah.


1. Mahasiswa sudah dapat menghitung pH tanah dengan menggunakan pH meter
ataupun dengan kertas lakmus.
2. Mahasiswa sudah mampu membedakan pH tanah pada suatu tempat
3. Mahasiswa sudah dapat mengetahui indikasi suatu larutan bersifat basa
ataupun asam
DAFTAR PUSTAKA

Darusman. 1999. Pendeteksian Keasaman dan Kebasaan pada Pembuburan


Kertas dengan Menggunakan pH Meter pada Proses Bleaching
(Pemutihan). Medan : Universitas Sumatera Utara Press.

http://en.wikipedia.org/wiki/pH_meter diakses pada 2 April 2015 pukul 14.38


Sudarmo,2007. Dasar-Dasar Ilmu Tanah.Badan Kerjasama Perguruan Tinggi
Negeri Indonesia Timur.

David,2001. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. PT Praja Grafindo Persada: Jakarta.