Anda di halaman 1dari 14

Bahaya Mengkonsumsi Makanan Cepat Saji

Bagi Kesehatan
2

Makanan cepat saji seperti french fries, pizza, burger, dan fried chicken sangat berbahaya bagi
tubuh jika sering dikonsumsi karena mengandung kadar gula, garam, lemak, dan kalori yang
sangat tinggi. Minuman soda yang biasa mendampingi makanan cepat saji juga berbahaya karena
kandungan gulanya
Budaya makan makanan cepat saji (fast food) semakin meluas di Indonesia. Salah satu alasan
mengapa banyak orang lebih memilih makanan cepat saji adalah karena lebih praktis dan rasanya
enak. Kegemaran makan fast food tidak hanya menjangkiti masyarakat kelas atas tetapi juga
masyarakat kelas menengah dan bawah. Meskipun dari segi harga makanan cepat saji lebih
mahal dari makanan lainnya namun hal ini tidak menyurutkan kegemaran mereka. Beberapa
makanan cepat saji yang biasa kita temui adalah french fries, pizza, burger, dan fried chicken.
Fast food mengandung banyak garam, gula, kalori dan lemak yang jika tidak diimbangi dengan
makanan yang sehat akan merusak tubuh kita. Kita tentu sudah sering mendengar banyaknya
kasus obesitas di Amerika, negara yang menjadi asal sebagian besar fast food tersebut. Tentu kita
tidak ingin meniru pola makan mereka. Kalori yang tinggi pada fast food jika tidak diimbangi
dengan kegiatan aktif atau olahraga akan membahayakan kesehatan karena dapat memicu
obesitas. Obesitas sendiri merupakan cikal bakal dari berkembanganya berbagai penyakit seperti
kanker dan penyakit kardiovaskuler.
Kandungan garam yang terlalu tinggi dalam fast food juga tidak baik karena akan menaikkan
tekanan darah atau yang sering disebut hipertensi. Hipertensi yang lebih dikenal sebagai
penyakitnya orang tua kini sudah mulai menyerang orang dengan usia muda karena pola makan
yang salah dan lebih memilih makanan cepat saji. Fast food kebanyakan membutuhkan minyak

dalam proses memasaknya. Salah satu contohnya adalah french fries yang dimasak dengan
metode deep fry dengan suhu minyak yang sangat tinggi.
Proses masak inilah yang merusak kandungan nutrisi dalam kentang dan menggantikannya
dengan lemak. Hal yang sama juga terjadi pada ayam goreng cepat saji. Yang lebih berbahaya
adalah saat makan makanan cepat saji kita tidak pernah lepas dari minuman ringan bersoda
dengan kandungan gula yang sangat tinggi sehingga penyakit diabetes tak terhindarkan. Jadi,
sebaiknya jangan korbankan kesehatan Anda hanya demi menaikkan gengsi dengan makan
makanan cepat saji.
Read more: http://www.zonakesehatan.info/2014/02/bahaya-mengkonsumsi-makanan-cepatsaji.html#ixzz3b6oSMljO
nilah Efek Negatif Fast Food bagi Penikmatnya

By Junia Nilna - November, 24th 2014

Daftar Isi [hide]

1 Apakah Makanan cepat Saji (Fast Food)?

2 Apakah Efek Negatif Makanan Cepat Saji?

2.1 Kolesterol yang Tinggi

2.2 Gangguan Insulin dan Kadar Gula Darah

2.3 Resiko Penurunan IQ pada Anak

3 Sumber Rujukan

Bahaya fast food belum cukup dikenali oleh masyarakat. Meski mengandung efek negatif bagi
kesehatan, makanan cepat saji masih menjadi salah satu pilihan terutama bagi masyarakat
perkotaan. Makanan cepat saji umumnya tersaji sebagai makanan generik, seperti kentang
goreng, ayam goreng dan burger. Tidak semata menjadi pilihan, makanan cepat saji juga menjadi
salah satu gaya hidup. Pemasaran makanan cepat saji yang mengidentikkan makanan ini dengan
gaya hidup berkelas membuat banyak orang memilih tanpa memerhatikan resiko dan efek buruk
yang ditimbulkan.
Sekian banyak masalah mengintai di balik konsumsi makanan cepat saji. Di Amerika, beberapa
kalangan menyebut makanan cepat saji dengan sebutan junk food atau makanan sampah. Istilah
ini menunjukkan bahwa makanan jenis ini bukanlah makanan berkelas melainkan makanan yang
menyimpan pelbagai efek negatif bagi kesehatan penyantapnya.

Apakah Makanan cepat Saji (Fast Food)?


Makanan cepat saji (fast food) diartikan sebagai makanan seperti burger, ayam goreng (fried
chicken) dan nuget yang disiapkan secara cepat dan terstandar di restoran-restoran mahal [1].
Makanan cepat saji juga dimaknai sebagai makanan yang dapat disiapkan dan disajikan secara
cepat. Restoran-restoran cepat saji didirikan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang
memiliki waktu singkat untuk mencari santapan di tengah aktivitasnya. Beberapa karakter
makanan cepat saji adalah kecepatan penyajian dan harganya yang murah[2].

Apakah Efek Negatif Makanan Cepat Saji?


Makanan cepat saji memiliki pelbagai efek negatif dari segi kesehatan. Zat yang terkandungan
pada makanan ini adalah sumber utama persoalan tersebut. Dengan kecepatan penyajian dan
harga yang relatif murah meski bermerek internasional makanan jenis ini berpeluang
menimbulkan penyakit kepada penyantapnya. Memakan sajian ini dalam jumlah banyak dan
jangka waktu lama meningkatkan resiko terjangkit beberapa penyakit.
Kolesterol yang Tinggi

Kanduangan kolesterol menjadi hal yang paling disoroti pada makanan cepat saji. Proses
pembuatan makanan yang banyak mengandalkan minyak membawa dampak serius pada
kesehatan. Hal ini ditimbulkan oleh beberapa jenis lemak yang terkandung pada minyak dan
bahan dasar. Makanan cepat saji meningkatkan kadar kolesterol buruk pada tubuh penyantapnya.
Jenis kolesterol tersebut meningkatkan resiko penyakit jantung [3].

Gangguan Insulin dan Kadar Gula Darah

Makanan cepat saji berpotensi menaikkan kadar gula darah. Penelitian Pereira (2005)
menunjukkan bahwa orang dewasa yang makan fast food lebih dari dua kali dalam seminggu
mengalami peningkatan resiko diabetes dan penyakit jantung. Penyakit ini baru akan dirasakan
ketika penyantap rutin makanan cepat saji mulai berusia pertengahan (30 tahun ke atas).
Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa bobot badan dapat meningkat hingga 4 kilogram
[4] [5].
Resiko Penurunan IQ pada Anak

Penelitian yang dilakukan oleh Kate Northsone (2011) pada Journal of Epidemiology and
Community Health menunjukkan bahwa anak-anak yang banyak mengkonsumsi junk food
memiliki IQ lebih rendah dibandingkan dengan yang memakan makanan lain yang lebih sehat.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh buruk akibat makanan fast food tidak semata akan
muncul dalam bentuk gangguan kesehatan. Masalah IQ dan kecerdasan turut akan dipengaruhi
oleh jenis makanan ini [6].
21 Dampak Bahaya Makanan Cepat Saji Bagi Kesehatan
Advertisement

Makanan cepat saji atau dikenal juga dengan istilah fast food mengacu pada makanan yang
disajikan dalam waktu yang relative cepat. Kita sebagai pelanggan tidak perlu menunggu lama
agar makanan siap tersedia di meja anda. Bagi orang yang super sibuk, makanan cepat saji
mungkin bisa menyelesaikan masalah mengenai waktu adalah uang bagi orang orang super
sibuk ini. Tetapi satu hal yang harus menjadi pertimbangan adalah, makanan cepat saji ini
disinyalir menjadi faktor penyebab berbagai penyakit pada tubuh kita.
Makanan cepat saji memang bisa menjadi solusi untuk menghemat waktu. Namun, makanan
cepat saji bukan solusi untuk kebutuhan nutrisi tubuh anda. Beberapa penelitian bisa
mengemukakan jika makanan cepat saji dapat mengakibatkan efek yang sangat merugikan bagi
kesehatan. Untuk lebih jelasnya, yuk simak ulasan mengenai dampak bahaya makanan cepat saji
ini.

#1 Makanan Cepat Saji Membuat ketagihan


Tahukah anda jika makanan cepat saji bisa membuat anda ketagihan? Ya, mengkonsumsi
makanan cepat saji seperti French Fries atau burger dapat membuat seseorang terus menerus
ingin mengkonsumsi makanan cepat saji tersebut. Ini karena di dalam makanan saji terdapat
bahan seperti gula buatan dan juga pewarna makanan, beberapa dari faktor yang membuat
makanan saji sangat menggugah selera. Jika bahan makan seperti tersebut masuk terus menerus
ke dalam tubuh kita, tentu efeknya akan sangat merugikan bagi tubuh dan kesehatan kita.

#2 Makanan Cepat Saji Penyebab Utama Obesitas


Obesitas atau kelebihan berat badan tergolong suatu penyakit yang dapat menyebabkan berbagai
penyakit lain. Bahkan lebih dari separuh warga Amerika menderita obesitas. Amerika bisa
dikatakan sebagai pioneer produsen makanan cepat saji saat ini memiliki jumlah penderita
obesitas yang sangat tinggi. Tak kalah banyaknya, jumlah anak anak di Amerika yang
menderita obesitas pun cukup tinggi. Ini juga disebabkan tingkat konsumsi makanan cepat saji di
Negara tersebut yang tinggi di mana makanan saji sudah seperti budaya di Negara paman Sam
tersebut.
Makanan cepat saji mengandung banyak gula buatan dan garam yang bisa menyebabkan
kegemukan atau obesitas. Faktor seperti minyak goreng dan bahan pengawet lainnya yang
digunakan di dalam pembuatan makanan cepat saji membuat tubuh sulit untuk menguraikan
lemak yang masuk, begitu juga jumlah kalori yang tergolong banyak di dalam makanan cepat
saji.

#3 Makanan Cepat Saji Menyebabkan Kerusakan Hati


Kerusakan hati juga sering dikaitkan dengan konsumsi makanan cepat saji. Walau pun mungkin
bahaya yang satu ini tidak secara langsung banyak diketahui oleh masyarakat. Lemak trans atau
minyak trans yang digunakan saat proses penggorengan makanan cepat saji memang dapat
membuat makanan menjadi lebih tahan lama dari kerusakan agar tetap bisa dikonsumsi. Tetapi
akan merugikan kesehatan setelah dikonsumsi.
Tubuh kita memang secara alami memang akan berusaha membersihkan kandungan atau zat
zat yang tidak berguna untuk tubuh. Tetapi adanya lemak trans serta bahan pengawet buatan akan
membuat hati bekerja ekstra untuk membersihkan berbagai zat yang tergolong racun untuk
tubuh. Sehingga hal tersebut lama kelamaan bisa menyebabkan kerusakan pada hati.

#4 Makanan Cepat Saji Menyebabkan Penyakit Kardiovaskular


Penyakit yang berkaitan dengan jantung, apa pun itu akan menyebabkan seseorang mengalami
akibat paling fatal seperti kematian. Mengkonsumi makanan cepat saji yang mengandung banyak
sodium dan kolesterol akan menyebabkan kerusakan pada jantung.
Kandungan sodium yang tinggi yang terdapat di makanan cepat saji seperti kentang goreng,
minuman bersoda atau daging olahan bisa membuat tekanan darah meningkat. Di damping itu
sodium dalam jumlah berlebihan dapat menyumbat arteri. Kedua hal ini bisa menyebabkan kerja
jantung melemah yang selanjutnya bisa mengakibatkan anda sulit untuk berolahraga untuk
menjaga kesehatan tubuh.

#5 Menjadi Penyebab Utama Diabetes Tipe 2


Makanan cepat saji menjadi solusi banyak orang yang sibuk dan tidak dapat menyempatkan diri
untuk memasak di rumah. Gula dan garam yang digunakan dalam jumlah yang tinggi di dalam

makanan cepat saji seperti yang sudah dijelaskan tadi, akan menyebabkan obesitas jika terlalu
sering dikonsumsi. Sedangkan obesitas sendiri merupakan salah satu faktor penyebab dari
penyakit diabetes tipe 2. Jadi secara langsung dapat kita katakan ini adalah makanan untuk
penderita diabetes yang WAJIB dihindari.

#6 Menyebabkan Radang pada Dinding Lambung


Peradangan dinding lambung juga disebut PUD atau Peptic Ulcer Disease adalah penyakit yang
paling sering terjadi pada lambung. Biasanya orang yang menderita penyakit satu ini sering
mengalami rasa perih yang sangat di bagian lambungnya. Makanan cepat saji yang dapat
menyebabkan peradangan dinding lambung adalah pizza, dan keripik gurih.

#7 Makanan Cepat Saji Menyebabkan Hilangnya Nafsu Makan


Biasanya, di dalam makanan akan terdapat zat yang menggugah nafsu makan. Sedangkan
makanan cepat saji yang kurang akan nutrisi akan membuat anda kehilangan nafsu makan jika
dikonsumsi dalam waktu yang lama.

#8 Menyebabkan Ketidaknormalan Sistem Pencernaan


Serat adalah satu zat yang dapat melancarkan sistem pencernaan kita. Di dalam makanan cepat
saji yang kebanyakan melalui proses digoreng dan bahan dasar yang kurang sehat dapat
menyebabkan anda kekurangan serat dalam tubuh. Kurangnya serat akan menyebabkan
ketidaknormalan pada sistem pencernaan kita.
Contohnya : sulit buang air besar, sembelit dan lain sebagainya.

#9 Menyebabkan Tubuh Kekurangan Nutrisi


Nutrisi sangat penting fungsinya bagi berbagai sistem dalam tubuh. Mengkonsumsi makanan
cepat saji yang sering akan menyebabkan tubuh kekurangan banyak nutrisi. Ini karena makanan
cepat saji tidak mengandung vitamin, minerat atau serat dan zat lainnya yang sangat berguna
bagi kesehatan. Jika terus menerus mengkonsumsi makanan cepat saji, bisa jadi tubuh atau organ
organ tertentu di dalam tubuh dapat mengalami gangguan.

#10. Menjadi Penyebab Stress


Makanan yang mengandung banyak lemak dapat menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan
seperti penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah dan banyak lagi yang lainnya. Beberapa
penelitian ternyata mengungkapkan bahwa lemak dengan jumlak yang banyak yang masuk ke
dalam tubuh dapat meningkatkan stress pada seseorang. Dari penelitian tersebut juga
menyebutkan bahwa orang yang sering mengkonsumsi makanan tinggi lemak seperti makanan
cepat saji cenderung memiliki resiko terkena stress yang tinggi jika dibandingkan mereka yang
tidak mengkonsumsi makanan cepat saji atau makanan rendah lemak.

#11 Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi


Penyakit tekanan darah tinggi disebut menjadi tiga besar penyakit yang diderita oleh orang
Amerika. Dan mengkonsumsi makanan cepat saji akan menyebabkan kondisi tersebut semakin
memburuk. Misalkan saja, makanan cepat saji seperti hamburger mengandung 540 kalori dan 29
gram lemak. Di dalam hamburger juga terdapat 10 gram lemak jenuh, dan 1,5 gram lemak trans
serta kandungan sodium sebanyak 1040 gram. Jadi, jika anda memakan makanan penyebab
darah tinggi seperti ini, akan menyebabkan tubuh bekerja sangat ekstra untuk menyerap zat zat
tersebut dan temasuk meingkatkan detak jantung menyumbat pembuluh darah yang selanjutnya
menjadi penyebab tekanan darah menjadi tinggi.
Selain 11 Bahaya di atas, makanan cepat saji juga sangat berbahaya bagi berbagai masalah
kesehatan lainnya.
Bahaya Makanan Cepat Saji Bagi Kesehatan Lainnya
12.Radang Sendi

Banyaknya sodium yang terkandung di dalam makanan cepat saji dapat berdampak pada fungsi
fungsi persendian anda. Selain itu, kurangnya nutrisi di dalam makanan cepat saji mengakibatkan
kerja persendian menurun.
13.Menjadi Penyebab Kanker

Bahan pengawet yang terdapat di dalam makanan cepat saji dapat memberi efek jangka panjang
yang sangat berbahaya. Bahan pengawet tersebut dapat menumpuk di dalam tubuh,
mempengaruhi organ organ tubuh dan bisa menumbuhkan sel sel kanker. Efeknya mungkin
tidak secara langsung dapat anda rasakan. Namun konsumsi dalam intensitas waktu yang sering
dan dalam jangka waktu yang lama akan membentuk sel kanker di beberapa tahun kemudian.
Ingat kanker merupakan penyakit paling mematikan di dunia yang harus anda cegah, mulailah
dari mengurangi makanan cepat saji.
14.Mengganggu Sistem Pernafasan

Obesitas sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Salah satunya kelebihan berat
badan akan juga mengganggu sistem pernafasan. Bahkan tanpa diagnosa dokter sekalipun,
obesitas dapat menyebaban nafas terengah engah serta nafas pendek. Obesitas bahkan juga bisa
berpengaruh sangat besar pada terjadinya penyakit asma dan sulit tidur. Penelitian terbaru yang
dipublikasikan Jurnal Thorax menambahkan jika anak anak mengkonsumsi makanan cepat saji
akan meningkatkan resiko terhadap penyakit asma dan rhinitis.
15.Menyebabkan Kerusakan Sistem Saraf Pusat

Ada beberapa jenis sakit kepala dan berbagai faktor yang menyebabkannya. Beberapa
penyebabnya dapat ditemukan di dalam makanan yang kita makan seperti garam, nitrat. MSG
dan juga daging olahan.
Sebuah penelitian yang dipublikasi di Public Health Nutrition menunjukan bahwa memakan
makanan siap saji dan cepat saji seperti pizza dan hamburger meningkatkan tingkat depresi yang
berkaitan dengan sistem saraf.
16.Menyebabkan Muka Berjerawat

Seringkali kita menyalahkan munculnya jerawat di muka pada coklat atau kacang kacangan
yang kita makan. Padahal sebenarnya penyebab jerawat bukanlah kacang atau coklat, penyebab
jerawat menurut Mayo Clinic adalah karbohidrat. Maka dari itu makanan cepat saji yang
mengandung karbohidrat dalam jumlah yang tinggi dapat meningkatkan gula darah yang juga
menyebabkan munculnya jerawat di muka.
17.Merusak Enamel Gigi

Ketika kita mengkonsumsi makanan cepat saji yang notabene mengandung banyak karbohidrat
dan gula, bakteria yang terdapat di dalam mulut akan memproduksi asam. Zat asam tersebut
bersifat keras pada gigi. Kemudian zat asam tersebut akan merusak enamel gigi yang juga
sebagai penyebab dari gigi berlubang.
18.Menyebabkan Osteoporosis

Jika anda penyuka makan makanan cepat saji, perlu di waspadai jika makanan cepat saji
mengandung banyak sodium. Sodium yang jumlahnya banyak ini jika masuk ke dalam tubuh
akan juga berdampak merugikan pada tulang.
19.Menyebabkan perasaan Haus yang Terus Menerus

Kandungan garam yang cukup banyak di dalam makanan cepat saji selain menaikan tekanan
darah juga dapat memiliki dampak lain. Dampak lain ini berupa dampak jangka pendek yang
dapat langsung anda rasakan setelah mengkonsumsi makanan cepat saji. Garam yang terlalu
banyak akan membuat anda merasa kehausan yang terus menerus.
20.Menyebabkan Sindrom Metabolis

Sindrom metabolis dapat diakibatkan oleh kombinasi penyakit yang terjadi di dalam tubuh.
Penyakit -penyakit tersebut antara lain hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi dan diabetes.
Sindrom metabolis pada dasarnya terjadi karena lemak trans yang menumpuk di dalm tubuh
karena konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan.

21 Makanan Cepat Saji Membuat Kepala anda Botak

Sering melihat kepala seseorang botak di

bagian tengahnya ? nah salah satu penyebabnya adalah terlalu sering mengkonsumsi makanan
cepat saji. Tidak percaya ?
Kandungan MSG pada makanan cepat saji, bahkan di restoran dan warteg jauh di atas jika kita
memasak sendiri di rumah. Lama kelamaan akan menyebabkan kebotakan rambut yang tentunya
mengganggu penampilan anda.
Sesekali mengkonsumsi makanan cepat saji sebenarnya tidak masalah jika anda tidak memiliki
penyakit seperti jantung atau darah tinggi. Anda bisa mengimbangi konsumsi makanan cepat saji
dengan berolahraga dan asupan serat atau nutrisi lain yang bisa anda dapat dengan konsumsi
buah atau sayur.

Bahaya Makan Fast Food


REP | 14 September 2012 | 14:41

Coba Versi Beta

Dibaca: 3390

Komentar: 0

Dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang pesat, sehingga semakin mudahnya
manusia dalam melakukan sesuatu. Terjadi pula perubahan pola dan gaya hidup manusia pada
saat ini.
Mungkin salah satunya kita bisa lihat dengan maraknya penyedia fast food (makanan cepat saji),
dari namanya saja kita sudah bisa membayangkan bagaimana cara pembuatan makanan yang
pasti cepat. Tanpa kita sadari, maraknya fast food selain memberikan keuntungan juga
memberikan banyak kerugian untuk kesehatan anda tentunya.

Contohnya saja dengan kita banyak mengkonsumsi mi instan, maka lambat laun akan terjadi
masalah dalam bagian pencernaan kita. Hal ini dibuktikan oleh para ilmuwan dari Universitas
Glasgow yang melakukan percobaan pada sejenis unggas yang dibagi menjadi dua kelompok.
Pertama diberi makanan yang kualitasnya tidak layak makan, semacam junk food. Sementara
kelompok lainnya diberi makanan dengan takaran sesuai yang dibutuhkan.
Dari studi tersebut, para ilmuwan menemukan bahwa unggas yang diberi makanan sejenis junk
food pada usia dua minggu pertama dalam hidupnya lebih cepat mati. Hal ini karena zat anti
penuaan dan antioksidan yang diproduksi tubuhnya hanya bertambah sedikit.
Perlu diketahui bahwa makanan fast food ternyata mengandung garam, lemak & kalori yang
tinggi, termasuk kolesterol yang mencapai 70% serta hanya sedikit mengandung serat yang
justru sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain kandungan gizinya yang rendah, fast food juga
mengandung zat pengawet dan zat adictif yang membuat kita ketagihan. Lemak tinggi yang
banyak terdapat dalam makanan cepat saji juga berpengaruh untuk memperbesar risiko terkena
kanker, terutama kanker payudara dan usus besar. Makanan cepat saji juga mengandung protein
hewaninya yang cukup kaya, hal ini bisa menyebabkan terhambatnya penyerapan kalsium di
dalam tubuh. Kondisi ini dapat merangsang cepatnya terjadi osteoporosis.
Fast food pun menjadi cara cepat bagi kita yang ingin terkena Obesitas. Hal ini dibuktikan oleh
Morgan Spurlock yang membuat film berjudul Super Size Me. Dalam film tersebut
digambarkan bagaimana ia mengkonsumsi fast food setiap hari baik itu saat sarapan, makan
siang, dan makan malam dalam waktu 30 hari. Ternyata hasil yang didapat sangat
mencengangkan. Morgan Spurlock mengalami kenaikan berat badan yang drastis, perut semakin
membuncit, kenaikan kadar gula darah dan kolesterol, tekanan darah yang jauh di atas normal
dan 2 kali lebih rentan terkena gagal jantung serta perubahan prilaku.
Makanan fast food memang tergolong banyak diminati sebagian besar orang karena sangat cepat
dan mengenyangkan. Apalagi di sekitar lingkungan rumah pun banyak yang menawarkan fast
food dengan harga yang sangat murah. Namun Anda juga patut curiga kenapa harga yang
ditawarkan begitu murah? Apakah ayam yang dipakai masih fresh atau ayam sakit yang dijual
murah ? Jawabannya kembali ke diri Anda masing-masing, mau sehat atau tidak.
Jadi ada baiknya hindarilah atau setidaknya kurangilah makanan fast food sejak dini, karena
daerah asal fast food ini, Eropa , sekarang sudah gencar memerangi fast food dan berganti
menjadi slow food.
BSY International Group Indonesia menulis catatan baru: BAHAYA JUNK
FOOD DAN FAST FOOD BAGI KESEHATAN.

Pernahkah Anda pergi ke resto-resto seperti KFC dan McDonalds? Jawaban nya bisa tidak,
pernah, sering atau bahkan sangat sering.
Lalu pertanyaan berikutnya, pernahkah Anda meneliti atau mempelajari kandungan gizi dari
makanan tersebut baik melalui internet atau artikel kesehatan lainnya?

Mari kita bahas mengenai Junk food yang sangat popular baik dikalangan anak-anak, remaja
bahkan orang dewasa. Junk food, walaupun sudah banyak info tentang efek bahayanya, namun
makanan cepat saji ini tetap saja memiliki banyak penggemar. Makanan junkfood memang
berasal dari negara barat, namun restoran junk food ternyata lebih banyak ditemukan di daerah
lain seperti Asia, khususnya Indonesia.
Kesalahan dari perspektif masyarakat turut membantu melestarikan budaya mengkonsumsi
makanan tersebut ketimbang mengetahui efek buruknya. Banyak dari mereka yang merasa malu
untuk mengkonsumsi makanan tradisional Indonesia seperti Siomay, Ketoprak atau Gado-gado
dan masih banyak lagi yang ternyata jauh lebih sehat daripada Burger atau Hotdog. Kesan
modern yang tampak pada resto-resto seperti KFC dan McDonalds jauh lebih menarik ketimbang
harus pergi ke Warteg, yang padahal masakan di Warteg sudah pasti dibuat untuk dihabiskan hari
itu, karena jika disisakan untuk besok makanan tersebut pasti sudah basi. Lalu bagaimana dengan
KFC dan McDonalds? Coba saja Anda simpan makanan tersebut selama 1 bulan di lemari,
niscaya bentuk dan rasanya tidak jauh berubah.
Baik penelitian dari negara barat maupun timur, semuanya membuktikan bahwa junk food
memberikan lebih banyak efek negatif daripada positif. Berikut ini adalah beberapa akibat junk
food atau fast food yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

1. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Sebuah studi yang dilakukan University of Minnesota School of Public Health, meneliti tentang
efek berbahaya dari junk food. Penelitian ini dilakukan selama 10 tahun yang melibatkan lebih
dari 60.000 orang Singapura keturunan China. Partisipan berusia antara 45-74 tahun. Selama 10
tahun periode studi, menunjukkan 1.397 partisipan meninggal akibat penyakit jantung dan 2.252
menderita penyakit diabetes tipe 2. Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa memakan fast
food dua kali atau lebih dalam seminggu memiliki kemungkinan 27 persen lebih besar untuk
terserang diabetes dan 56 persen meninggal akibat penyakit jantung, dibandingkan dengan
partisipan yang jarang atau tidak pernah makan fast food. Bahkan 811 partisipan yang diketahui
makan fast food empat kali atau lebih perminggu, risiko kematian akibat serangan jantung
meningkat hingga 80 persen.

2. Kanker kolorektal

Kanker kolorektal atau kanker yang menyerang organ usus besar dan anus, kebanyakan
menyerang orang di atas usia 50 tahun. Namun di Indonesia diketahui beberapa pasien di bawah
usia 50 tahun juga menderita kanker ini. Menjamurnya restoran makanan cepat saji atau fastfood
dituduh sebagai penyebab tingginya penderita kanker kolorektal di Indonesia.
DR. dr. Noorwati Sutandyo, Sp.PD, KHOM menyarankan untuk mencegah kanker kolorektal
sejak dini. Hal ini bisa diusahakan dengan banyak makan sayuran, buah-buahan, ikan dan banyak
berolahraga. Selain itu sedini mungkin untuk mengurangi atau tidak makan fast food sama
sekali. Kanker kolorektal merupakan kanker yang bisa dicegah dan diobati jika masih dalam
stadium rendah.

3. IQ pada anak lebih rendah

Penelitian dari University of Adelaide menunjukkan bahwa pola makan yang sarat junk food di
usia kecil, akan membuat IQ anak lebih rendah dua poin dari anak yang tak banyak makan junk
food saat masih kecil.
Walaupun perbedaan IQ-nya tak begitu kentara, studi ini membuktikan bahwa pola makan anak
berusia 6 sampai 24 bulan memberikan efek yang kecil namun signifikan terhadap IQ saat
usianya mencapai 8 tahun. Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk mempertimbangkan
dampak jangka panjang makanan yang diberikan pada anak.

Kutipan diatas hanyalah sebagian kecil dari efek bahaya makanan tersebut, bila Anda atau orang
tua dan anak-anak terpaksa harus mengkonsumsi
makanan tersebut dikarenakan beberapa alasan terdesak, kami anjurkan untuk meminum Enzym
Noni setiap hari. Sebab Enzym Noni selain bagus untuk menetralisir racun, bagus pula untuk
kesehatan usus besar dan pencernaan Anda. Kandungan seratnya akan membantu Anda untuk
tetap buang air besar setiap pagi, walaupun Anda jarang mengkonsumsi sayur-sayuran. Kami
anjurkan untuk tetap mengkonsumsi Enzym Noni agar pencernaan kita selalu sehat dan bersih
serta terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya lain nya.

SEMOGA BERMANFAAT
BSY

7 Bahaya Fast Food Bagi Kesehatan


by Deny Oey

April 11th, 2014 at 11:34 am

Halaman: 1 2

CiriCara.com Siapa yang tak kenal dengan fast food? Penyajian dan pengolahannnya yang
cepat dan instan membuat makanan yang satu ini banyak dikonsumsi, khususnya oleh
warga perkotaan yang cukup sibuk sehingga membutuhkan makanan yang bisa disantap kapan
dan dimana saja.

Menkonsumsi fast food Ist

Namun dibalik kelezatannya, fast food juga menyimpan beragam potensi penyakit yang
berbahaya bagi kesehatan tubuh. Hamburger, sandwich, pizza, spaghetti, french fries bahkan
minuman bersoda rata-rata mengandung kalori, lemak dan garam yang tinggi serta rendah serat.
Jika Anda hobi mengonsumsi makanan jenis ini, sebaiknya segera kurangi karena fast food
memiliki beberapa dampak buruk bagi kesehatan, seperti berikut ini:
1. Membuat ketagihan

Disadari atau tidak, fast food mengandung zat adiktif yang dapat membuat seseorang ketagihan
dan merangsang keinginan untuk mengonsumsinya sesering mungkin. Hal inilah yang
membuat seseorang mengonsumsi makanan cepat saji setiap hari dan lebih rentan terkena
risiko berbagai jenis penyakit.
Untuk menghindari kebiasaan ini, gantilah fast food dengan makanan yang lebih sehat seperti
buah dan sayuran segar.
2. Menurunkan daya ingat

Kebiasaan mengonsumsi fast food secara berlebihan dan konstan akan berpengaruh pada
kemampuan berpikir seseorang. Sebuah penelitian mengungkapkan jika mengonsumsi fast food
sejak dini, bahkan ketika masih balita, akan membuat IQ menurun.
Meski praktis dan nikmat, sebaiknya mulailah mengurangi konsumsi makanan cepat saji agar
Anda terhindar dari berbagai risiko penyakit seperti parkinson atau alzheimer.
3. Meningkatkan berat badan

Sering mengonsumsi fast food dan jarang berolahraga adalah kombinasi ideal untuk mengalami
penambahan berat badan yang tidak sehat. Konsumsi kalori berlebihan pada fast food akan
diubah menjadi lemak jika tidak dipakai sebagai sumber energi atau gula darah. Bila diteruskan,
tentunya ini akan mengakibatkan berat badan meningkat akibat penumpukan lemak yang
tersimpan dalam tubuh.
4. Meningkatkan risiko serangan jantung

Penyakit yang paling sering menyerang para penggemar makanan cepat saji adalah jantung
koroner. Saat menelan banyak kalori, tubuh dipaksa memproduksi insulin dalam jumlah ekstra
untuk mengubah karbohidrat menjadi gula darah. Namun, insulin yang terlalu banyak akan
memicu penggabungan dengan lemak yang dapat merusak pembuluh darah.
Kandungan kolestrol yang tinggi dalam fast food juga mengakibatkan penyumbatan pembuluh
darah sehingga membuat peredarannya tidak lancar dan mengakibatkan serangan jantung
koroner.